Asuransi Jiwa

HEMAT 30%
Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
 

Pentingnya Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah asuransi yang akan memberikan sejumlah uang kepada ahli waris jika nasabah meninggal dunia. Syaratnya, nasabah perlu membayar premi secara rutin kepada perusahaan asuransi.

Produk ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi risiko keuangan akibat kematian, terutama jika kita sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan seperti pasangan dan anak. Harapannya, uang santunan kematian yang diberikan bisa mengganti penghasilan keluarga yang hilang.

Namun, masih banyak yang ragu untuk membeli asuransi jiwa karena menganggap harganya mahal. Benarkah? Bisa jadi tingginya premi disebabkan karena nasabah yang salah pilih asuransi. Kenyataannya, hanya dengan Rp200 ribu per bulan kita sudah bisa mendapatkan perlindungan maksimal.

Pada artikel ini  akan dibahas apa saja manfaat, jenis, dan kesalahan dalam membeli asuransi jiwa. Selain itu, kita juga akan me-review enam brand asuransi jiwa murah terbaik yang bisa menjadi pilihan serta tips memilih asuransi yang bagus. Simak ulasannya di bawah ini!

Manfaat Asuransi Jiwa

Sebelum membeli sebuah produk, tentu kita harus tahu dulu apa saja manfaatnya. Serangkaian manfaat berikut ini bisa diperoleh jika kita memiliki asuransi jiwa:

  • Melindungi diri dari risiko. Asuransi jiwa bisa melindungi keluarga dari musibah kehilangan tulang punggung keluarga yang menyebabkan hilangnya penghasilan.
  • Mengelola keuangan. Asuransi jiwa penting untuk masuk ke dalam rencana keuangan. Dengan adanya budgeting untuk premi rutin, maka kita belajar untuk mengelola uang.
  • Memastikan kehidupan keluarga. Uang santunan kematian dari asuransi jiwa dapat memastikan kelangsungan kehidupan keluarga setelah ditinggalkan tulang punggung keluarga.
  • Menjamin pendidikan anak. Pendidikan anak adalah faktor yang harus dipersiapkan dari jauh hari. Asuransi jiwa bisa meng-cover biaya tersebut apabila orangtua meninggal tanpa sempat menyiapkan biaya pendidikan yang cukup.

Jenis-jenis Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa yang ada di Indonesia terdiri dari empat jenis, yaitu term life, whole life, unit link, dan endowment. Sebagai bahan pertimbangan, penting untuk mengenali perbedaan keempatnya. Perhatikan tabel dibawah.

Jenis Asuransi Jiwa Cakupan Pertanggungan
Term Life (Berjangka) Pertanggungan dalam jangka waktu tertentu
Whole Life (Seumur Hidup) Pertanggungan seumur hidup
Unit Link Asuransi + investasi dengan risiko
Endowment (Dwiguna) Asuransi + tabungan

Untuk memahami secara lebih detail, berikut penjelasan setiap jenis asuransi jiwa.

1. Asuransi jiwa berjangka (term life

Asuransi jiwa berjangka adalah bentuk murni dari asuransi jiwa. Secara sederhana, produk ini akan memberikan perlindungan jiwa selama waktu tertentu (selanjutnya disebut masa pertanggungan). Umumnya, nasabah boleh memilih masa pertanggungan 5, 10, 15, 20, 25, atau 30 tahun. 

Apabila tertanggung meninggal dunia dalam masa pertanggungan, ahli warisnya berhak untuk mendapatkan uang pertanggungan (UP) dari perusahaan asuransi. Asuransi jiwa berjangka yang bagus adalah yang menawarkan pertanggungan luas dengan premi kompetitif.

Kelebihan Term Life

  • Premi relatif lebih murah dan bebas menentukan besarannya sesuai kemampuan masing-masing.
  • Uang pertanggungan bisa mencapai ratusan miliar rupiah yang artinya cukup besar.

Kekurangan Term Life

  • Premi yang sudah kita setorkan akan hangus pada saat masa asuransi berakhir.

Selain kematian, polis ini  biasanya menawarkan pertanggungan tambahan, misalnya santunan cacat tetap, pembebasan premi, hingga pertanggungan kredit. Untuk mendapatkannya, kita perlu membeli asuransi tambahan (rider) dengan tambahan biaya premi.

Salah satu varian dari asuransi jiwa term life adalah asuransi jiwa kredit. Produk ini bertujuan untuk melindungi kerugian pada peminjam (kreditur) apabila debitur meninggal dunia sebelum melunasi kreditnya. Sisa utang akan dibayar oleh perusahaan asuransi dan otomatis ahli waris terbebas dari utang. 

Asuransi jiwa kredit bermanfaat bagi yang tidak ingin meninggalkan utang bagi keluarga. Selain itu, pihak peminjam juga diuntungkan karena terhindar dari risiko gagal bayar kredit.

Contoh polis asuransi jiwa berjangka.

BCA Life memiliki polis term life Protection Guard dengan masa pertanggungan 12 tahun dan maksimal uang pertanggungan Rp1 miliar.

AXA Mandiri Secure Plan menawarkan perlindungan jiwa selama 10 tahun, namun hanya perlu membayar premi 5 tahun saja. Meskipun tergolong term life, produk ini akan mengembalikan premi sebesar 110 persen jika tidak ada klaim selama 10 tahun berturut-turut. Menariknya, polis ini juga tidak memiliki masa tunggu setelah pengajuan asuransi. Bagi nasabah yang berusia 18-55 tahun dapat membeli produk ini hanya dengan premi mulai dari Rp150 ribu per bulan.

Contoh polis asuransi jiwa kredit

PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya memberikan perlindungan kepada peminjam atau kreditur kepada debitur dalam bentuk asuransi jiwa berjangka menurun. Jadi, apabila debitur meninggal sebelum melunasi utang, maka CAR akan memberikan kompensasi untuk sisa kredit yang belum lunas. Jumlah pertanggungan menurun seiring dengan besaran angsuran yang sudah dibayar, oleh karena itu polis ini relatif murah.

Simas Penjaminan Kredit adalah salah satu polis asuransi jiwa kredit yang ditujukan untuk membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam mengakses permodalan. Apabila UKM gagal membayar kredit maka risiko tersebut akan dialihkan ke Sinar Mas. Adapun jenis yang dapat dijamin adalah kredit dengan plafond per debitur di atas Rp500 juta dan di bawah Rp500 juta namun dengan persyaratan pengelolaan berkelompok.

2. Asuransi jiwa seumur hidup (whole life

Produk whole life memberikan perlindungan jiwa seumur hidup untuk tertanggung. Maksud dari seumur hidup di sini adalah sampai batas usia yang sangat tinggi, misalnya sampai usia 99 atau 100 tahun.

Umumnya, polis ini menjanjikan pengembalian premi pada masa akhir asuransi. Jadi, meskipun usia kita melewati 100 tahun, premi tidak akan hangus semua. Terlihat menarik bukan? Sayangnya fasilitas tersebut harus ditebus dengan premi yang jauh lebih mahal daripada asuransi term life.

Kelebihan Whole Life

  • Polis ini akan memberikan perlindungan seumur hidup sampai dengan janji pengembalian premi jika tidak ada klaim. 
  • Ada saldo nilai tunai yang bisa diambil pada saat masa asuransi habis.
  • Jika pada waktu tertentu tidak sanggup membayar premi berkala, bisa menggunakan nilai tunai tersebut.
  • Uang pertanggungan akan cair saat masa asuransi habis.

Kekurangan Whole Life

  • Besaran premi relatif mahal, bisa mencapai dua kali lipat premi term life.
  • Nilai tunai tidak terlalu banyak karena banyak potongan biaya.

Terkadang asuransi jiwa seumur hidup dipasarkan dengan varian lain, misalnya Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Produk ini bertujuan untuk mempersiapkan masa tua kita. Jika memiliki polis dana pensiun, kita akan mendapatkan uang bulanan seperti gaji bahkan setelah berhenti bekerja. 

Sebagai informasi, DPLK adalah dana yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan, karyawan, atau pekerja mandiri.

Contoh polis asuransi jiwa seumur hidup

PT Asuransi Jiwa Sequis Life, perusahaan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, menawarkan lima produk whole life, salah satunya Financial Smart Life yang akan melindungi nasabah hingga usia 100 tahun. Polis ini menawarkan uang pertanggungan hingga Rp250 juta dengan premi mulai dari Rp2.500 per hari. Selain itu, nasabah juga mendapatkan nilai tunai yang bisa cair jika tidak ada klaim.

AIA Critical Protection adalah polis whole life yang juga memberikan manfaat pertanggungan 60 jenis penyakit kritis hingga usia 99 tahun dengan usia masuk maksimal 60 tahun. Kita akan mendapatkan manfaat meninggal, manfaat meninggal akibat kecelakaan, dan manfaat asuransi polis. Namun, polis ini mengecualikan pre-existing condition, yaitu penyakit yang sudah diderita sebelum mendaftar.

Contoh polis DPLK

PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri memiliki empat varian produk DPLK. Wajar saja, perusahaan yang berdiri tahun 1985 ini memang sejak awal fokus pada pengelolaan dana pensiun. Tidak hanya mengelola dana, ada juga produk Tugu Mandiri yang menawarkan manfaat Hospital Cash Plan, yaitu TM SiTAMPAN SAHATI, sementara itu polis TM SiTAMPAN INSANI fokus pada pengelolaan tabungan dan investasi dana pensiun.

Untuk mendapatkan polis kedua, nasabah akan dikenakan premi mulai Rp300 ribu saja per bulan! Nasabah akan mendapatkan santunan kematian term life sebesar 200 persen dari akumulasi iuran atau maksimal Rp200 juta. Jika masih hidup sampai masa akhir pertanggungan, tentu nasabah akan mendapatkan pencairan dana yang sudah disetor.

BRI memiliki Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) untuk individu maupun korporasi. Tujuannya adalah untuk menyediakan dana pensiun bagi karyawan. Dana yang dikumpulkan dapat disimpan dalam berbagai instrumen investasi, seperti pasar uang, saham, dan lain-lain.

3. Unit link 

Unit link adalah produk asuransi berbalut investasi. Premi yang kita bayarkan ke perusahaan asuransi tidak semuanya dipakai untuk membayar biaya asuransi, tetapi diinvestasikan sebagian.

Kelebihan Unit Link

  • Tak hanya mendapatkan asuransi jiwa, tapi juga manfaat hasil investasi.

Kekurangan Unit Link

  • Hasil investasi tidak akan begitu terasa karena banyak dipotong biaya asuransi.
  • Ada risiko asuransi merugi sehingga kita harus menambah saldo.

Investasi dalam unit link bisa disalurkan ke berbagai portofolio, misalnya saham, deposito, atau obligasi. Nantinya perusahaan asuransi akan mengelola dana tersebut dengan harapan akan nilainya bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Perlu dicatat bahwa unit link lebih cocok untuk orang yang menyukai investasi jangka panjang dan memahami betul tentang risiko investasi yang tidak pasti.

Contoh polis unit link

Generali menawarkan beberapa unit link; iPLAN, iPLAN Syariah, dan We Flexi Pro yang bisa kita tambahkan dengan banyak rider seperti penyakit kritis, pembebasan premi, hingga cacat tetap total. Uniknya, perusahaan ini memiliki ROBO-ARMS, yaitu teknologi bisa mengelola portofolio investasi secara otomatis dan sesuai profil risiko nasabah.
Hanya dengan Rp400 ribu per bulan, kita sudah bisa mendapatkan produk unit link Maestro Link Plus dari AXA yang bisa melindungi tertanggung sampai usia 99 tahun! Pada akhir masa asuransi, nasabah juga akan mendapat 100 persen pengembalian premi ditambah dengan nilai tunai.

4. Asuransi jiwa dwiguna

Endowment adalah kombinasi asuransi dengan manfaat akumulasi dana. Perlu dicatat bahwa fokus utama dari asuransi dwiguna adalah untuk akumulasi dana. Sehingga, meski preminya tinggi, manfaat asuransi yang diberikan tidak maksimal karena uang santunan yang diberikan kecil.

Wajar saja, uang premi yang kita setorkan lebih besar dialokasikan untuk akumulasi dana. Pasalnya, produk ini memang menjanjikan target kumpulan dana yang cukup besar pada waktu tertentu. 

Kelebihan Endowment

  • Dapat mengklaim polis sebelum masa asuransi berakhir.
  • Jika masih hidup sampai masa asuransi berakhir, kita tetap mendapat seluruh UP.

Kekurangan Endowment

  • Biaya premi relatif lebih mahal yaitu mencapai jutaan rupiah per bulannya.

Asuransi pendidikan juga termasuk ke dalam endowment, yaitu perlindungan jiwa dengan pengembalian dana pasti. Namun, tujuan dari tabungan tersebut  difokuskan untuk pendidikan anak. Asuransi pendidikan menjamin anak dari tertanggung bisa melanjutkan pendidikan sampai selesai, bahkan jika tertanggung meninggal. 

Sebenarnya, ada juga asuransi pendidikan dalam bentuk unit link. Namun, untuk mempersiapkan dana pasti seperti pendidikan tentunya lebih cocok jika menggunakan asuransi dwiguna. Pasalnya, hasil dari investasi tidak menentu, bisa naik ataupun turun.

Contoh polis endowment

Mandiri Inhealth Endowment menawarkan manfaat hidup maupun meninggal sebesar 100 persen dari uang pertanggungan. Jadi, baik jika nasabah meninggal dalam masa asuransi ataupun masih hidup sampai masa asuransi berakhir, nasabah/ahli waris tetap akan mendapatkan UP secara utuh. Masa asuransi produk ini adalah 3-5 tahun dengan usia masuk 18-67 tahun.

Hy-End Pro adalah produk endowment yang memberikan manfaat hidup dan manfaat meninggal dengan uang pertanggungan sampai dengan Rp20 miliar! Adapun minimum premi yang harus kita bayar adalah minimal Rp10 juta. Pada tahun ke-5 sebanyak 105 persen dari premi dapat dicairkan dan pada tahun ke-10 sebesar 110 persen.

Asuransi Jiwa dengan Prinsip Syariah 

Asuransi jiwa syariah hampir mirip dengan asuransi konvensional, hanya saja dana premi nasabah dikelola dengan prinsip syariah. Konsep dasar dari asuransi syariah adalah tolong-menolong dan berbagi risiko. Oleh sebab itu, produk ini cocok bagi kita yang ingin menghindari riba dari asuransi. 

Kelebihan Asuransi Jiwa Syariah

  • Menghindari riba dengan prinsip tolong menolong.
  • Nasabah mendapatkan porsi bagi hasil lebih besar.
  • Pengelolaan dana lebih transparan.
  • Dana kontribusi tidak akan hangus; karena akan dikembalikan saat nasabah berhenti atau sudah melunasi kontrak.
  • Bisa melakukan double claim.

Kekurangan Asuransi Jiwa Syariah

  • Dana tidak bisa diinvestasikan di luar persetujuan Dewan Pengawas Syariah (DPS).
  • Tidak semua hal dapat diasuransikan dalam produk ini karena harus sesuai dengan prinsip syariah.
  • Varian produk terbatas dibandingkan produk konvensional.

Beberapa konsep asuransi syariah yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:

  • Akad atau perjanjian dengan prinsip tolong menolong dan sama-sama tidak mengharap imbalan.
  • Perusahaan hanya berperan sebagai pengelola dana milik nasabah, berbeda dengan asuransi konvensional yang mana perusahaan memegang hak milik premi yang disetor.
  • Keuntungan yang didapatkan dari pengelolaan dana investasi dibagikan ke para nasabah.
  • Peserta wajib menyisihkan sebagian keuntungannya untuk membayar zakat.
  • Kinerja asuransi syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS)
  • Dana yang telah disetorkan oleh nasabah dapat diambil apabila dalam perjalanannya tidak sanggup membayar iuran. Namun, tetap ada potongan untuk dana tabarru;.
  • Untuk produk unit link, dana hanya boleh diinvestasikan pada sektor yang tidak haram.

Contoh polis asuransi jiwa syariah

Al Amin menawarkan polis Al Amin Badal Arafah yang menjamin pembiayaan ibadah haji dan santunan kematian apabila peserta meninggal karena sakit ataupun kecelakaan.

Takaful Al-khairat Individu menawarkan maksimal pertanggungan Rp150 juta untuk satu tahun. Kita bisa mendapatkan produk ini dengan mengisi formulir pada bagian atas halaman ini.

Jenis-jenis Rider dalam Asuransi Jiwa

Asuransi tambahan adalah produk yang Tidak semua penyebab kematian bisa ditanggung oleh polis. Ada beberapa pengecualian yang tidak termasuk ke dalam pertanggungan dasar.

Jika kita ingin mendapatkan pertanggungan lebih, kita perlu membeli rider. Namun, sebelum itu, pastikan bahwa kita memang benar-benar membutuhkan perluasan tersebut. Beberapa jenis rider yang sering tersedia untuk melengkapi polis kita, di antaranya:

Salah satu jenis rider adalah penyakit kritis. Umumnya, rider penyakit kritis mencakup serangan jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, cacat, dan lain-lain. Untuk menyembuhkan penyakit tersebut, tentu kita akan membutuhkan banyak dana. Jika tertanggung mengalami penyakit kritis yang ditanggung, dapat mengajukan klaim pengobatan.

Jika tiba-tiba kita tidak lagi bisa membayar premi karena suatu hal, tentu polis akan hangus. Padahal, keluarga tetap butuh perlindungan finansial. Rider Waiver of Premium menjanjikan pembebasan premi dalam kondisi tersebut. Polis tetap akan berjalan meskipun kita berhenti membayar premi akibat sebab tertentu (yang dijamin polis).

Kalau kita membeli ADBR, asuransi bakal memberikan UP, ditambah dengan uang tambahan apabila meninggal karena kecelakaan.

Jika tulang punggung keluarga yang diasuransikan mengalami cacat tetap total dan tidak lagi dapat mendapatkan penghasilan, maka keluarga tidak memiliki pemasukan. ATDPR akan secara rutin memberikan uang untuk keluarga selama beberapa waktu setelah kecelakaan.

Nah, setelah tahu jenis-jenis di atas, bagaimana cara memilihnya? Bagan di bawah akan membantu mencari jenis polis paling tepat untuk kebutuhan kita.

Alasan Harus Punya Asuransi Jiwa

Memiliki asuransi jiwa berarti mempersiapkan masa depan keluarga. Dengan persiapan yang matang, kita akan menyelamatkan kehidupan orang terkasih saat mereka benar-benar membutuhkannya.

Untuk memahami seberapa penting asuransi jiwa, simak penjelasan berikut.

1. Angka kematian di usia produktif meningkat pesat!

Angka kematian masyarakat Indonesia diperkirakan bakal terus meningkat pesat. Bayangkan, dalam waktu 15 tahun ke depan, jumlah tahunan orang yang meninggal dunia bertambah hampir 50 persen! 

Menurut Kementerian Kesehatan, penyebab kematian terbesar masyarakat usia produktif adalah penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, kanker, penyakit jantung, serta diabetes. Secara total, PTM menyumbang 44 persen dari total kematian nasional.

2. Inflasi capai 4,8%, biaya hidup semakin tinggi

Dilansir dari CNBC, biaya pendidikan pada tahun 2020 mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi mencapai Rp187 juta. Jika asumsinya inflasi dana pendidikan 20 persen per tahun, maka dalam 10 tahun kita harus mempersiapkan uang sekolah anak sebanyak Rp1,1 miliar! 

Bayangkan jika penghasilan keluarga terhenti saat kita meninggal. Siapa yang bisa menjamin bahwa anak kita akan menyelesaikan pendidikan sebagai bekal hidupnya? 

Belum lagi biaya hidup terus meningkat seiring dengan kenaikan inflasi sebesar rata-rata 4,8 persen per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. Berdasarkan perhitungan Lifepal, uang Rp1 miliar pada tahun 2010 nilainya setara dengan Rp612 juta pada tahun 2020. Artinya, kalau tahun 2010 kita bisa membeli lima butir telur, dengan uang yang sama kita hanya bisa dapat dua butir di tahun 2020.

Risiko kematian yang meningkat dan biaya hidup semakin tinggi membuat asuransi jiwa sangat penting. Harapannya, keluarga dapat hidup normal jika tulang punggung keluarganya pergi terlebih dulu.

Sebagai informasi, Lifepal punya banyak pilihan asuransi jiwa dengan premi terjangkau dan uang pertanggungan tinggi. Kami juga sedang mengadakan event diskon 10 persen untuk premi tahunan dengan cashback 60 persen dan pengembalian premi!

Kamu bisa mendapatkan keuntungan tersebut dengan mengisi formulir di atas.

Lifepal adalah e-commerce yang memasarkan berbagai produk asuransi dari brand ternama dengan manfaat terbaik. Tak hanya mengkurasi dan menjual polis, kami sebagai Teman Andalanmu juga membantu pelanggan dalam proses konsultasi, pengajuan klaim, hingga keluhan lainnya.

Kesalahan Umum dalam Membeli Asuransi Jiwa

Sebelum memutuskan untuk membeli asuransi jiwa, perhatikan beberapa kesalahan umum nasabah asuransi jiwa berikut. Sehingga, kita bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

1. Salah mendaftarkan tertanggung

Tertanggung adalah pihak yang nyawanya ditanggung. Kalau tertanggung meninggal, maka klaim asuransi jiwa bisa cair.

Banyak yang mendaftarkan anak sebagai tertanggung dalam asuransi jiwa. Apakah itu tepat? Jawabannya bisa ya atau tidak.

Ya jika tujuan membeli asuransi adalah agar orangtua mendapatkan uang kalau anak meninggal atau mengalami cacat total tetap. Tidak jika tujuan asuransi jiwa adalah untuk memberikan uang kepada anak sebagai biaya hidup maupun pendidikan kalau orang tuanya meninggal.

Umumnya, tujuan orang membeli asuransi jiwa adalah yang kedua. Karena, kalau orang tua meninggal, anak akan kehilangan biaya untuk hidup. 

2. Salah pilih produk

Pastikan produk yang kita pilih sudah sesuai dengan keperluan. Untuk memahami jenis-jenis produk asuransi, silakan klik di sini.

3. Membeli rider yang tidak perlu

Ada banyak pilihan asuransi tambahan (rider) yang bisa memperluas manfaat asuransi jiwa. Tapi, jangan asal pilih ya! Soalnya dengan menambah rider, premi yang perlu kita bayar juga bakal bertambah. Misalnya, kita tidak perlu beli rider Penyakit Kritis kalau sudah di-cover polis asuransi kesehatan yang lain.

4. Membeli asuransi jiwa di waktu yang salah

Akan lebih menguntungkan kalau kita membeli asuransi jiwa pada usia muda. Karena, semakin bertambahnya usia, premi asuransi jiwa akan semakin tinggi. Jadi, jangan kelamaan menunda ya!

Tapi perlu dicatat, sebaiknya belilah asuransi jiwa kalau memang punya tanggungan. Kalau tidak, mending beli asuransi kesehatan saja.

5. Salah menentukan uang pertanggungan

Wajib diingat, asuransi jiwa itu alat untuk mengukur risiko keuangan. Jadi, nominal uang pertanggungan perlu ditentukan dengan tepat. Kalau terlalu kecil, tentu tidak akan cukup untuk membiayai keluarga. Tapi kalau terlalu besar, besaran preminya juga akan semakin besar.

6. Mudah percaya dengan agen

Kebanyakan orang yang membeli asuransi percaya begitu aja sama agen asuransi. Padahal kalau lagi apes, kita bisa ketemu oknum dan dipaksa beli produk atau rider yang tidak sesuai sama kebutuhan.

Daripada bingung, yuk ikut konsultasi gratis dengan Lifepal. Kami tidak hanya menyediakan produk dari satu brand saja tetapi telah bekerja sama dengan puluhan perusahaan asuransi.  Sehingga, kami bakal merekomendasikan polis yang memang betul-betul sesuai sama kebutuhan pelanggan. Kalau tertarik, silakan isi formulir di atas.

 

Daftar Asuransi Jiwa Terbaik di Indonesia 2020

Terdapat ratusan polis asuransi jiwa yang ada di pasaran. Mana yang terbaik?

Supaya lebih mudah untuk memilihnya, Lifepal menyajikan review enam brand asuransi jiwa terbaik yang ada di Indonesia. Simak ulasannya di bawah ini!

1. Asuransi Jiwa Cigna

Cigna menyediakan asuransi jiwa murni berjangka maupun seumur hidup dengan uang pertanggungan cukup tinggi yang bisa dibeli di Lifepal. Salah satu layanan menarik dari Cigna adalah klaim cepat, yaitu 45 menit saja untuk keputusan klaim meninggal dunia!

  • Life Protection Optima dari Cigna adalah asuransi jiwa murni yang bagus karena menawarkan masa pertanggungan 5 tahun saja dan perlindungan selama 10 tahun. Asuransi berjangka ini bakal memberikan pertanggungan sampai dengan Rp2 miliar!
  • Jika ingin hemat dengan mendaftarkan keluarga, Cigna juga memiliki polis Cigna Family Eazilife yang mampu melindungi 7 anggota keluarga dalam satu polis.

  • Sedang merencanakan pensiun? Cigna Second Life bisa jadi jawabannya. Asuransi whole life ini bakal kasih santunan kematian Rp50-150 juta hanya dengan premi mulai dari Rp200-300 ribuan saja!
  • Sebagai catatan, asuransi jiwa murah ini ditujukan untuk usia masuk 55-80 tahun ya!

2. Asuransi Jiwa Manulife

Manulife memberikan berbagai produk seperti asuransi jiwa whole life dan unit link. Fitur menarik dari brand ini adalah aplikasi MiAccount yang memungkinkan nasabah mengelola polis (perubahan data, klaim, informasi rumah sakit rekanan, dll.) secara online. Berikut dua polis unggulan Manulife.

  • Polis ini memberikan perlindungan seumur hidup sampai usia 99 tahun dengan premi bulanan mulai dari Rp475 ribu.
  • Jika membeli produk ini, kita bisa menambahkan beberapa rider, seperti Manulife Medicare Plus untuk biaya rumah sakit, Manulife Crisis Cover untuk risiko penyakit kritis, Waiver of Premium untuk pembebasan premi, dan ADDB untuk manfaat cacat tetap total.

3. Asuransi Jiwa Allianz

Jika dilihat dari varian produknya, Allianz lebih fokus menyediakan asuransi dengan manfaat investasi, atau yang sering disebut unit link. Untuk layanan nasabah keunggulan Allianz adalah adanya berbagai aplikasi eAZy, di mana nasabah bisa memantau polis, membayar premi, hingga mengajukan klaim secara online.

4. Asuransi Jiwa Prudential

Keunggulan dari asuransi jiwa Prudential adalah varian produknya yang sangat luas. Hampir semua jenis asuransi jiwa tersedia: asuransi jiwa murni, asuransi pendidikan, unit link, asuransi jiwa syariah, asuransi jiwa untuk karyawan, hingga bancassurance.

  • Polis ini menawarkan perlindungan jiwa selama 15 tahun dengan pembayaran premi 10 tahun dengan manfaat tambahan jika tertanggung mengalami kecelakaan di tempat kerja atau menderita penyakit khusus.
  • Pada masa akhir asuransi, Prudential juga menjanjikan pengembalian premi. Untuk mendapatkan produk ini, kita hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp250 ribu saja per bulan!

  • Prudential memiliki asuransi dwiguna USave PRUStar yang merupakan hasil kerjasama dengan Bank UOB.
  • Hanya dengan premi mulai dari Rp3,6 juta per tahun, kita akan mendapatkan perlindungan jiwa selama 10 tahun dengan pengembalian premi sebesar 110 persen.

5. Asuransi Jiwa Sequis Life

Sequis Life menawarkan produk asuransi jiwa seumur hidup dengan premi yang sangat murah. Selain itu, tersedia juga program dana pensiun dengan pilihan rider yang variatif.

  • Menawarkan perlindungan jiwa nasabah hingga usia 100 tahun.
  • Polis ini juga menawarkan uang pertanggungan hingga Rp250 juta dengan premi mulai dari Rp2.500 per hari!
  • Selain itu, nasabah juga mendapatkan nilai tunai yang bisa cair jika tidak ada klaim.
Memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia sebelum atau sesudah masa asuransi berakhir (usia 100 tahun). Selain itu, diberikan juga manfaat pensiun sebesar 100 persen uang pertanggungan dengan minimum uang pertanggungan Rp40 juta.

6. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri

PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri memiliki empat varian produk DPLK. Wajar saja, perusahaan yang berdiri tahun 1985 ini memang sejak awal fokus pada pengelolaan dana pensiun. Selain itu, tersedia juga produk lain seperti asuransi pendidikan dan unit link. Layanan menarik dari Tugu Mandiri adalah klaim cepat yang bisa diakses melalui situs resmi Tugu Mandiri.

  • Polis ini fokus pada pengelolaan tabungan dan investasi dana pensiun.
  • Untuk mendapatkannya, nasabah akan dikenakan premi mulai Rp300 ribu saja per bulan!
  • Nasabah akan mendapatkan santunan kematian term life sebesar 200 persen dari akumulasi iuran atau maksimal Rp200 juta.
  • Jika masih hidup sampai masa akhir pertanggungan, tentu nasabah akan mendapatkan pencairan dana yang sudah disetor.

Selain keenam brand di atas, kami juga membahas asuransi dari perusahaan lain seperti Simas Jiwa, BCA Life, AXA Mandiri, CAR, Generali, Zurich Life, dan lain-lain.

Cara Memilih Asuransi Jiwa Terbaik

Kasus asuransi Jiwa sraya dan asuransi jiwa Bumiputera sempat menurunkan kepercayaan masyarakat soal produk asuransi. Pasalnya, perusahaan milik negara tersebut gagal membayar klaim ribuan nasabahnya.

Berkaca dari dua kasus tersebut, penting untuk menggali informasi lebih dalam sebelum memilih polis yang tepat. Simak tips dari Lifepal untuk memilih yang terbaik di bawah ini.

1. Sesuaikan dengan tujuan finansial

Sama seperti investasi, asuransi adalah alat untuk mencapai tujuan finansial kita. Oleh sebab itu, penting menentukan tujuan membeli produk. Apakah untuk menyokong pendidikan anak? Atau dana pensiun? Atau supaya keluarga bisa melanjutkan hidup selama beberapa tahun saja?

Kalau ingin mencari polis yang sesuai sama kebutuhan tadi, Lifepal menyediakan konsultasi gratis dengan konsultan asuransi kami. Kamu hanya perlu mengisi formulir di bagian atas halaman ini.

2. Ingin murah? Pilih asuransi jiwa murni

Asuransi jiwa murni tidak menawarkan fungsi lain seperti tabungan atau investasi. Murni hanya untuk perlindungan jiwa saja. Oleh sebab itu, pembayaran premi tentu jauh lebih murah daripada asuransi berbalut investasi atau tabungan.

3. Riset reputasi perusahaan

Langkah termudah untuk mengetahui kinerja suatu perusahaan adalah dengan melakukan riset di media massa. Ketik saja nama perusahaan asuransi di Google, lalu buka tab “Berita”. Kita akan menemukan pemberitaan tentang perusahaan asuransi dari berbagai media bisnis seperti Tempo, Bisnis, dan CNBC.

Usahakan pilih berita yang ditulis satu dan dua tahun terakhir untuk memastikan kabar mengenai perusahaan asuransi itu memang masih update.

4. Cek kesehatan keuangan perusahaan

Kita perlu menganalisis laporan keuangan perusahaan untuk memastikan kesehatannya. Hal utama yang perlu disorot adalah kolom rasio solvabilitas atau Risk based capital (RBC).

RBC adalah indikator yang menggambarkan kemampuan perusahaan membayar utang jangka panjang. Berdasarkan ketentuan pemerintah, semua perusahaan asuransi wajib memiliki RBC minimal 120 persen. Jika Simas Jiwa memiliki RBC 508 persen, artinya perusahaan bisa membayar semua utangnya sebanyak lima kali lipat. Hal ini bisa berdampak pada kemampuannya dalam membayar klaim.

Informasi ini bisa kita dapatkan melalui laporan keuangan perusahaan pada tabel Indikator Kesehatan Keuangan dengan nama Rasio Pencapaian. Berikut brand asuransi dengan tingkat RBC terbaik yang bisa dibeli di Lifepal.co.id.

Brand Risk Based Capital (RBC) 2018
Simas Jiwa 508%
Manulife 461%
Allianz 328%
Cigna 315%
BRI Life 303%

5. Terdaftar di AAJI dan OJK

Pastikan kita memilih perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selain itu, pastikan juga kepesertaan mereka dalam di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Dengan demikian, perusahaan terbukti kredibel karena masih memiliki izin usaha dari pemerintah. Beberapa perusahaan di bawah AAJI di antaranya Manulife, Prudential, Allianz, Cigna, Astra Life, dan lain-lain.

Pemerintah memberikan ketentuan bahwa rasio likuiditas dan solvabilitas yang baik adalah minimum 120 persen. Apabila perusahaan asuransi yang kita temukan memiliki rasio di bawah angka tersebut, maka kondisi kesehatannya sedang tidak baik-baik saja.

Membeli asuransi jiwa praktis dan murah secara online

Sekarang membeli asuransi jiwa tidak lagi sulit, karena sudah banyak platform yang menyediakan produk asuransi online, misalnya Lifepal. Sebagai ecommerce asuransi, Lifepal menyediakan banyak pilihan polis terbaik yang ada di Indonesia. Tidak hanya mudah, beli asuransi jiwa di Lifepal jauh lebih hemat daripada di agen. Pasalnya, harga yang kami tawarkan 10 persen lebih murah, belum lagi ditambah dengan diskon!

Kalau bingung memilihnya, pelanggan bisa mendapatkan konsultasi gratis dengan tim kami. Kami akan merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Untuk mendapatkan konsultasi gratis, silakan mengisi formulir di bagian atas halaman ini ya!

 

Tips & Pertanyaan

Apa yang dimaksud dengan asuransi jiwa? Asuransi jiwa adalah produk keuangan yang akan menjaga kita dari risiko finansial akibat kematian. Pasalnya, kematian seorang tulang punggung tentu sangat berdampak pada kondisi keuangan keluarganya. Sepeninggal orang tersebut, penghasilan keluarga akan terhenti. 

Oleh sebab itu, asuransi jiwa memberikan solusi lewat uang santunan yang diberikan kepada keluarga. Harapannya, mereka dapat melanjutkan hidup dengan layak.

Cara kerja asuransi jiwa sederhana saja. Jadi, sebagai nasabah akan menyetorkan iuran atau premi secara rutin atau sekaligus kepada penyedia asuransi. Setelah itu perusahaan asuransi memiliki kewajiban untuk menanggung risiko meninggal dunia, di mana apabila nasabah meninggal, perusahaan akan memberikan uang santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Besarnya premi maupun uang santunan tersebut sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang tertuang di dalam dokumen polis.

Polis asuransi jiwa adalah dokumen yang membuktikan perjanjian dua belah pihak; nasabah dan perusahaan asuransi, dan berisikan tentang ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam menjalankannya. Polis dapat menjadi pegangan kedua belah pihak apabila terjadi perselisihan di masa depan. 

Kita bisa mendaftar asuransi jiwa dengan mudah melalui marketplace asuransi seperti Lifepal. Selain lebih praktis, calon nasabah juga akan mendapatkan harga yang lebih murah 10 persen daripada membeli secara offline.

Keuntungan lain membeli asuransi jiwa online di Lifepal adalah fitur konsultasi gratis. Kami akan membantu kamu untuk memilih satu dari berbagai pilihan produk asuransi dari brand ternama yang kami tawarkan agar sesuai dengan profil masing-masing

Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, silakan mengisi formulir pada bagian atas halaman ini ya!

Sebagai tambahan, beberapa dokumen berikut perlu kamu persiapkan untuk mendaftar asuransi jiwa:

  • Formulir pendaftaran asuransi
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Akta kelahiran
  • Pembayaran premi pertama

Uang pertanggungan (UP) adalah jumlah santunan kematian yang akan diterima oleh ahli waris nasabah. Untuk menghitungnya, ada tiga metode yang biasa digunakan, yaitu:

Human Life Value

Metode ini menggunakan komponen besar pengeluaran tahunan yang akan dibutuhkan tanpa memperhatikan bunga ataupun pertumbuhan dana. Berikut simulasi perhitungannya.

Contoh kasus: Seorang nasabah berusia 35 tahun memiliki penghasilan bersih bulanan Rp7 juta memiliki seorang anak dan istri. Berapa uang pertanggungan yang keluarganya dapatkan jika ia meninggal dunia? 

Rumus perhitungan:

Uang pertanggungan = penghasilan dalam satu tahun x durasi keluarga bisa bertahan hidup dengan UP dalam tahun

Uang Pertanggungan = 12 x Rp7 juta x 5 = Rp420 juta

Artinya, apabila nasabah meninggal dunia maka keluarganya akan mendapatkan Rp7 juta setiap bulannya dalam jangka waktu lima tahun.

Income Based Value

Metode ini memperhitungkan besarnya bunga dan return apabila uang pertanggungan yang diterima disimpan di instrumen perbankan. Berikut simulasi perhitungannya.

Contoh kasus: Seorang nasabah berusia 35 tahun memiliki penghasilan bersih bulanan Rp7 juta memiliki seorang anak dan istri. Berapa uang pertanggungan yang keluarganya dapatkan jika ia meninggal dunia? 

Rumus perhitungan:

Uang pertanggungan = penghasilan dalam satu tahun : bunga dari instrumen investasi pendapatan tetap seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), reksadana pendapatan tetap, bukan pada deposito

Uang pertanggungan = (12 x Rp7 juta)/ 6% = Rp1,4 miliar.

Berdasarkan data, instrumen investasi yang telah disebutkan akan menghasilkan bunga 6-8 persen. Oleh sebab itu digunakan angka 6 persen. 

Apabila keluarga mendapatkan Rp1,4 miliar, maka setiap bulannya akan mendapatkan keuntungan investasi sebesar Rp7 juta.

Financial Needs Based Value

Metode ini digunakan untuk menghitung biaya khusus, misalnya dana pendidikan. Berikut simulasi perhitungannya.

Misalnya saat ini biaya pendidikan di universitas sebesar Rp200 juta, maka sembilan tahun lagi dengan adanya inflasi 12 persen per tahun akan menjadi Rp550 juta. 

Maka, uang pertanggungan yang dipakai adalah Rp550 juta. Kita juga bisa memilih UP setengahnya, yaitu Rp275 juta jika ingin premi yang lebih murah, namun harus mengombinasikannya dengan investasi reksadana dengan target return yang disesuaikan.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besaran premi asuransi jiwa, di antaranya:

  • Tipe asuransi. Jenis asuransi menentukan berapa besar premi yang harus kita bayar. Misalnya saja untuk asuransi term life besarannya akan jauh lebih kecil daripada whole life, karena premi akan hangus selepas waktu asuransi berakhir. 
  • Jangka waktu asuransi. Berapa lamanya kita mengambil opsi perlindungan juga bakal mempengaruhi besaran premi; semakin lama waktunya maka semakin tinggi preminya. Maka tentu saja premi term life 10 tahun akan lebih mahal daripada yang hanya 5 tahun saja.
  • Usia tertanggung. Semakin muda usia, tentu biaya premi akan lebih murah. Coba saja bandingkan premi askes nasabah berusia 25 dan 35 tahun, tentu akan cukup jauh bedanya!
  • Jumlah pertanggungan. Ingat kembali tujuan asuransi jiwa sebagai pelindung keluarga. Maka makin banyak jumlah tanggungan, otomatis uang pertanggungannya juga semakin besar karena makin banyak perut yang harus diisi. Oleh sebab itu, preminya tentu semakin mahal juga.
  • Kondisi kesehatan. Kesehatan dan gaya hidup tentu bakal mempengaruhi risiko terkena penyakit. Oleh sebab itu, premi yang dikenakan juga beda. Kebiasaan yang kurang baik untuk kesehatan seperti merokok atau olahraga ekstrim bisa memberatkan nilai premi.
  • Rider. Agen sering menanyakan apakah kita mau menambah perluasan asuransi atau membeli rider. Terkesan menguntungkan, padahal sebenarnya dengan menambah rider maka premi akan semakin besar. Makanya penting untuk memilih pertanggungan yang penting-penting saja.
  • Komponen investasi. Produk yang menawarkan benefit investasi tentunya bakal mengenakan premi lebih tinggi dari asuransi murni. Oleh sebab itu, sebenarnya produk seperti ini kurang efektif karena proteksi jadi tidak maksimal. Namun, pilihan kembali kepada masing-masing individu untuk memutuskan.

Setelah memahami faktor-faktor yang mempengaruhi, menghitung premi sebenarnya sederhana saja, yaitu dengan rumus berikut.

Jumlah Premi = Tarif Premi x Jumlah Pertanggungan

Kita bisa mendapatkan ketentuan tarif premi dari penyedia asuransi. Asuransi jiwa individu umumnya memiliki tarif premi lebih rendah daripada asuransi jiwa kelompok. 

Untuk mengajukan klaim, pertama-tama laporkan kepada penyedia asuransi bahwa tertanggung meninggal dunia, tidak lebih dari 7 hari sejak kejadian. Kemudian ahli waris mengirimkan dokumen yang diperlukan, seperti formulir klaim, identitas diri dan kartu polis. 

Setelah menerima berkas, perusahaan asuransi akan memverifikasi kebenaran data dan menyocokkannya dengan ketentuan polis. Apabila dokumen sudah sesuai ketentuan, pihak asuransi akan mencairkan uang pertanggungan ke rekening ahli waris.

Beberapa perusahaan asuransi memiliki persyaratan tertentu terkait dengan klaim asuransi. Ada penyebab kematian yang bisa membatalkan klaim. Peraturan ini dibuat agar kita lebih berhati-hati. 

Beberapa pengecualian dalam klaim, antara lain karena penyebab bunuh diri, olahraga ekstrem, overdosis narkotika, HIV/AIDS, kecurangan klaim, vonis hukuman mati, dan data tidak sesuai.

Pengembalian premi asuransi tergantung pada jenis produknya. Untuk asuransi jiwa berjangka, uang premi akan hangus kalau tidak ada klaim. Sementara itu, pada produk whole life dan dwiguna, premi bisa dicairkan setelah masa asuransi habis.  

Sementara itu, uang pertanggungan pasti bisa dicairkan, yaitu pada saat tertanggung meninggal atau mengalami cacat tetap total.

Manfaat asuransi jiwa umumnya dibayarkan apabila terjadi klaim (tertanggung meninggal dunia) atau masa polis sudah selesai. Ada juga asuransi jiwa yang bisa memberikan manfaat di luar dua waktu tersebut, misalnya asuransi dwiguna atau endowment. 

Agar lebih memahami tentang asuransi jiwa, pahami dulu isinya. Berikut adalah poin-poin yang dibahas dalam dokumen polis.

Ringkasan polis

Ringkasan polis adalah lembar yang menunjukkan data-data perjanjian polis, yang terdiri dari:

  • Nama pemegang polis, nama tertanggung, dan nama yang ditunjuk menerima manfaat atau wakil ahli waris.
  • Macam dan manfaat pertanggungan dan tambahannya jika ada.
  • Rincian premi yang harus dibayar oleh pemegang polis dan biaya-biaya lainnya.
  • Daftar nilai tunai yang dijamin (jika ada).

Ketentuan umum dan khusus

Meskipun panjang, bagian ini tidak boleh kita lewatkan dalam mempelajari polis. Alasannya, ketentuan umum dan khusus akan menentukan kelancaran proses klaim di masa depan. Isinya:

  • Tanggal mulai dan akhir berlakunya pertanggungan.
  • Cara pembayaran premi.
  • Tenggang waktu (grace period) pembayaran Premi atau Kontribusi.
  • Manfaat apa saja yang dipertanggungkan.
  • Pengecualian dari manfaat yang dipertanggungkan.
  • Kurs yang digunakan untuk pembayaran premi asuransi dengan mata uang asing dan manfaat yang dikaitkan dengan mata uang rupiah.
  • Waktu diterimanya pembayaran Premi atau Kontribusi.
  • Kebijakan yang ditetapkan perusahaan apabila pembayaran premi dilakukan melewati tenggang waktu yang disepakati. Misalnya denda atau polis lapse.
  • Periode di mana saat perusahaan tidak dapat meninjau ulang keabsahan kontrak asuransi (incontestable period) pada produk asuransi jangka panjang.
  • Tabel nilai tunai, bagi produk asuransi yang dipasarkan oleh perusahaan asuransi jiwa yang mengandung nilai tunai.
  • Perhitungan dividen polis asuransi atau yang sejenis sesuai dengan jenis produknya.
  • Klausula penghentian pertanggungan, baik dari perusahaan maupun dari pemegang polis, tertanggung, atau peserta, termasuk syarat dan penyebabnya.
  • Syarat dan tata cara pengajuan klaim, termasuk bukti pendukung yang relevan dan diperlukan dalam pengajuan klaim.
  • Tata cara penyelesaian dan pembayaran klaim.
  • Klausula penyelesaian perselisihan yang antara lain memuat mekanisme penyelesaian di dalam pengadilan maupun di luar pengadilan dan pemilihan tempat kedudukan penyelesaian perselisihan

Untuk bagian ketentuan khusus, umumnya berbeda-beda setiap perusahaan. Biasanya dapat berupa biaya yang harus dibayar oleh pemegang polis, syarat pengecualian, dan lain-lain.

Salinan formulir pendaftaran

Saat mendaftar asuransi jiwa, tentu kita harus mengisi formulir pendaftaran dulu dan nantinya akan dilampirkan dalam dokumen polis.

Memiliki beberapa polis asuransi dalam satu waktu ada kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tentu saja hal ini berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan setiap orang. Berikut rangkumannya.

Kelebihan

  • Bisa mendapatkan berbagai jenis manfaat dari berbagai polis yang berbeda. 
  • Bisa mendapatkan perlindungan lebih yang disesuaikan dengan waktu pertanggungan (jangka panjang atau jangka pendek). 
  • Jika membeli beberapa polis dari satu brand biasanya akan mendapatkan diskon premi.

Kekurangan

  • Bagi sebagian orang, memiliki banyak polis cukup membingungkan, karena harus mempelajarinya satu per satu.
  • Harus membayar banyak biaya yang dikenakan dari beragam polis tersebut.

Membatalkan asuransi jiwa perlu persiapan yang matang, terutama soal dokumen-dokumen persyaratannya, di antaranya:

  1. Fotokopi KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI) atau Passport & KITAS untuk Warga Negara Asing (WNA) dari Pemegang Polis yang masih berlaku. 
  2. Fotokopi Buku tabungan jika rekening yang digunakan berbeda dengan rekening pendebetan. Catatan: Jika rekening yang digunakan bukan atas nama Pemegang Polis, maka harus melampirkan dokumen pendukung yang menunjukan hubungan pemilik rekening dengan Pemegang Polis. Contohnya: Fotokopi akte kelahiran atau fotokopi kartu keluarga jika rekening awal bukan atas nama pemegang polis.

Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membatalkan polis:

  • Menghubungi agen asuransi. Langkah ini khusus bagi nasabah yang membeli lewat agen asuransi. Hubungi agen tersebut dan ajukan permohonan pembatalan asuransi. Nantinya agen tersebut akan menyampaikan pengajuan tersebut kepada perusahaan.
  • Datang ke kantor pusat atau cabang asuransi. Bawa dokumen yang menjadi persyaratan dan datanglah ke bagian customer service untuk mengajukan permohonan.
  • Mengirimkan pengajuan lewat surat elektronik (e-mail). Saat ini semua lebih mudah karena semua orang sudah terhubung ke internet. Bahkan dalam mengajukan penutupan asuransi pun kita bisa langsung saja mengirimkan permohonan lewat email ke penyedia asuransi masing-masing.
  • Menghubungi customer service (CS). Apabila ingin lebih praktis, kontak CS perusahaan asuransi dan ajukan permohonan melalui telepon.

Sebelum benar-benar menutup polis, ada baiknya memperhatikan hal berikut ini.

  1. Saat hendak membatalkan asuransi, pastikan agar pengisian data pada Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA) dilakukan secara lengkap, jujur dan jelas jangan menandatangani SPPA sebelum seluruh klausanya dipahami dan dilengkapi isinya.
  2. Tanyakan secara rinci mengenai potongan biaya yang akan dikenakan jika benar-benar menutup polis. Perhitungkan lagi untung ruginya.

Biaya premi asuransi jiwa KPR bisa berbeda-beda. Jumlahnya ditentukan oleh besarnya KPR serta usia dan kesehatan kreditur. 

Besaran premi bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis produk, usia, kesehatan, dan uang pertanggungan kita. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar harga premi asuransi jiwa, silakan berkonsultasi dengan tim Lifepal di nomor +62 823-3003-0027 (Whatsapp).

Besaran premi asuransi jiwa murni biasanya relatif lebih rendah dibandingkan dengan dwiguna ataupun unit link. Untuk jumlahnya bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis produk, usia, kesehatan, dan uang pertanggungan kita. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar harga premi asuransi jiwa murni, silakan berkonsultasi dengan tim Lifepal di nomor +62 823-3003-0027 (Whatsapp).

Asuransi jiwa akan memberikan uang santunan kematian atau cacat tetap total dan berfungsi sebagai pelindung keuangan keluarga pasca kepergian tulang punggung. Sementara itu, asuransi kesehatan menanggung biaya rumah sakit apabila memerlukan perawatan medis.

Menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat. 

Kesimpulannya, jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah.

Menurut UU Nomor 42 tahun 2009, asuransi tergolong Jasa Tidak Kena Pajak. Uang pertanggungan dan nilai tunai yang kita dapatkan tidak akan dikenakan pajak oleh negara. Bahkan jika  kita mendapat nilai tunai (pengembalian premi) 110 persen dari total setoran premi, tambahan 10 persen tersebut tetap tidak kena pajak. 

Uang tersebut tetap harus kita laporkan dalam laporan pajak tahunan, tapi sebagai bagian dari harta yang kita miliki. 

Ya, apabila kita ingin mengajukan rumah KPR, salah satu persyaratannya adalah memiliki asuransi jiwa. Namun, asuransi jiwa KPR sedikit berbeda dengan yang biasanya. Tujuan dari polis tersebut adalah supaya jika kreditur meninggal sebelum melunasi hutang KPR, asuransi akan melunaskannya.

Double klaim maksudnya kita bisa mengajukan klaim ke lebih dari satu perusahaan asuransi penjamin. Hal ini bisa terjadi apabila salah satu polis yang kita miliki memang membolehkannya. 

Asuransi jiwa yang sehat dapat dipastikan dengan cara memeriksa laporan keuangan tahunannya. Perhatikan tabel “Rasio Solvabilitas” dan pastikan angka Rasio Pencapaian di atas 120 persen. Sebagai catatan, rasio tersebut biasa disebut dengan Risk Based Capital (RBC) yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam 

Perusahaan asuransi jiwa di Indonesia terdaftar di AAJI. Saat ini, anggota AAJI ada 60 perusahaan yang tergabung dalam asosiasi tersebut.

Berikut ini adalah perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan jumlah asetnya.:

  • Asuransi Bina Dana Arta, Tbk. (ABDA): Rp 2,71 triliun
  • Asuransi Harta Aman Pratama, Tbk. (AHAP): Rp 534,53 miliar
  • Asuransi Multi Artha Guna Tbk. (AMAG): Rp 4,72 triliun
  • Asuransi Bintang, Tbk. (ASBI): Rp 816,86 miliar
  • Asuransi Dayin Mitra, Tbk. (ASDM): Rp 1,28 triliun
  • Asuransi Jasa Tania, Tbk. (ASJT): Rp 462,47 miliar
  • Asuransi Kresna Mitra, Tbk. (ASMI): Rp 980,55 miliar
  • Asuransi Ramayana, Tbk. (ASRM): Rp 1,5 triliun
  • Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra, Tbk. (JMAS): Rp 226,49 miliar
  • Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, Tbk. (LIFE): Rp 15,94 triliun
  • Lippo General Insurance Tbk. (LPGI): Rp 2,32 triliun
  • Maskapai Reasuransi Indonesia, Tbk. (MREI): Rp 3,65 triliun
  • Malacca Trust Wuwungan Insurance, Tbk. (MTWI): Rp 364,33 miliar
  • Victoria Insurance, Tbk. (VINS): Rp 251,55 miliar
  • Agen asuransi: Agen asuransi adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha, yang bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah memasarkan produk asuransi atau produk asuransi syariah. 
  • Ahli waris: Nama orang yang tercantum dalam polis untuk menerima santunan apabila terjadi kematian pada Tertanggung.
  • Ajudikasi: Tahap penyelesaian dalam konflik asuransi yang bakal menentukan apakah klaim diterima atau ditolak.
  • Aktuaria: Ilmu yang menggunakan matematika, statistika, dan keuangan untuk memperhitungkan risiko yang akan timbul di masa depan.
  • Anuitas: Pembayaran berkala yang dilakukan perusahaan asuransi pada waktu tertentu
  • Bancassurance: Produk asuransi yang dipasarkan melalui bank untuk menyasar konsumen nasabah bank.
  • Batas potong atau ekses: Biaya yang harus dibayar oleh nasabah asuransi apabila biaya rumah sakit melebihi limit yang ditentukan perusahaan asuransi.
  • Biaya administrasi: Biaya yang dibayarkan untuk keperluan administrasi. 
  • Biaya akuisisi: Biaya yang dikeluarkan pada saat penerbitan polis.
  • Biaya top up: Biaya yang dikeluarkan oleh pemegang polis pada saat membayar premi berkala, atau mengisi saldo nilai tunai pada asuransi jiwa whole life dan unit link.
  • Contestable period: Dikenal dengan sebutan masa percobaan, yakni periode (dua tahun) penanggung berhak mempertanyakan atau menyelidiki kebenaran informasi/data yang diberikan Tertanggung atau Pemegang Polis. Dalam surat aplikasi untuk menentukan keputusan selanjutnya atas kontrak polis tersebut.
  • Cuti premi: Fitur yang memungkinkan nasabah asuransi berhenti membayar polis dalam beberapa waktu tertentu.
  • Dana investasi: Dalam unit link, dana investasi adalah premi yang dibayarkan setelah dipotong dengan biaya asuransi dan biaya lainnya.
  • Endowment plan: Produk asuransi yang memiliki dua manfaat, yaitu asuransi dan tabungan. Biasanya ada pada jenis asuransi jiwa.
  • Explanation of benefits: Penjelasan tentang manfaat dari asuransi yang dikirimkan dari perusahaan ke nasabah asuransi.
  • Field underwriting: Proses seleksi akan risiko yang dimiliki oleh nasabah asuransi.
  • Flat rate: Pembayaran premi yang sama rata sejak daftar hingga masa asuransi berakhir.
  • Free-look period: Waktu yang diberikan perusahaan kepada nasabah untuk mempelajari polis, biasanya 14 hari sejak polis terbit. Dalam periode ini, nasabah dapat membatalkan perjanjian dan tidak perlu keluar biaya pembatalan.
  • Grace period: Masa tenggang dalam pembayaran premi asuransi, yaitu 30 hari sejak tanggal jatuh tempo.
  • Harga unit: Hasil yang didapatkan dari investasi ditambah dengan nilai aset.
  • Ilustrasi polis: Perkiraan manfaat yang akan didapatkan oleh nasabah, biasanya menggunakan kasus atau simulasi.
  • Investment-linked plan: Investment-linked plan adalah program asuransi yang dikaitkan dengan investasi. Premi yang dibayarkan untuk membeli manfaat proteksi asuransi jiwa. Plus membeli unit dalam suatu portofolio dana investasi. Harga unit-unit akan tergantung pada kinerja investasi dana.
  • Jaminan perlindungan: Jaminan yang diberikan perusahaan asuransi kepada pemegang polis agar ia bisa membeli asuransi tambahan tanpa melalui proses seleksi lagi.
  • Kedaluwarsa (lapse): Hilangnya manfaat/jaminan perlindungan polis yang disebabkan karena pembayaran premi terhenti. 
  • Klaim: Klaim asuransi adalah pengajuan resmi kepada perusahaan asuransi untuk meminta pembayaran. Selanjutnya perusahaan harus membayarkan nilainya kepada pihak tertanggung. 
  • Klaim akhir kontrak: Pengajuan klaim pada akhir masa asuransi, biasanya klaim yang diajukan berupa pengembalian premi atau nilai tunai.
  • Klaim tertunda: Klaim yang telah diajukan namun belum dapat dipenuhi atau dibayar oleh perusahaan asuransi.
  • Klausul: Pasal dalam dokumen polis yang harus dipatuhi oleh nasabah maupun perusahaan asuransi.
  • Lapse notification: Istilah dalam asuransi yang menunjukkan pemberitahuan secara tertulis dari penanggung kepada pemegang polis jika polis hangus.
  • Masa tenggang: Batas akhir pembayaran premi yang harus dilakukan nasabah asuransi. 
  • Masa tunggu: Masa tidak adanya pembayaran premi karena suatu sebab.
  • Maturity date (tanggal jatuh tempo): Tanggal yang telah disetujui pada saat suatu perusahaan asuransi membayarkan sejumlah tunai uang.
  • Minor: Seseorang yang masih di bawah umur, yaitu di bawah 21 tahun dan belum menikah.
  • Nilai tunai (cash value): Sejumlah uang yang terdapat pada program asuransi kamu yang bisa kamu klaim pada waktu yang sudah ditentukan.
  • Objek asuransi: Objek asuransi adalah jiwa dan raga, kesehatan manusia, tanggung jawab hukum, benda dan jasa, serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang, rusak, rugi, dan/atau berkurang nilainya.
  • Occupational risk/hazard: Risiko yang berasal dari pekerjaan pemegang polis.
  • Payor: Pihak yang membayar premi, atau pemegang polis.
  • Pemegang polis: Pemegang polis adalah pihak yang mengikatkan diri berdasarkan perjanjian dengan perusahaan asuransi, untuk mendapatkan perlindungan atau pengelolaan atas risiko bagi dirinya, tertanggung, atau peserta lain.
  • Penanggung: pihak yang memberikan jaminan terhadap objek yang diasuransikan, atau perusahaan asuransi.
  • Peserta asuransi: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi Syariah atau perjanjian reasuransi syariah.
  • Pinjaman Premi Otomatis/Automatic Premium Loan (APL): Pinjaman polis otomatis yang diambil dari Nilai Tunai Polis (selama Nilai Tunai mencukupi), untuk melunasi premi yang belum dibayar sampai akhir masa keleluasaan (tidak berlaku untuk Polis Asuransi Jiwa Unit Link).
  • Policy lapse (polis lewat waktu): Penghentian penanggungan asuransi, sebagai akibat dari tidak dibayarnya premi-premi.
  • Polis asuransi: Polis asuransi adalah kontrak tertulis antara perusahaan asuransi dengan nasabah. Isinya adalah pengalihan risiko, jenis risiko yang ditanggung hingga jangka waktu perlindungan diberikan. 
  • Pre-existing condition: Pre-existing condition adalah kondisi di mana calon nasabah asuransi pernah atau sedang menderita penyakit tertentu, sehingga tidak bisa mendaftarkan diri pada asuransi.
  • Premi atau kontribusi: Sejumlah uang yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Uang untuk dibayarkan berdasarkan perjanjian asuransi atau perjanjian reasuransi. Atau sejumlah uang yang ditetapkan, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mendasari program asuransi wajib untuk mendapatkan manfaat. 
  • Reasuransi: Produk keuangan di mana perusahaan asuransi mengasuransikan kembali (reasuransi) risiko yang dimilikinya, yaitu klaim nasabah.
  • Regular Premium Policy (Polis Premi Reguler): Suatu polis yang menghendaki pembayaran premi secara berkala, sebagai contoh, bulanan, setiap empat bulan, setiap enam bulan atau tahunan.
  • Rider atau asuransi tambahan: Produk tambahan dari asuransi untuk menambah pertanggungan dari manfaat utama yang sudah ada. Rider juga bisa menanggung pertanggungan yang dikecualikan pada polis utama.
  • Risk Based Capital: Rasio (rasio solvabilitas) untuk mengukur kesehatan dan keamanan finansial perusahaan asuransi. Ukurannya berdasarkan kemampuan modal mereka untuk menutup seluruh kerugian yang ada.
  • Secondary benefit: Manfaat yang didapatkan nasabah asuransi di luar manfaat utama, biasanya berupa layanan ambulans pada asuransi kesehatan atau layanan derek pada asuransi mobil.
  • Single Premium Policy (polis dengan premi sekali bayar): Suatu polis yang hanya menghendaki sekali pembayaran premi yang dilakukan di muka.
  • Sum Assured (jumlah uang pertanggungan): Jumlah uang jaminan yang dipertanggungkan kepada pemegang polis.
  • Surrender: Permintaan tertulis dari pemegang polis untuk membatalkan kerja sama dalam polis.
  • Tertanggung: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi atau perjanjian reasuransi.
  • Underwriting: Underwriting adalah proses mengidentifikasi dan menyeleksi risiko dan mengelompokkan tingkat risiko dari calon nasabah asuransi. Underwriting dinilai penting sebagai gambaran jumlah premi yang harus dibayarkan. 
  • Uang pertanggungan (face amount): Uang pertanggungan yang tercantum pada halaman polis yang akan dibayar apabila terjadi kematian atau penyebab klaim lainnya. Dibayarkan pada saat masa pertanggungan berakhir sesuai dengan jenis asuransi yang diambil. Tidak termasuk jumlah tambahan yang akan dibayarkan untuk ketentuan khusus lainnya.

Banyak mitos tentang asuransi jiwa yang bermunculan di masyarakat. Beberapa membuat banyak orang merasa was-was ketika hendak membeli produk ini. Apa saja dan seperti apa faktanya?

Mitos 1: Saya masih muda sehingga tidak membutuhkan asuransi jiwa.

Risiko kematian bisa datang kapanpun tanpa melihat usia. Apabila telah memiliki tanggungan di usia muda (orangtua atau pasangan), tentu produk ini sangat dibutuhkan. Lagipula, usia muda adalah kesempatan untuk mendapatkan premi yang lebih murah.

Mitos 2: Saya sudah mendapatkan asuransi jiwa dari perusahaan tempat saya bekerja, jadi tidak lagi perlu asuransi individu.

Umumnya perusahaan memberikan asuransi jiwa dengan pertanggungan standar, yang mana tidak akan cukup untuk memenuhi biaya hidup. Selain itu, jika pindah tempat kerja, maka asuransi tersebut akan berhenti. Tidak ada jaminan kantor baru memberikan manfaat yang sama. 

Mitos 3: Asuransi jiwa yang bagus di Indonesia mahal, saya tidak mampu membelinya

Mitos ini membuat orang berpikir panjang sebelum memutuskan untuk membeli asuransi jiwa. Padahal, ada banyak asuransi yang menawarkan premi Rp50 ribu saja per bulannya! 

Mitos 4: Membeli asuransi jiwa merepotkan

Membeli asuransi jiwa tidak lagi sulit, karena kita bisa membelinya secara online lewat marketplace seperti Lifepal. Kita hanya perlu mengisi formulir di bagian atas halaman ini dan tim kami akan segera memproses pesanan calon nasabah.

Mitos 5: Saya tidak bisa membeli banyak polis dalam satu waktu

Kita bisa membeli beberapa macam polis dalam satu waktu, namun kita perlu memastikan manfaat yang diberikan oleh masing-masing polis. Apabila komposisinya bagus, kita bisa mendapatkan keuntungan lebih. Pun jika terjadi penolakan klaim oleh salah satu polis, kita bisa mengajukan ke polis lainnya.