Dana Darurat versus Asuransi, Mana Lebih Penting?

Dana Darurat

Dana Darurat

Bukannya kalau sudah ada asuransi, kita tidak butuh dana darurat? Sebab, dengan adanya asuransi, kita akan terlindungi saat ada keadaan darurat seperti sakit atau mengalami musibah.

Secara sederhana memang tampak demikian.

Namun, ada saat-saat tertentu yang bikin kita butuh dana segar saat itu juga. Seperti yang kita tahu, asuransi tidak dapat serta-merta “cair” saat itu juga. Di sinilah penting yang namanya dana darurat.

Supaya jelas, mari simak terlebih dahulu apa itu dana darurat dan apa itu asuransi. Termasuk karakter dan tujuan penggunaannya.

Penjelasan tentang Dana Darurat

Penjelasan tentang Dana Darurat

Dana darurat adalah sejumlah uang yang diperlukan di saat-saat genting. Keadaan genting tersebut pun sudah tidak dapat ditalangi sesuai dengan anggaran tetap kita. Sehingga, kita harus kehilangan penghasilan.

Contoh, pengeluaran bulanan kita masih bergantung pada gaji di bulan itu. Sekarang coba bayangkan kalau kita tiba-tiba tidak bisa bekerja? Gaji kita tiba-tiba nol. Bagaimana kita bisa memenuhi biaya hidup di bulan depan dong?

Masa ujug-ujug kita harus mencairkan dana asuransi jiwa yang sudah terkumpul bertahun-tahun? Sayang sekali! Itu sama saja, kita bakal “kehilangan masa depan yang lebih besar” demi masa kini yang sebenarnya bisa diantisipasi sebelumnya.

Situasi yang dicontohkan di atas menggambarkan pentingnya dana darurat. Jadi, yang sudah kita persiapkan di masa depan tidak terganggu tetapi tetap bisa pula menjalani situasi sulit dengan baik.

Penjelasan tentang Asuransi

Penjelasan tentang Asuransi

Asuransi sendiri pada hakikatnya berguna untuk mengantisipasi risiko tertentu yang sebenarnya sudah diprediksi. Atau, memang sudah “hukum alam” terjadi. Plus, beberapa situasi yang sebenarnya lebih “untung” di-handle dengan asuransi, ketimbang dana darurat.

Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa kita tidak butuh asuransi. Karena pada dasarnya, kalau kita punya banyak uang tentu bisa dipakai untuk berbagai risiko yang terjadi. Misal, sakit atau kecelakaan.

Hmm… Mari kita coba hitung bedanya bayar perawatan di rumah sakit dengan asuransi dan dana darurat.

Bayangkan apabila kita menderita sakit demam berdarah. Biaya perawatan selama lima hari di rumah sakit untuk penyakit tersebut, antara lain:

    • Biaya kamar kelas III Rp100 ribu.
    • Biaya dokter Rp250 ribu 
    • Biaya pengobatan (cek darah, obat, dan lain-lain) Rp1,5 jutaan

Rata-rata biaya yang dihabiskan di rumah sakit untuk perawatan demam berdarah menghabiskan sekitar Rp2 jutaan.

Nah, kalau kita gunakan dana darurat maka tabungan berkurang Rp2 jutaan tersebut. Padahal, menggunakan asuransi, contoh asuransi demam berdarah dari Lifepal, kita cuma bayar Rp50 ribu per tahun.

Dana Darurat versus Asuransi, Mana Lebih Penting?

Mana Lebih Penting, Dana Darurat atau Asuransi?

Mana Lebih Penting, Dana Darurat atau Asuransi?

Pada dasarnya, dana darurat dan asuransi sama-sama penting. Namun juga tidak akan berguna apabila kita hanya punya salah satu saja.

Dari contoh yang disebutkan tadi, kita bisa pelajari bahwa ada problem tertentu yang hanya bisa diselesaikan dengan dana darurat. Namun, di saat lain ternyata jauh lebih bijaksana apabila menggunakan asuransi. Sebab, kita bisa menghemat uang yang seharusnya kita keluarkan untuk pengobatan tertentu dengan pembayaran premi.

Yang seharusnya uang jutaan rupiah digunakan untuk perawatan di rumah sakit, kita pun bisa alihkan ke investasi. Atau, malah untuk liburan? Kenapa tidak, kan?

Tags:
Helda Sihombing

Berpengalaman di industri FinTech dan jurnalis media finansial selama 5 tahun. Bercita-cita meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia lewat digital.