Asuransi Jiwa

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Apa Itu Asuransi Jiwa?

Asuransi jiwa adalah produk asuransi yang bertujuan untuk menanggung kerugian finansial akibat kematian seseorang. Bentuk kontrak perjanjian asuransi jiwa adalah nasabah sebagai pemegang polis/tertanggung dan perusahaan asuransi sebagai penanggung.

Perusahaan asuransi memberikan sejumlah uang pertanggungan (UP) apabila tertanggung meninggal dunia. Uang pertanggungannya sendiri akan diterima oleh ahli waris yang ditunjuk.

Siapa yang Butuh Asuransi Jiwa?

Apa manfaat uang pertanggungan dalam asuransi jiwa? Poin-poin berikut akan menjelaskan mengapa dan siapa yang butuh jenis asuransi satu ini.

Asuransi jiwa akan memberikan sejumlah dana yang harapannya bisa membantu keluarga jika kepala keluarga atau tulang punggung dalam keluarga meninggal dunia.
Bayangkan jika tulang punggung keluarga mengalami musibah, sementara ia memiliki anak yang belum dewasa. Siapa yang akan menanggung biaya hidupnya? Uang yang dicairkan dari asuransi jiwa bisa dipakai untuk menjamin kelangsungan hidup serta pendidikan anak.
Uang pertanggungan dapat digunakan untuk menutupi cicilan yang cukup besar, seperti KPR, KTA, atau kredit lain apabila si debitur meninggal dunia. Sehingga keluarga tidak perlu meneruskan pembayaran angsuran kredit tersebut.
Apabila kita memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi kehilangan nyawa, seperti pilot, tentara, kontraktor, dan pekerjaan lainnya, asuransi jiwa sudah menjadi suatu kebutuhan. Terutama, jika kita adalah pencari nafkah utama dalam keluarga.
Asuransi jiwa juga bermanfaat sebagai jaminan finansial di masa depan. Ada beberapa produk asuransi ini yang dapat diambil di masa mendatang. Sehingga cocok menjadi semacam “tabungan” atau “investasi”.
Jika kamu adalah salah satu orang dengan kriteria yang disebutkan sebelumnya, maka kamu butuh asuransi jiwa. Lifepal akan membantumu untuk mengambil keputusan tepat terkait asuransi. Mari pelajari mengenai asuransi jiwa dan bandingkan di sini!
 
 

Jenis-jenis Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa yang ada di Indonesia terdiri dari empat jenis, yaitu term life, whole life, unit link, dan endowment. Untuk memahami secara lebih detail, berikut penjelasan setiap jenis asuransi jiwa.

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life)

Asuransi jiwa berjangka adalah bentuk murni dari asuransi jiwa. Secara sederhana, produk ini akan memberikan perlindungan jiwa selama waktu tertentu (selanjutnya disebut masa pertanggungan). Umumnya, nasabah boleh memilih masa pertanggungan 5, 10, 15, 20, 25, atau 30 tahun.

Asuransi jiwa berjangka khususnya cocok bagi nasabah yang butuh pertanggungan besar tetapi premi murah. Selain itu, produk asuransi ini cocok untuk perlindungan dalam jangka waktu tertentu saja.

Selain manfaat pertanggungan akibat meninggal dunia, produk ini biasanya menawarkan pertanggungan tambahan. Misalnya santunan cacat tetap, pembebasan premi, hingga jaminan pelunasan kredit. Untuk mendapatkannya, kita perlu membeli asuransi tambahan (rider) dengan tambahan biaya premi.

Beberapa contoh produk asuransi jiwa berjangka, antara lain:

  • Asuransi jiwa BCA Life Protection Guard, produk ini memberikan uang pertanggungan hingga Rp1 miliar dengan masa pertanggungan 12 tahun. Preminya sendiri mulai dari Rp40 ribu per bulan.
  • Asuransi jiwa Allianz Sekoci, produk ini menawarkan uang pertanggungan meninggal dunia Rp10-50 juta hanya dengan premi Rp115 ribu saja per tahun!

  • (+) Premi relatif lebih murah dan bebas menentukan besarannya sesuai kemampuan masing-masing.
  • (+) Uang pertanggungan bisa mencapai ratusan miliar rupiah yang artinya cukup besar.
  • (-) Premi yang sudah kita setorkan akan hangus pada saat masa asuransi berakhir.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life)

Produk whole life memberikan perlindungan jiwa seumur hidup untuk tertanggung. Maksud dari seumur hidup di sini adalah sampai batas usia yang sangat tinggi, misalnya sampai usia 99 atau 100 tahun.

Perbedaan antara asuransi jiwa seumur hidup dengan berjangka adalah ada pada nilai tunai di akhir masa polis. Jadi, premi yang dibayarkan tidak akan hangus apabila tidak ada klaim.

Produk asuransi ini cocok bagi nasabah yang ingin mempersiapkan masa pensiun atau punya rencana finansial lainnya. Apalagi jika nasabah punya bujet cukup besar.

Beberapa contoh asuransi yang menawarkan produk asuransi jiwa seumur hidup, antara lain:

  • Asuransi Jiwa Sequis Life Financial Smart Life, produk ini menawarkan pertanggungan hingga usia 100 tahun dengan nilai Rp250 juta. Preminya mulai dari Rp2.500 per hari.
  • AIA Critical Protection dari Asuransi Jiwa AIA menawarkan pertanggungan bahkan untuk 60 penyakit kritis dengan usia masuk maksimal 60 tahun.

  • (+) Polis ini akan memberikan perlindungan seumur hidup sampai dengan janji pengembalian premi jika tidak ada klaim.
  • (+) Ada saldo nilai tunai yang bisa diambil pada saat masa asuransi habis.
  • (+) Jika pada waktu tertentu tidak sanggup membayar premi berkala, bisa menggunakan nilai tunai tersebut.
  • (+) Uang pertanggungan akan cair saat masa asuransi habis.
  • (-) Besaran premi relatif mahal, bisa mencapai dua kali lipat premi term life.

3. Asuransi Jiwa Unit Link

Unit link adalah produk asuransi berbalut investasi. Jadi, premi yang kita bayarkan akan dikelola perusahaan ke dalam instrumen investasi (saham, deposito, atau obligasi) dan proteksi. Persentasenya tergantung pada pilihan nasabah.

Unit link lebih cocok bagi nasabah yang ingin mendapatkan keuntungan di masa depan tetapi tidak mau dipusingkan untuk belajar investasi. Di lain pihak, nasabah mendapatkan proteksi terhadap dirinya apabila meninggal dunia.

Beberapa contoh asuransi yang menawarkan produk unit link, antara lain:

  • Asuransi Jiwa Generali dengan polis iPLAN, iPLAN Syariah, dan We Flexi Pro yang didukung oleh teknologi ROBO-ARMS. Teknologi tersebut bisa mengelola portofolio investasi secara otomatis dan sesuai profil risiko nasabah.
  • Maestro Link Plus dari Asuransi Jiwa AXA yang menawarkan perlindungan hingga 99 tahun dengan 100 persen pengembalian premi dan nilai tunai.

  • (+) Tak hanya mendapatkan asuransi jiwa, tapi juga manfaat hasil investasi.
  • (-) Hasil investasi tidak akan begitu terasa karena banyak dipotong biaya asuransi.
  • (-) Ada risiko asuransi merugi sehingga kita harus menambah saldo.

4. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Endowment adalah kombinasi asuransi dengan manfaat akumulasi dana (tabungan). Maksudnya, premi yang kita bayarkan akan terbagi dua; sebagian dipakai untuk membayar biaya asuransi dan sisanya untuk ditabung.

Produk asuransi jiwa dwiguna cocok untuk orang yang memiliki tujuan finansial jangka panjang, seperti biaya pendidikan anak atau biaya pensiun.

Beberapa produk jiwa dwiguna (endowment) yang direkomendasikan, antara lain:

  • Mandiri Inhealth Endowment dari asuransi jiwa Mandiri Inhealth menawarkan manfaat pertanggungan 100 persen dengan masa pertanggungan 3-5 tahun dan usia mausk 18-67 tahun.
  • Hy-End Pro adalah produk asuransi jiwa BNI Life dengan penawaran uang pertanggungan hingga Rp20 miliar dengan premi minimal Rp10 juta.

  • (+) Dapat mengklaim polis sebelum masa asuransi berakhir.
  • (+) Jika masih hidup sampai masa asuransi berakhir, kita tetap mendapat seluruh UP.
  • (-) Biaya premi relatif lebih mahal yaitu mencapai jutaan rupiah per bulannya.
 

Daftar Asuransi Jiwa Terbaik Tahun 2020

Terdapat ratusan polis asuransi jiwa yang ada di Indonesia. Mana yang terbaik? Supaya lebih mudah untuk memilihnya, Lifepal menyajikan review enam brand asuransi jiwa terbaik yang ada di Indonesia. Simak ulasannya di bawah ini!

1. Asuransi Jiwa Cigna

Asuransi Cigna adalah salah satu brand asuransi yang sudah cukup dikenal masyarakat. Pasalnya, perusahaan ini menawarkan beragam jenis asuransi jiwa, mulai dari keluarga hingga individu.

Cigna menyediakan asuransi jiwa murni berjangka maupun seumur hidup dengan uang pertanggungan cukup tinggi yang bisa dibeli di Lifepal. Salah satu layanan menarik dari Cigna adalah klaim cepat, yaitu 45 menit saja untuk keputusan klaim meninggal dunia!

Life Protection Optima dari Cigna adalah asuransi jiwa murni yang bagus karena menawarkan masa pertanggungan 5 tahun saja dan perlindungan selama 10 tahun. Asuransi berjangka ini bakal memberikan pertanggungan sampai dengan Rp2 miliar! Jika ingin hemat dengan mendaftarkan keluarga, Cigna juga memiliki polis Cigna Family Eazilife yang mampu melindungi 7 anggota keluarga dalam satu polis.
Sedang merencanakan pensiun? Cigna Second Life bisa jadi jawabannya. Asuransi whole life ini bakal kasih santunan kematian Rp50-150 juta hanya dengan premi mulai dari Rp200-300 ribuan saja! Sebagai catatan, asuransi jiwa murah ini ditujukan untuk usia masuk 55-80 tahun ya!

2. Asuransi Jiwa Manulife

Asuransi Manulife adalah salah satu perusahaan asuransi tertua di Indonesia, yaitu didirikan pada tahun 1985.Manulife memberikan berbagai produk seperti asuransi jiwa whole life dan unit link.

Fitur menarik dari brand ini adalah aplikasi MiAccount yang memungkinkan nasabah mengelola polis (perubahan data, klaim, informasi rumah sakit rekanan, dll.) secara online. Berikut dua polis unggulan Manulife.

Polis ini memberikan perlindungan seumur hidup sampai usia 99 tahun dengan premi bulanan mulai dari Rp475 ribu.

Jika membeli produk ini, kita bisa menambahkan beberapa rider, seperti Manulife Medicare Plus untuk biaya rumah sakit, Manulife Crisis Cover untuk risiko penyakit kritis, Waiver of Premium untuk pembebasan premi, dan ADDB untuk manfaat cacat tetap total.

3. Asuransi Jiwa Allianz

Asuransi Allianz adalah perusahaan asal Jerman yang sudah hadir di 70 negara dengan 85 jtua nasabah. Di Indonesia sendiri, Allianz cukup dipercaya oleh masyarakat.

Jika dilihat dari varian produknya, Allianz lebih fokus menyediakan asuransi dengan manfaat investasi, atau yang sering disebut unit link. Untuk layanan nasabah keunggulan Allianz adalah adanya berbagai aplikasi eAZy, yang membantu nasabah memantau polis, membayar premi, hingga mengajukan klaim secara online.

4. Asuransi Jiwa Prudential

Prudential memang sudah dikenal dengan produk asuransi jiwa. Wajar saja, selain berpengalaman di bidang tersebut, brand ini juga menawarkan pertanggungan yang jarang ditemui pada brand lain, misalnya asuransi komprehensif untuk anak.

Keunggulan dari asuransi jiwa Prudential adalah varian produknya yang sangat luas. Hampir semua jenis asuransi jiwa tersedia: asuransi jiwa murni, asuransi pendidikan, unit link, asuransi jiwa syariah, asuransi jiwa untuk karyawan, hingga bancassurance.

Polis ini menawarkan perlindungan jiwa selama 15 tahun dengan pembayaran premi 10 tahun dengan manfaat tambahan jika tertanggung mengalami kecelakaan di tempat kerja atau menderita penyakit khusus. Pada masa akhir asuransi, Prudential juga menjanjikan pengembalian premi. Untuk mendapatkan produk ini, kita hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp250 ribu saja per bulan!
Prudential memiliki asuransi dwiguna USave PRUStar yang merupakan hasil kerjasama dengan Bank UOB. Hanya dengan premi mulai dari Rp3,6 juta per tahun, kita akan mendapatkan perlindungan jiwa selama 10 tahun dengan pengembalian premi sebesar 110 persen.

5. Asuransi Jiwa Sequis Life

Sequis Life adalah perusahaan asuransi jiwa tepercaya yang telah mengelola 410 ribu polis dengan 14,5 ribu tenaga pemasar di Indonesia.

Brand ini menawarkan produk asuransi jiwa seumur hidup dengan premi yang sangat murah. Selain itu, tersedia juga program dana pensiun dengan pilihan rider yang variatif.

Produk asuransi jiwa whole life ini menawarkan perlindungan jiwa nasabah hingga usia 100 tahun. Polis ini menawarkan uang pertanggungan hingga Rp250 juta dengan premi mulai dari Rp2.500 per hari! Selain itu, nasabah juga mendapatkan nilai tunai yang bisa cair jika tidak ada klaim.
Memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia sebelum atau sesudah masa asuransi berakhir (usia 100 tahun). Selain itu, diberikan juga manfaat pensiun sebesar 100 persen uang pertanggungan dengan minimum uang pertanggungan Rp40 juta.

6. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri

Asuransi Tugu Mandiri adalah perusahaan didirikan pada tahun 1985 yang sejak awal berfokus pada pengelolaan dana pensiun. Wajar saja, ada empat varian DPLK yang ditawarkan. Selain itu, tersedia juga produk lain seperti asuransi pendidikan dan unit link.

Keunggulan dari Tugu Mandiri adalah memiliki layanan klaim cepat yang bisa diakses melalui situs resmi Tugu Mandiri.

Polis ini fokus pada pengelolaan tabungan dan investasi dana pensiun. Untuk mendapatkannya, nasabah akan dikenakan premi mulai Rp300 ribu saja per bulan! Nasabah akan mendapatkan santunan kematian term life sebesar 200 persen dari akumulasi iuran atau maksimal Rp200 juta. Jika masih hidup sampai masa akhir pertanggungan, tentu nasabah akan mendapatkan pencairan dana yang sudah disetor.

7. Asuransi Jiwa AXA Mandiri

AXA Mandiri adalah perusahaan hasil kerja sama PT Bank Mandiri (Persero) dengan AXA Group. Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2004 ini memang dikenal sebagai salah satu penyedia asuransi jiwa terbaik.

AXA Mandiri menyediakan delapan produk asuransi jiwa yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah. Uniknya, salah satu polis dari brand ini menanggung proteksi jiwa sampai usia 100 tahun!

Produk ini memberikan perlindungan jiwa sampai dengan usia 100 tahun dengan manfaat investasi di dalamnya. Terdapat sembilan pilihan investasi yang bisa kita pilih sendiri.
Produk ini adalah asuransi jiwa berjangka yang memberikan perlindungan selama 10 tahun. Uniknya, Secure Plan menawarkan pengembalian premi sebesar 110 persen.

8. Asuransi Jiwa BCA Life

BCA Life adalah asuransi jiwa yang berada di bawah naungan grup BCA. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2014  ini sudah melayani lebih dari 400 ribu nasabah di seluruh Indonesia.

BCA Life menyediakan asuransi jiwa individu dan kelompok dengan fasilitas e-polis yang memudahkan nasabah dalam membeli asuransi.

Produk ini memberikan santunan meninggal dunia sampai dengan Rp500 juta dan penggantian biaya medis dengan premi mulai dari Rp110 ribuan saja!
Polis ini memberikan uang pertanggungan terhadap risiko meninggal dunai dengan pengembalian premi. Untuk mendapatkan polis ini, kita hanya perlu membayar premi mulai dari Rp188.500

9. Asuransi Jiwa BRI Life

BRI Life atau Bringin Life didirikan pada tahun 1987 untuk melayani nasabah kredit bank BRI. Namun seiring berjalannya waktu, perusahaan ini memperluas jangkauan pasarnya ke masyarakat umum.

BRI Life menawarkan produk asuransi jiwa unit link, asuransi jiwa kredit usaha, asuransi mikro, hingga asuransi pendidikan syariah. Secara keuangan BRI Life mencatatkan aset yang cukup besar, yakni hampir Rp9 triliun pada laporan keuangan tahun 2018.

Produk ini adalah asuransi jiwa mikro dengan premi terjangkau, yaitu Rp10 ribu untuk masa pertanggungan 3 bulan. Manfaat yang didapatkan adalah santunan meninggal hingga Rp50 juta.

10. Asuransi Jiwa Sun Life

Sun Life memiliki beragam produk asuransi, yaitu asuransi mikro, asuransi jiwa berjangka (term life), asuransi seumur hidup (whole life), asuransi dwiguna (endowment), sampai unit link. Berikut ulasan beberapa contoh polis Sun Life.

Jika tidak ingin terikat asuransi dalam jangka waktu lama, ini adalah produk yang tepat. Pasalnya, masa waktu asuransi hanya satu tahun saja (bisa diperpanjang) dengan perlindungan lengkap, yakni:

  • Santunan meninggal karena sebab apapun.
  • Tambahan santunan meninggal apabila disebabkan kecelakaan.
  • Santunan penyakit kritis dan cacat tetap total.

Dengan semua perlindungan tersebut, premi yang dikenakan hanya mulai dari Rp8 ribu per hari!

Polis ini cocok jika Anda sudah berkeluarga. Nasabah diberi kebebasan untuk memilih masa pembayaran premi, yaitu antara 10, 15, atau 20 tahun. Yang menarik, asuransi jiwa ini bisa ditambahkan dengan berbagai jenis rider, mulai dari penyakit kritis, kecelakaan diri, hingga pembebasan premi.

Selain keenam brand di atas, kami juga membahas asuransi dari perusahaan lain seperti CAR, Generali, Zurich Life, Astra Life, AIA, Al Amin, dan lain-lain.

 

Teliti Sebelum Membeli Asuransi Jiwa

Sebelum memutuskan untuk membeli asuransi jiwa, perhatikan beberapa kesalahan umum nasabah berikut. Sehingga, kita bisa mendapatkan manfaat asuransi jiwa secara maksimal.

01. Jangan salah mendaftarkan tertanggung

Tertanggung adalah pihak yang nyawanya ditanggung. Kalau tertanggung meninggal, maka klaim asuransi jiwa bisa cair.

Banyak yang mendaftarkan anak sebagai tertanggung dalam asuransi jiwa. Apakah itu tepat? Jawabannya bisa ya atau tidak.

Ya, jika tujuan membeli asuransi adalah agar orangtua mendapatkan uang kalau anak meninggal atau mengalami cacat total tetap. Tidak, jika tujuan asuransi jiwa adalah untuk memberikan uang kepada anak sebagai biaya hidup maupun pendidikan kalau orang tuanya meninggal.

02. Salah pilih produk

Pastikan produk yang kita pilih sudah sesuai dengan keperluan dan bujet. Untuk memahami jenis-jenis produk asuransi, silakan klik di sini.

03. Membeli rider yang tidak perlu

Ada banyak pilihan asuransi tambahan (rider) yang bisa memperluas manfaat asuransi jiwa. Perlu dipahami bahwa dengan menambah rider, maka premi yang perlu kita bayar juga bakal bertambah. Misalnya, kita tidak perlu beli rider Penyakit Kritis kalau sudah di-cover polis asuransi kesehatan yang lain.

04. Membeli asuransi jiwa di waktu yang salah

Akan lebih “menguntungkan” kalau kita membeli asuransi jiwa pada usia muda. Karena, semakin bertambahnya usia, premi asuransi jiwa akan semakin tinggi. Jadi, terlalu lama menunda.

Tapi perlu dicatat, sebaiknya belilah asuransi jiwa kalau memang punya tanggungan. Kalau tidak, mending beli asuransi kesehatan saja.

05. Salah menentukan uang pertanggungan

Perhatikan dana yang dibutuhkan keluarga dan inflasi di tahun mendatang sehingga nilai uang pertanggungan benar-benar cukup.

06. Mudah percaya dengan agen

Kebanyakan orang yang membeli asuransi percaya begitu aja sama agen asuransi. Padahal kalau lagi apes, kita bisa ketemu oknum dan dipaksa beli produk atau rider yang tidak sesuai sama kebutuhan.

Daripada bingung, mari konsultasi gratis dengan Lifepal. Lifepal tidak hanya menyediakan produk dari satu brand saja tetapi bekerja sama dengan puluhan perusahaan asuransi. Sehingga, rekomendasi polis akan betul-betul sesuai kebutuhan pelanggan. Kalau tertarik, silakan isi formulir di atas.

07. Cari tahu kesehatan keuangan perusahaan

Perusahaan asuransi yang memiliki laporan keuangan yang tidak sehat berdampak pada kasus gagal bayar klaim, seperti contoh Jiwasraya.

Perhatikan kolom rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) pada laporan keuangan tahunan yang dirilis perusahaan asuransi, baik di website resmi atau OJK.

RBC adalah indikator yang menggambarkan kemampuan perusahaan membayar utang jangka panjang. Berdasarkan ketentuan pemerintah, semua perusahaan asuransi wajib memiliki RBC minimal 120 persen. Jika Simas Jiwa memiliki RBC 508 persen, artinya perusahaan bisa membayar semua utangnya sebanyak lima kali lipat. Hal ini bisa berdampak pada kemampuannya dalam membayar klaim.

 

Tanya Jawab

Berikut tips dan pertanyaan yang sering diajukan oleh nasabah terkait produk asuransi jiwa dan beberapa klausul dalam polisnya.

Apa yang dimaksud dengan asuransi jiwa? Asuransi jiwa adalah produk keuangan yang akan menjaga kita dari risiko finansial akibat kematian. Pasalnya, kematian seorang tulang punggung tentu sangat berdampak pada kondisi keuangan keluarganya. Sepeninggal orang tersebut, penghasilan keluarga akan terhenti. 

Oleh sebab itu, asuransi jiwa memberikan solusi lewat uang santunan yang diberikan kepada keluarga. Harapannya, mereka dapat melanjutkan hidup dengan layak.

Ada beberapa asuransi jiwa yang bagus di Indonesia, misalnya Cigna, Allianz, AXA Mandiri, Manulife, AIA, Generali, dan Prudential. Asuransi yang bagus adalah perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang sehat dan memiliki izin usaha yang masih aktif.

Salah satu syarat asuransi jiwa bagus adalah apabila terdaftar di OJK dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Berikut adalah daftarnya:

  • Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912
  • PT AIA Financial
  • PT Astra Aviva Life
  • PT Asuransi Allianz Life Indonesia
  • PT Asuransi CIGNA
  • PT Asuransi Ciputra Indonesia
  • PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha
  • PT Asuransi Jiwa BCA
  • PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera
  • PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya
  • PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia
  • PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses
  • PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia
  • PT Asuransi Jiwa Kresna
  • PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
  • PT Asuransi Jiwa Reliance
  • PT Asuransi Jiwa Sequis Financial
  • PT Asuransi Jiwa Sequis Life
  • PT Asuransi Jiwa Star Investama
  • PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin
  • PT Asuransi Jiwa Taspen
  • PT Asuransi Jiwasraya (Persero)
  • PT Asuransi MSIG Indonesia
  • PT Asuransi Simas Jiwa
  • PT Asuransi Takaful Keluarga
  • PT Avrist Assurance
  • PT Axa Financial Indonesia
  • PT Axa Mandiri Financial Services
  • PT BNI Life Insurance
  • PT Capital Life Indonesia
  • PT Central Asia Financial
  • PT Chubb Life Insurance Indonesia
  • PT Commonwealth Life
  • PT Equity Life Indonesia
  • PT FWD Life Indonesia
  • PT Great Eastern Life Indonesia
  • PT Heksa Eka Life Insurance
  • PT Indolife Pensiontama
  • PT Lippo Life Assurance
  • PT MNC Life Assurance
  • PT Panin Dai-ichi Life
  • PT Pasaraya Life Insurance
  • PT PFI Mega Life Insurance
  • PT Prudential Life Assurance
  • PT Sun Life Financial Indonesia
  • PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia
  • PT Zurich Topas Life
  • PT Tugu Pratama Indonesia

Cara kerja asuransi jiwa sederhana saja. Jadi, sebagai nasabah akan menyetorkan iuran atau premi secara rutin atau sekaligus kepada penyedia asuransi. Setelah itu perusahaan asuransi memiliki kewajiban untuk menanggung risiko meninggal dunia, di mana apabila nasabah meninggal, perusahaan akan memberikan uang santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Besarnya premi maupun uang santunan tersebut sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang tertuang di dalam dokumen polis.

Tidak ada persyaratan khusus untuk mengajukan asuransi jiwa. Syarat utama yang diperlukan untuk mendaftar asuransi jiwa adalah kelengkapan dokumen seperti:

  • Formulir pengajuan asuransi jiwa
  • Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Akta keluarga
  • Akta kelahiran
  • Bukti pembayaran premi pertama

Selain itu, umumnya asuransi jiwa memberikan premi yang lebih murah jika kita membelinya pada usia 35 tahun. Pasalnya, tertanggung berusia di bawah 35 tahun dianggap memiliki risiko rendah untuk menderita gangguan kesehatan. 

Terdapat juga ketentuan batas maksimal usia tertanggung, yaitu sekitar 55-70 tahun. Pastikan usia orang yang ingin dijamin tidak melebihi batas tersebut.

Agar lebih memahami tentang asuransi jiwa, pahami dulu isinya. Berikut adalah poin-poin yang dibahas dalam dokumen polis.

Ringkasan polis

Ringkasan polis adalah lembar yang menunjukkan data-data perjanjian polis, yang terdiri dari:

  • Nama pemegang polis, nama tertanggung, dan nama yang ditunjuk menerima manfaat atau wakil ahli waris.
  • Macam dan manfaat pertanggungan dan tambahannya jika ada.
  • Rincian premi yang harus dibayar oleh pemegang polis dan biaya-biaya lainnya.
  • Daftar nilai tunai yang dijamin (jika ada).

 

Ketentuan umum dan khusus

Meskipun panjang, bagian ini tidak boleh kita lewatkan dalam mempelajari polis. Alasannya, ketentuan umum dan khusus akan menentukan kelancaran proses klaim di masa depan. Isinya:

  • Tanggal mulai dan akhir berlakunya pertanggungan.
  • Cara pembayaran premi.
  • Tenggang waktu (grace period) pembayaran Premi atau Kontribusi.
  • Manfaat apa saja yang dipertanggungkan.
  • Pengecualian dari manfaat yang dipertanggungkan.
  • Kurs yang digunakan untuk pembayaran premi asuransi dengan mata uang asing dan manfaat yang dikaitkan dengan mata uang rupiah.
  • Waktu diterimanya pembayaran Premi atau Kontribusi.
  • Kebijakan yang ditetapkan perusahaan apabila pembayaran premi dilakukan melewati tenggang waktu yang disepakati. Misalnya denda atau polis lapse.
  • Periode di mana saat perusahaan tidak dapat meninjau ulang keabsahan kontrak asuransi (incontestable period) pada produk asuransi jangka panjang.
  • Tabel nilai tunai, bagi produk asuransi yang dipasarkan oleh perusahaan asuransi jiwa yang mengandung nilai tunai.
  • Perhitungan dividen polis asuransi atau yang sejenis sesuai dengan jenis produknya.
  • Klausula penghentian pertanggungan, baik dari perusahaan maupun dari pemegang polis, tertanggung, atau peserta, termasuk syarat dan penyebabnya.
  • Syarat dan tata cara pengajuan klaim, termasuk bukti pendukung yang relevan dan diperlukan dalam pengajuan klaim.
  • Tata cara penyelesaian dan pembayaran klaim.
  • Klausula penyelesaian perselisihan yang antara lain memuat mekanisme penyelesaian di dalam pengadilan maupun di luar pengadilan dan pemilihan tempat kedudukan penyelesaian perselisihan

Untuk bagian ketentuan khusus, umumnya berbeda-beda setiap perusahaan. Biasanya dapat berupa biaya yang harus dibayar oleh pemegang polis, syarat pengecualian, dan lain-lain.

Salinan formulir pendaftaran

Saat mendaftar asuransi jiwa, tentu kita harus mengisi formulir pendaftaran dulu dan nantinya akan dilampirkan dalam dokumen polis.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besaran premi asuransi jiwa, di antaranya:

  • Tipe asuransi. Jenis asuransi menentukan berapa besar premi yang harus kita bayar. Misalnya saja untuk asuransi term life besarannya akan jauh lebih kecil daripada whole life, karena premi akan hangus selepas waktu asuransi berakhir. 
  • Jangka waktu asuransi. Berapa lamanya kita mengambil opsi perlindungan juga bakal mempengaruhi besaran premi; semakin lama waktunya maka semakin tinggi preminya. Maka tentu saja premi term life 10 tahun akan lebih mahal daripada yang hanya 5 tahun saja.
  • Usia tertanggung. Semakin muda usia, tentu biaya premi akan lebih murah. Coba saja bandingkan premi askes nasabah berusia 25 dan 35 tahun, tentu akan cukup jauh bedanya!
  • Jumlah pertanggungan. Ingat kembali tujuan asuransi jiwa sebagai pelindung keluarga. Maka makin banyak jumlah tanggungan, otomatis uang pertanggungannya juga semakin besar karena makin banyak perut yang harus diisi. Oleh sebab itu, preminya tentu semakin mahal juga.
  • Kondisi kesehatan. Kesehatan dan gaya hidup tentu bakal mempengaruhi risiko terkena penyakit. Oleh sebab itu, premi yang dikenakan juga beda. Kebiasaan yang kurang baik untuk kesehatan seperti merokok atau olahraga ekstrim bisa memberatkan nilai premi.
  • Rider. Agen sering menanyakan apakah kita mau menambah perluasan asuransi atau membeli rider. Terkesan menguntungkan, padahal sebenarnya dengan menambah rider maka premi akan semakin besar. Makanya penting untuk memilih pertanggungan yang penting-penting saja.
  • Komponen investasi. Produk yang menawarkan benefit investasi tentunya bakal mengenakan premi lebih tinggi dari asuransi murni. Oleh sebab itu, sebenarnya produk seperti ini kurang efektif karena proteksi jadi tidak maksimal. Namun, pilihan kembali kepada masing-masing individu untuk memutuskan.

Setelah memahami faktor-faktor yang mempengaruhi, menghitung premi sebenarnya sederhana saja, yaitu dengan rumus berikut.

Jumlah Premi = Tarif Premi x Jumlah Pertanggungan

Kita bisa mendapatkan ketentuan tarif premi dari penyedia asuransi. Asuransi jiwa individu umumnya memiliki tarif premi lebih rendah daripada asuransi jiwa kelompok. 

Untuk mengajukan klaim, pertama-tama laporkan kepada penyedia asuransi bahwa tertanggung meninggal dunia, tidak lebih dari 7 hari sejak kejadian. Kemudian ahli waris mengirimkan dokumen yang diperlukan, seperti formulir klaim, identitas diri dan kartu polis. 

Setelah menerima berkas, perusahaan asuransi akan memverifikasi kebenaran data dan mencocokkannya dengan ketentuan polis. Apabila dokumen sudah sesuai ketentuan, pihak asuransi akan mencairkan uang pertanggungan ke rekening ahli waris.

Pengembalian premi asuransi tergantung pada jenis produknya. Untuk asuransi jiwa berjangka, uang premi akan hangus kalau tidak ada klaim. Sementara itu, pada produk whole life dan dwiguna, premi bisa dicairkan setelah masa asuransi habis.  

Sementara itu, uang pertanggungan pasti bisa dicairkan, yaitu pada saat tertanggung meninggal atau mengalami cacat tetap total.

Manfaat asuransi jiwa umumnya dibayarkan apabila terjadi klaim (tertanggung meninggal dunia) atau masa polis sudah selesai. Ada juga asuransi jiwa yang bisa memberikan manfaat di luar dua waktu tersebut, misalnya asuransi dwiguna atau endowment. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi jiwa ditolak, yaitu:

  • Polis tidak aktif, karena tagihan premi belum dibayar.
  • Klaim masuk ke dalam daftar pengecualian.
  • Kejadian klaim melibatkan tindak kriminal atau melanggar hukum dari tertanggung.
  • Terlambat mengajukan klaim karena ada batas waktu maksimalnya.
  • Dokumen pengajuan klaim tidak lengkap.
  • Mengajukan klaim dalam masa tunggu, karena dalam asuransi ada rentang waktu tertentu di mana nasabah belum bisa mengajukan klaim setelah polis terbit.
  • Klaim termasuk ke dalam pre-existing condition, yaitu kondisi penyakti yang sudah ada sebelumnya.
  • Klaim tidak termasuk ke dalam pertanggungan polis.

Beberapa perusahaan asuransi memiliki persyaratan tertentu terkait dengan klaim asuransi. Ada penyebab kematian yang bisa membatalkan klaim. Peraturan ini dibuat agar kita lebih berhati-hati. 

Beberapa pengecualian dalam klaim, antara lain karena penyebab bunuh diri, olahraga ekstrem, overdosis narkotika, HIV/AIDS, kecurangan klaim, vonis hukuman mati, dan data tidak sesuai.

Membatalkan asuransi jiwa perlu persiapan yang matang, terutama soal dokumen-dokumen persyaratannya, di antaranya:

  1. Fotokopi KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI) atau Passport & KITAS untuk Warga Negara Asing (WNA) dari Pemegang Polis yang masih berlaku. 
  2. Fotokopi Buku tabungan jika rekening yang digunakan berbeda dengan rekening pendebetan. Catatan: Jika rekening yang digunakan bukan atas nama Pemegang Polis, maka harus melampirkan dokumen pendukung yang menunjukan hubungan pemilik rekening dengan Pemegang Polis. Contohnya: Fotokopi akte kelahiran atau fotokopi kartu keluarga jika rekening awal bukan atas nama pemegang polis.

Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membatalkan polis:

  • Menghubungi agen asuransi. Langkah ini khusus bagi nasabah yang membeli lewat agen asuransi. Hubungi agen tersebut dan ajukan permohonan pembatalan asuransi. Nantinya agen tersebut akan menyampaikan pengajuan tersebut kepada perusahaan.
  • Datang ke kantor pusat atau cabang asuransi. Bawa dokumen yang menjadi persyaratan dan datanglah ke bagian customer service untuk mengajukan permohonan.
  • Mengirimkan pengajuan lewat surat elektronik (e-mail). Saat ini semua lebih mudah karena semua orang sudah terhubung ke internet. Bahkan dalam mengajukan penutupan asuransi pun kita bisa langsung saja mengirimkan permohonan lewat email ke penyedia asuransi masing-masing.
  • Menghubungi customer service (CS). Apabila ingin lebih praktis, kontak CS perusahaan asuransi dan ajukan permohonan melalui telepon.

Memiliki beberapa polis asuransi dalam satu waktu ada kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tentu saja hal ini berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan setiap orang. Berikut rangkumannya.

Kelebihan

  • Bisa mendapatkan berbagai jenis manfaat dari berbagai polis yang berbeda. 
  • Bisa mendapatkan perlindungan lebih yang disesuaikan dengan waktu pertanggungan (jangka panjang atau jangka pendek). 
  • Jika membeli beberapa polis dari satu brand biasanya akan mendapatkan diskon premi.

Kekurangan

  • Bagi sebagian orang, memiliki banyak polis cukup membingungkan, karena harus mempelajarinya satu per satu.
  • Harus membayar banyak biaya yang dikenakan dari beragam polis tersebut.

Menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat. 

Kesimpulannya, jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah.

Menurut UU Nomor 42 tahun 2009, asuransi tergolong Jasa Tidak Kena Pajak. Uang pertanggungan dan nilai tunai yang kita dapatkan tidak akan dikenakan pajak oleh negara. Bahkan jika  kita mendapat nilai tunai (pengembalian premi) 110 persen dari total setoran premi, tambahan 10 persen tersebut tetap tidak kena pajak. 

Uang tersebut tetap harus kita laporkan dalam laporan pajak tahunan, tapi sebagai bagian dari harta yang kita miliki.

Asuransi jiwa yang sehat dapat dipastikan dengan cara memeriksa laporan keuangan tahunannya. Perhatikan tabel “Rasio Solvabilitas” dan pastikan angka Rasio Pencapaian di atas 120 persen. Sebagai catatan, rasio tersebut biasa disebut dengan Risk Based Capital (RBC) yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam 

Sekarang membeli asuransi jiwa tidak lagi sulit, karena sudah banyak platform yang menyediakan produk asuransi online, misalnya Lifepal. Sebagai ecommerce asuransi, Lifepal menyediakan banyak pilihan polis terbaik yang ada di Indonesia. 

Tidak hanya mudah, beli asuransi jiwa di Lifepal jauh lebih hemat daripada di agen. Pasalnya, harga yang kami tawarkan 10 persen lebih murah, belum lagi ditambah dengan diskon!

Kalau bingung memilihnya, pelanggan bisa mendapatkan konsultasi gratis dengan tim kami. Kami akan merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Untuk mendapatkan konsultasi gratis, silakan mengisi formulir di bagian atas halaman ini ya!

  • Agen asuransi: Agen asuransi adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha, yang bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah memasarkan produk asuransi atau produk asuransi syariah. 
  • Ahli waris: Nama orang yang tercantum dalam polis untuk menerima santunan apabila terjadi kematian pada Tertanggung.
  • Ajudikasi: Tahap penyelesaian dalam konflik asuransi yang bakal menentukan apakah klaim diterima atau ditolak.
  • Aktuaria: Ilmu yang menggunakan matematika, statistika, dan keuangan untuk memperhitungkan risiko yang akan timbul di masa depan.
  • Anuitas: Pembayaran berkala yang dilakukan perusahaan asuransi pada waktu tertentu
  • Bancassurance: Produk asuransi yang dipasarkan melalui bank untuk menyasar konsumen nasabah bank.
  • Batas potong atau ekses: Biaya yang harus dibayar oleh nasabah asuransi apabila biaya rumah sakit melebihi limit yang ditentukan perusahaan asuransi.
  • Biaya administrasi: Biaya yang dibayarkan untuk keperluan administrasi. 
  • Biaya akuisisi: Biaya yang dikeluarkan pada saat penerbitan polis.
  • Biaya top up: Biaya yang dikeluarkan oleh pemegang polis pada saat membayar premi berkala, atau mengisi saldo nilai tunai pada asuransi jiwa whole life dan unit link.
  • Contestable period: Dikenal dengan sebutan masa percobaan, yakni periode (dua tahun) penanggung berhak mempertanyakan atau menyelidiki kebenaran informasi/data yang diberikan Tertanggung atau Pemegang Polis. Dalam surat aplikasi untuk menentukan keputusan selanjutnya atas kontrak polis tersebut.
  • Cuti premi: Fitur yang memungkinkan nasabah asuransi berhenti membayar polis dalam beberapa waktu tertentu.
  • Dana investasi: Dalam unit link, dana investasi adalah premi yang dibayarkan setelah dipotong dengan biaya asuransi dan biaya lainnya.
  • Endowment plan: Produk asuransi yang memiliki dua manfaat, yaitu asuransi dan tabungan. Biasanya ada pada jenis asuransi jiwa.
  • Explanation of benefits: Penjelasan tentang manfaat dari asuransi yang dikirimkan dari perusahaan ke nasabah asuransi.
  • Field underwriting: Proses seleksi akan risiko yang dimiliki oleh nasabah asuransi.
  • Flat rate: Pembayaran premi yang sama rata sejak daftar hingga masa asuransi berakhir.
  • Free-look period: Waktu yang diberikan perusahaan kepada nasabah untuk mempelajari polis, biasanya 14 hari sejak polis terbit. Dalam periode ini, nasabah dapat membatalkan perjanjian dan tidak perlu keluar biaya pembatalan.
  • Grace period: Masa tenggang dalam pembayaran premi asuransi, yaitu 30 hari sejak tanggal jatuh tempo.
  • Harga unit: Hasil yang didapatkan dari investasi ditambah dengan nilai aset.
  • Ilustrasi polis: Perkiraan manfaat yang akan didapatkan oleh nasabah, biasanya menggunakan kasus atau simulasi.
  • Investment-linked plan: Investment-linked plan adalah program asuransi yang dikaitkan dengan investasi. Premi yang dibayarkan untuk membeli manfaat proteksi asuransi jiwa. Plus membeli unit dalam suatu portofolio dana investasi. Harga unit-unit akan tergantung pada kinerja investasi dana.
  • Jaminan perlindungan: Jaminan yang diberikan perusahaan asuransi kepada pemegang polis agar ia bisa membeli asuransi tambahan tanpa melalui proses seleksi lagi.
  • Kedaluwarsa (lapse): Hilangnya manfaat/jaminan perlindungan polis yang disebabkan karena pembayaran premi terhenti. 
  • Klaim: Klaim asuransi adalah pengajuan resmi kepada perusahaan asuransi untuk meminta pembayaran. Selanjutnya perusahaan harus membayarkan nilainya kepada pihak tertanggung. 
  • Klaim akhir kontrak: Pengajuan klaim pada akhir masa asuransi, biasanya klaim yang diajukan berupa pengembalian premi atau nilai tunai.
  • Klaim tertunda: Klaim yang telah diajukan namun belum dapat dipenuhi atau dibayar oleh perusahaan asuransi.
  • Klausul: Pasal dalam dokumen polis yang harus dipatuhi oleh nasabah maupun perusahaan asuransi.
  • Lapse notification: Istilah dalam asuransi yang menunjukkan pemberitahuan secara tertulis dari penanggung kepada pemegang polis jika polis hangus.
  • Masa tenggang: Batas akhir pembayaran premi yang harus dilakukan nasabah asuransi. 
  • Masa tunggu: Masa tidak adanya pembayaran premi karena suatu sebab.
  • Maturity date (tanggal jatuh tempo): Tanggal yang telah disetujui pada saat suatu perusahaan asuransi membayarkan sejumlah tunai uang.
  • Minor: Seseorang yang masih di bawah umur, yaitu di bawah 21 tahun dan belum menikah.
  • Nilai tunai (cash value): Sejumlah uang yang terdapat pada program asuransi kamu yang bisa kamu klaim pada waktu yang sudah ditentukan.
  • Objek asuransi: Objek asuransi adalah jiwa dan raga, kesehatan manusia, tanggung jawab hukum, benda dan jasa, serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang, rusak, rugi, dan/atau berkurang nilainya.
  • Occupational risk/hazard: Risiko yang berasal dari pekerjaan pemegang polis.
  • Payor: Pihak yang membayar premi, atau pemegang polis.
  • Pemegang polis: Pemegang polis adalah pihak yang mengikatkan diri berdasarkan perjanjian dengan perusahaan asuransi, untuk mendapatkan perlindungan atau pengelolaan atas risiko bagi dirinya, tertanggung, atau peserta lain.
  • Penanggung: pihak yang memberikan jaminan terhadap objek yang diasuransikan, atau perusahaan asuransi.
  • Peserta asuransi: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi Syariah atau perjanjian reasuransi syariah.
  • Pinjaman Premi Otomatis/Automatic Premium Loan (APL): Pinjaman polis otomatis yang diambil dari Nilai Tunai Polis (selama Nilai Tunai mencukupi), untuk melunasi premi yang belum dibayar sampai akhir masa keleluasaan (tidak berlaku untuk Polis Asuransi Jiwa Unit Link).
  • Policy lapse (polis lewat waktu): Penghentian penanggungan asuransi, sebagai akibat dari tidak dibayarnya premi-premi.
  • Polis asuransi: Polis asuransi adalah kontrak tertulis antara perusahaan asuransi dengan nasabah. Isinya adalah pengalihan risiko, jenis risiko yang ditanggung hingga jangka waktu perlindungan diberikan. 
  • Pre-existing condition: Pre-existing condition adalah kondisi di mana calon nasabah asuransi pernah atau sedang menderita penyakit tertentu, sehingga tidak bisa mendaftarkan diri pada asuransi.
  • Premi atau kontribusi: Sejumlah uang yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Uang untuk dibayarkan berdasarkan perjanjian asuransi atau perjanjian reasuransi. Atau sejumlah uang yang ditetapkan, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mendasari program asuransi wajib untuk mendapatkan manfaat. 
  • Reasuransi: Produk keuangan di mana perusahaan asuransi mengasuransikan kembali (reasuransi) risiko yang dimilikinya, yaitu klaim nasabah.
  • Regular Premium Policy (Polis Premi Reguler): Suatu polis yang menghendaki pembayaran premi secara berkala, sebagai contoh, bulanan, setiap empat bulan, setiap enam bulan atau tahunan.
  • Rider atau asuransi tambahan: Produk tambahan dari asuransi untuk menambah pertanggungan dari manfaat utama yang sudah ada. Rider juga bisa menanggung pertanggungan yang dikecualikan pada polis utama.
  • Risk Based Capital: Rasio (rasio solvabilitas) untuk mengukur kesehatan dan keamanan finansial perusahaan asuransi. Ukurannya berdasarkan kemampuan modal mereka untuk menutup seluruh kerugian yang ada.
  • Secondary benefit: Manfaat yang didapatkan nasabah asuransi di luar manfaat utama, biasanya berupa layanan ambulans pada asuransi kesehatan atau layanan derek pada asuransi mobil.
  • Single Premium Policy (polis dengan premi sekali bayar): Suatu polis yang hanya menghendaki sekali pembayaran premi yang dilakukan di muka.
  • Sum Assured (jumlah uang pertanggungan): Jumlah uang jaminan yang dipertanggungkan kepada pemegang polis.
  • Surrender: Permintaan tertulis dari pemegang polis untuk membatalkan kerja sama dalam polis.
  • Tertanggung: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi atau perjanjian reasuransi.
  • Underwriting: Underwriting adalah proses mengidentifikasi dan menyeleksi risiko dan mengelompokkan tingkat risiko dari calon nasabah asuransi. Underwriting dinilai penting sebagai gambaran jumlah premi yang harus dibayarkan.
  • Uang pertanggungan (face amount): Uang pertanggungan yang tercantum pada halaman polis yang akan dibayar apabila terjadi kematian atau penyebab klaim lainnya. Dibayarkan pada saat masa pertanggungan berakhir sesuai dengan jenis asuransi yang diambil. Tidak termasuk jumlah tambahan yang akan dibayarkan untuk ketentuan khusus lainnya.