Kemenristekdikti: Memahami Tugas dan Fungsi secara Mendasar

menteri

Salah satu kementerian yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia adalah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang disingkat menjadi Kemenristekdikti. 

Kementerian ini memiliki tugas dan fungsi yang sangat spesifik dalam mengurus prosedur riset, teknologi, dan pendidikan tinggi di Indonesia.

Di samping itu, kementerian ini memiliki riwayat yang panjang sejak zaman Presiden Soekarno di era 1960-an. Sampai saat ini, sejumlah orang pernah menempati posisi puncak kementerian ini sebagai menteri.

Untuk mengenal lebih lanjut mengenai kementerian ini, mari kita simak sejarah Kemenristekdikti, daftar menteri dari masa ke masa, sampai tugas dan fungsi kementerian ini sendiri.

Sejarah Eksistensi Kemenristekdikti

Menurut berbagai sumber, cikal bakal kementerian ini berawal pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Pada tahun 1962, pemerintah mendirikan Kementerian Urusan Riset Nasional Republik Indonesia. Setelah itu, sebelas tahun kemudian atau pada 1973, pemerintah mengubah namanya menjadi Kementerian Negara Riset. 

Lebih dari satu dekade kemudian atau pada di tahun 1986, pemerintah mengubah nama kementerian ini lagi menjadi Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Nama ini bertahan hingga 2001. 

Setelah itu, kementerian ini berubah nama menjadi Kementerian Riset dan Teknologi. Selama 2001-2014, pemerintah beberapa kali mengubah nama kementerian ini menjadi Kementerian Negara dan Riset serta Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Pada 2014 atau ketika pemerintahan Presiden Joko Widodo dimulai, nama kementerian ini menjadi Kemenristekdikti. Perubahan nama ini terjadi karena pengelolaan pendidikan tinggi yang sebelumnya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diserahkan kepada Kemenristekdikti.

Daftar Menristekdikti dari Masa ke Masa

Setidaknya pernah ada 12 orang yang terpilih menjabat sebagai Menristekdikti atau Menristek sejak 1962 sampai saat ini yang mana masing-masing berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan kebudayaan. Berikut ini nama-nama terkait.

1. Soedjono Djoened Poesponegoro

Soedjono menjabat sebagai menteri riset sejak tahun 1962 sampai tahun 1966. Pada masa itu, dia bekerja sebagai menteri di bawah Kabinet Kerja III, Kerja IV, dan Dwikora I. Pada saat itu, menristek bernama Menteri Urusan Research Nasional.

2. Suhadi Reksowardojo

Suhadi menjabat sebagai menteri selama sekitar lima bulan sejak bulan Februari 1966 sampai Juli 1966. Pada saat itu, jabatan menteri ini bernama Menteri Lembaga Research Nasional.

3. Soemitro Djojohadikoesoemo

Memasuki era Orde Baru, Soemitro Djojohadikoesoemo menjabat sebagai Menteri Negara Riset selama lima tahun, yaitu sejak periode 1973-1983. 

4. Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie

B.J Habibie adalah orang yang menjabat jabatan Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam durasi terlama, yaitu 20 tahun. Pertama kali menempati posisi ini pada Maret 1978, Habibie menjabat sebagai menteri riset dan teknologi hingga Maret 1998. 

Pada masa itu, Habibie juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Setelah menjadi menteri, Habibie kemudian menjadi Wakil Presiden hingga menjadi Presiden Ke-3 Indonesia pada 1998-1999 menggantikan Presiden Soeharto.

5. Rahardi Ramelan

Ditinggalkan oleh Habibie yang menjadi Presiden, posisi Menteri Riset dan Teknologi dalam Kabinet Pembangunan VII kemudian diisi oleh Rahardi Ramelan. Rahardi yang juga menjabat sebagai Kepala BPPT mengisi posisi menteri dalam periode Maret 1998 hingga Mei 1998.

6. Zuhal

Setelah Rahardi Ramelan, Zuhal mengisi posisi Menristek di Kabinet Reformasi Pembangunan pada periode 23 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Sama seperti pendahulunya, Zuhal juga merangkap jabatan sebagai Kepala BPPT.

7. Muhammad A.S. Hikam

Pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, Muhammad A.S. Hikam ditunjuk sebagai Menristek. Dalam Kabinet Persatuan Nasional tersebut, Hikam menjabat sebagai menteri selama periode Oktober 1999 hingga Agustus 2001.

8. Hatta Rajasa

Pada masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri, Hatta Rajasa ditunjuk sebagai Menristek. Dalam Kabinet Gotong Royong tersebut, dia menjabat sebagai menteri sejak Agustus 2001 hingga Oktober 2004. Dia mundur pada September 2004 karena terpilih menjadi anggota DPR.

9. Kusmayanto Kadiman

Pada masa pemerintahan Presiden Indonesia Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah menunjuk Kusmayanto Kadiman sebagai Menristek. Sambil merangkap jabatan sebagai Kepala BPPT, dia menjabat dalam periode Oktober 2004 hingga Oktober 2009.

10. Suharna Surapranata

Dalam periode kedua masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Suharna Surapranata menjabat sebagai Menristek selama dua tahun berikutnya sejak tahun 2009 hingga 2011. 

11. Gusti Muhammad Hatta

Masih Dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, posisi Menristek kemudian diisi oleh Gusti Muhammad Hatta. Dia menjabat sebagai Menristek pada Oktober 2011-Oktober 2014.

12. Mohammad Nasir

Mohammad Nasir adalah orang pertama yang menjabat sebagai Menristekdikti setelah kementerian ini berganti nama menjadi Kemenristekdikti pada masa pemerintahan Presiden Indonesia Ke-7 Joko Widodo. Dia dilantik pada Oktober 2014.

Tugas dan Fungsi Kemenristekdikti

Secara umum, Kemenristekdikti memiliki satu tugas dan sepuluh fungsi. Tugas menggambarkan pekerjaan secara umum dan fungsi menggambarkan pekerjaan secara khusus. Berikut ini tugas dan fungsi Kemenristekdikti.

Tugas Kemenristekdikti 

Tugas Kemenristekdikti adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Fungsi Kemenristekdikti 

Terdapat sembilan fungsi utama Kemenristekdikti yang meliputi:

  1. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang standar kualitas sistem pembelajaran, lembaga pendidikan tinggi, sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pendidikan tinggi, dan keterjangkauan layanan pendidikan tinggi.
  2. Perumusan dan penetapan kebijakan di bidang standar kualitas lembaga penelitian, sumber daya manusia, sarana dan prasarana riset dan teknologi, penguatan inovasi dan riset serta pengembangan teknologi, penguasaan alih teknologi, penguatan kemampuan audit teknologi, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, percepatan penguasaan, pemanfaatan, dan pemajuan riset dan teknologi.
  3. Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan, sumber daya, penguatan riset dan pengembangan, serta penguatan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Pemberian izin tertulis kegiatan penelitian dan pengembangan oleh perguruan tinggi asing, lembaga penelitian dan pengembangan asing, badan usaha asing, dan orang asing di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  5. Pemberian izin tertulis kegiatan penelitian dan pengembangan terapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berisiko tinggi dan berbahaya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  6. Koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
  7. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
  8. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 
  9. Pelaksanaan dukungan substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Polemik Rektor Asing

Belum lama ini muncul sebuah isu yang melibatkan Kemenristekdikti. Isu itu adalah penggunaan rektor asing untuk perguruan tinggi di Indonesia. Tentu saja, isu ini mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Di kalangan pendukung rencana ini, penggunaan rektor asing dianggap dapat membawa manfaat seperti alih pengetahuan dari orang asing ke perguruan tinggi Indonesia yang dianggap masih ketinggalan dibandingkan perguruan tinggi di negara-negara maju.

Di kalangan penentang rencana ini, penggunaan rektor asing dianggap tidak menghargai sumber daya manusia yang berlimpah di Indonesia. Mereka menganggap sumber daya manusia di Indonesia masih sangat layak untuk menempati posisi rektor. 

Terlepas dari pro dan kontra soal wacana rektor asing ini, Kemenristekdikti memiliki fungsi sebagai pemilik otoritas yang berwenang memberi izin tertulis kegiatan penelitian dan pengembangan oleh orang asing di Indonesia.

Rencana Strategis

Sejak berganti nama menjadi Kemenristekdikti, kementerian ini memiliki sejumlah rencana strategis. Rencana ini diatur dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 50 tahun 2017 tentang Rencana Strategis Kemenristekdikti Tahun 2015-2019.

Sejumlah rencana strategis Kemenristekdikti antara lain meningkatnya kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan inovasi, meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas pendidikan tinggi, terlaksananya reformasi birokrasi dan sebagainya.

Berbagai rencana strategis yang disusun oleh Kemenristekdikti ini sedikit banyak melanjutkan berbagai rencana strategis yang telah disusun sebelum 2014 atau sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Struktur Organisasi

Pucuk pimpinan tertinggi di Kemenristekdikti adalah Menristekdikti yang bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden. 

Di bawah Menristekdikti, terdapat sejumlah posisi yang meliputi Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan dan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi. 

Tentu saja, di luar struktur direktur jenderal, ada banyak posisi lain di bawah Menristekdikti.

Nah, dengan penjelasan yang cukup detail di atas, semoga kini kita bisa lebih mengenali dan memahami sejarah Kemenristekdikti, daftar menteri dari masa ke masa, sampai tugas dan fungsi kementerian ini, ya!

Dengan memahami manajemen kementerian negeri kita tentu akan memberi manfaat yang positif terhadap cara kita mengatur perusahaan pribadi. Namun, jika kita membutuhkan tips-tips tambahan yang bermanfaat, jangan ragu untuk mencari tahu di Lifepal Bisnis.Selain itu, kita bisa berkonsultasi juga mengenai ragam produk asuransi karyawan yang tepat dan dapat disesuaikan dengan bujet perusahaan kita. Yuk, cek langsung di Lifepal Bisnis!

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis