Ini Poin Penting tentang Seluk-beluk Asuransi Pendidikan

Asuransi Pendidikan Untuk Masa Depan Anak

Menurut survei bank ternama Asia HSBC, Indonesia menempati urutan ke-13 sebagai negara dengan biaya pendidikan termahal di dunia. Pasalnya, biaya pendidikan di tingkat awal saja bisa mencapai puluhan juta. Penting bagi para orang tua untuk menyiapkan asuransi pendidikan sejak dini.

Sebagai contoh, salah satu TK (Taman Kanak-kanak) di Jakarta Selatan. Uang pangkal dibanderol di angka Rp 16 jutaan. Uang SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) sekitar satu jutaan per bulan.

Namun, memang ada yang lebih murah dari angka di atas. Yang terpenting adalah memilih TK yang memang terjangkau sesuai penghasilan Anda.

Itu baru TK! Belum bila anak masuk kuliah nanti di penghujung usia remaja. Biaya uang pangkal di universitas negeri bisa mencapai Rp 15 juta. Belum termasuk biaya per semester dan biaya-biaya lain.

Bila dihitung-hitung, biaya pendidikan untuk satu orang anak dari TK sampai kuliah bisa capai ratusan juta. Kalau Anda masih sehat-sehat saja, Anda mungkin tidak begitu khawatir. Akan tetapi, entah sehat atau tidak, risiko tertentu bisa saja terjadi.

Nah, untuk mempersiapkan biaya pendidikan tersebut, ada baiknya Anda menyiapkan asuransi untuk pendidikan buah hati. Mengapa demikian?

Pentingnya Asuransi Pendidikan untuk Anak

Asuransi pendidikan merupakan produk asuransi yang disiapkan untuk menjamin sejumlah dana untuk pendidikan anak di masa depan. Dana ini bisa disiapkan sedini mungkin.

Tujuan asuransi ini adalah mengalihkan risiko kemungkinan anak tidak bisa melanjutkan pendidikan karena tulang punggung keluarga tidak bisa bekerja.

Dari definisi tersebut jelas terlihat bahwa asuransi pendidikan berupaya menghindarkan risiko finansial pada anak. Sebab, orang tua sebagai pencari uang berisiko tidak bisa bekerja karena sesuatu hal. Akan tetapi, anak tetap terjamin pendidikannya dengan memiliki asuransi yang dikhususkan untuk pendidikan.

Manfaat yang Diberikan oleh Asuransi Pendidikan

Manfaat Asuransi Pendidikan Untuk Anak

Melihat tingginya biaya pendidikan, tentu lebih bijaksana untuk memanfaatkan asuransi bagi anak-anak.

Pada dasarnya, terdapat dua komponen utama dalam asuransi pendidikan tersebut, yaitu proteksi dan investasi. Adapun manfaat yang diberikan asuransi pendidikan, antara lain:

1. Memberikan perlindungan pada orang tua

Kegunaan asuransi untuk pendidikan yang pertama adalah sekaligus menjadi asuransi jiwa. Sebab, penanggung jawab dalam keluarga tentulah orang tua.

Bisa saja terjadi kemungkinan buruk, mulai dari sakit atau bahkan meninggal dunia. Nah, kalau sudah begitu, biaya pendidikan anak bisa telantar karena tidak ada yang membiayai. Di sinilah kegunaan asuransi pendidikan terlihat.

Dana asuransi tersebut dapat dicairkan apabila orang tua sakit atau meninggal. Tentu dengan kesepakatan yang sudah dibuat bersama di awal.

2. Menjamin biaya pendidikan anak

Sesuai dengan tujuan awalnya, produk asuransi pendidikan ini juga berguna sebagai investasi pendidikan anak di masa depan.

Hingga rentang waktu tertentu, dana dari asuransi dapat dicairkan untuk keperluan pendidikan anak. Jadi, orang tua tidak kebingungan mencari dana saat anak harus masuk sekolah.

Macam-Macam Asuransi untuk Pendidikan Sesuai Kebutuhan

Jenis-jenis Asuransi Pendidikan

Secara garis besar, apa itu asuransi untuk pendidikan terdiri dari tiga pilihan paling umum. Biar tidak salah pilih, Anda bisa pertimbangkan ketiga model asuransi berikut ini:

1. Asuransi pendidikan unit link

Asuransi pendidikan yang satu ini adalah satu bentuk asuransi paling umum yang ada pada asuransi pendidikan. Pada jenis asuransi ini, terdapat unsur asuransi dan investasi dalam satu produk.

Hasil investasi dalam produk ini bisa jadi tidak sesuai ekspektasi nasabah. Sebab, investasi bersifat fluktuatif. Plus, akan ada pemotongan terhadap biaya-biaya tertentu pula. Akan tetapi, hasil investasi juga bisa saja di atas rata-rata.

2. Asuransi dwiguna

Sedikit berbeda dengan unit-link, asuransi dwiguna tetap terdiri dari dua unsur namun satu lagi adalah tabungan.

Kelak asuransi tersebut dapat dicairkan bila terjadi risiko finansial. Kemudian, tabungannya pun bisa digunakan untuk biaya pendidikan anak. Akan tetapi, tentu saja yang namanya tabungan memiliki nilai yang tidak cukup besar.

3. Asuransi term life (asuransi berjangka)

Asuransi term life atau asuransi berjangka adalah model lain yang biasa ditawarkan sebagai asuransi pendidikan.

Pada model asuransi jenis ini, tidak ada unsur investasi maupun tabungan. Jadi, asuransi tersebut hanya memberikan perlindungan biaya pendidikan bila risiko meninggal dunia terjadi pada tertanggung.

Tips Memilih Asuransi yang Tepat untuk Pendidikan Anak

Memilih Asuransi Pendidikan Terbaik Untuk Anak

Memilih asuransi untuk kebutuhan pendidikan yang tepat untuk buah hati Anda tentu harus secara bijaksana. Pasalnya, kini banyak produksi asuransi untuk pendidikan bertebaran. Jangan salah memilih, karena asuransi satu ini merupakan kontrak jangka panjang.

Berikut beberapa tips memilih asuransi yang tepat untuk jaminan pendidikan anak Anda:

Pertama, pastikan kesanggupan sesuai dengan penghasilan Anda. Dari situ, Anda nanti bakal temukan angka untuk biaya pendidikan anak Anda dan berapa dana yang sanggup disisihkan untuk asuransi.

Katakanlah penghasilan Anda Rp 10 juta per bulan. Persentase untuk asuransi biasanya berkisar 10 persen per bulan. Jadi, Anda sanggup sisihkan Rp 1 juta per bulan.

Dari situ, Anda bisa cari asuransi pendidikan dengan premi bulanan Rp 1 juta per bulan. Tinggal Anda tentukan berapa lama Anda akan mengikuti asuransi tersebut.

Kedua, pilih jangka waktu yang cukup panjang daripada yang singkat. Misalkan, Anda memilih asuransi model unit link, maka pilihlah jangka waktu yang panjang.

Sesuaikan hingga pendidikan tinggi anak selesai. Jadi, kalau Anda mulai mengikuti asuransi sejak anak berusia 1 tahun atau sebelumnya, pilih jangka waktu sekitar 20 tahun.

Memang ada asuransi yang menawarkan jangka waktu lebih pendek akan tetapi hasil investasinya pun bakal kurang optimal. Padahal, Anda tetap saja harus membiayai pendidikan anak hingga selesai kuliah, bukan?

Ketiga, tentu saja Anda harus sesuaikan pilihan sekolah dengan dana pendidikan tersebut. Anda juga harus memperhatikan bahwa biaya pendidikan di tahun tersebut bisa jadi berbeda dengan sekarang. Oleh sebab itu, selalu gunakan asumsi inflasi sekitar 10 persen per tahun.

Contoh, uang pangkal masuk TK pada tahun ini yang Anda pilih adalah Rp 5 juta. Anak Anda berusia 1 tahun, maka ada waktu 4 tahun lagi. Dengan demikian, empat tahun lagi dana yang Anda butuhkan adalah Rp 7.320.500. Begitu seterusnya.

Dari situ, Anda bisa melihat berapa dana yang dicairkan oleh produk asuransi yang akan Anda pilih. Anda bisa melihat apakah dana tersebut sesuai dengan estimasi Anda.

Ada baiknya tidak mengambil tambahan lain dalam asuransi tersebut, misalnya proteksi kesehatan dan sebagainya. Untuk kesehatan, Anda bisa pilih asuransi lainnya. Dengan begitu, dana yang akan dicairkan tidak akan berkurang banyak.

Jangan segan untuk meminta ilustrasi pada agen asuransi Anda. Pastikan angka yang Anda terima pada tahun anak masuk ke sekolah baru sesuai dengan prediksi.

Nah, sudah bisa membayangkan berapa kira-kira dana yang Anda sanggupi untuk pendidikan anak? Dari situ, Anda pun bisa memilih produk asuransi pendidikan yang tepat untuk anak.

Intinya adalah sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan Anda!