Asuransi Kebakaran Sesuai Anggaran

DISKON HINGGA 20% Temukan pilihan terbaik dari brand ternama, harga terjangkau!

 

Daftar Asuransi Kebakaran Terbaik di Indonesia

Setelah tahu kepentingan asuransi kebakaran dalam meminimalisir kerugian finansial kita, sangat penting untuk mendapatkan polis asuransi kebakaran yang tepat dari perusahaan terbaik dan tepercaya. Dengan begitu, kita lebih nyaman terutama jika terjadi klaim.

Dalam memilih asuransi kebakaran tentunya berbeda dari asuransi kendaraan bermotor atau asuransi kesehatan yang tersedia di Lifepal. Untuk dua jenis asuransi tersebut, salah satu pertimbangan adalah sebaran rumah sakit atau bengkel untuk melakukan klaim dengan mudah.

Dalam asuransi kebakaran, klaim dilakukan dengan cara ganti rugi atas kerusakan yang terjadi pada aset yang dijaminkan.itu sebabnya terdapat loss adjuster atau penaksir nilai kerugian akan aset yang rusak atau hilang akibat musibah kebakaran.

Lifepal sebagai broker asuransi nomor satu dan tepercaya memiliki metode sendiri untuk mengulas perusahaan asuransi. Tim penulis memberikan peringkat atas kinerja laporan keuangan, layanan dan kepuasan pelanggan, pertanggungan atau manfaat yang diberikan, serta popularitas brand perusahaan asuransi tersebut.

Khusus laporan keuangan perusahaan asuransi, Lifepal menggunakan metode yang telah ditetapkan OJK berdasarkan Peraturan Jasa Otoritas Keuangan (Nomor 71 dan 72 /POJK.05/2016). Ketentuan mengenai rasio solvabilitas adalah minimal 120 persen, ekuitas minimal Rp100 miliar untuk perusahaan asuransi dan minimal Rp200 miliar untuk reasuransi, dan perusahaan asuransi dikategorikan baik apabila minimal asetnya minimal Rp150 miliar.

Selain rasio solvabilitas yang secara sederhana dijelaskan sebagai kemampuan perusahaan membayarkan kewajibannya, Lifepal juga melihat indikator keuangan lain seperti aset dan ekuitas. Dengan begitu, penilaian atas kinerja keuangan yang sehat lebih objektif.

Lima Asuransi Kebakaran Terbaik

Dari hasil pemeringkatan Lifepal, terdapat berbagai perusahaan asuransi umum yang memiliki produk asuransi kebakaran dengan nilai cukup baik. Dengan begitu, kita tidak kesulitan menyeleksi masing-masing produk asuransi kebakaran dari setiap perusahaan asuransi yang ada.

Untuk mendapatkan konsultasi gratis dan informasi penting lain tentang asuransi, silakan hubungi Lifepal dengan mengisi data diri. Lifepal merupakan broker asuransi tepercaya karena itu dalam memeringkat dan memberikan penilaian tidak berdasarkan brand yang telah bekerja sama, melainkan benar-benar atas hasil riset mendalam tim Lifepal.

Berikut lima perusahaan asuransi umum yang menyediakan asuransi kebakaran terbaik.

1. Allianz

2. Asuransi Sinar Mas

Asuransi Sinar Mas
4.2

3. Astra Buana

Asuransi Astra Buana
4.0

4. Askrindo

Asuransi Askrindo
3.9

5. ACA

 

Pengertian Asuransi Kebakaran

Risiko pada harta benda bisa terjadi kapan saja. Salah satu risiko yang paling sering terjadi yaitu kebakaran. Bayangkan jika harta benda yang dikumpulkan seperti rumah beserta isinya tiba-tiba harus raib begitu saja karena kebakaran? Mungkin sebagian orang yang mengalaminya hanya bisa pasrah dan bekerja lebih keras lagi untuk mengembalikan atau membangun rumah tersebut.

Kasus seperti ini mungkin tidak terlalu berat ketika kita memiliki asuransi kebakaran. Produk asuransi ini secara sederhana memberikan pertanggungan berupa jaminan ganti rugi atas rumah/bangunan/pabrik beserta isinya dari risiko kebakaran yang tercantum dalam polis.

Berdasarkan penjelasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) yang dikeluarkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk asuransi kebakaran. Adapun pertanggungan yang diberikan PSAKI hampir semua perusahaan asuransi umum di Indonesia yaitu risiko kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap.

Selain manfaat utama tersebut, PSAKI juga memperluas jaminan atas risiko lain yaitu:

  • Kerusuhan, pemogokan, kerusakan akibat perbuatan jahat, huru hara
  • Banjir, angin topan, badai dan kerusakan karena air
  • Tanah longsor
  • Kebongkaran
  • Business interruption (kehilangan keuntungan)

Tentunya menambah perluasan jaminan berarti premi asuransi kebakaran yang harus dibayarkan bertambah. Namun, penambahan ini sesuai dengan jaminan yang diberikan seperti banjir yang kerap terjadi di kota-kota besar di Indonesia.

Pentingnya Asuransi Kebakaran di Indonesia

Memiliki asuransi kebakaran berarti kita mengalihkan risiko yang mungkin terjadi kepada perusahaan asuransi. Artinya, ketika terjadi musibah kebakaran, perusahaan asuransi yang akan menanggung ganti rugi seperti biaya renovasi rumah dan pembelian isinya. Dengan begitu, musibah yang menimpa tidak akan terlalu memberatkan finansial nasabah.

Bahkan beberapa perusahaan asuransi memberikan benefit lain seperti santunan tunai untuk tempat tinggal sementara, selama rumah nasabahnya direnovasi. Selain penggantian yang telah disebutkan, risiko bencana kebakaran di Indonesia memang cukup tinggi.

Beberapa alasan tingginya kebakaran di Indonesia, terutama wilayah permukiman di kota besar antara lain korsleting listrik, dan kualitas bangunan yang mudah terbakar seperti kayu. Menurut pengamat tata kota Yayat Supriatna, 80 persen kebakaran di permukiman padat seperti Jakarta adalah korsleting listrik.

Penyebab kedua adalah kualitas bangunan di permukiman padat tersebut. Dia menjelaskan, permukiman padat di Jakarta kebanyakan terdiri atas dua lantai. Pada lantai pertama bangunan, dinding masih terbuat dari beton, sedangkan pada lantai kedua tidak demikian. Biasanya dinding hingga lantai terbuat dari kayu atau tripleks yang mudah terbakar.

Selain dua penyebab utama tersebut, kebakaran yang cepat meluas di kota besar adalah sulitnya pemadam kebakaran menjangkau lokasi kejadian. Kebanyakan kebakaran terjadi di gang-gang sempit dan lalu lintas yang padat alias macet menambah durasi waktu pemadam kebakaran sampai di lokasi kejadian.

Dari data yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta misalnya, jumlah pos pemadam kebakaran termasuk di wilayah Kepulauan Seribu hanya 280 titik. Jumlah itu tidak sebanding dengan kasus kebakaran yang terjadi di Jakarta berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yaitu sebanyak 692 kejadian.

Tingginya kasus kebakaran, terutama di kota besar kawasan padat penduduk membuat kita harus selalu waspada. Salah satu cara mengurangi risiko musibah itu antara lain berhati-hati dalam menggunakan barang elektronik.

Selain itu, beli asuransi kebakaran untuk meminimalisir kerugian finansial jika risiko tersebut harus terjadi. Dengan begitu, kerugian yang dialami tidak akan terlalu memberatkan, setidaknya dari sisi keuangan kita.

Di Lifepal kita bisa mendapatkan berbagai produk asuransi dengan harga terjangkau. Isi form berikut ini untuk mendapatkan konsultasi gratis dan penawaran menarik dari Lifepal.

Perhatikan Ini Sebelum Membeli Asuransi Kebakaran

Berdasarkan situs resmi OJK, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli asuransi kebakaran, terutama PSAKI. Pasalnya, polis tersebut hanya menanggung risiko kebakaran standar sesuai ketentuan.

Jadi, asuransi kebakaran ini berbeda dengan asuransi properti yang juga menjamin ganti rugi pada bangunan/rumah. Untuk asuransi properti, pertanggungan alias jaminan ganti rugi yang diberikan lebih luas, mencakup manfaat tambahan pada asuransi kebakaran seperti banjir.

Berikut ini beberapa hal yang harus kita ketahui mengenai asuransi kebakaran.

1. Teliti Sebelum Membeli

Salah satu hal bijak sebelum membeli asuransi kebakaran atau asuransi lainnya adalah mempelajari proposal penawaran yang diajukan agen/broker. Soroti risiko yang dijamin dan tidak dijamin, persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan polis dan klaim, cara bayar premi, hingga kewajiban tertanggung/nasabah jika terjadi kerugian atau kerusakan.

Selain itu, pastikan kesehatan keuangan perusahaan dengan menilik laporan keuangan tahunannya. Indikator kesehatan keuangan yang paling mudah dibaca yaitu rasio solvabilitas (RBC) yang ditetapkan OJK minimal 120 persen.

Kemudian, pastikan agen yang menawarkan produk merupakan agen resmi dengan memintanya menunjukkan kartu keagenan. Terakhir, isi Surat Permohonan Pengajuan Asuransi dengan data yang benar, lengkap, dan ditandatangani sendiri oleh calon nasabah.

Adapun data yang harus diperhatikan saat mengisi surat pengajuan antara lain:

  • Jenis obyek pertanggungan
  • Konstruksi bangunan
  • Okupasi obyek pertanggungan
  • Jenis kegiatan tertanggung
  • Surrounding risk
  • Sarana di lokasi objek pertanggungan
  • Luas jaminan yang diminta
  • Nilai pertanggungan
  • Periode pertanggungan
  • Loss record/pengalaman klaim
  • Membantu surveyor dari perusahaan asuransi jika ditunjuk untuk melakukan survei ke objek asuransi sebelum penutupan asuransi.

2. Pertimbangan Sebelum Membayar Polis

Setelah menerima polis asuransi kebakaran, biasanya calon nasabah diberi waktu 14 hari untuk mempelajari polis tersebut. Sebelum membayar premi asuransi kebakaran yang berarti kita telah membeli, pertimbangkan hal berikut ini.

  • Surat penawaran dari perusahaan
  • Memastikan agen yang bersertifikat
  • Surat Pengajuan Penutupan Asuransi (SPPA)
  • Memastikan data-data dalam SPPA telah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
  • Membaca kontrak/polis secara seksama dan menanyakan ke agen/perusahaan jika terdapat keraguan atas kondisi polis
  • Meminta perubahan (endorsement) jika terdapat kesalahan data dalam polis yang diberikan.

3. Jika Tidak Sesuai, Ajukan Ini

Terdapat kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian dalam perjanjian asuransi. Begitupun pada asuransi kebakaran. Jika kita menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, termasuk urusan klaim, terdapat beberapa langkah yang bisa ditempuh yaitu:

  • Meminta klarifikasi ke perusahaan melalui agen atau langsung mendatangi perusahaan untuk proses perdamaian atau musyawarah antar pihak.
  • Mengadukan ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia untuk nilai klaim yang bermasalah hingga Rp750 juta.
  • Jika belum menemukan titik temu atau kesepakatan, maka dapat memilih penyelesaian sengketa melalui arbitrase atau melalui pengadilan.

Apa Saja yang Dijamin Asuransi Kebakaran?

Secara general, setiap perusahaan asuransi umum (kerugian) yang melayani nasabah di Indonesia memiliki polis PSAKI. Dalam polis ini terdapat pertanggungan atau jaminan utama dan tambahan yang dijelaskan secara rinci sesuai ketentuan OJK. Adapun jaminan yang diberikan oleh asuransi kebakaran ada dua jenis berdasarkan ketetapan AAUI. Berikut penjelasannya.

Jaminan Utama

  • Bangunan rumah/industri/gedung
  • Harta benda bergerak

Jaminan Tambahan

  • Tempat tinggal sementara

Semua jaminan akan diberikan ketika nasabah mengalami musibah kebakaran atau risiko yang dicantumkan dalam polis. Termasuk perluasan jaminan seperti huru-hara, terorisme, banjir, hingga kerusuhan. Intinya, jaminan bisa diklaim selama penyebab kerusakan atau klaim bukan karena pemilik aset.

Jenis Asuransi Kebakaran

Seperti halnya produk asuransi lain, misalnya asuransi jiwa dan asuransi kendaraan, terdapat beberapa jenis produk asuransi kebakaran. Adapun jenis produk asuransi kebakaran terbagi berdasarkan kriteria tertentu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Polis Dasar Kebakaran (PSAKI)

Polis dasar kebakaran dibagi menjadi dua macam menurut objek pertanggungan yaitu:

  • Polis kebakaran industri yaitu polis asuransi kebakaran yang menanggung segala kerusakan dan kerugian yang terjadi di dalam industri akibat risiko yang termasuk kategori kebakaran.
  • Polis kebakaran non industri yaitu polis yang menanggung segala kerugian untuk harta bergerak dan tidak bergerak akibat risiko yang termasuk kategori kebakaran.

2. Polis Perhitungan Kembali (Adjustable Policy)

Polis asuransi ini diartikan sebagai polis dengan besaran premi yang harus dibayarkan akan diperhitungkan kembali di akhir suatu periode pertanggungan. Perhitungan ini biasanya didasarkan pada nilai rata-rata dari nilai deklarasi barang-barang yang dilaporkan.

Polis asuransi kebakaran ini hanya dapat dikeluarkan untuk:

  • Perkebunan
  • Pabrik gula
  • Gudang umum dan gudang pribadi
  • Toko, kios, dan pasar
  • Tangki untuk penyimpanan minyak

3. Polis Mengambang (Floating Policy)

Asuransi ini tidak memiliki sebuah pertanggungan yang jelas karena fungsi utamanya untuk stok barang yang ada di beberapa lokasi dengan satu batas uang pertanggungan. Walaupun mengambang, polis asuransi kebakaran ini juga memiliki batasan, yakni polis tidak akan menanggung objek yang berada di lebih dari satu kota. 

4. Polis Penilaian

Polis asuransi kebakaran ini memiliki pertanggungan yang ditentukan dari penilaian objek yang tertanggung yang disetujui oleh kedua belah pihak, penanggung dan tertanggung. Nilai ini didapatkan dari harga jual atau harga pasar dari objek pertanggungan tersebut.

5. Polis Tanpa Nilai

Polis ini kebalikan dari polis penilaian yaitu polis asuransi kebakaran yang harga pertanggungan ditentukan berdasarkan harga beli atau biaya pembangunan dikurangi dengan penyusutan bangunan yang wajar.

6. Polis Pemulihan Nilai (Reinstatement Policy)

Produk asuransi kebakaran ini adalah bentuk pertanggungan di mana bila terjadi kerusakan akibat risiko kebakaran atas harta benda yang ditanggungkan, maka ganti rugi biaya sesuai dengan biaya pemulihan kembali harta benda tersebut ke lokasi yang sama, termasuk dengan tipe yang sama tanpa ada tambahan.

Perhitungan Premi Asuransi Kebakaran

Proses identifikasi dan seleksi risiko (underwriting) dalam asuransi kebakaran akan menentukan premi yang harus dibayarkan calon nasabah. Berikut ini beberapa poin yang dipertimbangkan dalam menentukan keputusan menerima, menolak, menerima dengan syarat, dan harga premi suatu pelimpahan atas risiko kebakaran yang diajukan:

1. Kelas konstruksi bangunan

Konstruksi bangunan menjadi poin utama yang menentukan besar atau kecilnya tingkat risiko kebakaran termasuk premi yang akan dikenakan kepada nasabah. Sesuai SK DAI Tahun 1994, terdapat tiga kelas konstruksi yaitu:

  • Konstruksi kelas I jika dinding, lantai, dan semua komponen penunjang serta atap sepenuhnya terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar.
  • Konstruksi kelas II jika kriteria bangunan sama seperti kriteria konstruksi kelas I, tetapi dengan pengecualian yaitu penutup atap dari sirap kayu keras, maksimal 20 persen luas dinding dari bahan yang dapat terbakar, serta lantai dan struktur penunjang terbuat dari kayu.
  • Konstruksi kelas III yaitu semua bangunan lainnya selain yang disebutkan pada konstruksi kelas I dan II.

2. Penggunaan bangunan (okupasi)

Setiap jenis penggunaan atas objek pertanggungan memiliki tingkat risiko berbeda. Sesuai Buku Tarif Asuransi Kebakaran Indonesia, jenis okupasi dikelompokan berdasarkan Kode Okupasi yang berpengaruh pada pembebanan premi.

Pengelompokan okupasi bangunan yaitu:

  • Risiko industri seperti pabrik baja, pabrik semen, dan pabrik tekstil
  • Risiko non industri seperti department store, toko, gudang, hotel, dan rumah tinggal
  • Risiko perkebunan seperti perkebunan gula, kelapa sawit, dan lain-lain

3. Jarak pemisah dengan objek lain

Persyaratan ini diartikan sebagai ada atau tidaknya jarak yang memisahkan antara objek pertanggungan dengan objek lain. Berikut ini beberapa kriteria jarak pemisah objek yang dipertanggungkan dengan objek lain:

  • Risiko berdampingan
  • Risiko berbatasan
  • Risiko dalam satu kompleks
 

Pertanyaan tentang Asuransi kebakaran

Punya asuransi kebakaran cukup penting buat properti kita karena risiko yang tidak diinginkan bisa terjadi kapan saja. Nah kalau bahas fungsi dan manfaat asuransi kebakaran, ternyata cukup banyak. Salah satunya tentu menjaga keuangan kita tetap aman ketika tertimpa musibah yang mengharuskan renovasi rumah. Tabungan dan investasi bakal aman, gak perlu dicairkan untuk memperbaiki kerusakan.

Selain itu, kita tidak lagi tergantung pada keluarga, saudara, atau teman ketika harus merenovasi rumah karena mengalami musibah kebakaran. Ada baiknya sedia payung sebelum hujan, bukan? Jadi, punya asuransi kebakaran sebelum terjadi risiko mengerikan!

Cara klaim asuransi kebakaran secara general hampir sama dengan pengajuan klaim asuransi lain. Asal penyebab kerugian sesuai aturan dalam polis dan dokumen yang dibutuhkan telah terpenuhi, dalam 14 hari kerja sudah cair kok!

Tahapannya yaitu membuat laporan yang berisi detail lokasi hunian, penyebab kebakaran, estimasi kerugian, dan mengisi formulir klaim. Jangan lupa siapkan polis dan berita acara atau surat keterangan dari RT/RW/kelurahan/kepolisian sektor setempat.

Setelah laporan masuk, perusahaan asuransi akan melakukan pengecekan keabsahan polis. Kemudian, perusahaan asuransi akan melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui hal-hal yang dicantumkan dalam laporan kita. Biasanya kalau kasus kebakaran tidak terlalu besar akan dikaji sendiri oleh perwakilan perusahaan asuransi, sedangkan kalau kasus besar ada pihak ketiga yang melakukan penilaian yaitu loss adjuster. Klaim yang sesuai dan memenuhi persyaratan akan dibayarkan maksimal 30 hari kalender.

Istilah yang umum ada pada asuransi ini diartikan sebagai kepentingan seseorang atas harta benda (aset/objek) yang diasuransikan. Objek tersebut juga harus legal dan tidak melanggar hukum, serta masuk kategori layak. Bisa juga disebut adanya hubungan keuangan (finansial) yang akan merugikan tertanggung atau nasabah jika aset tersebut rusak atau hilang.

Contohnya adalah hubungan keluarga dalam asuransi jiwa atau kesehatan seperti suami yang mengasuransikan istri dan anaknya. Contoh lain dalam asuransi umum yaitu nasabah dengan asetnya seperti mobil. Nasabah ini akan rugi jika aset tersebut hilang atau rusak karena akan muncul kerugian finansial untuk membeli lagi atau memperbaiki mobil tersebut.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi kebakaran:

  • Agen yaitu karyawan perusahaan asuransi yang bertugas untuk memasarkan produk atau melayani calon nasabah mulai dari menyampaikan ketentuan polis sampai dengan isi perjanjian polis setelah menjadi pemegang polis.
  • Ajudikasi yaitu tahapan penyelesaian sengketa untuk mengambil keputusan apakah klaim yang disampaikan pemegang polis harus diterima atau ditolak perusahaan asuransi.
  • Anuitas yaitu pembayaran yang dilakukan perusahaan asuransi secara berkala selama waktu tertentu.
  • Assignment yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut pengalihan dalam asuransi.
  • Bancassurance yaitu produk asuransi yang ditawarkan dan dijual melalui bank dan yang menjadi sasaran adalah nasabah bank.
  • Contestable period yaitu waktu yang diberikan kepada penanggung untuk membatalkan polis.
  • Explanation of benefits (EOB) yaitu surat dari perusahaan asuransi sebagai tanda penerimaan klaim yang diberikan kepada pemegang polis.
  • Field underwriting yaitu seleksi awal yang dilakukan perusahaan asuransi.
  • Free-look period yaitu pemegang polis mendapatkan waktu 14 hari untuk memutuskan kerja sama/membatalkan polis karena tidak setuju dengan syarat-syarat dan ketentuan dalam polis.
  • Jaminan/pernyataan jaminan yaitu pernyataan yang dikeluarkan calon nasabah mengenai kondisi dari orang atau benda yang diasuransikan.
  • Klausul yaitu pasal-pasal yang terdapat dalam perjanjian polis yang harus dipatuhi pemegang polis dan perusahaan asuransi.
  • Lapse yaitu premi yang tidak dibayarkan hingga melampaui masa tenggang bisa membuat polis batal (masa efektif polis berhenti).
  • Pemegang polis yaitu orang yang terikat dengan perjanjian yang dibuat dengan perusahaan asuransi dan bertanggung jawab atas segala kewajibannya terhadap perusahaan asuransi.
  • Polis yaitu perjanjian yang dilakukan pihak pemegang polis dengan perusahaan asuransi.
  • Polis asuransi yaitu kesepakatan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi untuk melakukan kewajiban seperti yang sudah disetujui kedua belah pihak.
  • Underwriter yaitu seseorang yang memiliki keahlian dalam menilai atau meninjau berbagai resiko pemegang polis sehingga menentukan calon nasabah berhak menerima asuransi atau tidak.

Apa Kata Mereka Tentang Kami

qudratullah Akim
qudratullah Akim
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Pusaka Ayudiguna
Pusaka Ayudiguna
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Tri Aprilistiyani
Tri Aprilistiyani
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
didik setyadi
didik setyadi
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0

Mereka yang Sudah Percaya pada Lifepal

Client Lifepal
Client Lifepal