8 Daftar Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes 2019

orang terkaya di Indonesia

“Jangan pernah menghancurkan kepercayaan seseorang. Jika Anda melakukannya, maka tidak akan ada yang ingin melakukan bisnis dengan Anda.”, begitulah nasihat bijak dari orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono. 

Majalah Forbes sempat merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Nama-nama dalam daftar tersebut tentunya adalah orang-orang sukses yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara. Penasaran siapa saja sosok inspiratifnya? Ini dia 10 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes 2019:

1. Robert Budi dan Michael Hartono

orang terkaya 2019
Tribunnews.com

Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan senilai Rp508 triliun. Hartono bersaudara ini merupakan pemilik perusahaan rokok PT Djarum yang telah berdiri sejak tahun 1951. 

Di tahun 1963, perusahaan rokok ini pernah mengalami kebakaran hebat hingga seluruh asetnya habis. Pendiri PT Djarum, Oei Wie Gwan meninggal dunia di tahun yang sama sehingga PT Djarum diambil alih oleh anak laki-lakinya, yaitu Robert Budi dan Michael Hartono. 

Meski sempat terpuruk, PT Djarum kemudian kembali bangkit dan di tahun 1972, Djarum mulai melakukan ekspor rokok ke Amerika Serikat. Sementara di Indonesia sendiri, produksi Djarum kini sudah mencapai 48 miliar batang per tahun. 

Seiring perkembangannya, saat ini Djarum Group telah berinvestasi pada:

  • Pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA), yaitu sebesar 51 persen.  
  • Pemilik perkebunan kelapa sawit seluas 65 ribu hektar di Kalimantan Barat. 
  • Pemilik pusat perbelanjaan Grand Indonesia. 
  • Pemilik toko elektronik Polytron. 
  • Pemilik perusahaan Ventures Global Digital Prima dan Global Digital Niaga. 
  • Pemilik saham Kaskus. 

2. Susilo Wonowidjojo 

Orang terkaya di Indonesia
Bombastis.com

Susilo Wonowidjojo, pemilik perusahaan produsen rokok PT Gudang Garam Tbk juga kembali dinobatkan sebagai orang kedua terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan Rp133 triliun. Susilo Wonowidjojo merupakan anak perantau dari Tiongkok yang sukses merintis usaha rokoknya dari titik nol. 

Berdiri sejak tahun 1958, PT Gudang Garam Tbk awalnya didirikan oleh Surya Wonowidjojo yang kemudian diturunkan kepada anak pertamanya, Rachman Halim. Namun di tahun 2008, Rachman wafat dan perusahaan rokok ini kemudian dipimpin oleh Susilo Wonowidjojo. 

Pada masa kepemimpinannya, PT Gudang Garam tumbuh secara pesat karena didukung dengan rangkaian inovasi dan terobosan penting. Saat ini, perusahaan rokok ini telah memproduksi 70 miliar batang rokok dan didistribusikan ke mancanegara setiap tahunnya.

Selain PT Gudang Garam Tbk, Susilo Wonowidjojo juga memiliki investasi di beberapa sektor lain, antara lain: 

  • Pemilik PT Matahari Kahuripan Indonesia (Makin).  
  • Pemilik PT Surya Air.
  • Pemilik perkebunan kelapa sawit seluas 74 ribu hektar di Jambi. 
  • Pemilik PT Surya Madistrindo yang juga bergerak dibidang distribusi rokok. 

3. Eka Tjipta Widjaja

Orang terkaya di Indonesia
Liputan6.com

Sukses membesarkan Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja menempati posisi ketiga sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai Rp124 triliun. Pengusaha yang meninggal dunia pada usia 98 tahun di bulan Januari 2019 ini merintis bisnisnya di Makassar. 

Sama halnya dengan sosok inspiratif sebelumnya, Eka Tjipta juga adalah anak perantau dari Tiongkok yang merintis bisnis dari nihil. Bahkan, sosok konglomerat ini tidak dapat menyelesaikan pendidikannya hingga sekolah menengah pertama karena terhambat masalah ekonomi. 

Tidak ingin berdiam diri meratapi nasib, Eka Tjipta Widjaja mulai merintis usaha dengan memasok logistik untuk para tentara Jepang yang bertempat di sekitar kota Makassar pada masa itu. Dari situ, dia mulai akrab dengan para tentara dan akhirnya diperbolehkan menggunakan kapal perang untuk mengangkut kebutuhan logistik. 

Dengan disiplin dan tekad yang kuat, Eka Tjipta sukses membangun Sinar Mas hingga menjadi perusahaan besar seperti sekarang ini. 

Selain Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja turut memiliki beberapa perusahaan lain, antara lain: 

  • Pemilik perkebunan kelapa sawit di Riau.  
  • Pemilik Bank Internasional Indonesia. 
  • Pemilik pabrik kertas PT Indah Kiat. 

4. Sri Prakash Lohia

Orang terkaya di Indonesia
Tempo.co

Sri Prakash Lohia adalah pebisnis asal India yang merantau ke Purwakarta pada tahun 1974. Prakash sudah mulai menyentuh dunia bisnis sejak usia 22 tahun untuk membantu ayahnya berbisnis garmen. Saat ini, dia ditetapkan sebagai pengusaha terkaya keempat di Indonesia dengan kekayaan Rp108 triliun. 

Di tahun 1990, dia mulai melebarkan sayapnya di industri polyethylene terephthalate (PET) di bawah naungan perusahaan Indorama Ventures. Perusahaan ini melayani produksi pembuatan botol plastik untuk brand besar, seperti Coca Cola, Pepsi, dan Aqua. 

Tidak lama setelah itu, perusahaan Indorama Ventures kemudian berkembang pesat dan dinobatkan sebagai perusahaan pemasok PET terbesar di dunia. Dengan modal awal US$10 juta, kini Indorama Group memiliki 39 pabrik yang tersebar di 20 negara. 

Selain Indorama Group, Prakash juga menaruh investasi mineral dan tambang senilai US$4,5 miliar di Aljazair. 

5. Anthoni Salim 

tribunnews

Nama Anthoni Salim menduduki nomor lima dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan Rp76,9 triliun. Jika diperhatikan, total kekayaan Anthoni turun senilai US$1,6 miliar dibandingkan tahun lalu. 

Anthoni Salim adalah direktur utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Selain adanya Indomie sebagai produk andalan, Indofood juga menawarkan berbagai produk lain, seperti Supermi, Sarimi, tepung terigu Bogasari Segitiga Biru, Kunci Biru, dan masih banyak lagi.

Meski sempat terpuruk pada krisis moneter di tahun 1998, PT Indofood Sukses Makmur Tbk dapat kembali berjaya dan kemudian berkembang dengan berbagai lini bisnis, seperti manufaktur, properti, perbankan, asuransi, restoran, infrastruktur, energi dan bisnis digital. 

Berikut beberapa sumber kekayaan Anthoni Salim lainnya. 

  • Pemegang saham di PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sebesar 25,30 persen. 
  • Pemilik layanan internet FiberStar di bawah naungan PT Mega Askes Persada. 
  • Pemilik portal diskon OgahRugi.

6. Tahir (Ang Tjoen Ming)

tribunnews

Dato Sri Tahir adalah pemilik Mayapada Group yang memiliki total kekayaan senilai Rp65 triliun. Mayapada awalnya berdiri sebagai bisnis garmen dan berkembang menjadi beberapa unit usaha di Indonesia, meliputi perbankan, media cetak, properti, rumah sakit, dan rantai toko bebas pajak atau duty free shopping (DFS). 

Sayangnya, bisnis garmen yang dirintis tidak semaju bisnis perbankannya, yaitu Bank Mayapada yang berdiri sejak tahun 1990. Bahkan, bisnis perbankan Tahir dapat berdiri teguh di tengah krisis moneter pada tahun 1998. Saat ini Bank Mayapada telah memiliki lebih dari seratus cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

Nah, yang membuat Tahir berbeda dari konglomerat lainnya, dia juga seorang filantropis yang aktif dalam gerakan sosial, khususnya dalam bidang pendidikan, pembangunan, pengembangan masyarakat, dan kesehatan. 

Selain meraup keuntungan besar dari Mayapada Group, Tahir juga menjadi salah satu pemegang saham di PT Sentul City Tbk (BKSL) sebesar 6,1 persen. 

7. Chairul Tanjung 

tribunnews

Orang terkaya di Indonesia yang menduduki posisi tujuh adalah Chairul Tanjung dengan kekayaan senilai Rp50,8 triliun. Chairul merupakan pendiri CT Corp yang juga membawahi beberapa anak perusahaan besar, seperti Trans Corp, Bank Mega, dan jaringan supermarket.

Kesuksesan yang dicapai Chairul tidak didapatkan dengan mudah. Sebelum termasuk ke jajaran orang-orang terkaya di Indonesia, dia harus melewati masa-masa sulit di mana dia harus tinggal di kamar losmen yang sempit bersama keluarganya. Chairul juga harus berjualan buku, kaos, hingga membuka usaha fotokopi untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. 

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil, di mana sekarang dia bisa menikmati kekayaan mencapai puluhan triliun rupiah. 

8. Boenjamin Setiawan

luthfan.com

Boenjamin Setiawan adalah sosok penting di balik keberhasilan perusahaan obat-obatan Kalbe Farma. Saat ini, Boenjamin berhasil menduduki peringkat kedelapan dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan Rp46,4 triliun. 

Sebelum menjadi perusahaan sebesar sekarang, pabrik Kalbe Farma yang berdiri sejak tahun 1966 ini hanya bertempat di garasi mobil Boenjamin. Seiring waktu, Kalbe Farma mulai dikenal masyarakat. Sayangnya, perusahan obat-obatan ini harus merasakan dampak krisis moneter di tahun 1998 sehingga dinyatakan bangkrut. 

Mengatasi tantangan bisnis ini, Boenjamin membuka usaha lain dengan skala yang lebih kecil, dan hasil dari usaha tersebut digunakan untuk membiayai produk obat-obatan di Kalbe Farma. 

Dengan tekad yang kuat di tahun 2012, Kalbe Farma diakuisisi oleh perusahaan minuman sehat, Hale International. Tidak lama setelah itu, perusahaan ini bergabung dengan Milko Beverage Industry dan melahirkan Kalbe Milko Industry yang sukses seperti sekarang ini. 

Tidak hanya fokus pada produk obat-obatan saja, Boenjamin juga menawarkan produk minuman suplemen, seperti Extra Joss, Sakatonik, dan Fatigon Hydro. 

Melihat perjalanan hidup delapan orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes di atas, dapat disimpulkan bahwa kesuksesan tidak bisa didapatkan secara instan. Dibutuhkan kegigihan untuk menghadapi setiap tantangan.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita berani untuk memulai usaha impian dan tangguh dalam menghadapi rintangan yang pasti terus-menerus muncul. Impian adalah mimpi, namun mimpi bisa menjadi kenyataan saat kita bertekad untuk mewujudkannya, bukan?