Superhero Juga Manusia, Asuransi Ini Bantu Spider-Man Saat Kritis

asuransi

asuransi

Spider-Man: Far From Home sudah tayang, lho! Tenang, tidak akan ada spoiler di sini. Konten kali ini mengajak kita semua untuk tahu fakta Spider-Man dari sisi asuransi.

Pernah tidak terpikir, jika Spider-Man adalah satu superhero yang paling butuh asuransi. 

Apalagi saat Spider-Man sedang menjadi Peter Parker. Peter Parker pasti punya kehidupan pribadi sebagai manusia, bukan? Hal-hal inilah yang tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan superhero.

Yuk, simak asuransi apa saja yang seharusnya dimiliki Spider-Man alias Peter Parker. Poin-poin berikut bisa menjadi pelajaran bagi kita dalam memilih asuransi yang tepat.

1. Asuransi Pendidikan

infographic spider
brio.net

Diceritakan bahwa Peter Parker masih berstatus sebagai siswa SMA. Sebagai Peter Parker, tentu dia masih memiliki masa depan yang panjang.

Bagaimanapun, Peter Parker alias Spider-Man harus tetap menyelesaikan pendidikannya. Sebab, profesi sebagai superhero bukan ditujukan untuk mencari uang. Jadi, ya, tetap saja Peter harus memperjuangkan pendidikannya agar bisa berkarier di masa depan.

Sebagai anak yang dibesarkan dari keluarga yang terbilang biasa-biasa saja, asuransi pendidikan penting bagi Parker. Apalagi kondisi finansial keluarga Parker sempat terguncang saat pamannya meninggal.

Dengan asuransi pendidikan, Parker akan tetap bisa melanjutkan pendidikan. Meski mungkin saja terjadi risiko yang tidak diinginkan. Misalnya, saat Bibi May meninggal.

2. Asuransi Jiwa

asuransi
brio.net

Masih ingat, dong, saat Spider-Man menjadi salah satu korban jentikan jari Thanos? Hal ini menjadi bukti bahwa superhero sekalipun tidak kebal dengan kematian.

Hanya saja, perlu dipahami bahwa pertanggungan asuransi jiwa memiliki pengecualian tertentu. Dalam hal kasus Spider-Man, sayangnya, uang pertanggungan asuransi jiwa bisa saja tidak cair. Karena kematian Spider-Man terjadi saat kondisi darurat di seluruh dunia.

Meski demikian, tetap tak salah, kok, persiapkan diri untuk tetap punya asuransi jiwa. Karena kalau kematiannya wajar, orang-orang tersayang yang ditinggalkan akan tetap bisa melanjutkan hidup dengan kondisi finansial yang baik-baik saja. 

3. Asuransi Kesehatan

asuransi kesehatan
empireonline.com

Meski memiliki kemampuan menyembuhkan diri sendiri dengan cepat, tetap saja Spider-Man bisa mengalami luka-luka. Yang kemudian berdampak ke tubuhnya saat menjadi Peter Parker.

Apalagi sebelum bergabung dengan Avengers, Peter Parker harus berobat ke rumah sakit dengan biaya sendiri dong. Belum lagi kalau Parker terkena penyakit-penyakit “manusiawi” seperti demam tinggi, flu, atau usus buntu. Bisa saja, kan?

Setelah bergabung dengan Avengers, Parker mungkin sudah mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan. Namun, tak ada salahnya juga untuk punya asuransi kesehatan sendiri. 

Siapa tahu limit-nya tidak terlalu besar atau ada pengecualian tertentu.

Eh, tapi seharusnya sih Avengers bisa memberikan plafon yang cukup tinggi sih. Secara salah satu superhero yang mengelola Avengers adalah si kaya raya Tony Stark. Yang mana kekayaan pribadinya mencapai US$12,4 miliar setara dengan Rp174 triliun!

4. Asuransi Perjalanan

Asuransi Perjalanan
sideshow.com

Di film Spider-Man: Far From Home, Peter Parker diceritakan sedang melakukan perjalanan ke Eropa. Bisa saja terjadi hal-hal di luar dugaan dia terkait perjalanannya saat itu, kan? Misal, kopernya hilang atau penerbangan delay.

Nah, hal-hal tersebut tidak akan bikin Parker rugi-rugi amat. Karena, Parker sudah punya asuransi perjalanan yang dapat meng-cover kerugian tersebut.

Ya, terkecuali apabila terjadi peristiwa pesawat terbang atau kereta api yang ditumpangi Parker mengalami kecelakaan. Sebagai Spider-Man, tentu Parker bisalah menyelamatkan diri sendiri. Bahkan, orang-orang lain. Asuransi perjalanan tidak akan begitu diperlukan pada kondisi tersebut.

Fakta Spider-Man sebagai superhero tidak bikin dia kebal terhadap risiko, apalagi kita nih! Itulah gunanya asuransi, yaitu membantu mengurangi kerugian akibat risiko tersebut.

Helda Sihombing

Berpengalaman di industri FinTech dan jurnalis media finansial selama 5 tahun. Bercita-cita meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia lewat digital.