Asuransi Jiwa

HEMAT 30%
Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
 

Pentingnya Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah produk akan memberikan sejumlah uang kepada ahli waris jika nasabah meninggal dunia atau mengalami cacat tetap. Syaratnya, kita perlu membayar premi secara rutin kepada perusahaan asuransi.

Produk ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi risiko keuangan akibat kematian, terutama jika kita sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan seperti pasangan dan anak. Harapannya, uang santunan kematian yang diberikan bisa mengganti penghasilan keluarga yang hilang.

Namun, masih banyak yang ragu untuk membeli asuransi jiwa karena menganggap harganya mahal. Benarkah? Bisa jadi tingginya premi disebabkan karena nasabah yang salah pilih asuransi. Kenyataannya, hanya dengan Rp200 ribu per bulan kita sudah bisa mendapatkan perlindungan maksimal.

Pada artikel ini akan dibahas apa saja manfaat, jenis, dan kesalahan dalam membeli asuransi jiwa. Selain itu, kita juga akan me-review enam brand asuransi jiwa murah terbaik yang bisa menjadi pilihan serta tips memilih asuransi yang bagus. Simak ulasannya di bawah ini!

Manfaat Asuransi Jiwa

Serangkaian manfaat berikut ini bisa diperoleh jika kita memiliki asuransi jiwa:

  • Melindungi diri dari risiko. Asuransi jiwa bisa melindungi keluarga dari musibah kematian tulang punggung keluarga yang menyebabkan hilangnya penghasilan. 
  • Mengelola keuangan. Asuransi jiwa penting untuk masuk ke dalam rencana keuangan. Sama seperti menabung, kita menyisihkan sebagian penghasilan untuk kepentingan di masa depan.
  • Memastikan kehidupan keluarga. Uang santunan dari asuransi jiwa dapat memastikan kelangsungan hidup keluarga setelah ditinggalkan tulang punggung.
  • Menjamin pendidikan anak. Pendidikan anak adalah faktor yang harus dipersiapkan dari jauh hari. Asuransi jiwa bisa meng-cover biaya tersebut apabila orangtua meninggal tanpa sempat menyiapkan biaya pendidikan yang cukup.

Jenis-jenis Asuransi Jiwa

Sebelum membeli asuransi jiwa, penting untuk memahami perbedaan beberapa jenis asuransi yang dipasarkan di Indonesia. Perhatikan tabel dibawah.

Jenis Asuransi Jiwa Cakupan Pertanggungan
Term Life (Berjangka) Pertanggungan dalam jangka waktu tertentu
Whole Life (Seumur Hidup) Pertanggungan seumur hidup
Unit Link Asuransi + investasi dengan risiko
Endowment (Dwiguna) Asuransi + pengembalian premi
Syariah Asuransi dengan prinsip syariat Islam
Dana Pensiun (DPLK) Tabungan pensiun
Rider Perluasan manfaat

Untuk memahami secara lebih detail, berikut penjelasan setiap jenis asuransi jiwa.

Asuransi jiwa berjangka (term life)

Asuransi jiwa berjangka adalah bentuk murni dari asuransi jiwa. Secara sederhana, produk ini akan memberikan perlindungan jiwa selama waktu tertentu (selanjutnya disebut masa pertanggungan). Umumnya, nasabah boleh memilih masa pertanggungan 5, 10, 15, 20, 25, atau 30 tahun.

Apabila tertanggung meninggal dunia dalam masa pertanggungan, ahli warisnya berhak untuk mendapatkan uang pertanggungan (UP) dari perusahaan asuransi. Asuransi jiwa berjangka yang bagus adalah yang menawarkan pertanggungan luas dengan premi kompetitif.

Selain kematian, polis ini  biasanya menawarkan pertanggungan tambahan, misalnya santunan cacat tetap, pembebasan premi, hingga pertanggungan kredit. Untuk mendapatkannya, kita perlu membeli asuransi tambahan (rider) dengan tambahan biaya premi.

Kelebihan Term Life

  • Premi relatif lebih murah dan bebas menentukan besarannya sesuai kemampuan masing-masing.
  • Uang pertanggungan bisa mencapai ratusan miliar rupiah yang artinya cukup besar.

Kekurangan Term Life

  • Premi yang sudah kita setorkan akan hangus pada saat masa asuransi berakhir.

Asuransi jiwa seumur hidup (whole life)

Produk Whole life memberikan perlindungan jiwa seumur hidup untuk tertanggung. Maksud dari seumur hidup di sini adalah sampai batas usia yang sangat tinggi, misalnya sampai usia 99 atau 100 tahun.

Umumnya, polis ini menjanjikan pengembalian premi pada masa akhir asuransi. Jadi, meskipun usia kita melewati 100 tahun, premi tidak akan hangus semua. Terlihat menarik bukan? Sayangnya fasilitas tersebut harus ditebus dengan premi yang jauh lebih mahal daripada asuransi term life.

Kelebihan Whole Life

  • Polis ini akan memberikan perlindungan seumur hidup sampai dengan janji pengembalian premi jika tidak ada klaim.
  • Ada saldo nilai tunai yang bisa diambil pada saat masa asuransi habis.
  • Jika pada waktu tertentu tidak sanggup membayar premi berkala, bisa menggunakan nilai tunai tersebut.
  • Uang pertanggungan akan cair saat masa asuransi habis.

Kekurangan Whole Life

  • Besaran premi relatif mahal, bisa mencapai dua kali lipat premi term life.
  • Nilai tunai tidak terlalu banyak karena banyak potongan biaya.

Unit link

Unit link adalah produk asuransi berbalut investasi. Premi yang kita bayarkan ke perusahaan asuransi tidak semuanya dipakai untuk membayar biaya asuransi, tetapi diinvestasikan sebagian.

Investasi tersebut bisa disalurkan ke berbagai portofolio, misalnya saham, deposito, atau obligasi. Nantinya perusahaan asuransi akan mengelola dana tersebut dengan harapan akan nilainya bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Perlu dicatat bahwa unit link lebih cocok untuk orang yang menyukai investasi jangka panjang dan memahami betul tentang risiko investasi yang tidak pasti.

Kelebihan Unit Link

  • Tak hanya mendapatkan asuransi jiwa, tapi juga manfaat hasil investasi.

Kekurangan Unit Link

  • Hasil investasi tidak akan begitu terasa karena banyak dipotong biaya asuransi.
  • Ada risiko asuransi merugi sehingga kita harus menambah saldo.

Asuransi jiwa dwiguna

Endowment adalah kombinasi asuransi dengan manfaat akumulasi dana. Perlu dicatat bahwa fokus utama dari asuransi dwiguna adalah untuk akumulasi dana. Sehingga, meski preminya tinggi, manfaat asuransi yang diberikan tidak maksimal karena uang santunan yang diberikan kecil.

Wajar saja, uang premi yang kita setorkan lebih besar dialokasikan untuk akumulasi dana. Pasalnya, produk ini memang menjanjikan target kumpulan dana yang cukup besar pada waktu tertentu. Salah satu contoh produk asuransi dwiguna adalah:

Asuransi pendidikan termasuk ke dalam endowment, yaitu perlindungan jiwa dengan pengembalian dana pasti. Namun, tujuan dari tabungan tersebut difokuskan untuk pendidikan anak. Asuransi pendidikan menjamin anak dari tertanggung bisa melanjutkan pendidikan sampai selesai, bahkan jika tertanggung meninggal. Sebenarnya, ada juga asuransi pendidikan dalam bentuk unit link. Namun, untuk mempersiapkan dana pasti seperti pendidikan tentunya lebih cocok jika menggunakan asuransi dwiguna. Pasalnya, hasil dari investasi tidak menentu, bisa naik ataupun turun.
Kelebihan Endowment

  • Dapat mengklaim polis sebelum masa asuransi berakhir.
  • Jika masih hidup sampai masa asuransi berakhir, kita tetap mendapat seluruh UP.

Kekurangan Endowment

  • Biaya premi relatif lebih mahal yaitu mencapai jutaan rupiah per bulannya.

Asuransi jiwa syariah

Asuransi jiwa syariah hampir mirip dengan asuransi konvensional, hanya saja dana premi nasabah dikelola dengan prinsip syariah. Konsep dasar dari asuransi syariah adalah tolong-menolong dan berbagi risiko. Oleh sebab itu, produk ini cocok bagi kita yang ingin menghindari riba dari asuransi.

Beberapa konsep asuransi syariah yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:

  • Akad atau perjanjian dengan prinsip tolong menolong dan sama-sama tidak mengharap imbalan.
  • Perusahaan hanya berperan sebagai pengelola dana milik nasabah, berbeda dengan asuransi konvensional yang mana perusahaan memegang hak milik premi yang disetor.
  • Keuntungan yang didapatkan dari pengelolaan dana investasi dibagikan ke para nasabah.
  • Peserta wajib menyisihkan sebagian keuntungannya untuk membayar zakat.
  • Kinerja asuransi syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS)
  • Dana yang telah disetorkan oleh nasabah dapat diambil apabila dalam perjalanannya tidak sanggup membayar iuran. Namun, tetap ada potongan untuk dana tabarru;.
  • Untuk produk unit link, dana hanya boleh diinvestasikan pada sektor yang tidak haram.
Kelebihan Asuransi Jiwa Syariah

  • Menghindari riba dengan prinsip tolong menolong.
  • Nasabah mendapatkan porsi bagi hasil lebih besar.
  • Pengelolaan dana lebih transparan.
  • Dana kontribusi tidak akan hangus; karena akan dikembalikan saat nasabah berhenti atau sudah melunasi kontrak.
  • Bisa melakukan double claim.

Kekurangan Asuransi Jiwa Syariah

  • Dana tidak bisa diinvestasikan di luar persetujuan Dewan Pengawas Syariah (DPS).
  • Tidak semua hal dapat diasuransikan dalam produk ini karena harus sesuai dengan prinsip syariah.
  • Varian produk terbatas dibandingkan produk konvensional.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Tentu semua orang ingin menjalani masa tua yang tenang. Makanya, keamanan finansial harus mulai dipersiapkan sejak dini.

Beberapa perusahaan asuransi menawarkan dana pensiun untuk persiapan masa tua kita. Jika memiliki polis dana pensiun, kita akan mendapatkan uang bulanan seperti gaji bahkan setelah berhenti bekerja. 

Oleh sebab itu, nasabah membutuhkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). DPLK adalah dana yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan, karyawan, atau pekerja mandiri.

Asuransi jiwa kredit

Asuransi jiwa kredit adalah salah satu jenis proteksi jiwa yang bertujuan untuk melindungi kerugian pada peminjam (kreditur) apabila debitur meninggal dunia sebelum melunasi kreditnya. Sisa utang akan dibayar oleh perusahaan asuransi dan otomatis ahli waris terbebas dari utang. 

Produk ini bermanfaat bagi yang tidak ingin meninggalkan utang bagi keluarga. Selain itu, pihak peminjam juga diuntungkan karena terhindar dari risiko gagal bayar kredit.

Asuransi tambahan (Rider)

Biasanya tidak semua penyebab kematian bisa ditanggung oleh polis. Ada beberapa pengecualian yang tidak termasuk ke dalam pertanggungan dasar.

Jika kita ingin mendapatkan pertanggungan lebih, kita perlu membeli rider dengan tambahan iuran premi. Namun, sebelum itu, pastikan bahwa kita memang benar-benar membutuhkan perluasan tersebut. Beberapa jenis rider yang sering tersedia untuk melengkapi polis kita, di antaranya:

Salah satu jenis rider adalah penyakit kritis. Umumnya, rider penyakit kritis mencakup serangan jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, cacat, dan lain-lain. Untuk menyembuhkan penyakit tersebut, tentu kita akan membutuhkan banyak dana. Jika tertanggung mengalami penyakit kritis yang ditanggung, dapat mengajukan klaim pengobatan.

Jika tiba-tiba kita tidak lagi bisa membayar premi karena suatu hal, tentu polis akan hangus. Padahal, keluarga tetap butuh perlindungan finansial. Rider Waiver of Premium menjanjikan pembebasan premi dalam kondisi tersebut. Polis tetap akan berjalan meskipun kita berhenti membayar premi akibat sebab tertentu (yang dijamin polis).

Kalau kita membeli ADBR, asuransi bakal memberikan UP, ditambah dengan uang tambahan apabila meninggal karena kecelakaan.

Jika tulang punggung keluarga yang diasuransikan mengalami cacat tetap total dan tidak lagi dapat mendapatkan penghasilan, maka keluarga tidak memiliki pemasukan. ATDPR akan secara rutin memberikan uang untuk keluarga selama beberapa waktu setelah kecelakaan.

Nah, setelah tahu jenis-jenis di atas, bagaimana cara memilihnya? Bagan di bawah akan membantu mencari jenis polis paling tepat untuk kebutuhan kita.

Alasan Beli Asuransi Jiwa

Memiliki asuransi jiwa berarti mempersiapkan masa depan keluarga. Dengan persiapan yang matang, kita akan menyelamatkan kehidupan orang terkasih saat mereka benar-benar membutuhkannya.

Untuk memahami seberapa penting asuransi jiwa, simak penjelasan berikut.

1. Angka kematian di usia produktif meningkat pesat!

Angka kematian masyarakat Indonesia diperkirakan bakal terus meningkat pesat. Bayangkan, dalam waktu 15 tahun ke depan, jumlah tahunan orang yang meninggal dunia bertambah hampir 50 persen! 

Menurut Kementerian Kesehatan, penyebab kematian terbesar masyarakat usia produktif adalah penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, kanker, penyakit jantung, serta diabetes. Secara total, PTM menyumbang 44 persen dari total kematian nasional.

2. Inflasi capai 4,8%, biaya hidup semakin tinggi

Dilansir dari CNBC, biaya pendidikan pada tahun 2020 mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi mencapai Rp187 juta. Jika asumsinya inflasi dana pendidikan 20 persen per tahun, maka dalam 10 tahun kita harus mempersiapkan uang sekolah anak sebanyak Rp1,1 miliar! 

Bayangkan jika penghasilan keluarga terhenti saat kita meninggal. Siapa yang bisa menjamin bahwa anak kita akan menyelesaikan pendidikan sebagai bekal hidupnya? 

Belum lagi biaya hidup terus meningkat seiring dengan kenaikan inflasi sebesar rata-rata 4,8 persen per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. Berdasarkan perhitungan Lifepal, uang Rp1 miliar pada tahun 2010 nilainya setara dengan Rp612 juta pada tahun 2020. Artinya, kalau tahun 2010 kita bisa membeli lima butir telur, dengan uang yang sama kita hanya bisa dapat dua butir di tahun 2020.

Risiko kematian yang meningkat dan biaya hidup semakin tinggi membuat asuransi jiwa sangat penting. Harapannya, keluarga dapat hidup normal jika tulang punggung keluarganya pergi terlebih dulu.

Sebagai informasi, Lifepal punya banyak pilihan asuransi jiwa dengan premi terjangkau dan uang pertanggungan tinggi. Kami juga sedang mengadakan event diskon 10 persen untuk premi tahunan dengan cashback 60 persen dan pengembalian premi!

Kamu bisa mendapatkan keuntungan tersebut dengan mengisi formulir di atas.

Lifepal adalah e-commerce yang memasarkan berbagai produk asuransi dari brand ternama dengan manfaat terbaik. Tak hanya mengkurasi dan menjual polis, kami sebagai Teman Andalanmu juga membantu pelanggan dalam proses konsultasi, pengajuan klaim, hingga keluhan lainnya.

Kesalahan Umum dalam Membeli Asuransi Jiwa

Sebelum memutuskan untuk membeli asuransi jiwa, perhatikan beberapa kesalahan umum nasabah asuransi jiwa berikut. Sehingga, kita bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

1. Salah mendaftarkan tertanggung

Tertanggung adalah pihak yang nyawanya ditanggung. Kalau tertanggung meninggal, maka klaim asuransi jiwa bisa cair.

Banyak yang mendaftarkan anak sebagai tertanggung dalam asuransi jiwa. Apakah itu tepat? Jawabannya bisa ya atau tidak.

Ya jika tujuan membeli asuransi adalah agar orangtua mendapatkan uang kalau anak meninggal atau mengalami cacat total tetap. Tidak jika tujuan asuransi jiwa adalah untuk memberikan uang kepada anak sebagai biaya hidup maupun pendidikan kalau orang tuanya meninggal.

Umumnya, tujuan orang membeli asuransi jiwa adalah yang kedua. Karena, kalau orang tua meninggal, anak akan kehilangan biaya untuk hidup. 

2. Salah pilih produk

Pastikan produk yang kita pilih sudah sesuai dengan keperluan. Untuk memahami jenis-jenis produk asuransi, silakan klik di sini.

3. Membeli rider yang tidak perlu

Ada banyak pilihan asuransi tambahan (rider) yang bisa memperluas manfaat asuransi jiwa. Tapi, jangan asal pilih ya! Soalnya dengan menambah rider, premi yang perlu kita bayar juga bakal bertambah. Misalnya, kita tidak perlu beli rider Penyakit Kritis kalau sudah di-cover polis asuransi kesehatan yang lain.

4. Membeli asuransi jiwa di waktu yang salah

Akan lebih menguntungkan kalau kita membeli asuransi jiwa pada usia muda. Karena, semakin bertambahnya usia, premi asuransi jiwa akan semakin tinggi. Jadi, jangan kelamaan menunda ya!

Tapi perlu dicatat, sebaiknya belilah asuransi jiwa kalau memang punya tanggungan. Kalau tidak, mending beli asuransi kesehatan saja.

5. Salah menentukan uang pertanggungan

Wajib diingat, asuransi jiwa itu alat untuk mengukur risiko keuangan. Jadi, nominal uang pertanggungan perlu ditentukan dengan tepat. Kalau terlalu kecil, tentu tidak akan cukup untuk membiayai keluarga. Tapi kalau terlalu besar, besaran preminya juga akan semakin besar.

6. Mudah percaya dengan agen

Kebanyakan orang yang membeli asuransi percaya begitu aja sama agen asuransi. Padahal kalau lagi apes, kita bisa ketemu oknum dan dipaksa beli produk atau rider yang tidak sesuai sama kebutuhan.

Daripada bingung, yuk ikut konsultasi gratis dengan Lifepal. Kami tidak hanya menyediakan produk dari satu brand saja tetapi telah bekerja sama dengan puluhan perusahaan asuransi.  Sehingga, kami bakal merekomendasikan polis yang memang betul-betul sesuai sama kebutuhan pelanggan. Kalau tertarik, silakan isi formulir di atas ya!

 

Memilih Asuransi Jiwa Terbaik di Indonesia 2020

Terdapat ratusan polis asuransi jiwa yang ada di pasaran. Mana yang terbaik?

Supaya lebih mudah untuk memilihnya, Lifepal menyajikan review enam brand asuransi jiwa terbaik yang ada di Indonesia. Simak ulasannya di bawah ini!

1. Asuransi Jiwa Cigna

Cigna menyediakan asuransi jiwa murni berjangka maupun seumur hidup dengan uang pertanggungan cukup tinggi yang bisa dibeli di Lifepal. Salah satu layanan menarik dari Cigna adalah klaim cepat, yaitu 45 menit saja untuk keputusan klaim meninggal dunia!

  • Life Protection Optima dari Cigna adalah asuransi jiwa murni yang bagus karena menawarkan masa pertanggungan 5 tahun saja dan perlindungan selama 10 tahun. Asuransi berjangka ini bakal memberikan pertanggungan sampai dengan Rp2 miliar!
  • Jika ingin hemat dengan mendaftarkan keluarga, Cigna juga memiliki polis Cigna Family Eazilife yang mampu melindungi 7 anggota keluarga dalam satu polis.

  • Sedang merencanakan pensiun? Cigna Second Life bisa jadi jawabannya. Asuransi whole life ini bakal kasih santunan kematian Rp50-150 juta hanya dengan premi mulai dari Rp200-300 ribuan saja!
  • Sebagai catatan, asuransi jiwa murah ini ditujukan untuk usia masuk 55-80 tahun ya!

2. Asuransi Jiwa Manulife

Manulife memberikan berbagai produk seperti asuransi jiwa whole life dan unit link. Fitur menarik dari brand ini adalah aplikasi MiAccount yang memungkinkan nasabah mengelola polis (perubahan data, klaim, informasi rumah sakit rekanan, dll.) secara online. Berikut dua polis unggulan Manulife.

  • Polis ini memberikan perlindungan seumur hidup sampai usia 99 tahun dengan premi bulanan mulai dari Rp475 ribu.
  • Jika membeli produk ini, kita bisa menambahkan beberapa rider, seperti Manulife Medicare Plus untuk biaya rumah sakit, Manulife Crisis Cover untuk risiko penyakit kritis, Waiver of Premium untuk pembebasan premi, dan ADDB untuk manfaat cacat tetap total.

3. Asuransi Jiwa Allianz

Jika dilihat dari varian produknya, Allianz lebih fokus menyediakan asuransi dengan manfaat investasi, atau yang sering disebut unit link. Untuk layanan nasabah keunggulan Allianz adalah adanya berbagai aplikasi eAZy, di mana nasabah bisa memantau polis, membayar premi, hingga mengajukan klaim secara online.

4. Asuransi Jiwa Prudential

Keunggulan dari asuransi jiwa Prudential adalah varian produknya yang sangat luas. Hampir semua jenis asuransi jiwa tersedia: asuransi jiwa murni, asuransi pendidikan, unit link, asuransi jiwa syariah, asuransi jiwa untuk karyawan, hingga bancassurance.

  • Polis ini menawarkan perlindungan jiwa selama 15 tahun dengan pembayaran premi 10 tahun dengan manfaat tambahan jika tertanggung mengalami kecelakaan di tempat kerja atau menderita penyakit khusus.
  • Pada masa akhir asuransi, Prudential juga menjanjikan pengembalian premi. Untuk mendapatkan produk ini, kita hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp250 ribu saja per bulan!

  • Prudential memiliki asuransi dwiguna USave PRUStar yang merupakan hasil kerjasama dengan Bank UOB.
  • Hanya dengan premi mulai dari Rp3,6 juta per tahun, kita akan mendapatkan perlindungan jiwa selama 10 tahun dengan pengembalian premi sebesar 110 persen.

5. Asuransi Jiwa Sequis Life

Sequis Life menawarkan produk asuransi jiwa seumur hidup dengan premi yang sangat murah. Selain itu, tersedia juga program dana pensiun dengan pilihan rider yang variatif.

  • Menawarkan perlindungan jiwa nasabah hingga usia 100 tahun.
  • Polis ini juga menawarkan uang pertanggungan hingga Rp250 juta dengan premi mulai dari Rp2.500 per hari!
  • Selain itu, nasabah juga mendapatkan nilai tunai yang bisa cair jika tidak ada klaim.
Memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia sebelum atau sesudah masa asuransi berakhir (usia 100 tahun). Selain itu, diberikan juga manfaat pensiun sebesar 100 persen uang pertanggungan dengan minimum uang pertanggungan Rp40 juta.

6. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri

PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri memiliki empat varian produk DPLK. Wajar saja, perusahaan yang berdiri tahun 1985 ini memang sejak awal fokus pada pengelolaan dana pensiun. Selain itu, tersedia juga produk lain seperti asuransi pendidikan dan unit link. Layanan menarik dari Tugu Mandiri adalah klaim cepat yang bisa diakses melalui situs resmi Tugu Mandiri.

  • Polis ini fokus pada pengelolaan tabungan dan investasi dana pensiun.
  • Untuk mendapatkannya, nasabah akan dikenakan premi mulai Rp300 ribu saja per bulan!
  • Nasabah akan mendapatkan santunan kematian term life sebesar 200 persen dari akumulasi iuran atau maksimal Rp200 juta.
  • Jika masih hidup sampai masa akhir pertanggungan, tentu nasabah akan mendapatkan pencairan dana yang sudah disetor.

Selain keenam brand di atas, kami juga membahas asuransi dari perusahaan lain seperti Simas Jiwa, BCA Life, AXA Mandiri, CAR, Generali, Zurich Life, dan lain-lain.

Cara Memilih Asuransi Jiwa Terbaik

Kasus asuransi Jiwa sraya dan asuransi jiwa Bumiputera sempat menurunkan kepercayaan masyarakat soal produk asuransi. Pasalnya, perusahaan milik negara tersebut gagal membayar klaim ribuan nasabahnya.

Berkaca dari dua kasus tersebut, penting untuk menggali informasi lebih dalam sebelum memilih polis yang tepat. Simak tips dari Lifepal untuk memilih yang terbaik di bawah ini.

1. Sesuaikan dengan tujuan finansial

Sama seperti investasi, asuransi adalah alat untuk mencapai tujuan finansial kita. Oleh sebab itu, penting menentukan tujuan membeli produk. Apakah untuk menyokong pendidikan anak? Atau dana pensiun? Atau supaya keluarga bisa melanjutkan hidup selama beberapa tahun saja?

Kalau ingin mencari polis yang sesuai sama kebutuhan tadi, Lifepal menyediakan konsultasi gratis dengan konsultan asuransi kami. Kamu hanya perlu mengisi formulir di bagian atas halaman ini.

2. Ingin murah? Pilih asuransi jiwa murni

Asuransi jiwa murni tidak menawarkan fungsi lain seperti tabungan atau investasi. Murni hanya untuk perlindungan jiwa saja. Oleh sebab itu, pembayaran premi tentu jauh lebih murah daripada asuransi berbalut investasi atau tabungan.

3. Riset reputasi perusahaan

Langkah termudah untuk mengetahui kinerja suatu perusahaan adalah dengan melakukan riset di media massa. Ketik saja nama perusahaan asuransi di Google, lalu buka tab “Berita”. Kita akan menemukan pemberitaan tentang perusahaan asuransi dari berbagai media bisnis seperti Tempo, Bisnis, dan CNBC.

Usahakan pilih berita yang ditulis satu dan dua tahun terakhir untuk memastikan kabar mengenai perusahaan asuransi itu memang masih update.

4. Cek kesehatan keuangan perusahaan

Kita perlu menganalisis laporan keuangan perusahaan untuk memastikan kesehatannya. Hal utama yang perlu disorot adalah kolom rasio solvabilitas atau Risk based capital (RBC).

RBC adalah indikator yang menggambarkan kemampuan perusahaan membayar utang jangka panjang. Berdasarkan ketentuan pemerintah, semua perusahaan asuransi wajib memiliki RBC minimal 120 persen. Jika Simas Jiwa memiliki RBC 508 persen, artinya perusahaan bisa membayar semua utangnya sebanyak lima kali lipat. Hal ini bisa berdampak pada kemampuannya dalam membayar klaim.

Informasi ini bisa kita dapatkan melalui laporan keuangan perusahaan pada tabel Indikator Kesehatan Keuangan dengan nama Rasio Pencapaian. Berikut brand asuransi dengan tingkat RBC terbaik yang bisa dibeli di Lifepal.co.id.

Brand RBC 2018
Simas Jiwa 508%
Manulife 461%
Allianz 328%
Cigna 315%
BRI Life 303%

5. Terdaftar di AAUI dan OJK

Pastikan kita memilih perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selain itu, pastikan juga kepesertaan mereka dalam di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Dengan demikian, perusahaan terbukti kredibel karena masih memiliki izin usaha dari pemerintah. Beberapa perusahaan di bawah AAJI di antaranya Manulife, Prudential, Allianz, Cigna, Astra Life, dan lain-lain.

Pemerintah memberikan ketentuan bahwa rasio likuiditas dan solvabilitas yang baik adalah minimum 120 persen. Apabila perusahaan asuransi yang kita temukan memiliki rasio di bawah angka tersebut, maka kondisi kesehatannya sedang tidak baik-baik saja.

Membeli asuransi jiwa praktis dan murah secara online

Sekarang membeli asuransi jiwa tidak lagi sulit, karena sudah banyak platform yang menyediakan produk asuransi online, misalnya Lifepal. Sebagai ecommerce asuransi, Lifepal menyediakan banyak pilihan polis terbaik yang ada di Indonesia. Tidak hanya mudah, beli asuransi jiwa di Lifepal jauh lebih hemat daripada di agen. Pasalnya, harga yang kami tawarkan 10 persen lebih murah, belum lagi ditambah dengan diskon!

Kalau bingung memilihnya, pelanggan bisa mendapatkan konsultasi gratis dengan tim kami. Kami akan merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Untuk mendapatkan konsultasi gratis, silakan mengisi formulir di bagian atas halaman ini ya!