Asuransi Kecelakaan Diri

Asuransi kecelakaan diri adalah asuransi memberikan uang pertanggungan kepada nasabah individu apabila mengalami kecelakaan. Asuransi ini akan menanggung risiko meninggal dunia, cacat tetap, dan cedera akibat kecelakaan.

Premi asuransi kecelakaan diri berkisar mulai dari Rp50 – Rp250 ribuan (hingga jutaan rupiah) per bulan. Dengan premi berhsabat tersebut, Anda sudah bisa mendapatkan UP hingga Rp200 juta! Yuk, bandingkan polisnya secara online!

Pilihan UP hingga Rp200 juta, premi Rp50 ribu/bulan
+62

Nah, jika berbicara soal manfaatnya, sebenarnya memiliki standar nasional, yaitu berdasarkan Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia (PSAKDI).

Namun, perlu dicatat bahwa ada beberapa pengecualian dalam pertanggungan asuransi kecelakaan ini. Beberapa hal yang tidak ditanggung asuransi di antaranya kecelakaan karena kesengajaan atau mengikuti hal-hal ekstrem yang tidak ditanggung dalam polis.

Jenis-jenis asuransi kecelakaan diri

  • Untuk individu: Jenis asuransi ini hanya akan menanggung satu individu atau satu orang tertanggung saja.
  • Untuk kelompok: Jenis asuransi ini ditujukan untuk grup atau sekelompok orang dengan maksimal peserta kurang lebih 25 orang atau tergantung kebijakan setiap perusahaan asuransi.
  • Untuk keluarga: Jenis asuransi ini ditujukan untuk menanggung seluruh anggota keluarga, mulai dari ayah, ibu, dan anak.

Klaim asuransi kecelakaan diri

Klaim asuransi kecelakaan diri perlu dilakukan dalam waktu beberapa hari dengan dokumen lengkap. Oleh sebab itu, ada baiknya kita sudah mencatat langkah-langkah klaim berikut.

  1. Segera melaporkan kejadian klaim begitu terjadi kecelakaan. Semakin cepat semakin baik. Karena, masa kadaluarsa klaim adalah 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan.
  2. Menulis surat kronologis kecelakaan selengkap-lengkapnya. Catat waktu dan lokasi kecelakaan dengan detail. Lampirkan foto bila ada.
  3. Lengkapi berkas dokumen yang menjadi persyaratan klaim, seperti formulir klaim, identitas diri, dokumen polis, dan lain-lain.
  4. Mengirimkan dokumen-dokumen tersebut ke penyedia asuransi, bisa melalui agen, datang langsung ke kantor cabang, atau mengirimkan lewat email.
  5. Tim asuransi akan mengevaluasi klaim.
  6. Apabila disetujui, uang pertanggungan akan dikirimkan ke rekening bank nasabah.

Dokumen Klaim yang Diperlukan:

  • Formulir pengajuan klaim
  • Surat kronologis kecelakaan
  • Polis asli dan salinannya
  • Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Jika tertanggung meninggal dunia:
  • Surat keterangan pemeriksaan jenazah atau Visum et Repertum
  • Salinan surat keterangan meninggal dunia dari lurah atau kepolisian.
  • Surat keterangan dari saksi.
  • Jika Tertanggung hilang
  • Surat keterangan tentang kecelakaan dan penghentian pencarian dari pihak yang berwenang.
  • Surat pernyataan dari ahli waris akan mengembalikan santunan apabila Tertanggung ditemukan kembali dalam keadaan hidup.
  • Jika tertanggung mengalami cacat tetap
  • Surat keterangan pemeriksaan dari dokter yang melakukan pengobatan atau perawatan (Visum)
  • Surat keterangan dari saksi.
  • Kuitansi asli dari rumah sakit, dokter, apotek, laboratorium, apabila tertanggung menjalani pengobatan atau perawatan. Bisa juga menggunakan fotokopi kuitansi dan dilegalisir.
  • Dokumen lain yang diminta oleh penyedia asuransi.

Pengecualian asuransi kecelakaan diri

Tidak semua penyebab kecelakaan dapat diklaim. Umumnya, perusahaan asuransi mengecualikan hal berikut:

  • Bunuh diri atau melukai diri sendiri. Kematian dan cedera akibat bunuh diri tidak akan ditanggung oleh asuransi. Karena, kondisi tersebut diinisiasi oleh tertanggung sendiri.
  • Kecelakaan yang disengaja. Jika kecelakaan terjadi akibat kecerobohan tertanggung atau disengaja, maka tidak bisa diklaim,
  • Tindakan kriminal. Kecelakaan yang terjadi sebagai konsekuensi dari tindakan kriminal yang disengaja tidak dapat diklaim ke perusahaan. Begitu pula dengan tindakan yang melanggar undang-undang.
  • Kecelakaan akibat perang. Berada di dalam situasi perang tentu meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh sebab itu, perusahaan asuransi tidak menanggung kerugian dalam perang tersebut.
  • Kecelakaan dalam kegiatan lintas udara. Kecelakaan yang diakibatkan oleh kegiatan lintas udara di luar penumpang sah sebuah maskapai penerbangan yang memiliki izin terbang.
  • Kecelakaan akibat profesi. Jika tertanggung terluka dalam menjalani profesi berisiko seperti petinju, pendaki gunung, dan pegulat, kemungkinan besar perusahaan memasukkannya ke dalam pengecualian.
  • Tertanggung anggota aktif angkatan bersenjata. Tidak bisa mengajukan klaim jika tertanggung menjalankan tugas dalam Dinas Kepolisian atau Kemiliteran, atau dinas lain yang berkaitan dengan itu. Kecuali, jika perusahaan asuransi sudah menyetujuinya.
  • Kehamilan dan perawatan yang terkait. Hal yang terkait dengan kehamilan, keguguran, melahirkan, pembedahan tidak menjadi tanggungan asuransi.
  • Bencana alam. Polis juga mengecualikan kasus bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan lain-lain.
  • Kondisi perang dan huru-hara. Termasuk di dalamnya perbuatan jahat, huru-hara, kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, pembangkitan rakyat, pengambilalihan kekuasaan, pemberontakan, revolusi, kekuatan militer, invasi, perang, perang saudara, makar, terorisme, atau sabotase. 
  • Tindakan kejahatan yang menyasar tertanggung atau orang lain. Termasuk tindakan kekerasan, pemerkosaan, pembunuhan, dan penculikan.
  • Radiasi nuklir. Radiasi nuklir dan kontaminasi radioaktif tidak bisa diklaim polis.
  • Kondisi penyakit tertentu. Beberapa kondisi berikut dikecualikan dalam pertanggungan, misalnya hernia, ayan, sengatan matahari, HIV/AIDS, bertambahnya penyakit akibat kecelakaan.
  • Olahraga tertentu. Kecelakaan akibat kegiatan olahraga di bawah ini termasuk ke dalam pengecualian polis, misalnya skateboard, hiking, parkour, bela diri, berburu, olahraga air, dan lain-lain.

Perlu dicatat, setiap polis memiliki ketentuan yang berbeda terkait dengan pengecualian pertanggungan. Oleh sebab itu, sebaiknya baca dokumen polis dengan teliti.

Kenali Juga Asuransi Kecelakaan Kerja

Demikian penjelasan tentang asuransi kecelakaan diri. Ketahui juga jenis asuransi kecelakaan lainnya seperti asuransi kecelakaan kerja.
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan