Investor: Sistem Kerja dan Cara Menjadi Investor

businessman

Ekonomi suatu bangsa tidak akan berjalan tanpa adanya kegiatan menanam modal atau yang dikenal dengan investasi. 

Dalam kegiatan menanam modal, tentu ada seseorang atau kelompok yang memiliki pendanaan untuk membiayai sebuah usaha, sosok seseorang atau kelompok tersebut dikenal dengan investor. 

Investor memiliki pengertian sebagai seseorang yang menginginkan pengembalian uang yang lebih besar daripada yang dapat diberikan oleh deposito bank. Untuk mencapai hal ini, mereka siap menghadapi risiko tinggi dengan harapan mendapat imbalan yang lebih besar. 

Investor yang bijak tidak pernah lupa bahwa mereka mungkin kehilangan semua uangnya dengan menempatkan uang tersebut. Tetapi mereka juga tahu kalau yang ditanam dapat menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat. 

Biasanya, seorang investor menggunakan investasi untuk menumbuhkan uang mereka sebagai simpanan atau agar kelak meraih penghasilan saat pensiun.

Bagaimana Sistem Kerja Investor 

2 pekerja diskusi

Meski seorang investor mempercayai untuk menanamkan uangnya pada satu kegiatan usaha. Namun hal tersebut tidak berarti bahwa investor memercayakan seluruh uangnya pada kegiatan tersebut. 

Investor punya toleransi risiko, modal, gaya, preferensi dan kerangka waktu terhadap dana yang diinvestasikannya. 

Apabila dikaitkan dengan investor keuangan, gambarannya seperti ini, investor yang konservatif atau berhati-hati dalam menempatkan investasinya. Maka, produk keuangan yang dipilihnya untuk berinvestasi bisa ke dalam deposito, obligasi atau emas

Produk keuangan tersebut berisiko rendah, dengan keuntungan yang diperoleh tetap dan kecil. 

Sementara investor agresif atau yang gemar mencari cuan dalam menempatkan investasinya. Maka, produk keuangan yang dipilihnya untuk berinvestasi adalah saham dan mata uang asing

Oya, penting untuk kita ketahui, investor dan pedagang itu berbeda, ya. Investor biasanya memegang posisi selama bertahun-tahun hingga puluhan tahun.

Meski investor dapat juga berperilaku sebagai pedagang, yakni, saat membeli dan menahan investasi. Sementara itu, pedagang adalah orang yang melakukan jual beli barang secara rutin, biasanya pedagang tidak memproduksi barang melainkan hanya mendistribusikannya saja. 

Jenis-Jenis Investor

Kita sering mendengar tentang banyak jenis investor, seperti angel investor hingga ethical investor.

Jenis-jenis investor tersebut, merujuk pada hal-hal yang mereka investasikan daripada karakteristik mereka sendiri. Namun sebenarnya, terdapat dua jenis investor, yakni investor ritel dan institusional. Berikut penjelasannya perbedaan kedua jenis investor tersebut. 

1. Investor institusi 

Investor institusi adalah organisasi seperti perusahaan keuangan atau reksadana yang berinvestasi dalam saham dan instrumen keuangan lainnya. Mereka membangun portofolio yang cukup besar. 

Sering kali, mereka dapat mengakumulasi dan mengumpulkan uang dari beberapa investor kecil (individu dan atau perusahaan) untuk mengambil investasi yang lebih besar. Karena itu, investor institusional sering kali memiliki kekuatan dan pengaruh pasar yang jauh lebih besar daripada investor ritel individu. Contoh investor institusi adalah dana pensiun, dana lindung nilai, reksadana

2. Investor ritel 

Investor ritel adalah individu yang beroperasi di akun mereka sendiri atau perwalian yang bertindak atas nama individu. Karena mereka tidak diizinkan menjadi anggota bursa saham apa pun, mereka harus membeli atau menjual melalui perantara broker-dealer.

Strategi Menanam Modal sebagai Investasi

Berstrategi

Sebelum benar-benar terjun berinvestasi, kita harus membuat strategi agar dapat sukses dalam berinvestasi. Strategi tersebut berguna untuk memandu kita untuk menentukan arah investasi dan membuat keputusan apabila dalam kondisi keuangan sedang tidak baik. 

Bagaimana membuat strategi investasi? Cara sederhana di bawah ini dapat menjadi acuan untuk kita.

1. Menentukan tujuan dan keinginan kita sendiri

Apa tujuan utama dari kegiatan investasi yang kita lakukan, apakah untuk meraih dividen, kepemilikan perusahaan, atau berdagang saham. Tetapkan tujuan tersebut agar kita dapat mengukur jangka waktu, kapan harus mengakhiri investasi dan kembali memulainya. 

2. Tentukan jangka waktu berinvestasi 

Setelah memastikan ketersediaan dana, maka yang kita harus lakukan selanjutnya adalah kapan memulai, mengambil keuntungan, dan mengakhirinya. Dalam membuat keputusan tersebut, ada baiknya kita mengetahui kondisi ekonomi terkini. 

3. Menghadapi risiko 

Setiap tindakan keuangan selalu memiliki risiko atas kegiatan keuangan yang dilakukan. Sekali pun jenis investasi kita bersifat konservatif tetap ada risiko yang membayangi. Misalnya krisis ekonomi yang membuat investasi kita sulit untuk dicairkan atau dijual. Nah, pada situasi tersebut ada baiknya kita mulai menentukan rencana-rencana baru apabila terjadi risiko. 

4. Mendengarkan narasumber atau penasihat keuangan

Mendapatkan nasihat dari seseorang yang independen amat bagus. Ini akan menjadi masukan kita saat menentukan investasi. Sebab, dari orang tersebut baik narasumber atau perencana keuangan akan diketahui bagaimana prospek dan risiko dari investasi yang kita tanam. 

5. Apakah kita mengincar pengembalian modal atau keuntungan?

Tidak semua orang berinvestasi semata-mata demi keuntungan. Ada pula investor yang menanamkan uangnya sekadar untuk membagi-bagi keranjang investasi. Ingatlah idiom terkenal “jangan menaruh investasi pada satu keranjang saja, baiknya berikan ke keranjang lain. Agar aman investasi kita”. 

Namun, apabila kita menginginkan keuntungan dari investasi yang ditanam, maka tidak salah juga untuk meraih cuan sebanyak-banyaknya. 

Bagaimana Cara Menjadi Investor?

Setelah mantap untuk menjadi investor, langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara menjadi investor. Merujuk pada cara menjadi investor di pasar modal yakni Bursa Efek Jakarta, Lifepal menyajikannya sebagai berikut. 

  1. Siapkan dokumen pribadi
    Dokumen yang disiapkan antara lain: KTP, NPWP, Buku Tabungan 
  2. Isi formulir di perusahaan sekuritas

Perusahaan sekuritas yang dipilih baiknya adalah yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan sekuritas membantu kita melakukan transaksi jual beli saham yang dipilih. 

  1. Setorkan dana awal ke nomor rekening dana investor 

Ini adalah bukti bahwa kita telah berinvestasi pada saham di perusahaan sekuritas. Rekening dana investor sebagai tempat kita untuk berinvestasi dalam jual beli saham. 

Lebih Berminat Jadi Investor Aktif atau Pasif?

Kita dapat memilih dua jenis investor apakah aktif dan pasif. Pilihan tersebut dilakukan berkaca pada tujuan investasi kita. 

Apakah kita menginginkan keuntungan secara rutin dan nilai besar. Atau kita menginginkan keuntungan yang tetap, tapi nilai yang tidak besar. Pilihan tersebut akan mengerucut pada jati diri kita sebagai investor apakah sebagai investor pasif atau aktif. Keduanya akan mengadopsi berbagai strategi pasar dalam pilihannya.

Seseorang atau perusahaan yang menjadi investor aktif dapat terlihat pada karakteristik berikut.

  • Bertindak sebagai manajer portofolio.
  • Selalu ingin mendapatkan pengembalian rata-rata pasar saham dan mengambil keuntungan penuh dari fluktuasi harga jangka pendek.
  • Ahli untuk mengetahui kapan masuk atau keluar dari saham, obligasi, atau aset apa pun.
  • Mampu menganalisis dan menentukan di mana dan kapan harga akan berubah.

Di sisi lain, karakteristik berikut akan menggambarkan pihak investor pasif.

  • Membatasi jumlah pembelian dan penjualan dalam portofolio mereka.
  • Umumnya mereka tahan godaan, jadi tidak terpancing melakukan penjualan saat harga sedang bagus dan membeli saat harga sedang rendah. 
  • Percaya pada indeks saat membuat keputusan keuangan berdasarkan, bukan kepada kondisi ekonomi terkini. 

Sudah jelas tentang pengertian dan cara menjadi investor? Nah, sekarang waktunya untuk mempraktikkannya, ya. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang tips-tips berinvestasi, jangan ragu untuk mengunjungi Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis