Asuransi Kecelakaan

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Pengertian Asuransi Kecelakaan

Asuransi kecelakaan adalah produk asuransi yang memberikan uang santunan jika nasabah mengalami kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia, cacat tetap, atau perawatan medis.

Adapun definisi kecelakaan yang dimaksud adalah kejadian yang disebabkan oleh cedera fisik. Bisa kecelakaan kerja, lalu lintas, atau hingga kecelakaan diri seperti terpeleset di kamar mandi.

Adapun manfaat pertanggungan produk asuransi kecelakaan, yaitu:

Santunan kematian adalah manfaat dasar yang bisa di. Apabila tertanggung meninggal dunia akibat kecelakaan, asuransi akan memberikan sejumlah uang kepada ahli warisnya.

Santunan kematian diberikan apabila:

  • Tertanggung meninggal dunia dalam batas waktu 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.
  • Hilang dan tidak ditemukan dalam kurun waktu 60 hari sejak terjadinya kecelakaan.

Manfaat kedua dari asuransi kecelakaan adalah santunan cacat tetap Jadi, uang pertanggungan bisa dicairkan apabila tertanggung mengalami cacat tetap karena kejadian tak terduga.

Santunan cacat tetap diberikan apabila:

  • Tertanggung mengalami cacat tetap total, yaitu hilang atau tidak berfungsinya sepasang organ tubuh, misalnya tidak berfungsinya kedua lengan atau kehilangan pengelihatan kedua mata.
  • Tertanggung mengalami cacat tetap sebagian, yaitu hilang atau tidak berfungsinya sebagian dari organ tubuh, misalnya lengan kanan tidak berfungsi atau mata kiri kehilangan penglihatan.

Manfaat terakhir dari asuransi kecelakaan adalah penggantian biaya pengobatan akibat kecelakaan. Jadi, apabila tertanggung mengalami cedera sehingga membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, asuransi akan menanggung biayanya.

 

Asuransi Kecelakaan Terbaik di Indonesia

Lifepal telah merangkum 10 asuransi kecelakaan terbaik yang ada di Indonesia. Simak ulasannya di bawah ini!

1. Adira Proteku Basic

Premi Mulai Rp100 Ribu/Tahun

  • Usia masuk tertanggung: 17-60 tahun
  • Usia pemegang polis: min. 17 tahun
  • Pertanggungan kecelakaan untuk tertanggung dan pasangan
  • Pertanggungan kerugian pada aset rumah dan perabotannya

  • Santunan meninggal dunia Rp20 juta
  • Santunan cacat tetap Rp20 juta
  • Santunan kebakaran rumah Rp5 juta
  • Santunan pencurian di rumah Rp1 juta

2. Simas Jiwa SIJI Secure 1

Premi Mulai Rp284 Ribu/Tahun

  • Usia masuk tertanggung: 0,5-69 tahun
  • Usia pemegang polis: 18-69 tahun
  • Bisa double claim

  • Santunan meninggal dunia Rp200 juta

3. Asuransi Personal Accident Supreme

Premi Mulai Rp165 Ribu/Tahun

  • Usia masuk tertanggung: 15-60 tahun
  • Usia pemegang polis: 21-60 tahun
  • Diskon premi keluarga: 10 persen
  • Masa tunggu: 3 hari

  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp100 juta.
  • Santunan cacat tetap total dan sebagian akibat kecelakaan
  • Santunan biaya pemakaman dan sertifikat kematian
  • Pertanggungan biaya perawatan medis dan pengobatan alternatif

4. Takaful Asuransi Kecelakaan Diri dan Hospital

  • Asuransi kecelakaan diri yang dikelola dengan prinsip syariah
  • Usia masuk tertanggung: 17-40 tahun
  • Usia pemegang polis: 17-40 tahun
  • Masa tunggu: 30 hari

  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp20 juta
  • Santunan cacat tetap akibat kecelakaan Rp200 juta
  • Pertanggungan biaya pengobatan cedera akibat kecelakaan
  • Pertanggungan rawat inap maks. 5 hari

5. BRI Life Acci Care

  • Usia masuk tertanggung: 18-64 tahun
  • Usia pemegang polis: 18-64 tahun
  • Tidak ada masa tunggu

  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan sampai Rp1 miliar
  • Santunan cacat tetap total dan sebagian akibat kecelakaan sampai Rp1 miliar
  • Santunan rawat inap
  • Santunan biaya operasi atau pembedahan
  • Santunan meninggal dunia akibat sakit

6. ACA AsuransiKu

Premi Mulai Rp50 Ribu/Tahun

  • Produk asuransi mikro berbentuk voucher yang bisa dibeli di Pegadaian
  • Usia masuk tertanggung: 17-64 tahun

  • Santunan meninggal dunia dan santunan cacat tetap Rp30 juta

7. Allianz Personal Care

Premi Mulai Rp400 Ribu/Tahun

  • Usia masuk tertanggung: 15 hari-60 tahun
  • Usia maksimal pertanggungan: 65 tahun

  • Santunan meninggal dunia/cacat tetap karena kecelakaan Rp50 juta
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan kendaraan umum Rp100 juta
  • Pertanggungan biaya medis akibat kecelakaan Rp5 juta
  • Pertanggungan biaya pengobatan alternatif Rp150 ribu
  • Pertanggungan biaya pemakaman Rp500 ribu
  • Santunan rawat inap Rp75 ribu/hari
  • Biaya evakuasi medis maks. Rp25 juta
  • Pertanggungan tanggung jawab hukum pihak ketiga Rp750 ribu
  • Perlindungan ATM Rp100 ribu

8. BCA Life b-SAVE Accident Protection

Premi Mulai Rp188,5 Ribu/Bulan

  • Usia masuk tertanggung: 16-59 tahun
  • Masa pertanggungan: 10 tahun
  • Masa pembayaran premi: 8 tahun
  • Pengembalian premi: 100%

  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp200 juta
  • Meninggal dunia karena sakit: pencairan 100 persen premi yang sudah dibayarkan
  • Pertanggungan biaya perawatan medis akibat kecelakaan Rp2 juta/tahun

9. Cigna Proteksi Diri Ekstra

Premi Mulai Rp205 Ribu/Bulan

  • Usia masuk tertanggung: 18-60 tahun
  • No claim bonus: 75 persen
  • Diskon premi tahunan: 10 persen

  • Santunan meninggal dunia dan cacat tetap akibat kecelakaan sampai Rp1 miliar
  • Pertanggungan biaya perawatan medis akibat kecelakaan sampai Rp1 juta
  • Pertanggungan biaya ambulans

10. AIA Group Personal Accident

  • Pendaftaran minimal 10 orang tertanggung
  • Usia masuk 17-59 tahun

  • Santunan meninggal dunia dan cacat tetap akibat kecelakaan
  • Pertanggungan biaya perawatan medis akibat kecelakaan
 

Cara Daftar Asuransi Kecelakaan

Kita bisa mendaftar asuransi kecelakaan dengan mudah melalui marketplace online seperti Lifepal. Selain lebih praktis, kita juga akan mendapatkan harga yang lebih murah 10 persen daripada membeli secara offline.

Keuntungan lain membeli asuransi jiwa online di Lifepal adalah fitur konsultasi gratis. Kami akan membantu untuk memilih satu dari berbagai pilihan produk asuransi dari brand ternama yang kami tawarkan agar sesuai dengan profil masing-masing

  • Usia tertanggung
  • Jenis pekerjaan tertanggung
  • Riwayat pekerjaan
  • Hobi tertanggung yang berisiko
  • Pendapatan atau gaji tertanggung

Klik di sini untuk mendapatkan perlindungan terbaik dengan premi termurah.

 

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan

Klaim asuransi kecelakaan diri umumnya terjadi pada saat yang tak terduga. Oleh sebab itu, ada baiknya kita sudah mencatat langkah-langkah klaim berikut.

  • Segera melaporkan kejadian klaim begitu terjadi kecelakaan. Semakin cepat semakin baik. Karena, masa kedaluwarsa klaim adalah 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.
  • Menulis surat kronologis kecelakaan selengkap-lengkapnya. Catat waktu dan lokasi kecelakaan dengan detail. Lampirkan foto bila ada.
  • Lengkapi berkas dokumen yang menjadi persyaratan klaim, seperti formulir klaim, identitas diri, dokumen polis, dan lain-lain.
  • Mengirimkan dokumen-dokumen tersebut ke penyedia asuransi, bisa melalui agen, datang langsung ke kantor cabang, atau mengirimkan lewat email.
  • Tim asuransi akan mengevaluasi klaim.
  • Apabila disetujui, uang pertanggungan akan dikirimkan ke rekening bank nasabah.

Beberapa dokumen berikut perlu dipersiapkan untuk mengajukan klaim asuransi kecelakaan:

  • Formulir pengajuan klaim
  • Surat kronologis kecelakaan
  • Polis asli dan salinannya
  • Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Jika tertanggung meninggal dunia:
  • Surat keterangan pemeriksaan jenazah atau Visum et Repertum
  • Salinan surat keterangan meninggal dunia dari lurah atau kepolisian.
  • Surat keterangan dari saksi.
  • Jika Tertanggung hilang
  • Surat keterangan tentang kecelakaan dan penghentian pencarian dari pihak yang berwenang.
  • Surat pernyataan dari ahli waris akan mengembalikan santunan apabila Tertanggung ditemukan kembali dalam keadaan hidup.
  • Jika tertanggung mengalami cacat tetap
  • Surat keterangan pemeriksaan dari dokter yang melakukan pengobatan atau perawatan (Visum)
  • Surat keterangan dari saksi.
  • Kuitansi asli dari rumah sakit, dokter, apotek, laboratorium, apabila tertanggung menjalani pengobatan atau perawatan. Bisa juga menggunakan fotokopi kuitansi dan dilegalisir.
  • Dokumen lain yang diminta oleh penyedia asuransi.
 

Tanya Jawab

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai asuransi kecelakaan diri, kerja, dan lalu lintas.

Asuransi kecelakaan adalah asuransi yang memberikan jaminan atau manfaat berupa santunan jika terjadi risiko kecelakaan baik itu kecelakaan kerja, kecelakaan pada saat perjalanan, kecelakaan pada saat berkendara, atau bahkan kecelakaan diri.

Penting atau tidaknya memiliki asuransi kecelakaan tergantung dari kondisi hidup masing-masing. Meskipun semua orang punya risiko kecelakaan, ada beberapa golongan yang paling rentan sehingga sangat membutuhkan asuransi kecelakaan, misalnya:

Memiliki profesi yang berbahaya

Orang yang memiliki pekerjaan berbahaya seperti pilot, supir, pelayar, peneliti, penegak hukum, dan lain-lain rawan mengalami kecelakaan dalam menjalani profesinya. Bayangkan apabila mereka adalah sumber penghasilan keluarganya. Jika hal buruk terjadi, tentu bakal berdampak kepada keuangan keluarga. Oleh sebab itu asuransi kecelakaan akan menggantikan uang tersebut.

Sering melakukan perjalanan dinas atau liburan 

Beberapa orang perlu atau senang melakukan perjalanan ke berbagai wilayah yang berbeda. Entah itu hobi atau tuntutan pekerjaan. Tingginya mobilitas bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kecelakaan. Misalnya, jika naik pesawat ada risiko terjatuh, atau risiko kerusuhan di negara tujuan perjalanan. Oleh sebab itu, asuransi kecelakaan bisa mengantisipasi kemungkinan tersebut, sehingga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kompenasasi jika terjadi hal yang tak diinginkan.

Memiliki hobi aktivitas fisik dan ekstrem

Ada juga orang yang rutin beraktivitas fisik, seperti mendaki gunung, bersepeda, berkuda, panjat tebing, dan kegiatan lainnya. Apabila ia adalah seorang tulang punggung keluarga, maka asuransi kecelakaan menjadi sangat penting. Pasalnya, jika ia mengalami kecelakaan, asuransi bisa menggantikan penghasilan keluarga yang hilang.

Kamu termasuk salah satu kriteria di atas? Lifepal akan membantumu untuk mengambil keputusan tepat terkait asuransi. Klik di sini untuk mendapatkan proteksi kecelakaan terbaik!

Asuransi kecelakaan kerja bermanfaat untuk mengantisipasi  risiko keuangan akibat kematian, cacat tetap, atau cedera dalam pekerjaan. Karena, produk ini memberikan pengganti penghasilan yang hilang.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menetapkan standar baku untuk polis asuransi kecelakaan diri, yaitu Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia (PSAKDI). Dilansir dari situs resmi AAUI, berikut risiko yang dijamin:

PSAKDI menjamin risiko kematian, cacat tetap, biaya perawatan dan pengobatan medis yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan. Kecelakaan yang dimaksud adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan; baik yang bersifat fisik maupun kimia.

Kondisi tersebut juga datangnya secara tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan, dari luar, terlihat, langsung terhadap tertanggung yang seketika itu mengakibatkan luka fisik yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh ilmu kedokteran. Hal ini termasuk:

  • Keracunan akibat terhirup gas atau uap beracun, kecuali Tertanggung dengan sengaja memakai obat-obat bius atau zat lain yang telah diketahui akibat-akibat buruknya termasuk juga pemakaian obat-obatan terlarang.
  • Terjangkit virus atau kuman penyakit sebagai akibat Tertanggung dengan tidak sengaja terjatuh ke dalam air atau suatu zat cair lainnya.
  • Mati lemas atau tenggelam.

PSAKDI juga menjamin risiko kematian, cacat tetap, dan biaya perawatan medis yang diakibatkan oleh: 

  • Masuknya virus atau kuman penyakit ke dalam luka yang diderita sebagai akibat dari suatu kecelakaan yang dijamin polis. 
  • Komplikasi atau bertambah parahnya penyakit yang disebabkan oleh suatu kecelakaan yang dijamin dalam polis selama dalam perawatan atau pengobatan yang dilakukan oleh dokter.

Untuk cakupan pertanggungan asuransi kecelakaan ini meliputi kecelakaan yang terjadi secara tiba-tiba dan mengakibatkan luka fisik. 

Kecelakaan tersebut bisa seperti kecelakaan kendaraan, kecelakaan kerja, keracunan akibat menghirup gas beracun, terjangkit virus akibat terjatuh ke dalam zat cair berbahaya, dan mati lemas ataupun tenggelam.

Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai faktor yang dapat memengaruhi besaran premi asuransi kecelakaan: 

Pekerjaan

Faktor utama yang menentukan besaran premi asuransi kecelakaan adalah jenis pekerjaan yang dilakukan. Jenis pekerjaan ini terbagi menjadi empat golongan. Untuk lebih jelasnya, mari simak informasinya berikut.

Golongan A (Risiko hampir nol): Orang yang bekerja di kantor/sering tinggal di kantor. Contoh: direktur, akuntan, sekretaris, karyawan administrasi, dsb.

Golongan B (Risiko kecil): Orang yang sering berpergian atau melakukan dinas di luar. Contoh: ibu rumah tangga, pimpinan proyek, manajer atau karyawan lapangan yang tidak terlibat langsung dalam pekerjaan, dsb.

Golongan C (Risiko sedang): Orang yang pekerjaannya membutuhkan alat-alat. Contoh: dokter gigi, ahli bedah, paramedis, sopir, mekanik, petugas laboratorium, manajer lapangan yang terlibat langsung proses pekerjaan, dsb.

Golongan D (Risiko tinggi): Orang yang melakukan pekerjaan berat dan berbahaya. Contoh: pekerja tambang, pekerja arus listrik tegangan tinggi, pekerja pada bangunan bertingkat tinggi, awak kapal, dsb.

Usia

Selain faktor pekerjaan, usia juga memengaruhi premi yang akan diberlakukan oleh perusahaan asuransi. Sebab, semakin tua usia peserta maka risiko penyakit akan lebih tinggi dan tingkat terjadinya kecelakaan pun akan lebih besar.

Riwayat penyakit

Calon peserta asuransi dengan riwayat penyakit tertentu biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau dikenakan pengecualian tertentu.

Secara besar ada tiga tipe utama yang dikecualikan oleh asuransi kecelakaan. Pertama kecelakaan akibat langsung seperti melakukan extreme sport, memakai zat yang diketahui berbahaya untuk tubuh, mengendarai transportasi udara tanpa memiliki izin resmi, dan semakin parahnya luka akibat kecelakaan karena mengidap penyakit gula, peredaran darah yang kurang baik, serta pembesaran pembuluh darah.

Kedua, pengecualian asuransi kecelakaan akibat kecelakaan yang terjadi karena tugas dinas kemiliteran, kerusuhan, pemogokan, perang, terorisme, dan kecelakaan akibat reaksi inti atom atau nuklir. Ketiga pengecualian atas pengobatan yang timbul akibat infeksi virus HIV dan AIDS.

Umumnya, polis asuransi kecelakaan menetapkan penggolongan kelas risiko untuk profesi-profesi tertentu. Berikut ini adalah contoh penggolongan kelas risiko dari Asuransi Kecelakaan Kumpulan Chubb.

Risiko Kelas 1 – Pekerjaan dengan risiko rendah, misalnya karyawan kantoran, sales, pengacara, manajer dan pegawai klerikal.

Risiko Kelas 2- Pekerjaan dengan tingkat risiko masih minimal, namun lebih tinggi dari  tingkat risiko Kelas 1. Beberapa risiko kelas ini melibatkan kerja manual yang sangat ringan (tidak termasuk penggunaan mesin). Contoh profesi dalam kelas ini adalah karyawan sales keliling, pelaku survei dan pegawai administrasi yang berkantor di lokasi proyek.

Risiko Kelas 3 – Pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi, misalnya pekerja industri yang sebagian besar merupakan pekerja terampil dan semi-terampil, serta diantaranya menggunakan mesin. Bahaya pekerjaan dalam kelompok ini menciptakan risiko yang lebih besar daripada Kelas 2, terlepas dari tindakan pencegahan kecelakaan di pabrik indusri dan tempat lainnya. Contohnya adalah petugas pompa bensin, petani yang bercocok tanam menggunakan mesin, tukang kayu (tidak termasuk mereka yang menggunakan mesin pengrajin kayu yang digerakkan dengan daya) dan supir taksi.

Danang memiliki asuransi kecelakaan diri. Selain itu, dia juga punya asuransi mobil dengan jenis asuransi komprehensif.

Pada suatu ketiga, sialnya ia mengalami kecelakaan. Danang mengalami patah kaki dan mobilnya juga penyok. Bagaimana asuransi menanggung kecelakaan itu?

Pada dasarnya, produk asuransi yang dapat menjamin risiko kecelakaan diri kita adalah asuransi kecelakaan diri. 

Asuransi kecelakaan diri menjamin tertanggung dari suatu kecelakaan (akibat dari luar) yang menimpa dirinya, misalnya selama satu tahun atau selama satu perjalanan.

Apabila Pak George telah memiliki produk asuransi kecelakaan diri, lalu mengalami kecelakaan yang melukai dirinya (patah kaki), maka biaya pengobatan atau perawatan di rumah sakit akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Namun, apabila Pak George meninggal atau mengalami cacat tetap karena kecelakaan tersebut, perusahaan asuransi dapat memberikan santunan kepada ahli waris, misalnya keluarga. Tentu saja, semua itu akan diatur berdasarkan kesepakatan antara perusahaan asuransi dan pemegang polis.

Risiko yang dijamin oleh produk asuransi kecelakaan diri pada umumnya meliputi:

  • Meninggal dunia.
  • Cacat tetap keseluruhan/sebagian.
  • Biaya pengobatan/perawatan dokter/rumah sakit.

Sementara itu, asuransi mobil yang ia miliki akan menanggung biaya perbaikan mobilnya yang penyok. Danang dapat mencairkan sejumlah uang pertanggungan yang sesuai dengan nilai mobilnya.

Metode penggantian asuransi kecelakaan dilakukan dengan memberikan santunan tunai kepada tertanggung atau ahli waris ketika terjadi risiko kematian atau cacat tetap akibat kecelakaan.

Namun jika kecelakaan mengakibatkan cedera dan membutuhkan perawatan medis, maka penggantian biaya dilakukan dengan sistem reimbursement berdasarkan kwitansi asli yang dikeluarkan oleh dokter yang melakukan perawatan.

Batas maksimal melakukan klaim asuransi adalah lima hari terhitung sejak terjadinya kecelakaan.

Pada umumnya perusahaan asuransi akan menyelesaikan pembayaran klaim dalam kurun waktu 30 hari sejak adanya kesepakatan tertulis antara tertanggung dan penanggung.

Tentu bisa, jika tertanggung tidak mengajukan klaim dalam waktu 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.

Tentu bisa. Apabila tertanggung telah menerima santunan cacat tetap, tapi akibat kecelakaan yang sama itu tertanggung meninggal dunia maka hak atas santunan kematian akan tetap diberikan. Namun jumlahnya akan dikurangi dari jumlah santunan cacat tetap yang telah dibayarkan. 

Namun, jika santunan cacat tetap yang telah dibayar lebih besar daripada santunan kematian, maka tertanggung tidak berhak atas santunan kematian.

Sampai saat ini ternyata masih banyak orang yang bingung atas perbedaan asuransi kecelakaan dan asuransi jiwa. Tak jarang kebingungan itu membuat kita dilema untuk memilih mana yang cocok. Supaya tidak bingung, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Asuransi Kecelakaan Asuransi Jiwa
Menjamin risiko kematian dan cacat tetap yang disebabkan oleh kecelakaan. Menjamin risiko kematian dan cacat tetap yang disebabkan oleh sebab alami, sakit, maupun kecelakaan.
Santunan cacat tetap sebagai manfaat dasar Santunan cacat tetap sebagai bentuk perluasan
Masa pertanggungan hanya berlaku bagi tertanggung yang telah berusia diatas 17 tahun sampai dengan usia 60 tahun. Masa pertanggungan seumur hidup. 

Ada asuransi kecelakaan yang menanggung kecelakaan pada motor kredit. Anda bisa melakukan klaim kepada pihak leasing jika motor dicuri atau kecelakaan. Namun, klaim tersebut baru bisa diterima apabila kerusakan pada motor sangat banyak, yaitu lebih dari 75 persen.

Apabila penumpang mengalami luka, maka akan mendapat Rp25 juta per orang dari asuransi kecelakaan. Apabila meninggal dunia atau cacat tetap, akan mendapat Rp50 juta per orang.

Asuransi kecelakaan tunggal tidak dapat santunan dari Jasa Raharja. Perusahaan tersebut hanya menanggung kecelakaan pada angkutan umum dan kecelakaan di luar kendaraan.

  • Masa tunggu adalah periode di mana tidak ada pembayaran premi karena alasan tertentu.
  • Pemegang polis adalah orang yang ditanggung oleh perusahaan asuransi karena terdaftar sebagai tertanggung yang membayar premi (kewajiban) sesuai dengan perjanjian dalam polis asuransi.
  • Polis adalah perjanjian yang dilakukan antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (perusahaan asuransi) .
  • Premi adalah biaya yang dibayarkan oleh tertanggung (nasabah) atau pemegang polis kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung. Premi dibayarkan sesuai dengan kontrak dalam polis asuransi.
  • Risiko adalah kemungkinan yang terjadi yang dapat menimpa seseorang atau tertanggung.
  • Uang pertanggungan adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika tertanggung mengajukan klaim saat mengalami risiko yang dijamin dalam polis asuransi.
  • Underwriter adalah seseorang yang memiliki kompetensi dalam menilai dan memperhitungkan risiko pemegang polis sehingga perusahaan asuransi dapat memutuskan untuk menerima atau menolak calon nasabah.
  • Klaim asuransi yaitu permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Ahli waris adalah orang yang ditunjuk dan tercantum dalam polis untuk menerima uang pertanggungan apabila terjadi kematian pada pemegang polis.
  • Cacat tetap adalah hilang atau tidak berfungsinya seluruh atau sebagian anggota tubuh.
Penulis Ruri Sari Mantan peracik tulisan di media sosial yang mencoba berbagi informasi seputar mengelola keuangan pribadi dan sharing trik-trik jitu yang bisa kita semua nikmati. Lihat profile penulis