Asuransi Syariah Terbaik Sesuai Anggaran

PENAWARAN TERBATAS! Temukan asuransi syariah terbaik dari ratusan brand ternama!

+62
 

Daftar Asuransi Syariah Terbaik di Indonesia

Asuransi syariah merupakan asuransi yang memberikan jaminan biaya kesehatan dan santunan serta ganti rugi atas aset berdasarkan prinsip syariat. Berdasarkan objek yang dijaminkan, asuransi syariah ada dua, yaitu asuransi jiwa dan kesehatan serta asuransi umum (kerugian).

Cukup banyak pilihan asuransi syariah di Indonesia. Jika sedang cari asuransi syariah  terbaik bisa pertimbangkan pilihan dari Lifepal berdasarkan beberapa kategori berikut ini.

REKOMENDASI ASURANSI SYARIAH

Rating Tertinggi Kesehatan Mobil
Basis Digital Umum Daftar Perusahaan

Berikut brand asuransi syariah atau perusahaan asuransi dengan unit syariah terbaik yang bisa kamu pertimbangkan!

PILIHAN BRAND SYARIAH
ACA Adira AIA
Al Amin Allianz Simas Jiwa
Astra Buana BRI Life Cigna
FWD Life Generali Manulife
Panin Dai-ichi Life Prudential Sinar Mas
Tokio Marine Life Takaful Keluarga Takaful Umum

Asuransi Jiwa Syariah Terbaik

Dalam kategori ini Lifepal melakukan penilaian berdasarkan empat indikator yaitu kesehatan keuangan perusahaan, pertanggungan dan manfaat, layanan nasabah, serta popularitas brand.

Al Amin

Asuransi Al Amin
2.9

Al Amin adalah perusahaan asuransi jiwa murni syariah yang hadir di Indonesia sejak 2009. PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin menawarkan tiga kategori produk yaitu asuransi pembiayaan syariah, asuransi jiwa berjangka, dan asuransi kecelakaan diri.

AIA

Asuransi AIA merupakan perusahaan asuransi jiwa asal Shanghai, China yang masuk ke Indonesia pada 1996. Produk asuransi yang dihadirkan AIA Indonesia berfokus pada asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi penyakit kritis baik asuransi jiwa murni maupun unit link.

Allianz

Perusahaan asal Jerman yang didirikan pada 1890 ini memasuki pasar Indonesia lewat asuransi umum pada 1981. Asuransi jiwa dan kesehatannya baru hadir pada 1996 lewat PT Asuransi Allianz Life Indonesia. Allianz Jiwa Syariah mendapat skor 4,8 ditopang beragam produknya seperti asuransi jiwa murni, asuransi unit link, dan asuransi kesehatan.

BRI Life

Asuransi BRI Life
4.1

Asuransi yang menjadi bagian dari perusahaan BUMN ini menawarkan beberapa produk asuransi jiwa. BRI Life memiliki unit syariah yaitu asuransi jiwa syariah murni dan asuransi jiwa unit link syariah.

Cigna

Asuransi Cigna
3.7

Perusahaan asal Amerika Serikat ini hadir di Indonesia sejak 1990. Cigna Indonesia memiliki beragam produk berbasis syariah termasuk asuransi jiwa murni, asuransi jiwa unit link, dan asuransi kesehatan.

Generali

Asuransi Generali Indonesia
4.0

Perusahaan asuransi asal Italia yang didirikan pada 1831 ini hadir di Indonesia sejak 1994. Generali memiliki beragam produk termasuk asuransi jiwa syariah plus wakaf yaitu iSalaam dan iPlan Syariah.

Manulife

Asuransi Manulife
5.0

Manulife merupakan perusahaan asuransi jiwa asal Kanada yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1980-an. Manulife memiliki beberapa produk yaitu asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, proteksi dan investasi (unit link), asuransi perlindungan dan tabungan, dan dana pensiun bagi setiap individu dan pelaku usaha di Indonesia.

Panin Dai-ichi Life

Ulasan Panin Dai Ichi Life
4.2

Perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia puluhan tahun ini memiliki asuransi jiwa unit link berbasis syariah. Meski hanya menawarkan satu polis yaitu Premier Multilinked Syariah, terdapat manfaat tambahan berbasis syariah terlengkap, termasuk perawatan di fasilitas kesehatan untuk sakit ataupun kecelakaan.

Prudential

Asuransi Prudential
4.8

Prudential Syariah merupakan produk asuransi berbasis syariat Islam dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)  yang didirikan pada 1995. Brand asal Inggris yang populer dengan klaim kecelakaan kapal ikonik Titanic ini menawarkan empat produk berbasis syariah yaitu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan asuransi penyakit kritis.

Simas Jiwa

Asuransi Simas Jiwa
4.0

Simas Jiwa masih menjadi bagian dari keluarga besar Sinarmas Group. Perusahaan yang didirikan pada 1995 ini menawarkan beberapa polis asuransi jiwa dan unit link murni dan berbasis syariat. Terdapat beberapa pilihan polis lain seperti SIJI Critical 3, SIJI Critical 4, dan SIJI Critical 5.

Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik

Fungsi asuransi kesehatan sebagai pengganti biaya perawatan di fasilitas kesehatan menjadi salah satu poin utama dalam klasifikasi ini. Karena itu, Lifepal menyeleksi puluhan brand asuransi kesehatan yang memiliki unit syariah berdasarkan jaringan rumah sakit, pelayanan 24 jam, coverage yang sebanding dengan harga premi, hingga metode penggantian biaya asuransi yaitu cashless dan reimbursement.

Allianz

Perusahaan asal Jerman yang didirikan pada 1890 ini memasuki pasar Indonesia lewat asuransi umum pada 1981. Asuransi jiwa dan kesehatannya baru hadir pada 1996 lewat PT Asuransi Allianz Life Indonesia. Allianz Jiwa Syariah mendapat skor 4,8 ditopang beragam produknya seperti asuransi jiwa murni, asuransi unit link, dan asuransi kesehatan.

Cigna

Asuransi Cigna
3.7

Perusahaan asal Amerika Serikat ini hadir di Indonesia sejak 1990. Cigna Indonesia memiliki beragam produk berbasis syariah termasuk asuransi jiwa murni, asuransi jiwa unit link, dan asuransi kesehatan.

Manulife

Asuransi Manulife
5.0

Manulife merupakan perusahaan asuransi jiwa asal Kanada yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1980-an. Manulife memiliki beberapa produk yaitu asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, proteksi dan investasi (unit link), asuransi perlindungan dan tabungan, dan dana pensiun bagi setiap individu dan pelaku usaha di Indonesia.

Prudential

Asuransi Prudential
4.8

Prudential Syariah merupakan produk asuransi berbasis syariat Islam dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)  yang didirikan pada 1995. Brand asal Inggris yang populer dengan klaim kecelakaan kapal ikonik Titanic ini menawarkan empat produk berbasis syariah yaitu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan asuransi penyakit kritis.

Sinarmas MSIG Life

Asuransi Sinarmas MSIG Life
4.4

Perusahaan asuransi yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia ini memiliki produk berbasis konvensional dan syariah. Didirikan pada 1985, Sinarmas MSIG Life memiliki beberapa produk unggulan berupa asuransi kesehatan syariah seperti SMiLe Medical Syariah dan SMiLe Hospital Protection Plus Syariah.

Takaful Keluarga

Asuransi Takaful Keluarga
3.7

Takaful Keluarga adalah pelopor perusahaan asuransi jiwa syariah di Indonesia yang didirikan pada 5 Mei 1994. Produk yang telah dikembangkan sesuai ketentuan syariah meliputi perlindungan jiwa, perlindungan kesehatan, perencanaan pendidikan anak, perencanaan hari tua, serta menjadi rekan terbaik dalam perencanaan investasi.

Tokio Marine Life

Asuransi Tokio Marine Life
4.0

Perusahaan asuransi tertua di Jepang ini melayani masyarakat Indonesia sejak 2012. Asuransi kesehatan berbasis syariah yang ditawarkan yaitu TM Well Being yang menjamin biaya perawatan di fasilitas kesehatan sesuai polis.

Asuransi Mobil Syariah Terbaik

Pada kategori ini, Lifepal mengklasifikasikan asuransi umum yang memiliki produk asuransi mobil. Tak hanya itu, kriteria lain pada kategori ini adalah terdaftar di AAUI, memiliki izin usaha dari OJK, jangkauan bengkel luas, serta harga premi sebanding dengan jaminan ganti rugi yang tercantum dalam polis.

ACA

Asuransi asli Indonesia ini telah beroperasi sejak 1958. Dengan pengalaman puluhan tahun, ACA memang menjadi salah satu pilihan terbaik asuransi mobil syariah. Terdapat beberapa pilihan polis yang bisa dibeli dengan mudah dari broker seperti All comprehensive, Otomate, Otomate Smart, Otomate Solitaire, dan Automed.

Adira

Asuransi Adira Dinamika
3.8

Perusahaan asuransi umum dari Danamon Group ini populer lewat produk asuransi mobilnya yaitu Autocillin. Tersedia Autocillin Total Loss Only (TLO) dan Autocillin Comprehensive (All Risk) yang bisa dilengkapi dengan jaminan ganti rugi tambahan sesuai kebutuhan.

Astra Buana

Asuransi Astra Buana
4.0

Perusahaan asuransi umum yang diakuisisi Astra Group pada 1981 ini menyediakan asuransi mobil berbasis syariah. Populer dengan produk Garda Oto, tersedia berbagai fitur yang memudahkan nasabah seperti Garda Mobile Otocare, Garda Akses 24 Jam, serta Klaim Online.

Sinar Mas

Asuransi Sinar Mas
4.2

Asuransi Sinar Mas merupakan salah satu perusahaan yang menghadirkan produk asuransi mobil cukup unik. Jika kebanyakan perusahaan menjadikan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga (TPL) sebagai jaminan ganti rugi, tidak demikian dengan Sinar Mas. Baik asuransi TLO ataupun All Risk sudah termasuk jaminan TPL.

Asuransi Umum Syariah Terbaik

Dalam kategori asuransi umum syariah terbaik ini, Lifepal mengklasifikasikan berdasarkan kesehatan keuangan, keberagaman produk, pelayanan, popularitas brand, serta harga premi yang terjangkau dengan jaminan ganti rugi maksimal.

ACA

Asuransi asli Indonesia ini telah beroperasi sejak 1958. Dengan pengalaman puluhan tahun, ACA memang menjadi salah satu pilihan terbaik asuransi umum syariah. Terdapat beberapa pilihan produk yaitu asuransi kendaraan, asuransi properti, hingga asuransi perjalanan.

Adira

Asuransi Adira Dinamika
3.8

Perusahaan asuransi umum dari Danamon Group ini populer lewat produk asuransi mobilnya yaitu Autocillin. Tersedia pilihan produk lain seperti asuransi motor, asuransi perjalanan, asuransi mikro termasuk demam berdarah (DBD) dan tipus.

Astra Buana

Asuransi Astra Buana
4.0

Perusahaan asuransi umum yang diakuisisi Astra Group pada 1981 ini menyediakan asuransi mobil berbasis syariah. Populer dengan produk Garda Oto, tersedia berbagai produk lain seperti asuransi properti, asuransi perjalanan, dan Garda Medika yaitu produk asuransi kesehatan karyawan. 

Sinar Mas

Asuransi Sinar Mas
4.2

Asuransi Sinar Mas merupakan salah satu dari sekian banyak asuransi yang dimiliki Sinarmas Group. Selain asuransi kendaraan bermotor, tersedia produk asuransi kecelakaan diri dan kesehatan, asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, dan asuransi mikro.

Asuransi Syariah Berbasis Digital Terdepan

Kemajuan teknologi menjadi pertimbangan Lifepal dalam mengklasifikasikan kategori ini. Berkat teknologi, nasabah semakin mudah dalam mengajukan polis hingga melakukan klaim.

Adira

Asuransi Adira Dinamika
3.8

Adira memiliki beberapa fitur layanan terdepan berbasis digital dari aplikasinya seperti Autocillin Mobile Claim dan Medicillin Mobile App. Masing-masing aplikasi Adira ini disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Astra Buana

Asuransi Astra Buana
4.0

Melalui fitur Garda Mobile, Asuransi Astra Buana unggul dalam hal pelayanan berbasis digital. Aplikasi Garda Mobile berisi banyak fitur menarik termasuk MedCare, OtoCare, HR-akses, dan CR-akses.

FWD

FWD mengaplikasikan teknologi dalam seluruh proses berasuransi. Dukungan teknologi membuat FWD tidak lagi menggunakan kertas alias paperless. Perusahaan populer di Asia Tenggara ini terdepan dalam digitalisasi. Terbukti,  prospek hingga pembelian polis dilakukan secara digital.

 

Pengertian Asuransi Syariah?

Asuransi masih menjadi perdebatan di Indonesia. Sebagian umat Islam di negeri ini masih menganggap asuransi mengandung unsur haram dan riba. Padahal, asuransi membantu siapa saja yang terkena musibah untuk mengurangi risiko kerugian finansial. Melihat polemik tersebut, hadir perusahaan dan produk asuransi syariah baik asuransi jiwa maupun asuransi umum (kerugian).

Secara sederhana, asuransi syariah diartikan sebagai proteksi atau jaminan ganti rugi yang dijalankan dengan prinsip syariah dalam Islam. Asuransi syariah ini berasaskan tolong-menolong dengan mengumpulkan dana dari nasabah atau yang disebut penerima manfaat.

Dalam asuransi syariah, dana kumpulan ini disebut tabarru’ yang dibayarkan nasabah dalam bentuk premi setiap bulan atau periode tertentu sesuai kesepakatan. Dana tabarru’ dapat dikelola oleh perusahaan asuransi syariah dengan catatan tidak boleh diinvestasikan pada usaha-usaha syubhat (samar-samar kehalalannya) apalagi terdapat unsur haram.

Penerima manfaat asuransi syariah tidak mendapatkan pengembalian tunai seperti asuransi konvensional lainnya setelah masa kontrak berakhir. Dana tabarru’ dianggap sebagai dana hibah (pemberian) yang digunakan untuk kepentingan bersama.

Daftar Isi
  • Perbedaan asuransi syariah dan konvensional
  • Pro kontra mengenai asuransi syariah
  • Kenapa memilih asuransi syariah
  • Tips memilih asuransi yang memenuhi syariat Islam
  • Kriteria asuransi yang memenuhi syariat

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Asuransi Syariah Asuransi Konvensional
Memakai akad hibah dengan konsep saling menolong, sama-sama tidak mengharap imbalan Mirip transaksi jual-beli, sama-sama berharap bisa ambil untung sebesarnya dan rugi sekecilnya
Dana dimiliki semua peserta asuransi. Perusahaan hanya menjadi pengelola dana dan tidak punya hak memiliki Dana premi yang dibayarkan jadi milik perusahaan karena konsepnya jual-beli, sehingga bebas dipakai buat apapun asal sesuai perjanjian
Dana semaksimal mungkin diolah untuk keuntungan peserta asuransi. Pengelolaannya lebih transparan Perusahaan secara sepihak menetapkan premi dan biaya lain, misalnya administrasi, untuk mendapat keuntungan
Keuntungan yang didapat dari pengelolaan dana asuransi dibagi ke semua peserta dan perusahaan asuransi secara merata Keuntungan dari kegiatan asuransi sepenuhnya jadi milik perusahaan
Peserta wajib membayar zakat yang diambil dari jumlah keuntungan perusahaan Tidak ada
Ada DPS di tiap perusahaan asurnasi untuk mengawasi ketaatan menjalani prinsip syariat. Pengawasan dana dilakukan secara internal oleh manajemen, tidak ada pihak luar yang dilibatkan
Dana yang disetor peserta asuransi bisa diambil kalau dalam perjalanannya tidak sanggup melanjutkan pembayaran. Hanya ada potongan kecil berupa dana tabarru’ Jika tidak sanggup bayar premi, seluruh dana yang sudah disetor statusnya hangus alias jadi milik perusahaan
Dana asuransi unit link hanya boleh diinvestasikan ke sektor yang dinilai tidak haram. Dana bebas diinvestasikan ke bidang mana pun, asal berpotensi untung

Perdebatan Mengenai Asuransi Syariah

Histori Asuransi Syariah di Indonesia

Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia menjadi salah satu pasar besar bagi produk jasa keuangan berunsur syariah, termasuk asuransi. Namun, untuk diterima Muslim Indonesia cukup sulit. Kenapa? Karena polemik seperti penjelasan sebelumnya mengenai riba dan haram dalam asuransi.

Sebagian orang berpendapat bahwa memiliki asuransi baik jiwa, kesehatan, ataupun umum (kerugian), berarti menjaminkan keselamatan kepada perusahaan asuransi dan tidak memercayai Tuhan. Karena itu, asuransi syariah masih diragukan sebagian Muslim Indonesia.

Melihat polemik dan keraguan atas kehalalan asuransi syariah tersebut, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) mengeluarkan keputusan/nasihat yang disebut fatwa. Melalui fatwa Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, produk asuransi ini dinyatakan halal selama memenuhi semua persyaratan dan ketentuan umum yang dicantumkan dalam fatwa.

Sementara itu, pengamat ekonomi syariah M Syakir mengakui beberapa kalangan masih menilai asuransi syariah haram. Dia menilai, kalangan yang menganggap asuransi syariah haram hanya menggunakan referensi jadul, sehingga tidak mengikuti perubahan.

Syakir menuturkan, konsep asuransi syariah terdiri atas sekumpulan orang yang ingin saling membantu, saling melindungi, saling menjamin dan bekerja sama dengan cara mengumpulkan dana tabarru’. Berdasarkan konsep tersebut, Syakir percaya bahwa asuransi syariah yang telah memenuhi fatwa MUI tidak haram ataupun mengandung unsur riba.

Terlepas dari polemik haram-halal asuransi syariah, tujuh tahun sebelum fatwa diterbitkan, tonggak sejarah kehadiran asuransi syariah telah dimulai melalui pendirian PT Syarikat Takaful Indonesia (Asuransi Takaful), tepatnya pada 24 Februari 1994. Asuransi Takaful menjadi perusahaan asuransi syariah pertama di Tanah Air.

Sejak itu, perusahaan asuransi konvensional mulai melirik produk asuransi syariah karena pangsa pasar yang begitu luas. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Katadata, terdapat 263,92 juta jiwa penduduk Indonesia beragama Islam pada tahun 2020. Tentunya, jumlah ini bukan nominal sedikit jika membandingkan dengan masyarakat Indonesia yang telah terproteksi asuransi tidak sampai 2 persen berdasarkan informasi Kompas tahun 2018.

Tetapi Kenapa Memilih Asuransi Syariah?

Fungsi dan Manfaat Asuransi Syariah

Untuk memahami fungsi dan manfaat asuransi syariah harus dilihat dari sudut pandang prinsip tolong-menolong.

Fungsi Asuransi syariah 

Fungsi asuransi syariah khususnya terasa bagi masyarakat secara keseluruhan. Berikut beberapa fungsi asuransi syariah yang bisa dirasakan masyarakat (baik umat Muslim dan bukan) serta kepada diri sendiri.

  • Asuransi syariah menerapkan prinsip tolong-menolong yang disebut dengan dana tabarru’ sehingga kontribusi (premi) yang disetorkan tidak akan ada pengembalian tunai.  Inilah salah satu perbedaan antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah.
  • Salah satu prinsip asuransi syariah adalah saling membantu satu sama lain jika penerima manfaat atau tertanggung menghadapi musibah. Untuk tujuan itulah asuransi berfungsi mengumpulkan dana dari para penerima manfaat atau tertanggung.
  • Asuransi syariah menerapkan sistem sharing of risk atau pembagian risiko. Sistem ini berbeda dengan dengan asuransi konvensional dengan mengalihkan risiko kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung.
  • Asuransi syariah juga berfungsi sebagai pengendali risiko jika sewaktu-waktu tanpa diduga terjadi hal yang tidak diinginkan. Pada saat itulah asuransi berfungsi sebagai pengendali risiko terhadap kemungkinan kerugian yang akan terjadi. 

Manfaat Asuransi Syariah

Selain fungsi, asuransi syariah juga menghadirkan manfaat tersendiri bagi orang pribadi. Berikut manfaat asuransi syariah yang bisa menjadi pertimbangan penting saat memilih asuransi.

  • Dengan memiliki asuransi syariah, penerima manfaat akan lebih tentram dan tidak dipusingkan lagi dengan berbagai persiapan dana jika terjadi risiko seperti kesehatan atau kecelakaan. 
  • Penerima manfaat asuransi syariah akan mendapatkan proteksi sesuai dengan kontribusi yang dibayarkannya baik untuk kesehatan maupun proteksi nilai hidup seseorang atau asuransi jiwa syariah.
  • Dengan mengikuti asuransi syariah, akan memberikan rasa aman kepada peserta ataupun penerima manfaat, sesuai dengan kontribusi yang diberikan yaitu berupa uang pertanggungan dengan nilai yang cukup besar.
  • Premi atau kontribusi asuransi syariah relatif lebih rendah dibandingkan dengan asuransi konvensional sehingga lebih terjangkau bagi semua kalangan.

Plus-Minus Asuransi Syariah

Asuransi syariah memang masih memiliki market yang terbatas, apalagi kesadaran masyarakat dalam membeli asuransi masih rendah. Namun demikian, ada beberapa kelebihan asuransi syariah yang tidak dimiliki oleh asuransi konvensional. Berikut adalah ulasannya:

Nilai Plus Asuransi Syariah

  • Bagi hasil lebih tinggi daripada asuransi konvensional. Bahkan nasabah bisa mendapatkan bagi hasil lebih besar hingga 70 persen dari modal yang diinvestasikan pada instrumen halal dan sesuai dengan prinsip syariat.
  • Perusahaan asuransi syariah dapat mengembalikan kontribusi peserta saat peserta berhenti atau sudah melunasi kontrak sesuai dengan jatuh temponya. Singkatnya kontribusi tidak akan hangus dan bisa dihibahkan atau diambil. 
  • Dana yang dikumpulkan oleh perusahaan asuransi syariah dapat diberikan kepada peserta yang terkena musibah sebagai dana abadi yang ditujukan untuk memberikan proteksi kepada seluruh peserta saat terjadi hal yang tidak diinginkan.
  • Asuransi syariah bersifat terbuka dan transparan sehingga instrumen investasi pun benar-benar diketahui alirannya agar dipastikan aman dan sesuai dengan prinsip syariat.
  • Prinsip bagi hasil artinya sama-sama untung. Pada saat mengalami kerugian pun tidak sepenuhnya hanya dibebankan kepada peserta tetapi juga perusahaan ikut menanggungnya.
  • Ada pengawasan ketat dari Dewan Pengawas Syariah sehingga semua keputusan perusahaan benar-benar dipastikan kehalalannya. 
  • Produk asuransi syariah tidak terbatas hanya untuk salah satu agama atau golongan saja. Asuransi syariah terbuka untuk siapapun dan bersifat netral seperti produk asuransi konvensional lainnya.
  • Asuransi syariah bisa dobel klaim untuk rawat inap sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam kontrak atau polis.

Kekurangan Asuransi Syariah

  • Asuransi syariah memiliki produk yang terbatas jika dibandingkan dengan asuransi konvensional.
  • Asuransi syariah tidak bisa mendapatkan keuntungan lebih besar karena instrumen investasi terbatas hanya pada jenis yang aman dan halal mengikuti prinsip syariat.
  • Instrumen investasi benar-benar dipastikan dalam koridor agama yang juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah sehingga secara ekonomi akan sulit untuk bersaing dengan asuransi konvensional.

Jenis Produk Asuransi Syariah

Produk asuransi syariah pun bermacam-macam disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Adapun beberapa jenis yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi syariah pada dasarnya hanya ada dua jenis, yaitu asuransi jiwa dan asuransi kerugian:

Asuransi Jiwa Syariah

Asuransi jiwa memberikan proteksi terhadap nilai hidup seseorang. Produk asuransi jiwa syariah tidak berbeda jauh dengan produk asuransi jiwa konvensional yang memberikan manfaat uang pertanggungan sesuai dengan tujuan atau kebutuhannya. Kontribusi mulai dari Rp200 ribuan dengan uang pertanggungan hingga Rp50 jutaan jika terjadi risiko kematian.

Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi kesehatan berbasis syariah adalah produk asuransi yang memberikan jaminan atas biaya rumah sakit baik rawat jalan ataupun rawat inap. Produk asuransi kesehatan ini dikelola berdasarkan prinsip syariah.

Unit Link Syariah

Asuransi jiwa terkait investasi (unit link) syariah yaitu produk asuransi jiwa dengan nilai investasi yang dikelola dan diinvestasikan ke instrumen berbasis syariah. Manfaat utama yang diberikan tidak berbeda dari asuransi jiwa konvensional, hanya menawarkan kelebihan berupa imbal hasil investasi syariah.

Asuransi Umum Syariah

Asuransi kerugian pada dasarnya memberikan perlindungan terhadap risiko kerugian finansial yang ditimbulkan akibat kejadian yang tidak terduga. Objek yang diasuransikan adalah objek benda berupa aset berharga seperti rumah, kantor, tempat usaha, gedung, kendaraan bermotor, ekspedisi, hingga proyek bangunan tertentu.

Kriteria Asuransi yang Memenuhi Prinsip Syariat

Fatwa MUI: Asuransi Syariah Halal

Melalui fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, produk asuransi ini dinyatakan halal selama memenuhi semua persyaratan dan ketentuan umum yang dicantumkan dalam fatwa.

Adapun ketentuan umum asuransi syariah adalah sebagai berikut:

  1. Asuransi Syariah (Ta-min, Takaful, atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau dana tabarru’ yang memberikan pola pengembalian berupa klaim untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah.
  2. Akad yang sesuai dengan syariah dalam poin pertama adalah tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan maksiat.
  3. Akad tijarah yaitu semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
  4. Akad tabarru’ yaitu semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.
  5. Premi yaitu kewajiban peserta asuransi memberikan sejumlah dana kepada perusahaan asuransi sesuai kesepakatan dalam akad.
  6. Klaim adalah hak peserta asuransi yang wajib diberikan kepada perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.

Akad dalam Asuransi Syariah

Fatwa MUI menjelaskan mengenai akad dalam asuransi syariah. Adapun penjelasan tersebut dibagi menjadi tiga poin yaitu:

  1. Akad dilakukan antara peserta dengan perusahaan yang terdiri atas akad tijarah dan/atau akad tabarru’
  2. Akad tijarah yang dimaksud dalam ayat (1) adalah mudharabah yang dijelaskan sebagai akad kerjasama antara dua pihak yaitu pihak pertama atau nasabah (shahibul maal) menyediakan 100 persen modal dan pihak kedua yang menjadi pengelola atau perusahaan asuransi (mudharib). Sedangkan akad tabarru’ adalah hibah 
  3. Dalam akad, sekurang-kurangnya harus disebutkan:
  • Hak dan kewajiban peserta dan perusahaan asuransi;
  • Cara dan waktu pembayaran premi;
  • Jenis akad tijarah dan/atau akad tabarru’ serta persyaratan lain yang disepakati, sesuai jenis asuransi yang diakadkan.

Ketentuan Lain dalam Asuransi Syariah

Berdasarkan fatwa MUI yang telah disebutkan, terdapat penjelasan mengenai ketentuan-ketentuan terkait asuransi syariah. Berikut penjelasan seputar asuransi syariah yang ditetapkan dalam fatwa tersebut.

Kedudukan Para Pihak dalam Akad Tijarah dan Tabarru’:

  • Dalam akad tijarah (mudharabah), perusahaan bertindak sebagai mudharib (pengelola) dan peserta bertindak sebagai shahibul maal (pemegang polis);
  • Dalam akad tabarru’ (hibah), peserta memberikan hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah, sementara perusahaan bertindak sebagai pengelola dana hibah.

Ketentuan dalam Akad Tijarah dan Tabarru’:

  • Jenis akad tijarah dapat diubah menjadi akad tabarru’ jika pihak yang tertahan haknya dengan rela melepaskan haknya, sehingga menggugurkan kewajiban pihak yang belum menunaikan kewajibannya;
  • Jenis akad tabarru’ tidak dapat diubah menjadi akad tijarah.

Jenis Asuransi dan Akadnya:

  • Dipandang dari segi jenis asuransi terdiri atas dua yaitu asuransi umum (kerugian) dan asuransi jiwa;
  • Akad dibagi menjadi dua jenis yaitu mudharabah dan hibah.

Premi:

  • Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad tijarah dan jenis akad tabarru’;
  • Untuk menentukan nominal premi, perusahaan asuransi syariah boleh menggunakan rujukan seperti tabel mortalitas (acuan menentukan tarif premi sesuai dengan kondisi masyarakat dan pasar yang teranyar) untuk asuransi jiwa dan tabel morbiditas (tabel individu yang mengenai risiko penyakit, tertular penyakit di setiap umur, dan jumlah nyata dari yang tertular penyakit di setiap usia) untuk asuransi kesehatan. Dengan syarat, tidak memasukkan unsur riba dalam perhitungannya;
  • Premi dari jenis akad mudharabah dapat diinvestasikan dan hasil investasinya dibagihasilkan kepada peserta;
  • Premi dari akad tabarru’ dapat diinvestasikan.

Klaim:

  • Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati sejak awal perjanjian;
  • Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai premi yang dibayarkan;
  • Klaim atas akad tijarah sepenuhnya hak peserta dan menjadi kewajiban perusahaan asuransi untuk memenuhinya;
  • Klaim atas akad tabarru’ merupakan hak peserta dan kewajiban perusahaan, sebatas kesepakatan dalam akad.

Investasi:

  • Perusahaan asuransi sebagai pemegang amanah wajib melakukan investasi dari dana yang terkumpul;
  • Investasi wajib dilakukan sesuai syariah.

Reasuransi:

Perusahaan asuransi syariah hanya dapat melakukan reasuransi kepada perusahaan reasuransi yang berlandaskan prinsip syariah.

Pengelolaan:

  • Pengelolaan asuransi syariah hanya boleh dilakukan lembaga yang berfungsi sebagai pemegang amanah;
  • Perusahaan asuransi syariah memperoleh bagi hasil dari pengelolaan dana yang terkumpul atas dasar akad tijarah (mudharabah);
  • Perusahaan asuransi syariah mendapatkan komisi (ujrah) dari pengelolaan dana akad tabarru’ (hibah).

Ketentuan Tambahan:

  • Implementasi dari fatwa ini harus selalu dikonsultasikan dan diawasi Dewan Pengawas Syariah (DPS);
  • Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajiban atau terjadi perselisihan, maka penyelesaian dilakukan melalui Badan Arbritase Syariah setelah tidak tercapai kesepakatan dalam musyawarah;
  • Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.
 

Tips dan Pertanyaan tentang Asuransi Syariah

Pertanggungan asuransi syariah disesuaikan dengan jenis produk yang dimiliki dan tercantum dalam polis. Secara umum, pertanggungannya serupa asuransi konvensional, hanya cara pengelolaan dan lain-lainnya disesuaikan prinsip syariat Islam.

Untuk asuransi jiwa pertanggungannya termasuk santunan meninggal dunia. Asuransi kesehatan syariah sudah pasti memberikan pertanggungan biaya perawatan di rumah sakit, untuk asuransi umum seperti asuransi kendaraan memberikan ganti rugi sesuai polis.

Sebelum bahas penipuan asuransi syariah, kita harus tahu bahwa ada perbedaan antara penipuan dan penolakan saat klaim. Penipuan bisa dilakukan dua pihak baik agen atau oknum perusahaan asuransi dan nasabah sendiri. Untuk penipuan yang dilakukan agen atau oknum perusahaan asuransi biasanya adalah padding atau menggembungkan klaim. Penipuan yang dilakukan nasabah misalnya klaim palsu atas kehilangan mobil.

Sementara, kasus penolakan biasanya disebabkan ketidakjujuran nasabah saat memberi informasi seputar kesehatan. Contohnya, mengaku tidak merokok tetapi di kemudian hari melakukan klaim sakit paru-paru yang disebabkan rokok. Dengan demikian, klaim tidak bisa diterima karena ada unsur penipuan.

Untuk menghindari kasus penipuan yang merugikan nasabah, kita harus pintar dalam memilih asuransi. Beberapa yang bisa kita lakukan yaitu menyesuaikan produk dengan kebutuhan, pilih yang telah terdaftar dan diawasi OJK dan MUI, pelajari akad dalam asuransi, serta pastikan produk yang dibeli memiliki layanan di tempat tinggal kita.

Ada beberapa istilah dalam asuransi syariah. Tentu istilah ini tidak terlepas dari Bahasa Arab sehingga perlu dijelaskan maknanya agar bisa dipahami oleh semua peserta atau penerima manfaat.

  • Akad adalah perjanjian antara dua belah pihak yang mengatur tentang hak dan kewajiban masing-masing yang bersifat mengikat dan memiliki konsekuensi hukum jika tidak dijalankan atau dilanggar. Akad dalam asuransi syariah dilakukan antara penerima manfaat (peserta asuransi) dan perusahaan asuransi.
  • Akad mudharabah adalah perjanjian antara pihak pertama sebagai pemilik modal (shahibul maal) kemudian mempercayakan modal tersebut untuk dikelola oleh pihak kedua (mudharib) dengan perjanjian di awal. Modal sepenuhnya berasal dari pihak pertama sedangkan pihak kedua tidak menanamkan modal sama sekali hanya mengandalkan keahlian yang tidak dimiliki oleh pihak pertama.
  • Akad musyarakah adalah perjanjian antara pihak pertama dengan pihak kedua dengan modal yang berasal dari kedua belah pihak dengan perjanjian pembagian keuntungan atau kerugian berdasarkan seberapa besar porsi kontribusinya.
  • Akad mudharabah musytarakah adalah gabungan antara akad mudharabah dan musyarakah di mana modal berasal dari satu pemilik modal. Perbedaannya adalah kerugian yang terjadi hanya ditanggung oleh pemilik modal. Namun jika dalam perjalanan waktu bisnis yang dijalankan menguntungkan maka, pengelola boleh menambah modal untuk mengembangkan usahanya dengan perjanjian keuntungan berdasarkan porsi kontribusi yang diberikan. 
  • Akad tijarah adalah perjanjian yang dilakukan untuk kepentingan mencari keuntungan.
  • Akad tabarru’ adalah perjanjian hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta dengan tujuan untuk tolong menolong sesama dan tidak digunakan untuk tujuan investasi. Kumpulan dana dari para peserta asuransi syariah ini dikumpulkan dalam satu rekening yang disebut dengan dana tabarru’
  • Wakalah bil ujrah adalah biaya administrasi pengelolaan dana yang dibebankan kepada peserta oleh pengelola (perusahaan asuransi syariah). Pengelola tidak berhak mendapatkan bagian dari dana yang diinvestasikan jika menggunakan akad ini.
  • Kontribusi adalah istilah dalam asuransi syariah yang digunakan untuk menggantikan istilah premi peserta asuransi.
  • Qardh adalah pinjaman pengelola (perusahaan asuransi) dengan menggunakan dana tabarru’ saat terjadi defisit ketika ingin membayarkan santunan (klaim). Dana qard akan dikembalikan lagi oleh pengelola jika mengalami surplus dalam perhitungan underwriting di lain waktu.
  • Iuran tabarru’ adalah sebagian dana yang diambil dari kontribusi peserta asuransi syariah. Dana ini nantinya digunakan untuk saling tolong menolong antar peserta asuransi yang mendapatkan musibah yang tidak diinginkan.

Apa Kata Mereka Tentang Kami

qudratullah Akim
qudratullah Akim
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Pusaka Ayudiguna
Pusaka Ayudiguna
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
Tri Aprilistiyani
Tri Aprilistiyani
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0
didik setyadi
didik setyadi
(5.0)
Sangat Baik
5.0 / 5.0

Mereka yang Sudah Percaya pada Lifepal

Client Lifepal
Client Lifepal