Asuransi Rumah

HEMAT 30%
Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
 

Pilihan Asuransi Rumah Terbaik di Indonesia

Dalam memilih asuransi rumah terbaik ada beberapa indikator yang bisa menjadi pertimbangan. Salah satunya adalah laporan keuangan yang memberikan indikasi kesehatan keuangan perusahaan asuransi tersebut.

Kita tidak perlu memperhatikan semua angka dalam laporan keuangan. Salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah rasio solvabilitas atau rasio pencapaian. Rasio yang juga dikenal sebagai risk based capital (RBC) ini secara sederhana adalah kemampuan perusahaan membayar kewajibannya.

Sesuai ketentuan regulator industri jasa keuangan, rasio solvabilitas minimum suatu perusahaan asuransi adalah 120 persen. Jadi, jika rasio solvabilitasnya berada di bawah 120 persen, sebaiknya tidak memilih asuransi rumah dari perusahaan tersebut.

Selain rasio solvabilitas, terdapat pula indikator lain seperti pelayanan, manfaat atau pertanggungan, dan popularitas perusahaan asuransi. Dari berbagai indikator tersebut, berikut lima perusahaan asuransi umum yang menyediakan produk asuransi rumah terbaik rekomendasi Lifepal.

Allianz

Brand yang satu ini sudah tidak asing lagi di dunia perasuransian Tanah Air. Grup perusahaan asuransi asal Jerman tersebut hadir di Indonesia sebagai perusahaan asuransi jiwa melalui PT Asuransi Allianz Life Indonesia dan perusahaan asuransi umum (kerugian) melalui PT Asuransi Allianz Utama Indonesia.

Sebagai asuransi umum, Allianz cukup besar, termasuk untuk urusan produk yang bermacam-macam. Asuransi rumah salah satunya. Pertanggungan yang diberikan juga cukup luas termasuk all risk.

Sinar Mas

Salah satu grup perusahaan raksasa di Indonesia ini memiliki lebih dari lima perusahaan asuransi. Salah satunya adalah Asuransi Sinar Mas yang terdaftar di OJK sebagai perusahaan asuransi umum. Seperti Allianz, Sinar Mas punya beragam produk asuransi umum. Salah satunya asuransi rumah atau properti dengan pertanggungan luas.

Astra Buana

Perusahaan asuransi umum dari Astra Grup ini menawarkan beragam produk asuransi kerugian. Beberapa di atanranya asuransi perjalanan, asuransi kendaraan, serta asuransi rumah yang disebut Happy Home. Lifepal memilih perusahaan ini berdasarkan banyak indikator yang menunjukkan keunggulan, di antaranya laporan keuangan yang positif, pertanggungan yang luas, serta layanan yang cukup baik.

Askrindo

Melayani sejak 1971, perusahaan asuransi umum punya BUMN alias pelat merah ini juga cukup unggul di antara beberapa brand. Salah satu keunggulan dari produk asuransi rumahnya adalah ketersediaan dua polis yaitu Asuransi Property All Risk dan Asuransi Kebakaran (PSAKI). Kalau sudah unggul dari segi polis lengkap, apalagi yang harus dicari? Premi dapat dengan mudah dibandingkan di Lifepal. Konsultasi saja dulu!

ACA

Asuransi yang pernah dimiliki BCA sebelum diakuisisi Djarum Grup ini juga menjadi rekomendasi Lifepal. Sebagai asuransi umum, ACA punya produk beragam, keuangan sehat, pelayanan oke, dan masih banyak keunggulan lain. Itu sebabnya jangan ragu untuk memilih ACA sebagai salah satu pertimbangan membeli asuransi rumah.

 

Apa Itu Asuransi Rumah?

Rumah merupakan salah satu aset berharga bagi sebagian besar orang. Proteksi atas rumah menjadi kebutuhan karena hunian rentan akan dampak banjir ataupun risiko kebakaran. Belum lagi ada risiko lain seperti pencurian aset berharga disertai tindak pembongkaran yang merusak properti kita.

Risiko seperti yang disebutkan tadi mendorong kehadiran asuransi rumah. Produk asuransi ini secara sederhana diartikan sebagai produk asuransi yang memberikan jaminan ganti rugi atas risiko-risiko yang tercantum dalam polis.

Rata-rata asuransi rumah dari perusahaan asuransi umum (kerugian) memberikan pertanggungan utama berupa ganti rugi atas risiko kebakaran atau sesuai Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI). Dalam polis ini, risiko yang ditanggung perusahaan asuransi adalah ganti rugi atas kerusakan akibat kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap.

Lalu, bagaimana dengan risiko banjir yang sering melanda pemilik rumah di kota-kota besar seperti Jakarta? 

Kita bisa membeli polis asuransi dengan jaminan ganti rugi banjir. Beberapa perusahaan asuransi umum yang beroperasi di Indonesia menawarkan polis asuransi rumah all risk. Polis ini memberikan jaminan lebih lengkap dari PSAKI, salah satunya banjir.

Namun, kita tetap harus selektif dalam membandingkan polis asuransi rumah all risk yang tersedia dari sisi harga dan pertanggungan. Karena itu, Lifepal  hadir untuk membantu membandingkan dan melihat plus-minus suatu produk asuransi.

Meski belum menyediakan polis asuransi rumah, Lifepal tetap menyuguhkan ulasan semua perusahaan asuransi umum di Indonesia, termasuk penyedia asuransi rumah. Jadi, kita bisa dengan mudah melihat keunggulan dan kekurangan dari masing-masing produk asuransi rumah dari berbagai indikator, termasuk jaminan dan cara klaim.

Untuk produk asuransi lain bisa ditemukan di Lifepal. Kita bisa membandingkan dan mendapatkan konsultasi gratis sebelum memutuskan membeli polis. Silakan mencoba!

Intensitas bencana di Indonesia cukup tinggi

Asuransi rumah merupakan salah satu produk yang dibutuhkan di Indonesia. Salah satu alasan adalah tingginya intensitas bencana alam yang hampir tersebar merata di Tanah Air. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang 2018 terjadi 2.572 bencana. Salah satu yang terbesar adalah tsunami Selat Sunda pada Desember 2018.

Akibat ribuan bencana yang terjadi, kerusakan rumah kategori berat mencapai 150.513 unit, kerusakan rumah kategori sedang 39.815 unit, dan kerusakan rumah ringan 129.837 unit. Tentunya tidak ada yang bisa memperkirakan bencana alam ataupun kebakaran yang bakal terjadi.

Risiko kerusakan baik ringan, sedang, ataupun berat tentunya merugikan pemilik rumah. Namun, akan terasa lebih berat ketika tidak memiliki asuransi rumah. Pasalnya, dengan memiliki asuransi rumah, finansial kita tidak akan terganggu karena perusahaan asuransi yang mengganti kerugian tersebut.

Jenis dan Pertimbangan Premi Asuransi Rumah

Berdasarkan penjelasan di atas, tentu kita mulai menyadari pentingnya asuransi rumah. Apalagi, rumah impian yang kita miliki merupakan hasil kerja keras selama ini yang akan terasa rugi ketika tertimpa musibah tidak terduga.

Nah sebelum membeli polis asuransi rumah, kita harus ketahui terlebih dahulu jenis asuransi rumah yang tersedia. Berdasarkan laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), secara umum terdapat dua jenis asuransi rumah yang bisa kita pertimbangkan. Berikut penjelasan singkatnya:

  • Asuransi PSAKI: Polis asuransi properti standar yang memberikan jaminan ganti rugi atas risiko kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat, dan asap.
  • Asuransi Rumah All Risk: Polis asuransi kebakaran yang bersifat unnamed perils atau jaminan ganti rugi untuk semua risiko. Jadi, termasuk bencana alam, banjir, dan risiko kebakaran sesuai pertanggungan PSAKI.

Ulasan Jenis Asuransi Rumah

Berdasarkan penjelasan di atas yang dikutip dari laman OJK, jenis asuransi rumah hanya ada dua yaitu PSAKI dan All Risk. Berikut penjelasan lebih detail mengenai masing-masing polis.

Asuransi PSAKI

Asuransi kebakaran rumah dikenal juga sebagai polis standar asuransi kebakaran Indonesia (PSAKI) yang dikeluarkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). PSAKI ini dijelaskan sebagai produk asuransi rumah yang khusus memberikan perlindungan kepada hunian nasabah dari risiko kebakaran.

Pertanggungan standar dari perusahaan asuransi rumah adalah kerugian yang disebabkan oleh kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap.

Namun, selain manfaat utama dalam PSAKI tersebut, asuransi kebakaran dapat diperluas jaminan atau risiko lain yang tidak dijaminkan, yaitu:

  • Kerusuhan, pemogokan, kerusakan akibat perbuatan jahat, dan huru hara.
  • Banjir, angin topan, badai, dan kerusakan karena air.
  • Tanah longsor.
  • Kebongkaran.
  • Business interruption (kehilangan keuntungan).

Asuransi All Risk

Asuransi kebakaran juga memiliki pertanggungan all risk, mirip dengan asuransi kendaraan. Namun, bersifat unnamed perils yaitu memberikan jaminan terhadap seluruh risiko yang terjadi pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Asuransi jenis kedua ini memberikan layanan dan jaminan sebagai berikut:

  • Jaminan untuk kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat, dan huru hara.
  • Jaminan untuk angin topan, badai, banjir, dan kerusakan akibat air.
  • Jaminan untuk gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.
  • Jaminan untuk tanah longsor dan pergerakan tanah.

Meski hampir semua risiko ditanggung, ada beberapa pengecualian yang tidak ditanggung asuransi rumah jenis kedua ini, yaitu:

  • Perang.
  • Terorisme.
  • Nuklir dan radioaktif.
  • Keterlambatan, kehilangan pangsa pasar, atau gangguan usaha.
  • Kesengajaan atau ketidakjujuran karyawan.
  • Kerusakan mekanik dan boiler.
  • Aus, korosi, sifat barang itu sendiri.
  • Polusi atau kontaminasi.

Pada dasarnya, asuransi rumah all risk (PAR) hanya berlaku bagi bangunan non industri seperti kantor, rumah tinggal, rumah sakit, sekolah dan berbagai bangunan properti lainnya. Sedangkan untuk bangunan industri seperti pabrik, gudang, mal, dan toko akan digunakan asuransi jenis Industrial All Risk (IAR).

Pertimbangan Menetapkan Premi

Berdasarkan pengertian masing-masing polis yang dikelompokan oleh regulator industri jasa keuangan, tentu harga premi yang ditetapkan berbeda. Penetapan harga premi ini tidak terlepas dari Surat Edaran OJK Nomor 6 /SEOJK.05/2017 Tentang Penetapan Tarif Premi Atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda Dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017.

Berikut ini penjelasan mengenai persentase dan kelas konstruksi yang Lifepal kutip dari SEOJK Nomor 6 Tahun 2017 Bagian III Tentang Tarif Premi dan Kontribusi Lini Usaha Asuransi Harta Benda.

Perusahaan dengan pertimbangan profesional underwriter dapat menetapkan premi dan potongan premi atau kontribusi dengan pertimbangan berikut:

Berdasarkan pertanggungan dengan risiko dalam satu lokasi:

  • Uang pertanggungan (UP) kurang dari US$100 juta tidak diberikan potongan tarif premi atau kontribusi.
  • UP mulai US$100-200 juta mendapat potongan premi 10 persen.
  • UP antara US$200-300 juta mendapat potongan premi 20 persen.
  • UP antara US$300 juta-1 miliar mendapat potongan premi tertinggi 50 persen.
  • UP di atas US$1 miliar mengikuti mekanisme internasional.

Tarif Premi atau kontribusi yang diterapkan adalah tarif premi atau kontribusi sesuai dengan kelas konstruksi, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Kelas Konstruksi I: dinding, lantai, dan semua komponen penunjang struktural serta penutup (atap) terbuat seluruhnya dan sepenuhnya dari bahan tidak mudah terbakar. Jendela dan/atau pintu beserta rangka, dinding partisi, dan penutup lantai boleh diabaikan.
  • Kelas Konstruksi II: kriteria sama seperti yang disebutkan pada Kelas Konstruksi I, tetapi penutup atap terbuat dari sirap kayu keras, dinding boleh mengandung bahan mudah terbakar maksimum 20 persen dari luas dinding, serta lantai dan struktur penunjang boleh terbuat dari kayu.
  • Kelas Konstruksi III: semua bangunan selain yang disebutkan pada Kelas Konstruksi I atau II.

Berikut ini contoh cara menghitung premi asuransi rumah dan asuransi rumah beserta isi:

Perhitungan premi asuransi bangunan

Untuk menghitung premi bangunan (rumah saja), maka kita harus mengetahui nilai pertanggungan rumah. Cara sederhana menghitung nilai pertanggungan adalah mengetahui luas bangunan serta biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah tersebut.

Contoh:

Suatu rumah yang akan diasuransikan memiliki luas 200 m2 dengan biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya adalah Rp7 juta/m2. Dengan nilai tersebut, maka nominal pertanggungan yang dibutuhkan adalah:

Rp7 juta/m2 x 200 m2  = Rp1,4 miliar.

Setelah mengetahui nilai bangunan, maka dilanjutkan dengan menghitung rate premi yaitu tingkat premi yang dikenakan. Tingkat premi ini berbeda-beda antara satu perusahaan asuransi rumah dengan perusahaan asuransi rumah lainnya.

Dalam menghitung rate premi juga ada beberapa cara yaitu dengan satuan per mil dan ada pula yang dihitung berdasarkan satuan persentase.

Misalnya saja rate premi perusahaan asuransi A adalah 0,2194 persen. Maka, premi yang harus dibayarkan dengan nilai pertanggungan Rp1,4 miliar adalah sebagai berikut:

Rp1,4 miliar x 0,2194 persen = Rp3.071.600,-

Berarti, premi tahunan asuransi rumah seluas 200m2 dari perusahaan asuransi A adalah Rp3.071.600,-

Asuransi bangunan dan isi

Sama seperti hitungan asuransi bangunan, asuransi bangunan dan isi membutuhkan nilai pertanggungan juga. Satu yang harus diketahui adalah harga premi akan lebih tinggi karena isi rumah turut diasuransikan.

Rumus untuk menghitungnya juga cukup mudah. Misalnya saja dengan nilai pertanggungan bangunan yang sama dengan contoh di atas yaitu Rp1,4 miliar plus isi bangunan Rp500 juta, misalnya. Maka, premi per tahun yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut:

Nilai pertanggungan bangunan + nilai pertanggungan isi bangunan yaitu:

Rp1,4 miliar + Rp500 juta = Rp1,9 miliar.

Maka, premi tahunan yang dibayarkan adalah:

Rp1,9 miliar x 0,2194 persen = Rp4.168.600,-

Fungsi dan Manfaat Asuransi Rumah

Mengapa asuransi untuk rumah dibutuhkan? Karena manfaat asuransi rumah akan sangat membantu menggantikan risiko finansial yang diakibatkan oleh risiko seperti kebakaran, bencana alam, maupun pencurian. Berikut fungsi dan manfaat asuransi rumah secara umum yang bisa menjadi pertimbangan penting bagi kita yang ingin melindungi aset berharga:

  • Urgensi dan manfaat asuransi. Memiliki polis asuransi rumah merupakan tindakan preventif dengan mengalihkan risiko dan kerugian finansial akibat kerusakan pada rumah kepada pihak asuransi. Dengan asuransi rumah, tentunya kita akan merasa lebih tenang karena aset berharga telah memiliki perlindungan maksimal.
  • Melindungi risiko kehilangan. Manfaat asuransi berupa penggantian atau perbaikan jika rumah mengalami kerusakan yang diakibatkan risiko kebakaran dan bencana alam, serta risiko kehilangan akibat pencurian atau perampokan untuk harta benda di dalam rumah.
  • Melindungi nilai rumah. Banyak orang beranggapan bahwa hunian dapat dijadikan aset atau investasi yang nilainya terus bertambah. Ketika suatu risiko terjadi di kemudian hari, perusahaan asuransi akan melakukan penggantian. Dengan begitu, kita tidak khawatir lagi akan kehilangan nilai properti atau salah satu investasi berharga tersebut.
  • Memberikan tempat sementara. Sekadar informasi, beberapa perusahaan asuransi memberikan tempat tinggal sementara bagi nasabah ketika rumahnya dalam masa renovasi. Fasilitas akomodasi ini akan mengurangi biaya tempat tinggal sementara dan kekhawatiran kita ketika rumah sedang diperbaiki. tentunya , keuangan kita tetap terjaga.

Bagaimana Klaim Asuransi Rumah?

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi rumah all risk dan asuransi kebakaran. Kita hanya perlu mengetahui dokumen dan data yang diperlukan untuk mengajukan klaim. Berikut dokumen yang diperlukan dan langkah-langkahnya:

Klaim risiko kerusakan pada rumah

Untuk melakukan klaim risiko kerusakan asuransi rumah tentu berbeda-beda di setiap perusahaan asuransi. Berikut ini daftar dokumen yang hampir semua perusahaan asuransi minta nasabah penuhi saat melakukan klaim.

  • Formulir klaim yang telah dilengkapi.
  • Rincian barang yang telah rusak termasuk dengan kuitansi pembelian untuk melakukan verifikasi nilai barang tersebut serta detail spesifikasi barang tersebut.
  • Kronologi kejadian kerusakan.
  • Foto barang yang rusak.
  • Laporan teknis dari pihak yang ditunjuk untuk memperbaiki rumah (misalnya tukang bangunan langganan) yang berisi penyebab kejadian, tingkat kerusakan serta penilaian akan apakah properti tersebut masih dapat diperbaiki.
  • Proposal atau penawaran harga untuk perbaikan atau penggantian barang yang rusak.
  • Claim discharge atau dokumen persetujuan pembayaran klaim dan/atau pelepasan tuntutan yang telah ditandatangani peserta asuransi.

Klaim risiko pencurian

Sama seperti klaim kerusakan rumah, klaim pencurian membutuhkan sejumlah dokumen. Berikut daftar dokumen yang perlu dipenuhi nasabah asuransi rumah ketika klaim pencurian, biasanya isi rumah.

  • Informasi saat terakhir barang yang hilang tersebut digunakan serta siapa yang menyadari kehilangan tersebut pertama kali.
  • Foto yang menunjukkan tempat masuk atau keluarnya pencuri.
  • Surat keterangan kehilangan dari kepolisian.
  • Proposal atau penawaran harga untuk perbaikan atau penggantian barang yang hilang.
  • Dokumen persetujuan pembayaran klaim dan pelepasan tuntutan (claim discharge) yang telah ditandatangani nasabah.

Setelah berkas-berkas lengkap, pemilik rumah atau nasabah dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengurus klaim asuransi rumah:

  • Melapor kejadian sesegera mungkin kepada perusahaan asuransi maksimal tujuh hari setelah kejadian (rata-rata waktu maksimal melaporkan kejadian untuk klaim). Namun, beberapa perusahaan asuransi membatasi waktu maksimal adalah tiga hari setelah kejadian. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika kita mempelajari polis asuransi rumah yang dimiliki.
  • Menyiapkan data dan dokumen sesuai jenis klaim (berdasarkan penjelasan di atas).
  • Perusahaan asuransi akan mengirim peninjau (melakukan peninjauan atas klaim yang diajukan).
  • Perusahaan asuransi akan memperkirakan (menaksir) kerugian yang dialami nasabah.
  • Setelah disetujui, klaim akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi sekitar 7-14 hari kerja.

Untung-Rugi Punya Asuransi Rumah

Memiliki asuransi rumah tentunya ada untung-ruginya. Apalagi, jika selama setahun (masa proteksi) tidak terjadi musibah, premi akan hangus begitu saja. Berikut ini untung-rugi memiliki asuransi rumah yang bisa kita pertimbangkan sebelum membelinya.

Untung punya asuransi rumah

  • Mendapat ganti rugi ketika properti kita tertimpa musibah seperti kebakaran, bencana alam, dan pencurian.
  • Biaya arsitek atau surveyor hingga konsultan saat merenovasi rumah sudah termasuk dalam pertanggungan asuransi rumah.
  • Hidup lebih tenang, terutama bagi Anda yang profesinya sering pergi baik ke luar kota maupun luar negeri karena hunian Anda sudah terproteksi.
  • Benefit yang diberikan asuransi rumah tergolong lengkap dengan berbagai produk yang bisa dipilih, termasuk perusahaan asuransi yang cukup banyak hadir di Indonesia.
  • Menjaga anggaran Anda tetap stabil karena tidak perlu mencari pinjaman atau mencairkan investasi atau tabungan ketika terjadi risiko pada rumah.

Rugi punya asuransi rumah

Selain kelebihan asuransi rumah seperti yang disebutkan di atas, terdapat beberapa poin penting yang menjadi kekurangan dari asuransi rumah. Sebenarnya bukan rugi atau kekurangan, hanya menjadi pertimbangan banyak orang jika tidak bisa klaim atau premi tidak kembali. Berikut penjelasannya:

  • Dana hangus jika tidak terjadi klaim, sehingga kebanyakan orang merasa rugi jika tidak melakukan klaim.
  • Lingkup penanggulangan terbatas karena disesuaikan dengan premi, nilai bangunan, dan faktor lain termasuk produk asuransi yang dipilih. Misalnya membeli asuransi kebakaran, maka ketika terjadi bencana alam, kita tidak bisa melakukan klaim.

Istilah-Istilah dalam Asuransi Rumah

Berikut ini beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi rumah di Indonesia:

  • Risiko utama (main coverage) yaitu risiko yang ditanggung perusahaan asuransi berdasarkan musibah yang menimpa rumah tertanggung seperti kebakaran, tersambar petir, ledakan tabung gas, dan lainnya yang bersifat tidak disengaja.
  • Risiko perluasan (extended coverage) yaitu risiko tambahan selain risiko utama seperti risiko kerusuhan atau huru-hara, banjir, badai, serta risiko lain seperti pencurian.
  • Asuransi properti yaitu asuransi yang menjamin semua risiko yaitu risiko utama dan perluasan, walaupun tidak disebutkan secara tegas.
  • Pengecualian (exclusions) yaitu kondisi atau risiko tertentu yang tidak ditanggung perusahaan asuransi karena tidak termasuk dalam pertanggungan produk asuransi yang dibeli.
  • Pengecualian umum (general exclusions) yaitu kondisi atau risiko tertentu yang secara umum tidak ditanggung perusahaan asuransi seperti kerusakan akibat perang atau kudeta untuk pemilik polis asuransi rumah kebakaran.
  • Pengecualian khusus (special exclusions) yaitu kondisi atau risiko tertentu yang khusus dikecualikan seperti properti yang dalam tahap konstruksi atau renovasi tidak akan ditanggung perusahaan asuransi jika mengalami kerusakan.
  • Objek pertanggungan yaitu hunian atau bangunan yang akan ditanggung perusahaan asuransi jika terjadi suatu risiko sesuai perjanjian dalam buku polis.
  • Nilai premi yaitu harga yang harus dibayarkan pemilik rumah atau bangunan yang mengasuransikan objek pertanggungannya.
 

Tips & Pertanyaan

Mengapa asuransi untuk rumah dibutuhkan? Karena manfaat asuransi rumah akan sangat membantu menggantikan risiko finansial yang diakibatkan oleh risiko seperti kebakaran, bencana alam, maupun pencurian. Berikut fungsi dan manfaat asuransi rumah secara umum yang bisa menjadi pertimbangan penting bagi calon nasabah:

  • Urgensi dan manfaat asuransi yaitu sebagai tindakan preventif dengan mengalihkan risiko dan kerugian finansial akibat kerusakan pada rumah kepada pihak asuransi. Anda akan merasa lebih tenang karena aset berharga telah memiliki perlindungan maksimal.
  • Melindungi risiko kehilangan yaitu manfaat asuransi berupa penggantian atau perbaikan jika rumah mengalami kerusakan yang diakibatkan risiko kebakaran dan bencana alam, serta risiko kehilangan akibat pencurian atau perampokan.
  • Melindungi nilai rumah. Bahkan banyak orang beranggapan, hunian dapat dijadikan aset yang nilainya terus bertambah. Ketika suatu risiko terjadi di kemudian hari, perusahaan asuransi akan melakukan penggantian, sehingga Anda tak perlu khawatir akan kehilangan nilai dari properti.
  • Memberikan tempat sementara ketika risiko terjadi yang diberikan beberapa perusahaan asuransi saat nasabahnya tertimpa musibah bencana alam. Biasanya perusahaan asuransi akan memberikan akomodasi hingga rumah tertanggung direnovasi.

Setelah memperhatikan fungsi dan manfaat asuransi rumah yang disebutkan di atas, kini ada baiknya perhatikan jenis produk asuransi rumah terbaik dan berbagai prosedurnya.

Seperti halnya produk asuransi lain seperti asuransi jiwa dan asuransi kendaraan, terdapat beberapa jenis produk asuransi rumah. Adapun jenis produk asuransi rumah terbagi berdasarkan kriteria tertentu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Asuransi Kebakaran Rumah

Asuransi kebakaran rumah dikenal juga sebagai polis standar asuransi kebakaran Indonesia (PSAKI) yang dikeluarkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). PSAKI ini dijelaskan sebagai produk asuransi rumah yang khusus memberikan perlindungan kepada hunian nasabah dari risiko kebakaran.

Pertanggungan standar dari perusahaan asuransi rumah adalah kerugian yang disebabkan oleh kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap.

Namun, selain manfaat utama dalam PSAKI tersebut, asuransi kebakaran dapat diperluas jaminan atau risiko lain yang tidak dijaminkan, yaitu:

  • Kerusuhan, pemogokan, kerusakan akibat perbuatan jahat, dan huru hara.
  • Banjir, angin topan, badai, dan kerusakan karena air.
  • Tanah longsor.
  • Kebongkaran.
  • Business interruption (kehilangan keuntungan).

2. Asuransi all risk

Asuransi kebakaran juga memiliki pertanggungan all risk, mirip dengan asuransi kendaraan. Namun, bersifat unnamed perils yaitu memberikan jaminan terhadap seluruh risiko yang terjadi pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Asuransi jenis kedua ini memberikan layanan dan jaminan sebagai berikut:

  • Jaminan untuk kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat, dan huru hara.
  • Jaminan untuk angin topan, badai, banjir, dan kerusakan akibat air.
  • Jaminan untuk gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.
  • Jaminan untuk tanah longsor dan pergerakan tanah.

Meski hampir semua risiko ditanggung, ada beberapa pengecualian yang tidak ditanggung asuransi rumah jenis kedua ini, yaitu:

  • Perang.
  • Terorisme.
  • Nuklir dan radioaktif.
  • Keterlambatan, kehilangan pangsa pasar, atau gangguan usaha.
  • Kesengajaan atau ketidakjujuran karyawan.
  • Kerusakan mekanik dan boiler.
  • Aus, korosi, sifat barang itu sendiri.
  • Polusi atau kontaminasi.

Pada dasarnya, asuransi properti all risk (PAR) hanya berlaku bagi bangunan non industri seperti kantor, rumah tinggal, rumah sakit, sekolah dan berbagai bangunan properti lainnya. Sedangkan untuk bangunan industri seperti pabrik, gudang, mal, dan toko akan digunakan asuransi jenis Industrial All Risk (IAR).

Pertanggungan asuransi rumah terdiri dari pelayanan yang diterima dan digunakan oleh peserta asuransi. Berikut sejumlah pertanggungan paling umum yang bisa peserta asuransi gunakan sesuai dengan ketentuan yang tercantum di polis asuransi.

Pertanggungan yang pertama adalah untuk kategori jenis produk asuransi kebakaran yang memberikan penggantian terhadap risiko kebakaran akibat ketidaksengajaan, menjalarnya api, hubungan arus pendek listrik, tersambar petir, ledakan seperti tabung gas, dan kerusakan karena asap.

Pertanggungan yang kedua yaitu kategori all risk, memberikan ganti rugi akibat kriminalitas. Contoh pencurian dan pembongkaran paksa, jaminan kerusakan harta benda akibat orang ketiga (bukan keluarga), kerusakaan akibat tertabrak kendaraan (bukan milik pribadi), dan kerusakan akibat bencana alam (termasuk banjir).

Perhitungan premi asuransi rumah mengacu pada beberapa faktor. Misalnya saja apabila ukuran bangunan semakin besar maka otomatis nominal premi per tahunnya juga lebih besar.

Selain itu, jumlah premi juga bergantung pada tingkat risiko. Semakin tinggi risiko yang dilindungi maka semakin tinggi pula nominal premi yang harus dibayar. Risiko tinggi tersebut dapat dilihat dari lini bisnis. Misal, bisnis pabrik korek api yang memiliki risiko kerusakan lebih tinggi dibandingkan pabrik kain.

Tidak hanya itu saja, nominal premi juga ditentukan oleh kualitas bangunan, yang dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:

  • Kelas 1: Bangunan yang memiliki sifat tahan api.
  • Kelas 2: Bangunan yang relatif tahan api.
  • Kelas 3: Bangunan yang rentan terkena api.

Bangunan yang memiliki kualitas kelas 1 akan mempunyai premi yang lebih rendah dibandingkan kelas lainnya, dan yang termahal adalah bangunan kelas 3.

Berikut cara menghitung premi asuransi rumah yang dibayarkan per tahun berdasarkan jenis produk.

1. Perhitungan premi asuransi bangunan

Untuk menghitung premi bangunan (rumah saja), maka Anda harus mengetahui nilai pertanggungan rumah. Cara sederhana menghitung nilai pertanggungan adalah mengetahui luas bangunan serta biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah tersebut.

Contohnya sebagai berikut:

Rumah Anda memiliki luas 200 m2 dengan biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya adalah Rp7 juta/m2. Dengan nilai tersebut, maka nominal pertanggungan yang dibutuhkan adalah:

Rp7 juta/m2 x 200 m2  = Rp1,4 miliar.

 

Setelah mengetahui nilai bangunan Anda, maka dilanjutkan dengan menghitung rate premi yaitu tingkat premi yang dikenakan. Tingkat premi ini berbeda-beda antara satu perusahaan asuransi rumah dengan perusahaan asuransi rumah lainnya.

Dalam menghitung rate premi juga ada beberapa cara yaitu dengan satuan per mil dan ada pula yang dihitung berdasarkan satuan persentase.

Misalnya saja rate premi perusahaan asuransi A adalah 0,2194 persen. Maka, premi yang Anda bayarkan dengan nilai pertanggungan Rp1,4 miliar adalah sebagai berikut:

 

Rp1,4 miliar x 0,2194 persen = Rp3.071.600,-

Berarti, premi tahunan asuransi rumah Anda dari perusahaan asuransi A adalah Rp3.071.600,-

2. Asuransi bangunan dan isi

Sama seperti hitungan asuransi bangunan, asuransi bangunan dan isi membutuhkan nilai pertanggungan juga. Namun, Anda harus mengetahui, harga premi yang harus dibayarkan jauh lebih mahal karena isi rumah turut diasuransikan.

Rumus untuk menghitungnya juga cukup mudah. Misalnya saja dengan nilai pertanggungan bangunan yang sama dengan contoh di atas yaitu Rp1,4 miliar, plus isi bangunan Rp500 juta, misalnya. Maka, premi per tahun yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut:

Nilai pertanggungan bangunan + nilai pertanggungan isi bangunan yaitu:

Rp1,4 miliar + Rp500 juta = Rp1,9 miliar.

Maka, premi tahunan yang dibayarkan adalah:

Rp1,9 miliar x 0,2194 persen = Rp4.168.600,-

Metode penggantian biaya asuransi (dalam hal ini rumah) adalah cara perusahaan asuransi mengganti biaya klaim Anda. Terdapat dua metode penggantian biaya asuransi rumah pada umumnya

1. Reimbursement

Metode penggantian reimbursement mengharuskan peserta asuransi membayarkan tagihan terlebih dahulu. Kemudian, peserta asuransi mengirimkan dokumen klaim ke pihak perusahaan asuransi. Selanjutnya, perusahaan asuransi akan mengganti biaya kerugian tersebut. 

2. Cashless

Metode penggantian cashless  adalah biaya renovasi atas kerugian yang diderita peserta asuransi langsung dibayarkan. Jadi, peserta asuransi tidak perlu mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk melakukan renovasi.

Pembayaran premi asuransi rumah dapat dilakukan melalui berbagai media, tergantung pada perusahaan asuransi rumah yang Anda pilih. Sila pilih yang paling nyaman dan mudah bagi Anda.

  • Transfer bank.
  • Melalui rekanan perusahaan asuransi.
  • Autodebet rekening atau kartu kredit.

Sementara itu, frekuensi pembayaran asuransi rumah tergantung pada kesepakatan polis. Biasanya adalah per tahun.

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan cara klaim asuransi rumah all risk dan asuransi kebakaran. Anda hanya perlu mengetahui dokumen dan data yang diperlukan untuk mengajukan klaim. Berikut dokumen yang diperlukan dan langkah-langkahnya:

1. Klaim risiko kerusakan pada rumah

Untuk melakukan klaim risiko kerusakan asuransi rumah, Anda perlu menyiapkan dokumen berikut ini:

  • Formulir klaim yang telah dilengkapi.
  • Rincian barang yang telah rusak termasuk dengan kuitansi pembelian untuk melakukan verifikasi nilai barang tersebut serta detail spesifikasi barang tersebut.
  • Kronologi kejadian kerusakan.
  • Foto barang yang rusak.
  • Laporan teknis dari pihak yang ditunjuk untuk memperbaiki rumah (misalnya tukang bangunan yang biasa Anda gunakan layanannya) yang berisi penyebab kejadian, tingkat kerusakan serta penilaian akan apakah properti tersebut masih dapat diperbaiki.
  • Proposal atau penawaran harga untuk perbaikan atau penggantian barang yang rusak.
  • Claim discharge atau dokumen persetujuan pembayaran klaim dan/atau pelepasan tuntutan yang telah ditandatangani peserta asuransi.

2. Klaim risiko pencurian

Untuk melakukan klaim risiko pencurian asuransi rumah, Anda perlu menyiapkan dokumen berikut ini:

  • Informasi saat terakhir barang yang hilang tersebut digunakan serta siapa yang menyadari kehilangan tersebut pertama kali.
  • Foto yang menunjukkan tempat masuk atau keluarnya pencuri.
  • Surat keterangan kehilangan dari kepolisian.
  • Proposal atau penawaran harga untuk perbaikan atau penggantian barang yang hilang.
  • Dokumen persetujuan pembayaran klaim dan pelepasan tuntutan (claim discharge) yang telah ditandatangani nasabah.

Setelah berkas-berkas lengkap, pemilik rumah atau nasabah dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengurus klaim asuransi rumah:

  1. Melapor kejadian sesegera mungkin kepada perusahaan asuransi maksimal tujuh hari setelah kejadian.
  2. Menyiapkan data dan dokumen sesuai jenis klaim (berdasarkan penjelasan di atas).
  3. Perusahaan asuransi akan mengirim peninjau (melakukan peninjauan atas klaim yang diajukan).
  4. Perusahaan asuransi akan memperkirakan (menaksir) kerugian yang dialami nasabah.
  5. Setelah disetujui, klaim akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi sekitar 7-14 hari kerja.

Penyelenggaraan asuransi di Indonesia baik itu kesehatan, jiwa, umum seperti kendaraan dan properti diatur oleh hukum yang berlaku di Indonesia. Berikut ini dasar hukum yang mengatur penyelenggaraan asuransi rumah di Indonesia:

  • UU Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.
  • UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.
  • KUHD Bab 9 Pasal 246 Ayat 3 tentang Asuransi dan Pertanggungan.
  • KUHD Pasal 252, 253, dan dipertegas dalam Pasal 278.

Memiliki asuransi rumah menghadirkan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Berikut ini kelebihan dan kekurangan mendaftar asuransi rumah yang bisa Anda jadikan bahan rujukan.

1. Kelebihan memiliki asuransi rumah

Memiliki asuransi rumah menawarkan beberapa kelebihan seperti yang berikut ini:

  • Mendapat ganti rugi ketika properti Anda tertimpa musibah seperti kebakaran, bencana alam, dan pencurian.
  • Biaya arsitek atau surveyor hingga konsultan saat merenovasi rumah sudah termasuk dalam pertanggungan asuransi rumah.
  • Hidup lebih tenang, terutama bagi Anda yang profesinya sering pergi baik ke luar kota maupun luar negeri karena hunian Anda sudah terproteksi.
  • Benefit yang diberikan asuransi rumah tergolong lengkap dengan berbagai produk yang bisa dipilih, termasuk perusahaan asuransi yang cukup banyak hadir di Indonesia.
  • Menjaga anggaran Anda tetap stabil karena tidak perlu mencari pinjaman atau mencairkan investasi atau tabungan ketika terjadi risiko pada rumah Anda.

2. Kekurangan memiliki asuransi rumah

Selain kelebihan asuransi rumah seperti yang disebutkan di atas, terdapat beberapa poin penting yang menjadi kekurangan dari asuransi rumah. Berikut penjelasannya:

  • Dana hangus jika tidak terjadi klaim, sehingga kebanyakan orang merasa rugi jika tidak melakukan klaim.
  • Lingkup penanggulangan terbatas karena disesuaikan dengan premi, nilai bangunan, dan faktor lain termasuk produk asuransi yang dipilih. Misalnya membeli asuransi kebakaran, maka ketika terjadi bencana alam, Anda tidak bisa melakukan klaim.

Berikut ini beberapa istilah yang sering digunakan dalam asuransi rumah di Indonesia:

  • Risiko utama (main coverage) yaitu risiko yang ditanggung perusahaan asuransi berdasarkan musibah yang menimpa rumah tertanggung seperti kebakaran, tersambar petir, ledakan tabung gas, dan lainnya yang bersifat tidak disengaja.
  • Risiko perluasan (extended coverage) yaitu risiko tambahan selain risiko utama seperti risiko kerusuhan atau huru-hara, banjir, badai, serta risiko lain seperti pencurian.
  • Asuransi properti yaitu asuransi yang menjamin semua risiko yaitu risiko utama dan perluasan, walaupun tidak disebutkan secara tegas.
  • Pengecualian (exclusions) yaitu kondisi atau risiko tertentu yang tidak ditanggung perusahaan asuransi karena tidak termasuk dalam pertanggungan produk asuransi yang dibeli.
  • Pengecualian umum (general exclusions) yaitu kondisi atau risiko tertentu yang secara umum tidak ditanggung perusahaan asuransi seperti kerusakan akibat perang atau kudeta untuk pemilik polis asuransi rumah kebakaran.
  • Pengecualian khusus (special exclusions) yaitu kondisi atau risiko tertentu yang khusus dikecualikan seperti properti yang dalam tahap konstruksi atau renovasi tidak akan ditanggung perusahaan asuransi jika mengalami kerusakan.
  • Objek pertanggungan yaitu hunian atau bangunan yang akan ditanggung perusahaan asuransi jika terjadi suatu risiko sesuai perjanjian dalam buku polis.
  • Nilai premi yaitu harga yang harus dibayarkan pemilik rumah atau bangunan yang mengasuransikan objek pertanggungannya.