Generasi X: Karakteristik dan Perencanaan untuk Masa Depan

generation x

Meski tidak sepopuler Generasi Baby Boomer atau Milenial, Generasi X berperan penting pada era ini. Nyatanya, perekonomian terkini dikendalikan orang-orang dari Generasi X dan Milenial. 

Generasi X lahir antara tahun 1965 dan 1980. Generasi ini disebut sebagai generasi anak tengah. Sebab, generasi ini lahir setelah sejumlah keluarga di dunia punya kesadaran untuk tidak memiliki jumlah anak yang banyak. Generasi ini menandai periode penurunan kelahiran, setelah ledakan kelahiran bayi dari generasi sebelumnya.

Karakteristik Generasi X

Generasi x

Karena telah mendapatkan pendidikan yang baik, Generasi X telah memegang posisi-posisi penting. Banyak juga di antara mereka yang secara profesional bekerja di sektor pemerintahan atau swasta. Ada empat karakteristik khusus dari mereka yang termasuk Generasi X.

1. Menganut nilai keseimbangan kerja dan kehidupan 

Menghargai kesenangan di tempat kerja dan mendukung mentalitas kerja keras dan bermain. Generasi ini punya filosofi hidup, yakni bekerja untuk hidup. Hal ini tentu berbeda dengan generasi sebelumnya yang menganut filosofi hidup untuk bekerja. 

Tidak heran, Generasi X selalu berusaha untuk menjaga kesenangan di tempat bekerja. Sebab, mereka merasa bahwa bekerja keras harus diimbangi dengan mental yang terjaga. 

2. Mahir dengan teknologi 

Generasi ini dinilai cocok dengan teknologi smartphone, fungsional surel, laptop, tablet, dan teknologi lain yang umum digunakan saat bekerja. 

Saat generasi ini sedang memimpin, terjadi peralihan ekonomi yang sebelumnya mengandalkan sektor manufaktur menjadi ekonomi jasa. Pada generasi ini pula komputer dan teknologi mulai dikenal, kemudian masuk dalam sendi-sendi kehidupan generasi ini. 

3. Individualistis

Generasi X disebut generasi yang mandiri dan banyak akal. Mereka menghargai kebebasan dan bertanggung jawab di tempat kerja. Namun, generasi ini lahir saat tingkat perceraian terbilang tinggi dan situasi ekonomi yang cenderung tidak menguntungkan. 

Dampaknya, wanita telah banyak yang memilih untuk berkarier. Mereka bekerja selayaknya pria dari pagi hingga malam hari untuk mendapatkan penghasilan yang bisa menghidupi diri sendiri. Pola inilah yang membuat generasi ini lebih fokus berkarier ketimbang bersosialisasi bersama keluarga.

4. Fleksibel

Generasi ini dapat beradaptasi dengan baik untuk berubah dan terbilang toleran terhadap gaya hidup yang menawarkan alternatif. Dalam kondisi ekonomi yang rentan dengan krisis, Generasi X terbilang gila kerja. 

Hasilnya, mereka kurang berkomitmen pada satu majikan dan dapat dengan mudah berganti pekerjaan. Alasannya bisa beragam, yaitu upah/gaji, peningkatan karier, dan membarui gaya hidup mereka.

Dunia Kerja Generasi X

Generasi x

Di Amerika Serikat (AS), populasi Generasi X mencapai seperempat dari keseluruhan penduduk di negara tersebut. Saat ini dalam catatan Forbes, daya beli pekerja dari Generasi X mencapai 31 persen dari total pendapatan AS. 

Generasi X memang telah terintegrasi sepenuhnya ke pasar kerja. Mereka sudah mandiri secara finansial dan sedang mengembangkan karier mereka. Sebagai wadah komunikasi, Generasi X sangat akrab dengan internet, sambungan seluler, dan komputer sehingga pekerjaan mereka menjadi terasa ringan dan mudah. 

Fokus karier mereka adalah mampu memenuhi kebutuhan sendiri, terintegrasi ke dalam dunia kerja, dan bekerja untuk membangun dan meningkatkan kualitas pekerjaan. 

Perilaku Berbelanja Online 

online shopping

Dunia digital telah booming pada Generasi X. Mereka yang terbiasa berbelanja di toko atau warung selama bertahun-tahun mulai beradaptasi dengan berbelanja secara online

Generasi X sangat menyukai berbelanja bahkan cenderung impulsif saat berbelanja sebagaimana mereka sangat menikmati berbelanja. Nah, berbelanja online pun kian memudahkan mereka dalam menyalurkan hobi. 

Generasi ini dikenal sebagai sosok yang terbiasa membuat pilihan untuk berbelanja. Sebelum berbelanja, generasi ini kerap mengumpulkan informasi yang lengkap atas barang yang mau dibeli. Berikut karakteristik Generasi X dalam berbelanja. 

  • Membeli melalui media sosial. 
  • Suka dengan merek fisik ketimbang merek online
  • Tidak masalah untuk menghabiskan lebih banyak uang. 
  • Loyal dengan sebuah merek kesukaan.
  • Lebih mudah percaya dengan tawaran di iklan, khususnya yang ditampilkan di TV.

Kondisi Keuangan para Generasi X

Kondisi x

Saat ini, Generasi X sedang mendekati puncak kariernya dan sedang mencapai puncak penghasilan mereka. Forbes menulis bahwa saat ini sekitar 68 persen dari CEO perusahaan berasal dari Generasi X.

Laporan Deloitte yang dikutip dari Forbes, kekayaan Generasi X diperkirakan meningkat lebih dari tiga kali lipat, dari US$11 triliun pada 2015 menjadi US$37 triliun pada 2030.

Meski begitu, sebagian dari generasi ini juga menghadapi kesulitan soal melunasi utang. Generasi X memiliki utang kartu kredit, pinjaman pribadi, dan menghadapi tingkat stres yang cukup tinggi untuk melunasinya. Perbedaan mencolok antara Generasi X dengan Generasi Milenial adalah soal utang. 

Generasi X mengandalkan kartu kredit sementara Generasi Milenial mengandalkan utang.  Dalam mencari pendapatan, Generasi X disebut kurang lincah dibandingkan Generasi Milenial karena dinilai kurang dapat mencari ide kreatif. Akibatnya, kerap kali cara berutang dipilih ketimbang mendongkrak pendapatan. 

Perencanaan Keuangan Generasi X 

Generasi x

Untuk mengurangi biaya berlebihan karena adanya pengeluaran tidak terencana, Generasi X disarankan untuk mulai menyusun perencanaan keuangan mereka. 

Mereka harus dapat mengatasi persoalan Generasi Sandwich yang membiayai anak, orang tua, dan dirinya sendiri. Nah, agar terhindar dari hal ini, Lifepal memberikan tips untuk mulai menyusun sebuah perencanaan yang ideal. Begini tahap-tahap menyusun rencana keuangan. 

1. Lindungi keluarga dengan wasiat  

Jangan sampai kita tidak meninggalkan sesuatu untuk anak kita. Berikan mereka yang terbaik karena mereka memang berhak. Jadi persiapkan warisan berupa asuransi, aset, atau uang yang dapat menopang keuangan anak-anak apabila terjadi sebuah musibah yang efeknya memutus pemasukan untuk keluarga. 

2. Kelola utang 

Jika kita berpikir tentang membeli rumah, maka kita harus bijaksana untuk menghitung suku bunga yang harus kita bayar selama bertahun-tahun. Jika beban utang kita menjadi tidak terkelola, temukan salah satu perusahaan pengelola utang yang sah untuk membantu kita mengendalikannya.

3. Persiapkan tabungan pensiun 

Tidak ada salahnya mempersiapkan dana jangka panjang untuk pensiun. Adanya tabungan pensiun akan membuat masa-masa tuan para Generasi X tetap bisa mandiri secara finansial. 

4. Pikirkan menjalani hari tua

Kesalahan yang kerap dilakukan dari generasi sebelumnya adalah saat hari tua menjadi beban bagi anak. Sebagia satu cara untuk mengatasinya, belilah produk asuransi yang dapat melindungi kesehatan pemegang polisnya. 

Bagaimana dengan Perencanaan Pensiun?

perencanaan pensiun

Karena dianggap masih jauh, kerap kali karyawan mengabaikan waktu pensiun saat masih bekerja aktif. Tentu, persoalan ini dihadapi setiap generasi yang abai dengan waktu pensiun tiba. 

Padahal pensiun harus dipersiapkan dengan matang agar masa tua nanti tidak merepotkan diri sendiri dan keluarga. 

Untuk itulah pentingnya membuka rekening pensiun guna membiayai kehidupan saat pensiun nanti. Dalam mempersiapkan masa pensiun, pastikan hal-hal berikut bisa terselesaikan agar tidak ada beban kehidupan nanti. 

  • Tidak ada biaya besar yang dikeluarkan saat pensiun, kecuali untuk kesehatan. Jangan sampai saat pensiun justru membeli aset atau melakukan renovasi gedung atau rumah. Hal-hal semacam ini tidak disarankan. 
  • Tidak ada tagihan utang kartu kredit.
  • Biaya sekolah anak sudah terselesaikan. Sebagai orang tua, kita wajib memastikan anak telah menyelesaikan pendidikannya dengan tepat waktu dan dana cukup. 

Demikian informasi soal Generasi X. Semoga dapat memberikan pencerahan dalam bidang keuangan dan kehidupan sehari-hari khususnya bagi kita yang terlahir di tahun-tahun terkait.
Apabila membutuhkan perlindungan asuransi dan dana pensiun, jangan ragu untuk menghubungi tim Lifepal, ya. Lifepal sebagai marketplace terbaik di Indonesia hadir untuk membantu memberikan perlindungan finansial pribadi dan keluarga melalui proteksi asuransi. Yuk, kunjungi Lifepal sekarang!

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis