Berapa Jumlah Pendapatan dari Youtube? Begini Cara Hitungnya

Di zaman serba digital, banyak bermunculan profesi baru dengan pendapatan yang menggiurkan. Salah satunya adalah konten kreator Youtube alias Youtuber

Bahkan saat ini banyak public figure yang juga menekuni profesi ini. Tak jarang, ada yang rela melepas pekerjaan formalnya demi meraup pendapatan dari Youtube. 

Apakah sebegitu menggiurkannya profesi sebagai Youtuber ini? Ya, buktinya Atta Halilintar, Ria Ricis, Raffi Ahmad dan Youtuber lainnya berhasil mengumpulkan ratusan juta hingga miliaran rupiah dari profesi ini. Tapi, berapa sih nominal pendapatan dari Youtube dan cara menghitungnya? Simak dan baca artikel ini sampai habis, yuk!

Teman Andalan Untuk Kebutuhan Asuransimu

  • Bandingkan lebih dari 100 polis
  • Konsultan terbaik di sisimu
  • Bantuan klaim gratis dan mudah
Rp
+62

Sumber Pendapatan dari Youtube

Lifepal berhasil mengulas tiga sumber pendapatan seorang Youtuber. Cara-caranya bisa dibilang mudah, tapi tetap membutuhkan komitmen agar hasilnya bisa terasa. Apa saja cara-caranya, kita bahas di bawah ini.

1. Youtube ads

Youtube membagikan komisi kepada seluruh pemilik channel setiap bulannya sebagai apresiasi guna mendukung biaya operasional dan hidup para Youtuber yang rutin mengunggah video ke akunnya. 

Istilah komisi ini biasanya disebut sebagai AdSense yang berasal dari  pembagian komisi dari Youtube ads alias iklan dari klien yang dilekatkan oleh Youtube pada video sang pemilik akun. 

Dengan AdSense ini para content creator Youtube akan mendapatkan uang berdasarkan seberapa banyak jumlah penonton yang melihat atau mengakses iklan di unggahan videonya. Semakin banyak jumlah penonton yang melihat iklan maupun klik iklannya, maka akan semakin banyak pendapatan yang diberikan Youtube kepada para pemilik akun.

Walaupun sebagai penonton, kerap kali terganggu dengan keberadaan iklan tersebut. Tapi dari sisi lain pembuat konten alias Youtuber sangat menggantungkan hidupnya melalui iklan tersebut.

2. Affiliate Marketing

Selain mengandalkan Youtube ads, kita bisa mendapatkan penghasilan dari affiliate marketing. Caranya juga sangat mudah, yaitu hanya dengan memberikan tautan pembelian produk dari e-commerce tertentu yang sudah terhubung dengan akun kita.

Kita bisa menjalin kerja sama dengan sejumlah e-commerce yang membuka layanan afiliasi, seperti Lazada, Blibli, Shopee, dan berbagai marketplace lainnya. Selanjutnya tautan ini bisa diletakkan pada deskripsi video agar penonton tertarik untuk membukanya. Cara ini biasanya sangat efektif untuk Youtuber yang membuat konten video tentang unboxing dan review, seperti produk skincare, makeup, ponsel, komputer/laptop, serta barang elektronik lainnya.

3. Berjualan 

Pendapatan Youtuber lainnya adalah dari penjualan merchandise. Meskipun cara ini terhitung masih kecil dibandingkan cara lainnya, namun biasanya metode ini dilakukan oleh perusahaan besar yang mengiklankan langsung produknya lewat video yang diunggah di channel Youtube bisnis mereka. 

Namun, tidak jarang juga Youtuber yang memasarkan brand miliknya dalam konten yang berisi kegiatan sehari-hari. Sebagai contoh adalah Raffi Ahmad yang mempromosikan brand fashion RA dan Atta Halilintar yang memperkenalkan brand dengan nama AHHA. Cara ini efektif untuk Youtuber dengan fans setia yang bersedia membeli apa yang idolanya pakai.

Cara Menghitung Pendapatan dari Youtube

Pendapatan yang diperoleh dari para Youtuber adalah melalui impression yang dimiliki akun tersebut. Impression adalah jumlah iklan yang tampil di layar penonton. Semakin besar impression sebuah video yang diunggah, maka akan semakin besar pendapatan yang diterima. 

Pada dasarnya, pendapatan dari Youtube ads memiliki dua indikator, yaitu CPM (Cost per Mille) dan CPC (Cost per Click). Cara menghitung CPM, yaitu setiap seribu views pada iklan dalam laman video akan dihargai sekitar US$1 atau sebesar Rp14 ribu. 

Sementara, CPC sendiri adalah pendapatan yang dihasilkan dari jumlah klik pada iklan yang ada pada laman video kita. Biasanya, per klik bernilai sekitar Rp 5.000 sampai Rp 12.000.

Sebagai ilustrasi, bila kita memiliki 5.000 views pada iklan di akun Youtube maka pendapatan yang akan kita terima sejumlah US$5. Jangan lupa, tambahkan juga dengan jumlah klik pada iklan. Kemudian, jumlah total CPM ditambah dengan CPC disebut sebagai revenue atau jumlah pendapatan. Angka inilah yang akan kita dapatkan dari satu video yang diunggah dari Youtube.

Ingin tahu cara menghitung pendapatan dari Youtube secara konkret? Ambil contoh Atta Halilintar. Dikutip dari data SocialBlade, Atta mendapatkan 68 juta views pada sebulan terakhir. Sehingga 68 juta dibagi seribu, lalu dikali US$1. Hasilnya, Atta menghasilkan uang kira-kira US$68 ribu atau Rp952 juta per bulan. Wow! Dan jumlah ini berasal hanya dari iklan saja lho, belum dari affiliate marketing, endorse, penjualan merchandise, dan lainnya.

Jenis Video Youtube Yang Menghasilkan Uang di Youtube 

Menjadi konten kreator Youtube memang tidak mudah. Dibutuhkan kreativitas untuk membuat konten yang orisinal namun tetap menarik. Tapi, seperti apakah konten yang menarik? Nah, berikut adalah beberapa jenis video Youtube yang bisa menghasilkan cuan

1. Video review dan unboxing

Secara psikologis, setiap manusia memiliki rasa keingintahuan alias kepo yang sangat tinggi. Hal inilah yang membuat video-video review dan unboxing laris manis dan banyak dicari oleh pengguna YouTube. Mulai dari review gadget, elektronik, game, mainan anak hingga skincare

Semua orang tidak memandang usia, selalu menyukai sensasi membongkar sesuatu yang tersembunyi atau dibungkus. Tidak berbeda jauh seperti saat kita berbelanja online, saat barang tiba kita pasti tidak sabar untuk segera membuka kemasannya.

2. Video tutorial

Seperti halnya video review, video tutorial juga termasuk konten yang banyak dicari oleh orang. Tutorial sendiri artinya panduan untuk membuat atau melakukan sesuatu. Mengapa video ini termasuk laris di Youtube? Karena kita bisa lebih interaktif dalam memberikan langkah-langkah melalui video dibanding melalui tulisan dan gambar saja. 

Tidak terhitung lagi video tutorial yang beredar di Youtube. Ada tutorial makeup, do it yourself (DIY), memasak, menjahit, hingga art and craft

3. Video listicle

Video listicle adalah jenis video yang memberikan daftar menarik untuk ditonton dengan disertai narasi dan visual yang tentu menarik juga. 

Topiknya bisa beragam, mulai dari pengetahuan umum, hal-hal yang sedang viral, lucu, receh, hingga gadget atau teknologi. Contohnya adalah 10 Penemuan Tanda-tanda Alien di Bumi. Video listicle ini bisa memuat cuplikan video lain atau tulisan dan kolase foto-foto.

4. Video animasi

Nyatanya, video animasi tidak kalah laris lho di Youtube. Ada banyak channel yang membuat konten video animasi yang pada umumnya diperuntukkan bagi semua kalangan umur. Salah satunya adalah channel “Kok Bisa?” yang biasanya berisi pengetahuan umum yang dikemas melalui video animasi. Cara yang seru untuk mendapatkan pengetahuan baru. 

Tantangan Menjadi Youtuber

Yang namanya usaha mencari nafkah, tentu ada tantangan, bukan? Dalam hal ini belum tentu semua Youtuber bisa sesukses Atta Halilintar. Namun, selama passion kita bisa diseimbangkan dengan komitmen dan disiplin, jalan menuju popularitas dan uang bisa saja diraih.

Jadi, ini dia dua tantangan utama bagi kita yang mau menempuh jalan menjadi sosok Youtuber yang tersohor!

1. Persaingan

Disadari atau tidak, jumlah Youtuber di Indonesia saat ini sudah banyak karena siapa pun bisa menjadi Youtuber. Sebagai buktinya, hingga Maret 2019, jumlah kanal YouTube pemegang level gold atau pemilik 10 ribu hingga satu juta subscriber telah melesat drastis ke angka 200 channel atau naik hampir lima kali lipat dari tahun lalu yang hanya mencapai 38 kanal. 

Sementara itu, YouTuber pemegang level silver atau pemilik subscriber 100.000, jumlahnya mencapai 2.500 kanal atau meningkat tiga kali lipat dibanding tahun 2018. 

Bisa dibayangkan bagaimana ketatnya persaingan para content creator di Youtube untuk menarik minat penonton. Oleh sebab itu, bila memang tertarik menjadi Youtuber, buat konten yang otentik dan kreatif, namun tetap memiliki pesan atau edukasi yang positif. Bukan hanya sekadar hiburan tanpa makna, Guys

2. Peraturan Youtube yang semakin kompleks

Sejak tahun 2018 lalu, Youtube mulai memperketat syarat sebuah channel untuk mendapatkan uang dari iklan. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masalah yang mendera Youtube saat itu, mulai dari keberadaan video terorisme, maraknya konten video predator anak hingga kasus Logan Paul yang memancing kontroversi karena menampilkan jenazah korban bunuh diri di Jepang. 

Youtube pun menerbitkan perubahan peraturan YouTube Partner Program (YPP) untuk kanal-kanal berisi video yang menyelipkan iklan. 

Untuk bisa mendapatkan pendapatan dari iklan, sebuah video harus mengumpulkan setidaknya 4.000 jam waktu tonton (watch time) dalam 12 bulan terakhir serta memiliki setidaknya 1.000 subscriber. Padahal sebelumnya, YPP hanya mensyaratkan sebuah kanal untuk mengumpulkan 10.000 view sebelum bisa menayangkan iklan. 

Jadi, sudah tahu cara mendapatkan uang dari YouTube, baik dari Youtube Ads maupun cara lainnya. Lalu masihkah tertarik untuk menjadi YouTuber, meskipun tantangannya cukup berat? Well, tidak ada salahnya dicoba, asal konsisten dan jangan mudah menyerah, ya!

Bila sudah berhasil jadi Youtuber dan meraih pendapatan dari Youtube, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk membeli asuransi ya agar kondisi finansial kita tetap terproteksi.

Yuk, cek Lifepal sekarang juga, marketplace tepercaya yang menawarkan berbagai produk asuransi terbaik yang khusus diperuntukkan keluarga dan karyawan.