Asuransi Kebakaran Sesuai Anggaran

DISKON HINGGA 20% Temukan pilihan terbaik dari brand ternama, harga terjangkau!

Asuransi Kebakaran

Asuransi kebakaran adalah jenis asuransi yang menjamin biaya renovasi atau perbaikan bangunan jika bangunan tersebut mengalami risiko kebakaran, tersambar petir, dan lainnya yang tidak disengaja.

Cakupan perbaikan bangunan yang diberikan asuransi kesehatan adalah renovasi bangunan yang diakibatkan risiko tidak disengaja oleh pemiliknya seperti kebakaran, ledakan, sambaran petir, kejatuhan pesawat, dan lain sebagainya.

Untuk bisa mendapatkan asuransi kebakaran, nasabah harus membayarkan premi. Premi asuransi kebakaran dibayarkan secara berkala, dengan rata-rata pembayaran dilakukan per tahun.

Sementara, angka premi bergantung pada perusahaan asuransi maupun produk yang dipilih. Besaran premi juga bergantung pada kondisi bangunan, lokasi, dan ketentuan lain yang diberlakukan perusahaan asuransi.

Kenapa Asuransi Kebakaran Dibutuhkan?

Mengapa asuransi kebakaran dibutuhkan? Karena manfaat asuransi kebakaran sangat membantu untuk menggantikan risiko finansial yang mungkin terjadi ketika musibah yang tidak terduga datang. Berikut fungsi dan manfaat asuransi kebakaran secara umum yang bisa menjadi pertimbangan penting bagi calon nasabah:

  • Mengurangi risiko kerugian finansial karena biaya renovasi rumah. Karena perusahaan asuransi kebakaran menyediakan penggantian biaya untuk renovasi bangunan akibat risiko yang tidak disengaja tersebut.
  • Tabungan tidak cukup untuk renovasi. Biaya perbaikan bangunan baik itu rumah ataupun pabrik tidak hanya menghabiskan Rp10-20 juta. Belum lagi kerugian inmateriil yang timbul karena risiko tersebut
  • Premi asuransi kebakaran sebenarnya cukup terjangkau. Bahkan, tidak sebanding dengan jumlah yang harus dikeluarkan apabila menggunakan tabungan ataupun investasi sebagai pengganti biaya renovasi Anda.
  • Tidak merepotkan orang lain, baik keluarga maupun orang asing. Sebab, Anda telah memiliki jaminan dari perusahaan asuransi apabila secara tiba-tiba harus merenovasi bangunan.
  • Membantu Anda mengatur keuangan atau cash-flow menjadi lebih teratur. Karena pengeluaran bulanan yang sudah diatur tidak akan berantakan akibat biaya renovasi mendadak karena suatu risiko.

Setelah memperhatikan fungsi dan manfaat asuransi kebakaran yang disebutkan di atas, kini ada baiknya perhatikan jenis produk asuransi kebakaran terbaik dan berbagai prosedurnya.

Jenis dan Pilihan Polis Asuransi Kebakaran

Seperti halnya produk asuransi lain seperti asuransi jiwa dan asuransi kendaraan, terdapat beberapa jenis produk asuransi kebakaran. Adapun jenis produk asuransi kebakaran terbagi berdasarkan kriteria tertentu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

1.  Polis Dasar Kebakaran

Polis dasar kebakaran dibagi menjadi dua macam menurut objek pertanggungan yaitu:

  • Polis kebakaran industri yaitu polis asuransi kebakaran yang menanggung segala kerusakan dan kerugian yang terjadi di dalam industri akibat risiko yang termasuk kategori kebakaran.
  • Polis kebakaran non industri yaitu polis yang menanggung segala kerugian untuk harta bergerak dan tidak bergerak akibat risiko yang termasuk kategori kebakaran.

2. Polis Perhitungan Kembali (Adjustable Policy)

Polis asuransi ini diartikan sebagai polis dengan besaran premi yang harus dibayarkan akan diperhitungkan kembali di akhir suatu periode pertanggungan. Perhitungan ini biasanya didasarkan pada nilai rata-rata dari nilai deklarasi barang-barang yang dilaporkan.

Polis asuransi kebakaran ini hanya dapat dikeluarkan untuk:

  • Perkebunan
  • Pabrik gula
  • Gudang umum dan gudang pribadi
  • Toko, kios, dan pasar
  • Tangki untuk penyimpanan minyak

3. Polis Mengambang (Floating Policy)

Asuransi ini tidak memiliki sebuah pertanggungan yang jelas karena fungsi utamanya untuk stok barang yang ada di beberapa lokasi dengan satu batas uang pertanggungan.

Walaupun mengambang, polis asuransi kebakaran ini juga memiliki batasan, yakni polis tidak akan menanggung objek yang berada di lebih dari satu kota.

4. Polis Penilaian

Polis asuransi kebakaran ini memiliki pertanggungan yang ditentukan dari penilaian objek yang tertanggung yang disetujui oleh kedua belah pihak, penanggung dan tertanggung. Nilai ini didapatkan dari harga jual atau harga pasar dari objek pertanggungan tersebut.

5. Polis Tanpa Nilai

Polis ini kebalikan dari polis penilaian yaitu polis asuransi kebakaran yang harga pertanggungan ditentukan berdasarkan harga beli atau biaya pembangunan dikurangi dengan penyusutan bangunan yang wajar.

6. Polis Pemulihan Nilai (Reinstatement Policy)

Produk asuransi kebakaran ini adalah bentuk pertanggungan di mana bila terjadi kerusakan akibat risiko kebakaran atas harta benda yang ditanggungkan, maka ganti rugi biaya sesuai dengan biaya pemulihan kembali harta benda tersebut ke lokasi yang sama, termasuk dengan tipe yang sama tanpa ada tambahan.

Apa Saja yang Ditanggung oleh Asuransi Kebakaran?

Pertanggungan asuransi kebakaran terdiri dari pelayanan yang diterima dan digunakan oleh peserta asuransi. Berikut sejumlah pertanggungan paling umum yang bisa peserta asuransi gunakan sesuai dengan ketentuan yang tercantum di polis asuransi.

  • Kerugian akibat api sendiri atau faktor eksternal yang tidak disengaja.
  • Kerugian yang diakibatkan sambaran petir.
  • Kerugian akibat ledakan aset usaha (kecuali bom nuklir).
  • Kerugian akibat kejatuhan pesawat.
  • Kerugian akibat asap dari seluruh aset usaha.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Kebakaran

Memiliki asuransi kebakaran menghadirkan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Berikut ini kelebihan maupun kekurangan mendaftar asuransi kebakaran yang bisa dijadikan bahan pertimbangan Anda.

Kelebihan memiliki asuransi kebakaran

  • Premi asuransi kebakaran cenderung murah ketimbang risiko finansial yang harus dibayarkan jika terjadi musibah.
  • Benefit yang diberikan asuransi kebakaran cukup banyak, termasuk pertanggungan risiko kebakaran yang tidak hanya disebabkan oleh kebakaran, melainkan faktor lain yang tidak disengaja.
  • Menghemat uang sebab peserta asuransi akan mendapatkan penggantian biaya perbaikan atau renovasi rumah, sehingga tidak perlu menguras tabungan atau dana investasi yang telah terkumpul.

Kekurangan memiliki asuransi kebakaran

  • Jika tidak mengambil paket lengkap, yaitu asuransi all risk, ada kemungkinan rugi. Misalnya asuransi kebakaran tidak mengganti risiko yang disebabkan banjir.
  • Premi akan hangus apabila tidak digunakan. Sehingga, banyak orang awam berpikir memiliki asuransi kebakaran menjadi kerugian. Padahal sebenarnya tidak demikian.

Kriteria yang Mesti Diperhatikan Sebelum Beli Asuransi Kebakaran

Asuransi kebakaran yang bagus mengacu pada poin-poin berikut yang bisa menjadi pertimbangan:

Terdapat pilihan metode penggantian dan pembayaran yang diinginkan

Untuk mendapatkan asuransi kebakaran yang bagus, sebaiknya pilih yang menyediakan metode penggantian klaim dan pembayaran yang diinginkan. Dengan demikian, mempermudah Anda untuk memperpanjang asuransi dan melakukan klaim.

Plafon dan premi sebanding dan sesuai dengan kebutuhan

Pastikan pula plafon dan premi yang ditawarkan sebanding. Yaitu pilih asuransi yang memberikan plafon atau benefit yang lengkap dengan premi yang terjangkau.

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Dalam asuransi kebakaran biasanya terdapat dua metode penggantian biaya dari klaim Anda.

1. Reimbursement

Metode penggantian biaya asuransi kebakaran dengan cara ini dijelaskan secara sederhana yaitu peserta asuransi harus membayarkan tagihan perbaikan rumahnya terlebih dahulu. Kemudian, peserta asuransi mengirimkan dokumen klaim ke pihak perusahaan asuransi. Selanjutnya, perusahaan asuransi akan mengganti biaya tersebut. 

2. Cashless

Metode penggantian biaya asuransi kebakaran ini berarti perusahaan asuransi langsung mendanai biaya perbaikan atau renovasi bangunan Anda yang mengalami kerugian.

Cara klaim asuransi kebakaran secara general hampir sama dengan pengajuan klaim asuransi lain. Anda bisa mengikuti tahapan berikut ini:

1. Membuat laporan kepada perusahaan asuransi

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ketika risiko yang ditanggung asuransi kebakaran terjadi adalah melaporkannya ke perusahaan asuransi. Secara umum, maksimal waktu pelaporan adalah tujuh hari kalender setelah kejadian. Jika lebih dari tujuh hari, klaim Anda akan ditolak perusahaan asuransi.

Pada tahap pelaporan ini, Anda harus melengkapi informasi dan data sebagai berikut:

  • Tempat, tanggal, dan waktu kejadian.
  • Penyebab risiko kebakaran.
  • Perkiraan besaran kerugian berdasarkan taksiran nasabah.
  • Mengunduh atau mengisi formulir klaim.
  • Polis dan berita acara (surat keterangan dari RT/RW/Kelurahan/kepolisian sektor setempat.
  • Bukti lain yang wajar diminta perusahaan asuransi.

2. Penelitian klaim

Setelah laporan masuk, perusahaan asuransi akan melakukan pengecekan keabsahan polis. Hal-hal yang akan dicek perusahaan asuransi terkait klaim yang diajukan adalah:

  • Faktor kepentingan atas objek yang dimiliki nasabah (diajukan klaim).
  • Kejadian masih dalam masa pertanggungan (maksimal tujuh hari kalender).
  • Pelunasan premi.

Kemudian, perusahaan asuransi akan melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui hal-hal berikut ini:

  • Penyebab terjadinya risiko kebakaran (sengaja atau tidak).
  • Lokasi kejadian.
  • Jumlah kerugian (dibandingkan dengan taksiran nasabah saat pelaporan).
  • Jumlah harga dari bangunan, barang, mesin, dan barang lain yang dipertanggungkan tetapi tidak terbakar.
  • Kewajiban nasabah telah melunasi premi atau belum.
  • Pertanggungan nasabah bila di lokasi kejadian seperti menyelamatkan dan menjaga harta benda yang diasuransikan atau dipertanggungkan serta bersifat kooperatif dalam memberikan informasi (jujur dan lengkap).

3. Penunjukan loss adjuster

Setelah melakukan penelitian dan penilaian atas klaim, perusahaan asuransi akan menangani sendiri (internal adjuster) jika kasus yang menimpa nasabah tergolong sederhana. Namun, bila kasusnya cukup besar, maka perusahaan asuransi akan menunjuk loss adjuster atau pihak ketiga yang akan menilai kerugian yang dialami nasabah

Fungsi dari loss adjuster adalah melakukan penilaian klaim seperti meneliti objek pertanggungan yang terkena dan terdampak musibah, penyebab musibah, serta perkiraan besarnya kerugian dan informasi lainnya.

Seluruh informasi dan temuan loss adjuster akan dilampirkan dalam bentuk laporan survei klaim yang berisi beberapa informasi termasuk lokasi, tanggal dan waktu kejadian, penyebab musibah, besarnya kerugian, taksiran besarnya kerugian, serta foto-foto dokumentasi.

4. Penyampaian

Setelah laporan survei klaim dirilis, maka akan diketahui validitas klaim yang nantinya akan menjadi pertanggungan perusahaan asuransi untuk mengganti biaya kerugian yang diakibatkan risiko kebakaran.

Namun, jika klaim dinyatakan tidak valid, maka perusahaan asuransi akan memberitahukan bahwa klaim ditolak dan alasan penolakan akan dijelaskan.

5. Penyelesaian

Jika klaim yang diajukan diterima, maka perusahaan asuransi berkewajiban menyelesaikan proses ganti rugi. Biasanya maksimal 30 hari kalender, sejak kesepakatan tertulis antara perusahaan asuransi dan nasabah.

Proses identifikasi dan seleksi risiko (underwriting) dalam asuransi kebakaran akan menentukan premi yang harus dibayarkan calon nasabah. Berikut ini beberapa poin yang dipertimbangkan dalam menentukan keputusan menerima, menolak, menerima dengan syarat, dan harga premi suatu pelimpahan atas risiko kebakaran yang diajukan:

1. Kelas konstruksi bangunan

Konstruksi bangunan menjadi poin utama yang menentukan besar atau kecilnya tingkat risiko kebakaran termasuk premi yang akan dikenakan kepada nasabah. Sesuai SK DAI Tahun 1994, terdapat tiga kelas konstruksi yaitu:

  • Konstruksi kelas I jika dinding, lantai, dan semua komponen penunjang serta atap sepenuhnya terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar.
  • Konstruksi kelas II jika kriteria bangunan sama seperti kriteria konstruksi kelas I, tetapi dengan pengecualian yaitu penutup atap dari sirap kayu keras, maksimal 20 persen luas dinding dari bahan yang dapat terbakar, serta lantai dan struktur penunjang terbuat dari kayu.
  • Konstruksi kelas III yaitu semua bangunan lainnya selain yang disebutkan pada konstruksi kelas I dan II.

2. Penggunaan bangunan (okupasi)

Setiap jenis penggunaan atas objek pertanggungan memiliki tingkat risiko berbeda. Sesuai Buku Tarif Asuransi Kebakaran Indonesia, jenis okupasi dikelompokan berdasarkan Kode Okupasi yang berpengaruh pada pembebanan premi.

Pengelompokan okupasi bangunan yaitu:

  • Risiko industri seperti pabrik baja, pabrik semen, dan pabrik tekstil.
  • Risiko non industri seperti department store, toko, gudang, hotel, dan rumah tinggal.
  • Risiko perkebunan seperti perkebunan gula, kelapa sawit, dan lain-lain.

3. Jarak pemisah dengan objek lain

Persyaratan ini diartikan sebagai ada atau tidaknya jarak yang memisahkan antara objek pertanggungan dengan objek lain. Berikut ini beberapa kriteria jarak pemisah objek yang dipertanggungkan dengan objek lain:

  • Risiko berdampingan.
  • Risiko berbatasan.
  • Risiko dalam satu kompleks.

Pembayaran premi asuransi kebakaran tergantung pada perusahaan asuransi yang Anda pilih. Secara general, asuransi kebakaran menyediakan metode pembayaran premi berikut ini:

  • Transfer bank.
  • Melalui rekanan perusahaan asuransi.
  • Autodebet rekening atau kartu kredit.

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi  tergantung pada kesepakatan polis. Rata-rata perusahaan asuransi menetapkan pembayaran polis asuransi kebakaran dilakukan per tahun.

Asuransi kebakaran dalam KUHD diatur dalam dalam buku BAB IX 246-286 Tentang Asuransi atau pertanggungan pada umumnya, ditambah pada buku I Bab X bagian kesatuan pasal 297-298 tentang pertanggungan terhadap bahaya kebakaran.

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi kebakaran bagi diri sendiri maupun keluarga atau perusahaan Anda.

1. Pilih asuransi kebakaran yang bagus

Asuransi kebakaran yang bagus berarti menyediakan pertanggungan yang dibutuhkan. Mulai dari plafon dan premi yang sebanding. Kemudian, pastikan pula syarat dan ketentuan yang diberlakukan tidak memberatkan.

2. Beli asuransi kebakaran murah namun sesuai kebutuhan

Memilih asuransi kebakaran yang cocok juga harus mempertimbangkan premi. Jika memang ada asuransi kebakaran murah namun sesuai kebutuhan, mengapa tidak?

3. Bandingkan produk asuransi terbaik untuk Anda

Jangan lupa untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi kebakaran yang satu dengan yang lain.

Sementara itu, bagi calon peserta asuransi yang mencari asuransi kebakaran murah, cobalah untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi kebakaran yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah gunakan situs agregator seperti Lifepal.

Membeli asuransi kebakaran secara online memudahkan karena dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Anda juga juga dapat lebih leluasa memilih asuransi kebakaran sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Pembelian produk asuransi dapat dilakukan cukup secara online. Kemudian, lakukan transfer maupun metode pembayaran lain untuk pembayaran premi secara berkala maupun sekaligus.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi yang khususnya menyediakan produk asuransi. Berbagai pilihan asuransi terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal yang siap memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim.

Salah satu rahasia mengapa asuransi kebakaran online menjadi lebih untung karena harganya bisa murah 40 persen daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi. Agen asuransi kebakaran adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi tersebut.

Sementara itu, broker asuransi merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon peserta asuransi dengan perusahaan asuransi. Dengan demikian, calon peserta asuransi dapat membandingkan produk asuransi terbaik bagi dirinya sendiri maupun kelompok.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon peserta asuransi. Broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi.

Lifepal merupakan broker asuransi terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi terbaik dan murah melalui situs web Lifepal.co.id. Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi kebakaran:

  • Agen yaitu karyawan perusahaan asuransi yang bertugas untuk memasarkan produk atau melayani calon nasabah mulai dari menyampaikan ketentuan polis sampai dengan isi perjanjian polis setelah menjadi pemegang polis.
  • Ajudikasi yaitu tahapan penyelesaian sengketa untuk mengambil keputusan apakah klaim yang disampaikan pemegang polis harus diterima atau ditolak perusahaan asuransi.
  • Anuitas yaitu pembayaran yang dilakukan perusahaan asuransi secara berkala selama waktu tertentu.
  • Assignment yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut pengalihan dalam asuransi.
  • Bancassurance yaitu produk asuransi yang ditawarkan dan dijual melalui bank dan yang menjadi sasaran adalah nasabah bank.
  • Contestable period yaitu waktu yang diberikan kepada penanggung untuk membatalkan polis.
  • Explanation of benefits (EOB) yaitu surat dari perusahaan asuransi sebagai tanda penerimaan klaim yang diberikan kepada pemegang polis.
  • Field underwriting yaitu seleksi awal yang dilakukan perusahaan asuransi.
  • Free-look period yaitu pemegang polis mendapatkan waktu 14 hari untuk memutuskan kerja sama/membatalkan polis karena tidak setuju dengan syarat-syarat dan ketentuan dalam polis.
  • Jaminan/pernyataan jaminan yaitu pernyataan yang dikeluarkan calon nasabah mengenai kondisi dari orang atau benda yang diasuransikan.
  • Klausul yaitu pasal-pasal yang terdapat dalam perjanjian polis yang harus dipatuhi pemegang polis dan perusahaan asuransi.
  • Lapse yaitu premi yang tidak dibayarkan hingga melampaui masa tenggang bisa membuat polis batal (masa efektif polis berhenti).
  • Pemegang polis yaitu orang yang terikat dengan perjanjian yang dibuat dengan perusahaan asuransi dan bertanggung jawab atas segala kewajibannya terhadap perusahaan asuransi.
  • Polis yaitu perjanjian yang dilakukan pihak pemegang polis dengan perusahaan asuransi.
  • Polis asuransi yaitu kesepakatan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi untuk melakukan kewajiban seperti yang sudah disetujui kedua belah pihak.
  • Underwriter yaitu seseorang yang memiliki keahlian dalam menilai atau meninjau berbagai resiko pemegang polis sehingga menentukan calon nasabah berhak menerima asuransi atau tidak.
Informasi Umum

Asuransi Kebakaran

Asuransi kebakaran adalah jenis asuransi yang menjamin biaya renovasi atau perbaikan bangunan jika bangunan tersebut mengalami risiko kebakaran, tersambar petir, dan lainnya yang tidak disengaja.

Cakupan perbaikan bangunan yang diberikan asuransi kesehatan adalah renovasi bangunan yang diakibatkan risiko tidak disengaja oleh pemiliknya seperti kebakaran, ledakan, sambaran petir, kejatuhan pesawat, dan lain sebagainya.

Untuk bisa mendapatkan asuransi kebakaran, nasabah harus membayarkan premi. Premi asuransi kebakaran dibayarkan secara berkala, dengan rata-rata pembayaran dilakukan per tahun.

Sementara, angka premi bergantung pada perusahaan asuransi maupun produk yang dipilih. Besaran premi juga bergantung pada kondisi bangunan, lokasi, dan ketentuan lain yang diberlakukan perusahaan asuransi.

Kenapa Asuransi Kebakaran Dibutuhkan?

Mengapa asuransi kebakaran dibutuhkan? Karena manfaat asuransi kebakaran sangat membantu untuk menggantikan risiko finansial yang mungkin terjadi ketika musibah yang tidak terduga datang. Berikut fungsi dan manfaat asuransi kebakaran secara umum yang bisa menjadi pertimbangan penting bagi calon nasabah:

  • Mengurangi risiko kerugian finansial karena biaya renovasi rumah. Karena perusahaan asuransi kebakaran menyediakan penggantian biaya untuk renovasi bangunan akibat risiko yang tidak disengaja tersebut.
  • Tabungan tidak cukup untuk renovasi. Biaya perbaikan bangunan baik itu rumah ataupun pabrik tidak hanya menghabiskan Rp10-20 juta. Belum lagi kerugian inmateriil yang timbul karena risiko tersebut
  • Premi asuransi kebakaran sebenarnya cukup terjangkau. Bahkan, tidak sebanding dengan jumlah yang harus dikeluarkan apabila menggunakan tabungan ataupun investasi sebagai pengganti biaya renovasi Anda.
  • Tidak merepotkan orang lain, baik keluarga maupun orang asing. Sebab, Anda telah memiliki jaminan dari perusahaan asuransi apabila secara tiba-tiba harus merenovasi bangunan.
  • Membantu Anda mengatur keuangan atau cash-flow menjadi lebih teratur. Karena pengeluaran bulanan yang sudah diatur tidak akan berantakan akibat biaya renovasi mendadak karena suatu risiko.

Setelah memperhatikan fungsi dan manfaat asuransi kebakaran yang disebutkan di atas, kini ada baiknya perhatikan jenis produk asuransi kebakaran terbaik dan berbagai prosedurnya.

Jenis dan Pilihan Polis Asuransi Kebakaran

Seperti halnya produk asuransi lain seperti asuransi jiwa dan asuransi kendaraan, terdapat beberapa jenis produk asuransi kebakaran. Adapun jenis produk asuransi kebakaran terbagi berdasarkan kriteria tertentu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

1.  Polis Dasar Kebakaran

Polis dasar kebakaran dibagi menjadi dua macam menurut objek pertanggungan yaitu:

  • Polis kebakaran industri yaitu polis asuransi kebakaran yang menanggung segala kerusakan dan kerugian yang terjadi di dalam industri akibat risiko yang termasuk kategori kebakaran.
  • Polis kebakaran non industri yaitu polis yang menanggung segala kerugian untuk harta bergerak dan tidak bergerak akibat risiko yang termasuk kategori kebakaran.

2. Polis Perhitungan Kembali (Adjustable Policy)

Polis asuransi ini diartikan sebagai polis dengan besaran premi yang harus dibayarkan akan diperhitungkan kembali di akhir suatu periode pertanggungan. Perhitungan ini biasanya didasarkan pada nilai rata-rata dari nilai deklarasi barang-barang yang dilaporkan.

Polis asuransi kebakaran ini hanya dapat dikeluarkan untuk:

  • Perkebunan
  • Pabrik gula
  • Gudang umum dan gudang pribadi
  • Toko, kios, dan pasar
  • Tangki untuk penyimpanan minyak

3. Polis Mengambang (Floating Policy)

Asuransi ini tidak memiliki sebuah pertanggungan yang jelas karena fungsi utamanya untuk stok barang yang ada di beberapa lokasi dengan satu batas uang pertanggungan.

Walaupun mengambang, polis asuransi kebakaran ini juga memiliki batasan, yakni polis tidak akan menanggung objek yang berada di lebih dari satu kota.

4. Polis Penilaian

Polis asuransi kebakaran ini memiliki pertanggungan yang ditentukan dari penilaian objek yang tertanggung yang disetujui oleh kedua belah pihak, penanggung dan tertanggung. Nilai ini didapatkan dari harga jual atau harga pasar dari objek pertanggungan tersebut.

5. Polis Tanpa Nilai

Polis ini kebalikan dari polis penilaian yaitu polis asuransi kebakaran yang harga pertanggungan ditentukan berdasarkan harga beli atau biaya pembangunan dikurangi dengan penyusutan bangunan yang wajar.

6. Polis Pemulihan Nilai (Reinstatement Policy)

Produk asuransi kebakaran ini adalah bentuk pertanggungan di mana bila terjadi kerusakan akibat risiko kebakaran atas harta benda yang ditanggungkan, maka ganti rugi biaya sesuai dengan biaya pemulihan kembali harta benda tersebut ke lokasi yang sama, termasuk dengan tipe yang sama tanpa ada tambahan.

Apa Saja yang Ditanggung oleh Asuransi Kebakaran?

Pertanggungan asuransi kebakaran terdiri dari pelayanan yang diterima dan digunakan oleh peserta asuransi. Berikut sejumlah pertanggungan paling umum yang bisa peserta asuransi gunakan sesuai dengan ketentuan yang tercantum di polis asuransi.

  • Kerugian akibat api sendiri atau faktor eksternal yang tidak disengaja.
  • Kerugian yang diakibatkan sambaran petir.
  • Kerugian akibat ledakan aset usaha (kecuali bom nuklir).
  • Kerugian akibat kejatuhan pesawat.
  • Kerugian akibat asap dari seluruh aset usaha.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Kebakaran

Memiliki asuransi kebakaran menghadirkan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Berikut ini kelebihan maupun kekurangan mendaftar asuransi kebakaran yang bisa dijadikan bahan pertimbangan Anda.

Kelebihan memiliki asuransi kebakaran

  • Premi asuransi kebakaran cenderung murah ketimbang risiko finansial yang harus dibayarkan jika terjadi musibah.
  • Benefit yang diberikan asuransi kebakaran cukup banyak, termasuk pertanggungan risiko kebakaran yang tidak hanya disebabkan oleh kebakaran, melainkan faktor lain yang tidak disengaja.
  • Menghemat uang sebab peserta asuransi akan mendapatkan penggantian biaya perbaikan atau renovasi rumah, sehingga tidak perlu menguras tabungan atau dana investasi yang telah terkumpul.

Kekurangan memiliki asuransi kebakaran

  • Jika tidak mengambil paket lengkap, yaitu asuransi all risk, ada kemungkinan rugi. Misalnya asuransi kebakaran tidak mengganti risiko yang disebabkan banjir.
  • Premi akan hangus apabila tidak digunakan. Sehingga, banyak orang awam berpikir memiliki asuransi kebakaran menjadi kerugian. Padahal sebenarnya tidak demikian.

Kriteria yang Mesti Diperhatikan Sebelum Beli Asuransi Kebakaran

Asuransi kebakaran yang bagus mengacu pada poin-poin berikut yang bisa menjadi pertimbangan:

Terdapat pilihan metode penggantian dan pembayaran yang diinginkan

Untuk mendapatkan asuransi kebakaran yang bagus, sebaiknya pilih yang menyediakan metode penggantian klaim dan pembayaran yang diinginkan. Dengan demikian, mempermudah Anda untuk memperpanjang asuransi dan melakukan klaim.

Plafon dan premi sebanding dan sesuai dengan kebutuhan

Pastikan pula plafon dan premi yang ditawarkan sebanding. Yaitu pilih asuransi yang memberikan plafon atau benefit yang lengkap dengan premi yang terjangkau.

Pilihan Terbaik
Tips & Pertanyaan

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Dalam asuransi kebakaran biasanya terdapat dua metode penggantian biaya dari klaim Anda.

1. Reimbursement

Metode penggantian biaya asuransi kebakaran dengan cara ini dijelaskan secara sederhana yaitu peserta asuransi harus membayarkan tagihan perbaikan rumahnya terlebih dahulu. Kemudian, peserta asuransi mengirimkan dokumen klaim ke pihak perusahaan asuransi. Selanjutnya, perusahaan asuransi akan mengganti biaya tersebut. 

2. Cashless

Metode penggantian biaya asuransi kebakaran ini berarti perusahaan asuransi langsung mendanai biaya perbaikan atau renovasi bangunan Anda yang mengalami kerugian.

Cara klaim asuransi kebakaran secara general hampir sama dengan pengajuan klaim asuransi lain. Anda bisa mengikuti tahapan berikut ini:

1. Membuat laporan kepada perusahaan asuransi

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ketika risiko yang ditanggung asuransi kebakaran terjadi adalah melaporkannya ke perusahaan asuransi. Secara umum, maksimal waktu pelaporan adalah tujuh hari kalender setelah kejadian. Jika lebih dari tujuh hari, klaim Anda akan ditolak perusahaan asuransi.

Pada tahap pelaporan ini, Anda harus melengkapi informasi dan data sebagai berikut:

  • Tempat, tanggal, dan waktu kejadian.
  • Penyebab risiko kebakaran.
  • Perkiraan besaran kerugian berdasarkan taksiran nasabah.
  • Mengunduh atau mengisi formulir klaim.
  • Polis dan berita acara (surat keterangan dari RT/RW/Kelurahan/kepolisian sektor setempat.
  • Bukti lain yang wajar diminta perusahaan asuransi.

2. Penelitian klaim

Setelah laporan masuk, perusahaan asuransi akan melakukan pengecekan keabsahan polis. Hal-hal yang akan dicek perusahaan asuransi terkait klaim yang diajukan adalah:

  • Faktor kepentingan atas objek yang dimiliki nasabah (diajukan klaim).
  • Kejadian masih dalam masa pertanggungan (maksimal tujuh hari kalender).
  • Pelunasan premi.

Kemudian, perusahaan asuransi akan melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui hal-hal berikut ini:

  • Penyebab terjadinya risiko kebakaran (sengaja atau tidak).
  • Lokasi kejadian.
  • Jumlah kerugian (dibandingkan dengan taksiran nasabah saat pelaporan).
  • Jumlah harga dari bangunan, barang, mesin, dan barang lain yang dipertanggungkan tetapi tidak terbakar.
  • Kewajiban nasabah telah melunasi premi atau belum.
  • Pertanggungan nasabah bila di lokasi kejadian seperti menyelamatkan dan menjaga harta benda yang diasuransikan atau dipertanggungkan serta bersifat kooperatif dalam memberikan informasi (jujur dan lengkap).

3. Penunjukan loss adjuster

Setelah melakukan penelitian dan penilaian atas klaim, perusahaan asuransi akan menangani sendiri (internal adjuster) jika kasus yang menimpa nasabah tergolong sederhana. Namun, bila kasusnya cukup besar, maka perusahaan asuransi akan menunjuk loss adjuster atau pihak ketiga yang akan menilai kerugian yang dialami nasabah

Fungsi dari loss adjuster adalah melakukan penilaian klaim seperti meneliti objek pertanggungan yang terkena dan terdampak musibah, penyebab musibah, serta perkiraan besarnya kerugian dan informasi lainnya.

Seluruh informasi dan temuan loss adjuster akan dilampirkan dalam bentuk laporan survei klaim yang berisi beberapa informasi termasuk lokasi, tanggal dan waktu kejadian, penyebab musibah, besarnya kerugian, taksiran besarnya kerugian, serta foto-foto dokumentasi.

4. Penyampaian

Setelah laporan survei klaim dirilis, maka akan diketahui validitas klaim yang nantinya akan menjadi pertanggungan perusahaan asuransi untuk mengganti biaya kerugian yang diakibatkan risiko kebakaran.

Namun, jika klaim dinyatakan tidak valid, maka perusahaan asuransi akan memberitahukan bahwa klaim ditolak dan alasan penolakan akan dijelaskan.

5. Penyelesaian

Jika klaim yang diajukan diterima, maka perusahaan asuransi berkewajiban menyelesaikan proses ganti rugi. Biasanya maksimal 30 hari kalender, sejak kesepakatan tertulis antara perusahaan asuransi dan nasabah.

Proses identifikasi dan seleksi risiko (underwriting) dalam asuransi kebakaran akan menentukan premi yang harus dibayarkan calon nasabah. Berikut ini beberapa poin yang dipertimbangkan dalam menentukan keputusan menerima, menolak, menerima dengan syarat, dan harga premi suatu pelimpahan atas risiko kebakaran yang diajukan:

1. Kelas konstruksi bangunan

Konstruksi bangunan menjadi poin utama yang menentukan besar atau kecilnya tingkat risiko kebakaran termasuk premi yang akan dikenakan kepada nasabah. Sesuai SK DAI Tahun 1994, terdapat tiga kelas konstruksi yaitu:

  • Konstruksi kelas I jika dinding, lantai, dan semua komponen penunjang serta atap sepenuhnya terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar.
  • Konstruksi kelas II jika kriteria bangunan sama seperti kriteria konstruksi kelas I, tetapi dengan pengecualian yaitu penutup atap dari sirap kayu keras, maksimal 20 persen luas dinding dari bahan yang dapat terbakar, serta lantai dan struktur penunjang terbuat dari kayu.
  • Konstruksi kelas III yaitu semua bangunan lainnya selain yang disebutkan pada konstruksi kelas I dan II.

2. Penggunaan bangunan (okupasi)

Setiap jenis penggunaan atas objek pertanggungan memiliki tingkat risiko berbeda. Sesuai Buku Tarif Asuransi Kebakaran Indonesia, jenis okupasi dikelompokan berdasarkan Kode Okupasi yang berpengaruh pada pembebanan premi.

Pengelompokan okupasi bangunan yaitu:

  • Risiko industri seperti pabrik baja, pabrik semen, dan pabrik tekstil.
  • Risiko non industri seperti department store, toko, gudang, hotel, dan rumah tinggal.
  • Risiko perkebunan seperti perkebunan gula, kelapa sawit, dan lain-lain.

3. Jarak pemisah dengan objek lain

Persyaratan ini diartikan sebagai ada atau tidaknya jarak yang memisahkan antara objek pertanggungan dengan objek lain. Berikut ini beberapa kriteria jarak pemisah objek yang dipertanggungkan dengan objek lain:

  • Risiko berdampingan.
  • Risiko berbatasan.
  • Risiko dalam satu kompleks.

Pembayaran premi asuransi kebakaran tergantung pada perusahaan asuransi yang Anda pilih. Secara general, asuransi kebakaran menyediakan metode pembayaran premi berikut ini:

  • Transfer bank.
  • Melalui rekanan perusahaan asuransi.
  • Autodebet rekening atau kartu kredit.

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi  tergantung pada kesepakatan polis. Rata-rata perusahaan asuransi menetapkan pembayaran polis asuransi kebakaran dilakukan per tahun.

Asuransi kebakaran dalam KUHD diatur dalam dalam buku BAB IX 246-286 Tentang Asuransi atau pertanggungan pada umumnya, ditambah pada buku I Bab X bagian kesatuan pasal 297-298 tentang pertanggungan terhadap bahaya kebakaran.

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi kebakaran bagi diri sendiri maupun keluarga atau perusahaan Anda.

1. Pilih asuransi kebakaran yang bagus

Asuransi kebakaran yang bagus berarti menyediakan pertanggungan yang dibutuhkan. Mulai dari plafon dan premi yang sebanding. Kemudian, pastikan pula syarat dan ketentuan yang diberlakukan tidak memberatkan.

2. Beli asuransi kebakaran murah namun sesuai kebutuhan

Memilih asuransi kebakaran yang cocok juga harus mempertimbangkan premi. Jika memang ada asuransi kebakaran murah namun sesuai kebutuhan, mengapa tidak?

3. Bandingkan produk asuransi terbaik untuk Anda

Jangan lupa untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi kebakaran yang satu dengan yang lain.

Sementara itu, bagi calon peserta asuransi yang mencari asuransi kebakaran murah, cobalah untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi kebakaran yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah gunakan situs agregator seperti Lifepal.

Membeli asuransi kebakaran secara online memudahkan karena dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Anda juga juga dapat lebih leluasa memilih asuransi kebakaran sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Pembelian produk asuransi dapat dilakukan cukup secara online. Kemudian, lakukan transfer maupun metode pembayaran lain untuk pembayaran premi secara berkala maupun sekaligus.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi yang khususnya menyediakan produk asuransi. Berbagai pilihan asuransi terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal yang siap memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim.

Salah satu rahasia mengapa asuransi kebakaran online menjadi lebih untung karena harganya bisa murah 40 persen daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi. Agen asuransi kebakaran adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi tersebut.

Sementara itu, broker asuransi merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon peserta asuransi dengan perusahaan asuransi. Dengan demikian, calon peserta asuransi dapat membandingkan produk asuransi terbaik bagi dirinya sendiri maupun kelompok.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon peserta asuransi. Broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi.

Lifepal merupakan broker asuransi terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi terbaik dan murah melalui situs web Lifepal.co.id. Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi kebakaran:

  • Agen yaitu karyawan perusahaan asuransi yang bertugas untuk memasarkan produk atau melayani calon nasabah mulai dari menyampaikan ketentuan polis sampai dengan isi perjanjian polis setelah menjadi pemegang polis.
  • Ajudikasi yaitu tahapan penyelesaian sengketa untuk mengambil keputusan apakah klaim yang disampaikan pemegang polis harus diterima atau ditolak perusahaan asuransi.
  • Anuitas yaitu pembayaran yang dilakukan perusahaan asuransi secara berkala selama waktu tertentu.
  • Assignment yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut pengalihan dalam asuransi.
  • Bancassurance yaitu produk asuransi yang ditawarkan dan dijual melalui bank dan yang menjadi sasaran adalah nasabah bank.
  • Contestable period yaitu waktu yang diberikan kepada penanggung untuk membatalkan polis.
  • Explanation of benefits (EOB) yaitu surat dari perusahaan asuransi sebagai tanda penerimaan klaim yang diberikan kepada pemegang polis.
  • Field underwriting yaitu seleksi awal yang dilakukan perusahaan asuransi.
  • Free-look period yaitu pemegang polis mendapatkan waktu 14 hari untuk memutuskan kerja sama/membatalkan polis karena tidak setuju dengan syarat-syarat dan ketentuan dalam polis.
  • Jaminan/pernyataan jaminan yaitu pernyataan yang dikeluarkan calon nasabah mengenai kondisi dari orang atau benda yang diasuransikan.
  • Klausul yaitu pasal-pasal yang terdapat dalam perjanjian polis yang harus dipatuhi pemegang polis dan perusahaan asuransi.
  • Lapse yaitu premi yang tidak dibayarkan hingga melampaui masa tenggang bisa membuat polis batal (masa efektif polis berhenti).
  • Pemegang polis yaitu orang yang terikat dengan perjanjian yang dibuat dengan perusahaan asuransi dan bertanggung jawab atas segala kewajibannya terhadap perusahaan asuransi.
  • Polis yaitu perjanjian yang dilakukan pihak pemegang polis dengan perusahaan asuransi.
  • Polis asuransi yaitu kesepakatan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi untuk melakukan kewajiban seperti yang sudah disetujui kedua belah pihak.
  • Underwriter yaitu seseorang yang memiliki keahlian dalam menilai atau meninjau berbagai resiko pemegang polis sehingga menentukan calon nasabah berhak menerima asuransi atau tidak.

Apa Kata Mereka Tentang Kami

qudratullah Akim
qudratullah Akim
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Pusaka Ayudiguna
Pusaka Ayudiguna
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Tri Aprilistiyani
Tri Aprilistiyani
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
didik setyadi
didik setyadi
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0

Mereka yang Sudah Percaya pada Lifepal

Client Lifepal
Client Lifepal