Asuransi Properti

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Pengertian Asuransi Properti

Asuransi properti adalah produk asuransi yang memberikan ganti rugi jika terjadi kerusakan aset properti, seperti rumah, apartemen, atau gedung lainnya akibat kebakaran, banjir, tsunami, atau kerusuhan.

Pentingnya Asuransi Properti

Asuransi properti sangat penting mengingat risiko banjir cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI BNPB), terjadi sekitar 700 kasus banjir per tahunnya sepanjang 2014 hingga 2018. Kerusakan yang disebabkan banjir membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari biaya perbaikan kusen atau keramik yang rusak, hingga plafon yang jebol.

Selain itu, risiko kebakaran juga cukup sering terjadi di Indonesia, khususnya pada aset properti pabrik dan perkantoran yang memiliki arus listrik rumit. Menurut data pemerintah, 70 persen kasus kebakaran gedung di Jakarta dipicu oleh korsleting listrik.

Asuransi properti dapat meminimalisir risiko kerugian jika musibah menimpa aset kita. Pasalnya, uang pertanggungan yang ditawarkan tidak sedikit, bisa mencapai miliaran rupiah!

Jenis-Jenis Asuransi Properti

Secara umum, asuransi properti terbagi atas dua jenis yaitu pribadi (rumah tapak ataupun rumah susun/apartemen) serta bisnis seperti ruko, gudang, toko, dan lainnya. Berikut ini penjelasan mengenai polis-polis asuransi properti yang bisa kita pilih.

Asuransi properti rumah adalah proteksi finansial apabila terjadi risiko kerugian atau kerusakan pada objek rumah tinggal, apartemen, rumah susun, atau beserta isinya. Berdasarkan situs resmi OJK, asuransi kepemilikan rumah dan properti ini pun terbagi lagi menjadi dua ketegori, yaitu:

Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) Polis Asuransi Properti All Risk
Polis ini hanya menjamin risiko kebakaran yang tercantum dalam polis untuk rumah,apartemen/rumah susun, dan/atau beserta isinya Polis ini hanya menjamin risiko kebakaran, pencurian, hingga bencana alam, dan lainnya yang tercantum dalam polis untuk rumah,apartemen/rumah susun, dan/atau beserta isinya

Asuransi properti bisnis dikhususkan untuk objek asuransi yang bersifat sebagai kantor, rumah sakit, sekolah, hingga pabrik. Jenis asuransi bisnis ini juga terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

Asuransi Properti Non Industri

(bukan industri besar)

Asuransi Properti Industri (industri besar)
Polis yang biasa digunakan untuk bisnis non industri seperti sektor jasa. Jenis polis ini adalah all risk dan biasanya memberikan jaminan ganti rugi untuk bangunan seperti perkantoran, sekolah, hingga rumah sakit. Polis asuransi yang biasa digunakan bisnis skala industri seperti produsen makanan hingga perabotan. Pertanggungan yang diberikan biasanya termasuk kerugian bisnis ketika terjadi musibah

Jadi, sederhana properti non industri lebih berfokus pada bisnis yang bukan industri besar. Umumnya risiko dari asuransi properti non industri tidak terlalu besar dibandingkan asuransi properti industri yang berskala besar seperti pabrik, dan lain sejenisnya.

Cakupan Manfaat Asuransi Properti

Asuransi properti menawarkan manfaat berupa pertanggungan terhadap risiko tertentu. Selain itu, ada juga risiko yang tidak ditanggung. Berikut penjelasannya.

Adapun dibagi menjadi dua kategori, yaitu Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) dan Polis Asuransi Property All Risk.

Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) Polis Asuransi Properti All Risk.
  • Kebakaran yang akibat keteledoran tertanggung maupun pihak lain, api yang muncul dari panas suatu barang, dan hubungan arus pendek.
  • Sambaran petir sehingga mengakibatkan kebakaran pada objek yang diasuransikan.
  • Ledakan yang artinya pelepasan tenaga secara tiba-tiba akibat gas atau uap. Contohnya pipa meledak, ledakan akibat reaksi kimia, ketel uap, dan lain sejenisnya.
  • Kejatuhan pesawat terbang atau sehingga mengakibatkan kebakaran.
  • Asap yang muncul akibat kebarakan.
  • Kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap
  • Banjir, badai, angin topan, kerusakan akibat air, kerusakan akibat kendaraan, dan pembongkaran.
  • Kerusuhsan, pemogokan, perbuatan jahat, dan huru hara
  • Terorisme dan sabotase
  • Gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami

Adapun risiko yang tidak ditanggung asuransi properti umumnya adalah sebagai berikut:

  • Kerusakan mesin karena pemakaian
  • Wear and tear and gradual
  • Karena sifat benda atau barang itu sendiri
  • Nuklir, reaksi atom, radioaktif, dan sejenisnya
  • Perang termasuk perang saudara
  • Properti dalam pengangkutan atau berada ditempat lain
  • Waterborne atau airbome property
  • Unexplained disappearance
  • Testing involving abnormal conditions atau intentional overloading
  • Niat jahat dari orang-orang atau pekerja tertanggung.
 

Daftar Asuransi Properti Terbaik di Indonesia

Berikut ini rekomendasi asuransi properti terbaik versi Lifepal, yaitu dari perusahaan asuransi ACA, Adira, Allianz, dan Sinar Mas.

1. ACA Rumah Idaman

  • Asuransi properti ACA yang menanggung rumah tinggal.

  • Ganti rugi terhadap risiko kerusakan rumah akibat kebakaran, ledakan, kebongkaran (pencurian dengan kekerasan), bencana alam seperti angin topan, badai, banjir, kerusakan akibat air, gempa bumi.
  • Pertanggungan tanggung jawab hukum terhadap tuntutan pihak ketiga.
  • Pertanggungan kerugian harta benda di dalam rumah.

2. ACA Asuransi Semua Risiko Properti/Industri

  • Asuransi properti ACA yang menanggung kantor, pabrik, sampai gedung kantor.

  • Ganti rugi terhadap risiko kerusakan aset properti akibat kebakaran, ledakan, bencana alam, angin topan, banjir, sampai kerusakan akibat perbuatan jalan,
  • Pertanggungan tanggung jawab hukum terhadap tuntutan pihak ketiga.

3. Adira Tempat Usaha

  • Asuransi properti ACA yang ditujukan untuk melindungi tempat usaha nasabah pengusaha kecil dan menengah (UKM).

  • Ganti rugi atas risiko kebakaran, kerusuhan, benturan fisik, pembongkaran atau pencurian, dan tanggung jawab pihak ketiga.
  • Santunan meninggal dunia atau cacat tetap akibat kecelakaan diri.
  • Biaya pengobatan akibat kebakaran.

4. Allianz Rumahku Plus

  • Asuransi properti Allianz yang dikhususkan untuk melindungi rumah tidak lebih dari tiga lantai.
  • Premi yang harus dibayarkan hanya berkisar 0,0294 hingga 0,244 persen.

  • Ganti rugi terhadap risiko kerusakan aset bangunan sampai Rp20 miliar.
  • Biaya akomodasi sementara
  • Pertanggungan tanggung gugat hukum.
  • Santunan atas risiko meninggal dunia.

5. Sinar Mas Simas Ruko

  • Asuransi properti Sinar Mas untuk aset ruko.
  • Kriteria ruko:
    • Konstruksi Kelas I maks. 4 lantai.
    • Tidak ada proses produksi di dalamnya.
    • Tidak termasuk kios dalam Shopping Mall dan Pasar,
    • Tidak dalam keadaan kosong dan tidak digunakan.
    • Terdapat minimal 1 unit alat pemadam ringan (APAR) yang masih berfungsi di dalam ruko.
    • Tidak pernah mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

  • Ganti rugi terhadap risiko kerusakan aset bangunan akibat kebakaran, kerusuhan, gempa bumi, banjir, dan tertabrak kendaraan.
  • Ganti rugi terhadap risiko kerusakan benda di dalam bangunan

6. Sinar Mas Simas Rumah Hemat++

  • Asuransi properti Sinar Mas untuk aset rumah.
  • Syarat bangunan: Konstruksi Kelas I.
  • Menanggung kehilangan perabot rumah tangga, yaitu perabot yang secara permanen digunakan dalam rumah tangga (televisi, DVD player, kulkas, piano, AC) dan bukan peralatan yang dapat digunakan secara berpindah-pindah (seperti laptop, kamera, handy cam, ponsel, portable playstation, kendaraan bermotor).

  • Ganti rugi terhadap risiko kerusakan aset bangunan dan perabot di dalamnya akibat kebakaran, kerusuhan, gempa bumi, dan banjir.
  • Ganti rugi terhadap risiko kehilangan benda di dalam bangunan akibat kebongkaran.
  • Pertanggungan tanggung jawab hukum pihak ketiga.
  • Santunan meninggal dunia atau cacat tetap.
  • Pertanggungan biaya pengobatan akibat kecelakaan diri.

7. BCA Property All Risk (PAR)

  • Asuransi properti BCA untuk aset bangunan.
  • Pembayaran premi lewat autodebet.
  • Tanpa survei khusus untuk rumah di komplek perumahan dan jalan depan rumah dapat dilalui 2 (dua) mobil penumpang).

  • Ganti rugi terhadap risiko kerusakan aset bangunan akibat kebakaran, banjir, angin topan, ditabrak kendaraan, pembongkaran.
  • Perluasan jaminan kerusuhan, perbuatan jahat, terorisme, gempa bumi, dan tsunami.

9. Brins Asri

  • Asuransi properti BRI Insurance (Brins).
  • Terdiri dari tiga plan: Silver, Gold, dan Premium.

  • Ganti rugi terhadap risiko kerusakan aset bangunan akibat kebakaran, banjir, kerusuhan, terorisme, kebongkaran, gempa bumi.
  • Pertanggungan tanggung jawab pihak ketiga.
  • Santunan meninggal dunia.
  • Santunan rawat inap.
  • Bantuan sewa rumah tinggal.

9. Avrist Property All Risk

  • Asuransi properti Avrist.
  • Menanggung segala jenis bangunan, baik rumah, kantor, pabrik, sampai tempat usaha.

  • Ganti rugi atas risiko kerusuhan, angin topan, badai, bajir, gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, tanah longsor, dan pergerakan tanah.

10. AIG Property All Risk

  • Asuransi properti AIG.
  • Cocok untuk perusahaan di industri medis, manufaktur, ritel, atau institusi pendidikan tinggi, serta properti komersial.

  • Total manfaat sampai USD1,5 miliar.
  • Ganti rugi terhadap risiko kerusakan aset bangunan karena kebakaran, banjir, badai, dan gempa bumi, hingga interupsi bisnis.
  • Perlindungan tambahan kerusakan peralatan.
 

Cara Menghitung Premi Asuransi Properti

Perhitungan premi pada asuransi properti ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya:

Berdasarkan riset Lifepal, persentase premi asuransi properti tidak jauh berbeda dari ketetapan OJK yaitu antara 0,75-4,70 persen tergantung pada konstruksi bangunan dan zona wilayah pertanggungan (lokasi)

Intensitas properti dihuni menunjukkan seberapa sering pemilik rumah tinggal di rumah yang diasuransikan. Apabila rumah yang diasuransikan sering ditinggali, kemungkinan terjadi perampokan dan kerusakan lebih rendah dibandingkan yang jarang dihuni.

Lokasi menentukan kemungkinan terjadinya bencana atau kerusuhan. Sementara itu, lingkungan juga memengaruhi besar potensi terjadinya tindak kejahatan. Misalnya, rumah yang berada di kawasan kumuh bisa jadi dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan rumah dengan kawasan aman.

Begitu juga dengan riwayat kejadian perampokan seseorang akan dinilai oleh pihak perusahaan asuransi. Calon properti tanggungan dengan sejarah perampokan biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau pengecualian tertentu.

Nilai properti tentu memengaruhi besaran uang pertanggungan yang nanti akan dibayarkan pihak penanggung. Oleh sebab itu, tentu premi disesuaikan dengan uang pertanggungan tersebut. Semakin tinggi nilai properti, maka semakin besar pula nominal premi yang dikenakan.

Asuransi properti menjamin kerugian akibat banjir. Oleh sebab itu, sejarah kejadian banjir pada calon properti yang akan ditanggung menjadi pertimbangan dalam menentukan premi. Semakin sering sebuah properti terkena banjir atau properti berada di zona dekat banjir, tentu premi akan semakin besar.

Selain menjamin properti, asuransi properti tambahan juga bisa menjamin harta benda di dalamnya. Jenis harta benda tersebut bisa menjadi penentu nilai premi asuransi tersebut.

Selain menggunakan faktor tersebut, perusahaan asuransi menghitung premi dari angka nilai pertanggungan. Nilai pertanggungan adalah biaya yang diperlukan untuk membangun kembali properti apabila terkena musibah.

Untuk menghitung premi, nilai pertanggungan ini tinggal dikalikan dengan suku premi. Suku premi adalah tingkat yang dipakai oleh perusahaan asuransi yang berbeda dengan perusahaan lain, biasanya dalam satuan persen.

Misalnya, harga rumah kita Rp500 juta (nilai bangunan dan isinya) dengan rate perusahaan asuransi sebesar 0,2180 persen. Untuk menghitungnya hanya perlu dikalikan. Dengan begitu, diperoleh harga premi yang harus dibayar yaitu Rp400 juta x 0,2180%=Rp1.090.000,-

Terlihat jelas bahwa premi yang kita bayar tidak terlalu besar jika dibandingkan harga atau nilai aset yang dimiliki. Karena itu, memiliki asuransi tentu sangat penting baik asuransi untuk aset maupun diri kita.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai asuransi atau mendapatkan konsultasi gratis dari Lifepal, klik di sini!

 

Contoh Kasus Asuransi Properti dan Penyelesaiannya

Contoh kasus asuransi properti menggunakan polis Allianz Asuransi Usahaku: 

Syarat & Ketentuan Polis

  • Masa perlindungan polis: 1 tahun
  • Uang pertanggungan polis: maksimal Rp30 miliar
  • Minimum premi: Rp300 ribu per bulan 

Sementara jenis bangunan yang dimiliki Bapak Hadi adalah konstruksi kelas 2 senilai Rp500 juta yang digunakan untuk usaha salon. Jika Bapak Hadi memilih Asuransi Usahaku Plan A maka: 

  • Masa berlaku polis: 1 Juni 2020 hingga 1 Juni 2021 
  • Premi: Rp500 juta x 0,1421% = Rp710.500 selama setahun. 

Apabila terjadi risiko kerugian seperti kebakaran, banjir, atau risiko lainnya yang tertulis dalam polis dan nilai kerugian diperkirakan Rp700 juta, sementara nilai pertanggungan polis asuransi properti all risk Allianz Bapak hadi adalah Rp500 juta. Maka Allianz tetap akan memberikan ganti rugi Rp500 juta bukan sesuai dengan nilai kerugian Rp700 juta. 

 

Tanya Jawab

Asuransi properti adalah produk asuransi yang memberikan ganti rugi jika terjadi kerusakan aset properti, seperti rumah, apartemen, atau gedung lainnya akibat kebakaran, banjir, tsunami, atau kerusuhan.

Manfaat asuransi properti adalah untuk meminimalisir risiko kerugian finansial apabila terjadi kerusakan pada aset properti akibat kebakaran, gempa bumi, kebanjiran, kerusuhan, hingga pencurian.

Deductible adalah besaran biaya yang harus dibayarkan peserta asuransi ketika mengajukan klaim. Cara kerjanya pun sederhana, misal perkiraan kerusakan properti peserta asuransi senilai Rp5 juta dan deductible yang telah disetujui dalam perjanjian polis adalah sebesar Rp500 ribu. Maka peserta asuransi harus membayar deductible asuransi properti sebesar Rp500 ribu dan Rp4,5 juta sisanya dibayarkan perusahaan asuransi (disesuaikan dengan perjanjian polis). 

TSI (Total Sum Insured) asuransi adalah jumlah dari nilai properti secara keseluruhan, yaitu mencakup harga bangunan ditambah isi bangunan. Nilai TSI inilah yang digunakan oleh perusahaan asuransi sebagai acuan besaran premi dan jumlah ganti rugi jika terjadi risiko yang ditanggung polis. 

Dalam memilih asuransi tempat usaha haruslah disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran calon nasabah. Namun, sebagai rekomendasi asuransi properti Allianz melalui polis Asuransi Usahaku dan asuransi properti Sinar Mas melalui polis Asuransi Property All Risk / Industrial All Risk. Sementara ulasan produk dapat dilihat selengkapnya dalam poin Jenis-Jenis Asuransi Properti. 

Secara sederhana, manfaat asuransi properti adalah memberikan ganti rugi atas risiko kerugian yang mungkin terjadi pada properti Anda. Baik jenis properti rumah tinggal, kantor, ruko, tempat usaha, hingga industri besar seperti pabrik. Adapun manfaat asuransi properti terbagi menjadi dua, yaitu kebakaran dan all risk. 

Manfaat asuransi properti kebakaran:

  • Kebakaran yang akibat keteledoran tertanggung maupun pihak lain
  • Api yang muncul dari panas suatu barang
  • Hubungan arus pendek. 
  • Sambaran petir 
  • Ledakan yang artinya pelepasan tenaga secara tiba-tiba akibat gas atau uap. 
  • Kejatuhan pesawat terbang 
  • Asap 

Manfaat asuransi properti all risk: 

  • Kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap
  • Banjir, badai, angin topan, kerusakan akibat air, kerusakan akibat kendaraan, dan pembongkaran. 
  • Kerusuhsan, pemogokan, perbuatan jahat, dan huru hara
  • Terorisme dan sabotase
  • Gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami

Metode penggantian biaya asuransi adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Nah, dalam asuransi properti biasanya metode penggantian tersebut dilakukan melalui pemberian uang pertanggungan, atau bisa disebut pemberian santunan.

Jadi, apabila terjadi hal-hal yang menyebabkan klaim, perusahaan asuransi akan mengirimkan dana dengan nominal sesuai kesepakatan dalam polis kepada tertanggung. Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperbaiki properti yang rusak. 

Sebelum memilih asuransi properti, calon tertanggung harus memastikan bagaimana cara perusahaan asuransi properti membayarkan uang pertanggungan jika ada klaim dari tertanggung. 

Apabila Anda ingin mengajukan klaim asuransi properti, ada serangkaian proses yang perlu dilalui. Hal ini penting untuk Anda cermati agar proses klaim berjalan lancar.

Pertama, tertanggung harus melaporkan klaim sesegera mungkin kepada perusahaan asuransi dengan waktu maksimal seminggu setelah terjadi kerugian. Kedua, tertanggung perlu melengkapi dokumen maksimal dua minggu setelah terjadi kerugian. 

Adapun dokumen yang perlu disiapkan, antara lain:

  1. Formulir klaim yang sudah diisi dan ditandatangani tertanggung.
  2. Detail kronologi kejadian penyebab kerugian.
  3. Laporan keterangan dari kepolisian untuk kasus akibat perilaku kriminal.
  4. Fotokopi tagihan untuk memperbaiki objek yang dipertanggungkan (dalam hal ini aset properti), atau bisa juga estimasi biaya perbaikan oleh pekerja kontraktor yang Anda tunjuk untuk melakukan perbaikan.
  5. Analisis secara teknis oleh teknisi terhadap objek yang dipertanggungkan untuk mengetahui penyebab kerusakan atau kerugian.
  6. Fotokopi kuitansi untuk pembelian objek yang dipertanggungkan.
  7. Foto dokumentasi dari kerusakan pada objek yang dipertanggungkan.
  8. Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) apabila kerusakan yang terjadi akibat akibat bencana alam.
  9. Fotokopi pencatatan stok.
  10. Dokumen pendukung klaim lainnya. 

Setelah menyerahkan dokumen, pihak penanggung akan melakukan penelitian polis Anda; mengecek status premi sudah dibayarkan dan polis masih berlaku. Selanjutnya, penanggung atau perusahaan asuransi meneliti kebenaran klaim yang Anda buat dengan melakukan estimasi nominal penggantian kerugian.

Setelah itu, penanggung akan menunjuk loss adjuster (penilai kerugian) apabila nominal klaim yang terjadi cukup besar. Anda akan mendapat hasil penelitian klaim dan mendapat kesempatan untuk melakukan negosiasi bila hasilnya kurang memuaskan, setelah itu loss adjuster akan melakukan penilaian ulang.

Apabila sudah sepakat dengan nominalnya, pihak asuransi memproses pencairan klaim dan dana akan segera dikirim ke rekening tertanggung.

Dasar hukum asuransi properti mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI).

Agar tak salah pilih, perhatikan beberapa poin berikut sebelum memilih asuransi properti terbaik di Indonesia bagi diri sendiri maupun keluarga atau perusahaan Anda.

  1. Pilih asuransi properti yang bagus

Asuransi properti yang bagus berarti asuransi properti yang menyediakan perlindungan yang dibutuhkan, mulai dari plafon dan premi yang sebanding. Selain itu, pastikan pula syarat dan ketentuan yang diberlakukan tidak memberatkan.

  1. Beli asuransi properti murah namun sesuai kebutuhan

Memilih asuransi properti yang cocok juga harus mempertimbangkan premi. Jika memang ada asuransi properti murah namun sesuai kebutuhan, mengapa tidak?

  1. Bandingkan produk asuransi terbaik untuk Anda

Jangan lupa untuk membandingkan terlebih dahulu produk asuransi properti yang satu dengan lainnya.

Sementara itu, bagi calon peserta asuransi yang mencari asuransi properti murah, cobalah beberapa tips berikut:

  1. Sesuaikan manfaat yang ditawarkan dengan kebutuhan

Setiap produk asuransi menawarkan manfaat yang bervariasi. Perhatikan manfaat tersebut, lalu bandingkan apakah sesuai dengan kebutuhan Anda, atau hanya sekadar ingin? Pilih produk dengan manfaat yang benar-benar Anda butuhkan.

  1. Bandingkan terlebih dahulu

Agar mendapatkan asuransi properti termurah, sebaiknya bandingkan terlebih dahulu produk asuransi properti yang ada di pasaran. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah gunakan situs agregator seperti Lifepal.

Membeli asuransi properti secara online memudahkan karena dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Anda juga dapat lebih leluasa memilih asuransi properti sesuai kebutuhan dengan cara membandingkan satu produk perusahaan asuransi dengan yang lain.

Lifepal merupakan salah satu marketplace asuransi yang juga menyediakan produk asuransi properti. Berbagai pilihan asuransi properti terbaik dapat Anda temukan melalui platform asuransi Lifepal.

Lifepal sebagai teman andalan Anda, memberikan layanan 24 jam untuk pembelian asuransi maupun proses klaim. Termasuk pula memberikan promo asuransi properti gratis untuk beberapa proteksi.

Salah satu rahasia mengapa asuransi properti online menjadi lebih untung karena harganya bisa murah 40 persen daripada membeli asuransi secara offline maupun dari agen.

Terdapat perbedaan antara agen asuransi dengan broker asuransi (dalam hal ini asuransi properti). Agen asuransi properti adalah orang pribadi yang bekerja sendiri pada perusahaan asuransi properti.

Sementara itu, broker asuransi properti merupakan perusahaan yang menjadi pihak perantara antara calon peserta asuransi dengan perusahaan asuransi properti. Dengan demikian, calon peserta asuransi dapat membandingkan produk asuransi properti terbaik bagi dirinya sendiri maupun kelompok.

Agen asuransi mewakili perusahaan asuransi. Akan tetapi, broker asuransi memposisikan diri sebagai orang yang mewakili kepentingan pihak calon peserta asuransi. Broker asuransi juga senantiasa membantu peserta asuransi dalam proses klaim kepada pihak perusahaan asuransi properti.

Lifepal merupakan broker asuransi properti terbaik di Indonesia. Anda dapat membandingkan produk asuransi properti terbaik dan murah melalui situs web Lifepal.co.id. Lifepal bekerja sama dengan PT Mitra Ibisnis Terapan adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-18/NB.1/2016 dan anggota APPARINDO 230-2016.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi properti:

  • Agen properti: Pihak yang menjembatani pihak penjual dan pembeli sebuah objek properti.
  • Akta jual beli (AJB): Surat keterangan yang menunjukkan bahwa kepemilikan properti sudah berpindah tangan akibat kegiatan jual beli.
  • Aktuaris: Orang profesional yang telah menjalani sekolah atau pelatihan tertentu di bidang asuransi. Sehingga memiliki pengetahuan mengenai asuransi secara detail dan akurat. Pekerjaannya adalah menghitung besaran premi calon peserta asuransi.
  • Benefit/manfaat: Manfaat atau perlindungan adalah hak baik berupa fasilitas ataupun penggantian biaya yang akan diterima oleh pihak tertanggung atau peserta asuransi.
  • Bubble property: Kondisi meningkatnya harga properti pada suatu kawasan.
  • Developer: Perusahaan yang membangun area atau kawasan properti yang bisa berupa perumahan atau kawasan perkantoran.
  • Kelayakan menggunakan bangunan (KMB): Izin dari pemerintah daerah kepada bangunan yang baru dibangun, biasanya diterapkan pada gedung tinggi.
  • Klaim asuransi: Permintaan secara resmi dari pihak peserta asuransi untuk mendapatkan kompensasi alias jaminan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan di polis.
  • Koefisien dasar bangunan (KDB): Persentase perbandingan luas lahan yang boleh dibangun dibandingkan dengan total luasan yang tersedia.
  • Koefisien lantai bangunan (KLB): Persentase perbandingan luas lantai yang boleh dibangun dibandingkan dengan total luasan yang tersedia.
  • Masa tenggang: Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi namun polis asuransi masih berlaku.
  • Masa tungu: Periode setelah polis diterbitkan namun benefit belum dapat digunakan oleh peserta asuransi. Atau, periode antara satu benefit telah digunakan dan harus menunggu waktu tertentu hingga benefit yang sama bisa dimanfaatkan.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Identitas warga negara yang berkaitan dengan kewajibannya untuk membayar pajak.
  • Loss adjuster: Pihak ketiga yang bekerja mewakili perusahaan asuransi yang tidak memiliki perwakilan untuk melakukan survei di daerah proyek tertanggung.
  • Premi asuransi: Premi asuransi adalah jumlah uang yang harus disetorkan
  • Polis asuransi: Perjanjian tertulis antara tertanggung (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi mengenai hak dan kewajiban masing-masing terkait asuransi yang dibeli.
  • Penanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang membayarkan premi atas polis tersebut.
  • Risiko: Kerugian yang dialami oleh pihak yang dipertanggungkan oleh asuransi.
  • Secondary Benefit: Manfaat tambahan dari manfaat utama yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Akan tetapi, peserta asuransi biasanya harus menambahkan nominal premi.
  • Site plan (rencana tapak):  Gambar berbentuk dua dimensi yang menggambarkan rancangan pembangunan pada sebuah areal lahan secara rinci dan mendetail.
  • Tertanggung: Pihak yang sah tertulis di polis asuransi sebagai orang yang menerima manfaat atau benefit atas suatu produk asuransi.
Penulis Nisrina Salma Alifah Jurnalis bisnis yang sedang bergelut di dunia asuransi. Hidup untuk belajar dan berbahasa. Lihat profile penulis