Jiwasraya

1.8 / 5.0 (2.723 Ulasan)
  • Diskon Terbaik
  • 500+ Pilihan
  • Bantuan Klaim
FLASHSALE
Hemat 10%
  • 2021-09-10-15.47.32
89 orang sedang melihat asuransi ini di Lifepal
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.

Jiwasraya: Perkembangan Terbaru Kasus Gagal Bayar

Jiwasraya adalah perusahaan asuransi milik negara yang kegiatan operasinya telah diawasi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada Oktober 2018, Asuransi Jiwasraya terlibat kasus gagal bayar atas klaim polis JS Saving Plan sebesar Rp802 miliar, sehingga membuat perusahaan berpelat merah itu direstrukturisasi oleh pemegang saham utama, yaitu pemerintah Indonesia, sebagai langkah penyelesaian kasus tersebut.

Hasil restrukturisasi ini akan membuat Jiwasraya tidak beroperasi lagi sebagai perusahaan asuransi jiwa ke depannya dan dialihkan ke IFG Life.

Baca lebih lanjut untuk mengetahui informasi mengenai direstrukturisasi Jiwasraya!

Pilihan Polis Asuransi Jiwasraya

Jiwasraya menghadirkan berbagai produk asuransi untuk tertanggung individu, kumpulan, dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Berikut pilihan polis asuransi Jiwasraya yang bisa dipertimbangkan.

Rangkuman Manfaat Asuransi Jiwasraya

ProdukManfaat
Asuransi Penyakit Tropis Pertanggungan biaya perawatan atas risiko demam berdarah (DBD)
Asuransi Kesehatan KaryawanPertanggungan biaya perawatan kesehatan untuk tertanggung karyawan perusahaan 
Asuransi Penyakit KritisPertanggungan biaya perawatan kesehatan atas risiko penyakit kritis
Asuransi Jiwa TradisionalSantunan tunai atas risiko meninggal dunia
Asuransi Jiwa Unit LinkSantunan tunai atas risiko meninggal dunia + nilai investasi
Asuransi PendidikanPertanggungan biaya pendidikan anak jika tertanggung meninggal dunia
Asuransi Kecelakaan DiriPertanggungan biaya perawatan kesehatan atas risiko kecelakaan
Tabungan Hari TuaMempersiapkan dana hari tua ketika memasuki usia lanjut
DPLKJaminan penghasilan ketika tertanggung memasuki usia pensiun

Sekilas Tentang Asuransi Jiwasraya

Jiwasraya adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang jasa keuangan. Namun, perusahaan yang fokus pada proteksi jiwa dan pendidikan ini tengah terlilit kasus, di antaranya adalah korupsi dan kesalahan investasi yang menyebabkan gagal membayarkan klaim nasabah.

Kasus yang dialami Jiwasraya masih terjadi hingga saat ini. Sejumlah petinggi Jiwasraya dijadikan tersangka kasus yang merugikan banyak nasabahnya. Berdasarkan kondisi Jiwasraya saat ini, produk perusahaan tidak direkomendasikan untuk dibeli nasabah. Masih banyak pilihan perusahaan lain baik BUMN maupun swasta yang memiliki kinerja cukup bagus.

Layanan Nasabah & Call Center Asuransi Jiwasraya

Layanan nasabah atau call center Jiwasraya dapat diakses dengan berbagai media. Adapun informasi lebih jelas mengenai produk, klaim Jiwasraya, dan sebagainya, silakan menghubungi kontak berikut.

Kantor Pusat Jiwasraya

Jalan Ir. H. Juanda No. 34, Jakarta Pusat

Telp: (021) 3845031

Customer Care Center: Jalan Ir. H. Juanda No. 34 Jakarta – 10120

Call center: (021) 1500151(24 jam)

Email: [email protected]

Website: jiwasraya.co.id

Facebook: facebook.com/asuransi.jiwasraya

Twitter: twitter.com/jiwasraya

Cara Klaim Asuransi Jiwasraya

Di Jiwasraya, cara klaim terbagi menjadi dua, yaitu:

Rumah Sakit Rekanan Asuransi Jiwasraya

Asuransi Jiwasraya memiliki rekanan rumah sakit yang tersebar luas di Indonesia. Berikut daftar rumah sakit rekanannya.

Berita Terbaru Kasus Jiwasraya

Pertanyaan Seputar Asuransi Jiwasraya

Berikut pertanyaan yang sering diajukan terkait Asuransi Jiwasraya.

Apa itu Jiwasraya Putera?

PT Jiwasraya Putera merupakan anak usaha PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Saat ini, Jiwasraya sebagai induk usaha tengah memproses penjualan anak usaha tersebut guna menambahkan likuiditas perusahaan.

Apakah Jiwasraya bangkrut?

Pada 31 Mei 2021, pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham utama PT Jiwasraya telah selesai melakukan proses restrukturisasi perusahaan tersebut. Sehingga, semua kegiatan yang berkaitan dengan PT Jiwasraya akan dialihkan ke IFG Life. Restrukturisasi ini sendiri membuat PT Jiwasraya tidak beroperasi alias bangkrut.

Apakah Jiwasraya masih beroperasi?

Per 31 Mei 2021, PT Jiwasraya sudah tidak lagi beroperasi alias bangkrut dan semua kegiatan bisnisnya kini dialihkan ke IFG Life.

Apakah Jiwasraya terdaftar di BEI?

Saat ini, Jiwasraya masih berstatus perusahaan tertutup. Artinya, saham yang dimiliki belum dijual ke publik seperti perusahaan terbuka (emiten) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk mendapatkan suntikan dana segar dari pasar modal sepertinya masih jauh dari langkah tersebut. Hingga kini, rencana yang telah terwujud adalah pembentukan holding asuransi BUMN. Holding asuransi ini bertujuan mencegah kasus-kasus serupa atau untuk mengambil langkah penyelamatan jika terjadi gagal bayar.

Apakah Jiwasraya dijamin LPS?

Jawabannya tidak, karena pada dasarnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin perusahaan perbankan saja, sebagaimana diatur dalam UU No. 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 7 Tahun 2009 jo. Perpu No. 3 Tahun 2008 (UU LPS).

Fungsi LPS adalah menjamin simpanan nasabah penyimpan yang berbentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu untuk setiap nasabah dalam satu bank paling banyak Rp100 juta, dan dapat diubah nilainya melalui Peraturan Pemerintah (Pasal 4 huruf a jo. Pasal 10 jis. Pasal 11 UU LPS).

Apakah Jiwasraya terdaftar di OJK?

Jiwasraya merupakan anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan telah terdaftar serta diawasi langsung oleh OJK. Bahkan, Jiwasraya telah mengantongi izin usaha dengan nomor KEP-098/KM.11/1986 tertanggal 8 September 1986 ketika pengawasan masih di bawah BAPEPAM-LK.

OJK sendiri menyatakan telah melaksanakan fungsi pengawasan terhadap Jiwasraya sebelum perusahaan pelat merah tersebut mengalami kasus gagal bayar.

Bagaimana Jiwasraya bisa rugi?

Kesalahan manajemen Jiwasraya menjadi salah satu penyebab perusahaan berpelat merah itu membukukan rugi fantastis. Berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kinerja keuangan Jiwasraya merugikan negara sekitar Rp10,4 triliun karena berinvestasi di “saham gorengan”.

Jiwasraya bisa dibilang melakukan banyak kesalahan investasi. Ini karena Jiwasraya tidak melakukan diversifikasi investasi seperti saran para pakar investasi. Bahkan, ada kabar yang menyebut bahwa investasi dan reksa dana yang dilakukan sengaja untuk menutupi kerugian yang sebenarnya disebabkan oleh korupsi.

Jiwasraya menanamkan dana hasil penjualan produk JS Saving Plan pada saham dan reksa dana berkualitas rendah. Saham-saham tersebut antara lain adalah IIKP, SMRU, SMBR, PPRO, TRAM, MYRX, dan lain-lain. Indikasi kerugian sementara akibat transaksi tersebut diperkirakan sekitar Rp4 triliun.

Kemudian, pada 30 Juli 2018, perusahaan memiliki 28 produk reksa dana, di mana 20 reksa dana di antaranya milik Jiwasraya dengan kepemilikan di atas 90 persen. Indikasi kerugian sementara terkait saham reksa dana diperkirakan sekitar Rp6,4 triliun. Sehingga, jika diakumulasikan maka kerugian investasi pada saham gorengan dan reksa dana tersebut mencapai Rp10,4 triliun.

Lebih lanjut, pembelian dan penjualan saham diduga dilakukan secara pro forma (sementara) padahal investasi saham bukan untuk trading alias untuk jangka panjang. Pemilihan saham tersebut juga tidak didasarkan atas data yang valid dan objektif. Dengan kata lain, Jiwasraya melakukan aktivitas jual beli saham dalam waktu yang berdekatan.

Selain itu, Jiwasraya juga melakukan investasi langsung pada saham-saham yang tidak likuid dengan harga yang tidak wajar. BPK menduga dalam hal ini ada kerja sama manajemen dengan manajer investasi untuk menyembunyikan investasi pada beberapa reksa dana.

Bagaimana nasib nasabah Jiwasraya?

Kabar terbaru dari nasib nasabah Jiwasraya masih diliputi ketidakpastian. Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Korban Gagal Bayar Asuransi Jiwasraya mendatangi Kantor Kementerian Keuangan dan OJK pada Februari lalu menuntut klaim Jiwasraya. 

Penilaian mereka kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun tak lagi dianggap prestasi dan hebat, akibat kekesalan para korban nasabah yang hendak bertemu sang menteri tak kunjung menuai hasil. Begitu juga dengan OJK yang dinilai lalai dalam pengawasan. Bahkan, berujung rasa kesal yang semakin melonjak akibat bobroknya finansial Jiwasraya yang kerap ditutup-tutupi oleh lembaga otoritas pemerintahan tersebut.

Hal ini diluapkan oleh nasabah yang merasa dirugikan usai pertemuan tertutup yang berlangsung tiga jam di OJK. Dalam pertemuan itu, sekitar 50 nasabah Saving Plan memperjuangkan haknya.

Siapa pemegang saham Jiwasraya?

Saham Jiwasraya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN. Namun, Jiwasraya juga turut bermain saham di pasar modal untuk investasi. Sayangnya, Jiwasraya justru berinvestasi di saham-saham tidak berkinerja baik dan saham gorengan.

Berikut daftar saham yang dibeli Jiwasraya sehingga menyebabkan kerugian hingga lebih dari Rp4 triliun.

  • PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
  • PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
  • PT PP Properti Tbk (PPRO) 

Berikut ini daftar portofolio reksa dana berbasis saham yang dibeli lewat manajer investasi dan berkinerja buruk yang menyebabkan kerugian hingga triliunan rupiah pada Jiwasraya. 

  • PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP)
  • PT SMR Utama Tbk (SMRU)
  • Semen Baturaja
  • Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten
  • PP Properti
  • PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM)
  • PT Hanson International Tbk (MYRX)
Bagaimana dengan Jiwasraya Bakrie?

Investasi Jiwasraya diduga tak hanya menyangkut di perusahaan milik tersangka Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro saja. Tiga sumber Tempo yang berstatus auditor dan penegak hukum menyatakan jejak saham Jiwasraya juga terekam di kelompok usaha milik taipan sekaligus politikus Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Dalam detail pemeriksaan kasus investasi Jiwasraya, sumber menyebut perseroan membenamkan saham sedikitnya di sepuluh perusahaan yang terafiliasi dengan Bakrie. Nominalnya pun tak kalah banyak dari saham di emiten-emiten yang terafiliasi dengan Heru dan Benny.

Berdasarkan penelusuran, besar harga saham di kelompok usaha Bakrie kini memiliki portofolio yang buruk. Per lembar saham pada sejumlah perusahaan itu hanya bernilai Rp50 per lembar alias saham gocapan.

Pemeriksa tim audit menemukan transaksi saham ini bermula dari repo atau repurchase agreement pada 2004-2006. Pada rentang periode itu, kelompok Bakrie memang tercatat banyak mengejar pendanaan dengan menggadai sahamnya lewat sejumlah perusahaan sekuritas. Kemudian, perusahaan mencari investor melalui instrumen penyertaan terbatas.

Berdasarkan pemeriksaan yang sama, saham Jiwasraya yang dibenamkan lewat repo saham kelompok usaha Bakrie mencapai lebih dari Rp3 triliun. Adapun kelompok Bakrie disebut-sebut tidak pernah menebus repo.

Saham-saham Jiwasraya terkait Bakrie:

  • Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh
  • Pan Arcadia Saham Syariah
  • Pinnacle Dana Prima Pool Advista Kapita Optima
  • Pool Advista Kapital Syariah
  • Treasure Fund Super Maxxi

Data rincian investasi menampilkan bahwa pada Desember 2019, Pinnacle Dana Prima merupakan salah satu saham yang dikoleksi Jiwasraya dengan nilai perolehan Rp1,817 triliun.

Adapun berdasarkan dokumen yang sama, RDPT itu juga menggenggam saham lain yang terafiliasi dengan grup Bakrie, termasuk di antaranya PT Bumi Resources Minerals (Tbk), PT Bakrie Telecom Tbk, PT Bumi Resources Tbk, dan PT Dara Henwa Tbk. Selain itu, PT Bakrie Sumatra Plantatios Tbk, PT Bakrie Capitalinc Investment, dan PT Visi Media Asia.

Bagaimana cara pembayaran premi Asuransi Jiwasraya? 

Pembayaran premi Asuransi Jiwasraya dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Autodebet: dilakukan dengan cara mendebetkan langsung pembayaran dari kartu kredit maupun debit yang telah didaftarkan.
  • Virtual Account: pembayaran dilakukandengan memasukkan nomor rekening VirtualAccount Asuransi Jiwasraya pada mesin ATM, internet banking,  maupun setoran tunai di teller bank.
  • Host to Host: melalui ATM dan channel Bank Mandiri atau Bank BRI.
  • Setor tunai: nasabah datang ke Jiwasraya Branch Office terdekat.
  • Mendatangi loket: dilakukan dengan mendatangi loket pembayaran point Bimasakti.
Bagaimana metode penggantian biaya Asuransi Jiwasraya?

Pada umumnya, ada dua metode penggantian biaya asuransi, yaitu reimbursement dan cashless. Berikut penjelasan mengenai kedua metode tersebut.

  • Reimbursement. Metode ini akan meminta tertanggung membayar biaya perawatan terlebih dahulu dengan uang pribadi. Kemudian nasabah mengajukan penggantian biaya kepada pihak Jiwasraya dengan menyertakan beberapa dokumen seperti formulir klaim Jiwasraya, kartu identitas, kwitansi perawatan, medical report, dan dokumen lainnya. Dengan batas pengajuan maksimal 14 hari kerja.
  • Cashless. Metode penggantian cashless dilakukan dengan cara menunjukkan kartu asuransi agar bisa mendapatkan pelayanan medis.
Bagaimana cara berhenti Asuransi Jiwasraya?

Jika ingin berhenti menjadi nasabah asuransi Jiwasraya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menghubungi kantor pusat/wilayah/pemasaran terdekat dan jelaskan alasan keinginan menutup polis
  • Isi dokumen yang diminta
  • Lengkapi persyaratan yang diminta
  • Untuk informasi lebih lengkap seputar penutupan polis, nasabah dapat menghubungi call center di (021) 1500151 (24 jam) atau via form kontak yang disediakan.
Daftar rumah sakit rekanan Asuransi Jiwasraya

Jiwasraya telah bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit yang tersebar di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Lihat daftar rumah sakit rekanan Jiwasraya pada tab Rekanan.

Rekomendasi Lifepal

Saat ini, Lifepal tidak bekerja sama dengan PT Asuransi Jiwasraya. Jika tertarik untuk mengetahui informasi produk dari asuransi lain yang serupa dengan perlindungan yang ditawarkan Jiwasraya, Lifepal dapat membantu untuk mencarikan asuransi terbaik dan konsultasi gratis.

Lifepal tidak merekomendasikan produk asuransi dari Jiwasraya karena berbagai alasan seperti:

  • Kondisi keuangan Jiwasraya yang tidak sehat dengan kerugian hingga puluhan triliun
  • Kasus korupsi yang menyeret banyak nama dan masih disidangkan
  • Gagal bayar klaim Jiwasraya nasabah senilai triliunan
Sumber dan Referensi

Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru tetapi dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan/institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial.

Berikut ini daftar laman situs yang disadur oleh tim penulis Lifepal.co.id:

  • https://www.jiwasraya.co.id/id
  • https://www.disitu.com/Artikel/Keuangan/5-daftar-produk-asuransi-jiwasraya-terpopuler
  • https://bisnis.tempo.co/read/1274517/bumn-holding-asuransi-bukan-solusi-selamatkan-jiwasraya/full&view=ok
  • https://ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/asuransi/Documents/Pages/Statistik-Perasuransian-2018/Statistik%20Perasuransian%20Indonesia%202018.pdf
  • https://bisnis.tempo.co/read/1289215/beri-penghargaan-ke-jiwasraya-2018-penjelasan-rhenald-kasali
  • https://finance.detik.com/moneter/d-4854320/rentetan-masalah-jiwasraya-dari-era-sby-hingga-jokowi/2
  • https://www.cnbcindonesia.com/market/20200119100933-17-131036/ini-jeritan-hati-nasabah-jiwasraya-yang-nyangkut-rp-5-m
  • https://www.cnbcindonesia.com/market/20191218113128-17-124029/terungkap-12-masalah-pemicu-gagal-bayar-jiwasraya-rp-124-t
  • https://republika.co.id/berita/q4dtgs415/pengembalian-dana-nasabah-jiwasraya-dikebut
  • https://finance.detik.com/moneter/d-4840153/jiwasraya-gagal-bayar-polis-malah-dapat-penghargaan-kok-bisa
  • https://www.cnbcindonesia.com/market/20200118170527-17-131008/kasus-jiwasraya-5-tersangka-mercy-hingga-tanah-disita/1
  • https://www.bareksa.com/id/text/2019/02/19/berita-hari-ini-bei-suspensi-12-saham-jiwasraya-masuk-holding-bumn-asuransi/21641/media-summary
  • https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt512487d78fd01/adakah-penjaminan-pemerintah-untuk-usaha-asuransi/
  • https://bisnis.tempo.co/read/1317126/investasi-jiwasraya-diduga-ikut-nyangkut-di-kelompok-milik-bakrie
  • https://money.kompas.com/read/2021/04/29/121127826/jiwasraya-tak-akan-lagi-beroperasi-sebagai-perusahaan-asuransi-jiwa?page=all
Chat Bantuan