Asuransi Jiwa Terbaik 2021

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
2020/11/30 23:59:59Cicilan 0%Hemat s.d 25%
Perusahaan Anda Sudah Didaftarkan!
Konsultan kami akan mengirim penawaran untuk Anda segera
2020/11/30 23:59:59Cicilan 0%Hemat s.d 25%

Daftar Asuransi Jiwa Terbaik & Termurah 2021

Asuransi jiwa adalah asuransi yang memberikan uang pertanggungan kepada ahli waris jika nasabah meninggal dunia. Manfaat asuransi jiwa penting untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga setelah nasabah meninggal dunia, terutama jika nasabah adalah tulang punggung keluarga. 

Asuransi jiwa terbaik menawarkan uang pertanggungan yang besar sesuai kebutuhan dengan premi terjangkau.  Dari banyaknya produk asuransi yang ada di pasaran, Lifepal memilih 10 polis asuransi jiwa terbaik yang ada di Indonesia. Simak ulasannya di bawah ini!

Simas Jiwa SIJI Guard 4

  • Premi mulai Rp120 ribu per bulan
  • Masa perlindungan: 1 tahun
  • Usia masuk tertanggung: 0,5-69 tahun
  • Masa peninjauan polis: 14 hari
  • Tidak ada masa tunggu
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp500 juta
  • Santunan cacat tetap Rp250 juta
  • Santunan meninggal dunia Rp250 juta

Ciputra Life Citra Jaminan Pasti 50

  • Premi mulai Rp175 ribu per bulan
  • Masa perlindungan: 20 tahun
  • Usia masuk tertanggung: 5-60 tahun
  • Masa pembayaran premi: 5 tahun
  • Pengembalian premi: 160% di tahun ke-20
  • Masa peninjauan polis: 14 hari
  • Masa tunggu: 180 hari
  • Pembayaran premi: bulanan
  • Santunan meninggal dunia karena kecelakaan Rp100 juta
  • Santunan meninggal dunia karena sakit Rp50 juta

Pacific Life JELITA

  • Premi mulai Rp20 ribu per tahun
  • Usia masuk: 18-59 tahun
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 65 tahun
  • Uang pertanggungan (UP) hingga Rp500 juta
  • Risiko penyakit kritis yang ditanggung:
    • Kanker payudara
    • Kanker serviks
    • Kanker rahim
    • Kanker paru
    • Kanker usus besar
    • Kanker kulit
  • UP diberikan atas risiko meninggal dunia akibat sakit atau kecelakaan
  • Manfaat pengembalian premi hingga 25% di tahun ke-3

CAR Life Protection 20

  • Premi mulai Rp250 ribu per bulan
  • Usia masuk tertanggung: 18 – 55 tahun
  • Bayar 5 tahun, masa perlindungan 20 tahun
  • Manfaat nilai tunai dan pengembalian 100% UP di tahun ke-10.
  • Santunan meninggal dunia sampai Rp1 miliar.

Allianz SmartLink New Flexi Account

  • Premi mulai Rp300 ribu per bulan
  • Usia masuk tertanggung 1-70 tahun
  • Premi mulai dari Rp300 ribu per bulan
  • Santunan meninggal dunia.
  • Manfaat investasi.
  • Manfaat akhir polis.
  • Perluasan manfaat penyakit kritis dan pertanggungan rawat inap

Chubb Life Extra Cash Back Protection

  • Premi mulai Rp100 ribu per bulan
  • Usia masuk tertanggung 6-55 tahun
  • Proteksi jiwa selama 10 tahun dengan pembayaran premi 5 tahun saja.
  • 100% Uang Pertanggungan akibat apapun
  • Pengembalian premi pada tahun ke-10

Takaful Al-Khairat Individu

  • Premi mulai Rp64 ribu per bulan
  • Masa perlindungan: 1 tahun
  • Usia masuk tertanggung: 18-54 tahun
  • Masa tunggu: 30 hari
  • Masa tunggu 1 tahun untuk kematian akibat penyakit pre-existing condition
  • Santunan meninggal dunia Rp150 juta.
  • Pengelolaan dana mengikuti syariat Islam

Asuransi Protecto Warisan Kresna

  • Premi mulai Rp260 ribu per bulan
  • Usia masuk tertanggung 17-50 tahun
  • Masa pertanggungan: sampai usia 100 tahun
  • Masa pembayaran premi: 10 tahun
  • Masa tunggu: 30 hari
  • Masa peninjauan polis: 14 hari
  • Santunan meninggal dunia Rp300 juta
  • Manfaat habis kontrak 100 persen UP
  • Manfaat nilai tunai.

Heksa Rencana Aman

  • Premi mulai Rp100 ribu per bulan
  • Masa pertanggungan 8 tahun
  • Masa pembayaran premi 5 tahun
  • Usia masuk tertanggung 1-52 tahun
  • Pengembalian premi tahunan: 108%
  • Santunan meninggal dunia karena kecelakaan 100 persen UP
  • Santunan meninggal dunia 50 persen UP

Sequis Life Financial Smart Life

  • Premi mulai Rp75 ribu per bulan
  • Masa pertanggungan sampai usia 100 tahun
  • Usia masuk tertanggung 1-50 tahun
  • Masa pembayaran premi mulai dari 10 tahun
  • Uang pertanggungan Rp250 juta
  • Manfaat nilai tunai jika tidak ada klaim.

Tips Memilih Asuransi Jiwa Terbaik

Dengan banyaknya pilihan asuransi yang ada di pasaran, tentu setiap orang ingin mendapatkan yang terbaik. Supaya lebih cermat dalam memilih, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Sesuaikan dengan tujuan finansial.
  • Ingin murah? Pilih asuransi murni tanpa manfaat investasi.
  • Riset reputasi perusahaan asuransi.
  • Cek keuangan perusahaan asuransi.
  • Pastikan perusahaan asuransi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Polis Asuransi Jiwa

Polis adalah perjanjian antara nasabah dan perusahaan asuransi yang berisi ketentuan asuransi seperti manfaat, syarat klaim, dan premi. Polis dapat menjadi pegangan kedua belah pihak apabila terjadi perselisihan di masa depan. 

Manfaat Asuransi Jiwa

Salah satu manfaat asuransi jiwa adalah untuk berjaga-jaga jika keluarga kehilangan penghasilan karena kepergian pencari nafkah. Harapannya, uang pertanggungan asuransi jiwa dapat membiayai hidup keluarga yang ditinggalkan untuk sementara waktu.

Jenis-Jenis Asuransi Jiwa

Jenis-jenis asuransi jiwa di Indonesia dibedakan berdasarkan masa asuransi, manfaat investasi, dan peserta asuransi. Simak tabel berikut:

PembedaJenis
Masa asuransiSeumur hidup dan berjangka
Manfaat investasiMurni, unit link, dan dwiguna
PesertaIndividu dan kelompok

Klaim Asuransi Jiwa

Ahli waris bisa mengajukan klaim asuransi jiwa apabila nasabah meninggal dunia atau cacat tetap. Jika sampai masa asuransi habis tidak ada klaim, maka premi akan hangus.

Namun, pada produk asuransi seumur hidup atau unit link, nasabah tetap akan mendapatkan pengembalian premi sesuai perjanjian meskipun tidak terjadi risiko.

Premi Asuransi Jiwa

Besaran premi asuransi berbeda-beda, tergantung profil nasabah dan jenis asuransi yang dipilih. Secara umum, premi asuransi akan disesuaikan pada uang pertanggungan, usia, jenis kelamin, riwayat penyakit calon nasabah. Adapun polis terbaik bisa didapat dengan premi mulai dari Rp100 ribu per bulan.

Asuransi jiwa UP hingga Rp2,5 M mulai Rp120 ribu/bulan!
+62

Pertanyaan Seputar Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah asuransi yang akan memberikan uang pertanggungan kepada ahli waris apabila nasabah meninggal dunia.

Berikut penjelasan tentang mengapa dan siapa yang membutuhkan asuransi ini.

  • Cocok bagi yang sudah memiliki keluarga. Manfaat asuransi jiwa sangat penting bagi orang yang menjadi tulang punggung keluarga. Kalau hal buruk menimpanya, keluarga bisa kehilangan sumber penghasilan. Dengan memiliki asuransi jiwa, ahli waris bisa mencairkan uang santunan kematian untuk melanjutkan hidup.
  • Menjamin kelangsungan hidup dan pendidikan anak. Asuransi ini juga cocok bagi orang yang memiliki buah hati dalam tanggungan. Biaya hidup dan pendidikan anak tentu adalah kewajiban orangtua. Namun, jika terjadi musibah sementara anak masih kecil, tentu hidup akan menjadi sulit baginya. Nah, uang santunan dari asuransi bisa membantu membayar sekolah anak.
  • Memiliki cicilan seperti KPR, KTA, atau kredit lain. Dalam hidup, terdapat kebutuhan penting yang bernilai tinggi, sehingga kita harus mengajukan cicilan. Misalnya saja rumah. Mencicil rumah adalah komitmen jangka panjang karena umumnya dilakukan pada periode lama atau jumlah yang besar. Namun, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Amit-amit kita tak sampai usia untuk melunasinya, tentu keluarga akan terbebani oleh hal tersebut. Makanya, penting untuk mempersiapkan risiko tersebut dengan membeli asuransi kredit. Apabila tertanggung meninggal, produk tersebut bakal melunasi sisa cicilan yang belum sempat terbayarkan. Alhasil, keluarga tidak perlu lagi terbebani melunasinya.
  • Memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi. Terdapat beberapa pekerjaan dengan risiko kecelakaan tinggi, misalnya pilot, tentara, kontraktor, dokter, dan lain-lain. Apabila kita mencari nafkah lewat salah satu profesi tersebut, memiliki manfaat asuransi jiwa adalah hal yang paling bijak. Apalagi jika kita adalah tulang punggung keluarga. Dengan risiko kematian tinggi, kelangsungan hidup keluarga menjadi rawan. Kalau punya asuransi, ahli waris akan mendapatkan sejumlah uang dalam jumlah besar apabila hal buruk benar-benar terjadi.
  • Pengelolaan keuangan dan rencana masa depan. Penasihat keuangan selalu menyebut asuransi sebagai hal yang mesti diperhatikan dalam perencanaan masa depan. Wajar saja, dalam manajemen finansial, asuransi termasuk ke dalam pengelolaan risiko. Artinya, lebih baik kita menyisihkan sedikit uang premi supaya bisa terbantu dengan uang dengan jumlah yang jauh lebih besar pada saat membutuhkannya. Berdasarkan konsep ini, ada beberapa varian asuransi yang bisa disesuaikan dengan rencana keuangan masing-masing, misalnya proteksi jiwa dengan manfaat tambahan investasi atau tabungan.

Ada beberapa asuransi jiwa yang bagus di Indonesia, misalnya Cigna, Allianz, AXA Mandiri, Manulife, AIA, Generali, dan Prudential. Asuransi yang bagus adalah perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang sehat dan memiliki izin usaha yang masih aktif.

Cara kerja asuransi sederhana saja. Jadi, nasabah akan menyetorkan iuran atau premi secara rutin atau sekaligus kepada penyedia asuransi. Setelah itu perusahaan asuransi memiliki kewajiban untuk memberikan manfaat asuransi jiwa berupa santunan meninggal dunia jika nasabah mengalami risiko kematian Besarnya premi maupun uang santunan tersebut sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang tertuang di dalam dokumen polis.

Syarat daftar asuransi adalah melengkapi dokumen seperti formulir, KTP, akta keluarga, kata kelahiran, dan pembayaran premi pertama.

Polis asuransi jiwa terdiri dari beberapa bagian, diantaranya Ringkasan Polis yang berisi data diri pemegang polis, Ketentuan Umum dan Khusus yang berisi syarat dan ketentuan, serta Salinan Formulir Pendaftaran.

Pengembalian premi asuransi tergantung pada jenis produknya. Untuk asuransi berjangka, uang premi akan hangus kalau tidak ada klaim. Sementara itu, pada produk whole life dan dwiguna, premi bisa dicairkan setelah masa asuransi habis.  

Sementara itu, uang pertanggungan pasti bisa dicairkan, yaitu pada saat tertanggung meninggal atau mengalami cacat tetap total.

Manfaat asuransi jiwa umumnya dibayarkan apabila terjadi klaim (tertanggung meninggal dunia) atau masa polis sudah selesai. Ada juga asuransi yang bisa memberikan manfaat diluar dua waktu tersebut, misalnya asuransi dwiguna atau endowment.

Beberapa perusahaan asuransi terbaik yang ada di Indonesia memiliki persyaratan tertentu terkait dengan klaim asuransi. Ada penyebab kematian yang bisa membatalkan klaim. Peraturan ini dibuat agar kita lebih berhati-hati. 

Beberapa pengecualian dalam klaim, antara lain karena penyebab bunuh diri, olahraga ekstrem, overdosis narkotika, HIV/AIDS, kecurangan klaim, vonis hukuman mati, dan data tidak sesuai.

Membatalkan asuransi perlu persiapan yang matang, terutama soal dokumen-dokumen persyaratannya, di antaranya:

  1. Fotokopi KTP untuk Warga Negara Indonesia (WNI) atau Passport & KITAS untuk Warga Negara Asing (WNA) dari Pemegang Polis yang masih berlaku. 
  2. Fotokopi Buku tabungan jika rekening yang digunakan berbeda dengan rekening pendebetan. Catatan: Jika rekening yang digunakan bukan atas nama Pemegang Polis, maka harus melampirkan dokumen pendukung yang menunjukan hubungan pemilik rekening dengan Pemegang Polis. Contohnya: Fotokopi akte kelahiran atau fotokopi kartu keluarga jika rekening awal bukan atas nama pemegang polis.

Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membatalkan polis:

  • Menghubungi agen asuransi. Langkah ini khusus bagi nasabah yang membeli lewat agen asuransi. Hubungi agen tersebut dan ajukan permohonan pembatalan asuransi. Nantinya agen tersebut akan menyampaikan pengajuan tersebut kepada perusahaan.
  • Datang ke kantor pusat atau cabang asuransi. Bawa dokumen yang menjadi persyaratan dan datanglah ke bagian customer service untuk mengajukan permohonan.
  • Mengirimkan pengajuan lewat surat elektronik (e-mail). Saat ini semua lebih mudah karena semua orang sudah terhubung ke internet. Bahkan dalam mengajukan penutupan asuransi pun kita bisa langsung saja mengirimkan permohonan lewat email ke penyedia asuransi masing-masing.
  • Menghubungi customer service (CS). Apabila ingin lebih praktis, kontak CS perusahaan asuransi dan ajukan permohonan melalui telepon.

Memiliki beberapa polis asuransi dalam satu waktu ada kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tentu saja hal ini berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan setiap orang. Berikut rangkumannya.

Kelebihan

  • Bisa mendapatkan berbagai jenis manfaat dari berbagai polis yang berbeda. 
  • Bisa mendapatkan perlindungan lebih yang disesuaikan dengan waktu pertanggungan (jangka panjang atau jangka pendek). 
  • Jika membeli beberapa polis dari satu brand biasanya akan mendapatkan diskon premi.

Kekurangan

  • Bagi sebagian orang, memiliki banyak polis cukup membingungkan, karena harus mempelajarinya satu per satu.
  • Harus membayar banyak biaya yang dikenakan dari beragam polis tersebut.

Menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah berkesimpulan bahwa asuransi, khususnya asuransi syariah, adalah halal.

Menurut UU Nomor 42 tahun 2009, asuransi tergolong Jasa Tidak Kena Pajak. 

Asuransi yang sehat dapat dipastikan dengan cara memeriksa laporan keuangan tahunannya. Perhatikan tabel “Rasio Solvabilitas” dan pastikan angka Rasio Pencapaian di atas 120 persen. Sebagai catatan, rasio tersebut biasa disebut dengan Risk Based Capital (RBC) yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayarkan klaim nasabah.

Sekarang membeli asuransi tidak lagi sulit, karena sudah banyak platform yang menyediakan produk asuransi online, misalnya Lifepal. Sebagai ecommerce asuransi, Lifepal menyediakan banyak pilihan polis terbaik yang ada di Indonesia. 

Tidak hanya mudah, beli asuransi di Lifepal jauh lebih hemat daripada di agen. Pasalnya, harga yang kami tawarkan 10 persen lebih murah, belum lagi ditambah dengan diskon!

Kalau bingung memilihnya, pelanggan bisa mendapatkan konsultasi gratis dengan tim kami. Kami akan merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Untuk mendapatkan konsultasi gratis, silakan mengisi formulir di bagian atas halaman ini ya!

  • Agen asuransi: Agen asuransi adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha, yang bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah memasarkan produk asuransi atau produk asuransi syariah. 
  • Ahli waris: Nama orang yang tercantum dalam polis untuk menerima santunan apabila terjadi kematian pada Tertanggung.
  • Ajudikasi: Tahap penyelesaian dalam konflik asuransi yang bakal menentukan apakah klaim diterima atau ditolak.
  • Aktuaria: Ilmu yang menggunakan matematika, statistika, dan keuangan untuk memperhitungkan risiko yang akan timbul di masa depan.
  • Anuitas: Pembayaran berkala yang dilakukan perusahaan asuransi pada waktu tertentu
  • Bancassurance: Produk asuransi yang dipasarkan melalui bank untuk menyasar konsumen nasabah bank.
  • Batas potong atau ekses: Biaya yang harus dibayar oleh nasabah asuransi apabila biaya rumah sakit melebihi limit yang ditentukan perusahaan asuransi.
  • Biaya administrasi: Biaya yang dibayarkan untuk keperluan administrasi. 
  • Biaya akuisisi: Biaya yang dikeluarkan pada saat penerbitan polis.
  • Biaya top up: Biaya yang dikeluarkan oleh pemegang polis pada saat membayar premi berkala, atau mengisi saldo nilai tunai pada asuransi whole life dan unit link.
  • Contestable period: Dikenal dengan sebutan masa percobaan, yakni periode (dua tahun) penanggung berhak mempertanyakan atau menyelidiki kebenaran informasi/data yang diberikan Tertanggung atau Pemegang Polis. Dalam surat aplikasi untuk menentukan keputusan selanjutnya atas kontrak polis tersebut.
  • Cuti premi: Fitur yang memungkinkan nasabah asuransi berhenti membayar polis dalam beberapa waktu tertentu.
  • Dana investasi: Dalam unit link, dana investasi adalah premi yang dibayarkan setelah dipotong dengan biaya asuransi dan biaya lainnya.
  • Endowment plan: Produk asuransi yang memiliki dua manfaat, yaitu asuransi dan tabungan. 
  • Explanation of benefits: Penjelasan tentang manfaat dari asuransi yang dikirimkan dari perusahaan ke nasabah asuransi.
  • Field underwriting: Proses seleksi akan risiko yang dimiliki oleh nasabah asuransi.
  • Flat rate: Pembayaran premi yang sama rata sejak daftar hingga masa asuransi berakhir.
  • Free-look period: Waktu yang diberikan perusahaan kepada nasabah untuk mempelajari polis, biasanya 14 hari sejak polis terbit. Dalam periode ini, nasabah dapat membatalkan perjanjian dan tidak perlu keluar biaya pembatalan.
  • Grace period: Masa tenggang dalam pembayaran premi asuransi, yaitu 30 hari sejak tanggal jatuh tempo.
  • Harga unit: Hasil yang didapatkan dari investasi ditambah dengan nilai aset.
  • Ilustrasi polis: Perkiraan manfaat yang akan didapatkan oleh nasabah, biasanya menggunakan kasus atau simulasi.
  • Investment-linked plan: Investment-linked plan adalah program asuransi yang dikaitkan dengan investasi. Premi yang dibayarkan untuk membeli manfaat proteksi asuransi. Plus membeli unit dalam suatu portofolio dana investasi. Harga unit-unit akan tergantung pada kinerja investasi dana.
  • Jaminan perlindungan: Jaminan yang diberikan perusahaan asuransi kepada pemegang polis agar ia bisa membeli asuransi tambahan tanpa melalui proses seleksi lagi.
  • Kedaluwarsa (lapse): Hilangnya manfaat/jaminan perlindungan polis yang disebabkan karena pembayaran premi terhenti. 
  • Klaim: Klaim asuransi adalah pengajuan resmi kepada perusahaan asuransi untuk meminta pembayaran. Selanjutnya perusahaan harus membayarkan nilainya kepada pihak tertanggung. 
  • Klaim akhir kontrak: Pengajuan klaim pada akhir masa asuransi, biasanya klaim yang diajukan berupa pengembalian premi atau nilai tunai.
  • Klaim tertunda: Klaim yang telah diajukan namun belum dapat dipenuhi atau dibayar oleh perusahaan asuransi.
  • Klausul: Pasal dalam dokumen polis yang harus dipatuhi oleh nasabah maupun perusahaan asuransi.
  • Lapse notification: Istilah dalam asuransi yang menunjukkan pemberitahuan secara tertulis dari penanggung kepada pemegang polis jika polis hangus.
  • Masa tenggang: Batas akhir pembayaran premi yang harus dilakukan nasabah asuransi. 
  • Masa tunggu: Masa tidak adanya pembayaran premi karena suatu sebab.
  • Maturity date (tanggal jatuh tempo): Tanggal yang telah disetujui pada saat suatu perusahaan asuransi membayarkan sejumlah tunai uang.
  • Minor: Seseorang yang masih di bawah umur, yaitu di bawah 21 tahun dan belum menikah.
  • Nilai tunai (cash value): Sejumlah uang yang terdapat pada program asuransi kamu yang bisa kamu klaim pada waktu yang sudah ditentukan.
  • Objek asuransi: Objek asuransi adalah jiwa dan raga, kesehatan manusia, tanggung jawab hukum, benda dan jasa, serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang, rusak, rugi, dan/atau berkurang nilainya.
  • Occupational risk/hazard: Risiko yang berasal dari pekerjaan pemegang polis.
  • Payor: Pihak yang membayar premi, atau pemegang polis.
  • Pemegang polis: Pemegang polis adalah pihak yang mengikatkan diri berdasarkan perjanjian dengan perusahaan asuransi, untuk mendapatkan perlindungan atau pengelolaan atas risiko bagi dirinya, tertanggung, atau peserta lain.
  • Penanggung: pihak yang memberikan jaminan terhadap objek yang diasuransikan, atau perusahaan asuransi.
  • Peserta asuransi: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi Syariah atau perjanjian reasuransi syariah.
  • Pinjaman Premi Otomatis/Automatic Premium Loan (APL): Pinjaman polis otomatis yang diambil dari Nilai Tunai Polis (selama Nilai Tunai mencukupi), untuk melunasi premi yang belum dibayar sampai akhir masa keleluasaan (tidak berlaku untuk Polis Unit Link).
  • Policy lapse (polis lewat waktu): Penghentian penanggungan asuransi, sebagai akibat dari tidak dibayarnya premi-premi.
  • Polis asuransi: Polis asuransi adalah kontrak tertulis antara perusahaan asuransi dengan nasabah. Isinya adalah pengalihan risiko, jenis risiko yang ditanggung hingga jangka waktu perlindungan diberikan. 
  • Pre-existing condition: Pre-existing condition adalah kondisi di mana calon nasabah asuransi pernah atau sedang menderita penyakit tertentu, sehingga tidak bisa mendaftarkan diri pada asuransi.
  • Premi atau kontribusi: Sejumlah uang yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Uang untuk dibayarkan berdasarkan perjanjian asuransi atau perjanjian reasuransi. Atau sejumlah uang yang ditetapkan, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mendasari program asuransi wajib untuk mendapatkan manfaat. 
  • Reasuransi: Produk keuangan di mana perusahaan asuransi mengasuransikan kembali (reasuransi) risiko yang dimilikinya, yaitu klaim nasabah.
  • Regular Premium Policy (Polis Premi Reguler): Suatu polis yang menghendaki pembayaran premi secara berkala, sebagai contoh, bulanan, setiap empat bulan, setiap enam bulan atau tahunan.
  • Rider atau asuransi tambahan: Produk tambahan dari asuransi untuk menambah pertanggungan dari manfaat utama yang sudah ada. Rider juga bisa menanggung pertanggungan yang dikecualikan pada polis utama.
  • Risk Based Capital: Rasio (rasio solvabilitas) untuk mengukur kesehatan dan keamanan finansial perusahaan asuransi. Ukurannya berdasarkan kemampuan modal mereka untuk menutup seluruh kerugian yang ada.
  • Secondary benefit: Manfaat yang didapatkan nasabah asuransi di luar manfaat utama, biasanya berupa layanan ambulans pada asuransi kesehatan atau layanan derek pada asuransi mobil.
  • Single Premium Policy (polis dengan premi sekali bayar): Suatu polis yang hanya menghendaki sekali pembayaran premi yang dilakukan di muka.
  • Sum Assured (jumlah uang pertanggungan): Jumlah uang jaminan yang dipertanggungkan kepada pemegang polis.
  • Surrender: Permintaan tertulis dari pemegang polis untuk membatalkan kerja sama dalam polis.
  • Tertanggung: Pihak yang menghadapi risiko sebagaimana diatur dalam perjanjian Asuransi atau perjanjian reasuransi.
  • Underwriting: Underwriting adalah proses mengidentifikasi dan menyeleksi risiko dan mengelompokkan tingkat risiko dari calon nasabah asuransi. Underwriting dinilai penting sebagai gambaran jumlah premi yang harus dibayarkan.
  • Uang pertanggungan (face amount): Uang pertanggungan yang tercantum pada halaman polis yang akan dibayar apabila terjadi kematian atau penyebab klaim lainnya. Dibayarkan pada saat masa pertanggungan berakhir sesuai dengan jenis asuransi yang diambil. Tidak termasuk jumlah tambahan yang akan dibayarkan untuk ketentuan khusus lainnya.

Pahami lebih lanjut tentang pengertian asuransi jiwa di halaman selanjutnya.

Penulis Nisrina Salma Alifah Jurnalis bisnis yang sedang bergelut di dunia asuransi. Hidup untuk belajar dan berbahasa. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan