Aturan Kurs Bank Indonesia dan Memahami Penerapannya

kurs bi

Kurs Bank Indonesia adalah perbandingan mata uang rupiah dengan mata uang negara lain atau valuta asing (valas) sesuai ketentuan di Bank Indonesia (BI). 

Makna kurs sendiri adalah nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Dalam hal ini, Kurs Bank Indonesia adalah acuan dalam operasional seluruh perbankan dan industri keuangan di Tanah Air.

Agar lebih jelas, yuk belajar tentang Kurs BI ini!

Jenis Kurs Bank Indonesia

jenis kurs bi

Di Bank Indonesia ada tiga kelompok kurs. Pertama adalah kurs transaksi yang terbagi atas kurs jual dan kurs beli. Kedua adalah kurs tengah yang biasa dijadikan patokan bagi perusahaan asing dalam pelaporan pajak. Ketiga adalah kurs JISDOR yang baru hadir pada tahun 2013.

Dari berbagai kurs ini, fungsi dan penggunaannya berbeda-beda. Agar lebih jelas simak ulasan berikut ini.

1. Kurs transaksi

Kurs transaksi BI adalah kurs yang digunakan untuk jual dan beli valas terhadap rupiah. Kurs ini digunakan sebagai acuan transaksi BI dengan pihak ketiga, yaitu pemerintah.

Titik tengah kurs transaksi BI untuk rupiah terhadap dolar AS adalah kurs referensi atau JISDOR yang akan dibahas selanjutnya. Nah, kurs transaksi BI ini diumumkan sekali sehari setiap hari kerja.

Berikut penjelasan mengenai kurs jual dan kurs beli.

  • Kurs jual adalah kurs yang dipakai apabila bank atau money changer ingin menjual valas atau misalnya kita menukarkan rupiah dengan mata uang asing. Dengan kata lain kurs jual adalah harga jual valas di bank atau money changer.
  • Kurs beli merupakan kurs yang dipakai apabila bank atau money changer ingin membeli uang asing dari kita atau jika kita ingin menukar uang asing ke rupiah. Dengan kata lain, kurs beli adalah harga yang ditetapkan bank atau money changer untuk membeli valas.

2. Kurs tengah

Kurs tengah BI adalah kurs yang digunakan dalam mencatat nilai konversi atau tukar valas dalam laporan keuangan perusahaan. Berdasarkan definisinya, kurs tengah ini adalah nilai tukar rupiah terhadap valas yang berada di antara kurs jual dan kurs beli.

Cara menghitung kurs tengah BI adalah menjumlahkan kurs transaksi kemudian dibagi dua. Sedikit catatan, kurs tengah ini diambil dari kurs jual dan kurs beli dari satu mata uang dalam satu periode yang sama.

Dalam pelaporan pajak dan keuangan, kurs ini digunakan untuk menghitung nilai mata uang asing dalam laporan keuangan perusahaan. Berikut contoh perhitungan kurs tengah BI.

Saldo awal akun kas dan bank perusahaan A adalah US$3.000 setara Rp42.639.000 dengan nilai 1 dolar AS setara Rp14.213. Pada akhir tahun buku perusahaan, nilai kurs per 1 dolar AS adalah Rp15 ribu dengan asumsi saldo kas dan bank sama dengan saldo awal, yaitu US$3.000, maka nilai saldo kas dan bank perusahaan A berubah.

US$3.000 x Rp15.000 (per 1 dolar AS) = Rp45 juta. Berarti ada selisih kurs, yaitu: 

Saldo awal – saldo penutupan → 42.639.000 – 45.000.000 = Rp2.361.000 (minus).

Artinya, saldo kas dan bank pada laporan neraca akan mengalami penurunan yang diakibatkan konversi nilai kurs dolar AS terhadap mata uang rupiah sebesar Rp2.361.000.

3. Kurs JISDOR

Kurs JISDOR adalah singkatan dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate. Berdasarkan kepanjangannya, kurs ini merupakan harga spot US$/Rp yang disusun berdasarkan kurs transaksi US$/Rp terhadap rupiah antar bank di pasar valas Indonesia.

Kurs ini tidak ditetapkan sembarangan karena dilakukan melalui Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah (SISMONTAVAR) di Bank Indonesia secara real time.

Kurs referensi yang diterbitkan sejak 20 Mei 2013 ini menjadi referensi harga pasar yang representatif untuk transaksi spot US$/Rp pasar valas Indonesia. Berikut spesifikasi data JISDOR berdasarkan informasi di situs web resmi BI.

Spesifikasi Keterangan
Pasangan mata uang Dolar AS dan Rupiah
Jenis data Data transaksi spot aktual antarbank dalam (US$/Rp)
Kontributor Seluruh bank devisa yang melakukan transaksi spot US$/Rp antarbank dalam US$/Rp dalam rentang waktu yang ditentukan
Media pelaporan data SISMONTAVAR
Penerbit Bank Indonesia
Rentang waktu pengambilan data 08.00 – 09.45 WIB
Waktu berakhir 09.45 WIB
Pengumuman 10.00 WIB
Metode perhitungan Rata-rata tertimbang berdasarkan volume transaksi
Media pengumuman Situs web BI

Faktor yang Memengaruhi Kurs BI

pengaruh kurs bi

Kurs memiliki dampak luar biasa dalam perekonomian. Dalam investasi valas, kurs BI menjadi penentu kapan beli dan jual. Namun, permainan uang ini turut berdampak pada pelemahan rupiah.

Karena itu, kebijakan pemerintah yang berkoordinasi dengan Bank Indonesia sangat penting agar pergerakan rupiah tetap terkendali. Misalnya menggunakan naik-turun suku bunga acuan, yaitu BI Rate, yang dijadikan salah satu senjata menjaga stabilitas rupiah.

Berikut ini faktor yang memengaruhi kurs BI.

1. Kontrol pemerintah

Pemerintah memiliki hak untuk mengintervensi sektor perekonomian. Tujuannya menjaga keseimbangan sektor perekonomian baik mikro maupun makro. Salah satu bentuk intervensi adalah menjaga stabilitas atau keseimbangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Untuk menjalani fungsi ini, pemerintah bersama BI menetapkan beberapa kebijakan. Terpopuler adalah naik-turun BI Rate yang dijadikan senjata agar perekonomian dalam negeri tetap stabil dan investor tidak lari karena ada suku bunga yang menjanjikan untuk menyimpan uang di Indonesia.

2. Inflasi dan deflasi

Inflasi dan deflasi menjadi faktor kedua yang memengaruhi kurs BI. Inflasi berarti kenaikan harga barang/jasa yang efeknya menggerus nilai uang. Sementara, kebalikannya adalah deflasi yang mana harga-harga barang/jasa mengalami penurunan.

Tidak cuma di Indonesia, setiap nilai mata uang di dunia terpengaruh dua hal ini. Inflasi menyebabkan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain menurun. Sementara, deflasi akan membuat nilai tukar mata uang suatu negara naik.

3. Suku bunga

Perbedaan suku bunga di setiap negara turut andil dalam kurs mata uang suatu negara. Seperti di Indonesia yang terkena imbas langsung terhadap penetapan suku bunga AS.

Jika tingkat suku bunga di suatu negara mengalami perubahan, maka akan memengaruhi arus modal internasional. Karena itu, jangan heran jika BI menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga iklim investasi di pasar uang.

4. Neraca pembayaran

Melansir laman BI, neraca pembayaran Indonesia adalah statistik yang mencatat transaksi ekonomi antara penduduk Indonesia dengan bukan penduduk Indonesia dalam periode tertentu. Di dalam neraca pembayaran terdapat transaksi berjalan, transaksi modal, dan transaksi finansial.

Pengaruhnya terhadap kurs BI adalah adanya pembayaran utang dalam dolar AS hingga defisit neraca transaksi berjalan. Itu semua menyebabkan rupiah bisa melemah karena pembayaran utang dalam dolar AS berarti permintaan dolar naik, sehingga rupiah melemah.

5. Pendapatan relatif

Laju pertumbuhan pendapatan dalam negeri biasanya mampu melemahkan kurs mata uang asing. Jika pendapatan dalam negeri meningkat, maka permintaan terhadap mata uang asing turut meningkat jika dibandingkan ketersediaan.

Ini disebabkan belanja masyarakat yang turut meningkat. Rata-rata belanja masyarakat baik itu kebutuhan pokok dan lainnya kebanyakan dari impor. Nah, pembayaran impor pasti menggunakan mata uang asing yang kebanyakan adalah dolar AS. Sebab permintaan tinggi akan dolar AS dibandingkan suplai mata uang itu sendiri yang membuat rupiah bisa menguat.

6. Ekspektasi

Mungkin terdengar tidak berpengaruh, tetapi ekspektasi pasar terhadap nilai tukar mata uang di masa depan turut menentukan kurs BI. Pasalnya, pasar valas cepat bereaksi atas informasi yang berpengaruh terhadap nilai tukar.

Contohnya kebijakan pemerintah di dalam negeri, perang dagang dunia, hingga suku bunga acuan yang ditetapkan The Fed atau bank sentral AS berdampak besar terhadap nilai tukar rupiah.

Manfaat Mengetahui Kurs BI

manfaat mengetahui kurs bi

Pengetahuan mengenai kurs BI, baik kurs transaksi, kurs tengah, dan kurs referensi ternyata banyak menyimpan manfaat juga bagi kita. Salah satu yang paling merasakan tentu saja para investor yang menanamkan modal di Indonesia.

Dengan mengetahui kurs BI, investor tahu kapan harus menjual dan membeli dolar AS atau rupiah. Begitu juga untuk yang ingin keluar negeri harus memperhatikan kurs ini agar tidak terlalu rugi saat menukar uang.

Sementara, kurs tengah BI berguna sebagai patokan pelaporan pajak bagi perusahaan di Indonesia, terutama yang modal kas berbentuk dolar AS atau mata uang asing. Sesuai contoh di atas, pengetahuan tentang kurs BI berguna agar tidak mengalami kerugian akibat pelemahan rupiah terhadap mata uang asing.