Asuransi TLO Terbaik

Diskon Terbaik Diskon Terbaik
500+ Pilihan 500+ Pilihan
Bantuan Klaim Bantuan Klaim
+62
Dengan lanjut, Saya setuju syarat & ketentuan berlaku.
Cicilan 0%Hemat 25%
 

Pengertian Asuransi TLO

Asuransi TLO (Total Loss Only) adalah produk asuransi yang memberikan ganti rugi jika kendaraan nasabah mengalami kerusakan total atau hilang dicuri. Nilai kerusakan yang termasuk tanggungan adalah lebih dari 75% dari harga kendaraan saat itu, atau tak bisa digunakan lagi.

Perbedaan asuransi TLO dengan asuransi All Risk adalah pada luas pertanggungannya. Pada All Risk, perusahaan bakal memberikan ganti rugi terhadap kerugian menyeluruh, mulai dari kerusakan ringan hingga total. Oleh sebab itu, asuransi TLO menawarkan premi yang lebih rendah sehingga sering menjadi alternatif asuransi bagi yang memiliki budget terbatas.

Jenis asuransi ini sangat cocok bagi mereka yang sering memarkir kendaraannya dalam waktu lama. Pasalnya, kendaraan tersebut rentan target pelaku kriminal, terlebih jika lokasi nasabah berada di area rawan pencurian.

Saat membeli mobil secara kredit, pihak leasing otomatis menambahkan asuransi kombinasi. Artinya, mobil tersebut mendapatkan perlindungan All Risk pada tahun pertama dan perlindungan TLO pada tahun kedua dan seterusnya.
Sebaiknya kita memeriksa dulu ketentuan polis sebelum mengasuransikan mobil bekas. Pasalnya, asuransi TLO hanya melindungi mobil dengan usia maksimal 15 tahun.

 

Daftar Asuransi TLO Terbaik di Indonesia

Ada banyak perusahaan asuransi yang menyediakan asuransi TLO di Indonesia. Sebagai bahan referensi, berikut ini beberapa pilihan terbaik versi Lifepal.

1. Adira Autocillin TLO

  • Tersedia asuransi konvensional dan syariah.
  • Usia kendaraan: maksimal 15 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Perlindungan ganti rugi atas kerugian total terhadap kendaraan yang secara langsung disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, terperosok, perbuatan jahat, pencurian, kebakaran, atau kecelakaan lalu lintas lainnya (mengacu pada PSAKBI). .
  • Layanan mobil derek dan bantuan darurat di jalanan.

2. AdIra Motopro Plus

  • Usia kendaraan: maksimal 7 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Penggantian kerusakan motor parah, kehilangan, kecelakaan diri, penggantian biaya pengobatan, dan jaminan dari risiko angin topan, banjir, hujan es, dan tanah longsor.
  • Perluasan tanggung jawab hukum pihak ketiga.
  • Layanan mobil derek dan bantuan darurat di jalanan.

3. Sinarmas Simas Mobil TLO

  • Usia kendaraan: maksimal 10 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Penggantian kerusakan mobil total akibat tabrakan, kenturan, terbalik, dan tergelincir, perbuatan jahat orang lain dan pencurian, kebakaran dan sambaran petir, hingga kerugian akibat kecelakaan pada saat mobil dikirim dengan feri.

4. ACA Total Loss Only

  • Usia kendaraan: maksimal 15 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Menanggung kerusakan total akibat tabrakan, tergelincir, kebakaran, perbuatan jahat, atau hilang.
  • Double claim jika memiliki lebih dari satu asuransi.

5. MAGI Mobil Basic TLO

  • Usia kendaraan: maksimal 5 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Pertanggungan tanggung jawab hukum pihak ketiga, kecelakaan diri, tuntutan hukum penumpang.
  • Pertanggungan kerusakan mobil akibat kerusuhan, terorisme, gempa bumi, tsunami.
  • Penggantian mobil baru jika hilang.
  • Layanan ambulans dan mobil derek.
  • Kompensasi untuk persiapan klaim sampai Rp10 juta.
  • Jaminan kehilangan kunci kendaraan sampao Rp5 juta
  • Pertanggungan kerugian terhadap pencurian oleh supir pribadi.

6. Allianz Mobilku TLO

  • Usia kendaraan: maksimal 10 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Perlindungan ganti rugi atas kerugian total terhadap kendaraan yang secara langsung disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, terperosok, perbuatan jahat, pencurian, kebakaran, atau kecelakaan lalu lintas lainnya (mengacu pada PSAKBI
  • Pertanggungan kerugian akibat kecelakaan selama penyeberangan dengan feri.

7. Tokio Marine – TLO (Basic)

  • Usia kendaraan: maksimal 10 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Perlindungan ganti rugi atas kerugian total terhadap kendaraan yang secara langsung disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, terperosok, perbuatan jahat, pencurian, kebakaran, atau kecelakaan lalu lintas lainnya (mengacu pada PSAKBI
  • Pertanggungan kerugian akibat kecelakaan selama penyeberangan dengan feri.

8. MSIG Mobil TLO

  • Usia kendaraan: maksimal 8 tahun.
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Perlindungan ganti rugi atas kerugian total terhadap kendaraan yang secara langsung disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, terperosok, perbuatan jahat.

9. Astra Buana Garda Oto TLO

  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Perlindungan total terhadap kerusakan kendaraan serta penggantian kehilangan kendaraan.
  • Aplikasi berbasis Android dan iOS bernama Garda Mobile.
  • Layanan Garda Center, Garda Siaga Emergency Roadside Assistance (ERA), Garda Akses, dan hotline 24 jam

10. Aswata Motor Vehicle Insurance TLO

  • Usia motor: maksimal 15 tahun
  • Masa pertanggungan: 1 tahun.

  • Perlindungan total terhadap kerusakan kendaraan serta penggantian kehilangan kendaraan.
  • Asuransi tambahan untuk risiko pemogokan dan kerusuhan, banjir, gempa, tanggung jawab pihak ketiga, serta kecelakaan penumpang dan pengemudi.
 

Perbedaan Asuransi All Risk dan TLO

Ada dua jenis pertanggungan dalam asuransi kendaraan bermotor; all risk atau comprehensive dan Total Loss Only (TLO). Berikut perbedaannya.

Asuransi TLO hanya menanggung biaya perbaikan kerusakan parah atau santunan kehilangan kendaraan saja. Jika ingin mengajukan klaim, kerusakan kendaraan minimal sebesar 75 persen dari harganya. Produk ini bisa jadi alternatif jika kita mencari asuransi kendaraan bermotor dengan premi terjangkau. Pasalnya, biaya asuransi TLO hanya berkisar di ratusan ribu saja per tahun.

Sementara itu, asuransi all risk menanggung segala risiko. Artinya, produk ini akan menanggung seluruh kerugian yang terjadi pada kendaraan kita, mulai dari kerusakan kecil seperti baret sampai dengan rusak parah.

Karena pertanggungannya banyak, maka biaya asuransi all risk jauh lebih mahal daripada asuransi TLO. Makanya produk ini lebih disarankan untuk kendaraan baru atau yang memiliki harga tinggi.

Salah satu alasan TLO lebih disarankan daripada All Risk adalah biaya premi asuransi TLO yang jauh lebih murah. Jadi, produk ini adalah pilihan yang tepat jika ingin menghemat budget untuk asuransi kendaraan bermotor.

Asuransi TLO disarankan untuk menjamin kendaraan bekas berusia di bawah 10 tahun. Misalnya, beberapa mobil yang diproduksi tahun 2016 di tahun 2020. Mobil tersebut sudah cukup tua namun masih layak diasuransikan dengan produk TLO.

Sementara itu, asuransi all risk lebih disarankan untuk menjamin kendaraan yang baru keluar dari pabrik. Sehingga, kita bisa mengajukan klaim kalau ada kerusakan kecil.

Asuransi TLO dan All Risk dapat dikombinasikan. Misalnya, jika kita membeli mobil baru langsung diasuransikan dengan all risk sampai dengan tahun kedua dan ketiga. Setelah itu, di tahun keempat cakupan pertanggungan menjadi TLO.

Dengan cara ini, tentu beban finansial akan lebih ringan karena kita tidak perlu membayar premi all risk terlalu lama, tapi tetap mendapatkan perlindungan yang sesuai.

Jika sudah terlanjur membeli asuransi TLO, sebenarnya kita bisa meng-upgradenya ke perlindungan all risk. Cara untuk mendapatkannya adalah dengan menghubungi penyedia asuransi langsung saat periode asuransi TLO akan berakhir. Lalu, nasabah tinggal mengajukan keinginannya untuk melanjutkan polis ke pertanggungan All Risk. Biaya upgrade asuransi TLO ke all risk adalah sebesar 30 persen dari premi.
 

Penghitungan Premi Asuransi TLO

Premi asuransi TLO sangat bergantung pada dua hal, yaitu kisaran harga kendaraan pada saat ini dan wilayah tempat kita tinggal. Dua faktor ini menjadi penentu ketentuan OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang “Penetapan Premi atau Kontribusi pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor” pada tahun 2017.

Kategori wilayah terdiri dari tiga kelompok, yaitu Wilayah I (Sumatera dan Kepulauan sekitarnya), Wilayah II (Jakarta, Banten, dan Jawa Barat), dan Wilayah III (Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Nusa Tenggara). Sementara itu, faktor kendaraan bermotor terdiri dari delapan kategori yang dikelompokkan berdasarkan harga dan jenis kendaraan. Simak tabel berikut.

Kat. Wilayah & Harga Kendaraan Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3
Kat. 1, Maks. Rp125 juta 0,47% – 0,56% 0,65% – 0,78% 0,51% – 0,56%
Kat. 2, Rp125-200 juta 0,63% – 0,69% 0,44% – 0,53% 0,44% – 0,48%
Kat. 3, Rp200-400 juta 0,41% – 0,46% 0,38% – 0,42% 0,29% – 0,35%
Kat. 4, Rp400-800 juta 0,25% – 0,30% 0,25% – 0,30% 0,23% – 0,27%
Kat. 5, lebih dari Rp800 juta 0,20% – 0,24% 0,20% – 0,24% 0,20% – 0,24%
Kat. 6 (Truk/pickup) 0,88% – 1,07% 1,68% – 2,02% 0,81% – 0,98%
Kat. 7 (Bus) 0,23% – 0,29% 0,23% – 0,29% 0,18% – 0,22%
Kat. 8 (Motor) 1,76 – 2,11% 1,80% – 2,16% 0,67% – 0,80%

Ketika sudah mengetahui wilayah tempat tinggal dan mengetahui kisaran harga kendaraan maka kita dapat menghitung premi dengan cara berikut.

Persentase premi x Harga Mobil

Hasil dari perhitungan di atas adalah kisaran premi yang harus kita bayarkan ke perusahaan asuransi.

Untuk lebih jelasnya, mari simak contoh penghitungan premi berikut ini dengan menggunakan batas bawah (minimal) persentase premi.

Biaya asuransi TLO mobil

Harga mobil Rp150 juta dan bertempat tinggal di Jakarta, maka besaran premi atau biaya asuransi TLO mobil yang harus dibayarkan adalah:

0,44% x Rp150.000.000 = Rp660.000

Biaya asuransi TLO truk

Harga kendaraan truk Rp180 juta dan bertempat tinggal di Jakarta, maka besaran premi atau biaya asuransi TLO truk yang harus dibayarkan adalah:

1,68% x Rp180.000.000 = Rp3.024.000

Biaya asuransi TLO motor

Harga motor Rp25 juta dan bertempat tinggal di Jakarta, maka besaran premi atau biaya asuransi TLO motor yang harus dibayarkan adalah:

1,80% x Rp25.000.000 = Rp450.000

Perlu diingat juga, bahwa contoh di atas belum termasuk biaya administrasi yang harus ditanggung tiap nasabah asuransi TLO.

Untuk lebih jelasnya mengenai penghitungan premi serta perluasannya. Mari simak contoh berikut ini.

Pak Andalan memiliki mobil seharga Rp150 juta dan bertempat tinggal di Jakarta (Wilayah 2). Kemudian Pak Andalan mengambil jaminan perluasan meliputi banjir, gempa bumi, kerusuhan, dan terorisme. Maka penghitungan premi serta perluasannya sebagai berikut:

Jaminan Premi (%)
Premi murni asuransi TLO 0,44%
Banjir 0,075%
Gempa bumi 0,075%
Kerusuhan 0,035%
Terorisme 0,035%
Total 0,66%

Maka premi yang harus dibayarkan adalah:

Rp150 juta x 0,66% = Rp990.000

Dengan demikian, premi yang harus dibayar Pak Andalan untuk asuransi TLO beserta perluasannya menjadi Rp990,000.

Dari contoh di atas, bisa kita ketahui bahwa dengan menggunakan perluasan biaya premi akan meningkat namun jaminan yg didapat menjadi lebih luas. Jika masih bingung dengan jaminan perluasan yang harus dipilih, silakan konsultasikan bersama Lifepal dengan mengsi formulir di atas dan dapatkan penawaran asuransi TLO terbaik.

 

Cara Daftar Asuransi TLO

Mendaftar asuransi TLO bisa kita lakukan dengan menghubungi agen atau perusahaan asuransi langsung. Namun, jika ingin mendapatkan harga paling murah dan praktis, membeli asuransi all risk secara online melalui situs Lifepal adalah jawabannya.

Selain bisa membandingkan lebih dari 500 polis dari brand ternama, harga premi asuransi yang dibeli secara online juga 10 persen lebih murah daripada membeli lewat agen. Potongan itu belum ditambah dengan diskon khusus 15 persen dari Lifepal! Tunggu apalagi, silakan isi formulir di bagian atas halaman ini.

 

Cara Klaim Asuransi TLO

Mengetahui cara klaim asuransi TLO sebelum membelinya sangat penting agar tidak kebingungan saat benar-benar dibutuhkan klaim. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengajukan klaim.

  • Laporkan ke pihak asuransi. Segera laporkan kehilangan pada pihak asuransi; semakin cepat semakin bagus.
  • Siapkan dokumen. Siapkan dokumen yang diminta, seperti KTP, SIM, STNK, surat kehilangan, dan kunci kendaraan.
  • Buat berita acara (BAP) di kantor polisi. Segara ke kantor polisi yang bertanggung jawab atas daerah tempat motor hilang untuk membuat berita acara. Ingat, pembuatan berita acara maksimal 24 jam dari waktu kejadian.
  • Blokir STNK di Polda. Kita juga harus mengajukan pemblokiran STNK ke Kepolisian Daerah (Polda). Langkah ini penting dalam mengajukan klaim hilang.
  • Urus surat keterangan Direktorat Reserse di Polda. Kita lalu perlu mengurus surat di Direktorat Reserse. Surat tersebut harus dilengkapi dengan nomor polis asuransi kita. Kita akan dimintai beberapa dokumen pelengkap, seperti salinan KTP, salinan BPKB, salinan faktur pembelian kendaraan, salinan laporan kehilangan, salinan polis asuransi, BAP, dan surat asli Lapju.
  • Ajukan semua berkas ke pihak asuransi. Jika berkas yang dibutuhkan sudah lengkap segera ajukan ke pihak asuransi.

Berikut dokumen yang perlu dipersiapkan dalam mengajukan klaim asuransi TLO.

  • Laporan kronologi kejadian
  • Fotokopi polis, sertifikat, dan laporan atau endorsement.
  • Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKP), faktur pembelian, blanko kuitansi, dan surat penyerahan hak milik yang sudah ditandatangani.
  • Buku kir khusus kendaraan yang wajib kir.
  • Surat keterangan kepolisian daerah
  • Surat pemblokiran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
  • Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi pada saat kejadian.
  • Foto kerusakan, estimasi biaya perbaikan
  • Surat Laporan Kepolisian setempat
  • Surat Tuntutan Pihak Ketiga jika ada kerugian yang melibatkan pihak ketiga.
  • Dokumen relevan lain yang terkait dengan pengajuan klaim.
 

Tanya Jawab

Arti asuransi TLO adalah produk yang memberikan perlindungan terhadap risiko kerusakan parah (di atas 75 persen) dari kendaraan. Selain itu, produk ini juga memberikan kompensasi jika kendaraan hilang.

Asuransi all risk memberikan pertanggungan terhadap kerusakan kecil, kerusakan parah, dan kehilangan kendaraan. Sementara itu, asuransi TLO hanya menanggung kerusakan parah dan kehilangan. Oleh sebab itu besar premi asuransi all risk jauh lebih mahal daripada TLO.

Kepanjangan dari TLO adalah Total Loss Only, yang artinya hanya kerugian total yang ditanggung oleh asuransi.

Bagi yang sedang mencari premi asuransi kendaraan dengan harga ringan, mengambil asuransi TLO bisa menjadi jalan keluar terbaik. Dengan mengambil asuransi TLO, nasabah dapat lebih menghemat pengeluaran. Berbeda dengan asuransi All Risk yang memang memiliki jaminan pertanggungan yang lebih besar namun biaya asuransinya pun juga tinggi.

Premi atau biaya asuransi TLO mobil bekas sama dengan premi asuransi mobil baru. Dengan rata-rata persentase premi asuransi kendaraan TLO adalah 0,18 hingga 2,16 persen.

Asuransi TLO dapat digunakan untuk jenis motor apa saja dengan harga Rp30 juta ke bawah.

 

Biasanya cara klaim asuransi TLO dilakukan dengan cara cashless artinya tertanggung tidak perlu mengeluarkan biaya selama melakukan perbaikan di bengkel.

Umumnya batas usia untuk mobil adalah 15 tahun. Sedangkan usia untuk motor berbeda-beda pada tiap perusahaan asuransi, misalnya pada produk asuransi Simas Motor memberikan perlindungan dengan usia maksimal 10 tahun dan asuransi Zurich memberikan batas usia 7 tahun.

Cara klaim asuransi TLO mudah untuk dilakukan. Pada dasarnya ada dua tahap yang harus dilakukan untuk klaim asuransi TLO yaitu melaporkan kejadian maksimal 3-7 hari kalender dan menyiapkan dokumen yang diperlukan.

Jika berkas sudah disetujui, biasanya pencairan dana klaim akan memakan waktu 14 hari kerja.

Cara klaim kehilangan mobil asuransi TLO harus dilakukan paling lambat 72 jam setelah kejadian berlangsung. Sementara pada asuransi Simasnet maksimal lima hari atau 120 jam.

Setelahnya, buat berita acara kehilangan ke kepolisian dan lengkapi dokumen yang dibutuhkan. Kemudian ajukan klaim ke perusahaan asuransi. 

Tentu bisa, namun nasabah akan dikenakan biaya. Biasanya untuk upgrade dari all risk ke TLO akan dikenakan biaya 2,7 persen dari harga kendaraan. Sedangkan untuk TLO ke all risk biaya yang dikenakan akan jauh lebih besar tergantung pada tiap perusahaan asuransi.

Penulis Hanifah Nurul Eks jurnalis bidang moneter, keuangan, dan gaya hidup yang memberikan pencerahan finansial lewat tulisan sederhana. Lihat profile penulis