Asuransi Karyawan

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%

Daftar Asuransi Karyawan Terbaik

Asuransi karyawan adalah produk asuransi yang ditujukan bagi karyawan yang mana biasanya difasilitasi oleh perusahaan. Jenis asuransi yang ditawarkan beragam, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, sampai dana pensiun.

Ada banyak produk asuransi karyawan yang ada di pasaran. Untuk membantu nasabah memilih, kami telah menyusun daftar asuransi karyawan terbaik berikut ini.

AIA Voluntary Solution

  • Asuransi karyawan AIA
  • Periode asuransi: tahunan
  • Usia masuk: 1-64 tahun (asuransi jiwa/penyakit kritis), 17-64 tahun (asuransi kecelakaan/cacat tetap total), 15 hari-59 tahun (asuransi rawat inap)
  • Santunan meninggal dunia.
  • Santunan cacat tetap.
  • Santunan penyakit kritis.
  • Santunan rawat inap.

BCA Life Health Protection

  • Asuransi karyawan BCA Life.
  • Cara bayar premi: tahunan.
  • Usia masuk: 18-64 tahun.
  • Sistem penggantian klaim secara cashless atau reimbursement.
  • Penggantian biaya rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, persalinan dan kacamata.

Allianz SmarthHealth Classic Premier

  • Asuransi kesehatan karyawan Allianz.
  • Penghapusan masa tunggu untuk penyakit yang sudah ada sebelumnya (Pre Existing Condition) untuk minimum peserta 100 orang (terdiri dari karyawan & keluarganya).
  • Usia masuk: sampai 70 tahun.
  • Premi dihitung dari rata-rata usia orang dewasa.
  • Sistem penggantian klaim secara cashless.
  • Penggantian biaya rawat inap dan melahirkan.
  • Keluarga berencana dan kontrol kehamilan.
  • Pemeriksaan 30 hari setelah keluar rumah sakit untuk ibu dan bayi.

Avrist Group Health Care Silver

  • Asuransi kesehatan karyawan Avrist.
  • Tidak ada masa tunggu penyakit.
  • Tidak ada batasan jumlah tanggungan anak.
  • Premi sama untuk semua usia dan jenis kelamin.
  • Masa klaim sampai 90 hari dari tanggal di kuitansi.
  • Pertanggungan biaya rawat inap dan rawat jalan.
  • Santunan kematian.
  • Pertanggungan penyakit HIV/AIDS (not isolated incidents), cuci darah, endometriosis, kista, myom (selama tidak berhubungan dengan kehamilan, penyuburan atau congenital) dan penggunaan alat bantu kesehatan.

Astra WinHealth

  • Asuransi kesehatan karyawan Astra Life.
  • Usia tertanggung: maksimal 65 tahun dan 50 tahun untuk persalinan.
  • Pertanggungan biaya rawat inap dan operasi di rumah sakit.
  • Pertanggungan rawat jalan, rawat gigi, persalinan, dan kacamata.
  • Santunan meninggal dunia.

ACA Medi+

  • Asuransi kesehatan karyawan ACA.
  • Minimal peserta: 25 orang.
  • Klaim cashless dan reimbursement.
  • Pertanggungan rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, dan persalinan.

Simas Sehat Corporate

  • Asuransi karyawan Sinar Mas.
  • Jenis pertanggungan bisa dikustomisasi masing-masing klien perusahaan.
  • Jaminan berlaku di seluruh dunia.
  • Proses administrasi cepat, mulai dari pembayaran klaim (7-14 hari), pembayaran klaim secara payroll, hingga laporan klaim ke HRD.”]
  • Pertanggungan rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, kacamata, dan persalinan.

Equity Life Multi Health Care

  • Asuransi karyawan Equity Life.
  • Minimum peserta 25 orang untuk manfaat rawat inap dan 10 orang untuk rawat jalan, rawat gigi, kacamata, dan persalinan.
  • Klaim reimbursement.
  • Pertanggungan rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, kacamata, dan persalinan.

Prudential PRUCorporate Life

  • Asuransi jiwa karyawan Prudential.
  • Usia masuk tertanggung: 18-70 tahun (bisa diperpanjang sampai usia 75 tahun.
  • Jumlah tertanggung minimal 5 orang.
  • Santunan meninggal dunia dan cacat tetap akibat kecelakaan.
  • Santunan penyakit kritis.
  • Uang pertanggungan sampai Rp2 miliar.

Manulife Asuransi Jiwa Berjangka

  • Asuransi jiwa karyawan Manulife.
  • Tersedia asuransi tambahan cacat tetap.
  • Santunan meninggal dunia akibat sebab apapun.

Cara Pilih Asuransi Karyawan yang Bagus

Untuk menentukan asuransi karyawan yang bagus, pastikan produk tersebut menawarkan empat hal berikut:

1. Plafon dan premi sebanding dan sesuai dengan kebutuhan

Pastikan pula plafon dan premi yang ditawarkan sebanding. Yaitu pilih asuransi yang memberikan plafon atau benefit yang lengkap dengan premi yang terjangkau.

2. Masa tunggu penyakit tertentu & penyakit yang sudah ada sebelumnya

Pilih asuransi karyawan terutama produk asuransi kesehatan dengan masa tunggu yang tidak lama. Atau Tanpa masa tunggu Sehingga Anda dapat menggunakan asuransi tersebut apabila penyakit yang sama terjadi dalam waktu dekat.

Terdapat pilihan metode penggantian dan pembayaran yang diinginkan

Untuk mendapatkan asuransi karyawan yang bagus, sebaiknya pilih yang menyediakan metode penggantian klaim dan pembayaran yang diinginkan. Yaitu penggantian klaim dengan cara reimbursement dan cashless. Kemudian, untuk pembayaran apakah harus tahunan, atau ada opsi pembayaran lainnya (Semester/Quarter).

4. Kemudahan pelayanan dan fasilitas (after sales service) dari penyedia maupun broker asuransi

Pertimbangan paling penting untuk menentukan asuransi karyawan bagus atau tidak adalah layanan purna jual atau after sales service. Berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan:

  • Kemudahan untuk mengakses informasi seputar produk dan pelayanan asuransi, seperti rumah sakit rekanan, plafon, dan status klaim. Sebisa mungkin pilih asuransi yang memiliki situs resmi atau aplikasi.
  • Kemudahan proses klaim, yaitu bisa reimbursement atau cashless dengan jaringan rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menjangkau wilayah domisili karyawan.
  • Tersedia layanan customer service 24 jam yang dapat membantu peserta asuransi apabila membutuhkan bantuan atau informasi terkait produk atau layanan asuransi.
  • Penanganan komplain yang cepat dan tepat. Cari tahu cara dan pengalaman asuransi menangani berbagai komplain ataupun keluhan dari pihak peserta asuransi.

Perlu Dipahami

  • Asuransi karyawan hanya dapat dibeli oleh perusahaan atau badan usaha yang telah terdaftar dan memiliki legalitas hukum (perseroan terbatas atau PT, perseroan komanditer atau CV, yayasan, dan bentuk badan usaha lain yang memiliki identitas legal).
  • Terdapat syarat total minimum karyawan yang harus didaftarkan, yaitu minimal tiga sampai lima orang. Apabila di bawah jumlah tersebut, maka perusahaan belum bisa membeli produk asuransi karyawan.

Apa Manfaat Asuransi Karyawan?

Cakupan manfaat yang diperoleh karyawan tergantung pada pilihan pihak perusahaan. Adapun pertanggungan yang bisa diambil oleh pihak perusahaan bagi karyawan adalah biaya perawatan kesehatan karena sakit atau kecelakaan baik rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, santunan untuk cacat total tetap dan meninggal dunia, dan bahkan dana pensiun.

Selain itu, terdapat pula beberapa tambahan manfaat (rider), seperti asuransi kacamata dan perawatan mata, asuransi gigi, melahirkan (maternity), dan pertanggungan lain yang sesuai kebutuhan karyawan perusahaan.

Premi asuransi untuk perusahaan ini biasanya dibayarkan per tahun, semester, atau kuartal. Sila bicarakan dengan broker asuransi terkait mengenai term pembayaran.

Asuransi karyawan hanya ditujukan bagi karyawan aktif, pasangan sah (suami/istri), dan anak. Jaminan tidak dapat diperluas kepada orang tua, mertua, sepupu, atau orang lain di luar keluarga inti.

Mengapa Perusahaan Perlu Mengasuransikan Karyawan?

Berikut ini fungsi dan manfaat asuransi karyawan secara umum yang bisa menjadi pertimbangan.

Mengurangi risiko kerugian finansial

Manfaat pertama yang pasti dirasakan pemilik perusahaan dan karyawan adalah risiko kerugian finansial ketika karyawan mengalami musibah kecelakaan, sakit, atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dengan asuransi karyawan, baik perusahaan maupun karyawan dapat meminimalisasi pengeluaran dana atau bahkan tidak perlu mengeluarkan dana untuk biaya-biaya tadi.

Premi asuransi karyawan cukup terjangkau

Sebagai pebisnis, tentu Anda tahu bahwa premi asuransi jauh lebih kecil ketimbang biaya yang harus dikeluarkan perusahaan ketika karyawan mengalami kecelakaan atau sakit.

Asuransi karyawan lebih fleksibel daripada asuransi individu

Produk asuransi karyawan dapat menjamin kondisi yang sering dikecualikan pada asuransi individu, seperti pre-existing condition (penyakit yang sudah ada sebelum bergabung di asuransi), kelainan kongenital (bawaan), dan gangguan jiwa.

Menambah value perusahaan

Tak dipungkiri bahwa asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan menjadi daya tarik tersendiri bagi karyawan maupun calon karyawan. Dengan memiliki asuransi karyawan dengan benefit yang lengkap dapat membuat karyawan loyal kepada perusahaan. Selain itu, perusahaan pun lebih mudah menggaet calon karyawan baru.

Pertanyaan Seputar Asuransi Karyawan

Pertanggungan asuransi karyawan terdiri atas pelayanan yang diterima dan digunakan karyawan yang terdaftar sebagai peserta asuransi. Berikut sejumlah pertanggungan paling umum yang bisa peserta asuransi karyawan gunakan sesuai ketentuan dalam polis yang dimiliki

Manfaat utama:

  • Rawat inap dan pembedahan: pertanggungan asuransi untuk rawat inap mencakup biaya kamar di rumah sakit, konsultasi/kunjungan dokter dan dokter ahli, obat-obatan, dan tindakan pembedahan akibat sakit ataupun kecelakaan.
  • Rawat jalan: pertanggungan asuransi untuk tindakan medis tanpa rawat inap baik pra-opname atau pasca-opname, termasuk diagnosis dan konsultasi rawat jalan.

Manfaat tambahan:

  • Perawatan gigi: pertanggungan asuransi untuk perawatan kesehatan gigi dari pemeriksaan, pembersihan, tambal, dan pencabutan gigi.
  • Perawatan mata: pertanggungan asuransi untuk perawatan kesehatan mata, mulai dari pemeriksaan dan termasuk kacamata.
  • Maternity: pertanggungan asuransi untuk proses persalinan.

Manfaat Asuransi Jiwa, Kecelakaan, dan Dana Pensiun

  • Santunan tunai: pertanggungan asuransi untuk memberikan sejumlah uang ketika peserta/karyawan mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia akibat sakit atau kecelakaan.
  • Santunan pensiun: pertanggungan asuransi untuk memberikan santunan pensiun bagi karyawan yang telah selesai masa kerjanya.

Dasar hukum asuransi karyawan mengacu pada beberapa undang-undang atau peraturan pemerintah. Berikut beberapa dasar hukum asuransi karyawan:

  • Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.
  • Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 152/PMK.010/2012 Tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian.
  • Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi karyawan:

  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Copayment: Copayment adalah biaya yang harus dibayarkan saat melakukan klaim tagihan pelayanan medis (pada umumnya 10 persen dari total tagihan pelayanan medis).
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan 
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara peserta asuransi (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku. 
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Pemegang Polis : Pihak sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi. Dalam hal Ini adalah perusahaan 
  • Peserta Asuransi: Karyawan beserta pasangan (suami/istri) dan anak yang didaftarkan oleh pemegang polis (dalam hal ini perusahaan) untuk menerima manfaat asuransi.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak peserta asuransi atau peserta asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Coordination of Benefit (COB): Sering disebut sebagai double claim, COB adalah proses dimana dua perusahaan asuransi menanggung peserta asuransi yang sama agar peserta asuransi bisa mendapatkan manfaat maksimal dari produk asuransi yang digunakan. Namun, total biaya yang akan dibayarkan tidak akan melebihi biaya perawatan medis yang ditagihkan. 
  • Provider: Rumah sakit rekanan yang bekerja sama dengan asuransi.
Penulis Hanifah Nurul Eks jurnalis bidang moneter, keuangan, dan gaya hidup yang memberikan pencerahan finansial lewat tulisan sederhana. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan