Asuransi Dwiguna

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Gunakan promo cicilan 0%?
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
Cicilan 0%Hemat 25%
Telah Ditinjau: Avatar Christantio Utama
 

Pengertian Asuransi Dwiguna

Asuransi dwiguna (endowment insurance) adalah produk asuransi jiwa dengan manfaat tambahan tabungan. Sebagian premi nasabah akan masuk ke pos tabungan, sementara sisanya untuk manfaat proteksi. Di akhir masa polis, ahli waris akan memperoleh nilai tunai berupa tabungan dan uang pertanggungan.

Produk ini cocok untuk orang yang memiliki rencana keuangan jangka panjang, seperti mengumpulkan dana pendidikan, dana pensiun, atau dana pernikahan.

Perbedaan Asuransi Dwiguna vs Unit Link

Produk dwiguna hampir mirip dengan unit link. Namun, terdapat sejumlah perbedaan signifikan, berikut penjelasannya:

Sebagian besar premi dalam asuransi dwiguna dialokasikan pada pos tabungan dan sisanya untuk membayar proteksi. Itulah sebabnya uang pertanggungan (UP) yang ditawarkan dwiguna relatif kecil namun preminya tinggi.

Oleh karena itu, tujuan asuransi dwiguna adalah mengumpulkan dana, sementara unit link fokus pada mencari imbal hasil investasi.

Umumnya, premi asuransi dwiguna lebih besar karena target tabungan yang sudah ditentukan sejak awal. Sementara itu, unit link tidak menetapkan target tertentu dan ada potensi nilai tunai bertambah dari hasil investasi. Sehingga, minimum premi yang ditawarkan relatif lebih rendah.

Jumlah rider dalam unit link umumnya lebih beragam daripada asuransi dwiguna. Jika membeli asuransi dwiguna, sebaiknya tidak perlu menambahkan rider karena tujuan utamanya adalah untuk menabung.

Lifepal menyediakan produk asuransi jiwa dengan manfaat mirip asuransi dwiguna. Klik di sini untuk melakukan konsultasi gratis dengan tim kami.
 

Asuransi Dwiguna Terbaik di Indonesia

Berikut daftar produk asuransi dwiguna terbaik pilihan Lifepal.

1. Prudential USave PRUStar

  • Produk bancassurance dengan UOB Indonesia
  • Manfaat pertanggungan: 10 tahun
  • Masa pembayaran premi: 5 tahun
  • Premi mulai Rp300 ribu per bulan

  • Santunan meninggal dunia 240 persen UP
  • Manfaat tabungan ditambah bonus 10 persen.
  • Bonus tunai 6 persen premi tahunan

2. Astra Life AVA iPLAN Protection

Premi Mulai Rp100 Ribu/Bulan

  • Usia masuk tertanggung: 30 hari-70 tahun
  • Premi mulai Rp100 ribu per bulan

  • Santunan meninggal dunia
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan sampai Rp10 miliar
  • Manfaat akumulasi dana
  • Bonus tidak ada klaim 5 persen dari UP per 3 tahun sekali
  • Manfaat akhir kontrak

3. Manulife MiFuture Income Protector

  • Usia masuk tertanggung: 30 hari-59 tahun
  • Usia pemegang polis: min 18 tahun
  • Masa pertanggungan 20 tahun
  • Bisa pilih pencairan dana di usia 25 tahun, 35 tahun, 45 tahun, 55 tahun, atau 60 tahun.

  • Santunan meninggal dunia 100 persen UP
  • Manfaat pembebasan premi
  • Manfaat akhir polis 200 persen UP

4. Kresna Life Protecto Investa Kresna

  • Masa pertanggungan: 5 tahun
  • Usia masuk tertanggung: 17-65 tahun

  • Santunan meninggal dunia
  • UP maksimum Rp2 miliar
  • Manfaat investasi

5. AIA Proteksi Edukasi Maksima

  • Asuransi dwiguna untuk pendidikan anak
  • Usia masuk anak: 15 hari - 10 tahun
  • Usia pemegang polis: minimal 18 tahun
  • Masa asuransi: sampai anak berusia 20 tahun
  • Pilihan masa pembayaran premi 5, 10, 15 tahun

  • Santunan meninggal dunia
  • Santunan tambahan jika meninggal karena kecelakaan 100 persen UP
  • Manfaat tabungan pendidikan anak 200 persen UP
  • UP minimal Rp100 juta
  • Pembebasan premi
  • Bonus tahunan dan bonus akhir polis

6. Equity Life Pro Education Plus

  • Usia masuk tertanggung: 1-60 tahun
  • Masa asuransi: 10-22 tahun

  • Santunan meninggal dunia
  • Manfaat dana pendidikan
  • Pembebasan premi jika tertanggung meninggal dunia/cacat tetap
 

Manfaat Asuransi Dwiguna

Asuransi dwiguna membantu kita menabung secara disiplin untuk mencapai tujuan finansial. Pasalnya, jika kita tidak membayar premi di tengah jalan, manfaat asuransi bakal berhenti dan tentunya kita merugi. Hal itu bisa jadi motivasi supaya terus menabung.

Selain itu, asuransi dwiguna juga memberikan tambahan manfaat proteksi jiwa. Kalau amit-amit kita harus “pergi” meninggalkan keluarga, mereka bisa melanjutkan hidup lewat uang pertanggungan asuransi.

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa ditawarkan oleh produk asuransi dwiguna.

Endowment akan memberikan uang santunan kematian kepada ahli waris jika nasabahnya meninggal dunia.

Nilai tunai yang terbentuk dalam asuransi dwiguna bakal terakumulasi dan bisa cair pada waktu tertentu yang sudah dijanjikan dalam polis.

Manfaat hidup akan diberikan apabila nasabah masih hidup sampai dengan masa akhir pertanggungan. Sehingga, premi yang sudah disetorkan tidak hangus.

Umumnya, asuransi dwiguna menawarkan bonus, yaitu tambahan dana di luar tabungan dan uang pertanggungan. Bonus dalam asuransi dwiguna terdiri dari:

  • Bonus Tidak Ada Klaim. Bonus asuransi jiwa dwiguna yang diberikan jika peserta tidak mengajukan klaim asuransi pada waktu tertentu.
  • Bonus Habisnya Masa Asuransi. Bonus yang bakal cair jika nasabah tidak mengajukan klaim sampai akhir masa asuransi..

Jika dirasa kurang, pertanggungan kematian dalam asuransi dwiguna bisa diperluas dengan asuransi tambahan. Namun untuk mendapatkan fasilitas ini kita harus membayar premi lebih. Berikut adalah manfaat tambahan asuransi dwiguna secara umum.

  • Kematian Akibat Kecelakaan (Accidental Death). Apabila tertanggung meninggal akibat kecelakaan, ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan ditambah santunan kematian tambahan.
  • Penyakit Kritis (Critical Illness). Rider ini bermanfaat untuk mengantisipasi risiko penyakit kritis, seperti kanker, gagal ginjal, penyakit jantung, dan lain-lain. Dengan membeli critical illness rider, tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungan apabila terdiagnosa penyakit kritis.
  • Cacat (Disability). Ada juga perluasan manfaat yang akan mencairkan uang pertanggungan apabila tertanggung mengalami cacat tetap total atau sebagian.
  • Pembebasan Premi (Waiver of Premium). Waiver of premium memberikan pembebasan bayar premi jika tertanggung mengalami penyakit kritis dan cacat tetap.

Dapatkan manfaat asuransi dwiguna di sini!

 

Simulasi Asuransi Dwiguna

Agar lebih paham tentang cara kerja asuransi dwiguna, mari kita simak contoh kasus berikut.

Bapak Danang yang berusia 35 tahun memiliki dua orang anak. Setiap bulan, dengan gaji Rp10 juta, ia ingin mengalokasikan 10 persen uangnya untuk asuransi jiwa. Akhirnya Danang membeli polis AVA iPlan Protection untuk memproteksi keuangan keluarganya.

Berikut ringkasan polis yang ia terima:

  • Premi bulanan: Rp500.000
  • Uang pertanggungan (UP): Rp128.152.000
  • Masa pembayaran premi: sampai usia 55 tahun (pensiun)
  • Masa pertanggungan: 35 tahun

Berikut manfaat yang Danang dapatkan:

  • Manfaat meninggal dunia: Rp 128.152.000 (100% UP)
  • Manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan tambahan: Rp 128.152.000 (100% UP)
  • Manfaat tahapan atau bonus: Rp. 6.407.600 (5% UP) setiap 3 tahun 
  • Manfaat akhir kontrak: Rp 128.152.000 (100% UP)
 

Cara Daftar Asuransi Dwiguna

Kita bisa mendaftarkan diri kepada asuransi dwiguna dengan menghubungi langsung perusahaan asuransi. Beberapa produk juga menawarkan pendaftaran online lewat situs resminya. Atau, jika ingin mencari yang lebih praktis dengan harga premi lebih murah, Lifepal juga menawarkan asuransi jiwa dengan manfaat yang mirip asuransi dwiguna. Klik di sini!

 

Cara Klaim Asuransi Dwiguna

Klaim asuransi dwiguna diberikan jika peserta sudah mencapai usia atau waktu yang dijanjikan dalam polis. Untuk mengajukan klaim asuransi dwiguna, berikut caranya.

Berikut langkah-langkah untuk klaim apabila tertanggung meninggal dunia.

  • Segera melaporkan kejadian klaim begitu terjadi kematian. Semakin cepat semakin baik.
  • Menulis surat kronologis kematian selengkap-lengkapnya. Catat waktu dan lokasi kecelakaan dengan detail. Lampirkan foto bila ada.
  • Lengkapi berkas dokumen yang menjadi persyaratan klaim, seperti formulir klaim, identitas diri, dokumen polis, dan lain-lain.
  • Mengirimkan dokumen-dokumen tersebut ke penyedia asuransi, bisa melalui agen, datang langsung ke kantor cabang, atau mengirimkan lewat email.
  • Tim asuransi akan mengevaluasi klaim Anda.
  • Apabila disetujui, uang pertanggungan akan dikirimkan ke rekening bank Anda.

Jika ingin mencairkan tabungan asuransi dwiguna, berikut langkahnya.

  • Pastikan bahwa waktu mengajukan klaim sudah sesuai dengan persyaratan polis.
  • Menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti identitas diri, dokumen polis, dan lain-lain.
  • Menghubungi agen atau langsung ke perusahaan asuransi untuk mengajukan permohonan pencairan dana.
  • Mengirimkan dokumen yang dipersyaratkan.
  • Menunggu pencairan dana ke rekening.

Seperti jenis asuransi lainnya, dwiguna juga memiliki syarat pengecualian dalam pertanggungannya seperti berikut ini.

  • Bunuh diri dan melukai diri sendiri: Kondisi kematian akibat bunuh diri tidak akan ditanggung asuransi karena nasabah secara sadar melakukannya dengan sengaja.
  • Olahraga ekstrim: Kematian akibat kegiatan olahraga ekstrim seperti bungee jumping, sky diving, snorkeling, dll. tidak bisa diklaim ke asuransi.
  • Ikut serta dalam tindak kriminal atau kejahatan: Apabila tertanggung melanggar hukum dan mengalami kematian otomatis asuransi dwiguna tidak akan menanggungnya. Hal ini juga termasuk vonis hukuman mati dari pengadilan.
  • Pekerjaan berisiko tinggi: Seperti anggota militer, pemadam kebakaran, pekerja tambang, tidak akan ditanggung asuransi dwiguna. Namun, biasanya setiap pekerjaan tersebut sudah menyertakan asuransi kecelakaan diri dari kantornya.
  • Kecelakaan yang disengaja: Jika kecelakaan terjadi akibat kecerobohan tertanggung atau disengaja, maka tidak bisa diklaim,
  • Tindakan kriminal: Kecelakaan yang terjadi sebagai konsekuensi dari tindakan kriminal yang disengaja tidak dapat diklaim ke asuransi kecelakaan. Begitu pula dengan tindakan yang melanggar undang-undang.
  • Bencana alam: Asuransi kecelakaan juga mengecualikan kasus bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan lain-lain.
  • Kondisi perang dan huru-hara: Termasuk di dalamnya perbuatan jahat, huru-hara, kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, pembangkitan rakyat, pengambilalihan kekuasaan, pemberontakan, revolusi, kekuatan militer, invasi, perang, perang saudara, makar, terorisme, atau sabotase.
  • Radiasi nuklir: Radiasi nuklir dan kontaminasi radioaktif tidak bisa diklaim asuransi kecelakaan.
  • Kondisi penyakit tertentu: Hernia, ayan (epilepsi), gangguan virus atau kuman, penyakit akibat kecelakaan, misalnya penyakit gula, pembesaran pembuluh darah, peredaran darah kurang baik, serta butanya satu mata jika mata lain tertimpa kecelakaan, dan HIV/AIDS.
 

Tips Membeli Asuransi Dwiguna

Memilih asuransi dwiguna terbaik tergantung pada kondisi dan kebutuhan ekonomi kita. Sebelum membelinya, sebaiknya perhatikan poin-poin di bawah ini.

Polis asuransi dwiguna adalah alat pengelola keuangan, oleh sebab itu harus disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Apabila memiliki gaji rutin, pilih asuransi dwiguna dengan pembayaran bulanan. Namun jika penghasilan kita tidak tetap, ada juga asuransi dwiguna yang menawarkan pembayaran premi tunggal di awal pembelian polis.

Penting untuk mengetahui terlebih dahulu mengetahui bunga yang ditawarkan dari manfaat tabungan. Meskipun keuntungannya lebih rendah dari unit link, pastikan bunga tabungan lebih tinggi dari tingkat inflasi hingga waktu pencairan tabungan. Selain itu, jangan lupa masukkan bonus loyalitas ke dalam perhitungan.

Jika nasabah adalah karyawan dengan penghasilan tetap, memang lebih cocok dengan pembayaran premi rutin. Namun jika tidak berpenghasilan tetap, carilah polis yang menawarkan fleksibilitas pembayaran premi.

Biasanya perusahaan asuransi memberikan gambaran polis dalam situs resminya. Pilihlah produk asuransi dwiguna yang mudah dipahami agar bisa merencanakan tujuan finansial lebih efektif dan efisien.

Setiap produk endowment menawarkan bonus yang berbeda-beda. Manfaat ini bisa kita tambahkan ke dalam rencana keuangan di masa depan.

Asuransi dwiguna bisa dibilang merupakan komitmen jangka panjang. Jadi penting untuk memastikan perusahaan asuransi tempat kita menaruh uang sehat dan memiliki reputasi baik.

Untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perusahaan, cek laporan keuangannya dan pastikan Risk Based Capital (RBC)-nya di atas ketentuan pemerintah, yaitu 120 persen. RBC adalah indikator yang menunjukkan kesanggupan perusahaan dalam membayarkan klaim jangka panjangnya. Kita bisa mendapatkan informasi ini pada kolom Rasio Pencapaian Solvabilitas pada laporan keuangan tahunan.

Untuk mendapatkan informasi tentang reputasi perusahaan, gunakan mesin pencari Google dan pilih kolom “Berita”. Riset berita tentang perusahaan dalam tiga tahun terakhir.

 

Tanya Jawab

Berikut pertanyaan dan beberapa tips terkait asuransi jiwa dwiguna yang akan membantumu mengambil keputusan yang tepat.

Asuransi dwiguna adalah produk yang menawarkan perlindungan asuransi jiwa sekaligus akumulasi dana.

Premi asuransi dwiguna yang kita setorkan dibagi ke dua tempat, sebagian untuk membeli proteksi jiwa dan sebagian lagi ditabung. Apabila kita meninggal pada masa asuransi, ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan sekaligus pencairan tabungan. Namun jika kita masih hidup pada masa akhir pertanggungan, kita tetap bisa mencairkan uang tabungan serta bonus.

Perbedaan utama asuransi jiwa dwiguna dengan asuransi jiwa term life adalah: pada asuransi term life, jika tertanggung meninggal pada masa asuransi, akan diberikan uang pertanggungan. Namun jika sampai akhir masa pertanggungan tertanggung masih hidup, uangnya akan hangus.

Pada asuransi jiwa dwiguna, kita tetap akan mencairkan uang, baik terjadi klaim meninggal, ataupun tidak terjadi. Oleh karena itu, premi asuransi jiwa dwiguna umumnya lebih mahal dari asuransi jiwa term life. 

  • Agen asuransi: Agen asuransi adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha, yang bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah memasarkan produk asuransi atau produk asuransi syariah. 
  • Ahli waris: Nama orang yang tercantum dalam polis untuk menerima santunan apabila terjadi kematian pada Tertanggung.
  • Ajudikasi: Tahap penyelesaian dalam konflik asuransi yang bakal menentukan apakah klaim diterima atau ditolak.
  • Aktuaria: Ilmu yang menggunakan matematika, statistika, dan keuangan untuk memperhitungkan risiko yang akan timbul di masa depan.
  • Anuitas: Pembayaran berkala yang dilakukan perusahaan asuransi pada waktu tertentu
  • Bancassurance: Produk asuransi yang dipasarkan melalui bank untuk menyasar konsumen nasabah bank.
  • Batas potong atau ekses: Biaya yang harus dibayar oleh nasabah asuransi apabila biaya rumah sakit melebihi limit yang ditentukan perusahaan asuransi.
  • Biaya administrasi: Biaya yang dibayarkan untuk keperluan administrasi. 
  • Biaya akuisisi: Biaya yang dikeluarkan pada saat penerbitan polis.
  • Biaya top up: Biaya yang dikeluarkan oleh pemegang polis pada saat membayar premi berkala, atau mengisi saldo nilai tunai pada asuransi jiwa whole life dan unit link.
  • Contestable period: Dikenal dengan sebutan masa percobaan, yakni periode (dua tahun) penanggung berhak mempertanyakan atau menyelidiki kebenaran informasi/data yang diberikan Tertanggung atau Pemegang Polis. Dalam surat aplikasi untuk menentukan keputusan selanjutnya atas kontrak polis tersebut.
  • Cooling-off period (masa peninjauan polis): Hak calon nasabah untuk mempelajari polis sebelum menyetujui pembelian asuransi.
  • Cuti premi: Fitur yang memungkinkan nasabah asuransi berhenti membayar polis dalam beberapa waktu tertentu.
  • Dana investasi: Dalam unit link, dana investasi adalah premi yang dibayarkan setelah dipotong dengan biaya asuransi dan biaya lainnya.
  • Endowment plan: Produk asuransi yang memiliki dua manfaat, yaitu asuransi dan tabungan. Biasanya ada pada jenis asuransi jiwa.
  • Explanation of benefits: Penjelasan tentang manfaat dari asuransi yang dikirimkan dari perusahaan ke nasabah asuransi.
  • Field underwriting: Proses seleksi akan risiko yang dimiliki oleh nasabah asuransi.
  • Flat rate: Pembayaran premi yang sama rata sejak daftar hingga masa asuransi berakhir.
  • Free-look period: Waktu yang diberikan perusahaan kepada nasabah untuk mempelajari polis, biasanya 14 hari sejak polis terbit. Dalam periode ini, nasabah dapat membatalkan perjanjian dan tidak perlu keluar biaya pembatalan.
  • Grace period: Masa tenggang dalam pembayaran premi asuransi, yaitu 30 hari sejak tanggal jatuh tempo.
  • Harga unit: Hasil yang didapatkan dari investasi ditambah dengan nilai aset.
  • Ilustrasi polis: Perkiraan manfaat yang akan didapatkan oleh nasabah, biasanya menggunakan kasus atau simulasi.
  • Investment-linked plan: Investment-linked plan adalah program asuransi yang dikaitkan dengan investasi. Premi yang dibayarkan untuk membeli manfaat proteksi asuransi jiwa. Plus membeli unit dalam suatu portofolio dana investasi. Harga unit-unit akan tergantung pada kinerja investasi dana.
  • Jaminan perlindungan: Jaminan yang diberikan perusahaan asuransi kepada pemegang polis agar ia bisa membeli asuransi tambahan tanpa melalui proses seleksi lagi.
  • Kedaluwarsa (lapse): Hilangnya manfaat/jaminan perlindungan polis yang disebabkan karena pembayaran premi terhenti. 
  • Klaim: Klaim asuransi adalah pengajuan resmi kepada perusahaan asuransi untuk meminta pembayaran. Selanjutnya perusahaan harus membayarkan nilainya kepada pihak tertanggung. 
  • Klaim akhir kontrak: Pengajuan klaim pada akhir masa asuransi, biasanya klaim yang diajukan berupa pengembalian premi atau nilai tunai.
  • Klaim tertunda: Klaim yang telah diajukan namun belum dapat dipenuhi atau dibayar oleh perusahaan asuransi.
  • Klausul: Pasal dalam dokumen polis yang harus dipatuhi oleh nasabah maupun perusahaan asuransi.
  • Lapse notification: Istilah dalam asuransi yang menunjukkan pemberitahuan secara tertulis dari penanggung kepada pemegang polis jika polis hangus.
  • Masa tenggang: Batas akhir pembayaran premi yang harus dilakukan nasabah asuransi. 
  • Masa tunggu: Masa tidak adanya pembayaran premi karena suatu sebab.
  • Maturity date (tanggal jatuh tempo): Tanggal yang telah disetujui pada saat suatu perusahaan asuransi membayarkan sejumlah tunai uang.
  • Minor: Seseorang yang masih di bawah umur, yaitu di bawah 21 tahun dan belum menikah.
  • Nilai tunai (cash value): Sejumlah uang yang terdapat pada program asuransi kamu yang bisa kamu klaim pada waktu yang sudah ditentukan.
  • Objek asuransi: Objek asuransi adalah jiwa dan raga, kesehatan manusia, tanggung jawab hukum, benda dan jasa, serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang, rusak, rugi, dan/atau berkurang nilainya.
  • Occupational risk/hazard: Risiko yang berasal dari pekerjaan pemegang polis.
  • Payor: Pihak yang membayar premi, atau pemegang polis.
  • Pemegang polis: Pemegang polis adalah pihak yang mengikatkan diri berdasarkan perjanjian dengan perusahaan asuransi, untuk mendapatkan perlindungan atau pengelolaan atas risiko bagi dirinya, tertanggung, atau peserta lain.
  • Penanggung: pihak yang memberikan jaminan terhadap objek yang diasuransikan, atau perusahaan asuransi.
  • Peserta asuransi: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi Syariah atau perjanjian reasuransi syariah.
  • Pinjaman Premi Otomatis/Automatic Premium Loan (APL): Pinjaman polis otomatis yang diambil dari Nilai Tunai Polis (selama Nilai Tunai mencukupi), untuk melunasi premi yang belum dibayar sampai akhir masa keleluasaan (tidak berlaku untuk Polis Asuransi Jiwa Unit Link).
  • Policy lapse (polis lewat waktu): Penghentian penanggungan asuransi, sebagai akibat dari tidak dibayarnya premi-premi.
  • Polis asuransi: Polis asuransi adalah kontrak tertulis antara perusahaan asuransi dengan nasabah. Isinya adalah pengalihan risiko, jenis risiko yang ditanggung hingga jangka waktu perlindungan diberikan. 
  • Pre-existing condition: Pre-existing condition adalah kondisi di mana calon nasabah asuransi pernah atau sedang menderita penyakit tertentu, sehingga tidak bisa mendaftarkan diri pada asuransi.
  • Premi atau kontribusi: Sejumlah uang yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Uang untuk dibayarkan berdasarkan perjanjian asuransi atau perjanjian reasuransi. Atau sejumlah uang yang ditetapkan, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mendasari program asuransi wajib untuk mendapatkan manfaat. 
  • Reasuransi: Produk keuangan di mana perusahaan asuransi mengasuransikan kembali (reasuransi) risiko yang dimilikinya, yaitu klaim nasabah.
  • Regular Premium Policy (Polis Premi Reguler): Suatu polis yang menghendaki pembayaran premi secara berkala, sebagai contoh, bulanan, setiap empat bulan, setiap enam bulan atau tahunan.
  • Rider atau asuransi tambahan: Produk tambahan dari asuransi untuk menambah pertanggungan dari manfaat utama yang sudah ada. Rider juga bisa menanggung pertanggungan yang dikecualikan pada polis utama.
  • Risk Based Capital: Rasio (rasio solvabilitas) untuk mengukur kesehatan dan keamanan finansial perusahaan asuransi. Ukurannya berdasarkan kemampuan modal mereka untuk menutup seluruh kerugian yang ada.
  • Secondary benefit: Manfaat yang didapatkan nasabah asuransi di luar manfaat utama, biasanya berupa layanan ambulans pada asuransi kesehatan atau layanan derek pada asuransi mobil.
  • Single Premium Policy (polis dengan premi sekali bayar): Suatu polis yang hanya menghendaki sekali pembayaran premi yang dilakukan di muka.
  • Sum Assured (jumlah uang pertanggungan): Jumlah uang jaminan yang dipertanggungkan kepada pemegang polis.
  • Surrender (penebusan polis): Permintaan tertulis dari pemegang polis untuk membatalkan kerja sama dalam polis.
  • Tertanggung: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi atau perjanjian reasuransi.
  • Underwriting: Underwriting adalah proses mengidentifikasi dan menyeleksi risiko dan mengelompokkan tingkat risiko dari calon nasabah asuransi. Underwriting dinilai penting sebagai gambaran jumlah premi yang harus dibayarkan. 
  • Uang pertanggungan (face amount): Uang pertanggungan yang tercantum pada halaman polis yang akan dibayar apabila terjadi kematian atau penyebab klaim lainnya. Dibayarkan pada saat masa pertanggungan berakhir sesuai dengan jenis asuransi yang diambil. Tidak termasuk jumlah tambahan yang akan dibayarkan untuk ketentuan khusus lainnya.
Penulis Helda Sihombing Berpengalaman di industri FinTech dan jurnalis media finansial selama 5 tahun. Bercita-cita meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia lewat digital. Lihat profile penulis