Premi Asuransi Kebakaran

Premi asuransi kebakaran berdasarkan rate asuransi kebakaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah 0,76-4,5 persen dari harga bangunan untuk rumah tinggal. Namun, persentase premi juga ditentukan beberapa faktor, salah satunya kelas konstruksi bangunan.

Berikut ulasan faktor penentu premi asuransi kebakaran dan rate asuransi kebakaran OJK!

Asuransi kebakaran sangat cocok khususnya untuk Anda yang memiliki usaha agar risiko finansial dapat diminimalisir. Selain itu, pertimbangkan juga untuk memiliki asuransi karyawan dengan premi fleksibel sesuai anggaran perusahaan!
Polis fleksibel dapat disesuaikan kebutuhan perusahaan!
+62

Faktor Penentu Premi Asuransi Kebakaran

Premi asuransi kebakaran dipengaruhi oleh tiga poin ini adalah beberapa di antaranya: 

1. Penggunaan bangunan (okupasi)

Setiap jenis penggunaan atas objek pertanggungan memiliki tingkat risiko berbeda. Sesuai Buku Tarif Asuransi Kebakaran Indonesia, jenis okupasi dikelompokan berdasarkan Kode Okupasi yang berpengaruh pada pembebanan premi.

Pengelompokan okupasi bangunan yaitu:

  • Risiko industri seperti pabrik baja, pabrik semen, dan pabrik tekstil
  • Risiko non industri seperti department store, toko, gudang, hotel, dan rumah tinggal
  • Risiko perkebunan seperti perkebunan gula, kelapa sawit, dan lain-lain

2. Jarak pemisah dengan objek lain

Persyaratan ini diartikan sebagai ada atau tidaknya jarak yang memisahkan antara objek pertanggungan dengan objek lain. Berikut ini beberapa kriteria jarak pemisah objek yang dipertanggungkan dengan objek lain:

  • Risiko berdampingan
  • Risiko berbatasan
  • Risiko dalam satu kompleks

3. Kelas konstruksi bangunan

Konstruksi bangunan menjadi poin utama yang menentukan besar atau kecilnya tingkat risiko kebakaran termasuk premi yang akan dikenakan kepada nasabah. Sesuai SK DAI Tahun 1994, terdapat tiga kelas konstruksi yaitu kelas I, II, dan III. Pengelompokannya akan dijelaskan pada poin selanjutnya

Rate Asuransi Kebakaran OJK

Rate asuransi kebakaran OJK telah diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6 / SEOJK.05 / 2017. Dalam rate OJK, tarifnya terbagi menjadi dua kategori yaitu usaha dan tempat tinggal:

Rate Berdasarkan Kelas Konstruksi OJK

Selain dibedakan berdasakan kategori usaha dan tempat tinggal, besaran preminya juga dibedakan pada kelas konstruksinya:

  • Konstruksi kelas I jika dinding, lantai, dan semua komponen penunjang serta atap sepenuhnya terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar.
  • Konstruksi kelas II jika kriteria bangunan sama seperti kriteria konstruksi kelas I, tetapi dengan pengecualian yaitu penutup atap dari sirap kayu keras, maksimal 20 persen luas dinding dari bahan yang dapat terbakar, serta lantai dan struktur penunjang terbuat dari kayu.
  • Konstruksi kelas III yaitu semua bangunan lainnya selain yang disebutkan pada konstruksi kelas I dan II.

Untuk informasi lebih jelas terkait wilayah zona yang dimaksud dalam tabel dalam mengunjungi situs resmi OJK pada halaman tujuh!

Lagi cari asuransi kebakaran? Setelah cek premi, coba dulu perhitungan premi asuransi kebakaran sebagai informasi premi dan ganti rugi yang bakal diterima!

Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan