• 2021-09-10-15.47.32
FLASHSALE
Diskon 10%

Asuransi Kesehatan Syariah

  • Diskon Terbaik
  • 500+ Pilihan
  • Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.

Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik 2021

Asuransi kesehatan syariah adalah produk asuransi kesehatan yang dikelola sesuai syariat Islam. Untuk memenuhi kebutuhan proteksi keluarga sesuai prinsip syariat, Tim Lifepal telah membandingkan polis asuransi kesehatan dari berbedai brand. Berikut daftar Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik di Indonesia yang bisa dijadikan referensi.

  • Asuransi Kesehatan Takaful
  • Asuransi Kesehatan FWD
  • Asuransi Kesehatan JMA Syariah
  • Asuransi Kesehatan Prudential Syariah
  • Asuransi Kesehatan Sinar Mas MSGI Life
  • Asuransi Kesehatan Allianz Syariah
  • Asuransi Kesehatan AXA Mandiri Syariah
  • Asuransi Kesehatan Manulife Syariah
  • Asuransi Kesehatan BRI Life
  • Asuransi Kesehatan BNI Life Syariah

Apa Itu Asuransi Kesehatan Syariah?

Pengertian Asuransi Kesehatan Syariah adalah produk asuransi yang menjamin biaya pengobatan dan perawatan kesehatan ketika nasabah atau tertanggung sakit atau kecelakaan dengan prinsip syariat Islam dalam pengelolaan dananya.

Perbedaan Asuransi Kesehatan Syariah dan Konvensional

Faktanya, pengertian Asuransi Kesehatan Syariah dikelola mengikuti prinsip syariah atau syariat Islam, yaitu akad tolong menolong. Sedangkan, asuransi kesehatan konvensional terfokus pada akad jual beli. 

Lantas, apakah Asuransi Kesehatan Syariah di Indonesia termasuk riba? Menurut pandangan Islam, proteksi ini diperbolehkan asalkan dana yang terkumpul dikelola sesuai dengan syariat Islam. Syariat Islam yang dimaksud adalah mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No: 21/DSN-MUI/X/2001 terkait pedoman asuransi syariah. Berikut ini empat poin yang membedakan:

Asuransi Kesehatan Syariah Premi Murah

Premi Asuransi Kesehatan Syariah berkisar mulai dari Rp60 ribu per bulan. Namun, kembali lagi pada beberapa faktor yaitu kondisi kesehatan calon tertanggung, jumlah tertanggung, manfaat tambahan, serta profesi calon tertanggung.

Berikut ini contoh perhitungan premi Asuransi Kesehatan Syariah.

Cara Klaim Asuransi Kesehatan Syariah

Cara klaim Asuransi Kesehatan Syariah sebenarnya hampir sama dengan asuransi konvensional. Pada Asuransi Syariah, sejak akad (perjanjian awal asuransi) pemegang polis telah diberitahukan mengenai sumber dana klaim yaitu dana tabarru’ yang merupakan kumpulan kontribusi (premi) para peserta asuransi.

Klaim adalah hak semua peserta yang tertimpa musibah. Itu sebabnya, wajib bagi pengelola melakukan proses klaim secara cepat dan tepat. Hal ini dijelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 20/DSN-MUI/IX/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah terkait klaim adalah sebagai berikut:

  • Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian
  • Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan
  • Klaim atas akad tija’rah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya
  • Klaim atas akad tabarru’ merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad

Cara Agar Klaim Asuransi Kesehatan Syariah Tidak Ditolak

Agar klaim asuransi kesehatan syariah Anda tidak ditolak, perhatikan beberapa hal yang tercantum di dalam polis. Salah satunya tidak telat membayar premi karena jika Anda telat, maka polis lapse dan manfaat yang seharusnya Anda terima ketika mengalami sakit, jadi tidak bisa digunakan.

Selain itu, perhatikan informasi penting berikut agar Anda tidak mengalami penolakan klaim.

  1. Pre-existing condition yaitu semua penyakit sudah diderita oleh tertanggung (baik diketahui atau tidak diketahui oleh tertanggung) sebelum polis disetujui maka asuransi kesehatan tidak mengganti atas klaim penyakit tersebut.
  2. Asuransi memiliki periode eliminasi, yaitu klaim tidak akan dibayar jika menjalani rawat inap yang disebabkan penyakit dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal penerbitan polis atau perubahan polis (Addendum). Dalam hal ini, Anda tidak bisa klaim sebelum 30 hari dari polis aktif.
  3. Perusahaan asuransi menetapkan daftar sejumlah penyakit yang tidak bisa diklaim dalam waktu 12 bulan sejak polis diterbitkan. Jika tertanggung klaim salah satu penyakit yang dari daftar tersebut sebelum 12 bulan, maka klaim akan ditolak.
  4. Pengecualian untuk poin kedua dan ketiga tidak berlaku apabila tertanggung dan/atau tanggungan menjalani rawat inap akibat kecelakaan.

Cara Memilih Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik di Indonesia

Memilih Asuransi Kesehatan Syariah murah harus melalui banyak pertimbangan. Untuk itu berikut cara memilih Asuransi Kesehatan Syariah murah dan terbaik yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

1. Cari refensi dan tentukan produk yang ingin diambil

Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum membeli Asuransi Kesehatan Syariah adalah mencari referensi dan menentukan produk sesuai kebutuhan. Anda bisa mencari informasi seputar perusahaan asuransi terbaik ketika ingin membeli polis asuransi kesehatan.

Hal yang perlu menjadi perhatian Anda adalah bagaimana pelayanan perusahaan tersebut. Baik itu menangani klaim, informasi keuangan perusahaan, dan lain-lain.

2. Pilih asuransi kesehatan sesuai kebutuhan

Setelah mencari referensi perusahaan asuransi dan berbagai produk, selanjutnya pilih polis sesuai kebutuhan. Jadi Anda bisa memilih asuransi kesehatan dengan manfaat pertanggungan sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda masih ragu, bisa mengkonsultasikan dengan Tim Lifepal. Caranya cukup dengan mengisi formulir diatas, maka Tim Lifepal akan membantu Anda.

3. Bandingkan harga premi sebelum membelinya

Harga premi atau akad asuransi kesehatan setiap perusahaan berbeda. Itulah sebabnya Anda wajib membandingkan berbagai brand untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Pilihan harga premi termurah dan manfaat pertanggungan yang sesuai ketika ingin membeli asuransi kesehatan syariah. Anda juga bisa melakukan perbandingan polis lebih dari 50 perusahaan Asuransi Syariah di Indonesia dengan mengisi dibawah ini.

4. Pastikan perusahaan asuransi memiliki kredibelitas terpercaya

Perusahaan asuransi yang baik dan aman tentunya harus terdaftar di OJK. Selain itu, untuk asuransi syariah juga diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah) sebeb semua sistem pengelolaan harus berdasarkan syariat Islam dan bebas riba.

5. Cari tahu sistem pengelolaan dana asuransi syarih

Langkah selanjutnya yang juga harus Anda perhatikan adalah carilah informasi mengenai pengelolaan dana. Sebab biasanya prinsip asuransi syariah adalah tolong menolong dan bebas riba. Jadi, ketika informasi yang Anda dapatkan pengelolaan dana perusahaan tersebut sudah sesuai syariat Islam tentunya akan lebih tenang.

Pertanyaan Seputar Asuransi Kesehatan Syariah

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai Asuransi Kesehatan Syariah di Indonesia.

Chat Bantuan