Perusahaan Pengelola Aset dan Jenis-Jenis Tugasnya

perusahaan pengelola aset

Perusahaan pengelola aset adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang investasi, restrukturisasi/revitalisasi, dan pengelolaan aset BUMN lain. 

Perusahaan Pengelola Aset (Persero) yang disingkat PPA ini menjadi satu-satunya BUMN yang diamanatkan untuk menyembuhkan BUMN dari berbagai jenis industri.

Aset yang dikelola PPA merupakan aset-aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Bentuknya tidak hanya pengelolaan perusahaan dari sisi manajemen, tetapi juga aset kredit, saham, hingga properti.

Landasan dan Tugas Perusahaan Pengelola Aset

landasan dan tugas ppa

Dalam menjalankan tugasnya, Perusahaan Pengelola Aset tidak boleh melenceng dari Peraturan Pemerintah No.10 Tahun 2004. Di dalamnya menjelaskan tentang tugas melaksanakan pengelolaan aset oleh BUMN yang didirikan pada 27 Februari 2004 ini.

Setelah berjalan, Peraturan Pemerintah No.61 Tahun 2008 memperluas bidang usaha PPA sesuai tugas yang sekarang, yaitu mengelola aset eks BPPN, restrukturisasi dan atau revitalisasi BUMN, investasi, hingga pengelolaan aset BUMN.

Pada 21 Desember 2009, PT PPA mendirikan PT PPA Finance yaitu anak perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan. Kemudian pada 17 Desember 2011 PT PPA mendirikan anak perusahaan lain yaitu PT PPA Kapital.

Anak perusahaan yang terakhir ini bergerak di bidang jasa investasi, pengelolaan aset, dan konsultasi bisnis (advisory). Dengan pengalaman dan lini bisnis yang beragam di bidang investasi hingga pembiayaan, PT PPA dan anak perusahaannya berusaha membantu BUMN dan pemegang saham agar terus tumbuh dari aspek ekonomi.

Tugas PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)

Tugas Perusahaan Pengelola Aset tidak mudah karena mengemban tanggung jawab besar dalam menyehatkan BUMN. Namun, ini sesuai dengan visi misi perseroan yaitu menjadi grup perusahaan investasi dan operasi terkemuka.

Selain itu PPA ingin meningkatkan nilai dan pertumbuhan usaha dengan melakukan kapitalisasi jaringan akses ke pasar, mitra strategis, dan kapital melalui perbaikan korporasi, aset, dan investasi.

Berikut beberapa tugas PT PPA (Persero) sesuai amanah Peraturan Pemerintah.

  • Memberikan kontribusi maksimal dalam membangun negeri melalui pembangunan ekonomi dalam hal ini menyehatkan BUMN.
  • Menguatkan berbagai aspek bisnis dan operasional perseroan dengan cara menyempurnakan strategi bisnis dan operasional.
  • Mengelola aset, saham, dan properti milik eks BPPN.
  • Mengelola aset BUMN.
  • Membantu pemerintah mengawasi aset negara.
  • Restrukturisasi dan revitalisasi 11 perusahaan yang berada di bawah binaan BUMN.

BUMN yang Dikelola PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)

bumn dikelola ppa

Perusahaan Pengelola Aset hingga tahun lalu telah membina 11 perusahaan. Pembinaan yang dilakukan bertujuan menghilangkan kerugian pada perusahaan. Namun gagal hingga PPA melakukan restrukturisasi atau penataan kembali.

Dalam berita yang diturunkan Kontan pada Juli 2018, Direktur Utama PT PPA Henry Sihotang mengatakan, dari 11 BUMN tersebut meski dalam pembinaan, bukan berarti semuanya rugi. Menurut dia, dari waktu ke waktu pembinaan membuahkan hasil. Namun, terdapat empat perusahaan yang sampai kini masih berat penanganannya.

Berikut 11 BUMN yang masih dalam tahap pemulihan oleh PT PPA.

  • PT Penataran Angkatan Laut (Persero) (PT PAL).
  • PT Dirgantara Indonesia (Persero).
  • PT Nindya Karya (Persero).
  • PT Boma Bisma Indra (Persero).
  • PT Industri Kapal Indonesia (Persero).
  • PT Survai Udara Penas (Persero).
  • PT Industri Sandang Nusantara (Persero).
  • PT Iglas (Persero)
  • PT Kertas Leces (Persero).
  • PT Kertas Kraft Aceh (Persero).
  • PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)

Dari 11 perseroan ini, empat perusahaan yang disebut paling berat penanganannya adalah.

  • PT Iglas (Persero).
  • PT Kertas Leces (Persero).
  • PT Kertas Kraft Aceh (Persero).
  • PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

Beban utang yang jauh lebih besar dari aset yang dimiliki perusahaan menjadi penyebabnya. Karena itu, PT PPA (Persero) menyarankan empat BUMN ini ditawarkan ke investor.

Seperti Merpati yang memiliki utang mencapai Rp10,7 triliun dan asetnya hanya Rp1,21 triliun, masih menarik minat investor. Beberapa investor tertarik untuk kembali menghidupkan bisnis maskapai perintis tersebut.

Tips Menyehatkan Perusahaan

tips sehat perusahaan

Menyehatkan perusahaan bukanlah persoalan mudah. Ada strategi dan trik agar perusahaan bisa kembali pulih. Jika sudah tidak bisa ditangani, mungkin yang bisa dilakukan mirip PT PPA, menawarkannya kepada investor lain.

Selain cara PT PPA yang menyembuhkan perusahaan dengan pembinaan, restrukturisasi, hingga revitalisasi, ada cara lain dari Presiden Indonesia Ke-3 BJ Habibie.

1. Cara menyehatkan perusahaan versi BJ Habibie

Habibie yang kerap disapa eyang ini mengatakan bahwa cara menangani perusahaan yang sakit dengan melakukan berbagai pembenahan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi permasalahan perusahaan.

Berikut tips dari pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 tersebut.

  • Menyiapkan berbagai opsi solusi untuk mengembalikan kesehatan perusahaan.
  • Identifikasi sumber masalah dan pelajari penyebab dan celah yang bisa disembuhkan.
  • Memperbaiki manajemen perusahaan.
  • Menyesuaikan teknologi yang digunakan perusahaan dengan kondisi yang ada.
  • Jangan langsung membangkrutkan atau menutup perusahaan ketika terus mengalami kerugian.
  • Identifikasi peluang.
  • Tumbuhkan semangat menghidupkan bisnis lagi karena bisnis ini telah dibangun dengan jerih payah dan ada karyawan yang akan terdampak (di-PHK) jika perusahaan tutup.

2. Panduan menyehatkan perusahaan

Hampir semua perusahaan atau bisnis yang didirikan pasti bertujuan mencari laba. Sayangnya, terkadang kenyataan tidak sesuai ekspektasi. Salah satu pil pahit yang harus ditelan semua pengusaha adalah menutup perusahaan jika sudah tidak lagi menghasilkan keuntungan, dan yang terlebih parah tidak mampu memproduksi barang/jasa.

Namun, ada beberapa strategi penyehatan perusahaan yang umum dilakukan kebanyakan pengusaha. Berikut penjelasannya.

  • Pergantian manajemen karena ketidaksehatan perusahaan bisa disebabkan karena pucuk pimpinan manajemen tidak cakap mengelola bisnis.
  • Pengendalian keuangan menjadi salah satu hukum wajib untuk menyehatkan perusahaan. Setiap perusahaan baik sehat atau sakit harus bisa mengendalikan keuangan dengan rumus meminimalkan modal dan memaksimalkan pendapatan.
  • Perusahaan organisasi yang bisa terjadi setelah muncul kebutuhan reorientasi strategi. Pasalnya, struktur organisasi dilihat sebagai salah satu alat bantu mencapai tujuan perubahan strategi.
  • Reduksi biaya yang bisa diterapkan dengan sentralisasi pengendalian keuangan. Biaya-biaya yang bisa direduksi antara lain biaya material (produksi) hingga tenaga kerja, dan aset.
  • Restrukturisasi utang dan keuangan dengan cara negosiasi ulang kepada pemberi pinjaman hingga restrukturisasi portofolio investasi.
  • Reorientasi produk dapat dilakukan jika penyebab ketidaksehatan perusahaan adalah manajemen keliru dalam menentukan target dan segmen pasar yang dituju.
  • Meningkatkan program pemasaran jika terjadi kesalahan profesional manajemen.
  • Terakhir adalah akuisisi yang menjadi strategi dalam menyehatkan perusahaan. Akuisisi memiliki arti sebagai perusahaan dibeli oleh perusahaan lain atau investor.

Bagaimana calon entrepreneur? Jangan gentar mewujudkan bisnis impian setelah baca ini, ya! Jika BUMN memiliki PT Perusahaan Pengelola Aset yang siap menyembuhkan dari kebangkrutan, kita juga harus punya yaitu diri sendiri dan tips dari Eyang Habibie hingga panduan dari Lifepal.

Banyak jalan menuju Roma, kok!