Jenis Asuransi Rumah

Asuransi rumah tinggal secara umum terbagi dua yaitu asuransi kebakaran dan asuransi all risk. Asuransi kebakaran populer dengan istilah PSAKI atau Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI).

Jenis-jenis Asuransi untuk Bangunan Rumah

Asuransi rumah tinggal PSAKI secara sederhana hanya memberikan jaminan ganti rugi akibat kerusakan atau kehilangan yang disebabkan kebakaran. Asuransi rumah tinggal all risk memberikan jaminan lebih banyak termasuk banjir hingga kerusakan akibat tertabrak kendaraan atau tertimpa pohon tumbang.

Masing-masing jenis asuransi rumah tinggal tersebut ditujukan bagi bangunan pribadi non komersial. Contohnya rumah tapak, apartemen, dan rumah susun. Simak ulasan lengkap jenis asuransi rumah berikut ini.

1. Asuransi Rumah Kebakaran

Jenis asuransi rumah tinggal ini mengacu pada Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI). Artinya polis ini hanya menjamin risiko kerugian properti akibat:

  • Kebakaran yang terjadi karena keteledoran tertanggung, api yang muncul dari panas suatu barang, dan hubungan arus pendek.
  • Sambaran petir yang mengakibatkan kebakaran.
  • Ledakan seperti pipa meledak, ledakan akibat reaksi kimia, ketel uap, dan lain sejenisnya.
  • Kejatuhan pesawat terbang dan mengakibatkan kebakaran.
  • Asap yang muncul akibat kebakaran.

Untuk merangkum, jenis asuransi rumah ini hanya menanggung risiko kerugian pada bangunan rumah tinggal beserta harta benda di dalamnya akibat kebakaran saja. Jadi risiko seperti banjir dan pencurian tidak ditanggung dalam jenis proteksi rumah ini.

2. Asuransi Rumah All Risk

Berbeda dengan jenis sebelumnya, asuransi rumah tinggal all risk memberikan ganti rugi atas penyebab kerugian rumah tinggal yang lebih luas atau tidak hanya mengacu pada risiko PSAKI saja. Berikut ini risiko yang ditanggung all risk:

  • Risiko kebakaran PSAKI yang disebutkan di poin sebelumnya.
  • Kerusuhan, pemogokan, dan kerusakan akibat perbuatan jahat.
  • Kebongkaran atau pencurian.
  • Kecelakaan diri akibat kerugian pada rumah.
  • Rumah tertabrak kendaraan.

Pada dasarnya, asuransi rumah all risk (PAR) hanya berlaku bagi bangunan non industri seperti kantor, rumah tinggal, rumah sakit, sekolah dan berbagai bangunan properti lainnya. Sedangkan untuk bangunan industri seperti pabrik, gudang, mal, dan toko akan digunakan asuransi jenis Industrial All Risk (IAR).

Bandingkan 500+ pilihan polis terbaik mulai Rp100 ribu/bulan!
+62

Manfaat Asuransi Rumah

Manfaat asuransi rumah yang paling utama adalah memberikan ganti rugi finansial atas kerusakan atau kehilangan akibat risiko yang ditanggung jenis asuransi rumah tinggal. Artinya, manfaat asuransi rumah baru diterima ketika musibah terjadi.

Tentunya, banyak yang beranggapan jika memiliki asuransi rumah tinggal merugikan karena premi hangus setelah satu tahun jika tidak melakukan klaim.

Bagi pemilik rumah di kawasan rawan banjir, banyak pepohonan tinggi, dekat bandara, atau dekat pabrik, asuransi rumah akan sangat membantu ketika terjadi musibah. Berikut ini beberapa manfaat asuransi rumah yang perlu diketahui.

1. Mengurangi risiko kerugian ketika terjadi musibah

Bencana alam yang tidak terduga seperti longsor, gempa bumi, angin topan, dan banjir adalah beberapa risiko yang tidak bisa dihindari. Dengan memiliki asuransi rumah, maka kerugian finansial akibat risiko bencana alam bisa berkurang.

2. Jaminan risiko kemalingan atau perampokan

Perampokan atau kemalingan adalah risiko yang mungkin terjadi dan merugikan. Selain harta benda yang dimiliki hilang, kerusakan rumah pada jendela atau pintu yang dibobol maling menambah nilai kerugian.

Lewat asuransi rumah, risiko kerugian finansial atas risiko ini bisa dikurangi. Cukup melaporkan kejadian ke pihak berwajib dan perusahaan asuransi, maka klaim akan cair untuk mengganti kerusakan dan kehilangan akibat perampokan.

3. Syarat mengajukan pinjaman

Asuransi rumah menjadi salah satu syarat pengajuan pinjaman di beberapa lembaga keuangan. Dengan asuransi rumah, dana pinjaman lebih cepat cair selama persyaratan dan ketentuan lain telah terpenuhi.

4. Menjaga nilai rumah

Rumah yang diasuransikan akan lebih terjaga nilainya dibandingkan rumah tanpa asuransi. Pasalnya, jika suatu saat terjadi musibah atau bencana alam, maka nilai rumah tidak akan turun saat dijual karena telah diasuransikan.

5. Meringankan pengeluaran

Saat terjadi musibah, tentunya pengeluaran akan membengkak. Contohnya saat terjadi banjir di musim hujan. Selain pengeluaran untuk perbaikan rumah akibat banjir, ada pengeluaran lain untuk mengganti barang-barang yang telah rusak.

Jika sudah terproteksi asuransi rumah, maka risiko pengeluaran besar akan berkurang. Dengan begitu, pengeluaran saat tertimpa musibah akan lebih ringan dibandingkan tidak memiliki asuransi rumah.

Berapa Biaya Premi Asuransi untuk Rumah Tinggal?

Simak ulasan premi asuransi rumah dan simulasi perhitungannya untuk mengetahui manfaat asuransi rumah dan penggantiannya!
Penulis Lifepal Teman Andalanmu untuk Keuangan dan Asuransi Lihat profile penulis
Chat Bantuan Chat Bantuan