Pebisnis Andal Harus Memahami Makna dan Metode Keuangan

Businesswoman

Istilah keuangan merupakan sesuatu yang lumrah kita dengar, bahkan istilah ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. 

Namun, pernahkah kita benar-benar mencari makna sesungguhnya dari istilah ini? Atau mungkin kita mencoba memahami sejauh mana istilah keuangan ini dapat digunakan. Nah, pada artikel kali ini, kita akan bahas tentang pengertian, konsep dasar, serta berbagai macam istilah lain yang menyertainya.

Memahami Pengertian Keuangan

Sebagai permulaan, alangkah baiknya kita membahas mengenai pengertian dari keuangan itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) keuangan adalah segala sesuatu yang bertalian dengan uang, seluk beluk uang, urusan uang, atau keadaan uang. 

Sedangkan, ada pendapat lain yang menyebut keuangan sebagai alat untuk mempelajari bagaimana individu, bisnis, dan organisasi berupaya meningkatkan, mengalokasi, dan menggunakan sumber daya moneter sejalan dengan waktu dan sekaligus menghitung risiko dalam mengelola proyek mereka. 

Pada kesimpulannya, istilah keuangan dapat diartikan sebagai berikut.

  1. Ilmu keuangan dan aset lainnya.
  2. Manajemen aset tersebut.
  3. Menghitung dan mengatur risiko proyek.

Pendapat tentang keuangan lainnya adalah dari Ridwan dan Inge (2003), disebutkan keuangan adalah ilmu dan seni dalam mengelola uang yang berdampak kepada kehidupan setiap orang dan setiap organisasi. Keuangan pun berhubungan dengan proses, lembaga, pasar, dan instrumen yang terlibat dalam transfer uang di antara tiap individu, tidak terkecuali di dalam bisnis dan berkaitan dengan pemerintah.

Konsep Keuangan Secara Mendasar

Financial concept

Keuangan dapat disimpulkan memiliki hubungan yang erat dengan dunia moneter, khususnya uang. Uang adalah alat transaksi yang kita lakukan setiap hari. 

Guna memahami lebih jauh dari makna keuangan ini, penting untuk mengetahui dan mengerti konsep dasar dari keuangan agar kita memahaminya.

Nah, berikut ini merupakan enam konsep dasar keuangan yang dikemukakan oleh Mary Beth Storjohann, seorang pakar perencana keuangan terkenal dari San Diego, Amerika Serikat.

1. Nilai pendapatan bersih

Nilai pendapatan bersih merupakan ukuran bagi kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Cara menghitungnya adalah dengan mengurangi total aset dengan jumlah total utang. Jika hasil tidak menunjukkan angka minus, berarti perusahaan berada dalam kondisi aman. 

Namun jika pun tidak, berarti perusahaan berada dalam kondisi rawan dan mungkin butuh strategi pemasaran terbaru untuk menutupi utangnya.

2. Inflasi

Konsep dasar lainnya adalah inflasi. Menurut Barro dan Robert J, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  1. Konsumsi masyarakat yang meningkat.
  2. Berlebihnya nilai likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang sehingga terjadi kelangkaan barang.

Secara umum, inflasi dimaknai sebagai proses menurunnya nilai mata uang secara terus-menerus. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan dan dianggap terjadi sebagai dampak yang saling terkait akibat proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus.

Dalam suatu negara, nilai inflasi ini dijaga agar tetap stabil karena stabilitas dari inflasi ini dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketika inflasi terlalu tinggi artinya terjadi kelangkaan barang dan daya beli masyarakat menurun, sementara sebaliknya ketika terjadi deflasi, dapat dimaknai sebagai masyarakat yang tidak memiliki daya beli.

3. Likuiditas

Pengertian likuiditas (liquidity) menurut Kamus Keuangan Bank Indonesia adalah kemampuan untuk memenuhi seluruh kewajiban yang harus dilunasi segera dalam waktu yang singkat.

Sebuah perusahaan dikatakan likuid apabila memiliki alat pembayaran berupa harta lancar yang lebih besar dibandingkan dengan seluruh kewajibannya. Pengertian lain dari likuiditas adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan aktiva lancar (harta).

4. Bear market

Bear market sering digunakan untuk menyebut periode penurunan harga surat berharga sebesar 20 persen atau lebih. Biasanya ada pada surat saham yang dimiliki suatu perusahaan. 

Bear market pada saham dipicu ketika investor menjual saham, umumnya untuk mengantisipasi memburuknya kondisi ekonomi dan penurunan keuntungan perusahaan.

5. Toleransi risiko

Toleransi risiko merupakan sebuah ukuran dari tingkat ketidakpastian yang bersedia diterima oleh seorang investor atau pengusaha sehubungan perubahan negatif terhadap bisnis atau aset. 

Artinya, ini merupakan batas toleransi dari seorang pebisnis dalam menghadapi perubahan negatif yang mana sangat bergantung pada kondisi emosional serta kalkulasi seberapa banyak waktu, potensi penghasilan, dan aset perusahaan yang dapat dimiliki di masa depan.

6. Alokasi aset dan diversifikasi

Konsep dasar terakhir adalah alokasi aset dan diversifikasi. Alokasi aset dapat dimaknai sebagai tempat akan menyimpan uang bagi individu maupun perusahaan, bentuknya dapat berupa rumah, tanah, surat berharga, saham, emas, atau apa pun yang bernilai finansial. 

Alokasi aset berhubungan erat dengan membagi atau mendiversifikasi risiko kesalahan saat mengalokasikan aset yang dimiliki. Artinya, diversifikasi investasi di dalam satu kelas aset maupun di berbagai jenis kelas aset yang berbeda dapat mengurangi risiko negatif dari perubahan di masa depan.

Untuk menghindari situasi keuangan yang buruk, kita bisa mulai mengelola keuangan dengan membuat laporan keuangan.

Membangun Manajemen Keuangan yang Ideal

Membangun keuangan manajemen

Manajemen keuangan adalah segala kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan cara mendapatkan, menggunakan, serta mengelola keuangan perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan.

Sebenarnya, manajemen keuangan juga dapat dilakukan oleh individu dalam rangka mendapatkan, menggunakan, serta mengelola keuangan pribadi. Langkah ini bisa dimulai dari perencanaan keuangan yang bisa dilakukan baik oleh perorangan maupun perusahaan.

Dalam hal ini, terdapat beberapa ruang lingkup pada manajemen keuangan yang wajib dipahami seorang manajer. Berikut tiga ruang lingkup manajemen keuangan yang dimaksud.

1. Keputusan pendanaan

Ini mencakup segala kebijakan manajemen yang berhubungan dengan cara memperoleh dana perusahaan. Misalnya, kebijakan perusahaan untuk menerbitkan surat berharga seperti obligasi, serta kebijakan utang jangka pendek dan panjang. Dana tersebut bisa berasal dari internal maupun eksternal perusahaan.

2. Keputusan investasi

Keputusan investasi meliputi segala yang berkaitan dengan kebijakan penanaman modal perusahaan seperti aktiva tetap (fixed assets). Contohnya seperti gedung, tanah, dan mesin. Investasi juga bisa dalam bentuk aktiva finansial berupa surat-surat berharga, seperti obligasi dan saham.

3. Keputusan pengelolaan aset

Keputusan pengelolaan aset memuat kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien. Hal tersebut diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Tujuan Manajemen Keuangan

Dalam manajemen keuangan tentunya memiliki tujuan yang harus dicapai. Berikut setidaknya 9 tujuan manajemen keuangan.

  • Memaksimalkan keuntungan

Dengan kebijakan yang tepat, maka manajemen keuangan dapat memaksimalkan keuntungan dalam jangka panjang.

  • Menjaga arus kas (cash flow)

Suatu perusahaan tentu sering mengeluarkan dana, misalnya untuk pembayaran gaji karyawan, membayar sewa, membeli bahan baku, dan transaksi pengeluaran dana lainnya. Dengan begitu, arus kas harus diawasi dan dikendalikan. Kalau tidak, dapat menyebabkan kelebihan pengeluaran (over budget) yang merugikan perusahaan.

  • Mempersiapkan struktur modal

Dalam mempersiapkan struktur modal, maka manajer harus menyeimbangkan pembiayaan yang dimiliki dengan dana yang dipinjam oleh perusahaan.

  • Memaksimalkan manfaat keuangan

Manajer keuangan perusahaan mesti mengawasi penggunaan uang perusahaan. Anggaran dana yang digunakan untuk kegiatan yang tidak menguntungkan perusahaan dapat dipangkas (cut). Kemudian, dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih menguntungkan perusahaan.

  • Mengoptimalkan kekayaan perusahaan

Manajer keuangan berusaha memberikan dividen (keuntungan) semaksimal mungkin kepada para pemegang saham sehingga perlu berusaha untuk meningkatkan kekayaan perusahaan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja perusahaan.

  • Meningkatkan efisiensi

Dalam prinsip ekonomi selain mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin, pengeluaran pun mesti ditekan serendah mungkin. Nah, efisiensi ini berkaitan dengan menekan pengeluaran tersebut.

  • Memastikan kelangsungan hidup perusahaan

Keuangan berperan besar untuk membuat perusahaan bisa bertahan pada persaingan bisnis yang sangat kompetitif. Keputusan yang berkaitan dengan keuangan harus dilakukan secara hati-hati.

  • Mengurangi risiko operasional

Risiko operasional dapat diminimalkan dengan manajemen keuangan yang baik. Dengan risiko bisnis yang penuh dengan ketidakpastian, maka keputusan yang tepat perlu dilakukan oleh manajer keuangan.

  • Mengurangi biaya modal

Sama dengan prinsip efisiensi, penggunaan biaya modal dapat diminimalkan, maka perencanaan struktur modal perlu dibuat sedemikian rupa oleh manajer keuangan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Terkait fungsi, terdapat lima fungsi manajemen keuangan yang penting dalam perusahaan. Berikut fungsi-fungsi utama manajemen keuangan.

  • Perencanaan keuangan (planning)

Fungsi pertama adalah merencanakan keuangan dalam perusahaan meliputi perencanaan arus kas dan laba rugi. Perencanaan sangat penting dilakukan agar dapat mengetahui hal-hal yang harus disiapkan oleh perusahaan agar terhindar dari kerugian.

  • Perencanaan anggaran (budgeting)

Perencanaan anggaran terdiri atas perencanaan mendapatkan uang dan penggunaan atau pengalokasian dana tersebut. Pengalokasian dana perlu dilakukan secara optimal. Melalui perencanaan anggaran yang tepat, perusahaan dapat memperkirakan keuntungan ataupun kerugian.

  • Pengendalian keuangan (controlling)

Fungsi berikutnya adalah fungsi pengendalian atau controlling. Dengan begitu, perlu evaluasi sebagai upaya kontrol untuk dapat mengetahui hal-hal keliru yang terjadi pada penggunaan anggaran.

  • Pemeriksaan keuangan internal (auditing)

Pemeriksaan keuangan baru dilakukan setelah proses penggunaan keuangan dilakukan. Audit internal berguna mengetahui penggunaan keuangan sudah sesuai dengan kaidah standar akuntansi keuangan (SAK). Fungsi lainnya adalah memastikan tidak terjadi penyimpangan penggunaan bujet.

  • Pelaporan keuangan (reporting)

Fase akhir dari fungsi keuangan adalah melakukan upaya pelaporan anggaran yang tepat sesuai dengan penggunaannya. Laporan ini memuat informasi tentang kondisi keuangan perusahaan yang dapat dipakai menganalisis rasio laporan keuangan perusahaan.

Kelompok Rasio Keuangan yang Biasa Digunakan

Ada beberapa rasio keuangan yang biasa digunakan mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Berikut empat kelompok rasio keuangan yang umum digunakan.

1. Rasio likuiditas (liquidity ratio)

Nilai pada rasio likuiditas digunakan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban (liability) finansial dalam jangka pendek. 

2. Rasio solvabilitas (leverage ratio)

Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa besar dana yang diberikan oleh pemegang saham dibandingkan dengan dana yang diperoleh dari pinjaman dari kreditur.

3. Rasio aktivitas (activity ratio)

Activity ratio digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber daya.

4. Rasio rentabilitas (rentability ratio)

Rentabilitas rasio adalah rasio yang digunakan untuk menilai tingkat efektivitas manajemen yang dilihat dari laba bersih yang dihasilkan atas penjualan dan investasi perusahaan.

Berbagai Istilah Lain dalam Dunia Keuangan

Terlepas dari metode dan strategi yang sudah kita pelajari, masih ada istilah-istilah keuangan yang perlu dipahami juga. Dengan memahaminya, kita diharapkan bisa memahami strategi secara lebih mendalam.

1. Aset perusahaan

Aset perusahaan adalah salah satu sumber ekonomi atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas yang diharapkan dapat memberikan manfaat usaha di masa depan. Terdapat berbagai jenis aset, yakni aset lancar (current asset), tetap (fixed asset), berwujud (tangible asset), dan tidak berwujud (Intangible asset). 

Dalam upaya menciptakan keuangan yang sehat, aset harus melewati serangkaian proses manajemen agar bisa digunakan secara maksimal, dari siklus hidup, hingga cara penggunaannya yang efektif dan juga efisien

  • Siklus hidup aset

Berdasarkan teori bahwa siklus hidup dari aset atau kelompok aset terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan.

  • Penggunaan aset

Ketika membaca neraca, manajemen perusahaan nilai aset biasa menjadi dasar dalam mengukur prestasi keuangan perusahaan sehingga penggunaan aset ini harus dilihat dari efisiensi pemakaian dan optimalisasi keuntungan yang didapat perusahaan.

  • Manajemen aset dan menentukan tujuan

Keuangan juga sering dikaitkan dengan manajemen aset. Manajemen aset (asset management) adalah proses pengambilan keputusan dan penerapannya sesuai dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari suatu aset. Tujuannya adalah membantu perusahaan mengambil keputusan yang tepat sehingga aset dapat dikelola secara efektif dan efisien. 

Adapun beberapa tujuan manajemen aset di antaranya, menginventarisasi kekayaan dan masa pakai aset yang dimiliki, menjaga agar nilai aset tetap tinggi dan memiliki usia hidup yang panjang, meminimalkan biaya selama umur suatu aset, memastikan suatu aset dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal.

  • Siklus pelaksanaan

Dalam pelaksanaan asset management terdapat delapan tahapan yang harus dilakukan sehingga siklus dapat terbentuk, yakni perencanaan kebutuhan aset, pengadaan aset, inventarisasi aset, legal audit aset, pengoperasian dan pemeliharaan aset, penilaian aset, penghapusan aset, dan pembaharuan aset.

2. Risiko proyek

Risiko proyek juga berkaitan erat dengan istilah keuangan yang mana risiko proyek berkaitan dengan potensi dampak negatif dari suatu aktivitas proyek yang menjurus pada kerugian atau kehilangan uang. 

Secara umum, tujuan manajemen risiko adalah mencegah atau meminimalkan pengaruh yang tidak baik akibat kejadian yang tidak terduga melalui penghindaran risiko atau persiapan rencana kontingensi yang berkaitan dengan risiko tersebut.  

Dalam melakukan manajemen risiko proyek tersebut pastinya membutuhkan proses. Berikut ini sejumlah langkah proses dalam meminimalkan risiko proyek.

  • Perencanaan manajemen risiko.
  • Identifikasi risiko.
  • Analisis risiko kualitatif.
  • Analisis kuantitatif.
  • Penanganan risiko.

Begitulah sekelumit mengenai istilah keuangan dan berbagai serba-serbi di dalamnya, mulai dari pengertian, manajemen hingga istilah-istilah lain yang menyertai makna keuangan tersebut. Semoga bermanfaat bagi kita yang ingin memulai usaha, ya!