Premi Asuransi Pertanian

Premi asuransi pertanian menjadi salah satu penentu nilai ganti rugi atau klaim. Harga premi asuransi pertanian tergantung pada objek pertanggungan yaitu luas sawah dan jumlah sapi untuk asuransi peternakan.

Berikut daftar harga premi asuransi pertanian bersubsidi:

  • Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Rp36 ribu per hektar
  • Asuransi Usaha Tani Sapi: Rp40 ribu per ekor
  • Asuransi Pertanian Nelayan: gratis
Bandingkan 500+ pilihan polis terbaik mulai Rp100 ribu/bulan!
+62

Simulasi Perhitungan Premi

Untuk lebih memahami cara perhitungan premi asuransi pertanian, berikut adalah ilustrasi perhitungannya yang dikutip dari situs Kementerian Pertanian untuk premi asuransi pertanian bersubsidi:

  • Ongkos produksi per musim tanam: Rp6 juta
  • Premi asuransi: 3 persen dari ongkos produksi

3/100 x Rp6 juta = Rp180 ribu / 1 hektar (ha)

Subsidi pemerintah 80 persen, jadi petani hanya membayar 20 persen.

Perhitungan premi asuransi pertanian yang harus dibayar adalah:

20/100 x Rp180 ribu = Rp36 ribu / 1 hektar (ha)

Premi yang dibayar petani:

  • Premi per 2 ha = Rp72 ribu
  • Premi per 1 ha = Rp36 ribu
  • Premi per ½ ha = Rp18 ribu
  • Premi per ¼ ha = Rp9 ribu

Syarat Ganti Rugi Asuransi Pertanian

Ganti rugi atau klaim yang diberikan tergantung pada luasnya lahan dan penyebab kerugian. Untuk pertanian, risiko yang dijaminkan untuk mendapat ganti rugi antara lain banjir dan serangan hama.

Berikut contoh perhitungan ganti rugi dari premi asuransi pertanian yang telah dibayarkan!

Ganti rugi AUTP

Ganti rugi untuk asuransi pertanian AUTP diberikan atas kerusakan tanaman padi akibat banjir, kekeringan, dan serangan hama. Syarat ganti rugi AUTP adalah:

  • Umur padi sudah melewati 10 hari setelah tanam (HST).
  • Umur padi sudah melewati 30 hari setelah tebar (teknologi tabela).
  • Intensitas kerusakan mencapai ≥75% dan luas kerusakan mencapai ≥75% pada setiap luas petak alami.

Nilai ganti rugi yang ditetapkan dalam AUTP adalah Rp6 juta per hektar per musim tanam. Harga pertanggungan ini menjadi dasar perhitungan premi asuransi pertanian dan batas maksimum ganti rugi.

Jangka waktu pertanggungan dalam AUTP adalah satu musim tanam sejak polis diterbitkan. Jadi, masa pertanggungan asuransi AUTP dimulai pada tanggal perkiraan tanam dan berakhir pada tanggal perkiraan panen.

Prosedur Penyelesaian Klaim Asuransi Pertanian

Prosedur pembayaran klaim asuransi pertanian dilakukan dalam dua tahap. Pertama adalah petani memenuhi ketentuan klaim. Kedua, perusahaan asuransi menyetujui klaim setelah melakukan pemeriksaan atas klaim yang diajukan.

Berikut ulasan mengenai prosedur penyelesaian klaim!

1. Ketentuan klaim

Jika terjadi risiko terhadap tanaman yang diasuransikan, kerusakan tanaman atau gagal panen dapat diklaim. K

  1. Tertanggung menyampaikan pemberitahuan kejadian kerusakan kepada petugas (PPL/POPT-PHP) tentang indikasi terjadinya kerusakan (banjir, kekeringan dan OPT).
  2. Petugas (PPL/POPT-PHP) bersama-sama dengan tertanggung mengisi Form-6 selambat-lambatnya 6 (enam) hari kerja melalui aplikasi SIAP.
  3. Tertanggung tidak diperkenankan menghilangkan bukti kerusakan tanaman sebelum petugas asuransi dan penilai kerugian melakukan pemeriksaan. Tertanggung dapat melakukan penanaman kembali disertai bukti foto open camera kerusakan dengan menyertakan titik koordinat yang disebabkan eradikasi (pemusnahan).
  4. Saran pengendalian diberikan oleh PPL/POPT-PHP dan asuransi pelaksana dalam upaya menghindari kerusakan yang lebih luas.
  5. Tertanggung mengambil langkah-langkah pengendalian yang dianggap perlu bersama-sama dengan petugas dinas pertanian setempat untuk menghindari kerusakan tanaman yang lebih luas.
  6. Jika kerusakan tanaman tidak dapat dikendalikan lagi, PPL/POPT-PHP bersama petugas penilai kerugian (loss adjuster) yang ditunjuk oleh perusahaan asuransi pelaksana, melakukan pemeriksaan dan perhitungan kerusakan.
  7. Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kerusakan (Form AUTP-7) diisi oleh Tertanggung dengan melampirkan bukti kerusakan (foto-foto kerusakan) ditandatangani oleh Tertanggung, POPT, dan petugas dari asuransi pelaksana, serta diketahui oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota.

2. Persetujuan klaim

Setelah ketentuan klaim dipenuhi, maka perusahaan asuransi akan menyetujui klaim.

  1. Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kerusakan (Form AUTP-7) merupakan persetujuan nilai kerusakan klaim oleh asuransi pelaksana kepada tertanggung.
  2. Jika dalam waktu 15 hari kerja sejak pemberitahuan kejadian kerusakan dan Form-6 telah ditandatangani pihak terkait, belum terbit Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kerusakan, maka nilai klaim sesuai luas kerusakan yang diajukan dinyatakan setuju atas nilai kerugian yang diajukan oleh tertanggung kepada pihak asuransi pelaksana.

3. Pembayaran klaim

Prosedur pembayaran klaim disesuaikan dengan premi asuransi pertanian yang telah dibayarkan dan kerugian yang dialami petani.

  1. Pembayaran atas klaim yang diajukan akibat gagal panen diukur sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi.
  2. Pembayaran klaim dilaksanakan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak surat persetujuan pembayaran klaim.
  3. Pembayaran klaim dilaksanakan melalui pemindahbukuan ke rekening aktif Kelompok Tani Tertanggung.
Dapatkan rekomendasi asuransi pertanian terbaik hanya melalui marketplace asuransi Lifepal. Lifepal senantiasa memberikan rekomendasi asuransi sesuai dengan kebutuhanmu!
Penulis Lifepal Teman Andalanmu untuk Keuangan dan Asuransi Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan