Asuransi Mikro

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Pengertian Asuransi Mikro

Asuransi mikro adalah asuransi yang memberikan perlindungan untuk masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah dari berbagai risiko. Namun, cara kerja dan manfaat yang diberikan hampir sama dengan asuransi pada umumnya.

Orang yang masuk ke dalam kategori berpenghasilan menengah ke bawah adalah yang memiliki penghasilan di bawah Rp2,5 juta per bulan. Oleh sebab itu, harga premi yang dipatok oleh asuransi mikro sangat terjangkau, yaitu berkisar antara puluhan ribu rupiah saja.

Manfaat Asuransi Mikro

Asuransi mikro memberikan berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Santunan kematian untuk ahli waris (asuransi jiwa).
  • Santunan biaya pemakaman (asuransi jiwa).
  • Pelunasan sisa hutang kepada pemberi kredit (asuransi jiwa kredit).
  • Santunan pembangunan rumah yang mengalami kebakaran (asuransi rumah).
  • Pemberian ganti rugi terhadap gagal panen akibat bencana alam (asuransi petani).
  • Penggantian biaya rawat inap rumah sakit (asuransi kesehatan).
  • Santunan pengganti penghasilan (asuransi usaha).
  • Santunan cacat tetap total akibat kecelakaan (asuransi kecelakaan diri).
  • Penggantian biaya operasi (asuransi kesehatan).

Setiap manfaat tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah. Untuk memilihnya, pertimbangkan risiko apa yang paling mungkin terjadi terhadap keluarga kita agar bisa mendapatkan produk yang tepat.

 

Daftar Asuransi Mikro Terbaik di Indonesia

Ada banyak asuransi mikro yang ditawarkan di pasaran. Namun, tentunya sulit untuk mencari yang terbaik. Oleh sebab itu kami menulis review asuransi mikro dari berbagai brand asuransi.

Berikut ini adalah daftar asuransi penyedia asuransi mikro Indonesia terbaik pilihan Lifepal.

1. Lippo Jalan Prima

  • Usia masuk tertanggung: 0-60 tahun.
  • Usia pemegang polis: 17-60 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.
  • Premi mulai Rp50 ribu per bulan.

  • Pertanggungan rawat jalan mulai dari konsultasi dokter, obat yang diresepkan, dan biaya administrasi.
  • Klaim as charged dengan limit kunjungan 50 kali.

2. Adira Typhus Insurance

  • Usia masuk tertanggung: 0,5-65 tahun.
  • Usia pemegang polis: minimum 17 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.
  • Premi mulai Rp90 ribu per tahun

  • Santunan biaya perawatan medis akibat tipus sampai Rp5 juta.

3. Jagadiri Jaga Sehat Tropis

  • Usia masuk tertanggung: 6 bulan-64 tahun.
  • Usia pemegang polis: 21-64 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.
  • Premi mulai Rp92,5 ribu per tahun.

  • Santunan perawatan medis jika terkena risiko DBD, chikungunya, malaria, zika, campak, rubella, difteri, hepatitis A, demam tifoid, cacar air sampai Rp1 juta.

4. ACA RumahKu

  • Premi Rp30 ribu per tahun.
  • Pengembalian premi 20 persen.

  • Santunan jika terjadi kerugian pada aset rumah akibat kebakaran, ledakan, kejatuhan pesawat, dan asap sampai Rp10,5 juta.

5. Simasnet Asuransi Pet

  • Asuransi untuk hewan peliharaan.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Santunan meninggal dunia jika peliharaan mengalami kecelakaan
  • Hewan peliharaan dicuri.
  • Tanggung jawab hukum pihak ketiga..

6. Allianz Sekoci

  • Produk asuransi jiwa mikro yang bisa dibeli oleh anggota Koperasi Abdi Kerta Raharja berusia 17-60 tahun.
  • Ada tiga pilihan premi yang bisa kita dapatkan, yaitu Rp35 ribu, Rp55 ribu, dan Rp115 ribu.

  • Proteksi jiwa dengan UP Rp3 juta, Rp5 juta, atau Rp10 juta.

7. BRIngin Ajaib

  • BRI Life menawarkan produk asuransi jiwa mikro yang bisa menanggung usia 1 bulan sampai dengan 64 tahun dengan pembayaran premi sekaligus.
  • Tiga pilihan premi; Rp10 ribu, Rp25 ribu, dan Rp50 ribu.
  • Masa pertanggungan 3, 6, dan 12 bulan.

  • Santunan kematian.
  • Biaya perawatan medis di rumah sakit.

8. Simas Sehat Mikro

  • Premi Rp50 ribu per tahun.

  • Santunan harian rawat inap Rp50 ribu per hari dengan santunan pembedahan Rp500 ribu per tahun.

9. Astra Life Sinatra PerisaiKu

  • Premi Rp50 ribu per tahun.
  • Menjamin klaim diterima dan bisa menanggung usia 6 bulan sampai dengan 64 tahun.

  • Santunan kematian sampai Rp24 juta.
  • Santunan cacat tetap.

10. Asuransi Mikro Tri Pakarta

  • Tersedia dalam bentuk individu dan kelompok.
  • Premi Rp50 ribu per tahun.

  • Santunan duka Rp10 juta.
  • Biaya pemakaman Rp500 ribu.
 

Tanya Jawab

Asuransi mikro adalah produk asuransi untuk melindungi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Oleh sebab itu, premi yang ditawarkan asuransi mikro sangat terjangkau, yaitu berkisar di puluhan ribu rupiah.

Produk asuransi mikro terdiri dari asuransi jiwa, asuransi kerugian, dan asuransi kesehatan. Selain itu, terdapat juga asuransi mikro syariah. 

Produk asuransi mikro diciptakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan penghasilan rendah, yaitu di bawah Rp25 juta. Oleh sebab itu, premi yang dikenakan juga sangat terjangkau.

Berikut adalah ciri dan karakteristik dari asuransi mikro.

  • Sederhana: Persyaratan dan ketentuan asuransi mikro sederhana dan dapat dipahami oleh semua kalangan masyarakatt.
  • Mudah didapat: Asuransi mikro bisa dengan sangat mudah di dapat, misalnya melalui minimarket, kantor Pegadaian, kantor Pos, online, dan lain-lain.
  • Ekonomis: Harga premi asuransi mikro sangat terjangkau karena menyasar masyarakat dengan penghasilan rendah, namun manfaat yang diberikan tetaplah maksimal.
  • Segera: Proses pencairan klaim dalam asuransi mikro sangat cepat, bahkan lebih cepat dari klaim asuransi konvensional. 

Contoh asuransi mikro di antaranya adalah Warisanku, Rumahku, Stop Usaha Erupsi, Si Peci, Si Bijak, Asuransiku, dan Stop Usaha Gempa Bumi. Masing-masing produk tersebut menawarkan pertanggungan yang berbeda-beda.

Asuransi mikro memang menawarkan banyak manfaat untuk berbagai kebutuhan. Berikut adalah beberapa jenis asuransi mikro yang disusun oleh lembaga Otoritas Jasa Keuangan (Asuransi Mikro OJK) bersama lembaga asuransi lain.

Produk Standar Asuransi Mikro Kerugian (PSAMK)

Produk standar ini adalah hasil kerja sama OJK dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sebagai pedoman bagi perusahaan asuransi lain dalam menerbitkan polis. Produk dalam PSAMK di antaranya:

  • Asuransi Mikro – Warisanku. Asuransi yang memberikan santunan kematian sebesar Rp10 juta kepada ahli waris ditambah dengan biaya pemakaman Rp500 ribu jika tertanggung meninggal dunia karena sakit.
  • Asuransi Mikro – Rumahku. Produk yang memberikan ganti rugi jika rumah rusak karena kebakaran, ledakan petir, kejatuhan pesawat, asap, dan meninggal dunia. Umumnya, santunan yang diberikan jika terjadi kebakaran adalah Rp5 juta untuk pemilik bangunan, Rp500 ribu untuk penyewa bangunan, dan santunan kematian Rp5 juta untuk ahli waris.
  • Asuransi Mikro – Stop Usaha Erupsi. Produk ini bisa melindungi objek berikut: tempat usaha (seperti kios, warung, gerobak sepeda motor, dll.) dan modal usaha (isi dari tempat usaha dan perlengkapan produk) terhadap risiko kerugian akibat bencana erupsi.
  • Asuransi Mikro – Stop Usaha Gempa Bumi. Produk ini bisa melindungi objek berikut: tempat usaha (seperti kios, warung, gerobak sepeda motor, dll.) dan modal usaha (isi dari tempat usaha dan perlengkapan produk) terhadap risiko kerugian akibat bencana gempa bumi.
  • Asuransi Mikro – Asuransiku. Produk asuransi kecelakaan diri yang memberikan santunan kematian kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap total akibat kecelakaan.

Produk Standar Asuransi Mikro Jiwa (PSAMJ)

Produk standar ini adalah hasil kerja sama OJK dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebagai pedoman bagi perusahaan asuransi lain dalam menerbitkan polis. Produk dalam PSAMJ di antaranya:

  • Asuransi Mikro Penuh Cinta – Si Peci. Produk asuransi jiwa mikro yang memberikan santunan duka Rp25 juta jika tertanggung meninggal dunia akibat kecelakaan..

Produk Standar Asuransi Mikro Syariah (PSAMS)

Produk standar ini adalah hasil kerja sama OJK dengan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) sebagai pedoman bagi perusahaan asuransi lain dalam menerbitkan polis. Produk dalam PSAMS di antaranya:

  • Asuransi Mikro Syariah – Si Bijak. Asuransi mikro syariah dengan jaminan pertanggungan risiko meninggal dunia karena sakit. Selain itu, ahli waris mendapatkan biaya santunan pemakaman jika tertanggung meninggal karena kecelakaan. Penggantian juga diberikan jika terjadi hilangnya penghasilan karena bencana alam, kebakaran, pencurian, perampokan terhadap rumah tempat tinggal, atau kendaraan, atau kios atau gerobak usaha yang diasuransikan dalam masa kepesertaan asuransi syariah.

Besaran premi asuransi mikro sangat terjangkau, yaitu umumnya di bawah Rp50 ribu per tahun. Sehingga, siapa saja dapat membelinya.

Dengan banyaknya produk asuransi yang ada di pasaran, terkadang kita bingung bagaimana cara memilih yang terbaik? Oleh sebab itu, Lifepal menyusun tips memilih asuransi mikro terbaik yang bisa dipertimbangkan.

Kemudahan akses

Umumnya asuransi mikro sangat mudah dijangkau. Ada yang dijual melalui minimarket, melalui koperasi, bahkan melalui RT. Namun, saat ini ada banyak asuransi mikro yang bisa dibeli secara online sehingga sangat memudahkan kita. 

Uang santunan

Tentu kita ingin mendapatkan perlindungan terbaik dari sebuah produk asuransi. Oleh karena itu, pilih asuransi mikro dengan uang pertanggungan tertinggi. Sehingga apabila terjadi risiko, kita bisa mendapatkan kompensasi yang memadai.

Manfaat double claim

Maksud dari double claim adalah kita bisa tetap mencairkan asuransi mikro meskipun sudah memiliki asuransi lainnya seperti BPJS Kesehatan. Sehingga, manfaat yang kita dapatkan juga jadi lebih maksimal. Asuransi mikro yang menawarkan manfaat ini salah satunya adalah BRI Life.

Asuransi mikro memberikan kesempatan bagi siapapun untuk mendapatkan perlindungan finansial yang sederhana dan tidak terlalu kompleks. Oleh sebab itu, syarat dan dokumen pendaftaran asuransi mikro juga sangat mudah. 

Jika ingin mendapatkan asuransi mikro, kita tinggal mendatangi tempat distribusinya (kios, minimarket, online, dll.) dan kita tinggal membeli asuransi dalam bentuk voucher. Proses pendaftaran dan pengajuan klaim asuransi mikro biasanya bisa dilakukan lewat SMS atau secara online. Mudah sekali bukan?

Ada beberapa prosedur klaim asuransi mikro:

  • Segera melapor kepada perusahaan asuransi begitu terjadi kejadian klaim.
  • Perusahaan asuransi akan meminta dokumen berupa data diri (KTP peserta dan ahli waris), bukti terjadinya kejadian klaim (misalnya surat kematian), dan dokumen polis.
  • Perusahaan asuransi akan memverifikasi data tersebut.
  • Jika klaim memenuhi syarat, maka uang santunan akan dikirimkan ke rekening peserta.

Asuransi Mikro Kecelakaan Kesehatan dan Meninggal Dunia (KKM) adalah salah satu produk asuransi mikro yang diterbitkan oleh BRI Life. Hanya dengan premi Rp50 ribu per orang atau Rp90 ribu untuk pasangan suami istri, asuransi mikro KKM BRI memberikan manfaat berikut selama satu tahun:

  • Penggantian biaya operasi maksimal Rp2,5 juta.
  • Santunan cacat tetap total atau sebagian akibat kecelakaan maksimal Rp5 juta.
  • Rawat inap di rumah sakit akibat kecelakaan atau sakit maksimal Rp1 juta per hari (maksimal 90 hari).
  • Santunan meninggal dunia karena sakit Rp2,5 juta. 
  • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan maksimal Rp19,5 juta.

Salah satu syarat untuk mendapatkan produk ini adalah usia tertanggung mulai dari 18 tahun hingga 60 tahun. Produk ini menawarkan manfaat double klaim, sehingga peserta asuransi bisa mengajukan klaim bersamaan dengan BPJS Kesehatan.

Pada awal 2019 lalu, asuransi Jiwasraya baru saja meluncurkan dua produk asuransi mikro baru. Dilansir dari Kompas, kedua produk tersebut adalah JS Asuransi Mikro Sahabat dan JS Asuransi Mikro Demam Berdarah.

Untuk premi JS Asuransi Mikro Sahabat dikenakan Rp50 ribu dengan uang pertanggungan Rp30 juta. Sementara itu JS Asuransi Mikro Demam Berdarah mematok harga Rp17.500 untuk pertanggungan biaya rumah sakit Rp500 ribu per hari.

Pada awal diluncurkan, asuransi mikro sempat kurang populer di Indonesia. Namun, belakangan ini tingkat penjualan asuransi mikro di Indonesia meningkat pesat. 

Berdasarkan laporan Kompas tahun 2019, per Juni 2019 peserta asuransi mikro mencapai 22 juta, meningkat pesat dari tahun 2014 yang hanya 10 juta peserta. Total klaim yang diterima oleh industri adalah sebesar Rp520,41 miliar dari total 94.100 klaim. 

Adapun komposisi asuransi yang terjual adalah 70 persen asuransi jiwa dan 30 persen asuransi umum. Penggunaan asuransi mikro syariah masih relatif kecil kalau dibandungkan dengan asuransi mikro konvensional. Pasalnya, produk tersebut hanya menyumbang 24 persen dengan premi 14 persen. Sementara itu asuransi konvensional menyumbang 76 persen dengan premi 86 persen.

Produk asuransi mikro paling lagu dipasarkan lewat bank, yaitu 56 persen. Ada 53 peruashaan yang mendapat 15 juta peserta per Juni 2019. Sementara itu pemasaran asuransi mikro melalui agen Laku Pandai (Bank BNI dan Bank BRI) juga meningkat. BRI Life dan agen BRI Link sudah menggaet 681.143 peserta, dan BNI Life lewat agen 46 mendapat 489 peserta. Nasabah BRI Life menyumbang 2,5 persen dari total 22 juta peserta secara total.

Tantangan utama bagi industri asuransi mikro di Indonesia adalah tingginya biaya pengelolaan asuransi mikro, sementara pemasukannya sendiri sedikit. Sehingga, perusahaan kesulitan mendapatkan keuntungan dari lini produk ini.

Kedua, kurangnya pemahaman pasar terhadap pentingnya produk asuransi. Pasalnya, segmen utama asuransi mikro adalah masyarakat dengan penghasilan rendah yang belum terpikir mengenai pentingnya unsur proteksi dalam mengelola keuangan.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, sudah banyak perusahaan asuransi yang memasarkan produk lewat jalur distribusi yang efektif, seperti kelompok tani, koperasi, sampai dengan RT setempat. Kerja sama dengan organisasi lokal juga bisa meningkatkan awareness sekaligus penjualan asuransi mikro. 

  • Ahli waris: Nama orang yang tercantum dalam polis untuk menerima santunan apabila terjadi kematian pada Tertanggung.
  • Asuransi jiwa: Produk yang memberikan uang santunan kepada ahli waris apabila peserta asuransi meninggal dunia. Biasanya, produk ini bermanfaat untuk mengganti penghasilan tulang punggung keluarga yang hilang. 
  • Asuransi kerugian: Produk asuransi yang memberikan ganti rugi apabila peserta asuransi mengalami kerugian finansial, misalnya kebakaran rumah atau kerusakan rumah akibat gempa bumi.
  • Asuransi kesehatan: Produk asuransi yang memberikan penggantian biaya perawatan di fasilitas kesehatan apabila peserta asuransi memerlukan perawatan medis.
  • Asuransi mikro: Produk asuransi yang dikemas secara mudah dan sederhana dengan premi ekonomis untuk menyasar segmen berpenghasilan rendah.
  • Grace period: Masa tenggang dalam pembayaran premi asuransi, yaitu 30 hari sejak tanggal jatuh tempo.
  • Jaminan perlindungan: Jaminan yang diberikan perusahaan asuransi kepada pemegang polis agar ia bisa membeli asuransi tambahan tanpa melalui proses seleksi lagi.
  • Kedaluwarsa (lapse): Hilangnya manfaat/jaminan perlindungan polis yang disebabkan karena pembayaran premi terhenti. 
  • Klaim: Klaim asuransi adalah pengajuan resmi kepada perusahaan asuransi untuk meminta pembayaran. Selanjutnya perusahaan harus membayarkan nilainya kepada pihak tertanggung. 
  • Klaim tertunda: Klaim yang telah diajukan namun belum dapat dipenuhi atau dibayar oleh perusahaan asuransi.
  • Klausul: Pasal dalam dokumen polis yang harus dipatuhi oleh nasabah maupun perusahaan asuransi.
  • Masa tenggang: Batas akhir pembayaran premi yang harus dilakukan nasabah asuransi. 
  • Masa tunggu: Masa tidak adanya pembayaran premi karena suatu sebab.
  • Maturity date (tanggal jatuh tempo): Tanggal yang telah disetujui pada saat suatu perusahaan asuransi membayarkan sejumlah tunai uang.
  • Objek asuransi: Objek asuransi adalah jiwa dan raga, kesehatan manusia, tanggung jawab hukum, benda dan jasa, serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang, rusak, rugi, dan/atau berkurang nilainya.
  • Pemegang polis: Pemegang polis adalah pihak yang mengikatkan diri berdasarkan perjanjian dengan perusahaan asuransi, untuk mendapatkan perlindungan atau pengelolaan atas risiko bagi dirinya, tertanggung, atau peserta lain.
  • Penanggung (perusahaan asuransi): pihak yang memberikan jaminan terhadap objek yang diasuransikan, atau perusahaan asuransi.
  • Periode asuransi: Jangka waktu tertentu di mana peserta asuransi dijamin oleh ketentuan dalam polis. Selama periode ini, peserta berhak mengajukan klaim asuransi.
  • Peserta asuransi: Orang yang membeli produk asuransi mikro.
  • Polis asuransi: Dokumen yang berisikan tentang segala bentuk syarat dan ketentuan dalam perjanjian asuransi. Dokumen ini bisa menjadi referensi dalam mengetahui hak dan kewajiban kita sebagai nasabah.
  • Premi atau kontribusi: Sejumlah uang yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi dan disetujui oleh pemegang polis. Uang untuk dibayarkan berdasarkan perjanjian asuransi atau perjanjian reasuransi. Atau sejumlah uang yang ditetapkan, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mendasari program asuransi wajib untuk mendapatkan manfaat. 
  • Tertanggung: Objek yang diasuransikan dalam asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.
  • Uang pertanggungan (face amount): Uang pertanggungan yang tercantum pada halaman polis yang akan dibayar apabila terjadi kematian atau penyebab klaim lainnya. Dibayarkan pada saat masa pertanggungan berakhir sesuai dengan jenis asuransi yang diambil. Tidak termasuk jumlah tambahan yang akan dibayarkan untuk ketentuan khusus lainnya.
Penulis Nisrina Salma Alifah Jurnalis bisnis yang sedang bergelut di dunia asuransi. Hidup untuk belajar dan berbahasa. Lihat profile penulis