Perhitungan Asuransi Properti

Perhitungan asuransi properti didasari atas beberapa faktor. Paling utama adalah premi, nilai pertanggungan, dan kondisi properti yang akan diasuransikan.

Agar lebih jelas mengenai perhitungan asuransi properti, simak faktor penentu dan simulasinya!

Faktor Perhitungan Asuransi Properti

Perhitungan premi pada asuransi properti ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Suku premi

Berdasarkan riset Lifepal, persentase premi asuransi properti tidak jauh berbeda dari ketetapan OJK yaitu antara 0,75-4,70 persen tergantung pada konstruksi bangunan dan zona wilayah pertanggungan (lokasi).

2. Intensitas properti dihuni

Intensitas properti dihuni menunjukkan seberapa sering pemilik rumah tinggal di rumah yang diasuransikan. Apabila rumah yang diasuransikan sering ditinggali, kemungkinan terjadi perampokan dan kerusakan lebih rendah dibandingkan yang jarang dihuni.

3. Lokasi dan keadaan lingkungan sekitar properti

Lokasi menentukan kemungkinan terjadinya bencana atau kerusuhan. Sementara itu, lingkungan juga memengaruhi besar potensi terjadinya tindak kejahatan. Misalnya, rumah yang berada di kawasan kumuh bisa jadi dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan rumah dengan kawasan aman.

4. Sejarah kejadian perampokan

Begitu juga dengan riwayat kejadian perampokan seseorang akan dinilai oleh pihak perusahaan asuransi. Calon properti tanggungan dengan sejarah perampokan biasanya akan dikenakan premi yang lebih tinggi atau pengecualian tertentu.

5. Nilai properti

Nilai properti tentu memengaruhi besaran uang pertanggungan yang nanti akan dibayarkan pihak penanggung. Oleh sebab itu, tentu premi disesuaikan dengan uang pertanggungan tersebut. Semakin tinggi nilai properti, maka semakin besar pula nominal premi yang dikenakan.

6. Sejarah banjir

Asuransi properti menjamin kerugian akibat banjir. Oleh sebab itu, sejarah kejadian banjir pada calon properti yang akan ditanggung menjadi pertimbangan dalam menentukan premi. Semakin sering sebuah properti terkena banjir atau properti berada di zona dekat banjir, tentu premi akan semakin besar.

7. Kualitas bangunan

Kualitas bangunan terdiri dari kualitas bahan, konstruksi, dan ketahanan bangunan terhadap gempa dan kebakaran. Tentunya properti yang memiliki material bagus dan bangunan yang kuat akan dikenakan premi yang lebih rendah

8. Jenis dan barang yang diasuransikan

Selain menjamin properti, asuransi properti tambahan juga bisa menjamin harta benda di dalamnya. Jenis harta benda tersebut bisa menjadi penentu nilai premi asuransi tersebut.

9. Nilai pertanggungan

Selain menggunakan faktor tersebut, perusahaan asuransi menghitung premi dari angka nilai pertanggungan. Nilai pertanggungan adalah biaya yang diperlukan untuk membangun kembali properti apabila terkena musibah.

Untuk menghitung premi, nilai pertanggungan ini tinggal dikalikan dengan suku premi. Suku premi adalah tingkat yang dipakai oleh perusahaan asuransi yang berbeda dengan perusahaan lain, biasanya dalam satuan persen.

Misalnya, harga rumah kita Rp500 juta (nilai bangunan dan isinya) dengan rate perusahaan asuransi sebesar 0,2180 persen. Untuk menghitungnya hanya perlu dikalikan. Dengan begitu, diperoleh harga premi yang harus dibayar yaitu Rp400 juta x 0,2180%=Rp1.090.000,-

Terlihat jelas bahwa premi yang kita bayar tidak terlalu besar jika dibandingkan harga atau nilai aset yang dimiliki. Karena itu, memiliki asuransi tentu sangat penting baik asuransi untuk aset maupun diri kita.

Selain asuransi properti, seorang pengusaha juga perlu mengasuransikan karyawannya agar kesehatan lebih baik dan produktivitas terjaga. Temukan asuransi kesehatan karyawan terbaik di Lifepal!
Asuransi dengan manfaat fleksibel sesuai kebutuhan perusahaan!
+62

Contoh Perhitungan Asuransi Properti

Untuk mengetahui perhitungan asuransi properti, simak contoh perhitungan asuransi properti dengan polis Allianz Asuransi Usahaku berikut ini!

Syarat & Ketentuan Polis

  • Masa perlindungan polis: 1 tahun
  • Uang pertanggungan polis: maksimal Rp30 miliar
  • Minimum premi: Rp300 ribu per bulan
  • Jenis konstruksi kelas 2 senilai Rp500 juta yang digunakan untuk usaha salon.

Jika pemilik properti mengambil Asuransi Usahaku Plan A, maka jaminan atau manfaat selama satu tahun adalah sebagai berikut:

  • Masa berlaku polis: 1 Juni 2020 hingga 1 Juni 2021
  • Premi: Rp500 juta x 0,1421% = Rp710.500 selama setahun.

Dari contoh perhitungan asuransi properti di atas, maka ganti rugi yang diterima atas risiko kebakaran, banjir, atau risiko lainnya yang tertulis dalam polis adalah sebagai berikut:

Jika nilai kerugian diperkirakan Rp700 juta, sementara nilai ganti rugi maksimal adalah Rp500 juta, maka ganti rugi yang diberikan adalah Rp500 juta atau sesuai nominal ganti rugi maksimal dari polis Allianz Asuransi Usahaku.

Ingin mendapatkan asuransi properti dengan premi dan pertanggungan sesuai kebutuhan? Sila lihat daftar terbaik asuransi properti hanya melalui marketplace asuransi Lifepal!
Penulis Clara Naomi Penulis yang memiliki pengalaman dalam bidang finansial dan asuransi. Menulis guna mendorong masyarakat sadar pentingnya pengaturan keuangan yang baik dan ideal. Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan