Asuransi Pendidikan

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Daftar Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia

Asuransi pendidikan adalah produk yang membantu kita untuk mempersiapkan masa depan buah hati. Selain memberikan manfaat asuransi jiwa, produk ini juga membantu kita dalam mengumpulkan dana pendidikan anak.

Pastinya ada satu tujuan dari produk asuransi pendidikan: memastikan anak kita bisa sekolah terlepas dari risiko apapun. Jadi, baik orangtua meninggal ataupun masih hidup sampai masa asuransi habis, dana pendidikan anak tetap aman.

Banyak orang mengatakan bahwa asuransi pendidikan memiliki risiko tinggi. Padahal, tidak semua jenis asuransi pendidikan seperti itu. Produk asuransi pendidikan jenis unit link lah yang mengandung risiko karena berbalut investasi. Sementara itu, jenis asuransi pendidikan dwiguna malah sangat aman karena hanya bertujuan untuk mengakumulasi dana.

Namun, kenyataannya asuransi pendidikan dwiguna relatif jarang tersedia di pasaran. Makanya memilih asuransi pendidikan anak terbaik terbilang susah-susah gampang. Mungkin Anda saat ini bertanya-tanya, asuransi pendidikan yang bagus untuk anak apa ya?

Supaya tidak bingung, simak review asuransi pendidikan terbaik pilihan Lifepal berikut.

Asuransi pendidikan Prudential

Keunggulan dari asuransi jiwa Prudential adalah varian produknya yang sangat luas. Perusahaan asuransi ini menyediakan beragam produk untuk anak; mulai dari asuransi pendidikan hingga asuransi melahirkan yang dikombinasikan dengan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa untuk anak. Sehingga, Prudential adalah pilihan yang tepat jika kita sedang merencanakan keuangan untuk anak.

Asuransi pendidikan BNI Life

BNI Life adalah perusahaan dengan konsep one-stop financial services, sehingga nasabah bisa dengan mudah mendapatkan beragam produk keuangan sesuai kebutuhan. Selain itu, perusahaan ini juga menawarkan klaim cepat, yaitu kurang dari satu jam saja!

Asuransi pendidikan anak BNI menawarkan polis Solusi Pintar yang menjamin semua jenjang pendidikan; mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Anda akan mendapatkan manfaat 100 persen uang pertanggungan jika meninggal dunia dan pencairan dana pendidikan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan.

Asuransi pendidikan BRI

BRI Life memiliki layanan nasabah yang sangat menarik, yaitu 50 kantor cabang di seluruh Indonesia dan aplikasi BRI Life My Medical untuk memudahkan nasabah dalam mengelola polisnya.

BRINGIN Danasiswa Syariah adalah asuransi pendidikan anak BRI dengan prinsip syariah yang menawarkan masa pertanggungan 5-20 tahun. Apabila nasabah meninggal dunia dalam masa asuransi, anak akan mendapatkan santunan tunai sebesar Rp15 juta ditambah dengan nilai tunai. Syarat untuk mendaftar adalah usia Anda saat ini ditambah dengan masa pertanggungan tidak melebihi 65 tahun.

Asuransi pendidikan Allianz

Allianz adalah salah satu perusahaan asuransi jiwa dengan kesehatan keuangan terbaik, yaitu dengan rasio solvabilitas 455 persen, jauh di atas dari ketentuan pemerintah (120 persen). Artinya, perusahaan mampu membayar utangnya sebanyak empat kali lipat.

Asuransi pendidikan AXA Mandiri

AXA Mandiri memiliki varian asuransi pendidikan yang cukup luas sehingga nasabah bisa memilih produk murni, syariah, atau unit link dalam mengelola dana pendidikan anak.

Mandiri Sejahtera Cerdas adalah polis asuransi pendidikan unit link yang memiliki masa pertanggungan 25 tahun dikurangi usia anak. Maksudnya, apabila saat ini anak Anda berusia 3 tahun, maka masa pertanggungannya menjadi 22 tahun. Premi yang ditawarkan cukup terjangkau, yaitu Rp2,5 juta per tahun atau sekitar Rp200 ribuan per bulan.

Asuransi pendidikan Manulife

Manulife adalah salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia. Fitur menarik dari Manulife adalah aplikasi MiAccount yang memungkinkan nasabah mengelola polis (perubahan data, klaim, informasi rumah sakit rekanan, dll.) secara online. Berikut dua polis unggulan Manulife.

Jika lebih tertarik membeli asuransi pendidikan unit link whole life, Manulife mempunyai polis Manulife Education Protector. Bagi Anda yang berusia 18-50 tahun, bisa memilih asuransi pendidikan whole life hingga 70 tahun. Anda perlu mempersiapkan premi minimal Rp5 juta per tahun dengan dua pilihan masa pembayaran, yaitu 5 dan 10 tahun.

 

Tips Memilih Asuransi Pendidikan Yang Bagus dan Murah

Setelah mengetahui produk asuransi apa saja yang ada di pasaran, penting untuk memahami cara memilih asuransi pendidikan yang bagus. Berikut penjelasannya.

1. Sesuaikan dengan target dana pendidikan

Tujuan produk ini tentu untuk mempersiapkan buah hati hingga ke jenjang perguruan tinggi. Oleh karena itu, orang tua perlu mulai menghitung total dana yang dibutuhkan pada saat ia memasuki usia sekolah dari tingkat paling rendah hingga paling tinggi.

Perlu dicatat, asuransi pendidikan yang bagus harus memiliki uang pertanggungan yang cukup untuk digunakan untuk membayar biaya sekolah pada saat dibutuhkan. 

2. Jangan langsung tergiur manfaat investasi

Agen asuransi umumnya selalu mengarahkan calon nasabah membeli produk dengan manfaat investasi. Di sinilah peran nasabah dalam menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan. 

Jika memang jumlah tabungan dalam polis tidak akan mencukupi dana pendidikan di masa depan, unit link bisa jadi opsi, hanya saja nasabah juga harus memahami risikonya. Sehingga pada akhirnya tidak merasa ditipu oleh perusahaan dengan risiko-risiko yang ada.

3. Uang pertanggungan dan premi seimbang

Asuransi pendidikan yang baik tidak hanya memberikan tabungan dana untuk sekolah anak, tapi juga besaran santunan kematian yang cukup. Cocokkan nominal kebutuhan dana sekolah Anda yang sudah disesuaikan dengan inflasi dengan uang pertanggungan.

Selain itu, pastikan polis yang Anda pilih juga memberikan pembebasan premi jika tertanggung meninggal dunia saat masa asuransinya belum berakhir.

4. Perhatikan periode asuransi

Asuransi pendidikan biasanya memberikan periode asuransi tertentu. Anda perlu menghitung usia anak saat ini sampai ia masuk perguruan tinggi. Misalnya saat ini ia berusia 9 tahun, dan akan masuk perguruan tinggi di usia 19 tahun. Maka, Anda dapat memilih masa asuransi 10 tahun. 

5. Yakin butuh asuransi tambahan (rider)?

Biasanya agen asuransi akan menawarkan rider untuk memperluas pertanggungan Anda, misalnya yang memberikan manfaat santunan cacat tetap total. Sebelum memutuskan untuk membeli produk tambahan, pastikan Anda benar-benar membutuhkannya. Pasalnya, rider memang akan menambah biaya premi yang harus Anda bayarkan, sehingga tentunya sayang jika Anda membeli yang tidak dibutuhkan.

6. Beli asuransi jiwa murni sebagai opsi

Sebagai alternatif dari asuransi pendidikan, sebenarnya asuransi jiwa murni jauh lebih murah ketimbang asuransi yang memiliki nilai investasi. Karena, biaya yang perlu Anda keluarkan hanya untuk membayar perlindungan saja tanpa investasi.

7. Beli asuransi pendidikan berjangka

Beli asuransi berjangka akan lebih murah, fleksibel, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. 

8. Riset rekam jejak perusahaan

Untuk memastikan bahwa kita mempercayakan uang pada institusi yang legal, pastikan perusahaan yang Anda pilih telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, cek juga berita terkait dengan perusahaan, pastikan reputasinya baik. Anda juga bisa memastikan kesehatan keuangan perusahaan dengan mengecek laporan keuangan tahunannya.

9. Bandingkan!

Agar mendapatkan produk termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan berkonsultasi gratis dengan Lifepal, yang bisa Anda dapatkan dengan mengisi formulir di bagian atas halaman ini.

 

Apa yang Dimaksud dengan Asuransi Pendidikan?

Pengertian asuransi pendidikan adalah produk yang akan memberikan perlindungan jiwa sekaligus tabungan dan investasi untuk sekolah anak. Jadi, jika tertanggung (orang tua) meninggal dunia, asuransi akan memberikan uang pendidikan untuk anak yang ditinggalkan.

Asuransi pendidikan anak pada dasarnya merupakan salah satu bentuk asuransi jiwa yang dapat berupa asuransi jiwa dwiguna (endowment) atau asuransi jiwa berbalut proteksi (unit link).

Asuransi pendidikan unit link berarti sebagian premi bakal diinvestasikan dan hasilnya (nilai tunai) akan digunakan untuk uang sekolah anak. Karena diinvestasikan, nominal pengembaliannya tidak pasti. Sementara itu, pada produk endowment, terdapat manfaat dijamin dengan nominal pasti sejak awal.

Manfaat Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan memang bermanfaat untuk membantu orangtua menyiapkan dana pendidikan anak. Namun, ada manfaat lain dari produk ini, yaitu:

1. Menjamin biaya pendidikan anak

Seperti namanya, tujuan produk ini adalah agar biaya pendidikan anak terjamin di masa depan. Asuransi pendidikan cocok bagi orangtua yang kesulitan menyisihkan sebagian uang untuk dana tersebut. 

2. Menjaga masa depan anak dari risiko kematian orangtua

Risiko kematian bisa datang kapan saja, tanpa terprediksi. Oleh sebab itu, asuransi pendidikan akan berperan sebagai asuransi jiwa yang menyelamatkan anak dari kepergian orangtuanya dan bisa melanjutkan pendidikan dengan layak.

3. Investasi masa depan

Dalam asuransi pendidikan unit link, sebagian dana premi yang Anda setor akan mulai diinvestasikan pada tahun ke-5. Namun, memang nominalnya tidak bisa Anda prediksi karena adanya berbagai risiko.

4. Mengejar laju inflasi

Seperti yang kita tahu, nilai uang dari tahun ke tahun semakin berkurang. Karena inflasi, kita harus mempersiapkan dana yang lebih besar lagi untuk melunasi biaya pendidikan anak di masa depan. Oleh sebab itu, fitur investasi dalam asuransi pendidikan yang menawarkan return belasan persen diharapkan dapat mengejar laju inflasi tersebut.

Pentingnya Asuransi Pendidikan

Berdasarkan laporan Kompas, rata-rata kenaikan inflasi biaya pendidikan di Indonesia setiap tahunnya mencapai 15 persen. Melalui perhitungan tersebut, diperkirakan biaya pendidikan kuliah di perguruan tinggi pada tahun 2028 bisa mencapai Rp30-120 juta! Padahal, rata-rata kenaikan gaji per tahun hanya 7 persen saja.

Mari pikirkan bersama, apakah tabungan kita akan cukup untuk mencapai angka tersebut? Angka tadi baru untuk perguruan tinggi, belum lagi biaya sekolah.

Sebenarnya, masalah keuangan ini bisa kita akali dengan membeli asuransi dwiguna. Karena selain menjamin buah hati kita menamatkan pendidikannya, juga memberikan fasilitas tabungan pendidikan tadi. 

Selain itu, ada beberapa manfaat lain memiliki asuransi pendidikan anak, yaitu:

  • Tabungan tidak cukup untuk menjamin pendidikan. Alasan ini sangat masuk akal karena nilai tabungan akan tergerus dengan inflasi tahunan sehingga ada kemungkinan uang tabungan yang disiapkan pun tidak akan cukup untuk memenuhi biaya pendidikan dari jenjang paling rendah hingga objek tertanggung lulus kuliah.
  • Preminya sebenarnya cukup terjangkau. Bahkan, tidak sebanding dengan jumlah yang harus dikeluarkan apabila menggunakan tabungan sebagai pengganti biaya sekolah anak di masa depan. 
  • Tidak merepotkan orang lain, baik keluarga maupun orang lain jika terjadi risiko yang tidak diharapkan. Sebab, kita telah memiliki jaminan dari perusahaan asuransi apabila secara tiba-tiba orang tua meninggal dunia sementara pendidikan anak tidak boleh berhenti dan harus tetap dilanjutkan hingga jenjang bangku kuliah atau perguruan tinggi.
  • Membantu menyiapkan masa depan pendidikan anak. Produk ini punya perluasan jaminan mulai dari kecelakaan bagi orang tua maupun bagi si buah hati. Selain itu juga terdapat jaminan pembebasan premi jika tertanggung meninggal dunia namun si anak tetap mendapatkan biaya sekolah sesuai dengan uang pertanggungan yang dijanjikan melalui polis asuransi yang disepakati di awal. 

Kita bisa mendapatkan asuransi pendidikan anak secara online, yaitu melalui marketplace asuransi Lifepal. Apabila masih bingung menentukan mana yang murah dan bagus, tim Lifepal menawarkan konsultasi gratis. Untuk mendapatkannya, silakan mengisi formulir di bagian atas halaman ini.

 

Jenis Asuransi Pendidikan

Seiring dengan tingginya peminat asuransi pendidikan, ada beragam variasi produk yang bisa kita pertimbangkan. Terdapat tiga jenis asuransi pendidikan yang ada di Indonesia, yaitu dwiguna, unit link, dan syariah.

1. Asuransi pendidikan dwiguna (endowment)

Asuransi pendidikan endowment adalah jenis asuransi pendidikan yang memberikan dua manfaat, yaitu perlindungan jiwa dan pengembalian uang pasti. Jika tertanggung (orang tua) meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total pada masa pertanggungan, asuransi akan memberikan UP untuk menunjang biaya sekolah. Kalau tidak ada klaim yang diajukan selama masa pertanggungan, tertanggung berhak mendapatkan uang premi yang sudah dikumpulkan.

Berikut adalah contoh polis asuransi pendidikan dwiguna.

BCA bekerja sama dengan AIA menawarkan produk Proteksi Edu Maksima (EduPlan) untuk para nasabahnya. Ketika anak berusia 18-21 tahun, nasabah akan mendapatkan 200 persen uang pertanggungan dan asuransi akan membebaskan premi jika pemegang polis meninggal dunia.
 

AXA menawarkan produk asuransi pendidikan anak terbaik Smart Kidz dengan 100 persen uang pertanggungan jika nasabah meninggal atau mengalami cacat tetap total selama 25 tahun hanya dengan premi mulai Rp300 ribu per bulan. Asuransi ini berlaku sampai Anda berusia 70 tahun atau anak 25 tahun. Untuk mendaftar, pemegang polis harus berusia antara 17-59 tahun.
 

2. Asuransi pendidikan unit link

Asuransi pendidikan unit link memberikan dua manfaat, yaitu perlindungan jiwa dan investasi untuk pendidikan. Sebagian premi yang kita bayarkan akan diinvestasikan. Nah, jika ternyata sampai masa pertanggungan habis, kita tetap bisa mendapatkan pengembalian premi berupa nilai tunai (hasil investasi). Nilai tunai tersebut bisa digunakan untuk pendidikan anak. 

Jika tertanggung meninggal dunia pada masa pertanggungan, anak akan mendapatkan UP yang juga bisa dipakai sebagai uang sekolah.

Perlu diingat, investasi pasti memiliki risiko. Risiko membeli unit link adalah kerugian pada portofolio Anda. Kalau dana tunai kita habis, harus melakukan pengisian uang supaya polis asuransi tetap aktif. 

Berikut ini daftar asuransi pendidikan unit link terbaik yang bisa Anda pertimbangkan.

Mandiri Sejahtera Cerdas adalah polis asuransi pendidikan unit link yang memiliki masa pertanggungan 25 tahun dikurangi usia anak. Maksudnya, apabila saat ini anak Anda berusia 3 tahun, maka masa pertanggungannya menjadi 22 tahun. Premi yang ditawarkan cukup terjangkau, yaitu Rp2,5 juta per tahun atau sekitar Rp200 ribuan per bulan.

Takaful Keluarga menawarkan produk asuransi jiwa dwiguna syariah Takaful Dana Pendidikan dengan manfaat uang pertanggungan (UP) 100 persen untuk meninggal dunia dan 50 persen untuk cacat tetap total. UP juga bisa dicairkan 10 persen jika anak meninggal dunia.

Mitra Cerdas dari Bumiputera menawarkan perlindungan jiwa selama 3-17 tahun dengan minimal usia masuk orangtua 21 tahun. Perlu dicatat bahwa usia Anda saat ini ditambah dengan masa perlindungan maksimal 65 tahun. Uang pertanggungan yang dapat Anda ambil berada di antara Rp100-200 juta. Sebagai tambahan informasi, produk ini menjanjikan Dana Kelangsungan Belajar (DKB) cair secara bertahap, baik jika orangtua meninggal atau tidak.

Asuransi Tambahan (Rider) dalam Asuransi Pendidikan

Jika membeli asuransi pendidikan, Anda akan ditawari rider oleh agen untuk memperluas pertanggungan Anda. Umumnya, berikut daftar asuransi tambahan yang disediakan.

  • Critical Illness Rider Benefit atau penyakit kritis: mencakup serangan jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, cacat, dan lain-lain. Untuk menyembuhkan penyakit tersebut, tentu kita akan membutuhkan banyak dana. Jika tertanggung mengalami penyakit kritis yang ditanggung, dapat mengajukan klaim pengobatan.
  • Waiver of Premium atau pembebasan premi: Jika tiba-tiba kita tidak lagi bisa membayar premi karena suatu hal, tentu polis akan hangus. Padahal, keluarga tetap butuh perlindungan finansial. Rider Waiver of Premium menjanjikan pembebasan premi dalam kondisi tersebut. Polis tetap akan berjalan meskipun kita berhenti membayar premi akibat sebab tertentu (yang dijamin polis).
  • Accidental Death Benefit Rider (ADBR) atau kematian akibat kecelakaan: Kalau kita membeli ADBR, asuransi bakal memberikan UP, ditambah dengan uang tambahan apabila meninggal karena kecelakaan.
  • Accidental Total Permanent Disability (ATPDR) atau cacat tetap total akibat kecelakaan : Jika tulang punggung keluarga yang diasuransikan mengalami cacat tetap total dan tidak lagi dapat mendapatkan penghasilan, maka keluarga tidak memiliki pemasukan. ATDPR akan secara rutin memberikan uang untuk keluarga selama beberapa waktu setelah kecelakaan.
 

Cara Kerja Asuransi Pendidikan

Pada dasarnya, asuransi pendidikan dapat berupa asuransi jiwa unit link atau dwiguna. Dua jenis produk tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk dana pendidikan dengan pencairan uang secara bertahap.

Lalu, bagaimana cara kerja asuransi pendidikan? Beberapa polis menjanjikan pembayaran premi hanya pada beberapa tahun pertama, misalnya lima tahun.

Premi yang kita setorkan itu dibagi ke dua pos; pertama pos biaya perlindungan jiwa dan kedua pos tabungan atau investasi. Nah, pos kedua itu disebut dengan nilai tunai.

Porsi premi yang masuk ke pos perlindungan jiwa dibayarkan untuk biaya aktivasi manfaat perlindungan jiwa. Sehingga, kalau tertanggung (orang tua) meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total, ahli warisnya (anak) bisa mencairkan UP untuk dana pendidikan.

Jika orang tua masih hidup hingga masa pembayaran premi berakhir, dana pendidikan anak tetap bisa cair dari nilai tunai yang kita miliki.

UP dan nilai tunai tersebut umumnya  bisa dicairkan secara bertahap sesuai dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh. Adapun porsi dan waktu pencairannya beragam berdasarkan dengan perjanjian dalam polis.

Beberapa perusahaan juga menyediakan fasilitas pembebasan premi, jadi meskipun premi tidak dibayarkan pasca meninggalnya orang tua, dana pendidikan anak tetap dijamin.

Premi  yang masuk ke saldo nilai tunai akan diinvestasikan pada unit link, atau ditabung pada dwiguna. 

Tabel Perbandingan Asuransi Pendidikan Dwiguna dan Asuransi Pendidikan Unit Link

Nilai Tunai Dwiguna Unit Link
Proyeksi  Pasti Tergantung hasil investasi
Nominal  Relatif tidak besar Berpotensi untung besar tapi bisa juga merugi

Jika kita memilih unit link, premi yang masuk ke nilai tunai tadi bakal ditaruh di instrumen investasi. Keuntungan dari investasi tersebut masuk ke dalam dompet nilai tunai yang akan dipakai untuk membayarkan untuk biaya-biaya asuransi selanjutnya. Namun perlu dicatat, instrumen investasi memiliki risiko. Sehingga ada kemungkinan nilai tunai berkurang dan tidak sesuai dengan proyeksi di awal.

Sementara itu, pada asuransi pendidikan dwiguna, jumlah nilai tunai yang akan diberikan nantinya sudah ditentukan di awal. 

Sebaiknya kita menghindari manfaat investasi yang ditawarkan unit link karena manfaat yang didapatkan tidak akan maksimal. Pasalnya,  tujuan investasi berbeda dengan tujuan proteksi. Dalam investasi, ada risiko kerugian yang menimbulkan kerugian finansial. Padahal, tujuan utama kita adalah untuk memastikan anak menyelesaikan pendidikannya

Oleh karena itu, endowment kami nilai lebih efektif dibandingkan unit link karena memberi kepastian dana yang akan diterima, meskipun nominalnya terlihat lebih kecil.

Apa Bedanya Asuransi Pendidikan dengan Tabungan Pendidikan?

Tabungan pendidikan adalah alternatif produk asuransi pendidikan, yaitu sama-sama bertujuan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Biasanya tabungan pendidikan dikeluarkan oleh bank. 

Tabel berikut menjelaskan secara singkat perbedaan antara keduanya.

Pembeda Dwiguna Unit Link Tabungan Pendidikan
Santunan kematian Besar Besar Kecil
Risiko Rendah Tinggi Rendah
Biaya-biaya Besar Besar Kecil
Durasi Jangka panjang Jangka panjang Jangka pendek
Besar tabungan pendidikan Sedang Tergantung hasil investasi Kecil

Pada umumnya, baik asuransi maupun tabungan pendidikan sama-sama memiliki dua fungsi, yaitu sebagai proteksi dan tabungan sekolah anak. Namun, yang jadi pembeda adalah fitur yang ditawarkan masing-masing produk.

Tabungan pendidikan hanya memotong sebagian kecil uang untuk biaya administrasi. Namun, bunganya hanya 3-6 persen saja.  Sementara pada asuransi jiwa unit link, kita mendapat peluang untuk menginvestasikan uang tersebut. 

Tabungan pendidikan juga memiliki manfaat asuransi jiwa, namun relatif kecil. Jika orang tua meninggal, asuransi ini akan melunasi tabungan pendidikan hingga selesai. Tidak ada uang pertanggungan seperti dalam asuransi pendidikan.

Sebenarnya, tidak ada produk yang lebih baik atau lebih buruk. Kita hanya perlu mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan. Apabila hendak menabung dalam jangka pendek, kami sarankan memilih tabungan pendidikan saja. Sementara itu, kalau anak kita masih berusia 1-5 tahun dan ingin menabung dalam jangka panjang, asuransi pendidikan bisa menjadi pilihan.

Instrumen investasi dalam asuransi pendidikan unit link

Secara singkat, berikut ini adalah perbedaan beberapa jenis asuransi pendidikan unit link unit link berdasarkan penempatan dana investasinya.

Jenis Unit Link Risiko Instrumen utama Tujuan
Cash Fund  Rendah Pasar uang Aman
Fixed Income Sedang Obligasi Pendapatan tetap
Managed Sedang Campuran Pendapatan tetap + keuntungan jangka panjang
Equity Tinggi Saham Keuntungan jangka panjang

Agar memahami secara lebih jelas, simak penjelasan tentang jenis-jenis unit link berikut ini.

1. Cash Fund Unit Link (Unit Link Pasar Uang)

Produk ini memiliki risiko investasi rendah, tapi menjanjikan keuntungan rendah juga. Soalnya, unit link pasar uang bakal menaruh semua alokasi investasi dari premi kita di instrumen pasar uang, misalnya deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau surat utang dengan tenor kurang dari satu tahun.

2. Fixed Income Unit Link (Unit Link Pendapatan Tetap)

Produk ini menawarkan risiko sedang. Jadi, minimal 80 persen investasi ditaruh di instrumen obligasi atau surat utang dan sisanya pasar uang. Jadi, kita bisa mendapatkan keuntungan dengan bunga optimal, tapi tetap menghasilkan pendapatan stabil. 

3. Managed Unit Link (Unit Link Pendapatan Campuran)

Dana investasi pada managed unit link ditempatkan pada berbagai macam instrumen, yaitu saham, obligasi, pasar uang dengan perbandingan yang tidak tergolong pada kategori lain. Jenis ini cocok untuk yang mencari pendapatan tetap dengan hasil investasi jangka panjang.

4. Equity Unit Link (Unit Link Dana Saham)

Pada jenis ini, 80 persen uang kita bakal ditaruh di instrumen saham. Nah, produk ini risikonya sangat tinggi karena bergantung pada pergerakan saham yang tidak stabil. Makanya, unit link dana saham cocok untuk orang yang berani mengambil risiko tinggi.

Sebelum benar-benar memilih instrumen investasi dalam asuransi pendidikan, pastikan dulu seperti apa profil risiko Anda. Umumnya, semakin besar janji imbal hasil yang diberikan, semakin tinggi pula risiko meruginya. Pastikan Anda siap menghadapi risiko tersebut.

Risiko Asuransi Pendidikan

Meskipun terlihat menguntungkan, sebenarnya asuransi pendidikan juga memiliki risiko tersendiri. Oleh sebab itu, Anda perlu mempelajarinya dengan baik sebelum benar-benar membeli. Berikut penjelasannya.

1. Tidak sama dengan tabungan

Asuransi pendidikan berbeda dengan tabungan. Umumnya, produk ini berupa unit link, di mana uang premi yang Anda setorkan akan diinvestasikan. Keuntungan dari investasi tersebut lah yang bakal dipakai sebagai dana pendidikan anak. Perlu dicatat, investasi memiliki risiko kerugian sebagian maupun seluruh dana investasi.

2. Banyak potongan biaya

Salah jika Anda beranggapan bahwa hasil dana pendidikan akan sama dengan total premi yang Anda setorkan tiap bulan. Pasalnya, asuransi akan membebankan biaya-biaya tertentu pada lima tahun pertama. Sehingga, uang Anda tidak 100 persen diasuransikan.

3. Durasi pembayaran premi lebih lama dari perjanjian

Banyak polis yang menjanjikan pembayaran premi dengan durasi singkat, misal 5 atau 10 tahun saja. Namun kenyataannya ada kemungkinan Anda akan membayar lebih lama dari waktu tersebut. Pasalnya, jika investasi Anda merugi mau tak mau saldo asuransi harus diisi lagi supaya tetap aktif. 

4. Uang premi terbagi dengan investasi

Khusus untuk produk unit link, premi yang Anda setor akan terpecah; sebagian untuk membayar biaya asuransi dan sebagian lagi untuk diinvestasikan. Kekurangan dari mekanisme ini adalah uang pertanggungan Anda menjadi lebih rendah meskipun premi yang Anda bayarkan cukup besar. Alhasil, bisa-bisa dana tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak.

5. Salah pilih instrumen investasi

Pada unit link, sebagian premi asuransi pendidikan akan diinvestasikan untuk mengejar target uang pendidikan. Namun, biasanya agen memilihkan instrumen investasi dengan return tinggi dan risiko yang tinggi pula. Sehingga jika merugi, saldo asuransi Anda akan terkuras.

6. Tidak teliti membaca polis

Sebelum berkomitmen menyimpan uang dalam produk asuransi pendidikan, Anda wajib membaca dokumen polis dengan teliti. Agar ke depannya tidak muncul kesalahpahaman dan kekecewaan terkait dengan kinerja asuransi.

7. Hasil investasi tidak seperti proyeksi

Sebelum Anda membeli umumnya agen menawarkan return investasi yang tinggi, misalnya 4,5 persen. Namun realitanya belum tentu hal tersebut terjadi. Karena instrumen investasi tidak mudah diprediksi, ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerjanya.

8. Membeli rider yang tidak perlu

Jika Anda ditawari berbagai jenis rider yang sebenarnya tidak begitu bermanfaat, sebaiknya ditolak saja. Karena semakin banyak rider nanti biaya premi yang perlu Anda keluarkan akan semakin tinggi.

 

Menghitung Biaya Pendidikan Anak

Asuransi pendidikan anak adalah wadah yang tepat untuk mempersiapkan dana pendidikan. Khususnya, bagi Anda yang sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum dana tersebut dibutuhkan. 

Namun, sebelum memutuskan, ada baiknya Anda menghitung dulu biaya apa saja yang perlu Anda persiapkan. Berikut adalah komponen-komponennya.

  • Uang pangkal: biaya yang dibayarkan pada saat anak pertama kali masuk sekolah.
  • SPP: uang yang harus dibayarkan setiap bulan sampai anak lulus sekolah.
  • Uang buku: biaya untuk membeli buku penunjang pembelajaran, seperti buku teks, buku tulis, dan lain-lain.
  • Transportasi: biaya untuk pulang pergi ke sekolah.
  • Ekstrakulikuler: biaya untuk menunjang kegiatan anak di luar sekolah.

Apabila Anda masih bingung memperkirakan biaya setiap jenjang sekolah, berikut ini kami berikan ilustrasi biaya uang pangkal dan SPP sekolah negeri setiap jenjang sekolah pada tahun 2019. Kami tidak menyertakan perhitungan uang buku, transportasi, dan ekstrakulikuler karena setiap anak memiliki kebutuhan berbeda.

Biaya pendidikan TK

Umumnya anak bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK) selama dua tahun. Berikut rincian biayanya.

  • Uang pangkal = Rp2.000.000
  • SPP bulanan = Rp300.000 x (12×2) = Rp7.200.000
  • Total = Rp9.200.000

Biaya pendidikan SD

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) ditempuh dalam waktu enam tahun, dengan mengambil contoh biaya sekolah swasta SD Perguruan Cikini, berikut rinciannya.

  • Uang pangkal = Rp3.000.000
  • SPP bulanan = Rp300.000 (12×6) = Rp21.600.000
  • Total = Rp24.600.000

Biaya pendidikan SMP

Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat ditembuh dalam waktu tiga tahun. Berikut ilustrasinya.

  • Uang pangkal = Rp7.000.000
  • SPP bulanan = Rp300.000 x (12×3) = Rp10.800.000
  • Total = Rp17.800.000

Biaya pendidikan SMA

Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) mengambil waktu tiga tahun, dengan rincian sebagai berikut.

  • Uang pangkal = Rp10.000.000
  • SPP bulanan = Rp300.000 (12×3) = Rp10.800.000
  • Total = Rp20.800.000

Biaya pendidikan kuliah

Umumnya biaya kuliah memakan waktu empat tahun, berikut rincian ilustrasi biaya pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri.

  • Sistem UKT per semester = Rp7.500.000 x (2×4) = Rp56.000.000

Hitung inflasi biaya pendidikan

Berdasarkan ilustrasi di atas, kurang lebih Anda harus menyediakan Rp128.400.000 untuk menyekolahkan anak dari TK sampai Kuliah. Perlu dicatat, angka tersebut hanya untuk membayar uang pangkal dan SPP, belum biaya-biaya lainnya seperti kegiatan ekskul atau penyusunan skripsi. 

Setelah mendapat angka tersebut, Anda perlu menambahkannya dengan persentase inflasi biaya pendidikan dari tahun ke tahun. Dilansir dari Kompas, biaya rata-rata inflasi tahunan pendidikan adalah 15 persen. 

Ilustrasi Asuransi Pendidikan

Seorang calon nasabah bernama Danang ingin mendaftar asuransi pendidikan. Usianya saat ini 27 tahun dan memiliki anak, Putri, usia 1 tahun. Danang adalah tulang punggung keluarga yang ingin punya uang cukup untuk menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi. 

Danang bersedia menabung sebesar Rp5,5 juta per bulan (Rp66 juta per tahun) untuk tujuan tersebut. Jadi, berikut ini simulasi asuransi pendidikan dwiguna menggunakan contoh polis Proteksi Edu Maksima (EduPlan) dari AIA dan BCA:

  • Uang pertanggungan (UP): Rp250.000.000.
  • Masa pembayaran premi: 5 tahun.
  • Premi dasar: Rp64.284.000  per tahun.
  • Premi rider Payor Waiver Edu (Kematian/cacat tetap total): Rp812.000 per tahun.
  • Premi rider Payor Waiver Edu Comprehensive Critical Cover: Rp812.000 per tahun.
  • Total premi yang harus dibayar: Rp65.908.000 per tahun.
  • Lama menabung: 20 tahun.

Polis EduPlan menawarkan pencairan 200 persen UP untuk dana pendidikan dan 100 persen UP kalau tertanggung meninggal serta pembebasan premi jika kita meninggal dunia. Kurang lebih, berikut yang didapatkan oleh Danang:

  • Tahun ke-1 sampai 5 = pembayaran premi dan pembebasan premi jika Danang meninggal dunia, cacat tetap total, atau terkena penyakit kritis.

UP yang bisa dicairkan selama bertahap saat Putri masuk kuliah:

  • Tahun ke-18= 80 persen UP atau Rp200 juta.
  • Tahun ke-19= 40 persen UP atau 100 juta.
  • Tahun ke-20= 40 persen UP atau 100 juta.
  • Tahun ke-21= 40 persen UP atau 100 juta ditambah bonus tahunan dan bonus akhir polis.

Dengan menyimpan uang dalam asuransi, Danang mendapat kepastian bahwa anaknya akan memiliki uang untuk berkuliah di kemudian hari, terlepas ia masih sanggup membiayai atau tidak. 

Tabel berikut menggambarkan perbandingan alokasi uang Danang sebesar Rp5,5 juta per bulan selama lima tahun tadi jika ditaruh di asuransi dengan di tabungan.

Tabungan Pendidikan

  • Terkumpul uang tunai Rp330.000.000
  • Hanya dipotong biaya admin
  • Bisa cair di tahun ke-5
Asuransi Pendidikan

  • Uang pertanggungan 2xRp250.000.000 = Rp500.000.000
  • Pembebasan premi Rp66.000.000 per tahun jika meninggal dunia, cacat tetap, dan menderita penyakit kritis
  • Bonus tahunan dan bonus akhir polis, kurang lebih Rp241.000.000
  • Bisa cair di tahun ke-18
  • Banyak tambahan biaya di luar premi dasar

Cara Daftar Asuransi Pendidikan

Anda bisa mendaftar asuransi pendidikan dengan mudah melalui marketplace online seperti Lifepal. Selain lebih praktis, Anda juga akan mendapatkan harga yang lebih murah 10 persen daripada membeli secara offline.

Keuntungan lain membeli asuransi pendidikan online di Lifepal adalah fitur konsultasi gratis. Kami akan membantu Anda untuk memilih satu dari berbagai pilihan produk asuransi dari brand ternama yang kami tawarkan agar sesuai dengan profil masing-masing

Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, silakan mengisi formulir pada bagian atas halaman ini ya!

Sebagai tambahan, beberapa dokumen berikut perlu Anda persiapkan untuk mendaftar asuransi pendidikan.

  • Formulir pendaftaran asuransi
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Akta kelahiran
  • Pembayaran premi pertama
 

Cara Klaim Asuransi Pendidikan

Apabila Anda sudah memiliki asuransi pendidikan dan hendak melakukan klaim, lakukan prosedur berikut.

  • Apabila terjadi hal yang menimbulkan klaim, segera hubungi penyedia asuransi. Semakin cepat maka semakin baik. Anda bisa menghubungi agen, mendatangi kantor cabang, atau mengirimkan email pemberitahuan.
  • Mengisi formulir klaim yang disediakan. Tuliskan kronologi kejadian selengkap-lengkapnya; lampirkan lokasi dan waktunya.
  • Lengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), polis asli, surat keterangan dokter, surat kematian, dan lain-lain.
  • Penyedia asuransi akan menunjuk surveyor untuk mengaudit laporan klaim Anda.
  • Apabila disetujui, uang pertanggungan akan segera dikirimkan ke rekening Anda.

Pengecualian Klaim Asuransi Pendidikan

Penyedia asuransi tidak akan menerima klaim asuransi pendidikan apabila disebabkan oleh hal berikut:

  • Kecanduan obat-obatan dan alkohol. Jika tertanggung meninggal akibat kecanduan narkoba dan alkohol, maka klaim tidak dapat cair.
  • Menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. Kegiatan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri tidak akan mendapatkan pencairan klaim.
  • Olahraga ekstrim. Hati-hati jika Anda menyukai olahraga ekstrim. Sebagian besar polis tidak menanggung kematian akibat kegiatan ini. Pastikan dulu kepada agen Anda terkait dengan ketentuan ini.
  • Aktivitas kriminal. Kegiatan kriminal yang menyebabkan kematian tidak akan ditanggung oleh asuransi pendidikan.
 

Hukum Asuransi Pendidikan dalam UU 

Ada lima dasar hukum yang mengatur asuransi pendidikan di Indonesia, berikut di antaranya. 

1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian

Undang-undang ini adalah dasar hukum utama yang meregulasi industri perasuransian dan segala kegiatan di dalamnya. UU No. 2 Tahun 1992 berisikan aturan tentang usaha asuransi. Menurut dokumen tersebut, asuransi adalah salah satu bentuk usaha menanggulangi risiko yang dihadapi masyarakat.

2. KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Pasal 1320 dan Pasal 1774

Kedua pasal dalam KUHP ini menerangkan bahwa asuransi mengandung perjanjian antara dua belah pihak. Perjanjian tersebut termasuk ke dalam ruang lingkup pidana, sehingga apa-apa yang terkait di dalamnya bisa dibawa ke ranah hukum pidana.

3. KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang) Bab 9 Pasal 246

Hampir sama seperti Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Perasuransian, KUHD Bab 9 Pasal 246 juga menjelaskan tentang jenis pertanggungan asuransi, batas maksimal pertanggungan, proses klaim yang berlaku, penyebab batalnya proses pertanggungan, hingga bagaimana pertanggungan dinyatakan secara tertulis dalam dokumen polis.

4. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 1992

PP Nomor 73 Tahun 1992 mengatur penyelenggaraan usaha perasuransian dalam rangka mendorong pertumbuhan nasional. Dalam praktiknya, perusahaan asuransi harus berprinsip sehat dan bertanggung jawab.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 1999

PP Nomor 64 Tahun 1999 ini merupakan revisi dari PP Nomor 7 Tahun 1992, yang membahas penyelenggaraan perasuransian. Perubahan tersebut terjadi dalam rangka menyesuaikan peraturan dan regulasi yang ada dengan perubahan zaman.

Hukum Asuransi Pendidikan dalam Islam

Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) NO: 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman asuransi syariah, Islam tidak melarang kita memiliki asuransi. Kenapa? Berikut adalah serangkaian alasannya.

1. Untuk melindungi diri

Fatwa MUI menyatakan: “Dalam menyongsong masa depan dan upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dalam kehidupan ekonomi yang akan dihadapi, perlu dipersiapkan sejumlah dana tertentu sejak dini.” 

Potongan fatwa tersebut menggambarkan bahwa dalam kehidupan, kita memang memerlukan bentuk perlindungan terhadap risiko terjadinya hal buruk. Hal ini dapat dituangkan salah satunya dalam bentuk asuransi yang dikelola dengan prinsip syariah.

Asuransi diperlukan untuk melindungi kesehatan, harga, bahkan nyawa yang risiko finansialnya tidak dapat diprediksi. Maksudnya, memang jatuh sakit dan meninggal dunia tidak bisa dihindari, tapi dampak keuangannya dapat diminimalisir. Dengan memiliki asuransi pendidikan, Anda tidak perlu lagi khawatir terhadap risiko tersebut karena anak Anda akan mendapatkan ganti rugi atas hilangnya penghasilan keluarga. 

2. Mengandung unsur tolong menolong

Sifat tolong menolong adalah hal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hal ini lantas dituangkan ke dalam mekanisme asuransi syariah. Pasalnya, dana yang disetor akan dikumpulkan menjadi dana tabarru’. Dana tersebut dapat digunakan oleh peserta yang membutuhkan.

3. Mengandung unsur kebaikan

Produk asuransi syariah mengandung unsur kebaikan di dalamnya. Alasannya, tujuan dari produk ini adalah untuk menolong sesama yang sedang membutuhkan dana.

4. Tempat berbagi risiko dan keuntungan

Dana yang dikumpulkan di dalam asuransi syariah adalah milik seluruh peserta asuransi. Perusahaan asuransi hanya berperan sebagai pengelola dana saja. Oleh sebab itu, keuntungan maupun kerugian yang muncul dari pengelolaan dana akan dibagi rata kepada seluruh peserta asuransi. Dalam perspektif MUI, hal ini dirasa cukup adil karena asuransi pendidikan syariah tidak ditujukan untuk sesuatu yang komersil.

5. Bagian dari muamalah

Muamalah adalah hubungan antar manusia dalam hukum Islam. Salah satu penerapan muamalah adalah dalam hubungan jual beli, termasuk hubungan antar manusia dalam urusan finansial seperti asuransi syariah.

6. Akad dalam asuransi pendidikan syariah

Syariat Islam memang melarang segala hal yang memiliki unsur haram, riba, penipuan, perjudian, suap, dan penganiayaan. Oleh sebab itu akad adlam asuransi pendidikan syariah pun disesuaikan agar tidak dekat dengan ciri tersebut.

Tiga jenis akad yang akan Anda temukan dalam asuransi syariah adalah:

  • Akad tijarah: perjanjian yang ditujukan untuk mendapat keuntungan komersial. Dalam asuransi syariah, hal ini tertuang dalam kegiatan investasi.
  • Akad tabarru’: perjanjian yang dilakukan dengan tujuan tolong menolong. Dalam asuransi syariah, ada dana hibah yang dikumpulkan untuk klaim asuransi nasabah yang terkena musibah.
  • Akad wakalah bil ujrah: peserta memberikan kuasa pada penyedia asuransi untuk mengelola dananya, dengan memberikan imbalan atau ujrah.
 

Tanya Jawab

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai asuransi pendidikan.

Asuransi pendidikan adalah asuransi yang akan memberikan uang pertanggungan untuk biaya pendidikan anak jika orang tuanya meninggal.

Mekanismenya sederhana saja. Kita sebagai pemegang polis/tertanggung/orang tua memiliki kewajiban membayarkan premi kepada perusahaan asuransi dengan nominal tertentu.

Sementara itu, kewajiban perusahaan adalah memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia sesuai dengan perjanjian polis. Setelah cair, uang tersebut digunakan untuk membayar biaya sekolah anak.

Ada dua, yaitu dwiguna (endowment), dan unit link. Endowment menawarkan perlindungan jiwa dengan manfaat pengembalian pasti, sementara unit link menawarkan perlindungan jiwa berbalut investasi.

Jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah selain asuransi jiwa konvensional.

Hal tersebut bersumber dari fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, yang berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat.

Ada. Beberapa perusahaan asuransi jiwa seperti Allianz dan Prudential memiliki produk ini. Meski begitu, pada dasarnya produk tersebut sama dengan asuransi jiwa, hanya saja diperuntukkan dana pendidikan.

Biaya premi asuransi pendidikan beragam, mulai dari Rp200 ribu per bulan hingga jutaan. Tentunya disesuaikan dengan uang pertanggungan, inflasi, dan bunga investasi (kalau ada). Untuk lebih jelasnya, silakan baca Tabel Komparasi.

Asuransi pendidikan bisa dicairkan, tetapi biasanya secara bertahap sesuai dengan usia atau jenjang pendidikan anak Anda. Sebab, kembali lagi ke tujuan produk ini adalah untuk merencanakan biaya pendidikan anak. 

Asuransi pendidikan dapat berfungsi secara maksimal apabila berbentuk asuransi jiwa dwiguna atau endowment. Pasalnya, tidak ada investasi dalam produk ini seperti pada unit link. Sehingga, risiko kerugian investasi pun menjadi tidak ada. Namun memang potensi pertambahan nilai produk dwiguna tidak sebesar unit link.

Idealnya saat anak Anda baru lahir. Sehingga, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masa ia sekolah juga lebih panjang dan dana yang terkumpul bisa lebih besar.

Jika anak Anda berusia 0 sampai dengan 15 tahun, maka Anda perlu membeli asuransi pendidikan. Produk ini penting untuk memastikan masa depan pendidikannya.

Uang pertanggungan asuransi pendidikan bisa dicairkan setelah melewati lima tahun, atau setelah anak memasuki jenjang pendidikan.