Mencari Asuransi Terbaik?
Masukkan informasi diri dan sistem kami akan merekomendasikan polis terbaik sesuai dengan profil, kebutuhan, dan anggaranmu.

Asuransi Properti

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Asuransi Properti Terbaik di Indonesia

Untuk urusan produk terbaik, tentu itu yang kita mau. Itu sebabnya Lifepal hadir untuk memberikan pilihan asuransi terbaik. Bukan hanya asuransi properti, tetapi berbagai produk termasuk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, hingga asuransi perjalanan.

Bandingkan berbagai produk dan polisnya dari asuransi yang hadir di Indonesia. Dengan begitu, polis asuransi sesuai kebutuhan dan harga terjangkau bisa didapat.

Pada produk asuransi properti ini, Lifepal memberikan polis dari perusahaan terbaik. Salah satu indikatornya adalah polis yang tersedia beragam dari properti individu hingga properti bisnis. Berikut pilihan terbaik yang telah diseleksi Lifepal.

1. ACA

Asuransi ACA merupakan salah satu yang terbaik dalam kelompok asuransi umum (kerugian). Salah satu alasannya adalah produknya bervariasi termasuk asuransi kendaraan bermotor dan asuransi properti. Untuk asuransi properti tersedia lima pilihan polis yaitu Asuransi Kebakaran (PSAKI), Asuransi Pencurian & Pembongkaran, Asuransi Rumah Idaman (ASRI), Asuransi Semua Risiko Properti/Industri (All Risk), dan Asuransi Gempa Bumi Indonesia. Berdasarkan riset Lifepal, Asuransi Rumah Idaman menjadi salah polis asuransi properti yang paling laris.

2. Adira Insurance

Brand ini menjadi salah satu pilihan terbaik lainnya dalam berasuransi. Adira merupakan salah satu nama besar dalam asuransi umum. Untuk produk asuransi properti tersedia pilihan konvensional dan syariah. Kalau punya bujet tipis, tersedia pula asuransi mikro dengan jaminan ganti rugi terbatas namun sesuai kebutuhan.

Tersedia pula AIRA Ramadan yaitu polis asuransi properti untuk nasabah yang mudik dan meninggalkan asetnya sementara. Asuransi Adira juga menawarkan produk asuransi tempat usaha alias asuransi properti bisnis. Semakin lengkap, bukan?

3. Allianz

Sama halnya dengan Adira, Allianz juga menawarkan asuransi properti konvensional dan syariat sesuai kebutuhan nasabah. Polis bernama RumahKu Plus ini bisa diperoleh langsung di kantor pusat atau cabang, melalui agen, atau broker.

Salah satu keunggulan dari produk asuransi properti Allianz ini adalah ganti rugi yang mencapai Rp20 miliar untuk setiap risiko. Sementara, premi yang harus dibayarkan hanya berkisar 0,0294 hingga 0,244 persen.

4. Sinar Mas

Siapa yang tak kenal Sinarmas Group? Salah satu perusahaan raksasa dengan bisnis menggurita. Selain dikenal dengan properti dan ladang sawitnya, terdapat Asuransi Sinar Mas yang menyediakan produk asuransi umum termasuk properti. Kategori asuransi properti di Sinar Mas disebut Fire and Allied Perils.

Dalam kategori Fire and Allied Perils ini, Sinar Mas menyuguhkan tujuh polis asuransi terkait properti yaitu Homeowners – SImas Rumah Hemat ++, Simas Ruko, Property All Risks, Industrial All Risks, Business Interruption, Growing Trees Insurance, Asuransi Kerusuhan dan Huru-hara, serta Asuransi Terorisme dan Sabotase.

 

Apa Itu Asuransi Properti?

Punya aset seperti properti baik itu rumah maupun apartemen menjadi impian banyak orang. Bahkan, kebanyakan dari kita yang bekerja atau buka bisnis menjadikan properti sebagai salah satu goal atau instrumen investasi.

Kalau sudah punya properti, otomatis tidak pusing lagi untuk urusan tempat tinggal. Namun, namanya risiko bisa datang kapan saja. Misalnya musibah bencana alam, kebakaran, atau kerusuhan yang bisa merugikan.

Karena itu, aset yang sudah dimiliki seperti properti perlu dijaga dengan asuransi. Di Indonesia, banyak perusahaan asuransi umum (kerugian) yang menawarkan asuransi properti sesuai kebutuhan kita. Sebelum membelinya, pahami dulu pengertian asuransi ini, ya!

Asuransi properti adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan ganti rugi buat risiko atau kerusakan yang terjadi pada properti baik rumah tapak ataupun apartemen. Berdasarkan situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), produk ini dijelaskan bersifat unnamed perils atau jaminan untuk seluruh risiko yang terjadi pada harta benda dan/atau aset yang diasuransikan.

Artinya, asuransi properti tidak hanya jaminan ganti rugi kerusakan akibat kebakaran seperti pada Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) atau hanya bangunan rumah seperti asuransi rumah. Jaminan ganti rugi standar yang tersedia pada asuransi properti yaitu risiko bencana termasuk kebakaran, bencana alam (gempa dan tsunami), serta kerusuhan.

Beragam produk asuransi yang tersedia bisa ditemukan di Lifepal. Dapatkan konsultasi gratis sekarang dengan mengisi form di atas!

Jenis Asuransi Properti yang Perlu Diketahui

Asuransi properti yang ada di Indonesia dibedakan kategorinya berdasarkan objek atau aset yang dijaminkan. Secara umum, asuransi properti terbagi atas dua jenis yaitu asuransi rumah pribadi (rumah tapak ataupun rumah susun/apartemen) serta asuransi properti bisnis seperti ruko, gudang, toko, dan lainnya.

Berikut ini penjelasan mengenai polis-polis asuransi properti yang bisa kita pilih.

Asuransi Properti Rumah

Berdasarkan situs resmi OJK, terdapat dua polis asuransi rumah yaitu:

  • Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI): polis ini hanya menjamin risiko kebakaran yang tercantum dalam polis untuk rumah/apartemen/rumah susun dan/atau beserta isinya (jaminan perluasan).
  • Polis Asuransi All Risk: polis ini menjamin rumah/apartemen/rumah susun dan/atau beserta isinya (manfaat tambahan) atas semua risiko yang tercantum dalam polis yaitu kebakaran, pencurian, hingga bencana alam.

Asuransi Properti Bisnis

Produk asuransi properti untuk bisnis memberikan jaminan ganti rugi atas segala bentuk risiko yang terjadi pada aset yang dijaminkan. Jenisnya adalah sebagai berikut:

  • Asuransi Properti Non Industri (bukan industri besar): polis yang biasa digunakan untuk bisnis non industri seperti sektor jasa. Jenis polis ini adalah all risk dan biasanya memberikan jaminan ganti rugi untuk bangunan seperti perkantoran, sekolah, hingga rumah sakit.
  • Asuransi Properti Industri: polis asuransi yang biasa digunakan bisnis skala industri seperti produsen makanan hingga perabotan. Pertanggungan yang diberikan biasanya termasuk kerugian bisnis ketika terjadi musibah.

Kenali Sebelum Membeli

Asuransi properti cukup penting, bukan? Terlebih jika properti yang kita miliki cukup rentan terkena musibah. Misalnya saja berlokasi di zona rawan bencana. Tentunya akan merugikan secara finansial ketika kita harus memperbaiki rumah yang rusak akibat bencana alam.

Sebelum mengulas lebih jauh, ketahui terlebih dahulu risiko apa saja yang dikecualikan produk asuransi properti. Berikut keterangannya:

  • Kerusakan mesin karena pemakaian
  • Wear and tear and gradual
  • Karena sifat benda atau barang itu sendiri
  • Nuklir, reaksi atom, radioaktif, dan sejenisnya
  • Perang termasuk perang saudara
  • Properti dalam pengangkutan atau berada ditempat lain
  • Waterborne atau airbome property
  • Unexplained disappearance
  • Testing involving abnormal conditions atau intentional overloading
  • Niat jahat dari orang-orang atau pekerja tertanggung.

Setelah mengetahui apa saja yang menjadi pengecualian dalam asuransi properti, penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal yang wajib kita ketahui dari suatu produk asuransi. Bukan cuma asuransi properti tapi juga asuransi lainnya.

Berdasarkan situs OJK, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Mempelajari dengan baik proposal penawaran yang diajukan oleh agen/broker terutama atas risiko yang dijamin dan tidak dijamin, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, cara pembayaran premi, kewajiban tertanggung dalam hal terjadi kerugian atau kerusakan.
  • Memastikan kesehatan keuangan dari perusahaan asuransi yang akan menjamin risiko.
  • Menanyakan kartu keagenan dari agen yang menawarkan jika melalui agen.
  • Mengisi surat permohonan penutupan asuransi (SPPA) dengan data yang sebenar-benarnya secara lengkap dan ditandatangani oleh calon tertanggung sendiri.

Nantinya, kita akan diminta memberikan beberapa data terkait identitas sebagai nasabah dan aset yang akan dijaminkan. Berikut beberapa informasi yang harus diberikan kepada perusahaan asuransi:

  • Jenis obyek pertanggungan
  • Konstruksi bangunan
  • Okupasi obyek pertanggungan
  • Jenis kegiatan Tertanggung
  • Surrounding risk
  • Sarana di lokasi obyek pertanggungan
  • Luas jaminan yang diminta
  • Nilai pertanggungan
  • Periode pertanggungan
  • Loss record/pengalaman klaim
  • Membantu surveyor dari perusahaan asuransi jika ditunjuk untuk melakukan survei ke objek asuransi sebelum penutupan asuransi.

Cara Hitung Preminya?

Perhitungan premi asuransi properti mengacu pada beberapa faktor, salah satunya tentu saja rate atau persentase yang ditetapkan. Berdasarkan riset Lifepal, persentase premi asuransi properti tidak jauh berbeda dari ketetapan OJK yaitu antara 0,75-4,70 persen tergantung pada konstruksi bangunan dan zona wilayah pertanggungan (lokasi). Berikut faktor yang memengaruhi premi asuransi properti.

1. Intensitas properti dihuni

Intensitas properti dihuni menunjukkan seberapa sering pemilik rumah tinggal di rumah yang diasuransikan. Apabila rumah yang diasuransikan sering ditinggali, kemungkinan terjadi perampokan dan kerusakan lebih rendah dibandingkan yang jarang dihuni. 

2. Lokasi dan keadaan lingkungan sekitar properti

Lokasi menentukan kemungkinan terjadinya bencana atau kerusuhan. Sementara itu, lingkungan juga memengaruhi besar potensi terjadinya tindak kejahatan. Misalnya, rumah yang berada di kawasan kumuh bisa jadi dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan rumah dengan kawasan aman.

3. Sejarah kejadian perampokan 

Begitu juga dengan riwayat kejadian perampokan seseorang akan dinilai oleh pihak perusahaan asuransi. Calon properti tanggungan dengan sejarah perampokan biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau pengecualian tertentu.

4. Nilai properti

Nilai properti tentu memengaruhi besaran uang pertanggungan yang nanti akan dibayarkan pihak penanggung. Oleh sebab itu, tentu premi disesuaikan dengan uang pertanggungan tersebut. Semakin tinggi nilai properti, maka semakin besar pula nominal premi yang dikenakan. 

5. Sejarah banjir

Asuransi properti menjamin kerugian akibat banjir. Oleh sebab itu, sejarah kejadian banjir pada calon properti yang akan ditanggung menjadi pertimbangan dalam menentukan premi. Semakin sering sebuah properti terkena banjir atau properti berada di zona dekat banjir, tentu premi akan semakin besar. 

6. Kualitas bangunan

Kualitas bangunan terdiri dari kualitas bahan, konstruksi, dan ketahanan bangunan terhadap gempa dan kebakaran. Tentunya properti yang memiliki material bagus dan bangunan yang kuat akan dikenakan premi yang lebih rendah. 

7. Jenis dan barang yang diasuransikan

Selain menjamin properti, asuransi properti tambahan juga bisa menjamin harta benda di dalamnya. Jenis harta benda tersebut bisa menjadi penentu nilai premi asuransi tersebut.

Selain menggunakan faktor tersebut, perusahaan asuransi menghitung premi dari angka nilai pertanggungan. Nilai pertanggungan adalah biaya yang diperlukan untuk membangun kembali properti apabila terkena musibah.

Untuk menghitung premi, nilai pertanggungan ini tinggal dikalikan dengan suku premi. Suku premi adalah tingkat yang dipakai oleh perusahaan asuransi yang berbeda dengan perusahaan lain, biasanya dalam satuan persen. 

Misalnya, harga rumah kita Rp500 juta (nilai bangunan dan isinya) dengan rate perusahaan asuransi sebesar 0,2180 persen. Untuk menghitungnya hanya perlu dikalikan. Dengan begitu, diperoleh harga premi yang harus dibayar yaitu Rp1.090.000,-

Terlihat jelas bahwa premi yang kita bayar tidak terlalu besar jika dibandingkan harga atau nilai aset yang dimiliki. Karena itu, memiliki asuransi tentu sangat penting baik asuransi untuk aset maupun diri kita.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai asuransi atau mendapatkan konsultasi gratis dari Lifepal, silakan isi formulir di atas.

 

Tips & Pertanyaan

Pertanggungan asuransi properti terdiri dari pelayanan yang diterima dan digunakan oleh peserta asuransi. Pada dasarnya, asuransi properti menjamin keamanan dan keselamatan properti Anda.

Pertanggungan asuransi properti di antaranya biaya untuk perbaikan kerusakan properti akibat bencana alam, misalnya banjir, longsor, gempa bumi, angin topan, gunung meletus. Selain itu, juga kerugian properti akibat tindak kejahatan.

Biasanya, perusahaan asuransi menawarkan asuransi properti tambahan bila Anda ingin melindungi harta benda di dalam properti, misalnya perhiasan atau barang hobi. Untuk asuransi properti bisnis, Anda bisa menambahkan perlindungan kerusakan di bangunan pemasok dan perlindungan aset perusahaan lainnya.

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Nah, dalam asuransi properti biasanya metode penggantian tersebut dilakukan melalui pemberian uang pertanggungan, atau bisa disebut pemberian santunan.

Jadi, apabila terjadi hal-hal yang menyebabkan klaim, perusahaan asuransi akan mengirimkan dana dengan nominal sesuai kesepakatan dalam polis kepada tertanggung. Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperbaiki properti yang rusak. 

Sebelum memilih asuransi properti, calon tertanggung harus memastikan bagaimana cara perusahaan asuransi properti membayarkan uang pertanggungan jika ada klaim dari tertanggung. 

Apabila Anda ingin mengajukan klaim asuransi properti, ada serangkaian proses yang perlu dilalui. Hal ini penting untuk Anda cermati agar proses klaim berjalan lancar.

Pertama, tertanggung harus melaporkan klaim sesegera mungkin kepada perusahaan asuransi dengan waktu maksimal seminggu setelah terjadi kerugian. Kedua, tertanggung perlu melengkapi dokumen maksimal dua minggu setelah terjadi kerugian. 

Adapun dokumen yang perlu disiapkan, antara lain:

  1. Formulir klaim yang sudah diisi dan ditandatangani tertanggung.
  2. Detail kronologi kejadian penyebab kerugian.
  3. Laporan keterangan dari kepolisian untuk kasus akibat perilaku kriminal.
  4. Fotokopi tagihan untuk memperbaiki objek yang dipertanggungkan (dalam hal ini aset properti), atau bisa juga estimasi biaya perbaikan oleh pekerja kontraktor yang Anda tunjuk untuk melakukan perbaikan.
  5. Analisis secara teknis oleh teknisi terhadap objek yang dipertanggungkan untuk mengetahui penyebab kerusakan atau kerugian.
  6. Fotokopi kuitansi untuk pembelian objek yang dipertanggungkan.
  7. Foto dokumentasi dari kerusakan pada objek yang dipertanggungkan.
  8. Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) apabila kerusakan yang terjadi akibat akibat bencana alam.
  9. Fotokopi pencatatan stok.
  10. Dokumen pendukung klaim lainnya. 

Setelah menyerahkan dokumen, pihak penanggung akan melakukan penelitian polis Anda; mengecek status premi sudah dibayarkan dan polis masih berlaku. Selanjutnya, penanggung atau perusahaan asuransi meneliti kebenaran klaim yang Anda buat dengan melakukan estimasi nominal penggantian kerugian.

Setelah itu, penanggung akan menunjuk loss adjuster (penilai kerugian) apabila nominal klaim yang terjadi cukup besar. Anda akan mendapat hasil penelitian klaim dan mendapat kesempatan untuk melakukan negosiasi bila hasilnya kurang memuaskan, setelah itu loss adjuster akan melakukan penilaian ulang.

Apabila sudah sepakat dengan nominalnya, pihak asuransi memproses pencairan klaim dan dana akan segera dikirim ke rekening tertanggung.

Perhitungan premi asuransi properti mengacu pada beberapa faktor berikut.

1. Intensitas properti dihuni

Intensitas properti dihuni menunjukkan seberapa sering pemilik rumah tinggal di rumah yang diasuransikan. Apabila rumah yang diasuransikan sering ditinggali, kemungkinan terjadi perampokan dan kerusakan lebih rendah dibandingkan yang jarang dihuni. 

2. Lokasi dan keadaan lingkungan sekitar properti

Lokasi menentukan kemungkinan terjadinya bencana atau kerusuhan. Sementara itu, lingkungan juga memengaruhi besar potensi terjadinya tindak kejahatan. Misalnya, rumah yang berada di kawasan kumuh bisa jadi dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan rumah dengan kawasan aman.

3. Sejarah kejadian perampokan 

Begitu juga dengan riwayat kejadian perampokan seseorang akan dinilai oleh pihak perusahaan asuransi. Calon properti tanggungan dengan  sejarah perampokan biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau pengecualian tertentu.

4. Nilai properti

Nilai properti tentu memengaruhi besaran uang pertanggungan yang nanti akan dibayarkan pihak penanggung. Oleh sebab itu, tentu premi disesuaikan dengan uang pertanggungan tersebut. Semakin tinggi nilai properti, maka semakin besar pula nominal premi yang dikenakan. 

5. Sejarah banjir

Asuransi properti menjamin kerugian akibat banjir. Oleh sebab itu, sejarah kejadian banjir pada calon properti yang akan ditanggung menjadi pertimbangan dalam menentukan premi. Semakin sering sebuah properti terkena banjir atau properti berada di zona dekat banjir, tentu premi akan semakin besar. 

6. Kualitas bangunan

Kualitas bangunan terdiri dari kualitas bahan, konstruksi, dan ketahanan bangunan terhadap gempa dan kebakaran. Tentunya properti yang memiliki material bagus dan bangunan yang kuat akan dikenakan premi yang lebih rendah. 

7. Jenis dan barang yang diasuransikan

Selain menjamin properti, asuransi properti tambahan juga bisa menjamin harta benda di dalamnya. Jenis harta benda tersebut bisa menjadi penentu nilai premi.

 

Selain menggunakan faktor tersebut, perusahaan asuransi menghitung premi dari angka nilai pertanggungan. Nilai pertanggungan adalah biaya yang diperlukan untuk membangun kembali properti apabila terkena musibah. Untuk menghitung premi, nilai pertanggungan ini tinggal dikalikan dengan suku premi. Suku premi adalah tingkat yang dipakai oleh perusahaan asuransi yang berbeda dengan perusahaan lain, biasanya dalam satuan persen. 

Misalnya, Anda memiliki rumah dengan nilai Rp 500 juta (nilai bangunan dan isinya) dengan rate perusahaan asuransi sebesar 0,2180 persen. Untuk mendapatkan harga premi, Anda tinggal mengalikan keduanya, dengan begitu besaran yang harus Anda bayar setiap tahunnya adalah sebesar Rp 1.090.000.

Pembayaran premi asuransi properti dapat dilakukan melalui media berikut ini. Tergantung pada perusahaan asuransi properti yang Anda pilih. Sila pilih yang paling nyaman dan mudah bagi Anda.

  • Transfer bank
  • Melalui rekanan perusahaan asuransi
  • Autodebet rekening atau kartu kredit

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi properti tergantung pada kesepakatan polis. Untuk asuransi properti, biasanya menggunakan pembayaran sekali setahun.

Dasar hukum asuransi properti mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI).

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi properti terbaik di Indonesia bagi diri sendiri maupun keluarga atau perusahaan Anda.

1. Pilih asuransi properti yang bagus

Asuransi properti yang bagus berarti asuransi properti yang menyediakan perlindungan yang dibutuhkan, mulai dari plafon dan premi yang sebanding. Selain itu, pastikan pula syarat dan ketentuan yang diberlakukan tidak memberatkan.

2. Beli asuransi properti murah namun sesuai kebutuhan

Memilih asuransi properti yang cocok juga harus mempertimbangkan premi. Jika memang ada asuransi properti murah namun sesuai kebutuhan, mengapa tidak?

3. Bandingkan produk asuransi terbaik untuk Anda

Jangan lupa untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi properti yang satu dengan yang lain.

Sementara itu, bagi calon peserta asuransi yang mencari asuransi properti murah, cobalah beberapa tips berikut:

1. Sesuaikan manfaat yang ditawarkan dengan kebutuhan

Setiap produk asuransi menawarkan manfaat yang bervariasi. Perhatikan manfaat tersebut, lalu bandingkan apakah sesuai dengan kebutuhan Anda, atau hanya sekadar ingin? Pilih produk dengan manfaat yang benar-benar Anda butuhkan.

2. Bandingkan terlebih dahulu

Agar mendapatkan asuransi properti termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk asuransi properti yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah gunakan situs agregator seperti Lifepal.

Membeli asuransi properti secara online memudahkan karena dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Anda juga dapat lebih leluasa memilih asuransi properti sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi yang juga menyediakan produk asuransi properti. Berbagai pilihan asuransi properti terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim. Termasuk pula memberikan promo asuransi properti gratis untuk beberapa proteksi.

Salah satu rahasia mengapa asuransi properti online menjadi lebih untung karena harganya bisa murah 40 persen daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi (dalam hal ini asuransi properti). Agen asuransi properti adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi properti.

Sementara itu, broker asuransi properti merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon peserta asuransi dengan perusahaan asuransi properti. Dengan demikian, calon peserta asuransi dapat membandingkan produk asuransi properti terbaik bagi dirinya sendiri maupun kelompok.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon peserta asuransi. Broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi properti.

Lifepal merupakan broker asuransi properti terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi properti terbaik dan murah melalui situs web Lifepal.co.id. Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi properti:

  • Agen properti: Pihak yang menjembatani pihak penjual dan pembeli sebuah objek properti.
  • Akta jual beli (AJB): Surat keterangan yang menunjukkan bahwa kepemilikan properti sudah berpindah tangan akibat kegiatan jual beli.
  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Bubble property: Kondisi meningkatnya harga properti pada suatu kawasan.
  • Developer: Perusahaan yang membangun area atau kawasan properti yang bisa berupa perumahan atau kawasan perkantoran.
  • Kelayakan menggunakan bangunan (KMB): Izin dari pemerintah daerah kepada bangunan yang baru dibangun, biasanya diterapkan pada gedung tinggi.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Koefisien dasar bangunan (KDB): Persentase perbandingan luas lahan yang boleh dibangun dibandingkan dengan total luasan yang tersedia.
  • Koefisien lantai bangunan (KLB): Persentase perbandingan luas lantai yang boleh dibangun dibandingkan dengan total luasan yang tersedia.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tungu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Identitas warga negara yang berkaitan dengan kewajibannya untuk membayar pajak.
  • Loss adjuster: Pihak ketiga yang bekerja mewakili perusahaan asuransi yang tidak memiliki perwakilan untuk melakukan survei di daerah proyek tertanggung.
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Site plan (rencana tapak):  Gambar berbentuk dua dimensi yang menggambarkan rancangan pembangunan pada sebuah areal lahan secara rinci dan mendetail.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.