Perhitungan Premi Asuransi Kebakaran

Perhitungan premi asuransi kebakaran menjadi dasar ganti rugi yang diterima tertanggung jika terjadi risiko pada bangunan yang dijaminkan. Pada tahap perhitungan premi asuransi kebakaran akan dilakukan proses identifikasi dan seleksi risiko (underwriting) untuk memperkirakan nilai ganti rugi.

Cara perhitungan premi asuransi kebakaran cukup sederhana. Biasanya perusahaan asuransi akan memberikan tabel premi rate asuransi kebakaran seperti berikut: 

Jenis bangunan Plan APlan B
Ruko kantor0,1770%0,2270%
Rumah tinggal0,0618% 0,1118%

Dari persentase yang ditetapkan, maka perhitungan premi asuransi kebakaran ruko untuk bagungan seharga Rp500 juta adalah sebagai berikut:

  • Plan A: Rp500 juta x 0.1770% = Rp885 ribu per tahun
  • Plan B: Rp500 juta x 0.2270% = Rp1.135.000 per tahun

Sementara premi asuransi kebakaran rumah untuk bangungan seharga Rp600 juta adalah

  • Plan A: Rp600 juta x 0.0618% = Rp370.800 per tahun
  • Plan B: Rp600 juta x 0.1118% = Rp670.800 per tahun

Namun, jika ditanya secara persis berapa rate premi asuransi atas risiko kebakaran? Maka jawabannya tergantung pada polis dan manfaat asuransi yang dipilih.

Asuransi jiwa UP hingga Rp2,5 M mulai Rp120 ribu/bulan!
+62

Contoh Perhitungan Premi Asuransi Kebakaran

Polis yang dihadirkan tiap perusahaan tentu saja berbeda-beda. Untuk memberikan gambaran polis standar, berikut ini contoh produk Allianz yaitu Asuransi Usahaku:

  • Masa perlindungan polis: 1 tahun
  • Uang pertanggungan polis: maksimal Rp30 miliar
  • Minimum premi: Rp300 ribu per bulan

Berikut ini contoh kasus asuransi kebakaran dan penyelesaiannya dari Allianz:

Ibu Vani memiliki bangunan konstruksi kelas 1 (sebagian besar bangunan terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar) senilai Rp600 juta yang digunakan untuk usaha kost-kostan. Ibu Vani merupakan nasabah dari Asuransi UsahaKu Plan A:

  • Periode asuransi: 1 Januari 2020 hingga 1 Januari 2021
  • Premi: Rp600 juta x 0,1031% = Rp618.600 selama setahun

Jika terjadi kebakaran dan nilai kerugian diperkirakan Rp800 juta, sementara nilai pertanggungan Asuransi UsahaKu milik Ibu Vani Rp500 juta. Maka Allianz akan mengganti risiko kebakaran senilai Rp500 juta.

Prosedur Klaim Asuransi Kebakaran

Prosedur klaim asuransi kebakaran merupakan tahapan yang harus dilakukan tertanggung untuk mendapatkan penggantian atas kerugian atau kerusakan properti akibat kebakaran. Berikut adalah prosedur klaim asuransi kebakaran dan syarat klaim:

1. Segera laporkan kejadian kebakaran

Laporan kejadian kebakaran ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin dengan cara menghubungi pihak perusahaan asuransi atau agen yang dulu menawarkan diri pada nasabah.

2. Buat laporan kerugian

Isi surat pengajuan klaim asuransi kebakaran yang menjelaskan penyebab terjadinya peristiwa kebakaran tersebut. Sertakan juga informasi: 

  • Tempat, tanggal, dan waktu kejadian 
  • Penyebab dari kebakaran
  • Perkiraan nilai kerugian 
  • Informasi lainnya yang diminta oleh pihak asuransi
  • Sertakan Dokumen Klaim
  • Tanyakan kepada perusahaan asuransi terkait dokumen apa saja yang diperlukan selain formulir klaim. Biasanya, nasabah akan diminta:
  • Nomor polis
  • KTP
  • Formulir klaim
  • Akta bangunan
  • Foto kerugian
  • Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Data atau dokumen pendukung lainnya.

3. Tahapan identifikasi polis

Pihak asuransi akan melakukan penelitian polis untuk memastikan manfaat apa saja yang berhak nasabah terima. Berikut ini adalah pertimbangannya: 

  • Apakah nasabah merupakan pemilik dari objek yang diasuransikan?
  • Apakah kebakaran terjadi dalam masa polis asuransi masih aktif?
  • Apakah premi asuransi telah dibayarkan? 

4. Tahapan pemeriksaan klaim

Pihak asuransi akan melakukan penelitian klaim atau pemeriksaan di lapangan untuk mengetahui:

  • Penyebab kebakaran
  • Tempat terjadinya kebakaran
  • Perkiraan nilai kerugian
  • Nilai yang masih tersisa dalam bangunan.

5. Penunjukan loss adjuster

Setelah melakukan survei, pihak asuransi akan menentukan apakah klaim nasabah masuk dalam kasus sederhana atau rumit. Jika sederhana, maka proses klaim akan segera ditangani langsung oleh perusahaan asuransi. Namun jika tergolong dalam klaim rumit dan jumlahnya cukup besar, maka akan diserahkan pada loss adjuster yang ditunjuk oleh pihak asuransi.

6. Hasil pengajuan klaim

Perusahaan asuransi maupun loss adjuster akan memberikan hasil pemeriksaan klaim yang menunjukkan jumlah ganti rugi. Hasil ini juga didasari perhitungan premi asuransi kebakaran yang menjadi dasar nominal ganti rugi.

Perhitungan premi asuransi kebakaran juga akan dijelaskan kembali oleh pihak perusahaan asuransi termasuk cara menghitung klaim asuransi kebakaran.

Namun jika klaim dinyatakan invalid, misal karena penyebab kebakaran dikecualikan dalam polis, maka klaim akan ditolak. Setelah itu, nasabah berhak menunjuk loss accessor untuk kembali menilai ulang kerugian tersebut.

Biasanya pencairan klaim akan selesai dalam 14 hari kerja, jika penyebab kerugian sesuai ketentuan dan syarat klaim asuransi kebakaran yang tercantum dalam polis.

Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan