Generasi Z: Ciri-Ciri Mereka yang Unik dari Generasi Lainnya

Generation z

Setiap generasi selalu melahirkan harapan, perubahan dan pembeda dengan generasi sebelumnya. Generasi baru akan melengkapi generasi sebelumnya sehingga membuatnya lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. 

Salah satu generasi baru yang menjelma menjadi generasi unggul adalah Generasi Z. Generasi Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1995 hingga tahun 2010. 

Untuk lebih mengenal karakteristik Generasi Z dan keunggulannya, Lifepal akan membahasnya melalui artikel ini. 

Generasi Z = Generasi Media Sosial

 

Genz sosial media

Lahir pada era internet sebagai sebuah keajaiban teknologi, Generasi Z kerap disebut sebagai penduduk era digital sejati. Pada masa mudanya, mereka bersentuhan langsung dengan internet. Terpapar dengan informasi cepat dan mengenal serta akrab dengan media sosial. 

Yang membedakan dengan generasi terdahulu, Generasi Z punya pengalaman virtual yang lebih mumpuni. Pengetahuan dan informasi yang mengalir deras, membuat generasi ini kaya akan referensi dan sumber. 

Tidak heran, generasi ini kerap melahirkan sejumlah tokoh berpengaruh atau influencer yang dikenal lewat media sosial. Generasi Z boleh dibilang punya peranan penting menciptakan dan menafsirkan tren.

Maka lumrah saja jika banyak influencer yang lahir di dalam generasi ini.  Berikut platform media sosial yang digandrungi mereka.

  • Instagram. 
  • Youtube. 
  • Snap.
  • Facebook.
  • Twitter
  • Facebook Messenger.
  • Pinterest.
  • TikTok.
  • Discord.
  • Tumblr.

Faktor pembentuk Generasi Z 

Faktor membentu z

Saat ini ada hampir 50 miliar perangkat terhubung di dunia ini. Jumlahnya mungkin tujuh kali lebih besar dari jumlah orang saat ini. 

Dari jumlah tersebut, generasi anak-anak dan remaja akan mencakup hampir sepertiga dari seluruh tenaga kerja dalam satu dekade. Ada lima faktor yang membentuk generasi ini seperti yang ditulis Mccrindle. 

1. Digital 

Perubahan digital terjadi secara konstan di mana-mana dan terbilang cepat. Meski jaman terus berubah, tetapi tidak mengalami pergolakan seperti di dalam revolusi konvensional. Di lain sisi, revolusi digital memengaruhi separuh kondisi dunia, terutama dalam hal komunikasi. 

2. Global

Generasi ini amat mudah terhubung secara global dalam hal musik, film, artis global. Begitu juga dengan mode, makanan, hiburan, tren sosial, dan komunikasi yang mampu menjangkau banyak kalangan. 

3. Sosial 

Generasi ini boleh dibilang punya teman yang banyak. Lewat media sosial, generasi ini dengan mudah akan mendapatkan teman lewat media sosial. 

4. Visual

YouTube telah menjadi mesin pencari global yang populer.  Generasi Z menjadikan YouTube tidak hanya sebagai hiburan, tapi juga sarana informasi. Mereka lebih menyukai konten-konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

5. Mobilitas tinggi

Generasi ini amat menyukai hal-hal baru. Bagi mereka urusan pindah rumah, pekerjaan dan karier tidak monoton. Mereka sedang berpindah-pindah dalam waktu yang cepat. 

Seperti Apa Kebiasaan dan Perilaku Generasi Z?

Perilaku z

Generasi Z saat ini punya peran penting dalam bidang sosial. Berdasarkan riset dari Mckinsey, 

karakteristik Generasi Z disebut punya mobilitas tinggi dan lebih realistis. 

Yang membedakan dengan generasi sebelumnya, Generasi Z punya ketertarikan pada social networks dan memahami sebuah informasi lewat digital natives sehingga perilakunya kerap terpengaruh oleh tren di media sosial. Berikut ciri-ciri perilaku Generasi Z. 

1. Identitas yang terdefinisi

Generasi Z mencari jati diri dengan eksperimen. Mereka merasa dirinya bebas untuk menjadi diri sendiri, cara mereka mencari pengalaman dibantu dengan internet. 

2. Menghargai komunitas online 

Generasi Z yang lahir pada era internet sangat menghargai komunitas online. Bagi generasi ini, komunitas online lebih baik dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang nyata. Sebab komunitas online memungkinkan orang-orang yang berbeda dan berlatar belakang ekonomi berbeda dapat saling terhubung. 

3. Punya rasa tolerasi tinggi

Generasi Z yang terbuka senang bersosialisasi dan memancing diskusi. Maka, generasi ini mampu menerima perbedaan pendapat dan terbilang nyaman untuk berinteraksi dengan berbagai lembaga. 

4. Realistis

Banjir informasi, generasi ini terbilang kritis dan tidak mudah menerima sesuatu tanpa ada analisis terlebih dahulu. 

5. Melek ekonomi  

Besar dalam kondisi ekonomi global yang sedang mengalami tekanan, generasi ini sudah mulai mencari uang atau bekerja informal.  Bahkan menurut survey Mckinsey, Generasi Z sejak usia 17 tahun hingga 23 tahun sudah mulai bekerja paruh waktu. Padahal pada usia tersebut, mereka masih mengenyam pendidikan. 

Pola Konsumsi Generasi Z

Generasi z

Pola konsumsi Generasi Z disebut lebih pragmatis dan realistis. Sebelum membeli sesuatu, generasi ini punya kebiasaan mencari tahu dan menganalisis apa yang mereka beli sehingga akan memengaruhi keputusan mereka dalam membeli. 

Mereka mengandalkan testimoni dari orang untuk membeli barang atau produk. Analisis atas sebuah produk dan layanan didapat dari internet atau media sosial. 

Perilaku konsumen generasi z umumnya seperti yang digambarkan Mckinsey sebagai berikut. 

1. Patokan pada akses bukan kepemilikan 

Generasi ini lebih menyukai akses yang tidak terbatas kepada suatu barang atau jasa. Misalnya streaming video, langganan atau berkendara tanpa harus memilikinya. Bagi Generasi Z, kepemilikan belum tentu memberikan manfaat panjang seperti akses pada sesuatu. Jadi, mereka lebih menyukai suatu produk yang memberikan nilai tambah. 

2. Konsumsi sebagai ekspresi identitas 

Mereka yang termasuk Generasi Z memiliki kepribadian yang gemar akan gagasan untuk memanifestasikan identitas individu. Konsumsi menjadi sarana ekspresi diri. Mereka tidak hanya berhasrat akan satu produk, tapi juga bersedia membayar mahal bagi produk yang mampu menonjolkan kepribadian mereka. 

3. Konsumsi yang dipilih berdasarkan nilai 

Konsumen menyukai sebuah merek yang memiliki sesuatu yang jelas. Mereka punya pengetahuan yang baik tentang merek dan realitas di baliknya. Generasi Z amat memperhatikan sebuah keberagaman dalam tindakannya dalam mengonsumsi sesuatu.

Wajah Ekonomi Generasi Z

Ekonomi generasi z

Booming digital dan media sosial membuka peluang-peluang menimbun pundi-pundi. Generasi Z terbilang dengan cepat dan mudah menghasilkan uang lewat internet dan media sosial. 

Sehingga mereka bisa dalam usia muda dapat membantu kekayaan sendiri di masa depan. Faktor pendorongnya adalah, Generasi Z hidup pada saat resesi ekonomi dunia sedang terjadi. 

Berikut ini adalah wajah Generasi Z dalam bidang ekonomi.

  • Generasi z belajar tentang uang saat bergulat dengan krisis keuangan global. 
  • Akses utang yang mudah. Generasi ini tidak malu untuk berutang demi membiayai pendidikan atau proyek tertentu.
  • Lebih bertanggung jawab terhadap uang sehingga sejak muda telah memiliki rekening tabungan sendiri.
  • Kritis akan uang yang mereka tabung. Mereka teliti dan hampir setiap hari memeriksa saldo bank, mereka khawatir bank akan memangkas saldo mereka karena sistem error atau persoalan internal bank itu. 
  • Memikirkan dampak global dengan peduli dan perhatian terhadap perubahan iklim dunia

Demikian informasi soal Generasi Z, semoga informasi tersebut memperluas pengetahuan kita akan generasi yang memang dekat dengan era digital saat ini. 

Tetap membaca artikel-artikel dari Lifepal, ya, demi mendapatkan informasi lebih lengkap dan bermanfaat tentang ulasan bisnis dan asuransi untuk diri kita dan leluarga.

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis