Asuransi Jiwa Syariah Sesuai Anggaranmu

DISKON HINGGA 20% Temukan ratusan produk pilihan dari brand ternama, harga terjangkau!

+62

Apa itu Asuransi Jiwa Syariah?

Asuransi jiwa syariah adalah asuransi yang bertujuan menanggung nilai hidup seseorang akibat kematian tidak terduga atau pun risiko cacat tetap total sesuai dengan prinsip syariah yang juga diawasi secara ketat oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

Tertanggung yang meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total akan mendapatkan pembayaran santunan dari perusahaan asuransi jiwa syariah. Dengan catatan, tertanggung membayar kontribusi (premi) yang sudah disepakati secara berkala atau sekaligus tergantung ketentuan dalam polis yang dipilih.

Tertanggung akan membayarkan kontribusi (premi) bulanan atau tahunan sesuai dengan kontrak atau perjanjian yang sudah disepakati antara tertanggung dengan perusahaan asuransi. Tertanggung wajib membayarkan sejumlah kontribusi (premi) jika ingin mendapatkan benefit dari asuransi jiwa syariah yang dipilih sampai berakhirnya kontrak.

Jika di tengah jalan tertanggung meninggal dunia dengan sebab yang termasuk atau ditanggung dalam polis, perusahaan asuransi jiwa syariah akan membayarkan uang pertanggungan kepada ahli waris. Penerima manfaat asuransi jiwa syariah adalah ahli waris yang ditinggalkan oleh tertanggung.

Jumlah nominal yang diberikan oleh perusahaan asuransi jiwa syariah kepada ahli waris sudah disepakati dalam polis asuransi yang ditandatangani oleh tertanggung. Semakin besar kontribusi (premi) yang dibayarkan maka semakin besar pula uang tanggungan yang dapat dibayarkan oleh perusahaan asuransi jiwa syariah.

Kenapa Memilih Asuransi Jiwa Syariah?

Fungsi asuransi jiwa syariah dapat dibedakan berdasarkan jenisnya masing-masing. Ada asuransi jiwa syariah yang memberikan perlindungan penuh hingga usia tertentu (seumur hidup) ada juga asuransi jiwa syariah yang memberikan perlindungan dalam jangka waktu (berjangka) tertentu yang sudah disepakati.

Umumnya jangka waktu perlindungan asuransi jiwa syariah antara 5 tahun hingga kelipatannya sampai batas usia maksimal yang ditanggung oleh perusahaan asuransi jiwa syariah. Pada umumnya usia maksimal yang ditanggung adalah 60 tahun.

Jika tertanggung menginginkan perlindungan lebih dari usia 60 tahun, biasanya harus membayar kontribusi (premi) asuransi tambahan atau rider asuransi. Dengan begitu, tertanggung bisa memperpanjang proteksi hingga lebih dari usia 60 tahun hingga usia 100 tahun.

Manfaat asuransi jiwa syariah adalah memberikan jaminan finansial kepada orang-orang tercinta yang ditinggalkan. Sehingga mereka bisa tetap melanjutkan hidup dengan standar yang sudah dijalani selama tertanggung masih hidup.

Asuransi jiwa syariah tidak bisa dijadikan sebagai salah satu instrumen investasi yang menguntungkan. Sebabnya, jika kontribusi (premi) dibagi antara proteksi dan investasi, maka hasilnya kurang maksimal.

Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan manfaat yang maksimal dari proteksi asuransi jiwa syariah, sebaiknya memilih asuransi jiwa syariah murni atau tradisional yang tidak terkait dengan dana investasi.

Pilihan Asuransi Jiwa Syariah

Jika berdasarkan manfaat yang didapatkan, asuransi jiwa syariah terdiri dari dua jenis yaitu asuransi jiwa syariah tradisional dan asuransi jiwa syariah unit link. Jenis asuransi syariah pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan asuransi konvensional yang menawarkan proteksi murni atau digabungkan dengan manfaat nilai tunai berupa investasi atau tabungan.

Berdasarkan masa pertanggungannya, asuransi jiwa syariah dibagi lagi ke dalam tiga jenis, yaitu: asuransi jiwa syariah berjangka, asuransi jiwa syariah seumur hidup, dan asuransi jiwa syariah dwiguna. Berikut penjelasan lengkap mengenai masing-masing jenis asuransi jiwa syariah tersebut.

1. Asuransi Jiwa Syariah Berjangka (Term Life Insurance)

Asuransi jiwa syariah berjangka (term life insurance) adalah asuransi jiwa syariah yang membayarkan manfaat uang pertanggungan yang telah disepakati ketika tertanggung meninggal dunia saat masih dalam periode perlindungan. Periode proteksi antara 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun atau sesuai dengan jangka waktu yang disepakati antara tertanggung dengan perusahaan asuransi jiwa syariah.

2. Asuransi Jiwa Syariah Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Asuransi jiwa syariah seumur hidup (whole life insurance) adalah asuransi jiwa syariah yang membayarkan manfaat uang pertanggungan dengan periode waktu seumur hidup. Pada umumnya proteksi asuransi seumur hidup memberikan proteksi hingga usia maksimal 100 tahun.

Manfaat yang bisa didapatkan dari jenis asuransi ini adalah nilai tunai yang sangat besar jika tidak ada klaim sampai kontrak berakhir.

3. Asuransi Jiwa Syariah Dwiguna (Endowment)

Asuransi jiwa syariah dwiguna (endowment) adalah asuransi jiwa syariah yang menggabungkan manfaat proteksi asuransi jiwa syariah dengan manfaat tabungan berjangka.

Jika tidak ada klaim, maka tertanggung akan mendapatkan nilai tunai sebagai manfaat tabungan. Sebaliknya jika tertanggung meninggal dunia tetap mendapatkan uang pertanggungan bagi ahli warisnya.

4. Asuransi Jiwa Syariah Unit Link

Asuransi jiwa syariah unit link adalah asuransi jiwa syariah yang menggabungkan manfaat proteksi asuransi jiwa syariah dengan manfaat investasi. Pada rentang waktu tertentu, tertanggung akan mendapatkan manfaat investasi.

Kontribusi (premi) yang disetorkan akan disisihkan sebagian ke instrumen investasi oleh pihak perusahaan asuransi. Selain itu yang membedakan antara asuransi unit link konvensional dan syariah adalah terletak pada instrumen investasi yang dipilih.

Instrumen investasi tidak boleh yang mengandung barang haram, bersifat penipuan, riba, dan hal-hal yang dilarang dalam agama Islam. Sebagai pengawas, investasi dalam asuransi jiwa syariah pun harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh DSN-MUI.

Cakupan Pertanggungan Asuransi Jiwa Syariah

Asuransi jiwa syariah memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap total. Pada dasarnya, perusahaan asuransi jiwa syariah berupaya menanggung risiko yang menyebabkan seseorang tidak bisa lagi memberikan penghasilan atau bekerja.

Uang pertanggungan akan diberikan kepada ahli waris ataupun tertanggung. Besarannya cukup beragam mulai dari Rp20 juta, Rp50 juta hingga miliaran rupiah.

Besarnya uang pertanggungan berbanding lurus dengan kontribusi (premi) yang dibayarkan oleh tertanggung. Semakin tinggi kontribusi (premi)nya, idealnya semakin besar pula uang pertanggungannya.

Dalam kondisi tertentu akan berbeda jika jenis asuransi jiwa syariah yang dipilih adalah asuransi jiwa syariah dwiguna atau asuransi jiwa syariah unit link.

Meskipun ada asuransi jiwa syariah yang memberikan manfaat investasi, sebaiknya dihindari karena manfaat yang didapatkan tidak akan maksimal. Alasannya karena tujuan investasi berbeda dengan tujuan proteksi.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa Syariah

Pada dasarnya asuransi memberikan proteksi kepada orang-orang yang ditinggalkan oleh tertanggung terutama jika sudah memiliki keluarga atau tanggungan finansial.

Asuransi jiwa syariah diharapkan bisa membantu penerima manfaat agar tetap bisa mempertahankan standar kehidupannya. Selain itu, dari uang pertanggungan yang didapatkan setidaknya bisa menjadi uang jaminan untuk melanjutkan kehidupan selanjutnya selepas tertanggung meninggal dunia.

Namun demikian, masih banyak yang memandang bahwa asuransi jiwa syariah tidak begitu dibutuhkan dengan berbagai alasan. Salah satu alasannya asuransi jiwa syariah dianggap tidak menguntungkan secara finansial.

Kelebihan Asuransi Jiwa Syariah

  • Memberikan jaminan finansial bagi ahli waris untuk mendapatkan haknya seperti pendidikan hingga jenjang kuliah, standar kehidupan yang sama meski tertanggung meninggal dunia sehingga keluarga yang ditinggalkan tetap bisa melanjutkan hidupnya tanpa terganggu kondisi finansialnya.
  • Mengurangi kerugian finansial yang lebih besar tanpa adanya uang pertanggungan terutama jika tertanggung merupakan tulang punggung keluarga yang sangat diandalkan secara finansial.
  • Memberikan jaminan dalam kondisi darurat sehingga ahli waris bisa menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang ditinggalkan oleh tertanggung yang belum sempat diselesaikan.
  • kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah kini makin terjangkau dan bisa dibayarkan secara fleksibel sesuai dengan kemampuan tertanggung berdasarkan polis yang disetujui bersama perusahaan asuransi jiwa syariah.
  • Tertanggung dapat memilih jenis produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Terutama jika ingin mendapatkan dua manfaat sekaligus dari proteksi, investasi maupun tabungan dengan memilih jenis asuransi jiwa syariah yang tepat.
  • Tidak ada istilah dana hangus karena dana tabarru dapat dimanfaatkan sebagai hibah bagi orang lain sehingga punya nilai manfaat kepada sesama dengan prinsip saling tolong menolong.

Kekurangan Asuransi Jiwa Syariah

  • Asuransi jiwa syariah tradisional dianggap tidak menguntungkan karena tidak ada nilai investasi yang bisa didapatkan dari kontribusi (premi) yang dibayarkan oleh tertanggung selama periode waktu tertentu.
  • Uang pertanggungan tidak diterima oleh tertanggung karena dianggap hanya menguntungkan ahli waris sebagai keluarga yang menerima manfaat dari asuransi jiwa syariah.
  • Biaya kontribusi (premi) dianggap tidak sebanding dengan manfaat yang didapatkan.
  • Uang pertanggungan hanya bisa diklaim sekali dalam seumur hidup jika tertanggung mengalami kematian.
  • Adapun nilai tunai pengembalian jika tidak ada klaim, nilainya dianggap lebih kecil dibandingkan dengan menabung sendiri dengan jumlah kontribusi (premi) yang sama.

Kriteria Terbaik untuk Asuransi Jiwa Syariah di Tahun 2020

Memilih asuransi jiwa syariah terbaik tahun 2019 bukan hanya didasarkan pada kontribusi (premi) dan uang pertanggungan yang besar saja, tetapi juga beberapa faktor berikut ini perlu dipertimbangkan sebelum memilih atau membeli asuransi jiwa syariah yang sesuai.

1. Kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah murah

asuransi jiwa syariah terbaik adalah asuransi yang memberikan kontribusi (premi) murah. Salah satu faktor yang memengaruhi harga kontribusi (premi) adalah jenis asuransi yang dipilih. Dari berbagai pilihan asuransi jiwa syariah yang ada, Anda bisa memilih asuransi jiwa syariah berjangka (term life). Asuransi jenis ini tidak memasukkan unsur investasi maupun tabungan sehingga seluruh kontribusi (premi) benar-benar dialokasikan khusus untuk proteksi saja.

2. Uang pertanggungan tinggi

asuransi jiwa syariah terbaik adalah asuransi yang memberikan uang pertanggungan tinggi. Jika tujuan Anda ingin melindungi kehidupan keluarga selepas tertanggung meninggal dunia, maka uang tertanggung harus disesuaikan setidaknya cukup untuk kehidupan keluarga 1 tahun ke depan. Begitu juga jika tujuan asuransi jiwa syariah untuk pendidikan anak-anak. Uang pertanggungan harus bisa meng-cover biaya pendidikan anak sampai dia lulus kuliah.

3. Menyediakan rider tertentu

asuransi jiwa syariah terbaik dapat memberikan proteksi lebih untuk melindungi kesehatan keluarga. Jenis produk ini berbeda dengan jenis asuransi jiwa syariah unit link maupun endowment. Artinya paket asuransi jiwa syariah jenis ini memberikan rider atau tambahan untuk memberikan proteksi jika keluarga harus rawat inap di rumah sakit.

4. Terdaftar di asosiasi asuransi jiwa syariah Indonesia

Pastikan pula perusahaan asuransi jiwa syariah yang Anda incar sudah terdaftar di Asosiasi asuransi jiwa syariah Indonesia (AAJI). Dengan demikian, perusahaan terbukti kredibel karena masih memiliki izin usaha dari pemerintah. Beberapa perusahaan asuransi jiwa syariah di bawah AAJI, antara lain asuransi jiwa syariah Manulife, asuransi jiwa syariah Prudential, dan beberapa nama ternama lain.

Ada tiga metode penggantian biaya asuransi jiwa syariah. Yang mana tertanggung maupun ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan yang sudah dijanjikan di dalam kontrak atau polis asuransi. 

Jika tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total, maka ada tiga cara penggantian biaya yang akan dibayarkan oleh perusahan asuransi jiwa syariah, simak penjelasan berikut ini:

Sebagai contoh seorang tertanggung memiliki nilai uang pertanggungan sebesar Rp100 juta.

  • Pembayaran sekaligus (lump sum). Pada saat klaim, ahli waris tertanggung akan mendapatkan bayaran Rp100 juta sekaligus.
  • Pembayaran bulanan. Pada saat klaim, ahli waris akan mendapatkan Rp100 juta dalam jangka waktu 100 bulan ke depan. Artinya setiap bulan ahli waris akan mendapatkan Rp1 juta, sebagai ilustrasi.
  • Pembayaran gabungan atau campuran antara pembayaran sekaligus dan bulanan. Pada saat klaim, ahli waris akan mendapatkan 50 persen dari uang pertanggungan sebesar Rp50 juta sekaligus. Sisanya akan dibayarkan oleh perusahaan sebesar Rp50 juta untuk 50 bulan ke depan atau periode dan nilai yang sudah disepakati dalam polis asuransi. 

Oleh karena itu, sebelum memilih asuransi jiwa syariah, calon tertanggung harus memastikan bagaimana cara perusahaan asuransi jiwa syariah membayarkan uang pertanggungan jika ada klaim dari tertanggung. 

Apakah asuransi jiwa syariah dapat dicairkan? Jawabannya, bisa. Yaitu pada saat tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total atau memang ingin menutup polis.

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi jiwa syariah. Ahli waris yang mengurus klaim asuransi harus menyiapkan beberapa berkas berikut ini:

  • Polis asuransi asli.
  • Fotokopi semua hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi jika meninggal karena sakit.
  • Fotokopi KTP ahli waris yang sah.
  • Surat keterangan kematian dari dokter/rumah sakit yang menjelaskan penyebab kematian tertanggung.
  • Surat keterangan kematian dari pemerintah setempat bisa diurus di catatan sipil secara gratis dengan membawa KTP tertanggung.
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) apabila kematian tertanggung disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. 

Setelah berkas-bekas lengkap, ahli waris dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengurus klaim asuransi jiwa syariah:

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginformasikan kepada perusahaan asuransi jiwa syariah bahwa tertanggung telah meninggal dunia tidak lebih dari 7 hari sejak kejadian. Pada saat yang sama, ahli waris harus menyiapkan dokumen dan persyaratan klaim asuransi jiwa syariah terutama nomor polis asuransi, surat kematian pihak berwenang, dan informasi lain yang dibutuhkan.
  2. Perusahan asuransi akan mengirimkan formulir klaim asuransi jiwa syariah yang harus dilengkapi oleh ahli waris. Formulir harus diisi dengan lengkap dan segera dikembalikan kepada perusahaan asuransi jiwa syariah beserta dengan syarat-syarat dokumen yang diminta.
  3. Setelah berkas diterima oleh perusahaan asuransi jiwa syariah, data tersebut akan diverifikasi untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, sebab kematian, dan bukti-bukti lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Jika kematian sesuai dengan polis asuransi dalam arti sudah memenuhi semua persyaratan klaim tanpa ada rekayasa dan tidak melanggar ketentuan hukum, barulah perusahaan asuransi akan menghitung kewajiban yang harus diberikan kepada penerima manfaat, dalam hal ini adalah ahli waris sah tertanggung.
  5. Setelah perhitungan dan proses administrasi selesai, perusahaan asuransi akan mencairkan uang pertanggungan sesuai dengan perjanjian di dalam polis asuransi. Perusahaan asuransi akan memberikan penjelasan tentang skema pembayaran uang pertanggungan serta nomor rekening ahli waris. Proses verifikasi akan memakan waktu yang cukup lama untuk menghindari kesalahan yang tidak diharapkan. 

Ahli waris harus memahami bahwa klaim asuransi jiwa syariah akan secara otomatis ditolak oleh perusahaan asuransi dengan alasan-alasan berikut ini:

  • Tindakan bunuh diri baik dalam kondisi sadar maupun tidak sadar.
  • Data-data yang diserahkan terindikasi tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi.
  • Tertanggung dihukum mati akibat vonis pengadilan, meninggal dunia karena melakukan tindakan kriminal atau melawan hukum baik berperan secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tertanggung meninggal dunia karena tindak kejahatan yang dilakukan oleh ahli waris dengan tujuan mendapatkan uang pertanggungan asuransinya.

Hal-hal tersebut akan mengakibatkan klaim asuransi jiwa syariah ditolak oleh perusahaan asuransi jiwa syariah meskipun tertanggung rajin membayarkan kontribusi (premi)nya.  

Ada tiga cara menghitung kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah yang disesuaikan dengan uang pertanggungan yang akan diterima.

1. Human life value 

Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan pengeluaran tahunan dengan kebutuhan dana pada saat pensiun. 

Contohnya usia tertanggung pada saat ikut asuransi jiwa syariah adalah 35 tahun dengan penghasilan sekitar Rp100 juta per tahun. Pengeluaran keluarga tiap bulan Rp4 juta atau sekitar Rp48 juta per tahun.

Tertanggung pensiun pada usia 55 tahun. Begini cara perhitungannya:

  • Penghasilan per tahun Rp100 juta.
  • Kebutuhan keluarga per tahun Rp48 juta.
  • Usia pensiun 55 tahun = 55-35 = 20 tahun mendatang.
  • 20 x Rp100 juta = Rp2 miliar.
  • Uang pertanggungan yang dibutuhkan adalah 50% dari Rp2 miliar.
  • Idealnya uang pertanggungan asuransi yang dipilih adalah Rp1 miliar.

2. Income Based Value

Metode kedua berdasarkan pemasukan yang didapat kemudian diperhitungkan dengan inflasi yang terjadi per tahun. Perhitungannya hampir sama dengan produk tabungan berjangka yang menawarkan bunga tinggi.

Berikut adalah cara perhitungannya:

  • Gaji bulanan Rp8.3 juta
  • Usia 35 tahun
  • Inflasi 5% per tahun
  • Jangka waktu pensiun 20 tahun mendatang.
  • 5% x Rp8,3 juta = Rp415 ribu
  • Rp8,3 juta + Rp415 ribu = Rp8,715 ribu
  • Rp8,715 ribu x 12 bulan = Rp104 juta
  • Rp104 juta x 20 tahun = Rp2 miliar
  • Uang pertanggungan yang dibutuhkan sekitar Rp2 miliar

3. Financial Based Value

Metode ketiga lebih kompleks lagi karena memperhitungkan kebutuhan finansial seperti pendidikan anak atau biaya kesehatan yang dibutuhkan di masa mendatang.

Simak contoh perhitunganya:

  • Usia anak saat ini 8 tahun.
  • Biaya masuk universitas pada usia anak 8 tahun adalah Rp200 juta.
  • Estimasi kenaikan biaya pendidikan tiap tahun adalah 10%
  • Si anak akan kuliah dalam jangka waktu 10 tahun lagi.
  • Rp200 juta x 10% = Rp20 juta
  • Rp20 juta x 10 tahun = Rp200 juta.
  • Rp200 juta + Rp200 juta = Rp400 juta 
  • Jadi estimasi kebutuhan pendidikan saat anak mau kuliah adalah Rp400 juta.
  • Sehingga uang pertanggungan yang dibutuhkan untuk memproteksi biaya pendidikan anaknya adalah sebesar Rp400 juta.

Berdasarkan tiga metode perhitungan uang pertanggungan yang dibutuhkan, Anda bisa memperhitungkan berapa kontribusi (premi) yang harus dibayarkan demi memenuhi kebutuhan tersebut. 

Cara pembayaran kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah bisa dilakukan dengan berbagai metode, yaitu:

  • Transfer bank.
  • Kartu kredit.
  • Autodebet

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi jiwa syariah tergantung pada kesepakatan polis. Berikut beberapa pilihannya:

  • Pembayaran kontribusi (premi) tunggal, yaitu peserta asuransi hanya perlu membayarkan kontribusi (premi) sekali saja untuk rentang waktu pertanggungan tertentu.
  • Pembayaran kontribusi (premi) berkala (top-up berkala), yaitu peserta asuransi jiwa syariah membayarkan kontribusi (premi) secara berkala. Ada yang bulanan ataupun tahunan.

Asuransi memiliki dasar hukum sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian.  Perusahaan asuransi jiwa syariah juga diatur oleh Asosiasi asuransi syariah Indonesia (AASI).

 Melalui AASI inilah perusahaan atau anak perusahaan yang menjual produk asuransi jiwa syariah ataupun asuransi umum syariah mendapatkan sertifikasi secara kredibel, independen, dan tepercaya.

Selain itu, negara pun mengatur asuransi syariah melalui peraturan Menteri Keuangan agar perusahaan yang dibentuk memenuhi prinsip syariah dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan usaha asuransi dan usaha reasuransi dengan prinsip syariah. 

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2010 Tentang Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi dengan Prinsip Syariah.

Hukum asuransi dalam Islam terdapat perbedaan pendapat. Ada ulama yang menyatakan asuransi jiwa syariah riba atau haram karena memperjualbelikan barang yang tidak jelas.

Namun demikian, menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat. 

Kesimpulannya, jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah syariah selain asuransi jiwa konvensional.

Perlu diketahui pula bahwa dalam sistem pengelolaan dana asuransi syariah dikenal dengan dana tabarru dan dana peserta. Dana tersebut tidak hangus melainkan menjadi dana abadi yang dikelola yang manfaatnya diberikan kepada semua peserta asuransi jika terjadi risiko yang tidak diinginkan. 

Berbeda dengan asuransi konvensional, jika tidak ada klaim selama masa pertanggungan untuk asuransi murni, maka dana dianggap hangus dan menjadi milik penanggung atau perusahaan asuransi.

Selain itu, dalam asuransi syariah sudah ditegaskan bahwa perusahaan asuransi tidak boleh berinvestasi dalam bidang yang bertentangan dengan prinsip syariah termasuk memilih tempat atau barang terlarang.

Asuransi jiwa syariah yang tepat adalah asuransi jiwa syariah yang disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, asuransi jiwa syariah yang diharapkan bisa menutupi kebutuhan hidup standar bagi ahli waris maupun untuk kepentingan tertentu seperti menjamin pendidikan anak saat tertanggung meninggal dunia.

Oleh karena itu beberapa poin penting ini bisa menjadi landasan bagaimana caranya memilih asuransi jiwa syariah yang benar dan tepat dengan kebutuhan Anda.

  • Pastikan bahwa uang pertanggungan yang dipilih sudah tepat. Sesuaikan lagi asuransi jiwa syariah yang dipilih dengan tujuannya.
  • Fokus pada proteksi bukan investasi. Pisahkan antara investasi dengan proteksi dan jangan digabungkan keduanya dalam satu produk asuransi jiwa syariah. Upayakan untuk memaksimalkan proteksi saja jika ingin memilih asuransi jiwa syariah.
  • Lebih bijak jika asuransi jiwa syariah dibeli ketika Anda memiliki tanggungan. Jika Anda belum memiliki tanggungan atau belum berkeluarga, Anda bisa mengalokasikan dananya untuk proteksi lain seperti memaksimalkan proteksi kesehatan atau investasi yang lebih menguntungkan.

Asuransi jiwa syariah salah satu rencana darurat yang sangat dibutuhkan apabila terjadi risiko kematian terhadap pengemban tanggung jawab finansial dalam keluarga atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, jangan sampai salah dalam memilih asuransi jiwa syariah dengan berbagai poin penting yang sudah dijelaskan.

Ada banyak perusahaan asuransi jiwa syariah yang menyediakan asuransi jiwa syariah bagus seperti asuransi jiwa syariah Prudential, asuransi jiwa syariah Allianz, asuransi jiwa syariah Manulife, asuransi jiwa syariah Sinarmas, dan lain-lain.

Akan tetapi, kriteria asuransi jiwa syariah yang bagus bukan berdasarkan produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi melainkan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

1. Beli asuransi jiwa syariah yang sesuai penghasilan

Beli produk asuransi jiwa syariah yang sesuai dengan kemampuan finansial. Alokasi dana yang bisa disisihkan dari penghasilan setidaknya sebesar 5 persen. Jika penghasilan Anda setiap bulan sebesar Rp5 juta, artinya Anda harus menyisihkan dana sebesar Rp250 ribu per bulan. Semakin tinggi penghasilan Anda, semakin tinggi juga dana yang harus disisihkan untuk proteksi jiwa.

2. Uang pertanggungan sesuai kebutuhan

Beli produk asuransi jiwa syariah yang memberikan uang pertanggungan sesuai dengan kebutuhan. Caranya tentu saja membandingkan beberapa produk yang ada dengan uang pertanggungan yang ditawarkan. Anda tidak perlu repot lagi membandingkan beberapa produk asuransi jiwa syariah yang ada.

Lifepal akan membantu Anda dalam memilih asuransi jiwa syariah terbaik yang dapat disesuaikan baik dengan pendapatan Anda maupun dengan jumlah uang pertanggungan yang diharapkan secara online dengan langkah yang sangat mudah.

3. Perusahaan asuransi mampu membayarkan klaim

Beli produk asuransi dari perusahaan yang punya integritas tinggi dan dikenal memiliki layanan yang responsif terhadap nasabah atau tertanggung. Salah satu faktor yang patut dipertimbangkan adalah tingkat likuiditas perusahaan. Yaitu kemampuan perusahaan asuransi membayarkan klaim tiap nasabah dari dana yang mereka miliki.

Jika Anda tidak mau repot berurusan dengan perusahaan asuransi, andalkan Lifepal! Lifepal berada di sisi nasabah dan akan membantu pengurusan polis hingga proses klaim kepada perusahaan asuransi.

4. Beli asuransi jiwa syariah di saat yang tepat

Produk asuransi jiwa syariah akan semakin malah seiring dengan bertambahnya usia. Waktu terbaik untuk membeli asuransi jiwa syariah adalah pada saat Anda sudah menikah. Misalnya antara usia 25-35 tahun. Oleh karena itu, atur keuangan bulanan Anda dengan memasukkan alokasi dana untuk membeli asuransi yang bagus bagi kebutuhan dan kemampuan finansial.

Asuransi jiwa syariah yang murah menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh orang-orang yang sudah sadar pentingnya proteksi nilai hidup seseorang.

Jika ingin mendapatkan asuransi jiwa syariah yang murah, perhatikan beberapa poin penting berikut ini:

1. Pilihlah asuransi jiwa syariah murni atau asuransi jiwa syariah term life

Jenis asuransi ini menawarkan kontribusi (premi) rendah dengan uang pertanggungan yang tinggi. Alasannya karena tidak ada unsur tabungan, manfaat tunai, ataupun investasi sehingga bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan proteksi nilai hidup tulang punggung keluarga (tertanggung).

2. Beli asuransi jiwa syariah saat usia masih muda

asuransi jiwa syariah yang murah bisa didapatkan dengan membeli saat usia Anda masih muda. Tidak masalah jika Anda belum menikah atau memiliki tanggungan anak. Anda bisa mendapatkan kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah yang lebih murah saat usia masih muda. Sebab, semakin tua usia maka semakin tinggi kontribusi (premi).

Sementara itu, uang pertanggungan bisa Anda alokasikan kepada ahli waris orang tua ataupun keluarga terdekat.

3. Bijak dalam membeli rider atau manfaat tambahan

kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah yang murah ditentukan oleh rider atau asuransi tambahan yang dipilih. Pada umumnya, agen atau broker menawarkan beberapa rider. Agar kontribusi (premi) tetap terjangkau, hindari menambahkan rider jika memang belum diperlukan. Semakin banyak rider yang ditambahkan maka kontribusi (premi) semakin mahal.

4. Pilih jenis asuransi jiwa syariah yang sesuai agar kontribusi (premi) semakin murah

Besaran kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah ditentukan oleh jenis asuransi jiwa syariah yang Anda pilih. Misal, asuransi jiwa syariah murni biasanya dibanderol dengan kontribusi (premi) lebih terjangkau dibandingkan unit-link atau bahkan dwiguna. Sebab, tidak ada alokasi kontribusi (premi) untuk instrumen lain selain proteksi berupa uang pertanggungan.

5. Tunda beli asuransi seumur hidup (whole life) jika penghasilan belum stabil

Tunda membeli asuransi seumur hidup jika belum punya penghasilan lebih tinggi. Asuransi seumur hidup memang memberikan rasa aman dan tentram, namun hal yang harus dipertimbangkan adalah permi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis asuransi berjangka (term life).

Salah satu trik untuk mendapatkan kontribusi (premi) rendah adalah memilih asuransi berjangka dan bisa diperpanjang sampai periode yang diinginkan. Nilai kontribusi (premi)nya akan jauh lebih hemat jika harus membayar asuransi jiwa syariah seumur hidup sekaligus dalam satu waktu.

Salah satu alasan membeli asuransi jiwa syariah secara online karena lebih mudah dan nyaman tanpa bantuan agen asuransi.

Pembelian bisa dilakukan secara mandiri kapan saja dan di mana saja asal ada perangkat yang bisa terhubung ke internet seperti menggunakan smartphone, laptop, maupun komputer desktop.

Lifepal adalah salah satu marketplace asuransi yang memberikan berbagai produk asuransi jiwa syariah terbaik dengan pilihan uang pertanggungan yang dapat disesuaikan dengan kontribusi (premi) yang sesuai.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk membantu proses klaim hingga dokter dan bonus asuransi gratis berupa kecelakaan, demam berdarah dan tifus.

Salah satu rahasia mengapa membeli asuransi jiwa syariah secara online menguntungkan karena harganya bisa lebih murah 40 persen dibandingkan dengan membeli secara offline ataupun melalui agen.

Ada perbedaan antara agen asuransi dengan broker (pialang) asuransi jiwa syariah. Agen asuransi jiwa syariah adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada sebuah perusahaan asuransi jiwa syariah. Sementara broker asuransi adalah perusahaan yang menjadi perantara antara calon nasabah dan perusahaan asuransi.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi sementara broker asuransi lebih memposisikan sebagai orang yang mewakili kepentingan calon tertanggung atau tertanggung.

Lifepal sendiri hadir sebagai broker asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia. Anda bisa memperoleh rekomendasi asuransi jiwa syariah terbaik melalui situs Lifepal.co.id. Lifepal turut melayani tertanggung saat ingin melakukan klaim kepada perusahaan asuransi jiwa syariah.

Broker asuransi akan berada di sisi tertanggung kapan saja dibutuhkan. Lifepal hadir bagi Anda yang masih mencari asuransi jiwa syariah terbaik sesuai dengan bujet dan kebutuhan Anda.

Ada beberapa istilah penting yang harus dipahami oleh orang awam terutama jika Anda sudah berniat untuk membeli polis asuransi jiwa syariah.

  • Akad adalah perjanjian antara tertanggung dan penanggung atau peserta dengan perusahaan asuransi syariah yang menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing dalam hal asuransi syariah atau proteksi syariah yang dipilih maupun ditawarkan oleh masing-masing pihak.
  • Akad Tabarru’ adalah akad hibah berupa dana yang diberikan oleh peserta yang ditujukan untuk tujuan tolong menolong dan tidak boleh digunakan oleh perusahaan asuransi syariah. Perusahaan hanya berhak menjaga atau sebagai pihak yang dititpkan dana oleh para peserta.
  • Aktuaria adalah ilmu dalam asuransi yang menggunakan metode perhitungan saintifik dalam memperkirakan dan memperhitungkan risiko.
  • Ajudikasi adalah tahap penyelesaian sengketa dalam membantu mengambil keputusan tentang penerimaan dan penolakan klaim perusahaan asuransi terhadap klaim pemegang polis.
  • Anuitas adalah pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan asuransi secara berkala dalam periode tertentu.
  • Assignor adalah pihak yang melakukan penugasan hak dan manfaat asuransi dari pemegang polis kepada orang lain. 
  • Biaya akuisisi adalah biaya yang harus dikeluarkan saat penerbitan polis.
  • Biaya top-up adalah biaya yang harus dibayarkan untuk kontribusi (premi) berkala dan kontribusi (premi) tunggal. 
  • Cash value adalah total uang yang diberikan dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis.
  • Contestable period adalah jangka waktu yang diberikan kepada perusahaan (penanggung) untuk membatalkan polis.
  • Cuti kontribusi (premi) adalah kondisi di mana tertanggung berhenti membayarkan kontribusi (premi) untuk sementara waktu.
  • Masa tenggang adalah batas akhir yang diberikan perusahaan asuransi kepada pihak pemegang polis untuk membayar kontribusi (premi) sesuai dengan perjanjian. 
  • Masa tunggu adalah periode di mana tidak ada pembayaran kontribusi (premi) karena alasan tertentu.
  • Mortalitas adalah waktu perkiraan waktu rata-rata kematian yang tidak pasti.
  • Minor adalah pemegang polis yang berusia di bawah 21 tahun. 
  • Nilai aktiva bersih (NAB) adalah nilai dasar investasi dalam polis asuransi unit link.
  • Nilai investasi adalah nilai total unit yang terbentuk dalam periode tertentu.
  • Occupational risk/hazard adalah risiko pekerjaan yang dimiliki pemegang polis.
  • Payor adalah istilah pemegang polis dimana berkedudukan sebagai orang yang membayar kontribusi (premi).
  • Pemegang polis adalah orang yang ditanggung oleh perusahaan asuransi karena terdaftar sebagai tertanggung yang membayar kontribusi (premi) (kewajiban) sesuai dengan perjanjian dalam polis asuransi. 
  • Polis adalah perjanjian yang dilakukan antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (perusahaan asuransi) .
  • Kontribusi (premi) adalah biaya yang dibayarkan oleh tertanggung (nasabah) atau pemegang polis kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung. Kontribusi (premi) dibayarkan sesuai dengan kontrak dalam polis asuransi.
  • Qard adalah pinjaman murni dari dana perusahaan asuransi untuk dana tabarru’ pada saat terjadi defisit underwriting atau ketika dana tabarru’ tidak cukup membayar santunan (klaim) peserta. Namun demikian, dana qard yang sudah digunakan pada nantinya akan diganti atau dibayarkan utangnya jika dana tabarru’ mendapatkan surplus underwriting di kemudian hari.
  • Risiko adalah kemungkinan yang terjadi yang dapat menimpa seseorang atau tertanggung.
  • Secondary benefits adalah manfaat lain yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada tertanggung selain manfaat utama/pokok.
  • Uang pertanggungan adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika tertanggung mengajukan klaim saat mengalami risiko yang dijamin dalam polis asuransi.
  • Ujrah adalah biaya administrasi yang dibebankan oleh perusahaan asuransi kepada peserta sebagai fee pengelolaan dana peserta. Besaran fee sudah disepakati antara kedua belah pihak di awal perjanjian atau awal kontrak. 
  • Underwriter adalah seseorang yang memiliki kompetensi dalam menilai dan memperhitungkan risiko pemegang polis sehingga perusahaan asuransi dapat memutuskan untuk menerima atau menolak calon nasabah.
Informasi Umum

Apa itu Asuransi Jiwa Syariah?

Asuransi jiwa syariah adalah asuransi yang bertujuan menanggung nilai hidup seseorang akibat kematian tidak terduga atau pun risiko cacat tetap total sesuai dengan prinsip syariah yang juga diawasi secara ketat oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

Tertanggung yang meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total akan mendapatkan pembayaran santunan dari perusahaan asuransi jiwa syariah. Dengan catatan, tertanggung membayar kontribusi (premi) yang sudah disepakati secara berkala atau sekaligus tergantung ketentuan dalam polis yang dipilih.

Tertanggung akan membayarkan kontribusi (premi) bulanan atau tahunan sesuai dengan kontrak atau perjanjian yang sudah disepakati antara tertanggung dengan perusahaan asuransi. Tertanggung wajib membayarkan sejumlah kontribusi (premi) jika ingin mendapatkan benefit dari asuransi jiwa syariah yang dipilih sampai berakhirnya kontrak.

Jika di tengah jalan tertanggung meninggal dunia dengan sebab yang termasuk atau ditanggung dalam polis, perusahaan asuransi jiwa syariah akan membayarkan uang pertanggungan kepada ahli waris. Penerima manfaat asuransi jiwa syariah adalah ahli waris yang ditinggalkan oleh tertanggung.

Jumlah nominal yang diberikan oleh perusahaan asuransi jiwa syariah kepada ahli waris sudah disepakati dalam polis asuransi yang ditandatangani oleh tertanggung. Semakin besar kontribusi (premi) yang dibayarkan maka semakin besar pula uang tanggungan yang dapat dibayarkan oleh perusahaan asuransi jiwa syariah.

Kenapa Memilih Asuransi Jiwa Syariah?

Fungsi asuransi jiwa syariah dapat dibedakan berdasarkan jenisnya masing-masing. Ada asuransi jiwa syariah yang memberikan perlindungan penuh hingga usia tertentu (seumur hidup) ada juga asuransi jiwa syariah yang memberikan perlindungan dalam jangka waktu (berjangka) tertentu yang sudah disepakati.

Umumnya jangka waktu perlindungan asuransi jiwa syariah antara 5 tahun hingga kelipatannya sampai batas usia maksimal yang ditanggung oleh perusahaan asuransi jiwa syariah. Pada umumnya usia maksimal yang ditanggung adalah 60 tahun.

Jika tertanggung menginginkan perlindungan lebih dari usia 60 tahun, biasanya harus membayar kontribusi (premi) asuransi tambahan atau rider asuransi. Dengan begitu, tertanggung bisa memperpanjang proteksi hingga lebih dari usia 60 tahun hingga usia 100 tahun.

Manfaat asuransi jiwa syariah adalah memberikan jaminan finansial kepada orang-orang tercinta yang ditinggalkan. Sehingga mereka bisa tetap melanjutkan hidup dengan standar yang sudah dijalani selama tertanggung masih hidup.

Asuransi jiwa syariah tidak bisa dijadikan sebagai salah satu instrumen investasi yang menguntungkan. Sebabnya, jika kontribusi (premi) dibagi antara proteksi dan investasi, maka hasilnya kurang maksimal.

Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan manfaat yang maksimal dari proteksi asuransi jiwa syariah, sebaiknya memilih asuransi jiwa syariah murni atau tradisional yang tidak terkait dengan dana investasi.

Pilihan Asuransi Jiwa Syariah

Jika berdasarkan manfaat yang didapatkan, asuransi jiwa syariah terdiri dari dua jenis yaitu asuransi jiwa syariah tradisional dan asuransi jiwa syariah unit link. Jenis asuransi syariah pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan asuransi konvensional yang menawarkan proteksi murni atau digabungkan dengan manfaat nilai tunai berupa investasi atau tabungan.

Berdasarkan masa pertanggungannya, asuransi jiwa syariah dibagi lagi ke dalam tiga jenis, yaitu: asuransi jiwa syariah berjangka, asuransi jiwa syariah seumur hidup, dan asuransi jiwa syariah dwiguna. Berikut penjelasan lengkap mengenai masing-masing jenis asuransi jiwa syariah tersebut.

1. Asuransi Jiwa Syariah Berjangka (Term Life Insurance)

Asuransi jiwa syariah berjangka (term life insurance) adalah asuransi jiwa syariah yang membayarkan manfaat uang pertanggungan yang telah disepakati ketika tertanggung meninggal dunia saat masih dalam periode perlindungan. Periode proteksi antara 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun atau sesuai dengan jangka waktu yang disepakati antara tertanggung dengan perusahaan asuransi jiwa syariah.

2. Asuransi Jiwa Syariah Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Asuransi jiwa syariah seumur hidup (whole life insurance) adalah asuransi jiwa syariah yang membayarkan manfaat uang pertanggungan dengan periode waktu seumur hidup. Pada umumnya proteksi asuransi seumur hidup memberikan proteksi hingga usia maksimal 100 tahun.

Manfaat yang bisa didapatkan dari jenis asuransi ini adalah nilai tunai yang sangat besar jika tidak ada klaim sampai kontrak berakhir.

3. Asuransi Jiwa Syariah Dwiguna (Endowment)

Asuransi jiwa syariah dwiguna (endowment) adalah asuransi jiwa syariah yang menggabungkan manfaat proteksi asuransi jiwa syariah dengan manfaat tabungan berjangka.

Jika tidak ada klaim, maka tertanggung akan mendapatkan nilai tunai sebagai manfaat tabungan. Sebaliknya jika tertanggung meninggal dunia tetap mendapatkan uang pertanggungan bagi ahli warisnya.

4. Asuransi Jiwa Syariah Unit Link

Asuransi jiwa syariah unit link adalah asuransi jiwa syariah yang menggabungkan manfaat proteksi asuransi jiwa syariah dengan manfaat investasi. Pada rentang waktu tertentu, tertanggung akan mendapatkan manfaat investasi.

Kontribusi (premi) yang disetorkan akan disisihkan sebagian ke instrumen investasi oleh pihak perusahaan asuransi. Selain itu yang membedakan antara asuransi unit link konvensional dan syariah adalah terletak pada instrumen investasi yang dipilih.

Instrumen investasi tidak boleh yang mengandung barang haram, bersifat penipuan, riba, dan hal-hal yang dilarang dalam agama Islam. Sebagai pengawas, investasi dalam asuransi jiwa syariah pun harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh DSN-MUI.

Cakupan Pertanggungan Asuransi Jiwa Syariah

Asuransi jiwa syariah memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap total. Pada dasarnya, perusahaan asuransi jiwa syariah berupaya menanggung risiko yang menyebabkan seseorang tidak bisa lagi memberikan penghasilan atau bekerja.

Uang pertanggungan akan diberikan kepada ahli waris ataupun tertanggung. Besarannya cukup beragam mulai dari Rp20 juta, Rp50 juta hingga miliaran rupiah.

Besarnya uang pertanggungan berbanding lurus dengan kontribusi (premi) yang dibayarkan oleh tertanggung. Semakin tinggi kontribusi (premi)nya, idealnya semakin besar pula uang pertanggungannya.

Dalam kondisi tertentu akan berbeda jika jenis asuransi jiwa syariah yang dipilih adalah asuransi jiwa syariah dwiguna atau asuransi jiwa syariah unit link.

Meskipun ada asuransi jiwa syariah yang memberikan manfaat investasi, sebaiknya dihindari karena manfaat yang didapatkan tidak akan maksimal. Alasannya karena tujuan investasi berbeda dengan tujuan proteksi.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa Syariah

Pada dasarnya asuransi memberikan proteksi kepada orang-orang yang ditinggalkan oleh tertanggung terutama jika sudah memiliki keluarga atau tanggungan finansial.

Asuransi jiwa syariah diharapkan bisa membantu penerima manfaat agar tetap bisa mempertahankan standar kehidupannya. Selain itu, dari uang pertanggungan yang didapatkan setidaknya bisa menjadi uang jaminan untuk melanjutkan kehidupan selanjutnya selepas tertanggung meninggal dunia.

Namun demikian, masih banyak yang memandang bahwa asuransi jiwa syariah tidak begitu dibutuhkan dengan berbagai alasan. Salah satu alasannya asuransi jiwa syariah dianggap tidak menguntungkan secara finansial.

Kelebihan Asuransi Jiwa Syariah

  • Memberikan jaminan finansial bagi ahli waris untuk mendapatkan haknya seperti pendidikan hingga jenjang kuliah, standar kehidupan yang sama meski tertanggung meninggal dunia sehingga keluarga yang ditinggalkan tetap bisa melanjutkan hidupnya tanpa terganggu kondisi finansialnya.
  • Mengurangi kerugian finansial yang lebih besar tanpa adanya uang pertanggungan terutama jika tertanggung merupakan tulang punggung keluarga yang sangat diandalkan secara finansial.
  • Memberikan jaminan dalam kondisi darurat sehingga ahli waris bisa menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang ditinggalkan oleh tertanggung yang belum sempat diselesaikan.
  • kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah kini makin terjangkau dan bisa dibayarkan secara fleksibel sesuai dengan kemampuan tertanggung berdasarkan polis yang disetujui bersama perusahaan asuransi jiwa syariah.
  • Tertanggung dapat memilih jenis produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Terutama jika ingin mendapatkan dua manfaat sekaligus dari proteksi, investasi maupun tabungan dengan memilih jenis asuransi jiwa syariah yang tepat.
  • Tidak ada istilah dana hangus karena dana tabarru dapat dimanfaatkan sebagai hibah bagi orang lain sehingga punya nilai manfaat kepada sesama dengan prinsip saling tolong menolong.

Kekurangan Asuransi Jiwa Syariah

  • Asuransi jiwa syariah tradisional dianggap tidak menguntungkan karena tidak ada nilai investasi yang bisa didapatkan dari kontribusi (premi) yang dibayarkan oleh tertanggung selama periode waktu tertentu.
  • Uang pertanggungan tidak diterima oleh tertanggung karena dianggap hanya menguntungkan ahli waris sebagai keluarga yang menerima manfaat dari asuransi jiwa syariah.
  • Biaya kontribusi (premi) dianggap tidak sebanding dengan manfaat yang didapatkan.
  • Uang pertanggungan hanya bisa diklaim sekali dalam seumur hidup jika tertanggung mengalami kematian.
  • Adapun nilai tunai pengembalian jika tidak ada klaim, nilainya dianggap lebih kecil dibandingkan dengan menabung sendiri dengan jumlah kontribusi (premi) yang sama.

Kriteria Terbaik untuk Asuransi Jiwa Syariah di Tahun 2020

Memilih asuransi jiwa syariah terbaik tahun 2019 bukan hanya didasarkan pada kontribusi (premi) dan uang pertanggungan yang besar saja, tetapi juga beberapa faktor berikut ini perlu dipertimbangkan sebelum memilih atau membeli asuransi jiwa syariah yang sesuai.

1. Kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah murah

asuransi jiwa syariah terbaik adalah asuransi yang memberikan kontribusi (premi) murah. Salah satu faktor yang memengaruhi harga kontribusi (premi) adalah jenis asuransi yang dipilih. Dari berbagai pilihan asuransi jiwa syariah yang ada, Anda bisa memilih asuransi jiwa syariah berjangka (term life). Asuransi jenis ini tidak memasukkan unsur investasi maupun tabungan sehingga seluruh kontribusi (premi) benar-benar dialokasikan khusus untuk proteksi saja.

2. Uang pertanggungan tinggi

asuransi jiwa syariah terbaik adalah asuransi yang memberikan uang pertanggungan tinggi. Jika tujuan Anda ingin melindungi kehidupan keluarga selepas tertanggung meninggal dunia, maka uang tertanggung harus disesuaikan setidaknya cukup untuk kehidupan keluarga 1 tahun ke depan. Begitu juga jika tujuan asuransi jiwa syariah untuk pendidikan anak-anak. Uang pertanggungan harus bisa meng-cover biaya pendidikan anak sampai dia lulus kuliah.

3. Menyediakan rider tertentu

asuransi jiwa syariah terbaik dapat memberikan proteksi lebih untuk melindungi kesehatan keluarga. Jenis produk ini berbeda dengan jenis asuransi jiwa syariah unit link maupun endowment. Artinya paket asuransi jiwa syariah jenis ini memberikan rider atau tambahan untuk memberikan proteksi jika keluarga harus rawat inap di rumah sakit.

4. Terdaftar di asosiasi asuransi jiwa syariah Indonesia

Pastikan pula perusahaan asuransi jiwa syariah yang Anda incar sudah terdaftar di Asosiasi asuransi jiwa syariah Indonesia (AAJI). Dengan demikian, perusahaan terbukti kredibel karena masih memiliki izin usaha dari pemerintah. Beberapa perusahaan asuransi jiwa syariah di bawah AAJI, antara lain asuransi jiwa syariah Manulife, asuransi jiwa syariah Prudential, dan beberapa nama ternama lain.

Pilihan Terbaik
Tips & Pertanyaan

Ada tiga metode penggantian biaya asuransi jiwa syariah. Yang mana tertanggung maupun ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan yang sudah dijanjikan di dalam kontrak atau polis asuransi. 

Jika tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total, maka ada tiga cara penggantian biaya yang akan dibayarkan oleh perusahan asuransi jiwa syariah, simak penjelasan berikut ini:

Sebagai contoh seorang tertanggung memiliki nilai uang pertanggungan sebesar Rp100 juta.

  • Pembayaran sekaligus (lump sum). Pada saat klaim, ahli waris tertanggung akan mendapatkan bayaran Rp100 juta sekaligus.
  • Pembayaran bulanan. Pada saat klaim, ahli waris akan mendapatkan Rp100 juta dalam jangka waktu 100 bulan ke depan. Artinya setiap bulan ahli waris akan mendapatkan Rp1 juta, sebagai ilustrasi.
  • Pembayaran gabungan atau campuran antara pembayaran sekaligus dan bulanan. Pada saat klaim, ahli waris akan mendapatkan 50 persen dari uang pertanggungan sebesar Rp50 juta sekaligus. Sisanya akan dibayarkan oleh perusahaan sebesar Rp50 juta untuk 50 bulan ke depan atau periode dan nilai yang sudah disepakati dalam polis asuransi. 

Oleh karena itu, sebelum memilih asuransi jiwa syariah, calon tertanggung harus memastikan bagaimana cara perusahaan asuransi jiwa syariah membayarkan uang pertanggungan jika ada klaim dari tertanggung. 

Apakah asuransi jiwa syariah dapat dicairkan? Jawabannya, bisa. Yaitu pada saat tertanggung meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total atau memang ingin menutup polis.

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi jiwa syariah. Ahli waris yang mengurus klaim asuransi harus menyiapkan beberapa berkas berikut ini:

  • Polis asuransi asli.
  • Fotokopi semua hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi jika meninggal karena sakit.
  • Fotokopi KTP ahli waris yang sah.
  • Surat keterangan kematian dari dokter/rumah sakit yang menjelaskan penyebab kematian tertanggung.
  • Surat keterangan kematian dari pemerintah setempat bisa diurus di catatan sipil secara gratis dengan membawa KTP tertanggung.
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) apabila kematian tertanggung disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. 

Setelah berkas-bekas lengkap, ahli waris dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengurus klaim asuransi jiwa syariah:

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginformasikan kepada perusahaan asuransi jiwa syariah bahwa tertanggung telah meninggal dunia tidak lebih dari 7 hari sejak kejadian. Pada saat yang sama, ahli waris harus menyiapkan dokumen dan persyaratan klaim asuransi jiwa syariah terutama nomor polis asuransi, surat kematian pihak berwenang, dan informasi lain yang dibutuhkan.
  2. Perusahan asuransi akan mengirimkan formulir klaim asuransi jiwa syariah yang harus dilengkapi oleh ahli waris. Formulir harus diisi dengan lengkap dan segera dikembalikan kepada perusahaan asuransi jiwa syariah beserta dengan syarat-syarat dokumen yang diminta.
  3. Setelah berkas diterima oleh perusahaan asuransi jiwa syariah, data tersebut akan diverifikasi untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, sebab kematian, dan bukti-bukti lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Jika kematian sesuai dengan polis asuransi dalam arti sudah memenuhi semua persyaratan klaim tanpa ada rekayasa dan tidak melanggar ketentuan hukum, barulah perusahaan asuransi akan menghitung kewajiban yang harus diberikan kepada penerima manfaat, dalam hal ini adalah ahli waris sah tertanggung.
  5. Setelah perhitungan dan proses administrasi selesai, perusahaan asuransi akan mencairkan uang pertanggungan sesuai dengan perjanjian di dalam polis asuransi. Perusahaan asuransi akan memberikan penjelasan tentang skema pembayaran uang pertanggungan serta nomor rekening ahli waris. Proses verifikasi akan memakan waktu yang cukup lama untuk menghindari kesalahan yang tidak diharapkan. 

Ahli waris harus memahami bahwa klaim asuransi jiwa syariah akan secara otomatis ditolak oleh perusahaan asuransi dengan alasan-alasan berikut ini:

  • Tindakan bunuh diri baik dalam kondisi sadar maupun tidak sadar.
  • Data-data yang diserahkan terindikasi tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi.
  • Tertanggung dihukum mati akibat vonis pengadilan, meninggal dunia karena melakukan tindakan kriminal atau melawan hukum baik berperan secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tertanggung meninggal dunia karena tindak kejahatan yang dilakukan oleh ahli waris dengan tujuan mendapatkan uang pertanggungan asuransinya.

Hal-hal tersebut akan mengakibatkan klaim asuransi jiwa syariah ditolak oleh perusahaan asuransi jiwa syariah meskipun tertanggung rajin membayarkan kontribusi (premi)nya.  

Ada tiga cara menghitung kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah yang disesuaikan dengan uang pertanggungan yang akan diterima.

1. Human life value 

Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan pengeluaran tahunan dengan kebutuhan dana pada saat pensiun. 

Contohnya usia tertanggung pada saat ikut asuransi jiwa syariah adalah 35 tahun dengan penghasilan sekitar Rp100 juta per tahun. Pengeluaran keluarga tiap bulan Rp4 juta atau sekitar Rp48 juta per tahun.

Tertanggung pensiun pada usia 55 tahun. Begini cara perhitungannya:

  • Penghasilan per tahun Rp100 juta.
  • Kebutuhan keluarga per tahun Rp48 juta.
  • Usia pensiun 55 tahun = 55-35 = 20 tahun mendatang.
  • 20 x Rp100 juta = Rp2 miliar.
  • Uang pertanggungan yang dibutuhkan adalah 50% dari Rp2 miliar.
  • Idealnya uang pertanggungan asuransi yang dipilih adalah Rp1 miliar.

2. Income Based Value

Metode kedua berdasarkan pemasukan yang didapat kemudian diperhitungkan dengan inflasi yang terjadi per tahun. Perhitungannya hampir sama dengan produk tabungan berjangka yang menawarkan bunga tinggi.

Berikut adalah cara perhitungannya:

  • Gaji bulanan Rp8.3 juta
  • Usia 35 tahun
  • Inflasi 5% per tahun
  • Jangka waktu pensiun 20 tahun mendatang.
  • 5% x Rp8,3 juta = Rp415 ribu
  • Rp8,3 juta + Rp415 ribu = Rp8,715 ribu
  • Rp8,715 ribu x 12 bulan = Rp104 juta
  • Rp104 juta x 20 tahun = Rp2 miliar
  • Uang pertanggungan yang dibutuhkan sekitar Rp2 miliar

3. Financial Based Value

Metode ketiga lebih kompleks lagi karena memperhitungkan kebutuhan finansial seperti pendidikan anak atau biaya kesehatan yang dibutuhkan di masa mendatang.

Simak contoh perhitunganya:

  • Usia anak saat ini 8 tahun.
  • Biaya masuk universitas pada usia anak 8 tahun adalah Rp200 juta.
  • Estimasi kenaikan biaya pendidikan tiap tahun adalah 10%
  • Si anak akan kuliah dalam jangka waktu 10 tahun lagi.
  • Rp200 juta x 10% = Rp20 juta
  • Rp20 juta x 10 tahun = Rp200 juta.
  • Rp200 juta + Rp200 juta = Rp400 juta 
  • Jadi estimasi kebutuhan pendidikan saat anak mau kuliah adalah Rp400 juta.
  • Sehingga uang pertanggungan yang dibutuhkan untuk memproteksi biaya pendidikan anaknya adalah sebesar Rp400 juta.

Berdasarkan tiga metode perhitungan uang pertanggungan yang dibutuhkan, Anda bisa memperhitungkan berapa kontribusi (premi) yang harus dibayarkan demi memenuhi kebutuhan tersebut. 

Cara pembayaran kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah bisa dilakukan dengan berbagai metode, yaitu:

  • Transfer bank.
  • Kartu kredit.
  • Autodebet

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi jiwa syariah tergantung pada kesepakatan polis. Berikut beberapa pilihannya:

  • Pembayaran kontribusi (premi) tunggal, yaitu peserta asuransi hanya perlu membayarkan kontribusi (premi) sekali saja untuk rentang waktu pertanggungan tertentu.
  • Pembayaran kontribusi (premi) berkala (top-up berkala), yaitu peserta asuransi jiwa syariah membayarkan kontribusi (premi) secara berkala. Ada yang bulanan ataupun tahunan.

Asuransi memiliki dasar hukum sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian.  Perusahaan asuransi jiwa syariah juga diatur oleh Asosiasi asuransi syariah Indonesia (AASI).

 Melalui AASI inilah perusahaan atau anak perusahaan yang menjual produk asuransi jiwa syariah ataupun asuransi umum syariah mendapatkan sertifikasi secara kredibel, independen, dan tepercaya.

Selain itu, negara pun mengatur asuransi syariah melalui peraturan Menteri Keuangan agar perusahaan yang dibentuk memenuhi prinsip syariah dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan usaha asuransi dan usaha reasuransi dengan prinsip syariah. 

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2010 Tentang Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi dengan Prinsip Syariah.

Hukum asuransi dalam Islam terdapat perbedaan pendapat. Ada ulama yang menyatakan asuransi jiwa syariah riba atau haram karena memperjualbelikan barang yang tidak jelas.

Namun demikian, menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat. 

Kesimpulannya, jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah syariah selain asuransi jiwa konvensional.

Perlu diketahui pula bahwa dalam sistem pengelolaan dana asuransi syariah dikenal dengan dana tabarru dan dana peserta. Dana tersebut tidak hangus melainkan menjadi dana abadi yang dikelola yang manfaatnya diberikan kepada semua peserta asuransi jika terjadi risiko yang tidak diinginkan. 

Berbeda dengan asuransi konvensional, jika tidak ada klaim selama masa pertanggungan untuk asuransi murni, maka dana dianggap hangus dan menjadi milik penanggung atau perusahaan asuransi.

Selain itu, dalam asuransi syariah sudah ditegaskan bahwa perusahaan asuransi tidak boleh berinvestasi dalam bidang yang bertentangan dengan prinsip syariah termasuk memilih tempat atau barang terlarang.

Asuransi jiwa syariah yang tepat adalah asuransi jiwa syariah yang disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, asuransi jiwa syariah yang diharapkan bisa menutupi kebutuhan hidup standar bagi ahli waris maupun untuk kepentingan tertentu seperti menjamin pendidikan anak saat tertanggung meninggal dunia.

Oleh karena itu beberapa poin penting ini bisa menjadi landasan bagaimana caranya memilih asuransi jiwa syariah yang benar dan tepat dengan kebutuhan Anda.

  • Pastikan bahwa uang pertanggungan yang dipilih sudah tepat. Sesuaikan lagi asuransi jiwa syariah yang dipilih dengan tujuannya.
  • Fokus pada proteksi bukan investasi. Pisahkan antara investasi dengan proteksi dan jangan digabungkan keduanya dalam satu produk asuransi jiwa syariah. Upayakan untuk memaksimalkan proteksi saja jika ingin memilih asuransi jiwa syariah.
  • Lebih bijak jika asuransi jiwa syariah dibeli ketika Anda memiliki tanggungan. Jika Anda belum memiliki tanggungan atau belum berkeluarga, Anda bisa mengalokasikan dananya untuk proteksi lain seperti memaksimalkan proteksi kesehatan atau investasi yang lebih menguntungkan.

Asuransi jiwa syariah salah satu rencana darurat yang sangat dibutuhkan apabila terjadi risiko kematian terhadap pengemban tanggung jawab finansial dalam keluarga atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, jangan sampai salah dalam memilih asuransi jiwa syariah dengan berbagai poin penting yang sudah dijelaskan.

Ada banyak perusahaan asuransi jiwa syariah yang menyediakan asuransi jiwa syariah bagus seperti asuransi jiwa syariah Prudential, asuransi jiwa syariah Allianz, asuransi jiwa syariah Manulife, asuransi jiwa syariah Sinarmas, dan lain-lain.

Akan tetapi, kriteria asuransi jiwa syariah yang bagus bukan berdasarkan produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi melainkan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

1. Beli asuransi jiwa syariah yang sesuai penghasilan

Beli produk asuransi jiwa syariah yang sesuai dengan kemampuan finansial. Alokasi dana yang bisa disisihkan dari penghasilan setidaknya sebesar 5 persen. Jika penghasilan Anda setiap bulan sebesar Rp5 juta, artinya Anda harus menyisihkan dana sebesar Rp250 ribu per bulan. Semakin tinggi penghasilan Anda, semakin tinggi juga dana yang harus disisihkan untuk proteksi jiwa.

2. Uang pertanggungan sesuai kebutuhan

Beli produk asuransi jiwa syariah yang memberikan uang pertanggungan sesuai dengan kebutuhan. Caranya tentu saja membandingkan beberapa produk yang ada dengan uang pertanggungan yang ditawarkan. Anda tidak perlu repot lagi membandingkan beberapa produk asuransi jiwa syariah yang ada.

Lifepal akan membantu Anda dalam memilih asuransi jiwa syariah terbaik yang dapat disesuaikan baik dengan pendapatan Anda maupun dengan jumlah uang pertanggungan yang diharapkan secara online dengan langkah yang sangat mudah.

3. Perusahaan asuransi mampu membayarkan klaim

Beli produk asuransi dari perusahaan yang punya integritas tinggi dan dikenal memiliki layanan yang responsif terhadap nasabah atau tertanggung. Salah satu faktor yang patut dipertimbangkan adalah tingkat likuiditas perusahaan. Yaitu kemampuan perusahaan asuransi membayarkan klaim tiap nasabah dari dana yang mereka miliki.

Jika Anda tidak mau repot berurusan dengan perusahaan asuransi, andalkan Lifepal! Lifepal berada di sisi nasabah dan akan membantu pengurusan polis hingga proses klaim kepada perusahaan asuransi.

4. Beli asuransi jiwa syariah di saat yang tepat

Produk asuransi jiwa syariah akan semakin malah seiring dengan bertambahnya usia. Waktu terbaik untuk membeli asuransi jiwa syariah adalah pada saat Anda sudah menikah. Misalnya antara usia 25-35 tahun. Oleh karena itu, atur keuangan bulanan Anda dengan memasukkan alokasi dana untuk membeli asuransi yang bagus bagi kebutuhan dan kemampuan finansial.

Asuransi jiwa syariah yang murah menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh orang-orang yang sudah sadar pentingnya proteksi nilai hidup seseorang.

Jika ingin mendapatkan asuransi jiwa syariah yang murah, perhatikan beberapa poin penting berikut ini:

1. Pilihlah asuransi jiwa syariah murni atau asuransi jiwa syariah term life

Jenis asuransi ini menawarkan kontribusi (premi) rendah dengan uang pertanggungan yang tinggi. Alasannya karena tidak ada unsur tabungan, manfaat tunai, ataupun investasi sehingga bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan proteksi nilai hidup tulang punggung keluarga (tertanggung).

2. Beli asuransi jiwa syariah saat usia masih muda

asuransi jiwa syariah yang murah bisa didapatkan dengan membeli saat usia Anda masih muda. Tidak masalah jika Anda belum menikah atau memiliki tanggungan anak. Anda bisa mendapatkan kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah yang lebih murah saat usia masih muda. Sebab, semakin tua usia maka semakin tinggi kontribusi (premi).

Sementara itu, uang pertanggungan bisa Anda alokasikan kepada ahli waris orang tua ataupun keluarga terdekat.

3. Bijak dalam membeli rider atau manfaat tambahan

kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah yang murah ditentukan oleh rider atau asuransi tambahan yang dipilih. Pada umumnya, agen atau broker menawarkan beberapa rider. Agar kontribusi (premi) tetap terjangkau, hindari menambahkan rider jika memang belum diperlukan. Semakin banyak rider yang ditambahkan maka kontribusi (premi) semakin mahal.

4. Pilih jenis asuransi jiwa syariah yang sesuai agar kontribusi (premi) semakin murah

Besaran kontribusi (premi) asuransi jiwa syariah ditentukan oleh jenis asuransi jiwa syariah yang Anda pilih. Misal, asuransi jiwa syariah murni biasanya dibanderol dengan kontribusi (premi) lebih terjangkau dibandingkan unit-link atau bahkan dwiguna. Sebab, tidak ada alokasi kontribusi (premi) untuk instrumen lain selain proteksi berupa uang pertanggungan.

5. Tunda beli asuransi seumur hidup (whole life) jika penghasilan belum stabil

Tunda membeli asuransi seumur hidup jika belum punya penghasilan lebih tinggi. Asuransi seumur hidup memang memberikan rasa aman dan tentram, namun hal yang harus dipertimbangkan adalah permi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis asuransi berjangka (term life).

Salah satu trik untuk mendapatkan kontribusi (premi) rendah adalah memilih asuransi berjangka dan bisa diperpanjang sampai periode yang diinginkan. Nilai kontribusi (premi)nya akan jauh lebih hemat jika harus membayar asuransi jiwa syariah seumur hidup sekaligus dalam satu waktu.

Salah satu alasan membeli asuransi jiwa syariah secara online karena lebih mudah dan nyaman tanpa bantuan agen asuransi.

Pembelian bisa dilakukan secara mandiri kapan saja dan di mana saja asal ada perangkat yang bisa terhubung ke internet seperti menggunakan smartphone, laptop, maupun komputer desktop.

Lifepal adalah salah satu marketplace asuransi yang memberikan berbagai produk asuransi jiwa syariah terbaik dengan pilihan uang pertanggungan yang dapat disesuaikan dengan kontribusi (premi) yang sesuai.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk membantu proses klaim hingga dokter dan bonus asuransi gratis berupa kecelakaan, demam berdarah dan tifus.

Salah satu rahasia mengapa membeli asuransi jiwa syariah secara online menguntungkan karena harganya bisa lebih murah 40 persen dibandingkan dengan membeli secara offline ataupun melalui agen.

Ada perbedaan antara agen asuransi dengan broker (pialang) asuransi jiwa syariah. Agen asuransi jiwa syariah adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada sebuah perusahaan asuransi jiwa syariah. Sementara broker asuransi adalah perusahaan yang menjadi perantara antara calon nasabah dan perusahaan asuransi.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi sementara broker asuransi lebih memposisikan sebagai orang yang mewakili kepentingan calon tertanggung atau tertanggung.

Lifepal sendiri hadir sebagai broker asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia. Anda bisa memperoleh rekomendasi asuransi jiwa syariah terbaik melalui situs Lifepal.co.id. Lifepal turut melayani tertanggung saat ingin melakukan klaim kepada perusahaan asuransi jiwa syariah.

Broker asuransi akan berada di sisi tertanggung kapan saja dibutuhkan. Lifepal hadir bagi Anda yang masih mencari asuransi jiwa syariah terbaik sesuai dengan bujet dan kebutuhan Anda.

Ada beberapa istilah penting yang harus dipahami oleh orang awam terutama jika Anda sudah berniat untuk membeli polis asuransi jiwa syariah.

  • Akad adalah perjanjian antara tertanggung dan penanggung atau peserta dengan perusahaan asuransi syariah yang menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing dalam hal asuransi syariah atau proteksi syariah yang dipilih maupun ditawarkan oleh masing-masing pihak.
  • Akad Tabarru’ adalah akad hibah berupa dana yang diberikan oleh peserta yang ditujukan untuk tujuan tolong menolong dan tidak boleh digunakan oleh perusahaan asuransi syariah. Perusahaan hanya berhak menjaga atau sebagai pihak yang dititpkan dana oleh para peserta.
  • Aktuaria adalah ilmu dalam asuransi yang menggunakan metode perhitungan saintifik dalam memperkirakan dan memperhitungkan risiko.
  • Ajudikasi adalah tahap penyelesaian sengketa dalam membantu mengambil keputusan tentang penerimaan dan penolakan klaim perusahaan asuransi terhadap klaim pemegang polis.
  • Anuitas adalah pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan asuransi secara berkala dalam periode tertentu.
  • Assignor adalah pihak yang melakukan penugasan hak dan manfaat asuransi dari pemegang polis kepada orang lain. 
  • Biaya akuisisi adalah biaya yang harus dikeluarkan saat penerbitan polis.
  • Biaya top-up adalah biaya yang harus dibayarkan untuk kontribusi (premi) berkala dan kontribusi (premi) tunggal. 
  • Cash value adalah total uang yang diberikan dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis.
  • Contestable period adalah jangka waktu yang diberikan kepada perusahaan (penanggung) untuk membatalkan polis.
  • Cuti kontribusi (premi) adalah kondisi di mana tertanggung berhenti membayarkan kontribusi (premi) untuk sementara waktu.
  • Masa tenggang adalah batas akhir yang diberikan perusahaan asuransi kepada pihak pemegang polis untuk membayar kontribusi (premi) sesuai dengan perjanjian. 
  • Masa tunggu adalah periode di mana tidak ada pembayaran kontribusi (premi) karena alasan tertentu.
  • Mortalitas adalah waktu perkiraan waktu rata-rata kematian yang tidak pasti.
  • Minor adalah pemegang polis yang berusia di bawah 21 tahun. 
  • Nilai aktiva bersih (NAB) adalah nilai dasar investasi dalam polis asuransi unit link.
  • Nilai investasi adalah nilai total unit yang terbentuk dalam periode tertentu.
  • Occupational risk/hazard adalah risiko pekerjaan yang dimiliki pemegang polis.
  • Payor adalah istilah pemegang polis dimana berkedudukan sebagai orang yang membayar kontribusi (premi).
  • Pemegang polis adalah orang yang ditanggung oleh perusahaan asuransi karena terdaftar sebagai tertanggung yang membayar kontribusi (premi) (kewajiban) sesuai dengan perjanjian dalam polis asuransi. 
  • Polis adalah perjanjian yang dilakukan antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (perusahaan asuransi) .
  • Kontribusi (premi) adalah biaya yang dibayarkan oleh tertanggung (nasabah) atau pemegang polis kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung. Kontribusi (premi) dibayarkan sesuai dengan kontrak dalam polis asuransi.
  • Qard adalah pinjaman murni dari dana perusahaan asuransi untuk dana tabarru’ pada saat terjadi defisit underwriting atau ketika dana tabarru’ tidak cukup membayar santunan (klaim) peserta. Namun demikian, dana qard yang sudah digunakan pada nantinya akan diganti atau dibayarkan utangnya jika dana tabarru’ mendapatkan surplus underwriting di kemudian hari.
  • Risiko adalah kemungkinan yang terjadi yang dapat menimpa seseorang atau tertanggung.
  • Secondary benefits adalah manfaat lain yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada tertanggung selain manfaat utama/pokok.
  • Uang pertanggungan adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika tertanggung mengajukan klaim saat mengalami risiko yang dijamin dalam polis asuransi.
  • Ujrah adalah biaya administrasi yang dibebankan oleh perusahaan asuransi kepada peserta sebagai fee pengelolaan dana peserta. Besaran fee sudah disepakati antara kedua belah pihak di awal perjanjian atau awal kontrak. 
  • Underwriter adalah seseorang yang memiliki kompetensi dalam menilai dan memperhitungkan risiko pemegang polis sehingga perusahaan asuransi dapat memutuskan untuk menerima atau menolak calon nasabah.

Apa Kata Mereka Tentang Kami

qudratullah Akim
qudratullah Akim
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Pusaka Ayudiguna
Pusaka Ayudiguna
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Tri Aprilistiyani
Tri Aprilistiyani
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
didik setyadi
didik setyadi
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0

Mereka yang Sudah Percaya pada Lifepal

Client Lifepal
Client Lifepal