Asuransi Jiwa Syariah

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Gunakan promo cicilan 0%?
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Apa Itu Asuransi Jiwa Syariah?  

Asuransi jiwa syariah adalah asuransi yang memberikan santunan meninggal dunia ataupun cacat tetap total sesuai prinsip syariah dan diawasi oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). 

1. Asuransi Jiwa Syariah Berjangka (Term Life Insurance)

Membayarkan manfaat uang pertanggungan yang telah disepakati ketika tertanggung meninggal dunia saat masih dalam periode perlindungan. Periode proteksi antara 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun atau sesuai dengan jangka waktu yang disepakati antara tertanggung dengan perusahaan asuransi jiwa syariah.

2. Asuransi Jiwa Syariah Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Membayarkan manfaat uang pertanggungan dengan periode waktu seumur hidup. Pada umumnya proteksi asuransi seumur hidup memberikan proteksi hingga usia maksimal 100 tahun. Manfaat yang bisa didapatkan dari jenis asuransi ini adalah nilai tunai yang sangat besar jika tidak ada klaim sampai kontrak berakhir.

3. Asuransi Jiwa Syariah Dwiguna (Endowment)

Menggabungkan manfaat proteksi asuransi jiwa syariah dengan manfaat tabungan berjangka. Jika tidak ada klaim, maka tertanggung akan mendapatkan nilai tunai sebagai manfaat tabungan. Sebaliknya jika tertanggung meninggal dunia tetap mendapatkan uang pertanggungan bagi ahli warisnya

4. Asuransi Jiwa Syariah Unit Link

Menggabungkan manfaat proteksi asuransi jiwa syariah dengan manfaat investasi. Pada rentang waktu tertentu, tertanggung akan mendapatkan manfaat investasi.Kontribusi (premi) yang disetorkan akan disisihkan sebagian ke instrumen investasi oleh pihak perusahaan asuransi.

Perbedaan Asuransi Jiwa Syariah dan Konvensional

Secara sederhana, manfaat asuransi jiwa yang diberikan oleh polis syariah dan konvensional serupa. Hanya saja ada beberapa mekanisme kerja perusahaan yang membedakan. Agar lebih mudah memahami, mari simak tabel perbandingan berikut: 

Indikator  Asuransi Syariah Asuransi Konvensional
Pengawas Dana  POJK dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) saja.
Pengelolaan Dana Dana yang dikelola sesuai dengan syariat Islam. Misal investasi perusahaan memilih instrumen yang halal.  Kebebasan pengelolaan dana. Misal, instrumen investasi perusahaan bebas tanpa perlu  memperimbangkan halal atau non-halal.
Akad  Menggunakan akad tolong menolong (tabarru’). Artinya, jika salah seorang peserta terkena musibah, maka peserta lainnya membantu menggunakan dana tabarru’.  Menggunakan akad jual beli (tabaduli). Artinya, manfaat asuransi yang diberikan pada nasabah sesuai dengan premi yang dibayarkan. 
Zakat  Wajib membayarkan zakat dengan jumlah disesuaikan dengan keuntungan yang didapat oleh perusahaan. Tidak wajib. 
Dana kontribusi (premi)  Dana kontribusi yang dibayarkan masuk sebagai dana tabarru’ atau bersifat kolektif milik semua peserta asuransi sebagai dana tolong menolong antar nasabah.  Telah diketahui perbandingan risiko dan modal. Artinya, nasabah akan mendapatkan uang santunan sesuai dengan besaran premi yang dibayarkan. Bersifat individual.
Keuntungan hasil investasi  Hasil investasi dalam asuransi syariah akan dibagikan secara kolektif kepada nasabah.  Hasil investasi sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan asuransi (kecuali polis yang dikaitkan dengan investasi atau unit link).
Surplus Underwriting  Selisih lebih atas total dana kontribusi yang terkumpul dikurangi pembayaran klaim, akan dibagikan ke dalam dana tabarru’.  Tidak ada.
 
 

Rekomendasi Asuransi Jiwa Syariah Terbaik di Indonesia

Terdapat puluhan pilihan asuransi jiwa syariah yang tersedia di Indonesia. Untuk memudahkan calon nasabah dalam memilih asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia, tim Lifepal telah membandingkan puluhan polis tersebut. Adapun polis rekomendasi kami sebagai berikut: 

1. Asuransi Jiwa Syariah Takaful Keluarga

  • Nama polis: Al Khairat Individu
  • Usia masuk nasabah hingga 65 tahun
  • Premi mulai dari Rp250 ribu per tahun
  • Pilihan pembayaran premi: tahunan dan sekaligus
  • Cocok bagi yang menginginkan manfaat asuransi jiwa syariah dengan premi murah

  • Santunan meninggal dunia 100% UP baik akibat sakit maupun kecelakaan
Dapatkan polis Al Khairat Individu dengan premi termurah dengan isi formulir di atas!

2. Asuransi Jiwa Syariah Al Amin 

  • Terbagi menjadi 3 pilihan plan berbeda
  • Nama polis: At Ta’Min Pembiayaan Mikro, At Ta’Min Siswa Dinar, dan Al Amin Badal Arafah
  • Cocok bagi yang menginginkan pilihan asuransi jiwa yang dapat disesuaikan kebutuhan

  • At Ta’Min Siswa Dinar: Pilihan santunan meninggal dunia berupa pelunasan biaya pendidikan
  • At Ta’Min Pembiayaan Mikro: Pilihan santunan meninggal dunia berupa pelunasan pinjaman atau kredit
  • Al Amin Badal Arafah: Pilihan santunan meninggal dunia berupa pembiayaan ibadah haji

3. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera

  • Terbagi menjadi 4 pilihan plan berbeda
  • Nama polis: Mitra Iqra Plus, Mitra Bp-Link Syariah, Mitra Mabrur Plus, dan AJSB Assalam Family.
  • Cocok bagi yang menginginkan pilihan asuransi jiwa dan investasi sekaligus

  • Mitra Iqra Plus: Asuransi jiwa yang memberikan santunan meninggal dunia berupa dana pendidikan.
  • Mitra Bp-Link Syariah: Asuransi jiwa dan investasi syariah yang dikelola oleh manajer investasi profesional.
  • Mitra Mabrur Plus: Asuransi jiwa berbalutkan dana tabungan untuk mewujudkan impian ibadah haji.
  • AJSB Assalam Family: asuransi jiwa keluarga yang menanggung mulai dari ayah, ibu, dan anak.

4. Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi 

  • Terbagi menjadi 5 pilihan plan berbeda
  • Nama polis: JMA Ilma, JMA Mumtaza, JMA Asyifa, JMA Salama, JMA Aghnia
  • Cocok bagi yang menginginkan pilihan asuransi jiwa dan kesehatan sekaligus

  • JMA Ilma: Santunan meninggal dunia dalam bentuk dana pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
  • JMA Mumtaza: Asuransi jiwa berbalutkan unsur tabungan sekaligus yang kemudian diberikan dalam bentuk dana hari tua.
  • JMA Asyifa: Asuransi jiwa dan kesehatan sekaligus.
  • JMA Salama: Manfaat santunan meninggal dunia hingga Rp10 juta.
  • JMA Aghnia: Santunan meninggal dunia dan manfaat hidup. Artinya, jika nasabah hidup hingga masa akhir polis, maka akan diberikan akumulasi dana investasi.

5. Asuransi Jiwa Prudential Syariah

  • Nama polis: PRUlink Syariah Assurance Account (PAA Syariah)
  • Usia masuk nasabah: 1-70 tahun
  • Minimum dana kontribusi: Rp400 ribu per bulan
  • Cocok bagi yang menginginkan pilihan asuransi jiwa dan investasi sekaligus di usia lebih dari 60 tahun

  • Santunan meninggal dunia atau caca total dan tetap
  • Terdapat pilihan instrumen asuransi syariah
  • Pilihan polis tambahan (rider) sangat lengkap
  • Diperbolehkan mengajukan cuti membayar dana kontribusi untuk alasan darurat
  • Manfaat surplus underwriting akan diberikan kepada peserta asuransi

6. Asuransi Jiwa Sinarmas Syariah

  • Terbagi menjadi 4 pilihan plan berbeda
  • Nama polis: Power Save Syariah, SMiLe Multi Invest Syariah, SMiLe PA Syariah, dan SMiLe Kid Insurance Syariah.
  • Cocok bagi yang menginginkan pilihan asuransi jiwa dengan nilai santunan tinggi

  • Power Save Syariah: Manfaat asuransi jiwa atas risiko kecelakaan dengan investasi sekaligus.
  • SMiLe Multi Invest Syariah: Manfaat asuransi jiwa unit link dengan UP mencapai 400% dari dana kontribusi tahunan yang dibayarkan.
  • SmiLe Pa Syariah: 100% santunan atas risiko meninggal dunia atau cacat tetap total akibat kecelakaan.
  • SmiLe Kid Insurance: Manfaat asuransi pendidikan diberikan secara bertahap hingga anak berusia 22 tahun.

7. Asuransi Jiwa Allianz Syariah

  • Terbagi menjadi 3 pilihan plan berbeda
  • Nama polis: Allisya Protection Plus, Allisya Maxi Fund Plus, dan Allianz Tasbih
  • Cocok bagi yang menginginkan pilihan asuransi jiwa dan investasi sekaligus

  • Allisya Protection Plus: Memberikan manfaat santunan jiwa 100% dan nilai investasi sekaligus.
  • Allisya Maxi Fund Plus: Memberikan santunan meninggal dunia maksimal 350% dari premi
  • Allianz Tasbih: Manfaat asuransi jiwa sebesar 200% jika meninggal dunia saat perjalan haji atau di Mekkah dan Madinah saat ibadah umrah.
Untuk mengetahui penawaran lebih lanjut terkait asuransi jiwa syariah terbaik, silakan isi formulir di atas agar tim Lifepal bisa membantu kamu. 

Pilihan Asuransi Jiwa Syariah dari Perbankan

Melihat pasar nasabah yang mencari asuransi syariah kian tinggi, banyak dari perusahaan lembaga perbankan yang juga memberikan pilihan polis jiwa syariah. Mari simak ulasan masing-masing polisnya. 

1. Asuransi Jiwa BNI Syariah 

BNI Tapenas iB Hasanah adalah tabungan BNI Syariah yang langsung tercover asuransi jiwa. Ketika tergabung dalam tabungan BNI Syariah ini, nasabah otomatis akan langsung mendapatkan manfaat asuransi jiwa.

  • Pilihan jangka waktu tabungan berjangka 1 hingga 18 tahun
  • Setoran tetap setiap bulannya mulai dari Rp100 ribu hingga Rp5 juta
  • Asuransi jiwa otomatis tanpa dikenakan biaya premi
  • Setoran dana tabungan awal minimal Rp100 ribu.

2. Asuransi Jiwa Bank Syariah Mandiri

Tabungan Investa Cendirika adalah tabungan berjangka dari Mandiri Syariah yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan putra/putri nasabah. Dengan mendaftarkan diri dalam tabungan Mandiri syariah ini, nasabah juga akan otomatis mendapatkan manfaat asuransi sekaligus.

  • Pilihan jangka waktu tabungan berjangka 1 hingga 20 tahun
  • Setoran tetap setiap bulannya mulai dari Rp100 ribu hingga Rp10 juta
  • Usia nasabah minimal 17 hingga 60 tahun
  • Asuransi otomatis tanpa dikenakan biaya premi.
  • Setoran dana tabungan awal minimal Rp100 ribu.
 

Kriteria Asuransi Jiwa Terbaik Tahun 2020

Memilih asuransi jiwa syariah terbaik tahun 2020 bukan hanya didasarkan pada kontribusi (premi) dan uang pertanggungan yang besar saja, tetapi juga beberapa faktor berikut ini perlu dipertimbangkan sebelum memilih atau membeli asuransi jiwa syariah yang sesuai.

Salah satu faktor yang memengaruhi harga kontribusi (premi) adalah jenis asuransi yang dipilih. Dari berbagai pilihan asuransi jiwa syariah yang ada, Anda bisa memilih asuransi jiwa syariah berjangka (term life). Asuransi jenis ini tidak memasukkan unsur investasi maupun tabungan sehingga seluruh kontribusi (premi) benar-benar dialokasikan khusus untuk proteksi saja.

Jika tujuan Anda ingin melindungi kehidupan keluarga selepas tertanggung meninggal dunia, maka uang tertanggung harus disesuaikan setidaknya cukup untuk kehidupan keluarga 1 tahun ke depan. Begitu juga jika tujuan asuransi jiwa syariah untuk pendidikan anak-anak. Uang pertanggungan harus bisa meng-cover biaya pendidikan anak sampai dia lulus kuliah.

Jenis produk ini berbeda dengan jenis asuransi jiwa syariah unit link maupun endowment. Artinya paket asuransi jiwa syariah jenis ini memberikan rider atau tambahan untuk memberikan proteksi jika keluarga harus rawat inap di rumah sakit.

Pastikan pula perusahaan asuransi jiwa syariah yang Anda incar sudah terdaftar di Asosiasi asuransi jiwa syariah Indonesia (AAJI). Dengan demikian, perusahaan terbukti kredibel karena masih memiliki izin usaha dari pemerintah.

 

Tanya Jawab

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai asuransi jiwa syariah.

Asuransi jiwa syariah adalah asuransi yang memberikan solusi finansial berupa santunan meninggal dunia jika tertanggung mengalami risiko meninggal dunia atau cacat tetap total. Hal yang membedakan asuransi jiwa syariah dengan konvensional ada pada pengelolaan dananya yang mengikuti prinsip syariah. Artinya, jika memilih asuransi jiwa unit link, maka instrumen asuransi yang dipilih haruslah bersifat halal atau sesuai dengan prinsip syariat Islam. 

Jalannya usaha asuransi syariah secara ketat diawasi oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan begitu dapat dipastikan dana kontribusi yang dibayarkan nasabah pengelolaannya sesuai dengan hukum Islam.

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbayan di dunia. Karena itu asuransi syariah menjadi salah satu proteksi yang paling banyak dicari masyarakat Indonesia. Selain itu, asuransi jiwa syariah juga menjadi solusi tepat untuk memberikan proteksi asuransi bagi nasabah yang khawatir akan adanya hukum riba dalam asuransi jiwa konvensional. 

Jika dilihat dari sejarahnya, asuransi syariah muncul setelah banyak masyarakat yang ragu akan kehalalan dari asuransi konvensional. Hingga akhirnya Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) mengeluarkan keputusan melalui fatwa Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. Dari situlah mulai bermunculan pilihan asuransi syariah. 

Menariknya, tujuh tahun sebelum fatwa diterbitkan, asuransi syariah di Indonesia telah hadir melalui perusahan asuransi syariah pertama yaitu PT Syarikat Takaful Indonesia, pada tanggal 24 Februari 1994. Sejak kemunculan asuransi Takaful, semakin banyak perusahaan konvensional yang melirik jenis produk ini karena pangsa pasar yang begitu luas di Indonesia.

klaim asuransi jiwa syariah

Jika di tengah jalan tertanggung meninggal dunia dengan sebab yang termasuk atau ditanggung dalam polis, perusahaan asuransi jiwa syariah akan membayarkan uang pertanggungan kepada ahli waris. Penerima manfaat asuransi jiwa syariah adalah ahli waris yang ditinggalkan oleh tertanggung.

Menurut M Syakir selaku pengamat ekonomi, beberapa kalangan masih ragu dengan kehalalan dari asuransi syariah ini. Oleh sebab itu, M Syakir menjelaskan bahwa konsep syariat berdiri atas keinginan sekumpulan orang yang ingin saling membantu dan melindungi satu sama lain dengan cara mengumpulkan dana (dana tabarru’). Mengikuti konsep akad tolong menolong tersebut, Syakir percaya bahwa asuransi syariah yang mengikuti aturan DSN MUI tidak haram atau mengandung unsur riba.

Asuransi syariah hadir sebagai solusi bagi nasabah yang membutuhkan proteksi asuransi jiwa namun khawatir akan konsep riba. Sebab, asuransi syariah menggunakan akad tolong menolong yang sesuai dengan syariat Islam.

Asuransi memiliki dasar hukum sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian.  Perusahaan asuransi jiwa syariah juga diatur oleh Asosiasi asuransi syariah Indonesia (AASI).

Melalui AASI inilah perusahaan atau anak perusahaan yang menjual produk asuransi jiwa syariah ataupun asuransi umum syariah mendapatkan sertifikasi secara kredibel, independen, dan tepercaya.

Selain itu, negara pun mengatur asuransi syariah melalui peraturan Menteri Keuangan agar perusahaan yang dibentuk memenuhi prinsip syariah dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan usaha asuransi dan usaha reasuransi dengan prinsip syariah. 

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2010 Tentang Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi dengan Prinsip Syariah.

Akad atau perjanjian asuransi jiwa syariah tentu harus mengikuti pirinsip syariat Islam, yaitu tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan maksiat ketika menghadapi risiko yang terjadi pada nasabah atau peserta asuransi. 

Terdapat tiga akad asuransi syariah secara umum yaitu:

  • Akad Tijarah artinya semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
  • Akad Tabarru’ artinya semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.
  • Akad Wakalah bil Ujrah artinya yang memberikan wewenang kepada penyedia asuransi dalam mengelola dana proteksi atau investasi milik nasabah.

Cara pembayaran kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah bisa dilakukan dengan berbagai metode, yaitu:

  • Transfer bank.
  • Kartu kredit.
  • Autodebet

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi jiwa syariah tergantung pada kesepakatan polis. Berikut beberapa pilihannya:

  • Pembayaran kontribusi (premi) tunggal, yaitu peserta asuransi hanya perlu membayarkan kontribusi (premi) sekali saja untuk rentang waktu pertanggungan tertentu.
  • Pembayaran kontribusi (premi) berkala (top-up berkala), yaitu peserta asuransi jiwa syariah membayarkan kontribusi (premi) secara berkala. Ada yang bulanan ataupun tahunan.

Apakah asuransi jiwa syariah dapat dicairkan? Jawabannya, bisa. Yaitu pada saat tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total atau memang ingin menutup polis.

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi jiwa syariah. Ahli waris yang mengurus klaim asuransi harus menyiapkan beberapa berkas berikut ini:

  • Polis asuransi asli.
  • Fotokopi semua hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi jika meninggal karena sakit.
  • Fotokopi KTP ahli waris yang sah.
  • Surat keterangan kematian dari dokter/rumah sakit yang menjelaskan penyebab kematian tertanggung.
  • Surat keterangan kematian dari pemerintah setempat bisa diurus di catatan sipil secara gratis dengan membawa KTP tertanggung.
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) apabila kematian tertanggung disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. 

Setelah berkas-bekas lengkap, ahli waris dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengurus klaim asuransi jiwa syariah:

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginformasikan kepada perusahaan asuransi jiwa syariah bahwa tertanggung telah meninggal dunia tidak lebih dari 7 hari sejak kejadian. Pada saat yang sama, ahli waris harus menyiapkan dokumen dan persyaratan klaim asuransi jiwa syariah terutama nomor polis asuransi, surat kematian pihak berwenang, dan informasi lain yang dibutuhkan.
  2. Perusahan asuransi akan mengirimkan formulir klaim asuransi jiwa syariah yang harus dilengkapi oleh ahli waris. Formulir harus diisi dengan lengkap dan segera dikembalikan kepada perusahaan asuransi jiwa syariah beserta dengan syarat-syarat dokumen yang diminta.
  3. Setelah berkas diterima oleh perusahaan asuransi jiwa syariah, data tersebut akan diverifikasi untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, sebab kematian, dan bukti-bukti lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Jika kematian sesuai dengan polis asuransi dalam arti sudah memenuhi semua persyaratan klaim tanpa ada rekayasa dan tidak melanggar ketentuan hukum, barulah perusahaan asuransi akan menghitung kewajiban yang harus diberikan kepada penerima manfaat, dalam hal ini adalah ahli waris sah tertanggung.
  5. Setelah perhitungan dan proses administrasi selesai, perusahaan asuransi akan mencairkan uang pertanggungan sesuai dengan perjanjian di dalam polis asuransi. Perusahaan asuransi akan memberikan penjelasan tentang skema pembayaran uang pertanggungan serta nomor rekening ahli waris. Proses verifikasi akan memakan waktu yang cukup lama untuk menghindari kesalahan yang tidak diharapkan. 

Ahli waris harus memahami bahwa klaim asuransi jiwa syariah akan secara otomatis ditolak oleh perusahaan asuransi dengan alasan-alasan berikut ini:

  • Tindakan bunuh diri baik dalam kondisi sadar maupun tidak sadar.
  • Data-data yang diserahkan terindikasi tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi.
  • Tertanggung dihukum mati akibat vonis pengadilan, meninggal dunia karena melakukan tindakan kriminal atau melawan hukum baik berperan secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tertanggung meninggal dunia karena tindak kejahatan yang dilakukan oleh ahli waris dengan tujuan mendapatkan uang pertanggungan asuransinya.

Hal-hal tersebut akan mengakibatkan klaim asuransi jiwa syariah ditolak oleh perusahaan asuransi jiwa syariah meskipun tertanggung rajin membayarkan kontribusi (premi)nya. 

BNI Tapenas iB Hasanah merupakan program dana tabungan berjangka yang dihadirkan oleh bank BNI Syariah. Dengan tergabung dalam tabungan berjangka ini, nasabah akan mendapatkan manfaat asuransi jiwa sekaligus. Adapun setoran dana tabungan awalnya cukup terjangkau, yaitu minimal Rp100 ribu. Jika tertarik, penjelasan lengkapnya dapat dilihat pada poin Pilihan Asuransi Jiwa Syariah dari Perbankan.

Salah satu alasan membeli asuransi jiwa syariah secara online karena lebih mudah dan nyaman tanpa bantuan agen asuransi. Lifepal adalah salah satu marketplace asuransi yang memberikan berbagai produk asuransi jiwa syariah terbaik dengan pilihan uang pertanggungan yang dapat disesuaikan dengan kontribusi (premi) yang sesuai.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk membantu proses klaim hingga dokter dan bonus asuransi gratis berupa kecelakaan, demam berdarah dan tifus.

Salah satu rahasia mengapa membeli asuransi jiwa syariah secara online menguntungkan karena harganya bisa lebih murah 40 persen dibandingkan dengan membeli secara offline ataupun melalui agen.

Ada beberapa istilah penting yang harus dipahami oleh orang awam terutama jika Anda sudah berniat untuk membeli polis asuransi jiwa syariah.

  • Akad adalah perjanjian antara tertanggung dan penanggung atau peserta dengan perusahaan asuransi syariah yang menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing dalam hal asuransi syariah atau proteksi syariah yang dipilih maupun ditawarkan oleh masing-masing pihak.
  • Akad Tabarru’ adalah akad hibah berupa dana yang diberikan oleh peserta yang ditujukan untuk tujuan tolong menolong dan tidak boleh digunakan oleh perusahaan asuransi syariah. Perusahaan hanya berhak menjaga atau sebagai pihak yang dititpkan dana oleh para peserta.
  • Aktuaria adalah ilmu dalam asuransi yang menggunakan metode perhitungan saintifik dalam memperkirakan dan memperhitungkan risiko.
  • Ajudikasi adalah tahap penyelesaian sengketa dalam membantu mengambil keputusan tentang penerimaan dan penolakan klaim perusahaan asuransi terhadap klaim pemegang polis.
  • Anuitas adalah pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan asuransi secara berkala dalam periode tertentu.
  • Assignor adalah pihak yang melakukan penugasan hak dan manfaat asuransi dari pemegang polis kepada orang lain. 
  • Biaya akuisisi adalah biaya yang harus dikeluarkan saat penerbitan polis.
  • Biaya top-up adalah biaya yang harus dibayarkan untuk kontribusi (premi) berkala dan kontribusi (premi) tunggal. 
  • Cash value adalah total uang yang diberikan dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis.
  • Contestable period adalah jangka waktu yang diberikan kepada perusahaan (penanggung) untuk membatalkan polis.
  • Cuti kontribusi (premi) adalah kondisi di mana tertanggung berhenti membayarkan kontribusi (premi) untuk sementara waktu.
  • Masa tenggang adalah batas akhir yang diberikan perusahaan asuransi kepada pihak pemegang polis untuk membayar kontribusi (premi) sesuai dengan perjanjian. 
  • Masa tunggu adalah periode di mana tidak ada pembayaran kontribusi (premi) karena alasan tertentu.
  • Mortalitas adalah waktu perkiraan waktu rata-rata kematian yang tidak pasti.
  • Minor adalah pemegang polis yang berusia di bawah 21 tahun. 
  • Nilai aktiva bersih (NAB) adalah nilai dasar investasi dalam polis asuransi unit link.
  • Nilai investasi adalah nilai total unit yang terbentuk dalam periode tertentu.
  • Occupational risk/hazard adalah risiko pekerjaan yang dimiliki pemegang polis.
  • Payor adalah istilah pemegang polis dimana berkedudukan sebagai orang yang membayar kontribusi (premi).
  • Pemegang polis adalah orang yang ditanggung oleh perusahaan asuransi karena terdaftar sebagai tertanggung yang membayar kontribusi (premi) (kewajiban) sesuai dengan perjanjian dalam polis asuransi. 
  • Polis adalah perjanjian yang dilakukan antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (perusahaan asuransi) .
  • Kontribusi (premi) adalah biaya yang dibayarkan oleh tertanggung (nasabah) atau pemegang polis kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung. Kontribusi (premi) dibayarkan sesuai dengan kontrak dalam polis asuransi.
  • Qard adalah pinjaman murni dari dana perusahaan asuransi untuk dana tabarru’ pada saat terjadi defisit underwriting atau ketika dana tabarru’ tidak cukup membayar santunan (klaim) peserta. Namun demikian, dana qard yang sudah digunakan pada nantinya akan diganti atau dibayarkan utangnya jika dana tabarru’ mendapatkan surplus underwriting di kemudian hari.
  • Risiko adalah kemungkinan yang terjadi yang dapat menimpa seseorang atau tertanggung.
  • Secondary benefits adalah manfaat lain yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada tertanggung selain manfaat utama/pokok.
  • Uang pertanggungan adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika tertanggung mengajukan klaim saat mengalami risiko yang dijamin dalam polis asuransi.
  • Ujrah adalah biaya administrasi yang dibebankan oleh perusahaan asuransi kepada peserta sebagai fee pengelolaan dana peserta. Besaran fee sudah disepakati antara kedua belah pihak di awal perjanjian atau awal kontrak. 
  • Underwriter adalah seseorang yang memiliki kompetensi dalam menilai dan memperhitungkan risiko pemegang polis sehingga perusahaan asuransi dapat memutuskan untuk menerima atau menolak calon nasabah.
Penulis Dzulfikar Financial Content Writer yang mengemas informasi, tips, dan kiat keuangan dengan bahasa yang lebih mudah dicerna. Lihat profile penulis