Mencari Asuransi Terbaik?
Masukkan informasi diri dan sistem kami akan merekomendasikan polis terbaik sesuai dengan profil, kebutuhan, dan anggaranmu.

Asuransi Jiwa

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Apa Itu Asuransi Jiwa?

Asuransi jiwa adalah produk asuransi yang memberikan uang santunan kepada ahli waris jika nasabah meninggal dunia. Syaratnya, nasabah perlu membayar premi ke perusahaan asuransi.

Manfaat asuransi jiwa adalah untuk mengelola risiko keuangan keluarga. Pasalnya, uang santunan yang diberikan bisa menggantikan sumber penghasilan yang hilang akibat kepergian tulang punggung keluarga.

 

Jenis-jenis Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa yang ada di Indonesia terdiri dari empat jenis, yaitu term life, whole life, unit link, dan endowment. Untuk memahami lebih dalam, berikut penjelasannya.

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life)

Asuransi jiwa berjangka adalah produk asuransi jiwa yang memberikan pertanggungan hanya dalam jangka waktu tertentu, misalnya setahun, 5, 10, 20, atau maksimal 30 tahun. Produk ini cocok bagi orang yang mencari proteksi jangka pendek.

  • Asuransi jiwa BCA Life Protection Guard, produk ini memberikan uang pertanggungan hingga Rp1 miliar dengan masa pertanggungan 12 tahun. Preminya sendiri mulai dari Rp40 ribu per bulan.
  • Asuransi jiwa Allianz Sekoci, produk ini menawarkan uang pertanggungan kematian Rp10 juta hanya dengan premi Rp115 ribu saja per bulannya!

  • (+) Premi relatif lebih murah dan bebas menentukan besarannya sesuai kemampuan masing-masing.
  • (+) Uang pertanggungan bisa mencapai ratusan miliar rupiah yang artinya cukup besar.
  • (+) Menawarkan UP tinggi dengan premi murah.
  • (+) Menawarkan manfaat tambahan seperti santunan cacat tetap, pembebasan premi, pertanggungan medis, penyakit kritis, hingga jaminan pelunasan kredit.
  • (-) Premi yang sudah kita setorkan akan hangus pada saat masa asuransi berakhir.

Dapatkan produk asuransi jiwa berjangka murah di sini!

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life)

Asuransi jiwa seumur hidup adalah proteksi asuransi jiwa selama masa hidup nasabah/tertanggung, asalkan tetap membayarkan premi. Biasanya usia yang ditanggung hingga 99 atau 100 tahun.

  • Asuransi Jiwa Sequis Life Financial Smart Life, produk ini menawarkan pertanggungan hingga usia 100 tahun dengan nilai Rp250 juta. Preminya mulai dari Rp2.500 per hari.
  • AIA Critical Protection dari Asuransi Jiwa AIA menawarkan pertanggungan bahkan untuk 60 penyakit kritis dengan usia masuk maksimal 60 tahun.

  • (+) Polis ini akan memberikan perlindungan seumur hidup sampai dengan janji pengembalian premi jika tidak ada klaim.
  • (+) Ada saldo nilai tunai yang bisa dicairkan pada saat masa asuransi habis.
  • (+) Jika pada waktu tertentu tidak sanggup membayar premi berkala, bisa menggunakan nilai tunai tersebut.
  • (+) Cocok bagi nasabah yang ingin mempersiapkan masa pensiun bersama pasangan atau punya rencana finansial lainnya.
  • (+) Uang pertanggungan akan cair saat masa asuransi habis.
  • (-) Besaran premi relatif mahal, bisa mencapai dua kali lipat premi term life.

3. Asuransi Jiwa Unit Link

Unit link adalah produk yang menawarkan perlindungan jiwa dengan tambahan manfaat investasi. Jadi, sebagian premi yang kita bayarkan akan dipakai untuk membayar premi asuransi dan sisanya diinvestasikan.

  • (+) Tak hanya mendapatkan asuransi jiwa, tapi juga manfaat hasil investasi.
  • (+) Bisa bayar asuransi pakai hasil investasi.
  • (+) Dapat untung tanpa repot mengelola investasi sendiri.
  • (-) Hasil investasi tidak akan begitu terasa karena banyak dipotong biaya asuransi.
  • (-) Ada risiko asuransi merugi sehingga kita harus menambah saldo.

4. Asuransi Jiwa Dwiguna

Endowment adalah produk perlindungan jiwa dengan manfaat tambahan berupa tabungan. Sebagian premi yang kita bayar akan ditabung dan sisanya dipakai untuk membayar biaya asuransi.

  • Mandiri Inhealth Endowment dari asuransi jiwa Mandiri Inhealth menawarkan manfaat pertanggungan 100 persen dengan masa pertanggungan 3-5 tahun dan usia masuk 18-67 tahun.
  • Hy-End Pro adalah produk asuransi jiwa BNI Life dengan penawaran uang pertanggungan hingga Rp20 miliar dengan premi minimal Rp10 juta.

  • (+) Bisa mencairkan uang asuransi sebelum masa asuransi berakhir.
  • (+) Jika masih hidup sampai masa asuransi berakhir, kita tetap mendapat seluruh UP.
  • (+) Cocok untuk orang yang memiliki tujuan finansial jangka panjang yang bersifat primer, seperti biaya pendidikan anak atau biaya pensiun.
  • (-) Biaya premi relatif lebih mahal yaitu mencapai jutaan rupiah per bulannya.
 

Daftar Asuransi Jiwa Terbaik di Indonesia 2020

Ada ratusan polis asuransi jiwa di pasaran, mana yang terbaik? Supaya lebih mudah memilih, Lifepal menyajikan review 10 polis asuransi jiwa terbaik yang ada di Indonesia. Simak ulasannya di bawah ini!

1. Simas Jiwa SIJI Guard 4

Premi Mulai Rp120 Ribu/Bulan

  • Masa perlindungan: 1 tahun
  • Usia masuk tertanggung: 0,5-69 tahun
  • Masa peninjauan polis: 14 hari
  • Tidak ada masa tunggu

  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp500 juta
  • Santunan cacat tetap Rp250 juta
  • Santunan meninggal dunia Rp250 juta

2. Ciputra Life Citra Jaminan Pasti 50

Premi Mulai Rp175 Ribu/Bulan

  • Masa perlindungan: 20 tahun
  • Usia masuk tertanggung: 5-60 tahun
  • Masa pembayaran premi: 5 tahun
  • Pengembalian premi: 160% di tahun ke-20
  • Masa peninjauan polis: 14 hari
  • Masa tunggu: 180 hari
  • Pembayaran premi: bulanan

  • Santunan meninggal dunia karena kecelakaan Rp100 juta
  • Santunan meninggal dunia karena sakit Rp50 juta

3. Manulife Essential Assurance

Premi Mulai Rp475 Ribu/Bulan

  • Perlindungan sampai usia 99 tahun.
  • Pilihan masa pembayaran bervariasi, antara 5, 10, atau 20 tahun
  • Usia masuk tertanggung: 18-70 tahun
  • Manfaat nilai tunai dan pengembalian 100% UP di akhir polis.

  • Santunan meninggal dunia sampai Rp2,5 miliar.
  • Tambahan manfaat meninggal akibat kecelakaan sampai Rp600 juta.
  • Perluasan manfaat dengan asuransi tambahan Manulife Medicare Plus untuk biaya rumah sakit, Manulife Crisis Cover untuk risiko penyakit kritis, Waiver of Premium untuk pembebasan premi, dan ADDB untuk manfaat cacat tetap total.

4. Allianz SmartLink New Flexi Account

Premi Mulai Rp300 Ribu/Bulan

  • Usia masuk tertanggung 1-70 tahun
  • Premi mulai dari Rp300 ribu per bulan

  • Santunan meninggal dunia.
  • Manfaat investasi.
  • Manfaat akhir polis.
  • Perluasan manfaat penyakit kritis dan pertanggungan rawat inap

5. Prudential PRUsafe Guard

Premi Mulai Rp250 Ribu/Bulan

  • Masa perlindungan: 15 tahun.
  • Masa pembayaran premi: 10 tahun.

  • Santunan kematian dan cacat tetap.
  • Manfaat tambahan jika terjadi kecelakaan di tempat kerja.
  • Manfaat tambahan jika menderita penyakit khusus.
  • Pengembalian premi di akhir masa asuransi.

6. Takaful Al-Khairat Individu

Premi Mulai Rp64 Ribu/Bulan

  • Masa perlindungan: 1 tahun
  • Usia masuk tertanggung: 18-54 tahun
  • Masa tunggu: 30 hari
  • Masa tunggu 1 tahun untuk kematian akibat penyakit pre-existing condition

  • Santunan meninggal dunia Rp150 juta.

7. Asuransi Protecto Warisan Kresna

Premi Mulai Rp260 Ribu/Bulan

  • Usia masuk tertanggung 17-50 tahun
  • Masa pertanggungan: sampai usia 100 tahun
  • Masa pembayaran premi: 10 tahun
  • Masa tunggu: 30 hari
  • Masa peninjauan polis: 14 hari

  • Santunan meninggal dunia Rp300 juta
  • Manfaat habis kontrak 100 persen UP
  • Manfaat nilai tunai.

8. Heksa Rencana Aman

Premi Mulai Rp100 Ribu/Bulan

  • Masa pertanggungan 8 tahun
  • Masa pembayaran premi 5 tahun
  • Usia masuk tertanggung 1-52 tahun
  • Pengembalian premi tahunan: 108%

  • Santunan meninggal dunia karena kecelakaan 100 persen UP
  • Santunan meninggal dunia 50 persen UP

9. Sequis Life Financial Smart Life

Premi Mulai Rp75 Ribu/Bulan

  • Masa pertanggungan sampai usia 100 tahun
  • Usia masuk tertanggung 1-50 tahun
  • Masa pembayaran premi mulai dari 10 tahun

  • Uang pertanggungan Rp250 juta
  • Manfaat nilai tunai jika tidak ada klaim

10. BCA Life Proteksi Jiwa Optima

Premi Mulai Rp110 Ribu/Bulan

  • Masa pertanggungan sampai usia 100 tahun

  • Santunan meninggal dunia Rp500 juta
  • Penggantian biaya medis
 

Membeli asuransi jiwa praktis dan murah secara online

Sekarang membeli asuransi jiwa tidak lagi sulit, karena sudah banyak platform yang menyediakan produk asuransi online, misalnya Lifepal. Sebagai ecommerce asuransi, Lifepal menyediakan banyak pilihan polis terbaik yang ada di Indonesia. 

Tidak hanya mudah, beli asuransi jiwa di Lifepal jauh lebih hemat daripada di agen. Pasalnya, harga yang kami tawarkan 10 persen lebih murah, belum lagi ditambah dengan diskon!

Kalau bingung memilihnya, silakan melakukan konsultasi gratis dengan tim kami. Kami akan merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Untuk mendapatkan konsultasi gratis, klik di sini!

 

Kesalahan Umum dalam Membeli Asuransi Jiwa

Sebelum memutuskan untuk membeli asuransi jiwa, perhatikan beberapa kesalahan umum nasabah berikut agar kita bisa mendapatkan manfaat asuransi jiwa secara maksimal.

Tertanggung adalah pihak yang nyawanya ditanggung. Jika tertanggung meninggal, maka klaim asuransi jiwa bisa cair.

Banyak yang mendaftarkan anak sebagai tertanggung dalam asuransi jiwa. Apakah itu tepat? Jawabannya bisa ya atau tidak.

Ya jika tujuan membeli asuransi adalah agar orangtua mendapatkan uang kalau anak meninggal atau mengalami cacat total tetap. Tidak jika tujuan asuransi jiwa adalah untuk memberikan uang kepada anak sebagai biaya hidup maupun pendidikan kalau orang tuanya meninggal.

Umumnya, tujuan orang membeli asuransi jiwa adalah yang kedua. Karena, kalau orang tua meninggal, anak akan kehilangan biaya untuk hidup.

Pastikan produk yang kita pilih sudah sesuai dengan keperluan. Untuk memahami jenis-jenis produk asuransi, silakan klik di sini.

Ada banyak pilihan asuransi tambahan (rider) yang bisa memperluas manfaat asuransi jiwa. Tapi, jangan asal pilih ya! Soalnya dengan menambah rider, premi yang perlu kita bayar juga bakal bertambah. Misalnya, kita tidak perlu beli rider Penyakit Kritis kalau sudah di-cover polis asuransi kesehatan yang lain.

Akan lebih menguntungkan kalau kita membeli asuransi jiwa pada usia muda. Karena, semakin bertambahnya usia, premi asuransi jiwa akan semakin tinggi. Jadi, jangan kelamaan menunda ya!

Tapi perlu dicatat, sebaiknya belilah asuransi jiwa kalau memang punya tanggungan. Kalau tidak, mending beli asuransi kesehatan saja.

Wajib diingat, asuransi jiwa itu alat untuk mengukur risiko keuangan. Jadi, nominal uang pertanggungan perlu ditentukan dengan tepat. Kalau terlalu kecil, tentu tidak akan cukup untuk membiayai keluarga. Tapi kalau terlalu besar, besaran preminya juga akan semakin besar.

Kebanyakan orang yang membeli asuransi percaya begitu aja sama agen asuransi. Padahal kalau lagi apes, kita bisa ketemu oknum dan dipaksa beli produk atau rider yang tidak sesuai sama kebutuhan.

Daripada bingung, yuk ikut konsultasi gratis dengan Lifepal. Kami tidak hanya menyediakan produk dari satu brand saja tetapi telah bekerja sama dengan puluhan perusahaan asuransi. Sehingga, kami bakal merekomendasikan polis yang memang betul-betul sesuai sama kebutuhan pelanggan. Kalau tertarik, silakan isi formulir di atas!

Kita perlu menganalisis laporan keuangan perusahaan untuk memastikan kesehatannya. Hal utama yang perlu disorot adalah kolom rasio solvabilitas atau Risk based capital (RBC).

RBC adalah indikator yang menggambarkan kemampuan perusahaan membayar utang jangka panjang. Berdasarkan ketentuan pemerintah, semua perusahaan asuransi wajib memiliki RBC minimal 120 persen. Jika Simas Jiwa memiliki RBC 508 persen, artinya perusahaan bisa membayar semua utangnya sebanyak lima kali lipat. Hal ini bisa berdampak pada kemampuannya dalam membayar klaim.

Informasi ini bisa kita dapatkan melalui laporan keuangan perusahaan pada tabel Indikator Kesehatan Keuangan dengan nama Rasio Pencapaian. Berikut brand asuransi dengan tingkat RBC terbaik yang bisa dibeli di Lifepal.co.id.

Brand RBC 2018
Simas Jiwa 508%
Manulife 461%
Allianz 328%
Cigna 315%
BRI Life 303%

 

Tanya Jawab

Berikut tips dan pertanyaan yang sering diajukan oleh nasabah terkait produk asuransi jiwa dan beberapa klausul dalam polisnya.

Apa yang dimaksud dengan asuransi jiwa? Asuransi jiwa adalah produk keuangan yang akan menjaga kita dari risiko finansial akibat kematian. Pasalnya, kematian seorang tulang punggung tentu sangat berdampak pada kondisi keuangan keluarganya. Sepeninggal orang tersebut, penghasilan keluarga akan terhenti. 

Oleh sebab itu, asuransi jiwa memberikan solusi lewat uang santunan yang diberikan kepada keluarga. Harapannya, mereka dapat melanjutkan hidup dengan layak.

Berikut penjelasan tentang mengapa dan siapa yang membutuhkan asuransi ini.

  • Cocok bagi yang sudah memiliki keluarga. Asuransi jiwa sangat penting bagi orang yang menjadi tulang punggung keluarga. Kalau hal buruk menimpanya, keluarga bisa kehilangan sumber penghasilan. Dengan memiliki asuransi jiwa, ahli waris bisa mencairkan uang santunan kematian untuk melanjutkan hidup.
  • Menjamin kelangsungan hidup dan pendidikan anak. Asuransi jiwa juga cocok bagi orang yang memiliki buah hati dalam tanggungan. Biaya hidup dan pendidikan anak tentu adalah kewajiban orangtua. Namun, jika terjadi musibah sementara anak masih kecil, tentu hidup akan menjadi sulit baginya. Nah, uang santunan dari asuransi bisa membantu membayar sekolah anak.
  • Memiliki cicilan seperti KPR, KTA, atau kredit lain. Dalam hidup, terdapat kebutuhan penting yang bernilai tinggi, sehingga kita harus mengajukan cicilan. Misalnya saja rumah. Mencicil rumah adalah komitmen jangka panjang karena umumnya dilakukan pada periode lama atau jumlah yang besar. Namun, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Amit-amit kita tak sampai usia untuk melunasinya, tentu keluarga akan terbebani oleh hal tersebut. Makanya, penting untuk mempersiapkan risiko tersebut dengan membeli asuransi jiwa kredit. Apabila tertanggung meninggal, produk tersebut bakal melunasi sisa cicilan yang belum sempat terbayarkan. Alhasil, keluarga tidak perlu lagi terbebani melunasinya.
  • Memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi. Terdapat beberapa pekerjaan dengan risiko kecelakaan tinggi, misalnya pilot, tentara, kontraktor, dokter, dan lain-lain. Apabila kita mencari nafkah lewat salah satu profesi tersebut, memiliki asuransi jiwa adalah hal yang paling bijak. Apalagi jika kita adalah tulang punggung keluarga. Dengan risiko kematian tinggi, kelangsungan hidup keluarga menjadi rawan. Kalau punya asuransi jiwa, ahli waris akan mendapatkan sejumlah uang dalam jumlah besar apabila hal buruk benar-benar terjadi.
  • Pengelolaan keuangan dan rencana masa depan. Penasihat keuangan selalu menyebut asuransi sebagai hal yang mesti diperhatikan dalam perencanaan masa depan. Wajar saja, dalam manajemen finansial, asuransi termasuk ke dalam pengelolaan risiko. Artinya, lebih baik kita menyisihkan sedikit uang premi supaya bisa terbantu dengan uang dengan jumlah yang jauh lebih besar pada saat membutuhkannya. Berdasarkan konsep ini, ada beberapa varian asuransi jiwa yang bisa disesuaikan dengan rencana keuangan masing-masing, misalnya proteksi jiwa dengan manfaat tambahan investasi atau tabungan.
Jika kamu adalah salah satu orang dengan kriteria yang disebutkan sebelumnya, maka kamu butuh asuransi jiwa. Lifepal akan membantumu untuk mengambil keputusan tepat terkait asuransi. Mari pelajari mengenai asuransi jiwa dan bandingkan di sini!

Ada beberapa asuransi jiwa yang bagus di Indonesia, misalnya Cigna, Allianz, AXA Mandiri, Manulife, AIA, Generali, dan Prudential. Asuransi yang bagus adalah perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang sehat dan memiliki izin usaha yang masih aktif.

Salah satu syarat asuransi jiwa bagus adalah apabila terdaftar di OJK dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Berikut adalah daftarnya:

  • Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912
  • PT AIA Financial
  • PT Astra Aviva Life
  • PT Asuransi Allianz Life Indonesia
  • PT Asuransi CIGNA
  • PT Asuransi Ciputra Indonesia
  • PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha
  • PT Asuransi Jiwa BCA
  • PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera
  • PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya
  • PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia
  • PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses
  • PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia
  • PT Asuransi Jiwa Kresna
  • PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
  • PT Asuransi Jiwa Reliance
  • PT Asuransi Jiwa Sequis Financial
  • PT Asuransi Jiwa Sequis Life
  • PT Asuransi Jiwa Star Investama
  • PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin
  • PT Asuransi Jiwa Taspen
  • PT Asuransi Jiwasraya (Persero)
  • PT Asuransi MSIG Indonesia
  • PT Asuransi Simas Jiwa
  • PT Asuransi Takaful Keluarga
  • PT Avrist Assurance
  • PT Axa Financial Indonesia
  • PT Axa Mandiri Financial Services
  • PT BNI Life Insurance
  • PT Capital Life Indonesia
  • PT Central Asia Financial
  • PT Chubb Life Insurance Indonesia
  • PT Commonwealth Life
  • PT Equity Life Indonesia
  • PT FWD Life Indonesia
  • PT Great Eastern Life Indonesia
  • PT Heksa Eka Life Insurance
  • PT Indolife Pensiontama
  • PT Lippo Life Assurance
  • PT MNC Life Assurance
  • PT Panin Dai-ichi Life
  • PT Pasaraya Life Insurance
  • PT PFI Mega Life Insurance
  • PT Prudential Life Assurance
  • PT Sun Life Financial Indonesia
  • PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia
  • PT Zurich Topas Life
  • PT Tugu Pratama Indonesia

Cara kerja asuransi jiwa sederhana saja. Jadi, sebagai nasabah akan menyetorkan iuran atau premi secara rutin atau sekaligus kepada penyedia asuransi. Setelah itu perusahaan asuransi memiliki kewajiban untuk menanggung risiko meninggal dunia, di mana apabila nasabah meninggal, perusahaan akan memberikan uang santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Besarnya premi maupun uang santunan tersebut sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang tertuang di dalam dokumen polis.

Tidak ada persyaratan khusus untuk mengajukan asuransi jiwa. Syarat utama yang diperlukan untuk mendaftar asuransi jiwa adalah kelengkapan dokumen seperti:

  • Formulir pengajuan asuransi jiwa
  • Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Akta keluarga
  • Akta kelahiran
  • Bukti pembayaran premi pertama

Selain itu, umumnya asuransi jiwa memberikan premi yang lebih murah jika kita membelinya pada usia 35 tahun. Pasalnya, tertanggung berusia di bawah 35 tahun dianggap memiliki risiko rendah untuk menderita gangguan kesehatan. 

Terdapat juga ketentuan batas maksimal usia tertanggung, yaitu sekitar 55-70 tahun. Pastikan usia orang yang ingin dijamin tidak melebihi batas tersebut.

Agar lebih memahami tentang asuransi jiwa, pahami dulu isinya. Berikut adalah poin-poin yang dibahas dalam dokumen polis.

Ringkasan polis

Ringkasan polis adalah lembar yang menunjukkan data-data perjanjian polis, yang terdiri dari:

  • Nama pemegang polis, nama tertanggung, dan nama yang ditunjuk menerima manfaat atau wakil ahli waris.
  • Macam dan manfaat pertanggungan dan tambahannya jika ada.
  • Rincian premi yang harus dibayar oleh pemegang polis dan biaya-biaya lainnya.
  • Daftar nilai tunai yang dijamin (jika ada).

 

Ketentuan umum dan khusus

Meskipun panjang, bagian ini tidak boleh kita lewatkan dalam mempelajari polis. Alasannya, ketentuan umum dan khusus akan menentukan kelancaran proses klaim di masa depan. Isinya:

  • Tanggal mulai dan akhir berlakunya pertanggungan.
  • Cara pembayaran premi.
  • Tenggang waktu (grace period) pembayaran Premi atau Kontribusi.
  • Manfaat apa saja yang dipertanggungkan.
  • Pengecualian dari manfaat yang dipertanggungkan.
  • Kurs yang digunakan untuk pembayaran premi asuransi dengan mata uang asing dan manfaat yang dikaitkan dengan mata uang rupiah.
  • Waktu diterimanya pembayaran Premi atau Kontribusi.
  • Kebijakan yang ditetapkan perusahaan apabila pembayaran premi dilakukan melewati tenggang waktu yang disepakati. Misalnya denda atau polis lapse.
  • Periode di mana saat perusahaan tidak dapat meninjau ulang keabsahan kontrak asuransi (incontestable period) pada produk asuransi jangka panjang.
  • Tabel nilai tunai, bagi produk asuransi yang dipasarkan oleh perusahaan asuransi jiwa yang mengandung nilai tunai.
  • Perhitungan dividen polis asuransi atau yang sejenis sesuai dengan jenis produknya.
  • Klausula penghentian pertanggungan, baik dari perusahaan maupun dari pemegang polis, tertanggung, atau peserta, termasuk syarat dan penyebabnya.
  • Syarat dan tata cara pengajuan klaim, termasuk bukti pendukung yang relevan dan diperlukan dalam pengajuan klaim.
  • Tata cara penyelesaian dan pembayaran klaim.
  • Klausula penyelesaian perselisihan yang antara lain memuat mekanisme penyelesaian di dalam pengadilan maupun di luar pengadilan dan pemilihan tempat kedudukan penyelesaian perselisihan

Untuk bagian ketentuan khusus, umumnya berbeda-beda setiap perusahaan. Biasanya dapat berupa biaya yang harus dibayar oleh pemegang polis, syarat pengecualian, dan lain-lain.

Salinan formulir pendaftaran

Saat mendaftar asuransi jiwa, tentu kita harus mengisi formulir pendaftaran dulu dan nantinya akan dilampirkan dalam dokumen polis.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besaran premi asuransi jiwa, di antaranya:

  • Tipe asuransi. Jenis asuransi menentukan berapa besar premi yang harus kita bayar. Misalnya saja untuk asuransi term life besarannya akan jauh lebih kecil daripada whole life, karena premi akan hangus selepas waktu asuransi berakhir. 
  • Jangka waktu asuransi. Berapa lamanya kita mengambil opsi perlindungan juga bakal mempengaruhi besaran premi; semakin lama waktunya maka semakin tinggi preminya. Maka tentu saja premi term life 10 tahun akan lebih mahal daripada yang hanya 5 tahun saja.
  • Usia tertanggung. Semakin muda usia, tentu biaya premi akan lebih murah. Coba saja bandingkan premi askes nasabah berusia 25 dan 35 tahun, tentu akan cukup jauh bedanya!
  • Jumlah pertanggungan. Ingat kembali tujuan asuransi jiwa sebagai pelindung keluarga. Maka makin banyak jumlah tanggungan, otomatis uang pertanggungannya juga semakin besar karena makin banyak perut yang harus diisi. Oleh sebab itu, preminya tentu semakin mahal juga.
  • Kondisi kesehatan. Kesehatan dan gaya hidup tentu bakal mempengaruhi risiko terkena penyakit. Oleh sebab itu, premi yang dikenakan juga beda. Kebiasaan yang kurang baik untuk kesehatan seperti merokok atau olahraga ekstrim bisa memberatkan nilai premi.
  • Rider. Agen sering menanyakan apakah kita mau menambah perluasan asuransi atau membeli rider. Terkesan menguntungkan, padahal sebenarnya dengan menambah rider maka premi akan semakin besar. Makanya penting untuk memilih pertanggungan yang penting-penting saja.
  • Komponen investasi. Produk yang menawarkan benefit investasi tentunya bakal mengenakan premi lebih tinggi dari asuransi murni. Oleh sebab itu, sebenarnya produk seperti ini kurang efektif karena proteksi jadi tidak maksimal. Namun, pilihan kembali kepada masing-masing individu untuk memutuskan.

Setelah memahami faktor-faktor yang mempengaruhi, menghitung premi sebenarnya sederhana saja, yaitu dengan rumus berikut.

Jumlah Premi = Tarif Premi x Jumlah Pertanggungan

Kita bisa mendapatkan ketentuan tarif premi dari penyedia asuransi. Asuransi jiwa individu umumnya memiliki tarif premi lebih rendah daripada asuransi jiwa kelompok. 

Untuk mengajukan klaim, pertama-tama laporkan kepada penyedia asuransi bahwa tertanggung meninggal dunia, tidak lebih dari 7 hari sejak kejadian. Kemudian ahli waris mengirimkan dokumen yang diperlukan, seperti formulir klaim, identitas diri dan kartu polis. 

Setelah menerima berkas, perusahaan asuransi akan memverifikasi kebenaran data dan mencocokkannya dengan ketentuan polis. Apabila dokumen sudah sesuai ketentuan, pihak asuransi akan mencairkan uang pertanggungan ke rekening ahli waris.

Pengembalian premi asuransi tergantung pada jenis produknya. Untuk asuransi jiwa berjangka, uang premi akan hangus kalau tidak ada klaim. Sementara itu, pada produk whole life dan dwiguna, premi bisa dicairkan setelah masa asuransi habis.  

Sementara itu, uang pertanggungan pasti bisa dicairkan, yaitu pada saat tertanggung meninggal atau mengalami cacat tetap total.

Manfaat asuransi jiwa umumnya dibayarkan apabila terjadi klaim (tertanggung meninggal dunia) atau masa polis sudah selesai. Ada juga asuransi jiwa yang bisa memberikan manfaat di luar dua waktu tersebut, misalnya asuransi dwiguna atau endowment. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi jiwa ditolak, yaitu:

  • Polis tidak aktif, karena tagihan premi belum dibayar.
  • Klaim masuk ke dalam daftar pengecualian.
  • Kejadian klaim melibatkan tindak kriminal atau melanggar hukum dari tertanggung.
  • Terlambat mengajukan klaim karena ada batas waktu maksimalnya.
  • Dokumen pengajuan klaim tidak lengkap.
  • Mengajukan klaim dalam masa tunggu, karena dalam asuransi ada rentang waktu tertentu di mana nasabah belum bisa mengajukan klaim setelah polis terbit.
  • Klaim termasuk ke dalam pre-existing condition, yaitu kondisi penyakti yang sudah ada sebelumnya.
  • Klaim tidak termasuk ke dalam pertanggungan polis.

Beberapa perusahaan asuransi memiliki persyaratan tertentu terkait dengan klaim asuransi. Ada penyebab kematian yang bisa membatalkan klaim. Peraturan ini dibuat agar kita lebih berhati-hati. 

Beberapa pengecualian dalam klaim, antara lain karena penyebab bunuh diri, olahraga ekstrem, overdosis narkotika, HIV/AIDS, kecurangan klaim, vonis hukuman mati, dan data tidak sesuai.

Membatalkan asuransi jiwa perlu persiapan yang matang, terutama soal dokumen-dokumen persyaratannya, di antaranya:

  1. Fotokopi KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI) atau Passport & KITAS untuk Warga Negara Asing (WNA) dari Pemegang Polis yang masih berlaku. 
  2. Fotokopi Buku tabungan jika rekening yang digunakan berbeda dengan rekening pendebetan. Catatan: Jika rekening yang digunakan bukan atas nama Pemegang Polis, maka harus melampirkan dokumen pendukung yang menunjukan hubungan pemilik rekening dengan Pemegang Polis. Contohnya: Fotokopi akte kelahiran atau fotokopi kartu keluarga jika rekening awal bukan atas nama pemegang polis.

Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membatalkan polis:

  • Menghubungi agen asuransi. Langkah ini khusus bagi nasabah yang membeli lewat agen asuransi. Hubungi agen tersebut dan ajukan permohonan pembatalan asuransi. Nantinya agen tersebut akan menyampaikan pengajuan tersebut kepada perusahaan.
  • Datang ke kantor pusat atau cabang asuransi. Bawa dokumen yang menjadi persyaratan dan datanglah ke bagian customer service untuk mengajukan permohonan.
  • Mengirimkan pengajuan lewat surat elektronik (e-mail). Saat ini semua lebih mudah karena semua orang sudah terhubung ke internet. Bahkan dalam mengajukan penutupan asuransi pun kita bisa langsung saja mengirimkan permohonan lewat email ke penyedia asuransi masing-masing.
  • Menghubungi customer service (CS). Apabila ingin lebih praktis, kontak CS perusahaan asuransi dan ajukan permohonan melalui telepon.

Memiliki beberapa polis asuransi dalam satu waktu ada kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tentu saja hal ini berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan setiap orang. Berikut rangkumannya.

Kelebihan

  • Bisa mendapatkan berbagai jenis manfaat dari berbagai polis yang berbeda. 
  • Bisa mendapatkan perlindungan lebih yang disesuaikan dengan waktu pertanggungan (jangka panjang atau jangka pendek). 
  • Jika membeli beberapa polis dari satu brand biasanya akan mendapatkan diskon premi.

Kekurangan

  • Bagi sebagian orang, memiliki banyak polis cukup membingungkan, karena harus mempelajarinya satu per satu.
  • Harus membayar banyak biaya yang dikenakan dari beragam polis tersebut.

Menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat. 

Kesimpulannya, jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah.

Menurut UU Nomor 42 tahun 2009, asuransi tergolong Jasa Tidak Kena Pajak. Uang pertanggungan dan nilai tunai yang kita dapatkan tidak akan dikenakan pajak oleh negara. Bahkan jika  kita mendapat nilai tunai (pengembalian premi) 110 persen dari total setoran premi, tambahan 10 persen tersebut tetap tidak kena pajak. 

Uang tersebut tetap harus kita laporkan dalam laporan pajak tahunan, tapi sebagai bagian dari harta yang kita miliki.

Asuransi jiwa yang sehat dapat dipastikan dengan cara memeriksa laporan keuangan tahunannya. Perhatikan tabel “Rasio Solvabilitas” dan pastikan angka Rasio Pencapaian di atas 120 persen. Sebagai catatan, rasio tersebut biasa disebut dengan Risk Based Capital (RBC) yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam 

Sekarang membeli asuransi jiwa tidak lagi sulit, karena sudah banyak platform yang menyediakan produk asuransi online, misalnya Lifepal. Sebagai ecommerce asuransi, Lifepal menyediakan banyak pilihan polis terbaik yang ada di Indonesia. 

Tidak hanya mudah, beli asuransi jiwa di Lifepal jauh lebih hemat daripada di agen. Pasalnya, harga yang kami tawarkan 10 persen lebih murah, belum lagi ditambah dengan diskon!

Kalau bingung memilihnya, pelanggan bisa mendapatkan konsultasi gratis dengan tim kami. Kami akan merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Untuk mendapatkan konsultasi gratis, silakan mengisi formulir di bagian atas halaman ini ya!

  • Agen asuransi: Agen asuransi adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha, yang bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah memasarkan produk asuransi atau produk asuransi syariah. 
  • Ahli waris: Nama orang yang tercantum dalam polis untuk menerima santunan apabila terjadi kematian pada Tertanggung.
  • Ajudikasi: Tahap penyelesaian dalam konflik asuransi yang bakal menentukan apakah klaim diterima atau ditolak.
  • Aktuaria: Ilmu yang menggunakan matematika, statistika, dan keuangan untuk memperhitungkan risiko yang akan timbul di masa depan.
  • Anuitas: Pembayaran berkala yang dilakukan perusahaan asuransi pada waktu tertentu
  • Bancassurance: Produk asuransi yang dipasarkan melalui bank untuk menyasar konsumen nasabah bank.
  • Batas potong atau ekses: Biaya yang harus dibayar oleh nasabah asuransi apabila biaya rumah sakit melebihi limit yang ditentukan perusahaan asuransi.
  • Biaya administrasi: Biaya yang dibayarkan untuk keperluan administrasi. 
  • Biaya akuisisi: Biaya yang dikeluarkan pada saat penerbitan polis.
  • Biaya top up: Biaya yang dikeluarkan oleh pemegang polis pada saat membayar premi berkala, atau mengisi saldo nilai tunai pada asuransi jiwa whole life dan unit link.
  • Contestable period: Dikenal dengan sebutan masa percobaan, yakni periode (dua tahun) penanggung berhak mempertanyakan atau menyelidiki kebenaran informasi/data yang diberikan Tertanggung atau Pemegang Polis. Dalam surat aplikasi untuk menentukan keputusan selanjutnya atas kontrak polis tersebut.
  • Cuti premi: Fitur yang memungkinkan nasabah asuransi berhenti membayar polis dalam beberapa waktu tertentu.
  • Dana investasi: Dalam unit link, dana investasi adalah premi yang dibayarkan setelah dipotong dengan biaya asuransi dan biaya lainnya.
  • Endowment plan: Produk asuransi yang memiliki dua manfaat, yaitu asuransi dan tabungan. Biasanya ada pada jenis asuransi jiwa.
  • Explanation of benefits: Penjelasan tentang manfaat dari asuransi yang dikirimkan dari perusahaan ke nasabah asuransi.
  • Field underwriting: Proses seleksi akan risiko yang dimiliki oleh nasabah asuransi.
  • Flat rate: Pembayaran premi yang sama rata sejak daftar hingga masa asuransi berakhir.
  • Free-look period: Waktu yang diberikan perusahaan kepada nasabah untuk mempelajari polis, biasanya 14 hari sejak polis terbit. Dalam periode ini, nasabah dapat membatalkan perjanjian dan tidak perlu keluar biaya pembatalan.
  • Grace period: Masa tenggang dalam pembayaran premi asuransi, yaitu 30 hari sejak tanggal jatuh tempo.
  • Harga unit: Hasil yang didapatkan dari investasi ditambah dengan nilai aset.
  • Ilustrasi polis: Perkiraan manfaat yang akan didapatkan oleh nasabah, biasanya menggunakan kasus atau simulasi.
  • Investment-linked plan: Investment-linked plan adalah program asuransi yang dikaitkan dengan investasi. Premi yang dibayarkan untuk membeli manfaat proteksi asuransi jiwa. Plus membeli unit dalam suatu portofolio dana investasi. Harga unit-unit akan tergantung pada kinerja investasi dana.
  • Jaminan perlindungan: Jaminan yang diberikan perusahaan asuransi kepada pemegang polis agar ia bisa membeli asuransi tambahan tanpa melalui proses seleksi lagi.
  • Kedaluwarsa (lapse): Hilangnya manfaat/jaminan perlindungan polis yang disebabkan karena pembayaran premi terhenti. 
  • Klaim: Klaim asuransi adalah pengajuan resmi kepada perusahaan asuransi untuk meminta pembayaran. Selanjutnya perusahaan harus membayarkan nilainya kepada pihak tertanggung. 
  • Klaim akhir kontrak: Pengajuan klaim pada akhir masa asuransi, biasanya klaim yang diajukan berupa pengembalian premi atau nilai tunai.
  • Klaim tertunda: Klaim yang telah diajukan namun belum dapat dipenuhi atau dibayar oleh perusahaan asuransi.
  • Klausul: Pasal dalam dokumen polis yang harus dipatuhi oleh nasabah maupun perusahaan asuransi.
  • Lapse notification: Istilah dalam asuransi yang menunjukkan pemberitahuan secara tertulis dari penanggung kepada pemegang polis jika polis hangus.
  • Masa tenggang: Batas akhir pembayaran premi yang harus dilakukan nasabah asuransi. 
  • Masa tunggu: Masa tidak adanya pembayaran premi karena suatu sebab.
  • Maturity date (tanggal jatuh tempo): Tanggal yang telah disetujui pada saat suatu perusahaan asuransi membayarkan sejumlah tunai uang.
  • Minor: Seseorang yang masih di bawah umur, yaitu di bawah 21 tahun dan belum menikah.
  • Nilai tunai (cash value): Sejumlah uang yang terdapat pada program asuransi kamu yang bisa kamu klaim pada waktu yang sudah ditentukan.
  • Objek asuransi: Objek asuransi adalah jiwa dan raga, kesehatan manusia, tanggung jawab hukum, benda dan jasa, serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang, rusak, rugi, dan/atau berkurang nilainya.
  • Occupational risk/hazard: Risiko yang berasal dari pekerjaan pemegang polis.
  • Payor: Pihak yang membayar premi, atau pemegang polis.
  • Pemegang polis: Pemegang polis adalah pihak yang mengikatkan diri berdasarkan perjanjian dengan perusahaan asuransi, untuk mendapatkan perlindungan atau pengelolaan atas risiko bagi dirinya, tertanggung, atau peserta lain.
  • Penanggung: pihak yang memberikan jaminan terhadap objek yang diasuransikan, atau perusahaan asuransi.
  • Peserta asuransi: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi Syariah atau perjanjian reasuransi syariah.
  • Pinjaman Premi Otomatis/Automatic Premium Loan (APL): Pinjaman polis otomatis yang diambil dari Nilai Tunai Polis (selama Nilai Tunai mencukupi), untuk melunasi premi yang belum dibayar sampai akhir masa keleluasaan (tidak berlaku untuk Polis Asuransi Jiwa Unit Link).
  • Policy lapse (polis lewat waktu): Penghentian penanggungan asuransi, sebagai akibat dari tidak dibayarnya premi-premi.
  • Polis asuransi: Polis asuransi adalah kontrak tertulis antara perusahaan asuransi dengan nasabah. Isinya adalah pengalihan risiko, jenis risiko yang ditanggung hingga jangka waktu perlindungan diberikan. 
  • Pre-existing condition: Pre-existing condition adalah kondisi di mana calon nasabah asuransi pernah atau sedang menderita penyakit tertentu, sehingga tidak bisa mendaftarkan diri pada asuransi.
  • Premi atau kontribusi: Sejumlah uang yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Uang untuk dibayarkan berdasarkan perjanjian asuransi atau perjanjian reasuransi. Atau sejumlah uang yang ditetapkan, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mendasari program asuransi wajib untuk mendapatkan manfaat. 
  • Reasuransi: Produk keuangan di mana perusahaan asuransi mengasuransikan kembali (reasuransi) risiko yang dimilikinya, yaitu klaim nasabah.
  • Regular Premium Policy (Polis Premi Reguler): Suatu polis yang menghendaki pembayaran premi secara berkala, sebagai contoh, bulanan, setiap empat bulan, setiap enam bulan atau tahunan.
  • Rider atau asuransi tambahan: Produk tambahan dari asuransi untuk menambah pertanggungan dari manfaat utama yang sudah ada. Rider juga bisa menanggung pertanggungan yang dikecualikan pada polis utama.
  • Risk Based Capital: Rasio (rasio solvabilitas) untuk mengukur kesehatan dan keamanan finansial perusahaan asuransi. Ukurannya berdasarkan kemampuan modal mereka untuk menutup seluruh kerugian yang ada.
  • Secondary benefit: Manfaat yang didapatkan nasabah asuransi di luar manfaat utama, biasanya berupa layanan ambulans pada asuransi kesehatan atau layanan derek pada asuransi mobil.
  • Single Premium Policy (polis dengan premi sekali bayar): Suatu polis yang hanya menghendaki sekali pembayaran premi yang dilakukan di muka.
  • Sum Assured (jumlah uang pertanggungan): Jumlah uang jaminan yang dipertanggungkan kepada pemegang polis.
  • Surrender: Permintaan tertulis dari pemegang polis untuk membatalkan kerja sama dalam polis.
  • Tertanggung: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi atau perjanjian reasuransi.
  • Underwriting: Underwriting adalah proses mengidentifikasi dan menyeleksi risiko dan mengelompokkan tingkat risiko dari calon nasabah asuransi. Underwriting dinilai penting sebagai gambaran jumlah premi yang harus dibayarkan.
  • Uang pertanggungan (face amount): Uang pertanggungan yang tercantum pada halaman polis yang akan dibayar apabila terjadi kematian atau penyebab klaim lainnya. Dibayarkan pada saat masa pertanggungan berakhir sesuai dengan jenis asuransi yang diambil. Tidak termasuk jumlah tambahan yang akan dibayarkan untuk ketentuan khusus lainnya.
Avatar
Penulis Nisrina Salma Alifah Jurnalis bisnis yang sedang bergelut di dunia asuransi. Hidup untuk belajar dan berbahasa. Lihat profile penulis