Jenis Asuransi Proyek

Jenis asuransi proyek secara umum terdiri atas asuransi all risk dan  Polis Standar Asuransi Proyek Konstruksi Indonesia (PSAPKI). Namun, ada juga jenis asuransi proyek yang hanya memberikan jaminan ganti rugi untuk masa tertentu.

Contohnya jenis asuransi proyek jaminan penawaran yang memberikan manfaat ganti rugi selama masa penawaran. Artinya, polis ini untuk mengurangi risiko kerugian finansial ketika kontraktor mengundurkan diri.

Selain asuransi proyek, kita juga perlu mengasuransikan kesehatan karyawan demi kelancaran proyek. Yuk dapatkan di Lifepal!

Asuransi dengan manfaat fleksibel sesuai kebutuhan perusahaan!
+62

Berikut ini ulasan lengkap jenis asuransi proyek yang ada di Indonesia beserta manfaatnya!

1. Jaminan Penawaran

Jaminan yang diterbitkan perusahaan asuransi untuk menjamin pemilik proyek bahwa kontraktor sebagai pemegang jaminan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam pelelangan/tender.

Jika kontraktor pemenang lelang tidak menyanggupi, maka kerugian yang dialami pemilik proyek akan dibayar perusahaan asuransi. Nilai pembayaran dihitung berdasarkan selisih penawaran terendah kontraktor yang tidak menyanggupi dengan tawaran terendah kontraktor baru.

Adapun risiko yang ditanggung secara general ada dua yaitu:

  • Kontraktor pemenang mengundurkan diri
  • Kontraktor pemenang tidak dapat menyerahkan jaminan pelaksanaan setelah keluarnya surat perintah kerja (SPK).

Fungsi asuransi jaminan penawaran yang paling utama adalah syarat pelelangan suatu proyek agar peserta tender (kontraktor) bersungguh-sungguh untuk mendapatkan proyek dan memberikan jaminan/kepastian ganti rugi jika suatu waktu tidak menyanggupi proyek tersebut.

2. Jaminan Pelaksanaan

Jenis asuransi proyek kedua adalah asuransi jaminan pelaksanaan. Jenis asuransi proyek yang diterbitkan perusahaan asuransi untuk menjamin pemilik proyek bahwa kontraktor akan/dapat menyelesaikan pekerjaan yang diberikan sesuai perjanjian dalam kontrak pekerjaan. Besarnya nilai jaminan (penal sum) pelaksanaan yang dibayarkan ketika kontraktor tidak menyelesaikan proyek yaitu 5-10 persen dari nilai proyek.

Fungsi utama asuransi ini adakah syarat penandatanganan kontrak kerja bagi pemenang tender. Jika kontraktor pemenang tender tidak melaksanakan kewajiban sesuai kontrak, maka perusahaan asuransi membayarkan ganti rugi kepada pemilik proyek dengan mencairkan asuransi atau jaminan pelaksanaan tersebut.

3. Jaminan Pembayaran Uang Muka

Polis asuransi ini juga disebut advance payment bond yaitu jaminan kepada pemilik proyek bahwa kontraktor akan mengembalikan uang muka yang telah dibayar sesuai ketentuan yang dijanjikan dalam kontrak untuk memperlancar pembiayaan proyek. Jika pekerjaan tidak selesai atau gagal, maka perusahaan asuransi akan membayar pemilik proyek.

Besarnya nilai ganti rugi pada polis ini disesuaikan persentase tertentu. Namun, biasanya nilai uang muka (DP) yang ditetapkan sebesar 20 persen dari nilai proyek. Fungsi utama polis ini adalah memperlancar pembiayaan proyek yang dikerjakan. Jika kontraktor gagal melaksanakan proyek, maka perusahaan asuransi akan membayar pemilik proyek sebesar sisa uang muka yang belum dilunasi.

4. Jaminan Pemeliharaan

Polis asuransi yang disebut maintenance bond ini adalah jaminan bagi pemilik proyek bahwa kontraktor sanggup memperbaiki kerusakan pekerjaan setelah menyelesaikan proyek sesuai perjanjian kontrak. Besarnya nilai jaminan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari nilai kontrak yaitu 5 persen saat kontraktor menyelesaikan 100 persen proyek tersebut.

5. Garansi Bank

Jaminan ini adalah pemberian janji tertulis bank kepada pemilik proyek untuk jangka waktu tertentu, jumlah tertentu, dan keperluan tertentu bahwa bank akan membayar kewajiban kontraktor jika melakukan wanprestasi. Dalam proses penerbitannya, kontraktor menghubungi perusahaan asuransi dengan melengkapi dokumen standar proyek dan data kontraktor sesuai aturan surety bond.

6. Customs Bond

Polis ini adalah jaminan yang diberikan kepada pemerintah atas kelalaian/ketidakmampuan pengusaha mengekspor barang/produk/hasil industri tertentu setelah mendapatkan pembebasan bea masuk, bea masuk tambahan, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang/bahan baku yang diimpor untuk produksi.

Jika dalam jangka waktu tertentu pengusaha yang bersangkutan lalai/tidak mengekspor, maka customs bond tersebut bisa dicairkan pemerintah. Fungsi produk ini adalah menjamin pemerintah yang telah memberikan keringanan (mengurangi penerimaan pendapatan) kepada pengusahaan.

Polis Asuransi Proyek yang Umum Ditawarkan Perusahaan

Berikut ini polis-polis asuransi proyek yang bisa dibeli melalui perusahaan asuransi umum, agen, atau broker.

  1. Contractors All Risk (CAR): Polis asuransi yang menjamin ganti rugi kerusakan bangunan atau infrastruktur yang masih dalam tahap pembangunan. Risiko yang dijaminkan disesuaikan dalam kesepakatan, misalnya saja bencana alam.
  2. Erection All Risk (EAR): Polis asuransi yang menjamin ganti rugi kerusakan mesin selama masa pemasangan atau instalasi bermacam-macam mesin dan perlengkapannya. Polis ini juga menjamin ganti rugi pekerjaan konstruksi seperti penyulingan minyak, pembangkit tenaga, hingga konstruksi jembatan besi.
  3. Asuransi Kerusakan Mesin: Polis yang menjamin ganti rugi atas kerusakan mesin yang diasuransikan akibat risiko dari mesin tersebut. Beberapa mesin yang bisa diasuransikan yaitu turbin, mesin uap, mesin pembangkit tenaga listrik, kompresor, mesin diesel, hingga peralatan teknik untuk pabrik.
  4. Surety Bond: Polis atau produk asuransi yang telah dijelaskan sebelumnya, memberikan jaminan untuk pemilik proyek jika kontraktor gagal/tidak mampu mengerjakan proyek/melakukan wanprestasi.

Selain jenis asuransi proyek yang disebutkan di atas, situs Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memberikan penjelasan mengenai Polis Standar Asuransi Proyek Konstruksi Indonesia (PSAPKI).

PSAPKI adalah jenis asuransi proyek standar yang memberikan jaminan ganti rugi atas bangunan/infrastruktur proyek, mesin-mesin, hingga tenaga kerja dalam proyek dari risiko yang tercantum dalam polis seperti kebakaran, bencana alam, dan lainnya.

Bagaimana Memilih Asuransi Terbaik untuk Proyek?

Begitu banyak perusahaan asuransi umum yang hadir di Indonesia dan menawarkan produk asuransi ini membuat bingung pebisnis. Apalagi, jika harus membandingkan satu per satu keunggulan masing-masing polis. Itu sebabnya, Lifepal hadir sebagai jembatan antara perusahaan asuransi dan calon nasabah.

Melalui situs Lifepal, kita bisa dengan mudah membandingkan produk yang sama dari perusahaan asuransi berbeda. Atau, bisa juga mendapatkan konsultasi gratis hingga polis asuransi sesuai kebutuhan dan bujet hanya dengan mengisi formulir di atas.

Tips dari Lifepal untuk memilih asuransi konstruksi terbaik ada beberapa. Simak penjelasan berikut:

Sesuai kebutuhan

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, terdapat beberapa polis asuransi konstruksi, bukan? Pebisnis yang ingin mengasuransikan proyeknya atau kontraktor yang ingin mengikuti tender atau lelang proyek bisa membeli polis yang sesuai kebutuhan. Misalnya saja polis asuransi jaminan penawaran saat ingin mengikuti tender.

Sesuaikan bujet

Jika ada yang lebih ramah kantong dengan manfaat sama, kenapa tidak? Pebisnis juga manusia biasa, harga yang lebih rendah tetapi memberi jaminan luas tentunya jadi pilihan. Karena itu, coba cek di Lifepal.

Kesehatan keuangan perusahaan

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesehatan keuangan perusahaan. Jangan sampai sudah membeli asuransi konstruksi dari perusahaan asuransi tertentu, lalu ketika klaim tidak bisa karena keuangan perusahaan seret. Karena itu, ada beberapa indikator dari laporan keuangan perusahaan asuransi yang harus kita ketahui sebelum membeli.

Salah satunya dan menjadi sorotan OJK adalah rasio solvabilitas atau RBC. sesuai peraturan OJK, rasio yang mengindikasikan kemampuan perusahaan membayarkan kewajibannya ini minimal 120 persen. Kalau di bawah itu? Mending jangan beli di perusahaan tersebut.

Pertanggungan atau jaminan ganti rugi

Indikator lainnya adalah pertanggungan atau jaminan ganti rugi. Bandingkan sejumlah perusahaan asuransi umum pilihan dari sisi jaminannya. Misalnya kita sudah menyeleksi sejumlah perusahaan asuransi yaitu A.B, dan C. Kemudian, dari tiga perusahaan asuransi tersebut, perhatikan bagaimana jaminan ganti rugi apakah ada sederet syarat dan ketentuan yang bakal memberatkan kita sebagai nasabah atau tidak.

Pelayanan

Pertimbangan lain adalah pelayanan yang diberikan perusahaan asuransi. Beberapa indikator yang perlu kita tanyakan seperti berapa lama waktu klaim, prosesnya seperti apa, layanan nasabah, lalu bagaimana penyelesaian klaim jika tidak disetujui perusahaan asuransi yang biasanya ke meja hijau.

Berapa Biaya Asuransi untuk Proyek atau Konstruksi?

Ketahui biaya asuransi proyek dan preminya untuk mendapatkan manfaat maksimal dengan biaya murah!

Penulis Lifepal Teman Andalanmu untuk Keuangan dan Asuransi Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan