• Promo_Page_syariah1 (FIX)
FLASHSALE
Diskon 10%

Asuransi Syariah

  • Diskon Terbaik
  • 500+ Pilihan
  • Bantuan Klaim
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.

Asuransi Syariah Terbaik di Indonesia 2021

Asuransi syariah adalah produk asuransi yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Cara keranya sedikit berbeda dengan asuransi konvensional, dimana dalam asuransi syariah nasabah saling menanggung risiko satu sama lain (sharing risk) dengan menghibahkan sebagian dana kontribusi (premi) sebagai alat untuk menolong nasabah lain yang sedang tertimpa musibah. Sementara, peran pihak asuransi di sini adalah sebagai pemegang amanah dan pengelola dana kontribusi saja.

Untuk produknya sendiri asuransi ini terdiri atas asuransi jiwa syariah, asuransi kesehatan syariah, dan asuransi umum (kerugian). Berikut rekomendasi asuransi syariah terbaik di Indonesia:

  • Asuransi Syariah Takaful Keluarga
  • Asuransi FWD life Syariah
  • Asuransi Al Amin
  • Asuransi JMA Syariah
  • Asuransi Allianz Syariah
  • Asuransi Prudential Syariah
  • Asuransi AIA Syariah

Pengertian Asuransi Syariah

Asuransi syariah adalah asuransi yang dikelola sesuai syariat Islam dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Di Indonesia, produk asuransi ini terdiri atas asuransi jiwa, kesehatan, dan umum (kerugian). Berikut beberapa pengertian dari para ahli dan Undang-Undang:

Dasar Hukum Asuransi Syariah

Berikut ini dasar hukum Asuransi Syariah di Indonesia:

Jenis Asuransi Syariah di Indonesia

Jenis Asuransi Syariah terdiri atas asuransi mobil syariah, asuransi kesehatan syariah, dan asuransi jiwa syariah. Masing-masing jenis Asuransi Syariah serupa dengan asuransi konvensional. Berikut ini jenis-jenis asuransi syariah yang ada di Indonesia:

1. Asuransi mobil syariah

Asuransi mobil syariah memberikan manfaat ganti rugi atas risiko kerusakan mobil, seperti baret, penyok, hilang, hingga kerusakan yang tidak disengaja lainnya. Pengelolaan dananya mengikuti syariat Islam. Beberapa produk asuransi mobil terbaik di Indonesia mencakup Asuransi ACA Syariah, Asuransi Simas Syariah, Asuransi Astra Buana Syariah, dan masih banyak lagi.

Lihat ulasan dan rekomendasi asuransi mobil syariah selengkapnya!

2. Asuransi kesehatan syariah

Asuransi kesehatan syariah memberikan manfaat berupa pertanggungan biaya perawatan kesehatan dengan pengelolaan dana sesuai syariat Islam. Beberapa pilihan asuransi kesehatan syariah terbaik di Indonesia adalah Asuransi FWD Syariah, Asuransi Prudential Syariah, Asuransi Sinarmas MSIG Life Syariah, dan masih banyak lagi.

Lihat ulasan dan rekomendasi asuransi kesehatan syariah selengkapnya!

3. Asuransi jiwa syariah

Asuransi jiwa syariah memberikan manfaat berupa santunan meninggal dunia akibat atau cacat tetap total kepada ahli waris atau keluarga sesuai prinsip syariah. Saat ini ada banyak pilihan asuransi jiwa syariah di Indonesia, seperti Asuransi Takaful Keluarga, Asuransi Al Amin, Asuransi JMA Syariah, Asuransi Prudential Syariah, dan masih banyak lagi.

Lihat ulasan dan rekomendasi asuransi jiwa syariah selengkapnya!

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Setelah mengetahui pengertian hingga serba serbi terkait asuransi syariah, penting juga untuk Anda memahami perbedaannya dibandingkan asuransi konvensional. Pada dasarnya, perbedaan asuransi syariah dan konvensional dibedakan oleh beberapa faktor berikut ini:

PerbedaanAsuransi SyariahAsuransi Konvensional
Pengelolaan risikoSaling tolong, saling menjamin, dan bekerja sama lewat kontribusi dana hibah (premi). Prinsipnya berbagi risiko antara perusahaan asuransi dan peserta.Sistem yang berlaku adalah transfer of risk. Risiko yang dialami pemegang polis atau tertanggung dibebankan kepada perusahaan asuransi.
Pengelolaan danaPengelolaan dana bersifat transparan dan penggunaannya untuk kebaikan pemegang polis.Pengelolaan dana bersifat tertutup dan perusahaan yang menentukan jumlah premi dan biaya lain. Keuntungan hanya dinikmati perusahaan asuransi.
Sistem perjanjianPerjanjian dalam asuransi syariah disebut akad Asuransi Syariah berdasarkan sistem syariah.Dalam asuransi konvensional, perjanjian asuransi seperti perjanjian jual-beli.
Kepemilikan danaDana dimiliki bersama oleh pemegang polis. Perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana.Dana dari premi yang dibayar tertanggung dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan asuransi. Perusahaan bertindak penuh sebagai pengelola untuk mengalokasikan dana.
Pembagian keuntunganKeuntungan dibagikan kepada semua peserta asuransi (pemegang polis).Seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan asuransi.
Kewajiban zakatPerusahaan mewajibkan peserta membayar zakat dengan jumlah sesuai besaran keuntungan yang diperoleh perusahaan.Tidak ada ketentuan terkait zakat.
PengawasanPengawasan dilakukan DPS yang dibentuk DSN dari MUI. Pengawasan termasuk alokasi dana dan investasi yang harus halal. Pengawasan juga dilakukan OJK.Pengawasan hanya dilakukan OJK dan tidak ada kewajiban halal dalam pengelolaannya.
Dana hangusAda klaim atau tidak ada pengembalian dana sesuai dengan prinsip bagi hasil termasuk bagi risiko.Hanya produk asuransi konvensional tertentu yang memberikan pengembalian dana (premi). Seperti asuransi jiwa seumur hidup yang hangus jika tertanggung hidup hingga usia 99 tahun
Instrumen investasiInvestasi tidak bisa dilakukan pada kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah seperti mengandung riba, perjudian, unsur suap, hingga haram.Tidak ada ketentuan syariah, hanya mengutamakan keuntungan sebesar-besarnya.
Klaim dan layananPeserta bisa memanfaatkan perlindungan biaya rawat inap untuk semua anggota keluarga dengan premi yang lebih ringan dalam satu polis karena kontribusinya dinilai lebih besar. Memungkinkan klaim ganda dengan asuransi lain yang dimiliki tertanggung.Klaim ganda tersedia pada asuransi konvensional. Namun, tidak semua perusahaan asuransi konvensional memberikan premi murah untuk polis keluarga.

Kontribusi Asuransi Syariah

Dalam asuransi syariah, premi dikenal juga dengan sebutan dana kontribusi atau dana tabarru’. Dana tabarru sendiri adalah sistem sharing of risk, yang artinya menghibahkan sebagaian maupun seluruh kontribusi nasabah untuk membayar klaim.

Jadi, nantinya ketika nasabah melakukan klaim suatu kejadian maka akan diberikan dana tabarru’. Untuk itulah ketika Anda membeli produk-produk Asuransi Syariah akan ditentukan syarat kontribusi setiap bulan sesuai ketentuan. Bukan merupakan pembayaran premi seperti asuransi konvensial pada umumnya.

Tentang Pengelolaan Dana Tabarru

Dalam Asuransi Syariah tidak adalah istilah premi, adanya adalah dana kontribusi atau tabarru’. Untuk pengelolaan dana sendiri biasanya pihak asuransi akan melakukan beberapa hal. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang pengelolaan dana tabarru,

1. Investasi Dana Berdasarkan Akad Kerjasama (Akad Mudharabah)

Karena Syariah menjalankan prinsip tolong menolong maka sistem pengelolaan kerjasama berdasakan akad mudharabah. Hasil investasi dari dana ini tentunya akan digunakan untuk mengatur besarnya keuntungan.

2. Mengadakan Sistem Ta’awuin

Sistem Ta’awuin menjadi salah satu pengelolaan dana Asuransi Syariah. Sistem ini adalah gotong royong dan tolong menolong, dimana antar nasabah saling memberikan kontribusi untuk memikul risiko. Jadi, jika Anda nasabah lain yang tertimpa musibah akan mengedepankan sistem tolong menolong.

3. Dana Tabarru Tidak Diambil Oleh Perusahaan Asuransi

Sistem pengelolaan dana yang menjadikan Asuransi Syariah berbeda dengan konvensional adalah pihak asuransi tidak berhak atas dana tabarru. Jadi, karena sistemnya tolong menolong maka akan ada dana ujrah yang didapatkan perusahaan asuransi. Dana ujrah merupakan upah atau fee yang disepakati untuk diberikan kepada perusahaan Asuransi Syariah karena sudah mengelola dana tabarru.

Cara Klaim Asuransi Syariah

Klaim asuransi syariah sebenarnya hampir sama dengan asuransi konvensional. Pada asuransi syariah, sejak akad (perjanjian awal asuransi) pemegang polis telah diberitahukan mengenai sumber dana klaim yaitu dana tabarru’ yang merupakan kumpulan kontribusi (premi) para peserta asuransi.

Klaim adalah hak semua peserta yang tertimpa musibah. Itu sebabnya, wajib bagi pengelola melakukan proses klaim secara cepat dan tepat. Hal ini dijelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 20/DSN-MUI/IX/2001.

Jenis Klaim Asuransi Syariah

Berdasarkan Fatwa MUI di atas, terdapat empat jenis jenis Asuransi Syariah klaim dalam Asuransi Syariah. Berikut penjelasan singkat mengenai jenis klaim Asuransi Syariah!

Tips Memilih Asuransi Syariah Terbaik dan Termurah

Memilih Asuransi Syariah yang murah dan terbaik harus melalui banyak pertimbangan. Untuk itu berikut tips memilih Asuransi Syariah terbaik dan Termurah yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

1. Pilih polis asuransi sesuai kebutuhan dan manfaat

Hal pertama yang harus Anda pertimbangkan sebelum membeli polis Asuransi Syariah adalah pilihlah sesuai kebutuhan keluarga. Sebab ada banyak produk Asuransi Syariah mulai dari kesehatan, umum, jiwa dan lain-lain. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan keluarga Anda dengan membaca manfaat pertanggungan asuransi tersebut.

2. Bandingkan dulu Polis Asuransi Syariah sebelum membelinya

Setiap produk asuransi memiliki kelebihan dan keunggulan. Jangan sampai Anda membeli produk Asuransi Syariah murah tanpa memperhatikan manfaat pertanggungannya. Untuk itu bandikan dulu polis yang Anda inginkan dari perusahaan satu dan perusahaan lainnya.

Hal ini akan sangat membantu Anda untuk mendapatkan harga akad (premi) termurah tapi manfaat polis lengkap. Melalui Lifepal Anda bisa membandingkan polis dari berbagai perusahaan Asuransi Syariah di Indonesia dengan mudah ketika mengisi fomulir dibawah ini.

3. Pastikan terdaftar resmi dan diawasi regulator

Hal terpenting yang juga wajib menjadi pertimbangan adalah pastikan perusahaan tersebut memiliki payung hukum resmi. Perusahaan Asuransi Syariah terbaik di Indonesia biasanya sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah).

Pengawasan oleh DPS tersebut akan memberikan rasa nyaman pada Anda, sebab perusahaan sudah resmi mengelola keuangan bebas riba. Jadi, Anda bisa tenang ketika membeli produk asuransi tersebut.

4. Pilih perusahaan asuransi dengan kredibelitas terpercaya

Kredibilitas bukan cuma brand-nya terkenal saja, tetapi juga terpercaya soal pelayanannya dan sebisa mungkin minim komplain. Jadi, Anda harus mencari informasi mendetail sebelum membeli asuransi tersebut.

5. Pilihlah asuransi yang memiliki rekanan RS dan bengkel luas

Perusahaan asuransi biasanya akan bekerjasama dengan bengkel maupun rumah sakit. Itulah sebabnya sebelum membeli pastikan Anda mencari tahu lebih dulu jumlah rekanan bengkel maupun rumah sakit brand Asuransi Syariah tersebut.

Sebab jika sudah bekerjasama dengan banyak bengkel dan RS tentu akan membantu memudahkan Anda jika terjadi kerusakan mobil, harus rawat inap dan lain-lain.

Pertanyaan Seputar Asuransi Syariah

Berikut pertanyaan yang sering diajukan calon nasabah terkait Asuransi Syariah. Baik itu premi, klaim sampai dengan pilihan Asuransi Syariah di Indonesia.

Chat Bantuan