Rahasia Bikin Makalah Jadi Mudah Khusus Buat Mahasiswa

Salah satu tugas yang perlu dibuat oleh mahasiswa ketika kuliah di perguruan tinggi adalah menulis makalah. Makalah adalah karya tulis yang berisi gagasan mengenai topik-topik tertentu yang telah ditentukan.

Para dosen biasanya meminta mahasiswa membuat makalah untuk menguji pengetahuan dan daya analisis mahasiswa mengenai topik tertentu. Makalah bisa dibuat secara perorangan atau secara berkelompok.

Makalah bisa terdiri atas belasan sampai puluhan halaman. Jumlah halaman itu tergantung dari jenis tugas yang disampaikan oleh dosen. Kadang-kadang bukan hanya menampilkan tulisan saja, melainkan grafik, tabel, gambar, atau ilustrasi juga.

Yuk, kita simak manfaat dan cara membuat makalah!

Manfaat Membuat Makalah

Pada umumnya, makalah memiliki manfaat untuk menunjukkan pengetahuan atau daya analisis para mahasiswa kepada orang lain, seperti dosen atau mahasiswa lain. Makalah juga memiliki manfaat sebagai dokumen yang dapat dibaca di kemudian hari, baik sebagai referensi atau sekadang kenang-kenangan setelah lulus kuliah..

Selain itu, makalah juga bisa menjadi sarana latihan bagi mahasiswa dalam menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Tentu saja, gaya tulisan yang dipakai dalam penulisan makalah adalah gaya penulisan akademik yang mengikuti kaidah-kaidah tertentu.

Bagi dosen, makalah dapat dijadikan referensi dalam menilai kinerja mahasiswa. Makalah yang bagus tentu saja akan mendapatkan nilai yang bagus pula dari dosen. 

Jenis-Jenis Makalah

Pada umumnya, makalah terdiri atas tiga jenis berdasarkan cara penulisannya, yaitu makalah induktif, makalah deduktif, dan makalah campuran. Jenis penulisan makalah ini biasanya disesuaikan dengan tugas yang diberikan oleh dosen atau pengajar.

Makalah induktif

Makalah induktif biasanya ditulis dengan menggunakan data empiris yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan. Sesuai namanya, makalah induktif dibuat berdasarkan pola induksi atau diawali hal-hal yang bersifat spesifik atau khusus kemudian disimpulkan menjadi hal bersifat umum.

Makalah deduktif

Berbeda dengan makalah induktif, makalah deduktif dimulai dari kajian teoritis mengenai satu topik tertentu. Kajian teoritis itu berasal dari buku, jurnal penelitian, makalah atau artikel. Sesuai namanya, makalah deduktif disusun berdasarkan pola deduksi atau diawali hal-hal yang bersifat umum kemudian disimpulkan menjadi hal-hal bersifat khusus.

Makalah campuran

Jenis makalah terakhir adalah makalah campuran yang terdiri dari metode pola induksi dan pola deduksi. Dalam jenis makalah ini, penyusunannya berdasarkan kajian teoritis sekaligus data empiris. 

Cara Membuat Makalah dengan Benar

Membuat makalah yang benar dan sesuai aturan bukan sekadar memenuhinya dengan tulisan-tulisan belaka. Idealnya, terdapat ketentuan yang perlu diikuti dalam menyusun makalah yang benar. Kita wajib memasukkan beberapa poin utama yang meliputi:

Cover

Cover adalah halaman paling pertama dari sebuah makalah. Di bagian ini biasanya mahasiswa diminta untuk menulis nama, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), judul makalah (menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya), logo universitas dan tahun penulisan. 

Namun, tidak semua dosen mengharuskan mahasiswa membuat cover. Pembuatan cover disesuaikan dengan kebiasaan atau tradisi di masing-masing perguruan tinggi.

Kata pengantar

Kata pengantar biasanya berisi ringkasan mengenai topik yang ditulis atau dibahas dalam makalah ini. Kata pengantar ini biasanya tidak panjang atau hanya mencakup tiga sampai paragraf. Ditulis dengan singkat dan padat, kata pengantar ini juga bisa menjelaskan proses penyusunan makalah ini, kekurangan dan kelebihannya.

Daftar Isi

Daftar isi menjelaskan mengenai isi atau urutan isi makalah. Biasanya daftar isi ini menunjukkan nomor halaman supaya pembaca lebih mudah mencari halaman tertentu. Daftar isi ini bisa dibuat paling akhir setelah pendahuluan, pembahasan dan penutup selesai dibuat.

Pendahuluan

Pendahuluan berisi penjelasan tentang latar belakang sebuah persoalan atau topik. Pendahuluan ini penting karena memberikan gambaran kepada pembaca mengenai gambaran umum dari sebuah persoalan atau topik. Pendahuluan ini sekaligus menjelaskan konteks topik yang sedang dibahas dan relevansinya dengan kondisi di dunia nyata.

Pembahasan

Pembahasan adalah hal paling pokok dari sebuah makalah. Pembahasan ini berisi analisa atas sebuah topik atau masalah. Pengetahuan, daya analisis dan kemampuan menulis mahasiswa akan terlihat di bagian pembahasan.

Sama halnya di bagian pendahuluan, dalam bagian pembahasan ini kita juga bisa mengutip pandangan, teori atau data dari pihak lain. Pembahasan yang baik adalah pembahasan yang mampu menjelaskan sebuah persoalan dengan jernih beserta penyebab-penyebab terjadinya.

Penutup

Penutup adalah bagian akhir dari sebuah makalah. Di bagian ini, mahasiswa bisa menulis refleksinya tentang sebuah persoalan yang dibahas. Mahasiswa juga bisa mencoba untuk menjawab sebuah persoalan yang telah dibahas di bagian pembahasan. Kesimpulan dari makalah yang berupa temuan atau konsepsi tertentu bisa ditulis di bagian penutup ini.

Daftar pustaka

Daftar pustaka ini mencakup daftar literatur yang dipakai oleh mahasiswa dalam membuat makalah tersebut. Literatur itu bisa berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, video sampai berita media massa. Mahasiswa perlu mencantumkan nama penulis, tanggal penerbitan atau penayangan dan tanggal mengakses (untuk video). Penulisan daftar pustaka juga perlu mengikuti kaidah akademik tertentu.

Nah, semoga dengan penjelasan ini, kita bisa membuat makalah yang bagus sehingga mendapatkan nilai yang bagus pula, ya!

Sembari menyusun makalah untuk tugas kampus, mau coba-coba merintis usaha untuk mendapatkan tambahan penghasilan? Lumayan untuk menutupi biaya indekos dan makan sehari-hari, nih. Coba saja cari tahu seperti apa bisnis untuk mahasiswa yang menguntungkan, tapi tetap tidak menyita waktu cuma di Lifepal!