5 Masalah Finansial Saat KKN Ini Lebih Horor daripada Desa Penari

kkn desa penari

Membaca KKN di Desa Penari bisa bikin bulu kuduk merinding. Tapi tanpa harus dibumbui makhluk-makhluk halus seperti itu, tahu tidak bahwa momen KKN sendiri sebenarnya sudah bikin seram.

Kok, bisa?

Sering kali, cerita KKN selalu identik dengan kisah-kisah horor. Bahkan kalau belum mengalami hal-hal ganjil rasanya seperti belum melakukan KKN. Makanya, tidak heran kalau KKN Desa Penari bisa se-viral itu.

Padahal cerita horor tak selalu berhubungan dengan yang gaib saja, lho. Ada hal lain yang lebih horor daripada kisah desa Penari saat KKN. Yaitu, kesulitan uang! Apalagi kalau kita tidak persiapkan secara matang.

Masih mending Widya hanya dikejar-kejar Badarawuhi buat direkrut menjadi penari. Nah, coba kalau Widya dan teman-temannya juga tidak mempersiapkan bujet yang cukup buat KKN. Tak hanya dikejar makhluk halus, nilai KKN pun tak maksimal karena terkendala bujet. 

“Terus harus gimana, dong?” kata Nur dengan wajah tegangnya.

“Pastinya harus selalu berdoa, berperilaku sopan, dan persiapkan kondisi-kondisi berikut ini,” terang Lifepal dengan raut wajah berwibawa ala Pak Prabu.

Kendala Saat KKN yang Bikin Bokek

kkn desa penari

Memangnya kendala apa saja sih yang bisa saja terjadi saat KKN sehingga berpotensi bikin bokek? Yuk, simak penjelasan berikut.

1. Akses ATM susah

Biasanya di kota, kita malah jarang ke ATM ya. Sebab, prinsip hidup cashless yang sudah menjadi hal biasa. Namun, saat KKN, malah kita kesulitan mencari ATM.

Akses ATM yang susah saat di desa tentu menghadirkan pengeluaran tersendiri. Karena, kita harus meminjam motor warga desa. Kalau sudah meminjam, tentu kita harus mengisi bensin dong. Kalau jarak dari desa ke kota cukup jauh maka bisa saja uang bensinnya mencapai puluhan ribu. Itupun kalau si warga desa mengizinkan motornya dipinjam, ya.

Sedangkan uang segitu sudah bisa kita pakai untuk keperluan lain saat KKN. 

2. Iuran KKN yang cukup mahal

Untuk menjalankan KKN pastinya kita butuh dana yang tidak sedikit bahkan dana yang dibutuhkan lebih besar daripada kebutuhan sehari-hari di kampus. Sebab, kita diharuskan tinggal di sebuah lokasi yang belum kita kenal sebelumnya.

Bayangkan saja, jika kita harus melakukan KKN selama sebulan. Untuk makan sebulan saja kita bisa menghabiskan ratusan ribu. Itu belum termasuk biaya proker (program kerja) yang harus dilakukan.

Teman Andalan Untuk Kebutuhan Asuransimu

  • Bandingkan lebih dari 100 polis
  • Konsultan terbaik di sisimu
  • Bantuan klaim gratis dan mudah
Rp
+62

3. Tidak cocok dengan kondisi geografi dan cuaca 

Namanya juga daerah baru, pastinya tubuh juga harus menyesuaikan diri. Tidak jarang karena kondisi geografi dan cuaca yang tidak cocok, kita jadi mudah terserang penyakit.

Belum lagi kalau target laporan proker harus segera diselesaikan tapi kondisi tubuh tidak memungkinkan, yang ada kita pun semakin drop. Bukannya bikin laporan proker cepat selesai, yang ada kita malah jadi beban teman-teman KKN.

Apalagi harga berobat di zaman sekarang sudah mahal. Misalnya, saja kita harus dilarikan ke klinik akibat demam yang tidak kunjung turun, buat biaya rawat inap dan obatnya saja kita sudah bisa menghabiskan bujet KKN hingga ratusan ribu. Oleh karena itu, ada baiknya punya asuransi kesehatan ya sebelum KKN.

4. Tidak cocok dengan makanan yang dihidangkan

Karena lokasinya yang di desa tentu kita tidak bisa memesan makan sesuka hati. Tidak mungkin kan kita pesan Grabfood buat dikirim ke desa, yang ada driver-nya tersesat dan makanan tidak sampai.

Mau tidak mau dan cocok tidak cocok, kita harus menyantap makanan yang disiapkan di lokasi KKN. Sayangnya, bila makanannya ternyata tidak cocok, bisa saja kita terkena diare. Berobat ke dokter bisa menghabiskan biaya hingga puluhan ribu hingga ratusan ribu. Itupun kalau sakit diare biasa. Namun, kalau ternyata lebih dari itu? Duh, semakin banyak uang keluar deh.

5. Teman KKN pinjam uang

Ini nih yang cukup sering terjadi saat KKN. Teman kita lupa mengambil uang di ATM atau tidak bawa uang cash yang cukup. Sehingga harus meminjam ke kita. Kalau tidak dibantu, kita merasa tidak enak karena dia tidak punya uang karena alasan tersebut.

Mending jika mereka pinjam uangnya hanya beberapa ribu saja, tapi jika sampai ratusan ribu yang ada kita malah pusing sendiri. Yang ada KKN belum selesai kita sudah bokek duluan.

Cara Atasi Masalah yang Bikin Bangkrut Saat KKN

atasi bangkut saat kkn

Masalah-masalah di atas memang bikin horor. Tapi tenang kita bisa atasi masalah tersebut dengan mengikuti tiga cara ini,  Yuk, simak cara berikut.

1. Survei sebelum keberangkatan

Biar tidak seperti orang kaget ketika datang ke lokasi KKN, mending lakukan survei deh. Seminggu atau beberapa hari sebelum memulai KKN dilangsungkan. Nah, survei ini tidak cuma untuk melihat situasi dan kondisi yang terjadi di Desa KKN aja, tapi juga agar kita tahu berapa estimasi bujet yang harus disiapkan selama di sana.

2. Jangan lupa susun bujet dengan benar

Setelah survei, kita sudah bisa mendapatkan gambaran mengenai pengeluaran di sana. Atau, kalaupun tidak lakukan survei ke sana, kita bisa tanya-tanya kepada kakak kelas atau teman yang pernah KKN. Dari itu, kita bisa susun bujet secara detail.

Kalau kampus memberikan anggaran yang cukup untuk KKN, mungkin tidak terlalu masalah. Namun, bila tidak, maka siapkan dana sedari awal.

Untuk mendapatkan bujet yang cukup, kita bisa melakukan patungan dengan teman-teman satu proker atau membuat proposal sponsorship untuk mendukung pendanaan dan mengirimkannya ke perusahaan atau badan lainnya yang sesuai dengan program yang akan kita jalankan. 

Ketika uang sudah cukup pun, atur bujet tersebut sebaik mungkin, ya. Jangan lupa untuk siapkan dana darurat untuk hal tidak terduga. 

3. Jangan memaksakan diri jika bujet tidak cukup

Seringkali nih ketika tiba di lokasi, ide-ide brilian kita muncul begitu saja, tapi jika bujet yang dimiliki tidak cukup dan kepala desa pun melarang, lebih baik jangan dilakuin, ya. Nanti bisa-bisa kita bernasib sama seperti Ayu dan Bima. Duh jangan sampai deh, ya.

Nah, itu dia masalah finansial saat KKN yang lebih horor daripada KKN Desa Penari.

Buat kita yang mau KKN jangan lupa siapkan semuanya dengan baik. Jangan lupa juga untuk selalu berlaku sopan kemanapun kita pergi agar terhindar dari hal-hal tidak diinginkan.

Ruri Sari

Mantan peracik tulisan di media sosial yang mencoba berbagi informasi seputar mengelola keuangan pribadi dan sharing trik-trik jitu yang bisa kita semua nikmati.