Asuransi Penyakit Kritis

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
1970/01/01 00:00:00Cicilan 0%Hemat 25%

Asuransi Penyakit Kritis Terbaik & Ulasan Polis 2021

Asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang akan memberikan uang santunan untuk biaya pengobatan atau perawatan ketika tertanggung didiagnosis penyakit kritis. Jenis penyakit kritis sendiri dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu kondisi kritis tahap awal, menengah, dan akhir. Tim Lifepal telah merangkum pilihan asuransi penyakit kritis yang menanggung 10, 60, 80, bahkan 100 jenis penyakit kritis.

Tim Lifepal telah merangkum pilihan asuransi penyakit kritis yang menanggung 10, 60, 80, bahkan 100 jenis penyakit kritis.

Asuransi Simas Jiwa

  • Nama polis: Siji Critical
  • Bersifat sebagai polis stand alone
  • Besaran premi asuransi penyakit kritis murah mulai dari Rp116 ribuan per bulan
  • Usia masuk nasabah utama: 18-60 tahun
  • Cocok bagi yang menginginkan limit asuransi tinggi dengan premi murah
  • Menanggung 10 jenis penyakit kritis: stroke, kanker, serangan jantung, pembedahan pembuluh darah koroner jantung terbuka, penyakit paru-paru tahap akhir, gagal ginjal kronis, gagal liver, transplantasi organ, kelumpuhan total, dan penyakit terminal
  • Uang pertanggungan mulai dari Rp10-200 juta
  • Polis terbagi menjadi lima plan yang dapat disesuaikan kebutuhan dan anggaran

Asuransi Cigna 

  • Nama polis: Cigna For Your Serenity
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Usia masuk nasabah utama: 18-55 tahun
  • Cocok bagi yang belum memiliki asuransi kesehatan, sehingga bisa beli asuransi kesehatan sebagai polis dasar dan Cigna For Your Serenity sebagai rider
  • Menanggung 10 jenis penyakit kritis
  • Manfaat santunan penyakit kritis hingga Rp400 juta
  • Manfaat santunan meninggal dunia akibat sakit atau kecelakaan hingga Rp400 juta

Asuransi AXA Mandiri

  • Nama polis: Asuransi Mandiri Proteksi Kanker
  • Besaran premi mulai dari Rp60 ribuan per bulan
  • Tidak perlu melakukan medical check up
  • Cocok bagi yang memiliki riwayat keturunan penyakit kanker dalam keluarga
  • Adapun uang pertanggungan yang diberikan hingga Rp250 juta
  • Untuk pilihan bayar premi tahunan hanya perlu bayar 10 bulan premi
  • Manfaat pengembalian premi 25 persen pada tahun 1-3
  • Manfaat pengembalian premi 50 persen pada tahun 4-6
  • Manfaat pengembalian premi 100 persen pada tahun 7-9

Asuransi Allianz 

  • Nama polis: Critical Illness 100
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 100 tahun
  • Premi mulai dari Rp300 ribu untuk anak-anak dan Rp600 ribu per bulan untuk usia dewasa
  • Cocok bagi yang menginginkan proteksi hingga miliaran rupiah
  • Menanggung 100 jenis penyakit kritis.
  • Menanggung biaya tindakan bedah angioplasti
  • Uang pertanggungan mulai dari Rp1-5 miliar

Asuransi Prudential

  • Nama polis: PRUTotal Critical Protection (PRUTop)
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 85 tahun
  • Premi mulai dari Rp300 ribu untuk anak-anak dan Rp600 ribu per bulan untuk usia dewasa
  • Keunggulannya polis ini tidak membatasi jumlah kondisi kritis yang ditanggung
  • Perlindungan kondisi kritis tidak lagi terbatas pada jumlah kondisi kritis tertentu.
  • Manfaat uang pertanggungan hingga Rp5 miliar.
  • Perlindungan penyakit kritis berlaku untuk yang belum ditemukan.
  • Manfaat perlindungan untuk tertanggung hingga usia 85 tahun

Asuransi Manulife 

  • Nama polis: MiUltimate Critical Care (MiUCC)
  • Bersifat sebagai polis stand alone
  • Cocok bagi nasabah yang telah memiliki asuransi kesehatan dan ingin memiliki proteksi atas risiko penyakit kritis.
  • Terdapat manfaat loyalty bonus 160 persen
  • Menanggung hanya 50 jenis penyakit kritis.
  • Hanya perlu membayarkan premi selama lima tahun untuk perlindungan 20 tahun.

Asuransi AIA

  • Nama polis: AIA Critical Protection
  • Bersifat sebagai polis stand alone
  • Masa pembayaran premi dapat berjalan 10 atau 20 tahun
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 99 tahun
  • Cocok bagi nasabah yang menginginkan manfaat asuransi jiwa dan penyakit kritis sekaligus
  • Menanggung 60 jenis penyakit kritis.
  • Menanggung biaya tindakan bedah angioplasti
  • Terdapat manfaat uang pertanggungan atas risiko meninggal dunia
  • Uang pertanggungan digunakan apabila meninggal dunia akibat kecelakaan
  • Terdapat manfaat loyalty bonus

Asuransi FWD

  • Nama polis: FWD Critical Armor
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 80 tahun
  • Cocok bagi nasabah yang menginginkan UP atas penyakit kritis yang tinggi.
  • Menanggung 65 jenis penyakit kritis
  • Manfaat pembebasan premi ketika terdiagnosa penyakit kritis
  • Manfaat pengembalian premi 100 persen jika tidak ada klaim sakit kritis hingga usia 80 tahun

Asuransi Astra Life

[brand slug="astra-life"] [accordion title="Manfaat Pertanggungan"]
  • Nama polis: Flexi CI Protection
  • Polis dapat diperpanjang hingga usia 85 tahun
  • Tidak perlu melakukan medical check up
  • Cocok bagi nasabah yang memiliki riwayat penyakit kanker dalam keluarga
  • Nilai pertanggungan yang diberikan hingga Rp2 miliar
  • Tidak perlu melakukan medical check up untuk tergabung dalam polis
  • UP 50 persen diberikan ketika terdiagnosa kanker tahap awal

Asuransi Sequis Life

  • Nama polis: Sequis Q Early Payout Critical Illness Plus Rider
  • Bersifat sebagai polis tambahan atau rider
  • Keunggulannya menanggung jenis penyakit kritis tahap awal
  • Uang pertanggungan yang diberikan mulai dari Rp50 juta hingga Rp3 miliar
  • Manfaat klaim tanpa masa tunggu
  • Menanggung 113 jenis penyakit kritis

Memilih Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

Memilih asuransi penyakit kritis terbaik dengan premi murah bisa didapat dengan membertimbangkan 6 poin penting berikut:

  • Jenis Penyakit Kritis
  • Usia Tertanggung
  • Besaran Uang Pertanggungan
  • Masa Bertahan Hidup
  • Jenis Asuransi
  • Besaran Premi

Manfaat Asuransi Penyakit Kritis

Manfaat asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk pertanggungan biaya perawatan atau pengobatan atas penyakit kritis yang diderita. Ada juga manfaat santunan tunai yang diberikan ketika tertanggung didiagnosa penyakit kritis.

Ingin mendapatkan manfaat ini? Temukan asuransi penyakit kritis dengan harga terjangkau di Lifepal!

Bandingkan 100+ asuransi penyakit kritis dengan manfaat terlengkap!
+62

Jenis-Jenis Asuransi Penyakit Kritis

Jenis asuransi penyakit kritis dibedakan menjadi dua, yaitu polis murni atau stand alone dan polis tambahan atau rider. Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Berikut ini penjelasannya:

Asuransi penyakit kritis murni memberikan manfaat berfokus hanya pada penyakit kritis saja dan tidak bergandengan dengan polis asuransi lainnya.Jika telah memiliki asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, kemudian ingin menambahkan proteksi penyakit kritis, maka jenis rekomendasi ini sangat cocok untukmu.

Asuransi yang bersifat sebagai manfaat tambahan atau rider umumnya menanggung lebih banyak atau sekitar 100 jenis penyakit kritis. Hanya saja, karena bersifat sebagai manfaat tambahan, maka calon nasabah harus terlebih dahulu tergabung dalam polis asuransi kesehatan baru bisa membeli polis tambahan penyakit kritis.

Premi Asuransi Penyakit Kritis

Premi asuransi penyakit kritis bisa didapat dengan kisaran harga mulai dari Rp116 – Rp300 ribuan (atau lebih) per bulan. Meski begitu, besaran premi tergantung pada jenis polis yang dipilih. Jika memilih jenis murni atau stand alone besaran premi asuransinya akan lebih murah. Sementara untuk manfaat tambahan atau rider biasanya preminya akan lebih mahal. 

Untuk mendapatkan asuransi penyakit kritis dengan premi murah, pastikan manfaat polis yang dibeli sesuai dengan kebutuhan. Misal, apabila calon nasabah masih berusia 20 tahun, mungkin baru membutuhkan santunan dana sebesar Rp200 juta saja, sehingga biaya premi yang dibayarkan pun tidak terlalu mahal. JIka sudah menikah dan memiliki anak, barulah cari santunan yang lebih besar, misal Rp500 juta.

Klaim Asuransi Penyakit Kritis

Klaim asuransi penyakit kritis pada umumnya berbeda-beda antara satu perusahaan dengan lainnya. Berikut salah satu contoh cara klaim asuransi penyakit kritis. 

Prosedur klaim

  1. Nasabah perlu melengkapi formulir pengajuan klaim yang dapat diunduh di situs resmi perusahaan asuransi terkait. Isi detail informasi seperti nomor KTP atau paspor, nomor polis, nama pemegang polis, dan lain sebagainya. 
  2. Sertakan dokumen asli dan rekaman medis serta tagihan rumah sakit. Apabila nasabah dirawat inap, maka sertakan resep asli beserta tagihan asli rumah sakit, dan rekam medis yang dikeluarkan oleh dokter. 
  3. Sertakan semua dokumen yang diminta oleh perusahaan asuransi bersama dengan formulir pengajuan klaim untuk kemudian diserahkan kepada angen atau perusahaan asuransi yang bersangkutan. 

Syarat dan dokumen klaim

  • Memiliki formulir klaim penyakit kritis yang telah diisi lengkap 
  • Kembalikan formulir dan dokumen lainnya kepada pihak asuransi
  • Serahkan hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan pemeriksaan lainnya yang diperlukan
  • Sertakan surat keterangan kepolisian jika keadaan melibatkan pihak kepolisian

Pertanyaan Seputar Asuransi Penyakit Kritis

Setelah mengetahui manfaat asuransi penyakit kritis, sebenarnya apa sih yang tergolong penyakit kritis? Penyakit kritis adalah kondisi kesehatan kritis, kronis, atau stadium lanjut yang dapat mengancam jiwa tertanggung atau pasien. 

Misalnya untuk kondisi gagal ginjal terhitung penyakit kritis, apabila kedua ginjal yang bermasalah. Stroke dianggap penyakit kritis apabila telah dikonfirmasi dokter spesialis paling tidak enam minggu setelah kejadian. Koma haruslah setidaknya satu bulan, dan operasi bypass memiliki penyumbatan 50 persen. Namun, kembali lagi bergantung pada polis yang dipilih ya.

Biaya pengobatan rumah sakit tidaklah murah, karena itu asuransi sangatlah penting guna memberikan solusi finansial. Selain itu, inflasi biaya perawatan kesehatan di Indonesia meningkat hingga 11 persen di tahun 2018. Angka tersebut terbilang tinggi bahkan mengalahkan Singapura. 

Bayangkan saja jika biaya perawatan untuk operasi bypass jantung adalah minimal Rp150 juta pada tahun 2019. Ini berarti kemungkinan biaya bypass jantung di tahun selanjutnya bisa mencapai Rp166 juta. 

Jika , tertanggung tidak perlu khawatir dengan biaya kesehatan yang melonjak setiap tahunnya. Ini dikarenakan perawatan kesehatan Anda ditanggung oleh asuransi.

BPJS Kesehatan menanggung hampir seluruh jenis penyakit, termasuk penyakit kritis. Hanya saja, uang pertanggungan yang diberikan terbatas dan proses klaim juga harus dilakukan bertahap.

Keadaan yang sudah ada sebelumnya atau pre-existing condition adalah kondisi yang pernah dialami sebelumnya, seperti segala jenis penyakit kritis, kondisi, cedera, atau ketidakmampuan: 

  • Yang sudah ada atau telah ada
  • Penyebabnya ada atau telah ada
  • Tertanggung telah mengetahui atau telah ada tanda-tanda atau gejala dari penyakit kritis
  • Kondisi ini didukung oleh hasil tes laboratorium atau investigasi lainnya yang menunjukan adanya kemungkinan kondisi atau penyakit kritis tertentu. 

Jika terbukti telah memiliki penyakit yang sudah ada sebelumnya, biasanya kondisi tersebut tidak ditanggung dalam asuransi penyakit kritis. Karena itu, sebaiknya bergabung dalam asuransi sejak masih sehat dan usia muda, agar manfaat yang didapat bisa maksimal serta harga premi juga lebih ringan.

Bagaimana Lifepal dapat membantu?

Biaya perawatan penyakit kritis dapat menguras seluruh tabungan kita dalam waktu singkat. Karena itu asuransi penyakit kritis sangatlah penting untuk dimiliki sebagai pelengkap asuransi kesehatan. Hanya saja, membandingkan dan menemukan produk asuransi penyakit kritis sesuai dengan kebutuhan dengan besaran premi yang rendah tidaklah mudah. Di sinilah peran Lifepal sebagai #TemanAndalanmu dalam memberikan layanan konsultasi asuransi gratis

Selain memberikan layanan konsultasi gratis, Lifepal juga befungsi sebagai marketplace asuransi yang dapat memudahkan nasabah dalam membandingkan beberapa pilihan perusahaan asuransi terbaik. Lifepal hadir untuk melindungi pelanggan dan bukan perusahaan asuransi.

  • Masa bertahan hidup: periode yang harus dilewati setelah terdiagnosis untuk dapat mengajukan klaim.
  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Copayment: Biaya yang harus dibayarkan saat melakukan klaim tagihan pelayanan medis (pada umumnya 10 persen dari total tagihan pelayanan medis).
  • Premi asuransi: Jumlah uang yang harus disetorkan.
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara Tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tunggu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Coordination of Benefit (COB): Sering disebut sebagai double claim, COB adalah proses dimana dua perusahaan asuransi menanggung peserta asuransi yang sama agar peserta asuransi bisa mendapatkan manfaat maksimal dari produk asuransi yang digunakan. Namun, total biaya yang akan dibayarkan tidak akan melebihi biaya perawatan medis yang ditagihkan.
Penulis Helda Sihombing Berpengalaman di industri FinTech dan jurnalis media finansial selama 5 tahun. Bercita-cita meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia lewat digital. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan