Memilih Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

Memilih asuransi penyakit kritis terbaik perlu mempertimbangkan jenis penyakit kritis yang kemungkinan terjadi, usia, besaran uang pertanggungan yang dibutuhkan, dan jenis serta besaran premi.

Jangan lupa untuk bandingkan pula, baik produk asuransi penyakit kritis stand alone maupun rider asuransi kesehatan untuk mendapatkan manfaat terbaik di sini:

UP Rp15 M + Pengobatan di Indonesia dan Internasional!
+62

Tips Memilih Asuransi Penyakit Kritis

Berikut poin penting yang perlu dipertimbangkan: 

1. Jenis Penyakit Kritis

Sebaiknya pertimbangkan perusahaan yang menanggung jenis penyakit kritis yang umum terjadi. Seperti jantung, diabetes, gagal ginjal, kanker, dan gangguan paru-paru. Sementara untuk jumlah penyakit kritis yang ditanggung sebaiknya juga tidak kurang dari sepuluh. Dengan begitu, manfaat asuransi yang dibayarkan bisa menjadi solusi finansial ketika terdiagnosa critical illness.

2. Usia Tertanggung

Usia tertanggung dari perusahaan asuransi juga patut dipertimbangkan. Sebab, penyakit kritis umumnya lebih rentan menimpa usia lanjut. Untuk itu, sebaiknya cari asuransi yang bersedia menanggung usia nasabah hingga 100 tahun.

3. Besaran Uang Pertanggungan

Biaya perawatan critical illness tidaklah murah dan bahkan bisa mencapai hingga ratusan juta setiap bulannya. Nah, jika mengacu pada biaya perawatan untuk operasi bypass jantung adalah Rp150 juta, maka disarankan untuk memilih polis asuransi yang memberikan UP sekurangnya Rp200 juta.

4. Masa Bertahan Hidup

Survival period atau masa bertahan hidup adalah periode yang ditentukan perusahaan asuransi sebagai batas kemampuan seorang pasien atau tertanggung dalam bertahan hidup setelah terdiagnosa. Masa bertahan hidup yang ditetapkan oleh tiap perusahaan asuransi berbeda-beda ada yang 14 hari, 30 hari, 60 hari, hingga 90 hari. Idealnya, semakin pendek periode masa bertahan hidup asuransi tentu semakin baik.

5. Jenis Asuransi

Sebagai rekomendasi, sebaiknya pilih asuransi penyakit kritis murni atau stand alone. Sebab, harga preminya akan lebih murah dengan nilai manfaat pertanggungan yang tinggi. Dengan begitu, manfaat asuransi yang diterima lebih optimal seperti asuransi penyakit kritis dari AIA.

6. Besaran Premi

Dalam pengaturan keuangan, sebaiknya gunakan metode finansial 50/30/20. Artinya 50 persen dari gaji untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan, 10 persen untuk investasi, dan 10 persen untuk asuransi. Jadi, sebaiknya cari harga premi yang tidak lebih dari 10 persen gaji Anda ya. Agar lebih mudah, calon nasabah dapat membandingkan harga berapa premi asuransi penyakit kritis secara online.

Pilih Asuransi Penyakit Kritis atau Asuransi Kesehatan?

Fenny yang berusia 30 tahun terserang penyakit kritis tahap akhir, yaitu kanker hati. Akibat penyakit yang dideritanya, bisnis yang dijalankan Fenny pun terganggu dan penghasilan yang didapatkan secara drastis ikut menurun.

Untungnya Fenny telah terproteksi oleh asuransi kesehatan, sehingga untuk biaya konsultasi dokter dan obat-obatan dapat ditanggung pihak asuransi. Hanya saja, batas manfaat pertanggungan asuransi kesehatan yang mencapai Rp40 juta per tahun tidaklah cukup untuk menutupi seluruh biaya perawatan medis kanker hati yang berkisar Rp104 hingga Rp200 juta. 

Di sinilah pentingnya memiliki asuransi. Sebab, asuransi penyakit kritis memiliki fungsi yang berbeda dengan asuransi kesehatan.

Agar tidak bingung, simak perbedaannya berikut ini

IndikatorAsuransi Penyakit KritisAsuransi Kesehatan
FungsiMemberikan santunan atas risiko penyakit kritis yang mengancam jiwa. Menanggung biaya rawat jalan dan rawat inap atas risiko sakit maupun kecelakaan. 
Manfaat Nasabah tidak harus dirawat di rumah sakit terlebih dahulu. Jika sudah didiagnosis maka berhak mendapatkan santunan sesuai perjanjian dalam polis. Manfaat dasar asuransi kesehatan mengharuskan nasabah di rawat inap terlebih dahulu, baru bisa mendapat uang pertanggungan. 
Cakupan Idealnya menanggung risiko dari 79 penyakit kritis. Jenis penyakit yang ditanggung sangatlah luas.  
Masa tunggu pre-existing conditionTidak adaUmumnya 30 sampai 60 hari 
PremiLebih mahal karena santunan tunai yang diberikan lebih tinggi. Umumnya berkisar ratusan juta rupiah. Lebih murah karena uang pertanggungan yang diberikan lebih rendah. Umumnya berkisar belasan hingga puluhan juta rupiah. 

Polis Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

Setelah mengetahui tips memilih polis terbaik yang sesuai kebutuhan, yuk mulai membandingkan polis dari berbagai perusahaan asuransi. Lihat ulasan dan rekomendasi polis asuransi penyakit kritis terbaik di Indonesia!
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan