Asuransi Properti

HEMAT 30%
Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
 

Asuransi Properti Terbaik di Indonesia

Untuk urusan produk terbaik, tentu itu yang kita mau. Itu sebabnya Lifepal hadir untuk memberikan pilihan asuransi terbaik. Bukan hanya asuransi properti, tetapi berbagai produk termasuk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, hingga asuransi perjalanan.

Bandingkan berbagai produk dan polisnya dari asuransi yang hadir di Indonesia. Dengan begitu, polis asuransi sesuai kebutuhan dan harga terjangkau bisa didapat.

Pada produk asuransi properti ini, Lifepal memberikan polis dari perusahaan terbaik. Salah satu indikatornya adalah polis yang tersedia beragam dari properti individu hingga properti bisnis. Berikut pilihan terbaik yang telah diseleksi Lifepal.

1. ACA

Asuransi ACA merupakan salah satu yang terbaik dalam kelompok asuransi umum (kerugian). Salah satu alasannya adalah produknya bervariasi termasuk asuransi kendaraan bermotor dan asuransi properti. Untuk asuransi properti tersedia lima pilihan polis yaitu Asuransi Kebakaran (PSAKI), Asuransi Pencurian & Pembongkaran, Asuransi Rumah Idaman (ASRI), Asuransi Semua Risiko Properti/Industri (All Risk), dan Asuransi Gempa Bumi Indonesia. Berdasarkan riset Lifepal, Asuransi Rumah Idaman menjadi salah polis asuransi properti yang paling laris.

2. Adira Insurance

Brand ini menjadi salah satu pilihan terbaik lainnya dalam berasuransi. Adira merupakan salah satu nama besar dalam asuransi umum. Untuk produk asuransi properti tersedia pilihan konvensional dan syariah. Kalau punya bujet tipis, tersedia pula asuransi mikro dengan jaminan ganti rugi terbatas namun sesuai kebutuhan.

Tersedia pula AIRA Ramadan yaitu polis asuransi properti untuk nasabah yang mudik dan meninggalkan asetnya sementara. Asuransi Adira juga menawarkan produk asuransi tempat usaha alias asuransi properti bisnis. Semakin lengkap, bukan?

3. Allianz

Sama halnya dengan Adira, Allianz juga menawarkan asuransi properti konvensional dan syariat sesuai kebutuhan nasabah. Polis bernama RumahKu Plus ini bisa diperoleh langsung di kantor pusat atau cabang, melalui agen, atau broker.

Salah satu keunggulan dari produk asuransi properti Allianz ini adalah ganti rugi yang mencapai Rp20 miliar untuk setiap risiko. Sementara, premi yang harus dibayarkan hanya berkisar 0,0294 hingga 0,244 persen.

4. Sinar Mas

Siapa yang tak kenal Sinarmas Group? Salah satu perusahaan raksasa dengan bisnis menggurita. Selain dikenal dengan properti dan ladang sawitnya, terdapat Asuransi Sinar Mas yang menyediakan produk asuransi umum termasuk properti. Kategori asuransi properti di Sinar Mas disebut Fire and Allied Perils.

Dalam kategori Fire and Allied Perils ini, Sinar Mas menyuguhkan tujuh polis asuransi terkait properti yaitu Homeowners – SImas Rumah Hemat ++, Simas Ruko, Property All Risks, Industrial All Risks, Business Interruption, Growing Trees Insurance, Asuransi Kerusuhan dan Huru-hara, serta Asuransi Terorisme dan Sabotase.

 

Apa Itu Asuransi Properti?

Punya aset seperti properti baik itu rumah maupun apartemen menjadi impian banyak orang. Bahkan, kebanyakan dari kita yang bekerja atau buka bisnis menjadikan properti sebagai salah satu goal atau instrumen investasi.

Kalau sudah punya properti, otomatis tidak pusing lagi untuk urusan tempat tinggal. Namun, namanya risiko bisa datang kapan saja. Misalnya musibah bencana alam, kebakaran, atau kerusuhan yang bisa merugikan.

Karena itu, aset yang sudah dimiliki seperti properti perlu dijaga dengan asuransi. Di Indonesia, banyak perusahaan asuransi umum (kerugian) yang menawarkan asuransi properti sesuai kebutuhan kita. Sebelum membelinya, pahami dulu pengertian asuransi ini, ya!

Asuransi properti adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan ganti rugi buat risiko atau kerusakan yang terjadi pada properti baik rumah tapak ataupun apartemen. Berdasarkan situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), produk ini dijelaskan bersifat unnamed perils atau jaminan untuk seluruh risiko yang terjadi pada harta benda dan/atau aset yang diasuransikan.

Artinya, asuransi properti tidak hanya jaminan ganti rugi kerusakan akibat kebakaran seperti pada Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) atau hanya bangunan rumah seperti asuransi rumah. Jaminan ganti rugi standar yang tersedia pada asuransi properti yaitu risiko bencana termasuk kebakaran, bencana alam (gempa dan tsunami), serta kerusuhan.

Beragam produk asuransi yang tersedia bisa ditemukan di Lifepal. Dapatkan konsultasi gratis sekarang dengan mengisi form di atas!

Jenis Asuransi Properti yang Perlu Diketahui

Asuransi properti yang ada di Indonesia dibedakan kategorinya berdasarkan objek atau aset yang dijaminkan. Secara umum, asuransi properti terbagi atas dua jenis yaitu asuransi rumah pribadi (rumah tapak ataupun rumah susun/apartemen) serta asuransi properti bisnis seperti ruko, gudang, toko, dan lainnya.

Berikut ini penjelasan mengenai polis-polis asuransi properti yang bisa kita pilih.

Asuransi Properti Rumah

Berdasarkan situs resmi OJK, terdapat dua polis asuransi rumah yaitu:

  • Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI): polis ini hanya menjamin risiko kebakaran yang tercantum dalam polis untuk rumah/apartemen/rumah susun dan/atau beserta isinya (jaminan perluasan).
  • Polis Asuransi All Risk: polis ini menjamin rumah/apartemen/rumah susun dan/atau beserta isinya (manfaat tambahan) atas semua risiko yang tercantum dalam polis yaitu kebakaran, pencurian, hingga bencana alam.

Asuransi Properti Bisnis

Produk asuransi properti untuk bisnis memberikan jaminan ganti rugi atas segala bentuk risiko yang terjadi pada aset yang dijaminkan. Jenisnya adalah sebagai berikut:

  • Asuransi Properti Non Industri (bukan industri besar): polis yang biasa digunakan untuk bisnis non industri seperti sektor jasa. Jenis polis ini adalah all risk dan biasanya memberikan jaminan ganti rugi untuk bangunan seperti perkantoran, sekolah, hingga rumah sakit.
  • Asuransi Properti Industri: polis asuransi yang biasa digunakan bisnis skala industri seperti produsen makanan hingga perabotan. Pertanggungan yang diberikan biasanya termasuk kerugian bisnis ketika terjadi musibah.

Kenali Sebelum Membeli

Asuransi properti cukup penting, bukan? Terlebih jika properti yang kita miliki cukup rentan terkena musibah. Misalnya saja berlokasi di zona rawan bencana. Tentunya akan merugikan secara finansial ketika kita harus memperbaiki rumah yang rusak akibat bencana alam.

Sebelum mengulas lebih jauh, ketahui terlebih dahulu risiko apa saja yang dikecualikan produk asuransi properti. Berikut keterangannya:

  • Kerusakan mesin karena pemakaian
  • Wear and tear and gradual
  • Karena sifat benda atau barang itu sendiri
  • Nuklir, reaksi atom, radioaktif, dan sejenisnya
  • Perang termasuk perang saudara
  • Properti dalam pengangkutan atau berada ditempat lain
  • Waterborne atau airbome property
  • Unexplained disappearance
  • Testing involving abnormal conditions atau intentional overloading
  • Niat jahat dari orang-orang atau pekerja tertanggung.

Setelah mengetahui apa saja yang menjadi pengecualian dalam asuransi properti, penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal yang wajib kita ketahui dari suatu produk asuransi. Bukan cuma asuransi properti tapi juga asuransi lainnya.

Berdasarkan situs OJK, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Mempelajari dengan baik proposal penawaran yang diajukan oleh agen/broker terutama atas risiko yang dijamin dan tidak dijamin, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, cara pembayaran premi, kewajiban tertanggung dalam hal terjadi kerugian atau kerusakan.
  • Memastikan kesehatan keuangan dari perusahaan asuransi yang akan menjamin risiko.
  • Menanyakan kartu keagenan dari agen yang menawarkan jika melalui agen.
  • Mengisi surat permohonan penutupan asuransi (SPPA) dengan data yang sebenar-benarnya secara lengkap dan ditandatangani oleh calon tertanggung sendiri.

Nantinya, kita akan diminta memberikan beberapa data terkait identitas sebagai nasabah dan aset yang akan dijaminkan. Berikut beberapa informasi yang harus diberikan kepada perusahaan asuransi:

  • Jenis obyek pertanggungan
  • Konstruksi bangunan
  • Okupasi obyek pertanggungan
  • Jenis kegiatan Tertanggung
  • Surrounding risk
  • Sarana di lokasi obyek pertanggungan
  • Luas jaminan yang diminta
  • Nilai pertanggungan
  • Periode pertanggungan
  • Loss record/pengalaman klaim
  • Membantu surveyor dari perusahaan asuransi jika ditunjuk untuk melakukan survei ke objek asuransi sebelum penutupan asuransi.

Cara Hitung Preminya?

Perhitungan premi asuransi properti mengacu pada beberapa faktor, salah satunya tentu saja rate atau persentase yang ditetapkan. Berdasarkan riset Lifepal, persentase premi asuransi properti tidak jauh berbeda dari ketetapan OJK yaitu antara 0,75-4,70 persen tergantung pada konstruksi bangunan dan zona wilayah pertanggungan (lokasi). Berikut faktor yang memengaruhi premi asuransi properti.

1. Intensitas properti dihuni

Intensitas properti dihuni menunjukkan seberapa sering pemilik rumah tinggal di rumah yang diasuransikan. Apabila rumah yang diasuransikan sering ditinggali, kemungkinan terjadi perampokan dan kerusakan lebih rendah dibandingkan yang jarang dihuni. 

2. Lokasi dan keadaan lingkungan sekitar properti

Lokasi menentukan kemungkinan terjadinya bencana atau kerusuhan. Sementara itu, lingkungan juga memengaruhi besar potensi terjadinya tindak kejahatan. Misalnya, rumah yang berada di kawasan kumuh bisa jadi dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan rumah dengan kawasan aman.

3. Sejarah kejadian perampokan 

Begitu juga dengan riwayat kejadian perampokan seseorang akan dinilai oleh pihak perusahaan asuransi. Calon properti tanggungan dengan sejarah perampokan biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau pengecualian tertentu.

4. Nilai properti

Nilai properti tentu memengaruhi besaran uang pertanggungan yang nanti akan dibayarkan pihak penanggung. Oleh sebab itu, tentu premi disesuaikan dengan uang pertanggungan tersebut. Semakin tinggi nilai properti, maka semakin besar pula nominal premi yang dikenakan. 

5. Sejarah banjir

Asuransi properti menjamin kerugian akibat banjir. Oleh sebab itu, sejarah kejadian banjir pada calon properti yang akan ditanggung menjadi pertimbangan dalam menentukan premi. Semakin sering sebuah properti terkena banjir atau properti berada di zona dekat banjir, tentu premi akan semakin besar. 

6. Kualitas bangunan

Kualitas bangunan terdiri dari kualitas bahan, konstruksi, dan ketahanan bangunan terhadap gempa dan kebakaran. Tentunya properti yang memiliki material bagus dan bangunan yang kuat akan dikenakan premi yang lebih rendah. 

7. Jenis dan barang yang diasuransikan

Selain menjamin properti, asuransi properti tambahan juga bisa menjamin harta benda di dalamnya. Jenis harta benda tersebut bisa menjadi penentu nilai premi asuransi tersebut.

Selain menggunakan faktor tersebut, perusahaan asuransi menghitung premi dari angka nilai pertanggungan. Nilai pertanggungan adalah biaya yang diperlukan untuk membangun kembali properti apabila terkena musibah.

Untuk menghitung premi, nilai pertanggungan ini tinggal dikalikan dengan suku premi. Suku premi adalah tingkat yang dipakai oleh perusahaan asuransi yang berbeda dengan perusahaan lain, biasanya dalam satuan persen. 

Misalnya, harga rumah kita Rp500 juta (nilai bangunan dan isinya) dengan rate perusahaan asuransi sebesar 0,2180 persen. Untuk menghitungnya hanya perlu dikalikan. Dengan begitu, diperoleh harga premi yang harus dibayar yaitu Rp1.090.000,-

Terlihat jelas bahwa premi yang kita bayar tidak terlalu besar jika dibandingkan harga atau nilai aset yang dimiliki. Karena itu, memiliki asuransi tentu sangat penting baik asuransi untuk aset maupun diri kita.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai asuransi atau mendapatkan konsultasi gratis dari Lifepal, silakan isi formulir di atas.