Asuransi Kebakaran

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%
Perusahaan Anda Sudah Didaftarkan!
Konsultan kami akan mengirim penawaran untuk Anda segera
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%

Asuransi Kebakaran

Asuransi kebakaran adalah produk asuransi umum (kerugian) yang memberikan ganti rugi atas risiko kebakaran pada properti atau bangunan.

Daftar Asuransi Kebakaran Terbaik di Indonesia

Dalam memilih asuransi kebakaran terbaik, pertimbangkan polis rekomendasi Lifepal berikut ini!

ACA Asuransi Kebakaran

  • Nama Polis: Asuransi Rumah Idaman (ASRI)
  • Objek yang dapat diasuransikan: Bangunan rumah tinggal konstruksi kelas I beserta perabot dan perlengkapan rumah di dalamnya
  • Risiko yang ditanggung asuransi kebakaran rumah mengikuti PSAKI

Asuransi Kebakaran Jasindo

  • Nama Polis: Asuransi Kebakaran Jasindo
  • Objek yang dapat diasuransikan: asuransi kebakaran rumah dan ruko
  • Risiko yang ditanggung: kebakaran, petir, ledakan, keajtuhan pesawat terbang, dan asap
  • UP atas risiko kebakaran mengikuti harga bangungan
  • Terdapat manfaat akomodasi sewa rumah hingga Rp50 juta
  • Terdapat manfaat kecelakaan diri hingga Rp10 juta

Asuransi Kebakaran Chubb

  • Nama Polis: Asuransi Harta Benda (Rumah Tinggal)
  • Objek yang dapat diasuransikan: rumah tinggal dan harta benda di dalamnya
  • Risiko yang ditanggung: kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, asap, kerusuhan, banjir, pencurian, tertabrak kendaraan, tanah longsor, gempa bumi, dan kecelakaan yang tidak disengaja

Asuransi Kebakaran Sinar Mas

  • Nama Polis: Simas Rumah Hemat++
  • Risiko yang ditanggung asuransi kebakaran rumah mengikuti PSAKI
  • 100% UP atas risiko kebakaran
  • 10% UP atas risiko terorisme dan sabotase
  • 5% UP untuk kerugian perabotan rumah
  • Pertanggungan atas risiko kecelakaan diri, biaya pengobatan, tanggung jawab hukum pihak ketiga, biaya tempat tinggal sementara, biaya penambahan objek pertanggungan dan pengabaian penilaian pertanggungan dan biaya pembersihan puing (jaminan tambahan)

Asuransi Kebakaran BRI Insurance

  • Nama Polis: Asuransi Kebakaran BRI Insurance
  • Risiko yang ditanggung mengikuti PSAKI
  • Objek yang dapat diasuransikan: rumah, perabotan, mesin, persediaan barang, barang dagangan, dan barang-barang lainnya yang tertulis dalam polis asuransi

Perhatikan Ini Sebelum Membeli

Berdasarkan situs resmi OJK, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli asuransi kebakaran, terutama PSAKI. Berikut ini beberapa hal yang harus kita ketahui:

Teliti Sebelum Membeli

Pelajari proposal penawaran yang diajukan agen/broker. Perhatikan risiko yang dijamin dan tidak dijamin, persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan polis dan klaim, cara bayar premi, hingga kewajiban tertanggung/nasabah jika terjadi kerugian atau kerusakan.

Selain itu, pastikan kesehatan keuangan perusahaan dengan menilik laporan keuangan tahunannya. Indikator kesehatan keuangan yang paling mudah dibaca yaitu rasio solvabilitas (RBC) yang ditetapkan OJK minimal 120 persen.

Kemudian, cari tahu juga agen yang menawarkan produk merupakan agen resmi dengan memintanya menunjukkan kartu keagenan. Terakhir, isi Surat Permohonan Pengajuan Asuransi dengan data yang benar, lengkap, dan ditandatangani sendiri oleh calon nasabah.

Adapun data yang harus diperhatikan saat mengisi surat pengajuan antara lain:

  • Jenis obyek pertanggungan
  • Konstruksi bangunan
  • Okupasi obyek pertanggungan
  • Jenis kegiatan tertanggung
  • Surrounding risk
  • Sarana di lokasi objek pertanggungan
  • Luas jaminan yang diminta
  • Nilai pertanggungan
  • Periode pertanggungan
  • Loss record/pengalaman klaim
  • Membantu surveyor dari perusahaan asuransi jika ditunjuk untuk melakukan survei ke objek asuransi sebelum penutupan asuransi.

Pertimbangan Sebelum Membayar Polis

Setelah menerima polis, biasanya calon nasabah diberi waktu 14 hari untuk mempelajari polis tersebut. Sebelum membayar premi yang berarti kita telah membeli, pertimbangkan hal berikut ini.

  • Surat penawaran dari perusahaan
  • Memastikan agen yang bersertifikat
  • Surat Pengajuan Penutupan Asuransi (SPPA)
  • Memastikan data-data dalam SPPA telah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
  • Membaca kontrak/polis secara seksama dan menanyakan ke agen/perusahaan jika terdapat keraguan atas kondisi polis
  • Meminta perubahan (endorsement) jika terdapat kesalahan data dalam polis yang diberikan.

Jika Tidak Sesuai, Ajukan Ini

Terdapat kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian dalam perjanjian asuransi. Jika kita menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, termasuk urusan klaim, terdapat beberapa langkah yang bisa ditempuh yaitu:

  • Meminta klarifikasi ke perusahaan melalui agen atau langsung mendatangi perusahaan untuk proses perdamaian atau musyawarah antar pihak.
  • Mengadukan ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia untuk nilai klaim yang bermasalah hingga Rp750 juta.
  • Jika belum menemukan titik temu atau kesepakatan, maka dapat memilih penyelesaian sengketa melalui arbitrase atau melalui pengadilan.

Pengertian Asuransi Kebakaran

Pengertian asuransi kebakaran adalah asuransi yang memberikan ganti rugi jika rumah/ bangunan/pabrik beserta isinya rusak akibat kebarakan, tersambar petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap. 

Jenis Asuransi Kebakaran

Jenis polis asuransi kebakaran salah satunya adalah Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI). Terdapat beberapa contoh polis kebakaran lain seperti asuransi rumah, dan polis perhitungan kembali yang diterapkan untuk perkebunan.

Manfaat Asuransi Kebakaran

Sesuai dengan Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSAKI) dan ketentuan klausula Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Risiko yang DijaminRisiko yang Tidak Dijamin
– Kebakaran yang akibat keteledoran tertanggung maupun pihak lain, api yang muncul dari panas suatu barang, dan hubungan arus pendek.
– Sambaran petir sehingga mengakibatkan kebakaran pada objek yang diasuransikan.Ledakan yang artinya pelepasan tenaga secara tiba-tiba akibat gas atau uap.
– Contohnya pipa meledak, ledakan akibat reaksi kimia, ketel uap, dan lain sejenisnya.
– Kejatuhan pesawat terbang atau sehingga mengakibatkan kebakaran.
– Asap yang muncul akibat kebarakan.
– Kerusakan harta benda akibat pencurian, kesengajaan, kebakaran hutan, gempa bumi, dan bencana alam lainnya.
– Kerusakan harta benda akibat tertabrak kendaraan, banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya.
– Objek yang tidak dapat diasuransikan: kendaraan bermotor, alat-alat berat, naskah atau dokumen, komputer, taman, dll

Premi Asuransi Kebakaran

Premi asuransi kebakaran dihitung berdasarkan klasifikasi bangunan, dan letak lantai untuk bangunan tinggi seperti apartemen. Premi ini dihitung sesuai rate asuransi kebakaran OJK yaitu 0,75-4,75 persen dari nilai bangunan.

Simulasi Perhitungan Ganti Rugi

Simulasi perhitungan asuransi kebakaran adalah rumus untuk menentukan nilai ganti rugi yang akan diperoleh nasabah. Simulasi perhitungan menjadi dasar prosedur dan syarat klaim asuransi.

Prosedur Klaim Asuransi Kebakaran

Prosedur dan syarat klaim asuransi kebakaran secara umum adalah sebagai berikut:

  • Segera laporkan kejadian kebakaran
  • Buat laporan kerugian
  • Sertakan dokumen klaim
  • Tahapan penelitian polis
  • Tahapan pemeriksaan klaim
  • Penunjukan loss adjuster
  • Hasil pengajuan klaim

Jika sudah memenuhi prosedur dan syarat asurasi kebakaran, ganti rugi akan cair dalam 14 hari kerja, jika penyebab kerugian sesuai aturan dan syarat klaim yang tercantum dalam polis.

Pertanyaan Seputar Asuransi Kebakaran

Asuransi kebakaran adalah produk asuransi yang menjamin risiko kerugian akibat kebakaran. Adapun risiko yang dijamin mengacu pada Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI).

Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi besaran rate asuransi yaitu:

  1. Kelas konstruksi bangunan yang dibagi menjadi tiga kelas dari yang paling tidak mudah terbakar hingga yang paling mudah terbakar.
  2. Penggunaan bangunan (okupasi) seperti hunian pribadi, komersial pabrik atau hotel, hingga risiko perkebunan.
  3. Jarak pemisah dengan objek lain dinilai berdasarkan tiga risiko yaitu risiko berdampingan, risiko berbatasan, dan risiko dalam satu kompleks.

Ketika mengajukan pinjaman KPR, biasanya nasabah akan dikenakan biaya asuransi kebakaran. Besaran provisi ini bergantung pada pemberi pinjaman dan harus dibayarkan sebelum proses akad KPR dilakukan.  Biaya asuransi ini biasanya hanya disetorkan satu kali saja saat mengajukan pinjaman. 

Dasar dan ruang lingkup asuransi kebakaran diatur dalam klausul sesuai dengan Undang-Undang No.2 Tahun 1992. Berikut adalah rangkuman klausul:

Jaminan standar adalah sebagai berikut:

  • Kebakaran: risiko yang ditimbulkan oleh api, akibat ketidak hati-hatian atau kesalahan nasabah sendiri, tetangga, perampok, dan sebab lainnya. 
  • Petir: risiko yang timbul akibat tersambar petir.
  • Peledakan: risiko yang timbul akibat segala macam ledakan, kecuali disebabkan oleh tenaga nuklir. 
  • Kejatuhan pesawat terbang: risiko yang timbul akibat kejatuhan pesawat terbang atau benda lainnya yang jatuh dari pesawat terbang. 
  • Asap: timbul akibat kebakaran. 

Jaminan tambahan atau perluasan rider:

  • Dikenakan premi tambahan sesuai dengan ketetapan perusahaan asuransi yang dipilih. 
  • Menanggung risiko kerusuhan dan pemogokan, kerusakan akibat perbuatan Jahat, tertabrak kendaraan.
  • Angin topan, badai, banjir, dan kerusakan akibat air.
  • Tanah longsor
  • Biaya-biaya pembersihan puing

Objek pertanggungan:

  • Bangunan segala macam kegunaan 
  • Harta benda di dalamnya (di luar harga tanah)

Istilah yang umum ada pada asuransi ini diartikan sebagai kepentingan seseorang atas harta benda (aset/objek) yang diasuransikan. Objek tersebut juga harus legal dan tidak melanggar hukum, serta masuk kategori layak. Bisa juga disebut adanya hubungan keuangan (finansial) yang akan merugikan tertanggung atau nasabah jika aset tersebut rusak atau hilang.

Contohnya adalah hubungan keluarga dalam asuransi jiwa atau kesehatan seperti suami yang mengasuransikan istri dan anaknya. Contoh lain dalam asuransi umum yaitu nasabah dengan asetnya seperti mobil. Nasabah ini akan rugi jika aset tersebut hilang atau rusak karena akan muncul kerugian finansial untuk membeli lagi atau memperbaiki mobil tersebut.

  • Agen yaitu karyawan perusahaan asuransi yang bertugas untuk memasarkan produk atau melayani calon nasabah mulai dari menyampaikan ketentuan polis sampai dengan isi perjanjian polis setelah menjadi pemegang polis.
  • Ajudikasi yaitu tahapan penyelesaian sengketa untuk mengambil keputusan apakah klaim yang disampaikan pemegang polis harus diterima atau ditolak perusahaan asuransi.
  • Anuitas yaitu pembayaran yang dilakukan perusahaan asuransi secara berkala selama waktu tertentu.
  • Assignment yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut pengalihan dalam asuransi.
  • Bancassurance yaitu produk asuransi yang ditawarkan dan dijual melalui bank dan yang menjadi sasaran adalah nasabah bank.
  • Contestable period yaitu waktu yang diberikan kepada penanggung untuk membatalkan polis.
  • Explanation of benefits (EOB) yaitu surat dari perusahaan asuransi sebagai tanda penerimaan klaim yang diberikan kepada pemegang polis.
  • Field underwriting yaitu seleksi awal yang dilakukan perusahaan asuransi.
  • Free-look period yaitu pemegang polis mendapatkan waktu 14 hari untuk memutuskan kerja sama/membatalkan polis karena tidak setuju dengan syarat-syarat dan ketentuan dalam polis.
  • Jaminan/pernyataan jaminan yaitu pernyataan yang dikeluarkan calon nasabah mengenai kondisi dari orang atau benda yang diasuransikan.
  • Klausul yaitu pasal-pasal yang terdapat dalam perjanjian polis yang harus dipatuhi pemegang polis dan perusahaan asuransi.
  • Lapse yaitu premi yang tidak dibayarkan hingga melampaui masa tenggang bisa membuat polis batal (masa efektif polis berhenti).
  • Pemegang polis yaitu orang yang terikat dengan perjanjian yang dibuat dengan perusahaan asuransi dan bertanggung jawab atas segala kewajibannya terhadap perusahaan asuransi.
  • Polis yaitu perjanjian yang dilakukan pihak pemegang polis dengan perusahaan asuransi.
  • Polis asuransi yaitu kesepakatan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi untuk melakukan kewajiban seperti yang sudah disetujui kedua belah pihak.
  • Underwriter yaitu seseorang yang memiliki keahlian dalam menilai atau meninjau berbagai resiko pemegang polis sehingga menentukan calon nasabah berhak menerima asuransi atau tidak.
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan