Asuransi Pendidikan

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Gunakan promo cicilan 0%?
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Apa Itu Asuransi Pendidikan?

Asuransi pendidikan adalah gabungan produk asuransi jiwa dan program jaminan biaya pendidikan. Selain memberikan uang santunan jika tertanggung meninggal dunia, nasabah juga bisa mencairkan uang tabungan di masa depan.

Tujuan dari produk ini adalah untuk memastikan anak bisa menyelesaikan pendidikannya, terlepas dari kondisi orangtua di masa depan. Nah, dalam mengelola dana, ada dua metode yang ditawarkan, yaitu tabungan dan investasi.

 

Jenis Asuransi Pendidikan

Terdapat tiga jenis asuransi pendidikan yang ada di Indonesia, yaitu dwiguna, unit link, dan syariah.

Asuransi pendidikan endowment adalah jenis asuransi pendidikan yang memberikan dua manfaat, yaitu perlindungan jiwa dan pengembalian uang pasti. Jika tertanggung (orang tua) meninggal dunia atau mengalami cacat tetap total pada masa pertanggungan, asuransi akan memberikan UP untuk menunjang biaya sekolah. Kalau tidak ada klaim yang diajukan selama masa pertanggungan, tertanggung berhak mendapatkan uang premi yang sudah dikumpulkan.

Berikut adalah contoh polis asuransi pendidikan dwiguna.

  • Asuransi Pendidikan BCA. BCA bekerja sama dengan AIA menawarkan produk Proteksi Edu Maksima (EduPlan) untuk para nasabahnya. Ketika anak berusia 18-21 tahun, nasabah akan mendapatkan 200 persen uang pertanggungan dan asuransi akan membebaskan premi jika pemegang polis meninggal dunia.
  • Asuransi Pendidikan AXA. AXA menawarkan produk asuransi pendidikan anak terbaik Smart Kidz dengan 100 persen uang pertanggungan jika nasabah meninggal atau mengalami cacat tetap total selama 25 tahun hanya dengan premi mulai Rp300 ribu per bulan. Asuransi ini berlaku sampai Anda berusia 70 tahun atau anak 25 tahun. Untuk mendaftar, pemegang polis harus berusia antara 17-59 tahun.

Asuransi pendidikan syariah sebenarnya sama saja dengan produk dwiguna dan unit link. Hanya saja, dana premi nasabah dikelola berdasarkan syariat Islam dengan prinsip gotong royong. Oleh sebab itu, produk ini halal dan tidak mengandung riba.

Berikut contoh asuransi pendidikan syariah.

  • Asuransi Pendidikan Takaful Keluarga. Takaful Keluarga menawarkan produk asuransi jiwa dwiguna syariah Takaful Dana Pendidikan dengan manfaat uang pertanggungan (UP) 100 persen untuk meninggal dunia dan 50 persen untuk cacat tetap total. UP juga bisa dicairkan 10 persen jika anak meninggal dunia.
  • Asuransi Pendidikan Bumiputera. Mitra Cerdas dari Bumiputera menawarkan perlindungan jiwa selama 3-17 tahun dengan minimal usia masuk orangtua 21 tahun. Perlu dicatat bahwa usia Anda saat ini ditambah dengan masa perlindungan maksimal 65 tahun. Uang pertanggungan yang dapat Anda ambil berada di antara Rp100-200 juta. Sebagai tambahan informasi, produk ini menjanjikan Dana Kelangsungan Belajar (DKB) cair secara bertahap, baik jika orangtua meninggal atau tidak.
 

Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia

1. AXA Mandiri – Mandiri Sejahtera Cerdas

Premi Mulai Rp200 Ribu/Bulan

  • Masa pertanggungan: 25 tahun dikurang usia anak
  • Masa pertanggungan sampai tertanggung usia 70 tahun (orangtua)

  • Santunan meninggal dunia
  • Santunan cacat tetap total
  • Manfaat investasi dana pendidikan

Dapatkan asuransi pendidikan tepercaya dan murah di sini!

2. Manulife Education Protector

Premi Mulai Rp417 Ribu/Bulan

  • Usia masuk tertanggung (orangtua): 18-50 tahun
  • Usia masuk tertanggung (anak): 30 hari - 10 tahun
  • Usia pemegang polis: minimal 18 tahun
  • Masa pembayaran premi 5 atau 10 tahun

  • Santunan meninggal dunia sebesar nilai polis ditambah 100 persen target dana pendidikan
  • Manfaat investasi dana pendidikan sampai 170 persen UP
  • Manfaat akhir polis 100 persen target dana pendidikan + nilai polis

3. Prudential PRULink Edu Protection

Premi Mulai Rp500 Ribu/Bulan

  • Perlindungan jiwa untuk orangtua dan anak
  • Masa pertanggungan: sampai usia 18-25 tahun (anak).
  • Usia masuk anak: 1-15 tahun

  • Santunan meninggal dunia, penyakit kritis, dan cacat tetap total
  • Manfaat bulanan maks. Rp30 juta sampai anak berusia 18 atau 25 tahun
  • Kenaikan manfaat bulanan 15% per 3 tahun
  • Manfaat investasi

4. Asuransi Pendidikan Allianz

Premi Mulai Rp300 Ribu/Bulan

  • Usia masuk anak: 6-18 tahun

  • Santunan meninggal dunia
  • Manfaat tabungan pendidikan anak

5. BNI Life Solusi Pintar

  • Menjamin semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
  • Usia masuk tertanggung (orangtua): 20-55 tahun
  • Usia masuk tertanggung (anak): 0-9 tahun
  • Masa pertanggungan: maks sampai orangtua berusia 65 tahun

  • Santunan meninggal dunia 100 persen UP
  • Manfaat tabungan pendidikan bertahap
  • Perluasan manfaat kecelakaan diri dan asuransi kesehatan

6. BRI Life BRINGIN Danasiswa Syariah

  • Masa pertanggungan: 5-20 tahun
  • Usia masuk tertanggung (orangtua): 17-55 tahun

  • Santunan meninggal dunia Rp15 juta ditambah nilai investasi.
  • Manfaat pembebasan premi
  • Manfaat investasi pendidikan.
 

Simulasi Asuransi Pendidikan

Seorang calon nasabah bernama Danang ingin mendaftar asuransi pendidikan. Usianya saat ini 27 tahun dan memiliki anak, Putri, usia 1 tahun. Danang adalah tulang punggung keluarga yang ingin punya uang cukup untuk menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi. 

Danang bersedia menabung sebesar Rp5,5 juta per bulan (Rp66 juta per tahun) untuk tujuan tersebut. Jadi, berikut ini simulasi asuransi pendidikan dwiguna menggunakan contoh polis Proteksi Edu Maksima (EduPlan) dari AIA dan BCA:

  • Uang pertanggungan (UP): Rp250.000.000.
  • Masa pembayaran premi: 5 tahun.
  • Premi dasar: Rp64.284.000  per tahun.
  • Premi rider Payor Waiver Edu (Kematian/cacat tetap total): Rp812.000 per tahun.
  • Premi rider Payor Waiver Edu Comprehensive Critical Cover: Rp812.000 per tahun.
  • Total premi yang harus dibayar: Rp65.908.000 per tahun.
  • Lama menabung: 20 tahun.

Polis EduPlan menawarkan pencairan 200 persen UP untuk dana pendidikan dan 100 persen UP kalau tertanggung meninggal serta pembebasan premi jika kita meninggal dunia. Kurang lebih, berikut yang didapatkan oleh Danang:

  • Tahun ke-1 sampai 5 = pembayaran premi dan pembebasan premi jika Danang meninggal dunia, cacat tetap total, atau terkena penyakit kritis.

UP yang bisa dicairkan selama bertahap saat Putri masuk kuliah:

  • Tahun ke-18= 80 persen UP atau Rp200 juta.
  • Tahun ke-19= 40 persen UP atau 100 juta.
  • Tahun ke-20= 40 persen UP atau 100 juta.
  • Tahun ke-21= 40 persen UP atau 100 juta ditambah bonus tahunan dan bonus akhir polis.

Dengan menyimpan uang dalam asuransi, Danang mendapat kepastian bahwa anaknya akan memiliki uang untuk berkuliah di kemudian hari, terlepas ia masih sanggup membiayai atau tidak. 

Tabel berikut menggambarkan perbandingan alokasi uang Danang sebesar Rp5,5 juta per bulan selama lima tahun tadi jika ditaruh di asuransi dengan di tabungan.

Tabungan Pendidikan

  • Terkumpul uang tunai Rp330.000.000
  • Hanya dipotong biaya admin
  • Bisa cair di tahun ke-5
Asuransi Pendidikan

  • Uang pertanggungan 2xRp250.000.000 = Rp500.000.000
  • Pembebasan premi Rp66.000.000 per tahun jika meninggal dunia, cacat tetap, dan menderita penyakit kritis
  • Bonus tahunan dan bonus akhir polis, kurang lebih Rp241.000.000
  • Bisa cair di tahun ke-18
  • Banyak tambahan biaya di luar premi dasar
 

Cara Daftar Asuransi Pendidikan

Anda bisa mendaftar asuransi pendidikan dengan mudah melalui marketplace online seperti Lifepal. Selain lebih praktis, Anda juga akan mendapatkan harga yang lebih murah 10 persen daripada membeli secara offline.

Keuntungan lain membeli asuransi pendidikan online di Lifepal adalah fitur konsultasi gratis. Kami akan membantu Anda untuk memilih satu dari berbagai pilihan produk asuransi dari brand ternama yang kami tawarkan agar sesuai dengan profil masing-masing

  • Formulir pendaftaran asuransi
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Akta kelahiran
  • Pembayaran premi pertama

Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, silakan mengisi formulir di sini!

 

Cara Klaim Asuransi Pendidikan

Apabila sudah memiliki asuransi pendidikan dan hendak melakukan klaim, lakukan prosedur berikut.

  • Apabila terjadi hal yang menimbulkan klaim, segera hubungi penyedia asuransi. Semakin cepat maka semakin baik. Anda bisa menghubungi agen, mendatangi kantor cabang, atau mengirimkan email pemberitahuan.
  • Mengisi formulir klaim yang disediakan. Tuliskan kronologi kejadian selengkap-lengkapnya; lampirkan lokasi dan waktunya.
  • Lengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), polis asli, surat keterangan dokter, surat kematian, dan lain-lain.
  • Penyedia asuransi akan menunjuk surveyor untuk mengaudit laporan klaim Anda.
  • Apabila disetujui, uang pertanggungan akan segera dikirimkan ke rekening Anda.

Penyedia asuransi tidak akan menerima klaim asuransi pendidikan apabila disebabkan oleh hal berikut:

  • Kecanduan obat-obatan dan alkohol: Jika tertanggung meninggal akibat kecanduan narkoba dan alkohol, maka klaim tidak dapat cair.
  • Menyakiti diri sendiri atau bunuh diri: Kegiatan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri tidak akan mendapatkan pencairan klaim.
  • Olahraga ekstrim: Hati-hati jika Anda menyukai olahraga ekstrim. Sebagian besar polis tidak menanggung kematian akibat kegiatan ini. Pastikan dulu kepada agen Anda terkait dengan ketentuan ini.
  • Aktivitas kriminal: Kegiatan kriminal yang menyebabkan kematian tidak akan ditanggung oleh asuransi pendidikan.
 

Tips Memilih Asuransi Pendidikan yang Bagus dan Murah

Setelah mengetahui produk asuransi apa saja yang ada di pasaran, penting untuk memahami cara memilih asuransi pendidikan yang bagus. Berikut penjelasannya.

Tujuan produk ini tentu untuk mempersiapkan buah hati hingga ke jenjang perguruan tinggi. Oleh karena itu, orang tua perlu mulai menghitung total dana yang dibutuhkan pada saat ia memasuki usia sekolah dari tingkat paling rendah hingga paling tinggi.

Perlu dicatat, asuransi pendidikan yang bagus harus memiliki uang pertanggungan yang cukup untuk digunakan untuk membayar biaya sekolah pada saat dibutuhkan.

Agen asuransi umumnya selalu mengarahkan calon nasabah membeli produk dengan manfaat investasi. Di sinilah peran nasabah dalam menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Jika memang jumlah tabungan dalam polis tidak akan mencukupi dana pendidikan di masa depan, unit link bisa jadi opsi, hanya saja nasabah juga harus memahami risikonya. Sehingga pada akhirnya tidak merasa ditipu oleh perusahaan dengan risiko-risiko yang ada.

Asuransi pendidikan yang baik tidak hanya memberikan tabungan dana untuk sekolah anak, tapi juga besaran santunan kematian yang cukup. Cocokkan nominal kebutuhan dana sekolah Anda yang sudah disesuaikan dengan inflasi dengan uang pertanggungan.

Selain itu, pastikan polis yang Anda pilih juga memberikan pembebasan premi jika tertanggung meninggal dunia saat masa asuransinya belum berakhir.

Asuransi pendidikan biasanya memberikan periode asuransi tertentu. Anda perlu menghitung usia anak saat ini sampai ia masuk perguruan tinggi. Misalnya saat ini ia berusia 9 tahun, dan akan masuk perguruan tinggi di usia 19 tahun. Maka, Anda dapat memilih masa asuransi 10 tahun.

Biasanya agen asuransi akan menawarkan rider untuk memperluas pertanggungan Anda, misalnya yang memberikan manfaat santunan cacat tetap total. Sebelum memutuskan untuk membeli produk tambahan, pastikan Anda benar-benar membutuhkannya. Pasalnya, rider memang akan menambah biaya premi yang harus Anda bayarkan, sehingga tentunya sayang jika Anda membeli yang tidak dibutuhkan.

Sebagai alternatif dari asuransi pendidikan, sebenarnya asuransi jiwa murni jauh lebih murah ketimbang asuransi yang memiliki nilai investasi. Karena, biaya yang perlu Anda keluarkan hanya untuk membayar perlindungan saja tanpa investasi.

Beli asuransi berjangka akan lebih murah, fleksibel, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Untuk memastikan bahwa kita mempercayakan uang pada institusi yang legal, pastikan perusahaan yang Anda pilih telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, cek juga berita terkait dengan perusahaan, pastikan reputasinya baik. Anda juga bisa memastikan kesehatan keuangan perusahaan dengan mengecek laporan keuangan tahunannya.

Agar mendapatkan produk termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan berkonsultasi gratis dengan Lifepal, yang bisa Anda dapatkan dengan mengisi formulir di bagian atas halaman ini.

 

Tanya Jawab

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai asuransi pendidikan.

Asuransi pendidikan adalah asuransi yang akan memberikan uang pertanggungan untuk biaya pendidikan anak jika orang tuanya meninggal.

Berdasarkan laporan Kompas, rata-rata kenaikan inflasi biaya pendidikan di Indonesia setiap tahunnya mencapai 15 persen. Melalui perhitungan tersebut, diperkirakan biaya pendidikan kuliah di perguruan tinggi pada tahun 2028 bisa mencapai Rp30-120 juta! Padahal, rata-rata kenaikan gaji per tahun hanya 7 persen saja.

Mari pikirkan bersama, apakah tabungan kita akan cukup untuk mencapai angka tersebut? Angka tadi baru untuk perguruan tinggi, belum lagi biaya sekolah. Untuk itulah asuransi penting.

Berikut beberapa manfaat lain menyiapkan dana pendidikan dengan asuransi:

  • Menjamin biaya pendidikan anak. Seperti namanya, tujuan produk ini adalah agar biaya pendidikan anak terjamin di masa depan. Asuransi pendidikan cocok bagi orangtua yang kesulitan menyisihkan sebagian uang untuk dana tersebut.
  • Antisipasi risiko orangtua meninggal dunia. Risiko kematian bisa datang kapan saja, tanpa terprediksi. Oleh sebab itu, asuransi pendidikan akan berperan sebagai asuransi jiwa yang menyelamatkan anak dari kepergian orangtuanya dan bisa melanjutkan pendidikan dengan layak.
  • Investasi masa depan. Dalam asuransi pendidikan unit link, sebagian dana premi yang Anda setor akan mulai diinvestasikan pada tahun ke-5. Namun, memang nominalnya tidak bisa Anda prediksi karena adanya berbagai risiko.
  • Mengejar laju inflasi. Seperti yang kita tahu, nilai uang dari tahun ke tahun semakin berkurang. Karena inflasi, kita harus mempersiapkan dana yang lebih besar lagi untuk melunasi biaya pendidikan anak di masa depan. Oleh sebab itu, fitur investasi dalam asuransi pendidikan yang menawarkan return belasan persen diharapkan dapat mengejar laju inflasi tersebut.

Mekanismenya sederhana saja. Kita sebagai pemegang polis/tertanggung/orang tua memiliki kewajiban membayarkan premi kepada perusahaan asuransi dengan nominal tertentu.

Sementara itu, kewajiban perusahaan adalah memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia sesuai dengan perjanjian polis. Setelah cair, uang tersebut digunakan untuk membayar biaya sekolah anak.

Ada dua, yaitu dwiguna (endowment), dan unit link. Endowment menawarkan perlindungan jiwa dengan manfaat pengembalian pasti, sementara unit link menawarkan perlindungan jiwa berbalut investasi.

Biaya premi asuransi pendidikan beragam, mulai dari Rp200 ribu per bulan hingga jutaan. Tentunya disesuaikan dengan uang pertanggungan, inflasi, dan bunga investasi (kalau ada). Untuk lebih jelasnya, silakan baca Tabel Komparasi.

Jika asuransi dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, maka hukumnya halal sesuai yang difatwakan oleh para ulama MUI. Sehingga tertanggung bisa memilih asuransi jiwa syariah selain asuransi jiwa konvensional.

Hal tersebut bersumber dari fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, yang berkesimpulan bahwa asuransi merupakan upaya saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang dalam bentuk aset bersama dengan tujuan memberikan pengembalian kepada salah satu anggota yang mengalami risiko tertentu yang dijalankan sesuai dengan akad dan prinsip syariat.

Ada. Beberapa perusahaan asuransi jiwa seperti Allianz dan Prudential memiliki produk ini. Meski begitu, pada dasarnya produk tersebut sama dengan asuransi jiwa, hanya saja diperuntukkan dana pendidikan.

Asuransi pendidikan bisa dicairkan, tetapi biasanya secara bertahap sesuai dengan usia atau jenjang pendidikan anak Anda. Sebab, kembali lagi ke tujuan produk ini adalah untuk merencanakan biaya pendidikan anak.

Asuransi pendidikan dapat berfungsi secara maksimal apabila berbentuk asuransi jiwa dwiguna atau endowment. Pasalnya, tidak ada investasi dalam produk ini seperti pada unit link. Sehingga, risiko kerugian investasi pun menjadi tidak ada. Namun memang potensi pertambahan nilai produk dwiguna tidak sebesar unit link.

Idealnya saat anak Anda baru lahir. Sehingga, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masa ia sekolah juga lebih panjang dan dana yang terkumpul bisa lebih besar. 

Jika anak Anda berusia 0 sampai dengan 15 tahun, maka Anda perlu membeli asuransi pendidikan. Produk ini penting untuk memastikan masa depan pendidikannya.

Uang pertanggungan asuransi pendidikan bisa dicairkan setelah melewati lima tahun, atau setelah anak memasuki jenjang pendidikan.

Penulis Dzulfikar Financial Content Writer yang mengemas informasi, tips, dan kiat keuangan dengan bahasa yang lebih mudah dicerna. Lihat profile penulis