Asuransi Dwiguna

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Asuransi Dwiguna Terbaik di Indonesia

Saat membeli asuransi dwiguna, kita mempercayakan uang dalam jumlah besar di tangan penyedia asuransi. Oleh karena itu, penting untuk memilih asuransi dwiguna terbaik yang ada di pasaran.

Namun dari sekian banyak asuransi yang tersedia, tentu tidak mudah untuk membandingkannya satu per satu. Lifepal sebagai broker asuransi terkemuka hadir untuk membantu kita membandingkan asuransi dengan praktis. 

Berikut daftar brand penyedia asuransi terbaik yang sudah dikurasi oleh Lifepal.

1. Proteksi Edukasi Maksima (EduPlan)

AIA memiliki produk asuransi jiwa yang dipasarkan lewat bank BCA dengan nama Proteksi Edukasi Maksima (EduPlan). Produk ini menawarkan manfaat tabungan sebesar 200 persen uang pertanggungan. Apabila nasabah meninggal karena kecelakaan, EduPlan bakal mencairkan tambahan 100 persen uang pertanggungan.

2. Asuransi Dwiguna Astra Life AVA iPlan Protection

Astra Life menawarkan polis AVA iPlan Protection yang menawarkan pencairan uang pertanggungan pasti baik jika nasabah meninggal pada masa asuransi maupun masih hidup sampai masa asuransi berakhir. Selain itu, nasabah juga akan mendapatkan bonus berupa manfaat tambahan sebesar 5 persen uang pertanggungan setiap tiga tahun sekali apabila tidak terjadi klaim. 

3. Academy Cash Sun Life dan BNI

Sun Life Financial Indonesia dan BNI menawarkan produk bancassurance berupa program Academy Cash yang memberikan berbagai manfaat menarik, menyediakan dana pendidikan untuk jenjang SD, SMP, SMU hingga universitas dengan waktu pembayaran yang disesuaikan dengan program yang dipilih.

Produk ini juga memberikan manfaat dana pendidikan, yaitu 100 persen Uang Pertanggungan (UP) apabila tertanggung meninggal dunia dan ditambah 100 persen dana pendidikan berupa tahapan sesuai jadwal.

4. Asuransi Dwiguna Equity Life

Ada dua pilihan manfaat pada produk asuransi dwiguna dari Asuransi Equity, yakni Pro Education Plus Sarjana dan Pro Education Plus Master.

Pro Education Plus Sarjana akan membantu kita menyiapkan dana pendidikan buah hati sampai ke jenjang sarjana. Produk ini memberikan proteksi sebesar 200 persen Uang Pertanggungan Dasar apabila terjadi risiko meninggal dunia dan Tahapan Dana Siswa tetap diberikan sesuai jadwal. Produk ini  juga membebaskan keluarga dari kewajiban membayar premi apabila mengalami risiko cacat tetap total dan memastikan bahwa Tahapan Dana Siswa tetap dibayarkan sesuai jadwal.

Selain itu, Pro Education Plus Master akan membantu kita menyiapkan dana pendidikan anak sampai ke jenjang master (S2). Produk ini memberikan proteksi sebesar 200 persen Uang Pertanggungan Dasar apabila tertanggung mengalami risiko meninggal dunia dan Tahapan Dana Siswa tetap diberikan sesuai jadwal. 

Produk ini  juga membebaskan keluarga dari kewajiban membayar premi apabila tertanggung mengalami risiko cacat tetap total dan memastikan bahwa Tahapan Dana Siswa tetap dibayarkan sesuai jadwal.

5. USave PRUStar dari Prudential

USave PRUStar dari Prudentil merupakan kerjasama bancassurance antara PT Bank UOB Indonesia dan PT Prudential Life Assurance yang memberikan manfaat perlindungan jiwa dan peningkatan aset yang tergabung dalam satu produk. Produk ini juga menawarkan manfaat bonus tunai tahunan dari premi tahunan.

Premi produk USave PRUStar mulai dari Rp3,6 juta setahun dalam jangka waktu lima tahun untuk mendapatkan manfaat pertanggungan selama 10 tahun. Nasabah juga akan mendapatkan manfaat bonus tunai sebesar 6 persen dari premi tahunan, yakni terhitung dari tahun pertama hingga tahun kesembilan.

Setelah jatuh tempo polis, nasabah juga akan menerima akumulasi premi penuh ditambah bonus tunai 10 persen selama jangka waktu polis. Ketika nasabah mengalami musibah meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan, USave PRUStar akan memberikan manfaat ganda hingga 240 persen dari jumlah uang pertanggungan.

 

Pengertian Asuransi Dwiguna

Beberapa dari kita merasa sulit untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung. Salah satu alasannya adalah keinginan membeli barang yang tak perlu. Padahal, ada banyak kebutuhan di masa mendatang yang perlu dipersiapkan sejak dini. Supaya bisa mengontrol tabungan dengan lebih efektif, kita dapat membeli asuransi dwiguna.

Asuransi dwiguna atau endowment insurance pada dasarnya adalah produk asuransi jiwa term life berbalut tabungan. Selain memberikan pertanggungan jiwa, asuransi dwiguna membantu kita menabung secara rutin sampai waktu tertentu. 

Asuransi jiwa dwiguna akan memberikan uang pertanggungan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi, atau memberikannya kepada pemegang polis kalau masih hidup sampai akhir masa asuransi. Pada dasarnya, asuransi dwiguna adalah dua manfaat yang dikemas dalam satu produk. 

Semua produk asuransi yang menjanjikan uang simpanan sekaligus perlindungan jiwa termasuk ke dalam asuransi dwiguna, bahkan unit link sekalipun. Tapi istilah asuransi dwiguna yang ada di pasaran umumnya lebih dikenal sebagai produk dengan manfaat asuransi berbalut tabungan pasti. 

Ada dua jenis asuransi dwiguna, yaitu yang menjanjikan keuntungan dan yang tidak menjanjikan keuntungan. Keduanya bisa dijadikan alat untuk memenuhi tujuan finansial seperti tabungan dana pendidikan, dana pensiun, dana pernikahan, dan lain-lain.

Kenapa Harus Membeli Asuransi Dwiguna?

Berdasarkan riset SIRCLO yang dilansir dari Detik, rata-rata satu orang Indonesia bisa berbelanja di marketplace sebanyak 3 sampai 5 kali dalam satu bulan. Kegiatan tersebut menyedot 15 persen dari total pendapatan bulanan mereka!

Kemudahan belanja dan potongan harga yang menggiurkan memang membuat kita sulit menahan hasrat berbelanja. Namun bayangkan jika 15 persen tersebut kita tabung. Dalam jangka waktu 10-20 tahun, angkanya bisa cukup untuk membiayai hal yang lebih bermanfaat seperti pendidikan anak. 

Menabung adalah strategi untuk menahan kesenangan sementara (belanja) dengan kebahagiaan jangka panjang (pensiun dini, menyekolahkan anak). Jika memang sulit, tidak ada salahnya membeli produk yang mendukung tujuan itu.

Asuransi dwiguna membantu kita secara disiplin menabung untuk mencapai tujuan finansial. Karena kalau kita berhenti membayar premi di tengah jalan, manfaat asuransi bakal berhenti dan kita akan merasa rugi.

Selain itu, asuransi dwiguna juga memberikan tambahan manfaat, yaitu proteksi jiwa. Jadi kalau amit-amit kita harus “pergi” meninggalkan keluarga, mereka bisa melanjutkan hidup lewat uang pertanggungan asuransi. 

Asuransi Dwiguna Cocok untuk Siapa?

Asuransi dwiguna cocok untuk orang dengan penghasilan pasti yang memerlukan sejumlah uang pada waktu tertentu, misalnya karyawan atau pemilik usaha kecil. Produk ini juga tepat bagi kita yang tidak masalah mendapatkan pengembalian lebih kecil asalkan risikonya minim.

Namun kalau kita ingin mendapatkan manfaat perlindungan jiwa maksimal, sebaiknya membeli asuransi jiwa karena menawarkan manfaat perlindungan jiwa lebih tinggi dengan premi lebih kecil daripada asuransi dwiguna. Salah satu asuransi jiwa dengan fitur proteksi maksimal adalah asuransi jiwa term life. 

Jika tertarik mencari asuransi jiwa terbaik, Lifepal menyediakan konsultasi asuransi gratis lho. Untuk mengobrol dengan konsultan asuransi kami, silakan isi formulir di bagian atas halaman ini ya!

Cara Kerja Asuransi Dwiguna

Sebelum memilih produk ini sebagai alat perencana keuangan, penting untuk memahami cara kerjanya secara lebih detail agar bisa memaksimalkan manfaatnya. Pertama-tama, calon nasabah menentukan uang pertanggungan atau setoran premi bulanan yang ingin dibayarkan. Bila perluasan asuransi kurang, kita bisa membeli asuransi tambahan (rider).

Uang pertanggungan dan rider mempengaruhi nilai premi yang kita bayarkan. Uang pertanggungan juga akan dijadikan patokan untuk menghitung dana yang kita terima dari asuransi dwiguna.

Setelah itu, kita harus menyetorkan premi kepada penyedia asuransi dwiguna agar polis aktif. Sebagian dari premi tersebut dipakai untuk membayar biaya asuransi dan sisanya masuk ke dalam tabungan.

Uang tabungan tersebut bisa dicairkan jika kita masih hidup sampai akhir masa pertanggungan asuransi. Jika kita meninggal dalam masa asuransi, jangan khawatir, uang tabungan tetap bisa diambil oleh ahli waris. Selain itu, ahli waris kita juga akan mendapatkan uang pertanggungan asuransi.

Ada Bonus dalam Asuransi Dwiguna

Umumnya asuransi dwiguna menawarkan bonus untuk nasabah asuransi, yaitu tambahan uang di luar tabungan dan uang pertanggungan. Ada tidaknya bonus ini tidak pasti, tergantung kesepakatan polis. Umumnya, bonus dalam asuransi dwiguna terdiri dari:

Bonus Tidak Ada Klaim

Bonus ini diberikan jika nasabah tidak mengajukan klaim pada usia polis tertentu. 

Bonus Habisnya Masa Asuransi

Ada produk asuransi dwiguna yang menjanjikan pencairan bonus apabila nasabah tidak mengajukan klaim pada akhir masa asuransi. 

Asuransi Tambahan (Rider) dalam Asuransi Dwiguna

Jika dirasa kurang, pertanggungan kematian dalam asuransi dwiguna bisa diperluas dengan asuransi tambahan. Namun untuk mendapatkan fasilitas ini kita harus membayar premi lebih. Berikut adalah manfaat tambahan asuransi dwiguna secara umum.

Kematian Akibat Kecelakaan (Accidental Death) 

Apabila tertanggung meninggal akibat kecelakaan, ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan ditambah santunan kematian tambahan. 

Penyakit Kritis (Critical Illness) 

Rider ini bermanfaat untuk mengantisipasi risiko penyakit kritis, seperti kanker, gagal ginjal, penyakit jantung, dan lain-lain. Dengan membeli critical illnes rider, tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungan apabila terdiagnosa penyakit kritis. 

Cacat (Disability)

Ada juga perluasan manfaat yang akan mencairkan uang pertanggungan apabila tertanggung mengalami cacat tetap total atau sebagian.

Pembebasan Premi (Waiver of Premium)

Waiver of premium memungkinkan pemegang polis mendapat pembebasan bayar premi jika mengalami penyakit kritis dan cacat tetap.

Simulasi Asuransi Dwiguna

Agar lebih paham tentang cara kerja asuransi dwiguna, mari kita simak contoh kasus berikut.

Bapak Danang yang berusia 35 tahun memiliki dua orang anak. Setiap bulan, dengan gaji Rp10 juta, ia ingin mengalokasikan 10 persen uangnya untuk asuransi jiwa. Akhirnya Danang membeli polis AVA iPlan Protection untuk memproteksi keuangan keluarganya.

Berikut ringkasan polis yang ia terima:

  • Premi bulanan: Rp500.000
  • Uang pertanggungan (UP): Rp128.152.000
  • Masa pembayaran premi: sampai usia 55 tahun (pensiun)
  • Masa pertanggungan: 35 tahun

Berikut manfaat yang Danang dapatkan:

  • Manfaat meninggal dunia: Rp 128.152.000 (100% UP)
  • Manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan tambahan: Rp 128.152.000 (100% UP)
  • Manfaat tahapan atau bonus: Rp. 6.407.600 (5% UP) setiap 3 tahun 
  • Manfaat akhir kontrak: Rp 128.152.000 (100% UP)

Contoh Asuransi Dwiguna

Beberapa polis asuransi dwiguna memasarkan produknya sesuai dengan tujuan finansial tertentu. Di Indonesia, berikut ini contoh produk asuransi dwiguna atau endowment yang tersedia.

Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan adalah asuransi dwiguna yang membantu kita mengumpulkan uang untuk tabungan pendidikan anak. Umumnya, pencairan uang tabungan asuransi pendidikan dilakukan secara bertahap, yaitu pada setiap jenjang pendidikan. 

Produk ini cocok jika kita sedang merencanakan pendidikan anak dalam jangka panjang. Biasanya, orang yang membeli produk ini memiliki anak usia batita atau balita sehingga waktu menabung bisa lebih panjang.

Asuransi Pensiun

Usia produktif adalah saat yang tepat bagi kita untuk menabung untuk dana pensiun agar tidak menjadi beban bagi anak di masa tua. Tabungan asuransi dwiguna bisa kita gunakan untuk menyiapkan dana pensiun. 

Umumnya, produk dengan tujuan ini memiliki masa asuransi jangka panjang dan baru dicairkan pada saat kita akan pensiun. Jika kita meninggal sebelum pensiun, uang pertanggungan dari asuransi dwiguna bisa digunakan sebagai dana pensiun pasangan kita. 

Tips Membeli Asuransi Dwiguna

Memilih asuransi dwiguna terbaik tergantung pada kondisi dan kebutuhan ekonomi kita. Sebelum membelinya, sebaiknya perhatikan poin-poin di bawah ini.

Kebutuhan dan Kondisi Keuangan

Polis asuransi dwiguna adalah alat pengelola keuangan, oleh sebab itu harus disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Apabila memiliki gaji rutin, pilih asuransi dwiguna dengan pembayaran bulanan. Namun jika penghasilan kita tidak tetap, ada juga asuransi dwiguna yang menawarkan pembayaran premi tunggal di awal pembelian polis. 

Tingkat bunga premi

Penting untuk mengetahui terlebih dahulu mengetahui bunga yang ditawarkan dari manfaat tabungan. Meskipun keuntungannya lebih rendah dari unit link, pastikan bunga tabungan lebih tinggi dari tingkat inflasi hingga waktu pencairan tabungan. Selain itu, jangan lupa masukkan bonus loyalitas ke dalam perhitungan.

Pilih polis yang mudah dipahami

Biasanya perusahaan asuransi memberikan gambaran polis dalam situs resminya. Pilihlah produk asuransi dwiguna yang mudah dipahami agar bisa merencanakan tujuan finansial lebih efektif dan efisien.

Reputasi dan kesehatan perusahaan asuransi

Asuransi dwiguna bisa dibilang merupakan komitmen jangka panjang. Jadi penting untuk memastikan perusahaan asuransi tempat kita menaruh uang sehat dan memiliki reputasi baik. 

Untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perusahaan, cek laporan keuangannya dan pastikan Risk Based Capital (RBC)-nya di atas ketentuan pemerintah, yaitu 120 persen. RBC adalah indikator yang menunjukkan kesanggupan perusahaan dalam membayarkan klaim jangka panjangnya. Kita bisa mendapatkan informasi ini pada kolom Rasio Pencapaian Solvabilitas pada laporan keuangan tahunan. 

Untuk mendapatkan informasi tentang reputasi perusahaan, gunakan mesin pencari Google dan pilih kolom “Berita”. Riset berita tentang perusahaan dalam tiga tahun terakhir. 

 

Tips dan Pertanyaan

Asuransi dwiguna adalah produk yang menawarkan perlindungan jiwa dan tabungan. 

Premi asuransi dwiguna yang kita setorkan dibagi ke dua tempat, sebagian untuk membeli proteksi jiwa dan sebagian lagi ditabung. Apabila kita meninggal pada masa asuransi, ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan sekaligus pencairan tabungan. Namun jika kita masih hidup pada masa akhir pertanggungan, kita tetap bisa mencairkan uang tabungan serta bonus.

Perbedaan utama asuransi jiwa dwiguna dengan asuransi jiwa term life adalah: pada asuransi term life, jika tertanggung meninggal pada masa asuransi, akan diberikan uang pertanggungan. Namun jika sampai akhir masa pertanggungan tertanggung masih hidup, uangnya akan hangus.

Pada asuransi jiwa dwiguna, kita tetap akan mencairkan uang, baik terjadi klaim meninggal, ataupun tidak terjadi. Oleh karena itu, premi asuransi jiwa dwiguna umumnya lebih mahal dari asuransi jiwa term life.