Asuransi Penyakit Kritis

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Tampilkan promo kartu kredit?
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%
 

Asuransi Penyakit Kritis Terbaik di Indonesia

Ada ratusan polis penyakit kritis yang tersedia dari berbagai perusahaan asuransi ternama. Untuk memudahkan calon nasabah dalam memilih, tim Lifepal telah merangkum dan membandingkan polis yang ada. Berikut beberapa rekomendasi terbaik pilihan Lifepal:

1. Asuransi Penyakit Kritis Simas Jiwa

  • Nama polis: Siji Critical
  • Bersifat sebagai polis stand alone
  • Besaran premi asuransi penyakit kritis murah mulai dari Rp116 ribuan per bulan
  • Usia masuk nasabah utama: 18-60 tahun
  • Cocok bagi yang menginginkan limit asuransi tinggi dengan premi murah
  • Menanggung 10 jenis penyakit kritis: stroke, kanker, serangan jantung, pembedahan pembuluh darah koroner jantung terbuka, penyakit paru-paru tahap akhir, gagal ginjal kronis, gagal liver, transplantasi organ, kelumpuhan total, dan penyakit terminal
  • Uang pertanggungan mulai dari Rp10-200 juta
  • Polis terbagi menjadi lima plan yang dapat disesuaikan kebutuhan dan anggaran

2. Asuransi Penyakit Kritis Cigna 

  • Nama polis: Cigna For Your Serenity
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Usia masuk nasabah utama: 18-55 tahun
  • Cocok bagi yang belum memiliki asuransi kesehatan, sehingga bisa beli asuransi kesehatan sebagai polis dasar dan Cigna For Your Serenity sebagai rider
  • Menanggung 10 jenis penyakit kritis
  • Manfaat santunan penyakit kritis hingga Rp400 juta
  • Manfaat santunan meninggal dunia akibat sakit atau kecelakaan hingga Rp400 juta

3. Asuransi Penyakit Kritis AXA Mandiri

  • Nama polis: Asuransi Mandiri Proteksi Kanker
  • Besaran premi asuransi penyakit kritis murah mulai dari Rp60 ribuan per bulan
  • Tidak perlu melakukan medical check up
  • Cocok bagi yang memiliki riwayat keturunan penyakit kanker dalam keluarga
  • Adapun uang pertanggungan yang diberikan hingga Rp250 juta
  • Untuk pilihan bayar premi tahunan hanya perlu bayar 10 bulan premi
  • Manfaat pengembalian premi 25 persen pada tahun 1-3
  • Manfaat pengembalian premi 50 persen pada tahun 4-6
  • Manfaat pengembalian premi 100 persen pada tahun 7-9

4. Asuransi Penyakit Kritis Allianz 

  • Nama polis: Critical Illness 100
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 100 tahun
  • Premi mulai dari Rp300 ribu untuk anak-anak dan Rp600 ribu per bulan untuk usia dewasa
  • Cocok bagi yang menginginkan proteksi hingga miliaran rupiah
  • Menanggung 100 jenis penyakit kritis.
  • Menanggung biaya tindakan bedah angioplasti
  • Uang pertanggungan mulai dari Rp1-5 miliar

5. Asuransi Penyakit Kritis Prudential

  • Nama polis: PRUTotal Critical Protection (PRUTop)
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 85 tahun
  • Premi mulai dari Rp300 ribu untuk anak-anak dan Rp600 ribu per bulan untuk usia dewasa
  • Keunggulannya polis ini tidak membatasi jumlah kondisi kritis yang ditanggung
  • Perlindungan kondisi kritis tidak lagi terbatas pada jumlah kondisi kritis tertentu.
  • Manfaat uang pertanggungan hingga Rp5 miliar.
  • Perlindungan penyakit kritis berlaku untuk yang belum ditemukan.
  • Manfaat perlindungan untuk tertanggung hingga usia 85 tahun
Dapatkan promo asuransi kesehatan terbaik dengan mengunjungi laman Asuransi Kesehatan Lifepal!

6. Asuransi Penyakit Kritis Manulife 

  • Nama polis: MiUltimate Critical Care (MiUCC)
  • Bersifat sebagai polis stand alone
  • Cocok bagi nasabah yang telah memiliki asuransi kesehatan dan ingin memiliki proteksi atas risiko penyakit kritis.
  • Terdapat manfaat loyalty bonus 160 persen
  • Menanggung hanya 50 jenis penyakit kritis.
  • Hanya perlu membayarkan premi selama lima tahun untuk perlindungan 20 tahun.

7. Asuransi Penyakit Kritis AIA

  • Nama polis: AIA Critical Protection
  • Bersifat sebagai polis stand alone
  • Masa pembayaran premi dapat berjalan 10 atau 20 tahun
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 99 tahun
  • Cocok bagi nasabah yang menginginkan manfaat asuransi jiwa dan penyakit kritis sekaligus
  • Menanggung 60 jenis penyakit kritis.
  • Menanggung biaya tindakan bedah angioplasti
  • Terdapat manfaat uang pertanggungan atas risiko meninggal dunia
  • Uang pertanggungan digunakan apabila meninggal dunia akibat kecelakaan
  • Terdapat manfaat loyalty bonus

8. Asuransi Penyakit Kritis FWD

  • Nama polis: FWD Critical Armor
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 80 tahun
  • Cocok bagi nasabah yang menginginkan UP atas penyakit kritis yang tinggi.
  • Menanggung 65 jenis penyakit kritis
  • Manfaat pembebasan premi ketika terdiagnosa penyakit kritis
  • Manfaat pengembalian premi 100 persen jika tidak ada klaim sakit kritis hingga usia 80 tahun

9. Asuransi Penyakit Kritis Astra Life

  • Nama polis: Flexi CI Protection
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 85 tahun
  • Tidak perlu melakukan medical check up
  • Cocok bagi nasabah yang memiliki riwayat penyakit kanker dalam keluarga
  • Nilai pertanggungan yang diberikan hingga Rp2 miliar
  • Tidak perlu melakukan medical check up untuk tergabung dalam polis
  • UP 50 persen diberikan ketika terdiagnosa kanker tahap awal

10. Asuransi Penyakit Kritis Sequis Life

  • Nama polis: Sequis Q Early Payout Critical Illness Plus Rider
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Keunggulannya menanggung jenis penyakit kritis tahap awal
  • Uang pertanggungan yang diberikan mulai dari Rp50 juta hingga Rp3 miliar
  • Manfaat klaim tanpa masa tunggu
  • Menanggung 113 jenis penyakit kritis
Untuk mengetahui penawaran lebih lanjut terkait asuransi kesehatan terbaik, isi formulir di atas agar tim Lifepal bisa membantu kamu..
 

Apa Itu Asuransi Penyakit Kritis? 

Asuransi penyakit kritis atau asuransi critical illness adalah proteksi yang memberikan pertanggungan berupa santunan tunai jika nasabah mengalami penyakit kritis. Santunan tunai pada produk asuransi penyakit kritis diberikan saat nasabah terdiagnosis salah satu dari sejumlah jenis penyakit kritis yang ditanggung oleh polis. 

Jenis penyakit dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu kondisi kritis tahap awal, menengah, dan akhir. Perlu dipahami juga bahwa jumlah penyakit kritis yang ditanggung tiap perusahaan asuransi berbeda-beda. Ada yang menanggung 10, 60, 80, bahkan 100 jenis penyakit kritis.

Asuransi Penyakit Kritis Mahal, Apakah Benar?

Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Berikut ini beberapa faktor yang dapat memengaruhi besaran premi asuransi penyakit kritis: 

  • Usia tertanggung. Memasuki usia 30 tahun, besaran premi asuransi biasanya lebih tinggi dibandingkan tertanggung usia 20-an. Ini dikarenakan semakin tua usia, semakin tinggi pula risiko terserang penyakit kritis.
  • Memiliki kebiasaan merokok. Premi asuransi bagi nasabah yang memiliki kebiasaan merokok tentu lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok.
  • Nilai santunan. Semakin besar nilai santunan yang diberikan oleh asuransi, maka semakin tinggi pula besaran premi asuransi tersebut.
  • Cakupan manfaat pertanggungan. Agar tidak memberatkan, sebaiknya pilih yang memberi cakupan manfaat pertanggungan sesuai dengan risiko yang menurut kita lebih mungkin terjadi.
 

Jenis-Jenis Asuransi Penyakit Kritis

Jenis-jenisnya dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu asuransi penyakit kritis murni atau stand alone dan polis tambahan atau rider. Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Berikut ini penjelasannya:

Asuransi yang memberikan manfaat berfokus hanya pada penyakit kritis saja dan tidak bergandengan dengan polis asuransi lainnya.Jika telah memiliki asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, kemudian ingin menambahkan proteksi penyakit kritis, maka jenis rekomendasi ini sangat cocok untuk Anda.
Asuransi yang bersifat sebagai manfaat tambahan atau rider umumnya menanggung lebih banyak atau sekitar 100 jenis penyakit kritis. Hanya saja, karena bersifat sebagai manfaat tambahan, maka calon nasabah harus terlebih dahulu tergabung dalam polis asuransi kesehatan baru bisa membeli polis tambahan penyakit kritis.
 

Pilih Asuransi Penyakit Kritis atau Asuransi Kesehatan?

Fenny yang berusia 30 tahun terserang penyakit kritis tahap akhir, yaitu kanker hati. Akibat penyakit yang dideritanya, bisnis yang dijalankan Fenny pun terganggu dan penghasilan yang didapatkan secara drastis ikut menurun.

Untungnya Fenny telah terproteksi oleh asuransi kesehatan, sehingga untuk biaya konsultasi dokter dan obat-obatan dapat ditanggung pihak asuransi. Hanya saja, batas manfaat pertanggungan asuransi kesehatan yang mencapai Rp40 juta per tahun tidaklah cukup untuk menutupi seluruh biaya perawatan medis kanker hati yang berkisar Rp104 hingga Rp200 juta. 

Di sinilah pentingnya memiliki asuransi. Sebab, asuransi penyakit kritis memiliki fungsi yang berbeda dengan asuransi kesehatan.

Agar tidak bingung, simak perbedaannya berikut ini

Indikator Asuransi Penyakit Kritis Asuransi Kesehatan
Fungsi Memberikan santunan atas risiko penyakit kritis yang mengancam jiwa.  Menanggung biaya rawat jalan dan rawat inap atas risiko sakit maupun kecelakaan. 
Manfaat  Nasabah tidak harus dirawat di rumah sakit terlebih dahulu. Jika sudah didiagnosis maka berhak mendapatkan santunan sesuai perjanjian dalam polis.  Manfaat dasar asuransi kesehatan mengharuskan nasabah di rawat inap terlebih dahulu, baru bisa mendapat uang pertanggungan. 
Cakupan  Idealnya menanggung risiko dari 79 penyakit kritis.  Jenis penyakit yang ditanggung sangatlah luas.  
Masa tunggu pre-existing condition Tidak ada Umumnya 30 sampai 60 hari 
Premi Lebih mahal karena santunan tunai yang diberikan lebih tinggi. Umumnya berkisar ratusan juta rupiah.  Lebih murah karena uang pertanggungan yang diberikan lebih rendah. Umumnya berkisar belasan hingga puluhan juta rupiah. 

Apakah Manfaat dari BPJS Saja Tidak Cukup?

Perlu dipahami bahwa BPJS hanya akan menanggung biaya perawatan rumah sakit saja. Di luar itu, BPJS tidak akan menanggung biaya setelahnya. Artinya, jika meninggal dunia, BPJS tidak akan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk bertahan hidup. 

Dengan asuransi penyakit kritis, nasabah bisa mendapatkan santunan tunai yang bisa digunakan sebagai tambahan biaya perawatan atau sebagai warisan.

Seperti Ini Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

Untuk dapat menyesuaikan polis asuransi yang ingin dibeli dengan kebutuhan kita, calon nasabah perlu mengetahui terlebih dahulu ketentuan ideal dari asuransi penyakit kritis itu sendiri. Berikut poin penting yang perlu dipertimbangkan: 

Sebaiknya pertimbangkan perusahaan asuransi yang menanggung jenis penyakit kritis yang umum terjadi. Seperti jantung, diabetes, gagal ginjal, kanker, dan gangguan paru-paru. Sementara untuk jumlah penyakit kritis yang ditanggung sebaiknya juga tidak kurang dari sepuluh. Dengan begitu, manfaat asuransi yang dibayarkan bisa menjadi solusi finansial ketika terdiagnosa penyakit kritis.
Usia tertanggung dari perusahaan asuransi juga patut dipertimbangkan. Sebab, penyakit kritis umumnya lebih rentan menimpa usia lanjut. Untuk itu, sebaiknya cari asuransi yang bersedia menanggung usia nasabah hingga 100 tahun.
Biaya perawatan penyakit kritis tidaklah murah dan bahkan bisa mencapai hingga ratusan juta setiap bulannya. Nah, jika mengacu pada biaya perawatan untuk operasi bypass jantung adalah Rp150 juta, maka disarankan untuk memilih polis asuransi yang memberikan UP sekurangnya Rp200 juta.
Survival period atau masa bertahan hidup adalah periode yang ditentukan perusahaan asuransi sebagai batas kemampuan seorang pasien atau tertanggung dalam bertahan hidup setelah terdiagnosa penyakit kritis. Masa bertahan hidup yang ditetapkan oleh tiap perusahaan asuransi berbeda-beda ada yang 14 hari, 30 hari, 60 hari, hingga 90 hari. Idealnya, semakin pendek periode masa bertahan hidup asuransi tentu semakin baik.
Sebagai rekomendasi, sebaiknya pilih asuransi penyakit kritis murni atau stand alone. Sebab, harga preminya akan lebih murah dengan nilai manfaat pertanggungan yang tinggi. Dengan begitu, manfaat asuransi yang diterima lebih optimal seperti asuransi penyakit kritis dari AIA.
Dalam pengaturan keuangan, sebaiknya gunakan metode finansial 50/30/20. Artinya 50 persen dari gaji untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan, 10 persen untuk investasi, dan 10 persen untuk asuransi. Jadi, sebaiknya cari harga premi yang tidak lebih dari 10 persen gaji Anda ya. Agar lebih mudah, calon nasabah dapat membandingkan harga berapa premi asuransi penyakit kritis secara online.
 

Tanya Jawab

Berikut beberapa tips dan pertanyaan yang sering diajukan atau dicari mengenai asuransi penyakit kritis.

Apa itu asuransi penyakit kritis?

Sesuai namanya, asuransi penyakit kritis memberikan santunan tunai atas risiko penyakit kritis baik tahap awal, menengah, dan akhir. Santunan ini diberikan ketika nasabah atau tertanggung masih hidup, jadi berbeda dengan asuransi jiwa.

Apa yang dimaksud penyakit kritis?

Setelah mengetahui manfaat asuransi penyakit kritis, sebenarnya apa sih yang tergolong penyakit kritis? Penyakit kritis adalah kondisi kesehatan kritis, kronis, atau stadium lanjut yang dapat mengancam jiwa tertanggung atau pasien. 

Misalnya untuk kondisi gagal ginjal terhitung penyakit kritis, apabila kedua ginjal yang bermasalah. Stroke dianggap penyakit kritis apabila telah dikonfirmasi dokter spesialis paling tidak enam minggu setelah kejadian. Koma haruslah setidaknya satu bulan, dan operasi bypass memiliki penyumbatan 50 persen. Namun, kembali lagi bergantung pada polis yang dipilih ya.

Apakah Asuransi Penyakit Kritis Penting?

Biaya pengobatan penyakit kritis tidaklah murah, karena itu asuransi sangatlah penting guna memberikan solusi finansial. Selain itu, inflasi biaya perawatan kesehatan di Indonesia meningkat hingga 11 persen di tahun 2018. Angka tersebut terbilang tinggi bahkan mengalahkan Singapura. 

Bayangkan saja jika biaya perawatan untuk operasi bypass jantung adalah minimal Rp150 juta pada tahun 2019. Ini berarti kemungkinan biaya bypass jantung di tahun selanjutnya bisa mencapai Rp166 juta. 

Jika memiliki asuransi penyakit kritis, Anda tidak perlu khawatir dengan biaya kesehatan yang melonjak setiap tahunnya. Ini dikarenakan perawatan kesehatan Anda ditanggung oleh asuransi.

Tanda Anda Perlu Punya Asuransi Penyakit Kritis

  1. Memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga

Menurut Prof. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP selaku ketua Yayasan Kanker Indonesia, 8-10 persen kasus kanker dipengaruhi oleh genetik. Oleh sebab itu, asuransi penyakit kritis penting dimiliki oleh kita yang memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga. 

  1. Nasabah adalah pencari nafkah utama dalam keluarga

Peran pencari nafkah utama sangatlah krusial dalam satu keluarga. Apabila pencari nafkah utama mengalami risiko penyakit kritis, maka perputaran keuangan keluarga juga akan ikut terganggu. Di sinilah pentingnya peran asuransi penyakit kritis sebagai solusi finansial. 

  1. Telah berusia 40 tahun ke atas

Semakin tua usia nasabah, risiko penyakit kritis juga akan semakin tinggi. Itu sebabnya, penting untuk calon nasabah kalangan usia 40 tahun ke atas terlindungi asuransi. Bagi nasabah yang belum memiliki asuransi kesehatan, disarankan untuk mengutamakan asuransi kesehatan terlebih dahulu baru menambahkan asuransi penyakit kritis dalam plan proteksinya. Sebab, cakupan jenis penyakit asuransi kesehatan lebih luas dibandingkan dengan penyakit kritis.

Apakah ada asuransi kesehatan yang mengcover penyakit kritis?

Ada banyak pilihan asuransi kesehatan yang mengcover penyakit kritis. Daftar rekomendasinya dapat dilihat di tab Produk Terbaik.

Apakah BPJS Kesehatan menanggung risiko penyakit kritis?

BPJS Kesehatan menanggung hampir seluruh jenis penyakit, termasuk penyakit kritis. Hanya saja, uang pertanggungan yang diberikan terbatas dan proses klaim juga harus dilakukan bertahap.

Daftar 49 penyakit kritis Allianz

  • Serangan Jantung
  • Stroke Operasi
  • Jantung Koroner 
  • Operasi Penggantian Katup Jantung 
  • Kanker 
  • Gagal Ginjal 
  • Kelumpuhan 
  • Multiple Sclerosis 
  • Transplantasi Organ 
  • Penyakit Alzheimer 
  • Koma 
  • Penyakit Parkinson Terminal Illness 
  • Penyakit Paru-Paru Kronis 
  • Penyakit Hati Kronis 
  • Penyakit Motor Neuron 
  • Muscular Dystrophy 
  • Anemia Aplastis 
  • Operasi Pembuluh Aorta 
  • Hepatitis Fulminant 
  • Pulmonary Arterial 
  • Hypertension Primer 
  • Meningitis Bakteri 
  • Tumor Otak Jinak 
  • Radang Otak 
  • Luka Bakar 
  • Poliomyelitis 
  • Trauma Kepala Serius 
  • Apallic Syndrome 
  • Penyakit Jantung Koroner Lain yang Serius 
  • Angioplasty dan Penatalaksanaan Invasif Lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner 
  • Lupus Eritematosus Sistemik 
  • HIV Yang Didapatkan Melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan 
  • Tuli (Hilangnya Fungsi Indra Pendengaran) 
  • Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara) 
  • Kebutaan 
  • Skleroderma Progresif 
  • Penyakit Kista Medullary 
  • Cardiomyopathy 
  • Aneurisma Pembuluh Darah Otak yang Mensyaratkan Pembedahan 
  • Terputusnya Akar-Akar Syaraf Plexus Brachialis 
  • Stroke yang Memerlukan Operasi Arteri Carotid 
  • Operasi Scoliosis Idiopatik 
  • Pankreatitis Menahun yang Berulang 
  • Penyakit Kaki Gajah Kronis 
  • Hilangnya Kemandirian Hidup 
  • Kematian Selaput Otot atau Jaringan (Gangrene) 
  • Rheumatoid Arthritis Berat 
  • Colitis Ulcerative Berat (Cronh’s Disease) 
  • Penyakit Kawasaki yang Mengakibatkan Komplikasi Pada Jantung

Daftar 100 penyakit kritis Allianz

  • Kanker (hingga tahap akhir) 
  • Serangan Jantung
  • Operasi jantung 
  • Gagal Ginjal
  • Stroke 
  • Transplantasi Organ 
  • Transplantasi Sumsum Tulang 
  • Cacat tetap 
  • Gangguan Saraf 
  • Anemia Aplastik 
  • Meningitis 
  • Gangguan Liver
  • Gangguan Paru-Paru
  • Hepatitis 
  • Dan lain sebagainya 

Seperti apa pengecualian asuransi penyakit kritis?

Ketika membaca polis, nasabah akan menemukan istilah pengecualian umum dan pengecualian khusus. Ini penting untuk diperhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman pada saat proses klaim, ya. 

Pengecualian umum adalah kondisi yang secara umum tidak ditanggung oleh seluruh asuransi, seperti: 

  • Akibat bunuh diri yang terjadi dalam waktu dua tahun sejak polis aktif
  • Tertanggung sedang/sebagai akibat melakukan kejahatan
  • Tertanggung menjalani eksekusi hukuman mati oleh pengadilan
  • Terjadi akibat tindak kejahatan atau pembunuhan yang dilakukan oleh berkepentingan dalam pertanggungan
  • Peperangan, keadaan bahaya perang atau darurat perang, baik sebagian atau seluruh wilayah Indonesia. 
  • Pemogokan, kerusuhan, huru-hara, pemberontakan, perang-saudara, pengambil-alihan kekuasaan. 
  • Tugas kemiliteran atau kepolisian yang sedang dijalani tertanggung, kecuali telah membayarkan premi tambahan untuk manfaat tersebut.
  • Minuman yang mengandung alkohol, zat-zat terlarang, racun, gas, dan sejenisnya. 
  • Tertanggung menggunakan obat-obatan terlarang kecuali terbukti obat tersebut digunakan atas petunjuk dokter bukan dalam upaya perawatan kecanduan obat. 

Pengecualian khusus adalah kondisi yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi tertentu. Pengecualian khusus tiap perusahaan asuransi umumnya berbeda-beda. 

  • Keadaan yang sudah ada sebelumnya atau pre-existing condition
  • Penyakit bawaaan.
  • AIDS, ARC, atau infeksi yang disebabkan oleh HIV. 

Bagaimana cara mendapatkan asuransi penyakit kritis dengan premi murah?

Pastikan manfaat asuransi penyakit kritis yang dibeli sesuai dengan kebutuhan. Misal, apabila calon nasabah masih berusia 20 tahun, mungkin baru membutuhkan santunan dana sebesar Rp200 juta saja, sehingga biaya premi yang dibayarkan pun tidak terlalu mahal. JIka sudah menikah dan memiliki anak, barulah cari santunan yang lebih besar, misal Rp500 juta.

Berapa premi asuransi penyakit kritis?

Besaran premi tergantung pada jenis polis yang dipilih. Jika memilih jenis murni atau stand alone besaran premi asuransinya akan lebih murah. Sementara untuk manfaat tambahan atau rider biasanya preminya akan lebih mahal. 

Sebagai perbandingan asuransi penyakit kritis murni Siji Critical 5 memiliki premi hanya Rp116 ribuan per bulan. Sementara Critical Illness 100 dari Allianz memiliki premi mulai dari Rp300 ribuan per bulan.

Bagaimana cara klaim asuransi Penyakit Kritis?

Cara klaim asuransi penyakit kritis pada umumnya berbeda-beda antara satu perusahaan dengan lainnya. Namun, untuk memberikan gambaran dapat mengambil contoh ilustrasi klaim proteksi penyakit kritis dari AXA Mandiri. 

  1. Nasabah perlu melengkapi formulir pengajuan klaim yang dapat diunduh di situs resmi perusahaan asuransi terkait. Isi detail informasi seperti nomor KTP atau paspor, nomor polis, nama pemegang polis, dan lain sebagainya. 
  2. Sertakan dokumen asli dan rekaman medis serta tagihan rumah sakit. Apabila nasabah dirawat inap, maka sertakan resep asli beserta tagihan asli rumah sakit, dan rekam medis yang dikeluarkan oleh dokter. 
  3. Sertakan semua dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi bersama dengan formulir pengajuan klaim untuk kemudian diserahkan kepada angen atau perusahaan asuransi yang bersangkutan. 

Syarat dan dokumen pengajuan klaim: 

  • Memiliki formulir klaim penyakit kritis yang telah diisi lengkap 
  • Kembalikan formulir dan dokumen lainnya kepada pihak asuransi
  • Serahkan hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan pemeriksaan lainnya yang diperlukan
  • Sertakan surat keterangan kepolisian jika keadaan melibatkan pihak kepolisian

Apa itu kondisi keadaan yang sudah ada sebelumnya?

Keadaan yang sudah ada sebelumnya atau pre-existing condition adalah kondisi yang pernah dialami sebelumnya, seperti segala jenis penyakit kritis, kondisi, cedera, atau ketidakmampuan: 

  • Yang sudah ada atau telah ada
  • Penyebabnya ada atau telah ada
  • Tertanggung telah mengetahui atau telah ada tanda-tanda atau gejala dari penyakit kritis
  • Kondisi ini didukung oleh hasil tes laboratorium atau investigasi lainnya yang menunjukan adanya kemungkinan kondisi atau penyakit kritis tertentu. 

Jika terbukti telah memiliki penyakit yang sudah ada sebelumnya, biasanya kondisi tersebut tidak ditanggung dalam asuransi penyakit kritis. Karena itu, sebaiknya bergabung dalam asuransi sejak masih sehat dan usia muda, agar manfaat yang didapat bisa maksimal serta harga premi juga lebih ringan.

Bagaimana Lifepal dapat membantu?

Biaya perawatan penyakit kritis dapat menguras seluruh tabungan kita dalam waktu singkat. Karena itu asuransi penyakit kritis sangatlah penting untuk dimiliki sebagai pelengkap asuransi kesehatan. Hanya saja, membandingkan dan menemukan produk asuransi penyakit kritis sesuai dengan kebutuhan dengan besaran premi yang rendah tidaklah mudah. Di sinilah peran Lifepal sebagai #TemanAndalanmu dalam memberikan layanan konsultasi asuransi gratis

Selain memberikan layanan konsultasi gratis, Lifepal juga befungsi sebagai marketplace asuransi yang dapat memudahkan nasabah dalam membandingkan beberapa pilihan perusahaan asuransi terbaik. Lifepal hadir untuk melindungi pelanggan dan bukan perusahaan asuransi.

Istilah-Istilah dalam Asuransi Penyakit Kritis

Daftar Istilah dalam Polis Asuransi Penyakit Kritis

  • Masa bertahan hidup: periode yang harus dilewati setelah terdiagnosis untuk dapat mengajukan klaim.
  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Copayment: Biaya yang harus dibayarkan saat melakukan klaim tagihan pelayanan medis (pada umumnya 10 persen dari total tagihan pelayanan medis).
  • Premi asuransi: Jumlah uang yang harus disetorkan.
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara Tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Coordination of Benefit (COB): Sering disebut sebagai double claim, COB adalah proses dimana dua perusahaan asuransi menanggung peserta asuransi yang sama agar peserta asuransi bisa mendapatkan manfaat maksimal dari produk asuransi yang digunakan. Namun, total biaya yang akan dibayarkan tidak akan melebihi biaya perawatan medis yang ditagihkan.
Penulis Helda Sihombing Berpengalaman di industri FinTech dan jurnalis media finansial selama 5 tahun. Bercita-cita meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia lewat digital. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan