Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji 4 Juta

Sudah menikah tetapi gaji masih sedikit tentu bikin dag-dig-dug ya. Tapi, kita bisa kok tahu cara mengatur keuangan rumah tangga bahkan dengan gaji Rp4 juta alias UMP sekalipun.

Karena bukan seberapa besar gaji yang kita miliki tetapi bagaimana mengaturnya. Meski gaji kita sangat besar hingga “dua digit” sekalipun namun kalau tidak bisa dikelola, ya sama saja.

Nah, oleh karena itu, jangan berkecil hati apabila gaji masih di angka Rp4 juta meski sudah menikah. Apalagi bagi yang baru-baru menikah. Alasan pertama, gaji kita masih bisa bertambah di masa depan.

Alasan kedua adalah yang penting tahu cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 4 juta itu, kita bisa sukses, kok!

Teman Andalan Untuk Kebutuhan Asuransimu

  • Bandingkan lebih dari 100 polis
  • Konsultan terbaik di sisimu
  • Bantuan klaim gratis dan mudah
Rp
+62

Yuk, simak langkah-langkah alokasi keuangan rumah tangga dengan bujet Rp4 juta per bulan berikut ini.

1. Pilih Masak Ketimbang Makan di Luar

masak sendiri

Apabila tinggal berdua atau sudah memiliki anak maka dengan memasak sendiri tentu akan jauh lebih hemat. Karena, bahan-bahan makanan jauh lebih murah ketimbang yang sudah diolah menjadi makanan.

Coba hitung saja. Misalkan, kita menghabiskan Rp15 ribu untuk satu porsi makanan di warteg. Kemudian, dikalikan dua maka total adalah Rp30 ribu sekali makan. Makan tiga kali sehari, total dalam sehari kita bisa habiskan Rp90 ribu.

Sementara itu kalau kita masak sendiri, kita malah hanya butuh setengah dari bujet tersebut untuk makan per hari. Sebagai contoh, kita dapat menyisihkan Rp200 ribu untuk belanja beras dan minyak goreng. Kemudian, sediakan dana Rp1 juta untuk lauk-pauk. Dengan catatan, belanja di pasar ya agar lebih murah.

Total untuk makanan sebulan adalah Rp1,2 juta. Yaitu sekitar 30 persen saja dari gaji per bulan kita.

2. Kontrakan atau KPR Tidak Lebih dari 20 Persen

perumahan indonesia

Untuk kontrakan maupun KPR, alokasikan bujet tidak lebih dari 20 persen penghasilan kita. Jadi, batas dana yang bisa dialokasikan untuk tempat tinggal adalah Rp800 ribu.

Nah, akan jauh lebih baik lagi apabila kita mengambil KPR. Untungnya pemerintah sudah menyediakan program KPR bersubsidi yang memang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan maksimal Rp4 juta.

Dengan catatan, lokasi rumah memang tidak berada di Jakarta tetapi di pinggiran seperti Depok, Cikarang, ataupun Bekasi.

3. Pilih Transportasi yang Lebih Murah

sepeda motor

Jika saat masih single, transportasi yang murah adalah transportasi umum maka saat menikah coba pilih sepeda motor. Jadi, kita bisa berangkat bersama pasangan. Baik ke kantor atau bepergian.

Anggaplah bensin sepeda motor Rp7.700 per liter untuk sehari. Nah, dalam sebulan, kita perlu sisihkan dana Rp231 ribu. Angka tersebut dengan asumsi jarak tidak terlalu jauh, ya.

4. Sisihkan 10 Persen untuk Belanja Rumah Tangga

pasar tradisional

Kebutuhan rumah tangga seperti peralatan mandi, bersih-bersih, dan beberapa peralatan lain tentu harus dipenuhi. Sisihkan 10 persen dari penghasilan untuk belanja bulanan seperti itu. Termasuk pula untuk pulsa dan internet.

Jadi, total Rp400 ribu. Dengan pembagian Rp100 ribu untuk pulsa masing-masing. Kemudian, sisa Rp200 ribu untuk belanja peralatan mandi dan bersih-bersih.

5. Sisihkan 10 Persen untuk Tabungan

celengan babi

Tentu saja, jangan pernah lupakan tabungan. Tabungan di sini bisa kita siapkan dengan tujuan sebagai dana darurat maupun tabungan masa depan.

Jika akan digunakan sebagai dana darurat maka minimal persiapkan uang sebanyak tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan. Dengan gaji Rp4 juta maka asumsi pengeluaran bulanan adalah 60 persennya, yaitu Rp2,4 juta. Jadi, kita perlu memiliki uang minimal Rp7,2 juta di tabungan.

Mencapai angka tersebut, kita dapat menyisihkan 10 persen dari tabungan yaitu Rp400 ribu. Berarti butuh waktu 18 bulan. Mungkin terlihat lama tetapi mulai saja dulu, ya!

6. Sisihkan 5 Persen Lagi untuk Investasi

celengan receh investasi

Tidak hanya tabungan, penting pula memiliki investasi agar uang yang kita miliki tidak tergerus inflasi. Lumayan ya kalau melihat uang yang kita miliki bisa berkembang.

Alokasi bagi investasi tidak perlu besar di awal. Sebab, ada potensi kerugian yang bisa saja terjadi. Jadi, di awal sisihkan 5 persen untuk investasi setiap bulan, yaitu Rp200 ribu. Coba pilih investasi reksadana yang bisa dimulai dengan dana yang terjangkau dan prosesnya pun tidak merepotkan.

7. Jangan Lupa Asuransi 3 Sampai 5 Persen Penghasilan

stetoskop

Yang tak kalah penting adalah asuransi! Jika investasi dan tabungan berguna sebagai dana masa depan maka asuransi lebih daripada itu. Secara singkat, asuransi berguna untuk mengalihkan risiko yang terjadi. Risiko tersebut bisa saja berupa penyakit ataupun kejadian tak terduga lain yang berdampak pada kondisi finansial.

Daripada harus kehilangan tabungan dan investasi, lebih baik gunakan asuransi untuk meng-cover risiko tersebut, bukan? Apalagi kini cukup banyak asuransi yang terjangkau, seperti misalnya yang terdapat pada marketplace Lifepal.

Alokasi asuransi bisa kita siapkan dengan bujet tiga sampai lima persen penghasilan. Yaitu sekitar Rp120 ribu sampai Rp200 ribu.

8. Jangan Lupakan Piknik!

pasangan liburan backpacker

Berhemat bukan berarti lupa piknik. Jangan sampai deh malah stres dan sakit hanya karena lupa memberikan istirahat dan refreshing pada kita sendiri. Oleh karena itu, tak ada salahnya sediakan bujet piknik atau liburan.

Bujet liburan ini bisa kita sisihkan sebanyak 5 persen dari gaji, yaitu sekitar Rp200 ribu per bulan. Bujet tersebut bisa kita gunakan setiap bulan atau malah ditabung. Nanti setelah beberapa bulan baru digunakan sekaligus.

Dari penjelasan di atas, berikut total bujet kita dari gaji Rp4 juta:

Makanan : Rp1.200.000

Tempat tinggal : Rp800.000

Transportasi : Rp231.000

Belanja bulanan : Rp400.000

Tabungan : Rp400.000

Investasi : Rp200.000

Asuransi : Rp200.000

Liburan : Rp200.000

Total : Rp3.631.000

Dari angka di atas, kita bisa dapatkan bahwa ternyata cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 4 juta bukan mustahil. Bahkan, gaji tersebut lebih dari cukup. Karena masih ada sisa sekitar Rp369 ribu lagi.

Dana tersebut bisa kita gunakan untuk investasi lain atau mungkin menambah produk asuransi yang dimiliki saat ini. Jika saat ini, kita hanya berfokus pada asuransi kesehatan maka coba alokasikan sebagian bujet sisa di atas untuk asuransi jiwa.

Di marketplace Lifepal tersedia produk asuransi jiwa dengan premi Rp100 ribuan per bulan namun uang pertanggungan mencapai puluhan juta. Dengan begitu, rumah tangga pun bisa sejahtera dan aman khususnya secara finansial hingga tua!