Asuransi Kecelakaan

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%
Perusahaan Anda Sudah Didaftarkan!
Konsultan kami akan mengirim penawaran untuk Anda segera
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%
 

Asuransi Kecelakaan Terbaik di Indonesia 2021

Asuransi kecelakaan adalah asuransi yang memberikan uang pertanggungan jika nasabah mengalami kecelakaan. Manfaat yang diberikan produk ini berupa santunan meninggal dunia, santunan cacat tetap, dan pertanggungan biaya rumah sakit.

Untuk memilih yang terbaik, Lifepal telah merangkum 10 polis asuransi kecelakaan yang bagus di Indonesia dengan premi bersahabat!

Adira Proteku Basic

  • Premi mulai Rp100 ribu per tahun
  • Usia masuk tertanggung: 17-60 tahun
  • Usia pemegang polis: min. 17 tahun
  • Pertanggungan kecelakaan untuk tertanggung dan pasangan
  • Pertanggungan kerugian pada aset rumah dan perabotannya
  • Santunan meninggal dunia Rp20 juta
  • Santunan cacat tetap Rp20 juta
  • Santunan kebakaran rumah Rp5 juta
  • Santunan pencurian di rumah Rp1 juta

Simas Jiwa SIJI Secure 1

  • Premi mulai Rp284 ribu per tahun
  • Usia masuk tertanggung: 0,5-69 tahun
  • Usia pemegang polis: 18-69 tahun
  • Bisa double claim
  • Santunan meninggal dunia Rp200 juta

Asuransi Personal Accident Supreme

  • Premi mulai Rp165 ribu per tahun
  • Usia masuk tertanggung: 15-60 tahun
  • Usia pemegang polis: 21-60 tahun
  • Diskon premi keluarga: 10 persen
  • Masa tunggu: 3 hari
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp100 juta.
  • Santunan cacat tetap total dan sebagian akibat kecelakaan
  • Santunan biaya pemakaman dan sertifikat kematian
  • Pertanggungan biaya perawatan medis dan pengobatan alternatif

Takaful Asuransi Kecelakaan Diri dan Hospital

  • Asuransi yang dikelola dengan prinsip syariah
  • Usia masuk tertanggung: 17-40 tahun
  • Usia pemegang polis: 17-40 tahun
  • Masa tunggu: 30 hari
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp20 juta
  • Santunan cacat tetap akibat kecelakaan Rp200 juta
  • Pertanggungan biaya pengobatan cedera akibat kecelakaan
  • Pertanggungan rawat inap maks. 5 hari

BRI Life Acci Care

  • Usia masuk tertanggung: 18-64 tahun
  • Usia pemegang polis: 18-64 tahun
  • Tidak ada masa tunggu
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan sampai Rp1 miliar
  • Santunan cacat tetap total dan sebagian akibat kecelakaan sampai Rp1 miliar
  • Santunan rawat inap
  • Santunan biaya operasi atau pembedahan
  • Santunan meninggal dunia akibat sakit

ACA AsuransiKu

  • Premi mulai Rp50 ribu per tahun
  • Produk asuransi mikro berbentuk voucher yang bisa dibeli di Pegadaian
  • Usia masuk tertanggung: 17-64 tahun
  • Santunan meninggal dunia dan santunan cacat tetap Rp30 juta

Allianz Personal Care

  • Premi mulai Rp400 ribu per tahun
  • Usia masuk tertanggung: 15 hari-60 tahun
  • Usia maksimal pertanggungan: 65 tahun
  • Santunan meninggal dunia/cacat tetap karena kecelakaan Rp50 juta
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan kendaraan umum Rp100 juta
  • Pertanggungan biaya medis akibat kecelakaan Rp5 juta
  • Pertanggungan biaya pengobatan alternatif Rp150 ribu
  • Pertanggungan biaya pemakaman Rp500 ribu
  • Santunan rawat inap Rp75 ribu/hari
  • Biaya evakuasi medis maks. Rp25 juta
  • Pertanggungan tanggung jawab hukum pihak ketiga Rp750 ribu
  • Perlindungan ATM Rp100 ribu

BCA Life b-SAVE Accident Protection

  • Premi mulai Rp188,5 ribu per bulan
  • Usia masuk tertanggung: 16-59 tahun
  • Masa pertanggungan: 10 tahun
  • Masa pembayaran premi: 8 tahun
  • Pengembalian premi: 100%
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp200 juta
  • Meninggal dunia karena sakit: pencairan 100 persen premi yang sudah dibayarkan
  • Pertanggungan biaya perawatan medis akibat kecelakaan Rp2 juta/tahun

Cigna Proteksi Diri Ekstra

  • Premi mulai Rp205 ribu per bulan
  • Usia masuk tertanggung: 18-60 tahun
  • No claim bonus: 75 persen
  • Diskon premi tahunan: 10 persen
  • Santunan meninggal dunia dan cacat tetap akibat kecelakaan sampai Rp1 miliar
  • Pertanggungan biaya perawatan medis akibat kecelakaan sampai Rp1 juta
  • Pertanggungan biaya ambulans

AIA Group Personal Accident

  • Pendaftaran minimal 10 orang tertanggung
  • Usia masuk 17-59 tahun
  • Santunan meninggal dunia dan cacat tetap akibat kecelakaan
  • Pertanggungan biaya perawatan medis akibat kecelakaan

 

Pengertian Asuransi Kecelakaan

Pengertian asuransi kecelakaan adalah asuransi yang memberikan uang santunan jika nasabah mengalami kecelakaan. Risiko yang ditanggung di antaranya meninggal dunia, cacat tetap, dan biaya perawatan medis.

stilah kecelakaan yang dimaksudkan di sini adalah kejadian yang disebabkan oleh cedera fisik, di antaranya kecelakaan kerja, lalu lintas, hingga kecelakaan diri seperti terpeleset di kamar mandi.

Asuransi kecelakaan sendiri memilih beberapa varian, misalnya asuransi kecelakaan diriasuransi kecelakaan kerjaasuransi kecelakaan pesawat, sampai asuransi kecelakaan lalu lintas.

Nah, jenis asuransi kecelakaan di atas bisa didapatkan secara pribadi, disediakan oleh perusahaan untuk karyawannya, ataupun diberikan gratis karena dikelola pemerintah.

Lantas, apa saja manfaat yang diberikan oleh asuransi kecelakaan? Berikut penjelasannya.

Santunan Meninggal Dunia

Santunan meninggal dunia adalah manfaat dasar yang diberikan oleh asuransi kecelakaan. Artinya, apabila tertanggung meninggal dunia akibat kecelakaan, asuransi akan memberikan sejumlah uang kepada ahli warisnya.

  • Tertanggung meninggal dunia dalam batas waktu 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.
  • Hilang dan tidak ditemukan dalam kurun waktu 60 hari sejak terjadinya kecelakaan.

Santunan Cacat Tetap/ Total

Manfaat kedua dari asuransi kecelakaan adalah santunan cacat tetap Jadi, uang pertanggungan bisa dicairkan apabila tertanggung mengalami cacat tetap karena kejadian tak terduga.

  • Tertanggung mengalami cacat tetap total, yaitu hilang atau tidak berfungsinya sepasang organ tubuh, misalnya tidak berfungsinya kedua lengan atau kehilangan penglihatan kedua mata.
  • Tertanggung mengalami cacat tetap sebagian, yaitu hilang atau tidak berfungsinya sebagian dari organ tubuh, misalnya lengan kanan tidak berfungsi atau mata kiri kehilangan penglihatan.

Adapun manfaat yang diberikan biasanya dengan ketentuan berikut:

No. Uraian Tabel persentase
1 Lengan kanan mulai dari sendi bahu 60%
2 Lengan kiri mulai dari sendi bahu 50%
3 Lengan kanan mulai dari atasnya sendi siku 50%
4 Lengan kiri mulai dari atasnya sendi siku 40%
5 Tangan kanan mulai dari atasnya pergelangan tangan 40%
6 Tangan kiri mulai dari atasnya pergelangan tangan 30%
7 Satu kaki mulai dari lutut sampai pangkal paha 50%
8 Satu kaki mulai dari mata kaki sampai lutut 25%
9 Ibu jari tangan kanan 15%
10 Ibu jari tangan kiri 10%
11 Jari telunjuk tangan kanan 10%
12 Jari telunjuk tangan kiri 8%
13 Jari kelingking tangan kanan 8%
14 Jari kelingking tangan kiri 6%
15 Jari tengah atau manis tangan kanan 5%
16 Jari tengah atau manis tangan kiri 4%
17 Satu ibu jari kaki 8%
18 Satu jari kaki lainnya 5%
19 Sebelah mata 50%
20 Pendengaran pada kedua belah telinga 50%
21 Pendengaran pada sebelah telinga 25%
22 Sebelah daun telinga secara keseluruhan 5%

Pertanggungan Biaya Pengobatan

Manfaat terakhir dari asuransi kecelakaan adalah penggantian biaya pengobatan akibat kecelakaan. Jadi, apabila tertanggung mengalami cedera sehingga membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, asuransi akan menanggung biayanya.

Apakah Saya Membutuhkan Asuransi Kecelakaan?

Penting atau tidaknya memiliki asuransi kecelakaan tergantung dari kondisi hidup masing-masing. Meskipun semua orang punya risiko kecelakaan, ada beberapa golongan yang paling rentan sehingga sangat membutuhkan asuransi kecelakaan, misalnya:

Orang yang memiliki pekerjaan berbahaya seperti pilot, supir, pelayar, peneliti, penegak hukum, dan lain-lain rawan mengalami kecelakaan dalam menjalani profesinya. Bayangkan apabila mereka adalah sumber penghasilan keluarganya. Jika hal buruk terjadi, tentu bakal berdampak kepada keuangan keluarga. Oleh sebab itu asuransi kecelakaan akan menggantikan uang tersebut.

Beberapa orang perlu atau senang melakukan perjalanan ke berbagai wilayah yang berbeda. Entah itu hobi atau tuntutan pekerjaan. Tingginya mobilitas bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kecelakaan. Misalnya, jika naik pesawat ada risiko terjatuh, atau risiko kerusuhan di negara tujuan perjalanan. Oleh sebab itu, asuransi kecelakaan bisa mengantisipasi kemungkinan tersebut, sehingga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kompenasasi jika terjadi hal yang tak diinginkan.

Ada juga orang yang rutin beraktivitas fisik, seperti mendaki gunung, bersepeda, berkuda, panjat tebing, dan kegiatan lainnya. Apabila ia adalah seorang tulang punggung keluarga, maka asuransi kecelakaan menjadi sangat penting. Pasalnya, jika ia mengalami kecelakaan, asuransi bisa menggantikan penghasilan keluarga yang hilang.

Jenis-Jenis Asuransi Kecelakaan

Berikut ini adalah jenis-jenis asuransi kecelakaan yang dikategorikan berdasarkan manfaatnya. Simak penjelasan dan cara kerja masing-masing asuransi berikut ini:

  1. Asuransi Kecelakaan Diri
  2. Asuransi Kecelakaan Kerja
  3. Asuransi Kecelakaan Pesawat
  4. Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas
 

1. Asuransi Kecelakaan Diri

Asuransi kecelakaan diri adalah asuransi memberikan uang pertanggungan kepada nasabah individu apabila mengalami kecelakaan. Asuransi ini akan menanggung risiko meninggal dunia, cacat tetap, dan cedera akibat kecelakaan.

Premi asuransi kecelakaan diri berkisar mulai dari Rp50 – Rp250 ribuan (hingga jutaan rupiah) per bulan. Dengan premi berhsabat tersebut, Anda sudah bisa mendapatkan UP hingga Rp200 juta! Yuk, bandingkan polisnya secara online!

Nah, jika berbicara soal manfaatnya, sebenarnya memiliki standar nasional, yaitu berdasarkan Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia (PSAKDI).

Namun, perlu dicatat bahwa ada beberapa pengecualian dalam pertanggungan asuransi kecelakaan ini. Beberapa hal yang tidak ditanggung asuransi di antaranya kecelakaan karena kesengajaan atau mengikuti hal-hal ekstrem yang tidak ditanggung dalam polis.

Jenis-jenis Asuransi Kecelakaan Diri

  • Untuk individu: Jenis asuransi ini hanya akan menanggung satu individu atau satu orang tertanggung saja.
  • Untuk kelompok: Jenis asuransi ini ditujukan untuk grup atau sekelompok orang dengan maksimal peserta kurang lebih 25 orang atau tergantung kebijakan setiap perusahaan asuransi.
  • Untuk keluarga: Jenis asuransi ini ditujukan untuk menanggung seluruh anggota keluarga, mulai dari ayah, ibu, dan anak.

Klaim Asuransi Kecelakaan Diri

Klaim asuransi kecelakaan diri perlu dilakukan dalam waktu beberapa hari dengan dokumen lengkap. Oleh sebab itu, ada baiknya kita sudah mencatat langkah-langkah klaim berikut.

  1. Segera melaporkan kejadian klaim begitu terjadi kecelakaan. Semakin cepat semakin baik. Karena, masa kadaluarsa klaim adalah 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.
  2. Menulis surat kronologis kecelakaan selengkap-lengkapnya. Catat waktu dan lokasi kecelakaan dengan detail. Lampirkan foto bila ada.
  3. Lengkapi berkas dokumen yang menjadi persyaratan klaim, seperti formulir klaim, identitas diri, dokumen polis, dan lain-lain.
  4. Mengirimkan dokumen-dokumen tersebut ke penyedia asuransi, bisa melalui agen, datang langsung ke kantor cabang, atau mengirimkan lewat email.
  5. Tim asuransi akan mengevaluasi klaim.
  6. Apabila disetujui, uang pertanggungan akan dikirimkan ke rekening bank nasabah.
  • Formulir pengajuan klaim
  • Surat kronologis kecelakaan
  • Polis asli dan salinannya
  • Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Jika tertanggung meninggal dunia:
  • Surat keterangan pemeriksaan jenazah atau Visum et Repertum
  • Salinan surat keterangan meninggal dunia dari lurah atau kepolisian.
  • Surat keterangan dari saksi.
  • Jika Tertanggung hilang
  • Surat keterangan tentang kecelakaan dan penghentian pencarian dari pihak yang berwenang.
  • Surat pernyataan dari ahli waris akan mengembalikan santunan apabila Tertanggung ditemukan kembali dalam keadaan hidup.
  • Jika tertanggung mengalami cacat tetap
  • Surat keterangan pemeriksaan dari dokter yang melakukan pengobatan atau perawatan (Visum)
  • Surat keterangan dari saksi.
  • Kuitansi asli dari rumah sakit, dokter, apotek, laboratorium, apabila tertanggung menjalani pengobatan atau perawatan. Bisa juga menggunakan fotokopi kuitansi dan dilegalisir.
  • Dokumen lain yang diminta oleh penyedia asuransi.

Pengecualian Asuransi Kecelakaan Diri

Umumnya, perusahaan asuransi mengecualikan hal berikut:

  • Bunuh diri atau melukai diri sendiri. Kematian dan cedera akibat bunuh diri tidak akan ditanggung oleh asuransi. Karena, kondisi tersebut diinisiasi oleh tertanggung sendiri.
  • Kecelakaan yang disengaja. Jika kecelakaan terjadi akibat kecerobohan tertanggung atau disengaja, maka tidak bisa diklaim,
  • Tindakan kriminal. Kecelakaan yang terjadi sebagai konsekuensi dari tindakan kriminal yang disengaja tidak dapat diklaim ke perusahaan. Begitu pula dengan tindakan yang melanggar undang-undang.
  • Kecelakaan akibat perang. Berada di dalam situasi perang tentu meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh sebab itu, perusahaan asuransi tidak menanggung kerugian dalam perang tersebut.
  • Kecelakaan dalam kegiatan lintas udara. Kecelakaan yang diakibatkan oleh kegiatan lintas udara di luar penumpang sah sebuah maskapai penerbangan yang memiliki izin terbang.
  • Kecelakaan akibat profesi. Jika tertanggung terluka dalam menjalani profesi berisiko seperti petinju, pendaki gunung, dan pegulat, kemungkinan besar perusahaan memasukkannya ke dalam pengecualian.
  • Tertanggung anggota aktif angkatan bersenjata. Tidak bisa mengajukan klaim jika tertanggung menjalankan tugas dalam Dinas Kepolisian atau Kemiliteran, atau dinas lain yang berkaitan dengan itu. Kecuali, jika perusahaan asuransi sudah menyetujuinya.
  • Kehamilan dan perawatan yang terkait. Hal yang terkait dengan kehamilan, keguguran, melahirkan, pembedahan tidak menjadi tanggungan asuransi.
  • Bencana alam. Polis juga mengecualikan kasus bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan lain-lain.
  • Kondisi perang dan huru-hara. Termasuk di dalamnya perbuatan jahat, huru-hara, kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, pembangkitan rakyat, pengambilalihan kekuasaan, pemberontakan, revolusi, kekuatan militer, invasi, perang, perang saudara, makar, terorisme, atau sabotase.
  • Tindakan kejahatan yang menyasar tertanggung atau orang lain. Termasuk tindakan kekerasan, pemerkosaan, pembunuhan, dan penculikan.
  • Radiasi nuklir. Radiasi nuklir dan kontaminasi radioaktif tidak bisa diklaim polis.
  • Kondisi penyakit tertentu. Beberapa kondisi berikut dikecualikan dalam pertanggungan, misalnya hernia, ayan, sengatan matahari, HIV/AIDS, bertambahnya penyakit akibat kecelakaan.
  • Olahraga tertentu. Kecelakaan akibat kegiatan olahraga di bawah ini termasuk ke dalam pengecualian polis, misalnya skateboard, hiking, parkour, bela diri, berburu, olahraga air, dan lain-lain.

Perlu dicatat, setiap polis memiliki ketentuan yang berbeda terkait dengan pengecualian pertanggungan. Oleh sebab itu, sebaiknya baca dokumen polis dengan teliti.

 

2. Asuransi Kecelakaan Kerja

Asuransi kecelakaan kerja adalah asuransi yang memberikan uang santunan jika peserta mengalami kecelakaan saat bekerja atau dalam perjalanan untuk bekerja. Santunan diberikan apabila peserta mengalami cacat tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan.

  • Santunan uang pertanggungan.
  • Santunan biaya perawatan medis, baik penyakit ringan (karena kecelakaan) atau risiko sakit jangka panjang (karena pekerjaan). Misalnya, apabila pegawai pabrik mengalami gangguan paru-paru akibat terlalu sering menghirup polusi.
  • Santunan beasiswa untuk pendidikan ahli waris jika memiliki anak.
  • Tunjangan penggantian istirahat kerja.

Sesuai dengan namanya, asuransi ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan dengan bidang pekerjaan yang mempunyai risiko kecelakaan yang tinggi, misalnya konstruksi alat berat, pabrik, atau pengelola gedung tinggi. Namun, tidak menutup kemungkinan karyawan swasta biasa pun membutuhkan asuransi ini.

Asuransi ini wajib dimiliki oleh tiap perusahaan. Seperti yang diamanatkan oleh Undang-undang, seluruh pekerja seharusnya sudah terlindungi oleh asuransi ini, minimal dari BPJS Ketenagakerjaan. Karena BPJS Ketenagakerjaan punya program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja).

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja

Untuk mengajukan klaim program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), berikut langkah yang perlu dilakukan:

  1. Laporkan kejadian klaim ke perusahaan asuransi maksimal 2 x 24 jam atau 2 hari.
  2. Datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Jangan lupa simpan kuitansinya.
  3. Laporkan kembali ke BPJS setelah mendapatkan perawatan dengan menyiapkan dokumen seperti formulir klaim, identitas (KTP), Kartu BPJS Ketenagakerjaan – Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), kuitansi rumah sakit, dan surat keterangan dokter.
  4. BPJS Ketenagakerjaan bakal menghitung jumlah ganti rugi kepada peserta atau ahli waris jika peserta meninggal dunia.
 

3. Asuransi Kecelakaan Pesawat

Asuransi kecelakaan pesawat adalah asuransi yang memberikan uang santunan jika penumpang pesawat mengalami kecelakaan. Risiko kecelakaan pesawat memang rendah tetapi jika terjadi maka kemungkinan selamat lebih kecil daripada transportasi darat.

Oleh sebab itu, ada tiga pihak yang wajib memberikan asuransi kecelakaan kepada penumpang, yaitu maskapai pesawat, PT Jasa Raharja, dan pemerintah. Namun, kini penumpang juga bisa membeli polis langsung melalui perusahaan asuransi atau marketplace asuransi seperti Lifepal.

Besar Uang Santunan Asuransi Kecelakaan Pesawat

Bentuk pertanggungan yang diberikan pada asuransi ini adalah santunan meninggal dunia yang akan diberikan pada ahli waris. Selain itu, asuransi ini juga memberikan santunan cacat tetap sesuai dengan manfaat yang tertulis pada polis.

Khusus untuk polis yang bersifat wajib, seperti pemerintah, PT Jasa Raharja, dan maskapai, besaran santunan sudah ditentukan.

Dilansir dari Kompas, pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp1,25 miliar kepada ahli waris, lalu Rp1,25 miliar untuk cacat tetap, dan Rp200 juta untuk pengobatan rawat inap akibat luka-luka. Besar ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Selain itu, penumpang pesawat juga akan mendapatkan uang santunan dari PT Jasa Raharja sebesar Rp25 juta per orang yang cedera dan Rp50 juta per orang yang mengalami cacat tetap.

Setiap maskapai pesawat juga bertanggung jawab untuk memberikan ganti rugi apabila terjadi kecelakaan selama penerbangan. Namun, kita juga bisa menambahkan manfaat pertanggungan dengan membelinya melalui perusahaan asuransi.

 

4. Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas

Asuransi kecelakaan lalu lintas adalah asuransi yang akan memberikan uang santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas. Risiko yang ditanggung oleh asuransi ini adalah risiko meninggal dunia, cacat tetap, atau cedera akibat kecelakaan.

Sistem dari asuransi ini bukan berupa keanggotaan asuransi dengan premi, karena siapapun yang mengalami kecelakaan akan mendapat santunan. Orang yang masuk ke dalam tertanggung di antaranya pengguna jalan, penumpang angkutan umum, penumpang kendaraan pribadi, dan pejalan kaki.

Wajar saja, produk ini memang salah satu produk asuransi sosial milik negara yang dikelola oleh PT Jasa Raharja (Persero). Sehingga, tujuannya memang untuk melindungi masyarakat umum.

Nah, uang premi dari asuransi ini sebenarnya dibayarkan oleh pemilik kendaraan melalui Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) setiap tahunnya saat perpanjangan atau pembuatan STNK.

Besar Santunan Kecelakaan Lalu Lintas

Adapun besaran santunan yang diberikan oleh asuransi ini di antaranya:

  • Santunan meninggal dunia: Rp50 juta
  • Santunan cacat tetap: maks. Rp50 juta
  • Santunan biaya perawatan medis: maks. Rp20 juta (angkutan laut), Rp25 juta (angkutan udara)
  • Penggantian biaya penguburan jika tidak punya ahli waris: Rp4 juta
  • Penggantian biaya P3K: Rp1 juta
  • Penggantian biaya ambulans: Rp500 ribu

Santunan kecelakaan lalu lintas tersebut bisa didapat dengan premi mulai Rp50 ribu/ bulan! Yuk, bandingkan polisnya secara online:

Pilihan UP hingga Rp200 juta, premi Rp50 ribu/bulan
+62

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas

Untuk mengajukan klaim asuransi kecelakaan lalu lintas Jasa Raharja, ikuti beberapa langkah berikut:

  1. Siapkan surat keterangan dari kepolisian setempat atau instansi terkait (seperti PT KAI untuk kecelakaan kereta api).
  2. Buat surat keterangan sakit atau keterangan kematian dari rumah sakit.
  3. Siapkan dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan dokumen lain yang dipersyaratkan.
  4. Kunjungi situs Jasa Raharja di tautan: https://www.jasaraharja.co.id/layanan/formulir-pengajuan-santunan
  5. Isi Formulir Pengajuan Santunan pada halaman tersebut.
  6. Pastikan data sudah benar dan dokumen lengkap.
  7. Pihak Jasa Raharja akan memproses klaim Anda.

  • Laporan dari kepolisian
  • Kuitansi rumah sakit
  • Fotokopi KTP korban atau surat kuasa

  • Laporan dari kepolisian
  • Surat keterangan cacat dari dokter
  • Fotokopi KTP korban
  • Dokumentasi bagian yang cacat

  • Laporan dari kepolisian
  • Surat kematian dari rumah sakit
  • Kuitansi rumah sakit
  • Fotokopi KTP korban
  • Fotokopi KTP ahli waris
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi surat nikah (jika korban sudah menikah)
  • Fotokopi akta kelahiran (jika korban belum menikah)
  • Laporan dari kepolisi
  • Surat kematian dari kelurahan
  • Fotokopi KTP korban
  • Fotokopi KTP ahli waris
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi surat nikah (jika korban sudah menikah)
  • Fotokopi akta kelahiran (jika korban belum menikah)
 

Pertanyaan & Tips Seputar Asuransi Kecelakaan

Asuransi kecelakaan adalah proteksi finansial yang diberikan dalam bentuk pertanggungan biaya pengobatan hingga santunan meninggal dunia/ cacat akibat kecelakaan lalu lintas, akibat kerja, dan musibah yang tidak terduga lainnya. 

Cakupan manfaat asuransi kecelakaan terdiri atas santunan meninggal dunia, santunan cacat tetap, dan biaya perawatan. Berikut penjelasan lebih detail mengenai manfaat tersebut.

Santunan atas risiko kematian (Jaminan A)

Jaminan atas risiko kematian diberikan apabila:

  • Tertanggung meninggal dunia dalam batas waktu 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.
  • Hilang dan tidak ditemukan dalam kurun waktu 60 hari sejak terjadinya kecelakaan.

Untuk besaran santunan yang diberikan atas risiko ini adalah 100 persen dari nilai pertanggungan dan akan diberikan kepada pemegang polis atau ahli waris.

Santunan atas risiko cacat tetap (Jaminan B)

Jaminan atas risiko cacat tetap diberikan apabila:

  • Mengalami cacat tetap total akibat hilang atau tidak berfungsinya kedua maupun salah satu mata, tangan, dan kaki, 
  • Mengalami cacat tetap sebagian akibat  hilang atau tidak berfungsinya sebagian dari anggota tubuh.

Sedangkan besaran santunan yang diberikan untuk cacat tetap total adalah 100 persen dari nilai pertanggungan. 

Namun, jika cacat yang dialami bukan cacat tetap total maka berikut perhitungan manfaat yang diberikan:

No. Uraian Tabel persentase
1 Lengan kanan mulai dari sendi bahu 60%
2 Lengan kiri mulai dari sendi bahu 50%
3 Lengan kanan mulai dari atasnya sendi siku 50%
4 Lengan kiri mulai dari atasnya sendi siku 40%
5 Tangan kanan mulai dari atasnya pergelangan tangan 40%
6 Tangan kiri mulai dari atasnya pergelangan tangan  30%
7 Satu kaki mulai dari lutut sampai pangkal paha 50%
8 Satu kaki mulai dari mata kaki sampai lutut 25%
9 Ibu jari tangan kanan 15%
10 Ibu jari tangan kiri 10%
11 Jari telunjuk tangan kanan 10%
12 Jari telunjuk tangan kiri 8%
13 Jari kelingking tangan kanan 8%
14 Jari kelingking tangan kiri 6%
15 Jari tengah atau manis tangan kanan 5%
16 Jari tengah atau manis tangan kiri 4%
17 Satu ibu jari kaki 8%
18 Satu jari kaki lainnya 5%
19 Sebelah mata 50%
20 Pendengaran pada kedua belah telinga 50%
21 Pendengaran pada sebelah telinga 25%
22 Sebelah daun telinga secara keseluruhan 5%

Santunan atas biaya perawatan atau pengobatan (Jaminan C)

Jaminan akan diberikan dalam bentuk penggantian biaya perawatan selama tertanggung menerima perawatan medis di rumah sakit akibat kecelakaan yang sudah dijamin polis. Manfaat yang diberikan bisa berupa uang santunan maupun biaya perawatan yang akan dibayarkan secara reimbursement.

 

Kita bisa mendaftar asuransi kecelakaan dengan mudah melalui marketplace online seperti Lifepal. Selain lebih praktis, kita juga akan mendapatkan harga yang lebih murah 10 persen daripada membeli secara offline.

Keuntungan lain membeli asuransi jiwa online di Lifepal adalah fitur konsultasi gratis. Kami akan membantu untuk memilih satu dari berbagai pilihan produk asuransi dari brand ternama yang kami tawarkan agar sesuai dengan profil masing-masing

Data-data yang perlu dipersiapkan sebelum mendaftar: 

  • Usia tertanggung
  • Jenis pekerjaan tertanggung
  • Riwayat pekerjaan
  • Hobi tertanggung yang berisiko
  • Pendapatan atau gaji tertanggung

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menetapkan standar baku untuk polis asuransi kecelakaan diri, yaitu Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia (PSAKDI). Dilansir dari situs resmi AAUI, berikut risiko yang dijamin:

PSAKDI menjamin risiko kematian, cacat tetap, biaya perawatan dan pengobatan medis yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan. Kecelakaan yang dimaksud adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan; baik yang bersifat fisik maupun kimia.

Besaran premi asuransi kecelakaan dipengaruhi oleh faktor berikut:

  1. Pekerjaan

Faktor utama yang menentukan besaran premi asuransi kecelakaan adalah jenis pekerjaan yang dilakukan. Jenis pekerjaan ini terbagi menjadi empat golongan. Untuk lebih jelasnya, mari simak informasinya berikut.

  • Golongan A (Risiko hampir nol): Orang yang bekerja di kantor/sering tinggal di kantor. Contoh: direktur, akuntan, sekretaris, karyawan administrasi, dsb.
  • Golongan B (Risiko kecil): Orang yang sering berpergian atau melakukan dinas di luar. Contoh: ibu rumah tangga, pimpinan proyek, manajer atau karyawan lapangan yang tidak terlibat langsung dalam pekerjaan, dsb.
  • Golongan C (Risiko sedang): Orang yang pekerjaannya membutuhkan alat-alat. Contoh: dokter gigi, ahli bedah, paramedis, sopir, mekanik, petugas laboratorium, manajer lapangan yang terlibat langsung proses pekerjaan, dsb.
  • Golongan D (Risiko tinggi): Orang yang melakukan pekerjaan berat dan berbahaya. Contoh: pekerja tambang, pekerja arus listrik tegangan tinggi, pekerja pada bangunan bertingkat tinggi, awak kapal, dsb.
  1. Usia

Selain faktor pekerjaan, usia juga memengaruhi premi yang akan diberlakukan oleh perusahaan asuransi. Sebab, semakin tua usia peserta maka risiko penyakit akan lebih tinggi dan tingkat terjadinya kecelakaan pun akan lebih besar.

  1. Riwayat penyakit

Calon peserta asuransi dengan riwayat penyakit tertentu biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau dikenakan pengecualian tertentu.

Batas maksimal melakukan klaim asuransi adalah lima hari terhitung sejak terjadinya kecelakaan.

Pada umumnya perusahaan asuransi akan menyelesaikan pembayaran klaim dalam kurun waktu 30 hari sejak adanya kesepakatan tertulis antara tertanggung dan penanggung.

Tentu bisa, jika tertanggung tidak mengajukan klaim dalam waktu 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.

Tentu bisa. Apabila tertanggung telah menerima santunan cacat tetap, tapi akibat kecelakaan yang sama itu tertanggung meninggal dunia maka hak atas santunan kematian akan tetap diberikan. Namun jumlahnya akan dikurangi dari jumlah santunan cacat tetap yang telah dibayarkan. 

Namun, jika santunan cacat tetap yang telah dibayar lebih besar daripada santunan kematian, maka tertanggung tidak berhak atas santunan kematian.

Danang memiliki asuransi kecelakaan diri. Selain itu, dia juga punya asuransi mobil dengan jenis asuransi komprehensif.

Pada suatu ketiga, sialnya ia mengalami kecelakaan. Danang mengalami patah kaki dan mobilnya juga penyok. Bagaimana asuransi menanggung kecelakaan itu?

Pada dasarnya, produk asuransi yang dapat menjamin risiko kecelakaan diri kita adalah asuransi kecelakaan diri. 

Asuransi kecelakaan diri menjamin tertanggung dari suatu kecelakaan (akibat dari luar) yang menimpa dirinya, misalnya selama satu tahun atau selama satu perjalanan.

Apabila Pak George telah memiliki produk asuransi kecelakaan diri, lalu mengalami kecelakaan yang melukai dirinya (patah kaki), maka biaya pengobatan atau perawatan di rumah sakit akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Namun, apabila Pak George meninggal atau mengalami cacat tetap karena kecelakaan tersebut, perusahaan asuransi dapat memberikan santunan kepada ahli waris, misalnya keluarga. Tentu saja, semua itu akan diatur berdasarkan kesepakatan antara perusahaan asuransi dan pemegang polis.

Risiko yang dijamin oleh produk asuransi kecelakaan diri pada umumnya meliputi:

  • Meninggal dunia.
  • Cacat tetap keseluruhan/sebagian.
  • Biaya pengobatan/perawatan dokter/rumah sakit.

Sementara itu, asuransi mobil yang ia miliki akan menanggung biaya perbaikan mobilnya yang penyok. Danang dapat mencairkan sejumlah uang pertanggungan yang sesuai dengan nilai mobilnya.

Ada asuransi kecelakaan yang menanggung kecelakaan pada motor kredit. Anda bisa melakukan klaim kepada pihak leasing jika motor dicuri atau kecelakaan. Namun, klaim tersebut baru bisa diterima apabila kerusakan pada motor sangat banyak, yaitu lebih dari 75 persen.

Asuransi kecelakaan tunggal tidak dapat santunan dari Jasa Raharja. Perusahaan tersebut hanya menanggung kecelakaan pada angkutan umum dan kecelakaan di luar kendaraan.

  • Masa tunggu adalah periode di mana tidak ada pembayaran premi karena alasan tertentu.
  • Pemegang polis adalah orang yang ditanggung oleh perusahaan asuransi karena terdaftar sebagai tertanggung yang membayar premi (kewajiban) sesuai dengan perjanjian dalam polis asuransi.
  • Polis adalah perjanjian yang dilakukan antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (perusahaan asuransi) .
  • Premi adalah biaya yang dibayarkan oleh tertanggung (nasabah) atau pemegang polis kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung. Premi dibayarkan sesuai dengan kontrak dalam polis asuransi.
  • Risiko adalah kemungkinan yang terjadi yang dapat menimpa seseorang atau tertanggung.
  • Uang pertanggungan adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika tertanggung mengajukan klaim saat mengalami risiko yang dijamin dalam polis asuransi.
  • Underwriter adalah seseorang yang memiliki kompetensi dalam menilai dan memperhitungkan risiko pemegang polis sehingga perusahaan asuransi dapat memutuskan untuk menerima atau menolak calon nasabah.
  • Klaim asuransi yaitu permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Ahli waris adalah orang yang ditunjuk dan tercantum dalam polis untuk menerima uang pertanggungan apabila terjadi kematian pada pemegang polis.
  • Cacat tetap adalah hilang atau tidak berfungsinya seluruh atau sebagian anggota tubuh.
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan