Asuransi Kebakaran

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Apa Itu Asuransi Kebakaran? 

Pengertian asuransi kebakaran adalah asuransi yang memberikan jaminan ganti rugi atas rumah/bangunan/pabrik beserta isinya akibat risiko kebakaran yang tercantum dalam polis. Cakupan pertanggungannya adalah risiko kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap.

Sesuai dengan Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSAKI) dan ketentuan klausula Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut ini risiko atau manfaat dasar yang dijamin dan tidak dijamin oleh perusahaan asuransi:

Risiko yang Dijamin Risiko yang Tidak Dijamin
  • Kebakaran yang akibat keteledoran tertanggung maupun pihak lain, api yang muncul dari panas suatu barang, dan hubungan arus pendek.
  • Sambaran petir sehingga mengakibatkan kebakaran pada objek yang diasuransikan.
  • Ledakan yang artinya pelepasan tenaga secara tiba-tiba akibat gas atau uap. Contohnya pipa meledak, ledakan akibat reaksi kimia, ketel uap, dan lain sejenisnya.
  • Kejatuhan pesawat terbang atau sehingga mengakibatkan kebakaran.
  • Asap yang muncul akibat kebarakan.
  • Kerusakan harta benda akibat pencurian, kesengajaan, kebakaran hutan, gempa bumi, dan bencana alam lainnya.
  • Kerusakan harta benda akibat tertabrak kendaraan, banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya.
  • Objek yang tidak dapat diasuransikan:
    • Kendaraan bermotor
    • Alat-alat berat
    • Naskah atau dokumen
    • Komputer
    • Taman
    • Dll

Adapun jaminan yang diberikan terbagi menjadi dua jenis berdasarkan ketetapan AAUI. Jaminan utama mencakup bangunan rumah/industri/gedung, dan harta benda bergerak. Sementara jaminan tambahan mencakup tempat tinggal sementara. Jadi sederhananya, jaminan bisa diklaim selama penyebab kerusakan atau klaim bukan karena pemilik aset.

 
 

Daftar Asuransi Kebakaran Terbaik di Indonesia

Dalam memilih asuransi jenis kebakaran tentunya berbeda dari asuransi kendaraan atau kesehatan. Sebab asuransi ini memiliki klaim dilakukan dengan cara ganti rugi atas kerusakan yang terjadi pada aset yang dijaminkan. Itu sebabnya terdapat loss adjuster atau penaksir nilai kerugian akan aset yang rusak atau hilang akibat musibah kebakaran.

Untuk memudahkan calon nasabah dalam memilih polis terbaik, tim Lifepal telah menyeleksi puluhan polis dari perusahaan asuransi kebakaran. Berikut rekomendasi terbaik dari Lifepal.

1.  ACA Asuransi Kebakaran

ACA Asuransi Kebakaran merupakan salah satu pilihan polis yang banyak dicari orang. Sebab, tidak hanya menanggung kerugian pada properti bangunan saja, asuransi ini juga memberikan ganti rugi atas kerusakan perabot dan perlengkapan di dalamnya.

  • Nama Polis: Asuransi Rumah Idaman (ASRI)
  • Objek yang dapat diasuransikan: Bangunan rumah tinggal konstruksi kelas I beserta perabot dan perlengkapan rumah di dalamnya.
  • Risiko yang ditanggung mengikuti PSAKI

2. Asuransi Kebakaran Jasindo

Asuransi Kebakaran Jasindo merupakan salah satu pilihan polis yang paling lengkap jika dibandingkan dengan polis dari perusahaan asuransi lainnya. Sebab memberikan pertanggungan atas risiko kebakaran dan kecelakaan diri sekaligus dalam satu polis.

  • Nama Polis: Asuransi Kebakaran Jasindo
  • Objek yang dapat diasuransikan: rumah dan ruko
  • Risiko yang ditanggung: kebakaran, petir, ledakan, keajtuhan pesawat terbang, dan asap
  • UP atas risiko kebakaran mengikuti harga bangungan
  • Terdapat manfaat akomodasi sewa rumah hingga Rp50 juta
  • Terdapat manfaat kecelakaan diri hingga Rp10 juta
Bandingkan pilihan polis asuransi kecelakaan diri terbaik di laman Asuransi Kecelakaan Diri

3. Asuransi Kebakaran Chubb

Asuransi Kebakaran Chubb juga banyak dicari orang karena memiliki cakupan jaminan yang sangat luas dan bahkan bisa dilengkapi dengan manfaat tambahan. Namun, perlu diketahui bahwa polis ini dikhususkan untuk objek rumah tinggal saja.

  • Nama Polis: Asuransi Harta Benda (Rumah Tinggal)
  • Objek yang dapat diasuransikan: rumah tinggal dan harta benda di dalamnya
  • Risiko yang ditanggung: kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, asap, kerusuhan, banjir, pencurian, tertabrak kendaraan, tanah longsor, gempa bumi, dan kecelakaan yang tidak disengaja.

4. Asuransi Kebakaran Sinar Mas 

Asuransi Kebakaran Sinar Mas menjadi pilihan unggulan sebab selain memberikan pertanggungan atas risiko kebakaran, nasabah juga bisa membeli manfaat tambahan untuk risiko kecelakaan diri sekaligus. 

  • Nama Polis: Simas Rumah Hemat++
  • Risiko yang ditanggung mengikuti PSAKI
  • 100% UP atas risiko kebakaran
  • 10% UP atas risiko terorisme dan sabotase
  • 5% UP untuk kerugian perabotan rumah
  • Pertanggungan atas risiko kecelakaan diri, biaya pengobatan, tanggung jawab hukum pihak ketiga, biaya tempat tinggal sementara, biaya penambahan objek pertanggungan dan pengabaian penilaian pertanggungan dan biaya pembersihan puing (rider)

5. Asuransi Kebakaran BRI Insurance

Asuransi Kebakaran BRI Insurance atau dikenal juga dengan nama asuransi kebakaran Bank BRI ini memiliki pilihan objek asuransi yang sangat lengkap, yaitu mulai dari bangunan rumah hingga kerugian barang dagangan akibat kebakaran. Masih jarang polis yang memberikan manfaat serupa. 

  • Nama Polis: Asuransi Kebakaran BRI Insurance
  • Risiko yang ditanggung mengikuti PSAKI
  • Objek yang dapat diasuransikan: rumah, perabotan, mesin, persediaan barang, barang dagangan, dan barang-barang lainnya yang tertulis dalam polis asuransi.

Selain lima rekomendasi di atas, asuransi kebakaran Prudential dan asuransi kebakaran rumah Bumiputera juga cukup banyak dicari. Hanya saja, informasi polis terkait kedua produk tersebut sangatlah terbatas.

 

Perhitungan Premi Asuransi Kebakaran

Proses identifikasi dan seleksi risiko (underwriting) akan menentukan tarif premi asuransi kebakaran yang harus dibayarkan calon nasabah. Sementara, cara menghitung preminya juga sederhana. Biasanya perusahaan asuransi akan memberikan tabel premi rate asuransi kebakaran seperti berikut: 

Jenis bangunan  Plan A Plan B
Ruko kantor 0.1770% 0.2270%
Rumah tinggal 0.0618%  0.1118%

Maka premi asuransi kebakaran ruko untuk bagungan seharga Rp500 juta adalah

Plan A: Rp500 juta x 0.1770% = Rp885 ribu per tahun 

Plan B: Rp500 juta x 0.2270% = Rp1.135.000 per tahun 

Sementara premi asuransi kebakaran rumah untuk bagungan seharga Rp600 juta adalah

Plan A: Rp600 juta x 0.0618% = Rp370.800 per tahun 

Plan B: Rp600 juta x 0.1118% = Rp670.800 per tahun 

Namun, jika ditanya secara persis berapa rate premi asuransi atas risiko kebakaran? Maka jawabannya bergantung pada polis dan manfaat asuransi yang dipilih. 

Tarif Asuransi Kebakaran OJK

Premi asuransi kebakaran pada dasarnya telah diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6 / SEOJK.05 / 2017. Dalam rate asuransi kebakaran OJK 2017 ini tarif premi terbagi menjadi dua kategori yaitu usaha dan tempat tinggal:

Kelas Konsturksi Tarif premi bangunan usaha
Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4 Zona 5
Di bawah 9 lantai

Di atas 9 lantai

Lainnya

0.750%

1.120%

0.200%

0.760%

1.150%

1.040%

1.000%

1.220%

1.550%

1.430%

1.530%

2.460%

1.900%

2.000%

2.700%

Kelas Konsturksi Tarif premi bangunan rumah tinggal
Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4 Zona 5
Menggunakan rangka baja, kayu, beton bertulang

Tidak menggunakan rangka baja, kayu, beton bertulang

0.760%

0.800%

0.790%

1.000%

1.040%

1.550%

1.350%

2.240%

1.600%

4.500%

Untuk informasi lebih jelas terkait wilayah zona yang dimaksud dalam tabel dalam mengunjungi situs resmi OJK.

Polis yang dihadirkan tiap perusahaan tentu saja berbeda-beda. Untuk memberikan gambaran polis standar, berikut ini contoh produk Allianz yaitu Asuransi Usahaku:

Syarat dan ketentuan:

  • Masa perlindungan polis: 1 tahun
  • Uang pertanggungan polis: maksimal Rp30 miliar
  • Minimum premi: Rp300 ribu per bulan

Berikut ini contoh kasus asuransi kebakaran dan penyelesaiannya dari Allianz:

Ibu Vani memiliki bangunan konstruksi kelas 1 (sebagian besar bangunan terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar) senilai Rp600 juta yang digunakan untuk usaha kost-kostan. Ibu Vani merupakan nasabah dari Asuransi UsahaKu Plan A:

  • Periode asuransi: 1 Januari 2020 hingga 1 Januari 2021
  • Premi: Rp600 juta x 0,1031% = Rp618.600 selama setahun

Suatu saat terjadi kebakaran dan nilai kerugian diperkirakan Rp800 juta, sementara nilai pertanggungan Asuransi UsahaKu milik Ibu Vani Rp500 juta. Maka Allianz akan mengganti risiko kebakaran senilai Rp500 juta.

 

Perhatikan Ini Sebelum Membeli Asuransi Kebakaran

Berdasarkan situs resmi OJK, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli asuransi atas risiko kebakaran, terutama PSAKI. Pasalnya, polis tersebut hanya menanggung risiko kebakaran standar sesuai ketentuan.

Berikut ini beberapa hal yang harus kita ketahui:

Pelajari proposal penawaran yang diajukan agen/broker. Soroti risiko yang dijamin dan tidak dijamin, persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan polis dan klaim, cara bayar premi, hingga kewajiban tertanggung/nasabah jika terjadi kerugian atau kerusakan.

Selain itu, pastikan kesehatan keuangan perusahaan dengan menilik laporan keuangan tahunannya. Indikator kesehatan keuangan yang paling mudah dibaca yaitu rasio solvabilitas (RBC) yang ditetapkan OJK minimal 120 persen.

Kemudian, pastikan agen yang menawarkan produk merupakan agen resmi dengan memintanya menunjukkan kartu keagenan. Terakhir, isi Surat Permohonan Pengajuan Asuransi dengan data yang benar, lengkap, dan ditandatangani sendiri oleh calon nasabah.

Adapun data yang harus diperhatikan saat mengisi surat pengajuan antara lain:

  • Jenis obyek pertanggungan
  • Konstruksi bangunan
  • Okupasi obyek pertanggungan
  • Jenis kegiatan tertanggung
  • Surrounding risk
  • Sarana di lokasi objek pertanggungan
  • Luas jaminan yang diminta
  • Nilai pertanggungan
  • Periode pertanggungan
  • Loss record/pengalaman klaim
  • Membantu surveyor dari perusahaan asuransi jika ditunjuk untuk melakukan survei ke objek asuransi sebelum penutupan asuransi.

Setelah menerima polis, biasanya calon nasabah diberi waktu 14 hari untuk mempelajari polis tersebut. Sebelum membayar premi asuransi kebakaran yang berarti kita telah membeli, pertimbangkan hal berikut ini.

  • Surat penawaran dari perusahaan
  • Memastikan agen yang bersertifikat
  • Surat Pengajuan Penutupan Asuransi (SPPA)
  • Memastikan data-data dalam SPPA telah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
  • Membaca kontrak/polis secara seksama dan menanyakan ke agen/perusahaan jika terdapat keraguan atas kondisi polis
  • Meminta perubahan (endorsement) jika terdapat kesalahan data dalam polis yang diberikan.

Terdapat kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian dalam perjanjian asuransi. Jika kita menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian, termasuk urusan klaim, terdapat beberapa langkah yang bisa ditempuh yaitu:

  • Meminta klarifikasi ke perusahaan melalui agen atau langsung mendatangi perusahaan untuk proses perdamaian atau musyawarah antar pihak.
  • Mengadukan ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia untuk nilai klaim yang bermasalah hingga Rp750 juta.
  • Jika belum menemukan titik temu atau kesepakatan, maka dapat memilih penyelesaian sengketa melalui arbitrase atau melalui pengadilan.
 

Tanya Jawab

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai asuransi kebakaran

Asuransi kebakaran adalah produk asuransi yang menjamin risiko kerugian akibat kebakaran. Adapun risiko yang dijamin mengacu pada Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI).

Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi besaran rate asuransi, tiga poin ini adalah beberapa di antaranya: 

  1. Kelas konstruksi bangunan

Konstruksi bangunan menjadi poin utama yang menentukan besar atau kecilnya tingkat risiko kebakaran termasuk premi yang akan dikenakan kepada nasabah. Sesuai SK DAI Tahun 1994, terdapat tiga kelas konstruksi yaitu:

  • Konstruksi kelas I jika dinding, lantai, dan semua komponen penunjang serta atap sepenuhnya terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar.
  • Konstruksi kelas II jika kriteria bangunan sama seperti kriteria konstruksi kelas I, tetapi dengan pengecualian yaitu penutup atap dari sirap kayu keras, maksimal 20 persen luas dinding dari bahan yang dapat terbakar, serta lantai dan struktur penunjang terbuat dari kayu.
  • Konstruksi kelas III yaitu semua bangunan lainnya selain yang disebutkan pada konstruksi kelas I dan II.
  1. Penggunaan bangunan (okupasi)

Setiap jenis penggunaan atas objek pertanggungan memiliki tingkat risiko berbeda. Sesuai Buku Tarif Asuransi Kebakaran Indonesia, jenis okupasi dikelompokan berdasarkan Kode Okupasi yang berpengaruh pada pembebanan premi.

Pengelompokan okupasi bangunan yaitu:

  • Risiko industri seperti pabrik baja, pabrik semen, dan pabrik tekstil
  • Risiko non industri seperti department store, toko, gudang, hotel, dan rumah tinggal
  • Risiko perkebunan seperti perkebunan gula, kelapa sawit, dan lain-lain
  1. Jarak pemisah dengan objek lain

Persyaratan ini diartikan sebagai ada atau tidaknya jarak yang memisahkan antara objek pertanggungan dengan objek lain. Berikut ini beberapa kriteria jarak pemisah objek yang dipertanggungkan dengan objek lain:

  • Risiko berdampingan
  • Risiko berbatasan
  • Risiko dalam satu kompleks

Ketika mengajukan pinjaman KPR, biasanya nasabah akan dikenakan biaya asuransi kebakaran. Besaran provisi ini bergantung pada pemberi pinjaman dan harus dibayarkan sebelum proses akad KPR dilakukan.  Biaya asuransi kebakaran KPR ini biasanya hanya disetorkan satu kali saja saat mengajukan pinjaman. 

Dasar dan ruang lingkup asuransi kebakaran diatur dalam klausul sesuai dengan Undang-Undang No.2 Tahun 1992. Berikut adalah rangkuman klausul:

Jaminan standar asuransi kebakaran:

  • Kebakaran: risiko yang ditimbulkan oleh api, akibat ketidak hati-hatian atau kesalahan nasabah sendiri, tetangga, perampok, dan sebab lainnya. 
  • Petir: risiko yang timbul akibat tersambar petir.
  • Peledakan: risiko yang timbul akibat segala macam ledakan, kecuali disebabkan oleh tenaga nuklir. 
  • Kejatuhan pesawat terbang: risiko yang timbul akibat kejatuhan pesawat terbang atau benda lainnya yang jatuh dari pesawat terbang. 
  • Asap: timbul akibat kebakaran. 

Jaminan tambahan atau perluasan rider:

  • Dikenakan premi tambahan sesuai dengan ketetapan perusahaan asuransi yang dipilih. 
  • Menanggung risiko kerusuhan dan pemogokan, kerusakan akibat perbuatan Jahat, tertabrak kendaraan.
  • Angin topan, badai, banjir, dan kerusakan akibat air.
  • Tanah longsor
  • Biaya-biaya pembersihan puing

Objek pertanggungan:

  • Bangunan segala macam kegunaan 
  • Harta benda di dalamnya (di luar harga tanah)

Objek pertanggungan: 

  • Bangunan segala macam kegunaan 
  • Harta benda di dalamnya (di luar harga tanah)

Prosedur klaimnya secara umum adalah sebagai berikut: 

  1. Segera Laporkan Kejadian Kebakaran 

Laporan kejadian kebakaran ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin dengan cara menghubungi pihak perusahaan asuransi atau agen yang dulu menawarkan diri pada nasabah. 

  1. Buat laporan kerugian 

Isi surat pengajuan klaim asuransi kebakaran yang menjelaskan penyebab terjadinya peristiwa kebakaran tersebut. Sertakan juga informasi: 

  • Tempat, tanggal, dan waktu kejadian 
  • Penyebab dari kebakaran
  • Perkiraan nilai kerugian 
  • Informasi lainnya yang diminta oleh pihak asuransi
  1. Sertakan Dokumen Klaim

Tanyakan kepada perusahaan asuransi terkait dokumen apa saja yang diperlukan selain formulir klaim. Biasanya, nasabah akan diminta: 

  • Nomor polis
  • KTP
  • Formulir klaim
  • Akta bangunan
  • Foto kerugian
  • Laporan dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika)
  • Dan lain sebagainya
  1. Tahapan Penelitian Polis 

Pihak asuransi akan melakukan penelitian polis untuk memastikan manfaat apa saja yang berhak nasabah terima. Berikut ini adalah pertimbangannya: 

  • Apakah nasabah merupakan pemilik dari objek yang diasuransikan?
  • Apakah kebakaran terjadi dalam masa polis asuransi masih aktif?
  • Apakah premi asuransi telah dibayarkan? 
  1. Tahapan Penelitian Klaim 

Pihak asuransi akan melakukan penelitian klaim atau pemeriksaan di lapangan untuk mengetahui: 

  • Penyebab kebakaran
  • Tempat terjadinya kebakaran 
  • Perkiraan nilai kerugian 
  • Nilai yang masih tersisa dalam bangunan 
  1. Penunjukan Loss Adjuster

Setelah melakukan survei, pihak asuransi akan menentukan apakah klaim nasabah masuk dalam kasus sederhana atau rumit. Jika sederhana, maka proses klaim akan segera ditangani langsung oleh perusahaan asuransi. Namun jika tergolong dalam klaim rumit dan jumlahnya cukup besar, maka akan diserahkan pada loss adjuster yang ditunjuk oleh pihak asuransi. 

  1. Hasil Pengajuan Klaim

Baik dari perusahaan asuransi maupun loss adjuster akan memberikan hasil validitas klaim guna menunjukan jumlah ganti rugi yang wajib dibayarkan oleh perusahaan asuransi. Cara menghitung klaim asuransi kebakaran klaim juga akan dijelaskan dalam hasil ini.Namun jika klaim dinyatakan invalid, misal karena penyebab kebakaran dikecualikan dalam polis, maka klaim akan ditolak. Setelah itu, nasabah berhak menunjuk loss accessor untuk kembali menilai ulang kerugian tersebut. 

Asal penyebab kerugian sesuai aturan dalam polis dan syarat klaim yang dibutuhkan telah terpenuhi, dalam 14 hari kerja klaim akan cair. 

Istilah yang umum ada pada asuransi ini diartikan sebagai kepentingan seseorang atas harta benda (aset/objek) yang diasuransikan. Objek tersebut juga harus legal dan tidak melanggar hukum, serta masuk kategori layak. Bisa juga disebut adanya hubungan keuangan (finansial) yang akan merugikan tertanggung atau nasabah jika aset tersebut rusak atau hilang.

Contohnya adalah hubungan keluarga dalam asuransi jiwa atau kesehatan seperti suami yang mengasuransikan istri dan anaknya. Contoh lain dalam asuransi umum yaitu nasabah dengan asetnya seperti mobil. Nasabah ini akan rugi jika aset tersebut hilang atau rusak karena akan muncul kerugian finansial untuk membeli lagi atau memperbaiki mobil tersebut.

  1. Polis Dasar Kebakaran (PSAKI)

Polis dasar kebakaran dibagi menjadi dua macam menurut objek pertanggungan yaitu:

  • Polis kebakaran industri yaitu polis asuransi kebakaran yang menanggung segala kerusakan dan kerugian yang terjadi di dalam industri akibat risiko yang termasuk kategori kebakaran.
  • Polis kebakaran non industri yaitu polis yang menanggung segala kerugian untuk harta bergerak dan tidak bergerak akibat risiko yang termasuk kategori kebakaran.
  1. Polis Perhitungan Kembali (Adjustable Policy)

Polis asuransi ini diartikan sebagai polis dengan besaran premi yang harus dibayarkan akan diperhitungkan kembali di akhir suatu periode pertanggungan. Perhitungan ini biasanya didasarkan pada nilai rata-rata dari nilai deklarasi barang-barang yang dilaporkan.

Polis asuransi kebakaran ini hanya dapat dikeluarkan untuk:

  • Perkebunan
  • Pabrik gula
  • Gudang umum dan gudang pribadi
  • Toko, kios, dan pasar
  • Tangki untuk penyimpanan minyak
  1. Polis Mengambang (Floating Policy)

Asuransi ini tidak memiliki sebuah pertanggungan yang jelas karena fungsi utamanya untuk stok barang yang ada di beberapa lokasi dengan satu batas uang pertanggungan. Walaupun mengambang, polis ini juga memiliki batasan, yakni polis tidak akan menanggung objek yang berada di lebih dari satu kota. 

  1. Polis Penilaian

Polisini memiliki pertanggungan yang ditentukan dari penilaian objek yang tertanggung yang disetujui oleh kedua belah pihak, penanggung dan tertanggung. Nilai ini didapatkan dari harga jual atau harga pasar dari objek pertanggungan tersebut.

  1. Polis Tanpa Nilai

Polis ini kebalikan dari polis penilaian yaitu polis asuransi kebakaran yang harga pertanggungan ditentukan berdasarkan harga beli atau biaya pembangunan dikurangi dengan penyusutan bangunan yang wajar.

  1. Polis Pemulihan Nilai (Reinstatement Policy)

Polis ini adalah bentuk pertanggungan di mana bila terjadi kerusakan akibat risiko kebakaran atas harta benda yang ditanggungkan, maka ganti rugi biaya sesuai dengan biaya pemulihan kembali harta benda tersebut ke lokasi yang sama, termasuk dengan tipe yang sama tanpa ada tambahan.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi kebakaran:

  • Agen yaitu karyawan perusahaan asuransi yang bertugas untuk memasarkan produk atau melayani calon nasabah mulai dari menyampaikan ketentuan polis sampai dengan isi perjanjian polis setelah menjadi pemegang polis.
  • Ajudikasi yaitu tahapan penyelesaian sengketa untuk mengambil keputusan apakah klaim yang disampaikan pemegang polis harus diterima atau ditolak perusahaan asuransi.
  • Anuitas yaitu pembayaran yang dilakukan perusahaan asuransi secara berkala selama waktu tertentu.
  • Assignment yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut pengalihan dalam asuransi.
  • Bancassurance yaitu produk asuransi yang ditawarkan dan dijual melalui bank dan yang menjadi sasaran adalah nasabah bank.
  • Contestable period yaitu waktu yang diberikan kepada penanggung untuk membatalkan polis.
  • Explanation of benefits (EOB) yaitu surat dari perusahaan asuransi sebagai tanda penerimaan klaim yang diberikan kepada pemegang polis.
  • Field underwriting yaitu seleksi awal yang dilakukan perusahaan asuransi.
  • Free-look period yaitu pemegang polis mendapatkan waktu 14 hari untuk memutuskan kerja sama/membatalkan polis karena tidak setuju dengan syarat-syarat dan ketentuan dalam polis.
  • Jaminan/pernyataan jaminan yaitu pernyataan yang dikeluarkan calon nasabah mengenai kondisi dari orang atau benda yang diasuransikan.
  • Klausul yaitu pasal-pasal yang terdapat dalam perjanjian polis yang harus dipatuhi pemegang polis dan perusahaan asuransi.
  • Lapse yaitu premi yang tidak dibayarkan hingga melampaui masa tenggang bisa membuat polis batal (masa efektif polis berhenti).
  • Pemegang polis yaitu orang yang terikat dengan perjanjian yang dibuat dengan perusahaan asuransi dan bertanggung jawab atas segala kewajibannya terhadap perusahaan asuransi.
  • Polis yaitu perjanjian yang dilakukan pihak pemegang polis dengan perusahaan asuransi.
  • Polis asuransi yaitu kesepakatan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi untuk melakukan kewajiban seperti yang sudah disetujui kedua belah pihak.
  • Underwriter yaitu seseorang yang memiliki keahlian dalam menilai atau meninjau berbagai resiko pemegang polis sehingga menentukan calon nasabah berhak menerima asuransi atau tidak.
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis